eXtremeINA.com

Toba Medan, Sumatera Utara – eXtremeINA.com    Sebanyak 80 pekayak dari 20 negara telah berada di Dusun Parhitean, Meranti Utara, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara untuk berpartisipasi dalam perlombaan kayak internasional Toba Wild International Adventure Festival 2019 pada 4 – 7 Desember 2019. Para pekayak sudah berlatih untuk mengenali arus dan jeram Sungai Asahan yang sering disebut sebagai ketiga terbaik di dunia untuk aktivitas arus deras.
Banyak pekayak profesional dunia sangat berminat dalam perlombaan ini untuk memerebutkan posisi juara utama yang berhadiah uang sebesar AU$6.000. Salah satu atlet profesional kayak yang berpartisipasi para perlombaan ini adalah Nouria Newman yang berasal dari Perancis. Nouria telah banyak menyabet medali pada banyak perlombaan kayak bergengsi di dunia dan merupakan salah satu atlet yang disponsori RedBull. 
Selain itu ada beberapa nama pekayak yang reputasinya disegani dan merupakan anggota tim tim olimpiade cabang olah raga kayak asal Australia dan New Zealand.
 
CEO PT Bumi Azzura Indonesia (Ocean Blue) Achmad Fitriady, pendukung utama Toba Wild mengatakan event ini ingin membawa nama Sungai Asahan sebagai salah satu daya tarik kawasan Danau Toba.
 
“Sudah saatnya Indonesia menampilkan keindahan alam dan potensinya yang luar biasa kepada dunia serta menampilkan kegiatan International Adventure Festival yang diakui dunia, ” kata Achmad yang pernah menjabat koordinator perwakilan Kementerian Pariwisata Indonesia di 17 negara di seluruh dunia.
CSR Deputy Manager PT Inalum (Persero) Daniel Jimmy Hutauruk, yang juga pendukung utama Toba Wild mengatakan perlombaan ini berdampak luas pada sektor pariwisata karena melibatkan peserta global dan sektor pendidikan melalui pembekalan edukasi dan sertifikasi search and rescue bagi masyarakat lokal. Penyelenggara acara juga membawa pesan positif melalui kegiatan membersihkan lingkungan yang melibatkan peserta dan masyarakat. Kegiatan ini selaras dengan program CSR PT Inalum (Persero) untuk membawa sustainability pada Danau Toba, Sungai Asahan dan masyarakatnya.
 
“Acara ini membawa misi pemberdayaan masyarakat karena warga setempat terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan acara serta memberikan pendapatan tambahan sebagai penyedia homestay yang ditinggali peserta,” kata Daniel.
 
Lachie Carracher, co-founder Toba Wild yang juga seorang pekayak professional asal Melbourne, Australia serta pemenang Young Adventure of the Year dari Australian Geographic Magazine mengatakan tujuan akhir dari acara ini adalah stimulasi ekonomi lokal. 
 
“Kami bekerja sama dengan masyarakat menyelenggarakan kegiatan ini, menyediakan kesempatan kerja serta menggunakan jasa dan produk lokal. Kami juga bertujuan untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa kedatangan turis mancanegara memilik implikasi positif baik dari sisi finansial maupun lingkungan hidup di area ini,” kata Lachie.
 
Emil Hardy Ridwan, Country Manager Visit Indonesia Tourism Office di Melbourne Australia mengatakan dengan 1.8 juta outbound traffic yang khusus bepergian ke luar negeri, Australia seharusnya menjadi pasar utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam menyasar wisata petualangan. 
“Australia adalah pasar utama dari kegiatan adventure tourism dunia yang sudah sepantasnya kita garap secara serius dan konsisten. Hal ini sejalan dengan banyaknya peserta kompetisi dari Australia sebanyak 30 persen dari total kontestan yang berasal dari 20 negara,” kata Emil. 
 
Emil mengatakan pihaknya selaku representasi Kemenparekraf di Australia sangat mendukung penyelenggaraan event ini dengan berperan aktif dalam mempromosikan event ini untuk mengangkat destinasi Danau Toba dan Asahan ibukota wisata petualangan Asia Tenggara di Australia. Misi ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan di luar Bali. 
 
“Untuk itu kami berharap agar penyelenggaraan event semacam ini mendapatkan perhatian penuh pemerintah agar dapat memberikan gaung yang lebih besar lagi ke depannya,” kata Emil.
 
Dumoly F Pardede, selaku ketua komunitas Horas Halak Hita (H3) yang menaungi masyarakat Batak lintas agama seluruh Indonesia mengatakan “H3 sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi atas diselenggarakannya kegiatan Internasional ini. “Kami percaya bahwa kegiatan ini akan mengangkat nama Toba-Samosir – Asahan ke dunia internasional serta merupakan awal dari rangkaian kegiatan Indonesia Adventure Festival kelas dunia yang akan diselenggarakan secara nasional ke depannya,” “kata Dumoli.
 
Dumoli mengharapkan Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata, Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah daerah sekawasan dan masyarat Sumatera Utara untuk terus mendukung aktivitas seperti Toba Wild. “Wisata petualangan di Toba – Samosir – Asahan merupakan harta yang tertidur yang perlu dibangunkan terus menerus hingga sampai dikenal di dunia,” kata Dumoli.
 
Pihak penyelenggara berterimakasih kepada Ocean Blue, PT Inalum, Tayang dan komunitas Horas Halak Hita yang mendukung penuh kegiatan. Kegiatan ini juga berlangsung dengan bantuan in-kind dari Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Institut Teknologi Del. 

Sebanyak 80 pekayak dari 20 negara telah berada di Dusun Parhitean, Meranti Utara, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara untuk berpartisipasi dalam perlombaan kayak internasional Toba Wild International Adventure Festival 2019

READ MORE

Jakarta/eXtremeINA.com      Ekspedisi Pengarungan Sungai yang berada di Mae Taeng River, Thailand 06 – 13 November 2019. Kegiatan pengarungan ini akan dilaksanakan selama tiga hari dua malam dengan jalur tempuh sekitar 30 Kilometer. Ekspedisi Indonesia Merah Putih ini mendelegasikan Sembilan Athlete dari Organisasi Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam EKA CITRA Universitas Negeri Jakarta yang telah melakukan training center dari bulan Juni 2019 sampai dengan tanggal 02 November 2019 dan tentunya yang sudah dibekali dengan berbagai Pengetahuan mengenai konsep River Camp, Pemetaan Jeram, dan Resiko resiko pengarungan yang telah beberapa kali disimulasikan di Sungai Cisadane, yang pertama pada tanggal 11-13 oktober dan yang kedua pada tanggal 18-20 oktober dan juga telah dilaksanakannya TryOut di Sungai Citatih, Sukabumi 25 – 27 Oktober 2019. Ana Maria (EC. 3718 – 0390), Brian Chafariz N (EC. 3617 – 0376), Dhimas Qodhlizaka (EC. 3718 – 0393), Dian Mardiana (EC. 3617 – 0371), Faiz Althof (EC. 3718 – 0388), Farah Jawza (EC. 3718 – 0392), Farizky Setyo B (EC. 3718 – 0385), Sarita Wahyu B (EC. 3617 – 0377), Tiara Ayu A (EC. 3718 – 0389).

Mae Taeng River ialah anak sungai dari Sungai Ping, salah satu dari dua kontributor utama Sungai Chao Phraya. Berasal dari Pegunungan Daen Lao di Distrik Wiang Haeng, Provinsi Chiang Mai, Thailand, sangat dekat dengan perbatasan dengan Burma. Sungai ini memiliki Panjang dengan jarak 1.080 Kilometer (670 mil) dengan Grade Sungai III sampai IV.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh prediksi bahwa Indonesia akan menikmati bonus demografi—kondisi dimana pada saat itu jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding jumlah penduduk usia non produktif—yang akan jatuh pada rentang 2020 – 2030.

Dalam hal ini bonus demografi dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata yang mana tentunya terus berkembang pesat. Apalagi ditambah dengan keberagaman Indonesia akan keadaan geografis dan budayanya yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga membutuhkan pengelolaan yang baik.

Maka dari itu, selain melakukan penjelajahan sungai, juga diadakan Observasi Pengelolaan Wisata Arung Jeram. Bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh masyarakat berusia produktif dalam pengelolaan pariwisata ramah lingkungan di wilayahnya masing-masing, serta dalam hal ini kami mencoba menerapkan hasil observasinya pada salah satu provider/pengelola wisata arung jeram di Indonesia.

 

Photo&Text : EKACITRAUNJ

Ekspedisi Pengarungan Sungai yang berada di Mae Taeng River, Thailand 06 – 13 November 2019. Kegiatan pengarungan ini akan dilaksanakan selama tiga hari dua malam dengan jalur tempuh sekitar 30 Kilometer.

READ MORE

Vrsac, Serbia 17/9 – eXtremeINA.com,      Tim Nasional Paralayang Indonesia berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Paralayang nomor Akurasi kategori beregu, yang telah dilaksanakan pada tanggal 08-18 September 2019, di Vrsac, Serbia. Kejuaraan Dunia Paralayang ini diikuti oleh 131 atlit yang berasal dari 28 negara.

Kejuaraan yang berjudul 10th FAI Paragliding Accuracy World Championship 2019, mempertandingkan nomor akurasi, dengan memperebutkan 3 medali emas, yakni perorangan putra, perorangan putri, dan beregu.

Pada Kejuaraan Dunia ini, Indonesia berhasil meraih 1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu, yang dihasilkan dari peringkat pertama beregu (Indonesia-INA), peringkat kedua perorangan putra (Irvan Winarya-INA), serta peringkat ketiga peroangan putra (Jafro Megawanto-INA). Perolehan akhir untuk peringkat ketiga perorangan putra ini adalah juara kembar, dimana nilai akhir adalah sama dengan Matjaz Sluga (Slovenia).

Untuk Kejuaraan Dunia Serbia ini, Indonesia mengirimkan 6 atlit putra dan 2 atlit putri, yang terdiri dari Irvan Winarya, Jafro Megawanto, Joni Efendi, Yuda Maisa, Purnomo Alaymsyah, Hening Paradigma, Gita Rezky, dan Milawati Sirin, yang didampingi oleh Elzar Sukendro, selaku Team Manager.

“Kejuaraan ini telah menyelesaikan 9 babak dari 12 babak yang direncanakan sebelumnya. Kejuaraan ini tidak bisa dilanjutkan hingga 12 babak, karena kondisi angin yang terlalu kencang serta prakiraan cuaca yang buruk untuk esok harinya, menjadikan pemimpin pertandingan memutuskan untuk menyelesaikan lomba lebih awal 1 hari dari jadwal yang ada”, ujar Elzar Sukendro, selaku team Manager Paralayang untuk Serbia.

Kegiatan ini merupakan Kejuaraan Dunia Paralayang kategori tertinggi (Cat-1), yang dilaksanakan setiap 2 tahun 1 kali, dimana para atlit yang hadir merupakan wakil dari negaranya masing-masing (bukan mewakili individu), dan jumlahnya dibatasi (kuota) per negaranya.

“Salut dan bangga atas hasil capaian teman-teman Paralayang di Serbia, karena Kejuaraan Dunia ini merupakan Kejuaraan Dunia yang paling bergengsi (kategori satu), dimana semua atlit Paralayang terbaik dunia hadir untuk Kejuaraan ini. Pertandingan berlangsung sangat ketat, namun kita berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Serbia”, ujar Wahyu Yudha, selaku Ketua Paralayang Indonesia.

Paralayang Indonesia memang sangat diperhitungkan pada kancah Internasional. Tercatat bahwa Indonesia menduduki peringkat satu dunia pada tahun 2018 lalu (berdasarkan peringkat resmi yang dikeluarkan oleh FAI) dan juga keluar sebagai juara umum pada Asian Games 2018 Cabor Paragliding, dengan memperoleh 2 Emas, 1 Perak, dan 3 Perunggu.

Paralayang Indonesia juga pernah meraih 1 medali emas untuk perorangan Putra pada Kejuaraan Dunia Paralayang tahun 2015, yang dilaksanakan di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat. Hasil dari Serbia ini adalah mengulang keberhasilan Paralayang Indonesia di tahun 2015 lalu.

Keberhasilan tim paralayang Indonesia tidak terlepas dari adanya dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, dan juga Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

 

eXtremeINA.com

 

Pada Kejuaraan Dunia ini, Indonesia berhasil meraih 1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu, yang dihasilkan dari peringkat pertama beregu (Indonesia-INA), peringkat kedua perorangan putra (Irvan Winarya-INA), serta peringkat ketiga peroangan putra (Jafro Megawanto-INA). Perolehan akhir untuk peringkat ketiga perorangan putra ini adalah juara kembar, dimana nilai akhir adalah sama dengan Matjaz Sluga (Slovenia).

...

READ MORE

eXtremeINA.com – Ambarawa (13/9) Indonesia semakin dikenal di kancah olahraga dirgantara Gantolle (Layang Gantung) dunia. Memasuki gelaran kelimanya, Kejuaraan Terbuka Lintas Alam Gantolle Piala Telomoyo 2019, 15-22 September, kembali menghadirkan Primoz Gricar. Meski sudah menjuarai Piala Telomoyo II 2015, ikutsertanya Primoz kali ini lebih menantang lagi bagi para pilot Indonesia, karena prestasinya meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Layang Gantung XXII di Friuli Venezia Giulia, Italia, Juli lalu. Primoz asal Jerman, gagal menghentikan dominasi pilot-pilot tuanrumah, Alessandro “Alex” Ploner dan Christian Ciech, yang merebut gelar juara dan runner up. Ciech adalah pelatih regu Jawa Barat pada PON XIX 2016. Bersama rekannya, Alex, keduanya berhalangan ke Telomoyo karena mengikuti kejuaraan di Turki yang berdekatan waktunya.

“Pasti kita bisa belajar lebih banyak lagi dari dia. Dari teknik mencari termal maupun persiapan fisik terbang lintas alam dan mental mengikuti kejuaraan,” ujar Rusdianto, peraih medali emas PON XVIII Riau 2012 asal Jogjakarta pada Tagor Siagian, Humas dan Koordinator Media Piala Telomoyo V 2019 tentang kehadiran Primoz. Termal adalah kumpulan udara panas yang bergerak ke atas dan terletak di bawah awan, yang dapat membantu pilot mencapai ketinggian. Agar bisa terbang jauh sebagai syarat utama nomor lintas alam, pilot harus pandai “membaca” awan untuk mencari termal dan wajib mencapai ketinggian maksimal terlebih dulu, sebelum mencapai sasaran titik-titik dalam soal. Terkadang dalam waktu semenit, layangan bisa naik setinggi 500 meter, bila mendapatkan termal baik.

Sebanyak 42 pilot (sebutan untuk atlit olahraga dirgantara) asal 8 propinsi; DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, menjadikan Piala Telomoyo V 2019 sebagai persiapan jelang kejuaraan penyisihan PON XX Papua 2020, Oktober ini. Disayangkan, empat putra daerah asal Papua, yang berkuliah di Bandung, Jawa Barat, belum siap berlomba karena masih menjalani pelatihan dasar.

Para peserta terbagi dalam dua kelas; Kelas A untuk layangan dua lapis (double surface) dan Kelas B untuk layangan satu lapis (single surface). Layangan dua lapis tentunya punya kemampuan manuver lebih lincah dan kemampuan terbang lebih cepat dibanding satu lapis. Dalam nomor Lintas Alam Terbatas, pilot diharuskan terbang secepat mungkin sesuai rute dengan titik-titik yang ditentukan dalam soal yang dibuat Direktur Lomba dan Dewan Pilot (perwakilan pilot). Tiap ronde/hari soalnya berbeda. Misalnya, dari Gunung Telomoyo ke Kampoeng Java (pabrik air mineral Java), Candi Songo, Musium Kereta Ambarawa dan Jembatan Tuntang dengan kawasan garis akhir di Desa Sraten. Mencapai jarak sekitar 50 km yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam.

Mengingat waktu tempuh yang lama, maka tiap hari hanya berlangsung satu ronde. Karena kondisi cuaca dan anginpun cenderung memburuk di siang hari, yakni berkabut dan angin dari arah belakang lokasi lepas landas (tailwind). Agar pilot dapat lepas landas dengan baik, maka arah angin harus dari depan (utara lokasi lepas landas/headwind). Kondisi angin yang layak terbang adalah yang berkecepatan 5-30 km/jam. Soal untuk Kelas A dan Kelas B dibuat berbeda jarak dan titik-titiknya. Olahraga alam sangat bergantung cuaca dan angin. Arah angin juga sangat menentukan kecepatan pilot terbang. Ibarat orang naik sepeda di tanjakan, bila pilot terbang melawan arah angin, akan membuat waktu tempuhnya semakin lama. Sebaliknya, bila pilot terbang mengikuti arah angin, terkadang kecepatannya bisa mencapai 120 km/jam.

Biasakan Terbang Jauh

Banyak pilot Indonesia dibuat terheran-heran dan kagum, bagaimana Primoz saat Kejuaraan Dunia lalu, bisa terbang sejauh 200 km dalam satu ronde, sementara dia seorang vegetarian, tidak makan daging. “Justru dengan hanya makan sayur-sayuran dan buah, tubuh menjadi lebih segar dan kuat dibanding pemakan daging, ikan dan telur. Juga tergantung pikiran Anda, jangan negatif dan panik. Disiplin menjaga kebugaran dan suasana hati dengan tidur cukup dan berpikiran baik, sangat berpengaruh untuk terbang dengan baik,” menurut Primoz pada Tagor Siagian, Humas dan Koordinator Media Piala Telomoyo V 2019 lewat surat elektronik, Rabu (11/9).

Mengingat jenis lomba Gantolle di tingkat dunia adalah Lintas Alam Terbatas (Race To Goal) dan Lintas Alam Bebas/Open Distance (juara ditentukan pencapaian jarak terbang garis lurus dari titik lepas landas), maka Piala Telomoyo dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para pilot nasional, agar lebih mampu bertarung di tingkat dunia. “Tidak ada pilihan lain. Anda harus mengikuti sebanyak mungkin kejuaraan lintas alam dengan jarak sesuai kejuaraan tingkat dunia, jika mau diperhitungkan sebagaai pilot lintas alam handal. Teknik terbang Anda pasti akan cepat meningkat, jika biasa terbang sejauh yang dilakukan pilot-pilot dunia. Lebih bagus lagi kalau bisa ikut banyak kejuaraan internasional, agar tahu keunggulan dan kelemahan pilot-pilot peringkat atas dunia,” jelas Primoz, 44 tahun. Kurang handalnya pilot Gantolle dan Paralayang Indonesia di nomor Lintas Alam, karena lebih sering mengikuti kejuaraan nomor Ketepatan Mendarat (Accuracy). Kalaupun ada kejuaraan lintas alam, jarak tempuh tiap ronde hanya berkisar 15 km. Sementara di lomba internasional rata-rata berjarak 72 km tiap ronde.

Jika atlit Indonesia kebanyakan menemui hambatan dana untuk berlomba di luar negeri, Primoz cukup dengan berjualan layangan dan membuka jasa perbaikan layangan Gantolle di tempatnya bermukim, Jerman. Ayah tiga anak itu merasa sangat nyaman dan antusias berlomba di Indonesia karena keramahtamahan masyarakatnya dan adanya aneka ragam jenis sayuran dan buah. Pada Piala Telomoyo II 2015, ia rasakan langsung sambutan hangat penduduk sekitar kawasan pendaratan di Kampoeng Rawa. Bak seorang rock star, ia diajak berslamaan dan berfoto bersama.

Indonesia dengan kontur alam pegunungan yang menakjubkan dengan ribuan pulaunya, menurut Primoz, sangat memungkinkan untuk terbang lintas alam dengan jauh. Hanya butuh niat dan kegigihan mencari, mengembangkan dan merawat semua kawasan mempesona itu. Bukan tidak mungkin, suatu saat rekor dunia terbang lintas alam Gantolle bisa dibuat di Indonesia. Sebagai perbandingan, jika rekor nasional Lintas Alam Bebas Gantolle yang dicatat pilot senior Roy Sadewo (DKI Jaya) pada 1995 dari Wonogiri ke Pati (Jawa Tengah) adalah 92 km, (belum terpecahkan hingga kini), maka rekor dunia yang dibuat di Zapata, Texas, Amerika Serikat pada Juli 2012 oleh Johnny Durand (Australia) adalah sejauh 761 km, ia terbang selama 11 jam!

 

Kalender Resmi FAI

         Gunung Telomoyo dengan ketinggian 1940 m ASL (Di atas Permukaan Laut), sudah dijadikan kawasan peluncuran olahraga Gantolle sejak 1999 dan digunakan untuk kejuaraan pada 2002. Kejuaraan Nasional pertama kalinya digelar di sana pada 2004. Piala Telomoyo yang digelar sejak 2014, kerjasama Perkumpulan Gantolle DKI Jaya dengan Gantolle Jawa Tengah, sudah terdaftar sebagai kegiatan tetap pada FAI (World Air Sports Federation), induk olahraga dirgantara dunia dengan status kejuaraan Category 2. Artinya, nilai hasil pencapaian pilot dapat mempengaruhi peringkat dunianya yang diumumkan tiap awal bulan oleh FAI di www.fai.org/ranking.

Primoz memuji Telomoyo sebagai tempat sangat menantang untuk terbang. “Kelihatannya mudah ditaklukkan, tapi kalau Anda sudah terbang, tak boleh sedetikpun lengah,” ucapnya. Sedangkan pilot Australia, Grant Heaney, Juara Kelas A Piala Telomoyo I 2014, menyukai tantangan alam Telomoyo. “Di daerah asal saya, tidak ada gunung. Jadi selalu ada pengalaman baru dan seru bagi saya setiap terbang di Telomoyo,” ujarnya. Pada 2015, Grant sempat tersedot awan hujan. Khawatir terkena petir, ia segera berusaha melepaskan diri meski susah payah. Saat mendarat, wajahnya pucat. Cukup menggambarkan betapa mengerikannya pengalaman dia barusan.

Peringkat ke-43 dunia Hiroshi Suzuki, asal Jepang, sangat menikmati terbang di Indonesia. “Alamnya sangat menantang, nikmat sekali terbang di atas sawah dan mendarat juga di sawah!” serunya. Karena rajin berbagi pengalaman terbang di Indonesia lewat media sosial, rekan-rekannya sesama pilot Jepang lainnya selalu mengikuti Piala Telomoyo. Hiroshi, juara Kelas A Piala Telomoyo IV 2018 kali ini datang bersama tiga pilot putra lainnya, diantaranya Reona Takemoto, pilot didikannya. Karena faktor kesulitan yang lebih tinggi untuk terbang di Telomoyo dibanding di negaranya, Hiroshi mengharuskan muridnya terbang minimal 100 kali di Jepang sebelum ikut Piala Telomoyo. Selain mencari pengalaman terbang di berbagai kawasan di Indonesia, wisata kuliner, kesenian dan kebudayaan juga menjadi tujuan para peserta asing. Selesai Piala Telomoyo sebelumnya, para pilot Jepang pernah menjajal terbang di Bukit Batu Dua, Sumedang dan Majalengka, Jawa Barat, sementara para pilot Korea Selatan berwisata ke Jogjakarta.

 

Berkabut

Seperti cuaca pada latihan resmi Minggu (15/9), lomba Ronde I pada Senin (16/9) tertunda hingga pukul 12.54 saat pilot urutan terbang pertama Andre HK (DKI Jaya) takeoff, akibat kabut menutup lokasi lepas landas dari pagi hingga siang. Kelas A mendapat tugas sejauh 50 km, dengan titik-titik diantaranya Bukit Gajah, kawasan Salatiga, Desa Bawen dan Desa Jetis, dan mendarat di radius Desa Sraten. Sedangkan Kelas B hingga 30 km. Semua pilot berhasil mendarat dengan selamat. Namun hingga Senin malam, hasil Ronde I belum diumumkan.

Karena ramalan cuaca menyebut kabut akan datang lagi pukul 14.00 WIB, maka para pilot berusaha takeoff secepat mungkin, mengingat beberapa pilot bisa memakan waktu lebih dari perkiraan satu menit hingga loncat, akibat angin yang tiba-tiba melemah atau berubah arah. Jumlah penonton yang tidak seramai hari sebelumnya, membuat para pilot lebih mudah menyiapkan layangan dan menggeser layangannya ke landas pacu (launching ramp), berupa papan kayu sepanjang 2 meter mendatar dan 3 meter menukik tajam.

Kawasan Wisata Olahraga Dirgantara

Untuk mempercepat pergerakan para peserta Piala Telomoyo mencapai lokasi lepas landas (takeoff) di Gunung Telomoyo, sudah diperbaiki infrastruktur jalan dengan dibeton dan sebagian diaspal. Jika tahun lalu butuh 50 menit hingga ke Puncak, sekarang cukup 20 menit. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang membuka Piala Telomoyo IV tahun lalu, sangat antusias menjadikan Telomoyo sebagai kawasan wisata olahraga dirgantara (air sport tourism), Sebelumnya kawasan Gunung Mas, Puncak (Jawa Barat), Batu, Malang (Jawa Timur) dan Bukit Timbis (Nusa Dua, Bali) sudah dikenal dunia sebagai tempat baik untuk terbang tandem (dibonceng) Paralayang.

Kementerian Pariwisata mencatat, 53% wisatawan dunia adalah usia milenial, 17-25 tahun. Selain wisata kuliner dan kesenian, tujuan mereka adalah wisata olahraga petualangan/alam. Jumlah wisatawan olahraga petualangan di Indonesia, baik lokal maupun mancanegara, terus meningkat tiap tahun dengan kedatangan sekitar 1,4 juta orang. Jenis olahraga petualangan yang paling digemari adalah selancar, selam, snorkling, arung jeram, paralayang, mendaki gunung dan penelusuran gua.

Guna mendukung rencana kerja Gubernur Ganjar, Panitia Pelaksana Piala Telomoyo V 2019 akan menyelenggarakan seminar Wisata Olahraga Dirgantara di Hotel Griya Persada, Bandungan Ungaran pada Kamis (19/9). Dengan pembicara perwakilan Kementerian Pariwisata, FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk olahraga dirgantara dunia, Ersy Firman, penggagas Piala Telomoyo dan (Kapt.) Joy Roa, promotor festival balon udara di Filipina.

Selain peragaan terbang pesawat Paramotor (Paralayang Bermotor), kawasan pendaratan di Desa Sraten akan diramaikan juga panggung hiburan dan bazar UKM yang dikelola Kabupaten Semarang..

Text & Photos : TAGOR SIAGIAN

Sebanyak 42 pilot (sebutan untuk atlit olahraga dirgantara) asal 8 propinsi; DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, menjadikan Piala Telomoyo V 2019 sebagai persiapan jelang kejuaraan penyisihan PON XX Papua 2020, Oktober ini

...

READ MORE

BANDUNG – eXtremeINA.com  Sebagai produsen lokal yang memfokuskan kepada alat-alat petualangan alam tropis, sangat wajar jika EIGER mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di negeri sendiri. Salah satunya adalah dengan menggelar EIGER Independence Sport Climbing Competition [EISCC]. Acara yang rutin dilakukan setiap tahun, memasuki tahun yang ketiga belas di 2019 ini. Acara sendiri berlangsung mulai dari 15 -17 Agustus 2019.

“Pemilihan tempat selalu rutin EIGER lakukan di EIGER Flagship Store, Jalan Sumatra Bandung. Fasilitas media papan panjat yang EIGER miliki di store Sumatra menjadi satu-satunya di Bandung yang memenuhi standar FPTI. Selain itu untuk peserta luar kota juga lebih mudah karena banyak penginapan di sekitaran arena pertandingan,” jelas Arif Husen, Marcomm Manager PT. EIGER MPI.

Dengan gelaran rutin yang sudah diadakan selama 13 kali, maka ajang ini menjadi salah satu ajang pencarian bibit unggul untuk atlet panjang dinding Jawa Barat dan Nasional. “Peserta yang bisa ikut ajang ini adalah remaja berusia 14 tahun ke atas dan mengikuti kuota jumlah peserta yang sudah EIGER tentukan,” tukas Arif.

Untuk acara kali ini, total peserta yang terdaftar ada sekitar 168 peserta, berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan dua atlet asal Singapura. “Untuk atlet asing sebenarnya sudah mulai banyak muncul semenjak gelaran EISCC yang 11, artinya dari tingkat kesulitan, sampai hadiah yang disediakan sudah menjadi daya tarik untuk atlet asing,” tambah Arif lagi.

Untuk kategori lomba sendiri akan dibagi menjadi kelas Rintisan [Lead] Putra dan Putri, serta Kecepatan [Speed] Putra dan Putri. Seperti yang sudah-sudah ajang tahunan ini juga menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI], yang berlaku sebagai asosiasi resmi untuk olahraga panjat tebing di Indonesia. “EIGER mengharapkan EISCC dapat menggairahkan kembali kejuaraan nasional dan tentunya menjadi kalender tahunan kejuaraan resmi nasional. Selain itu EISCC juga EIGER harapkan meningkatkan prestasi atlet-atlet panjang dinding nasional,” ungkap Arif.

Total hadiah sendiri untuk acara 3 hari ini total ada 75 juta rupiah, berupa 60 juta dalam bentuk cash, dan 15 juta rupiah dalam bentuk produk. Mari kita dukung para pemanjat tebing Indonesia untuk berprestasi di mana pun mereka berlaga. Salam Lestari!

 

Text & Photos          : EIGER

Edited by                  : Ihsan Rizaldi Raz

EIGER Gelar EISCC Ketigabelas, Untuk Pencarian Bibit Unggul Atlet Panjat Dinding Nasional

READ MORE

JAKARTA – extremeINA.com     Unicycle atau sepeda roda satu adalah salah satu sejenis sepeda beroda satu. Dan sepada ini disempurnakan oleh German Baron Karl von Drais pada tahun 1886. Baron lah yang mempatenkan design sepeda beroda satu tersebut, dan saat ini masih bisa terlihat di museum Paleis het Loo di Apeldoorn Belanda.

ilustrasi-unicycle_feature (1)

Di Indonesia sepeda roda satu belum terlalu familiar untuk di kalangan anak muda. Bagi yang hobi bersepeda bisa membuatnya komunitas olahraga ini. Supaya di Indonesia semakin berkembang dengan olahraga-olahraga yang belum terpublis.

Olahraga sepeda satu ini memang sangat membutuhan keseimbangan, kekuatan dan konsentrasi yang cukup. Dan untuk cara memainkannya sama saja dengan sepeda roda dua, hanya saja kalau yang beroda satu terlihatnya sangat ekstrim dan menakutkan untuk dicoba.

ilustrasi-unicycle_feature (2)

Dalam perkembangan unicycle mampu melakukan medan freeride yang biasa dilalui oleh sepeda gunung berroda dua. Unicycle tidak hanya digunakan di jalan bisa saja atau jalanan beraspal, tapi unicycle mampu digunakan melalui medan offroad, seperti melintasi puncak tertinggi di Indonesia, agar lebih menantang dan memiliki pengalaman yang asik.

Untuk para pemula yang ingin mencoba olahraga ekstrim ini, kunci utamnya tetap berhati-hati dan jaga keselamatan diri anda, harus diawasi oleh seorang yang pro, dan rajin berlatih.

ilustrasi-unicycle_feature (3)

#bike #bicycle #dirt #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #feature #indonesia #unicycle #urban

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Unicycle atau sepeda roda satu adalah salah satu sejenis sepeda beroda satu.

READ MORE

eXtremeINA.com  Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah pantai untuk bermain olahraga surfing yang dikenal dapat memacu adrenaline. Uniknya adalah pantai di Indonesia dapat dinikmati oleh peselancar untuk bermain surfing di sepanjang tahun, dan fenomenanya ini hanya ada di Indonesia saja. Bahkan di Hawaii lokasi yang banyak melahirkan surfer dunia pantainya hanya dapat dinikmati beberapa musim saja.

Nias Miliki 2 Pantai Yang Eksotis Untuk Surfing_feature (2)

Salah satu pantai yang mempunyai daya tarik cukup besar adalah Pantai Lagundri dan Pantai Sorake di kawasan Ibu Kota Nias Selatan, Sumatra Utara. Jarak antara Pantai Lagundri dan Pantai Sorake hanya berkisar 2 km saja. Tidak hanya surfer lokal saja, para surfer dunia pun sangat mengidamidamkan dapat surfing di lokasi ini. Selain pemandangan yang indah dua pantai ini memiliki ombak yang sangat dahsyat, yang mencapai 7 hingga 10 meter dengan lima tingkatan, selain itu panjang daya dorong ombak dipantai ini dapat mencapai 200 meter.

Nias-Miliki-2-Pantai-Yang-Eksotis-Untuk-Surfing_feature-(5)

Pantai Saroke adalah surga bagi peselancar dan terletak di mulut Teluk Lagundri. Pada musim puncak, pantai ini dikunjungi oleh peselancar dari seluruh penjuru dunia yang datang untuk naik ini gelombang tinggi dan menikmati pantai berpasir putih yang panjang. Gelombang tinggi dan gulungan di pantai ini telah disebut-sebut gelombang kedua yang paling sempurna setelah Hawaii. Ini mungkin tidak diragukan lagi disebabkan oleh tinggi gelombang mencapai hingga 15 meter, dan lima tingkat gelombang yang sulit untuk ditemukan di pantai lain. Popularitas gelombang dan pemandangan sekitarnya yang menawan telah menyebabkan pantai ini menjadi tujuan terkenal di seluruh dunia. Beberapa kompetisi surfing internasional telah diadakan di sini. Sepanjang pantai juga rumah-tetap siap untuk menampung pengunjung yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di Saroke.

Nias Miliki 2 Pantai Yang Eksotis Untuk Surfing_feature (4)

Pantai Lagundri adalah pantai berpasir putih yang terletak sekitar 13 km sebelah selatan dari Teluk Dalam. Pantai ini berbatasan langsung dengan pantai Sorake. Sama seperti Pantai Sorake, Pantai Lagundri juga tujuan peselancar favorit meskipun gelombang yang tidak setinggi di Sorake. Karena gelombang yang lebih rendah, Lagundri lebih cocok untuk kegiatan seperti berenang, berjemur di atas pasir putih yang halus, dan snorkeling, meskipun banyak berselancar masih dilakukan di sini juga. Beberapa atraksi khusus ke pantai ini adalah menyelam dan snorkeling, di sini kaya akan ikan hias yang indah.

Nias Miliki 2 Pantai Yang Eksotis Untuk Surfing_feature (1)

Pantai Lagundri sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi terbaik untuk bermain surfing, pasalnya lokasi ini sering dijadikan tempat untuk menggelar sebuah kompetisi surfing baik itu tingkat Nasional maupun International. Salah satu kompetisi surfing yang terkenal di lokasi ini adalah Nias Open, dalam kompetisi ini banyak sekali surfer mancanegara yang ikut serta dan berlomba untuk menaklukkan dahsyatnya ombak Pantai Landugri.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah pantai untuk bermain olahraga surfing yang dikenal dapat memacu adrenaline.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Tepat hari Jumat ini [26/04], Opening Ceremony kompetisi windsurfing bertajuk Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019 telah diselenggarakan. Kejuaraan ini sedang berlangsung sejak tanggal 24 April 2019 hingga 28 April 2019, di GOR Bahtera Jaya, Jl. Re Martadinata No. 2, PLTU, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Kejuaraan windsurfing gagasan Bahtera Jaya Windsurfing School Sea Sports Club [BJWSSC] yang didukung oleh Jakarta Windsurfing dan bekerja sama dengan GOR Bahtera Jaya serta SUDIN PORA Jakarta Utara bertujuan untuk jenjang pencarian bakat atlet-atlet muda, pemula dan usia dini dalam program jangka panjang dari BJWSSC, sehingga regenerasi dan kompetisi setiap anggotanya dapat berjalan serta untuk anggota yang sudah mahir atau tingkat lanjut di dalam kejuaraan ini dapat menjadi agenda kejuaraan tahunan BJWSSC dalam rangka mempersiapkan atlet mengikuti program Pelatda DKI Jakarta menghadapi kualifikasi PON dan persiapan seleknas SEA Games 2019 pada julan Juni mendatang.

Kejuaraan windsurfing ini juga menjadi ajang evaluasi setiap Pengprov atau club di daerah untuk mempersiapkan atletnya masing-masing guna mengikuti Pra kualifikasi PON 2019 pada bulan September mendatang dan juga SEA Games 2019 yang akan tersaji di bulan Desember 2019 di Filipina. Dalam kejuaraan Windsurfing ini pihak penyelenggara akan mempertandingkan beberapa kelas berbeda mulai dari RS:ONE ESPOIR [U22], RS:X YOUTH [U19], BIC TECHNO [U16], GREEN FLEET A [OPEN], dan GREEN FLEET B [OPEN].

Dalam acara pembukaan ini dilangsungkan beberapa kegiatan yang diantaranya, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Laporan Ketua Panitia, Sambutan Ketua Selancar Angin DKI Jakarta, Sambutan Ketua BJWSSC, Sambutan Kansudin Pora Jakarta Utara sekaligus membuka secara resmi, Menyanyikan lagu Mars Patriot Olahraga, Berdoa, dan berfoto bersama.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bahtera Jaya / BJWSSC

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Hari ini acara pembukaan Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019 telah diselenggarakan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Rifat Sungkar bekerjasama dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia [MMKSI] resmi memperkenalkan mobil teranyarnya, yaitu Mitsubishi Xpander AP4 Concept tepat di hari pembuka ajang Indonesia International Motor Show [IIMS] 2019 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada [25/4].

Xpander AP4 sendiri merupakan sebuah konsep mobil yang diciptakan dari buah pemikiran Rifat yang berangan-angan untuk membuat mobil low-MPV 7 seater menjadi suatu kendaraan kompetisi yang atraktif. Untuk mewujudkannya, Rifat menjalin kerja sama dengan modifikator digital berbakat, Yoga Budi Widiantoro, yang sukses membuat konsep Xpander AP4 dalam bentuk 3D.

“Mobil ini begitu inspiratif bagi saya karena Mitsubishi punya sejarah penting di ajang motorsport dunia. Bahkan impresi saya ketika mencoba Xpander pertama kali di Jepang 2,5 tahun yang lalu sangat baik terutama dalam hal handling dan suspensi,” ungkap Rifat.

Melihat bodi Xpander yang begitu ideal juga membuat Rifat berpikir untuk melakukan pengembangan dari arah modifikasi untuk bisa menyerupai konsep AP4. Rifat mengaku garis bodi yang modern dengan aerodinamika yang maksimal menjadikan Xpander memiliki struktur yang ideal. “Dari awal saya menimbang mobil ini juga memiliki distribusi bobot depan belakang yang seimbang, sehingga saya sangat yakin mobil untuk menjadikan mobil ini sebagai konsep AP4 di Indonesia.”

Sebagai Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat terus beradaptasi dengan perkembangan regulasi dunia dan konsep modern seperti AP4 yang memperbolehkan sebuah kendaraan keluarga seperti Xpander bisa menjadi kendaraan kompetisi dengan regulasi yang telah diatur sedemikian rupa. Regulasi yang dimaksud meliputi kesetaraan struktur suspensi dan kontrol mesin yang digunakan.

Dengan mengusung konsep AP4, perawatan mobil ini juga menjadi lebih terjangkau karena spare parts yang lebih mudah didapatkan dan juga dapat menggunakan spare partsdari peserta sesama pengguna AP4.

Text & Photo : karyaKU

Edited by       : Ihsan Rizaldi Raz

Rifat Sungkar dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia resmi memperkenalkan mobil teranyarnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik. Namun apa sebenarnya kelas AP4 tersebut dan bagaimana asal usulnya sehingga saat ini mulai menarik minat banyak pereli?

AP4 merupakan sebuah mobil yang dicanangkan oleh Motorsport New Zealand [MSNZ] dan Confederation of Australia Motorsport [CAMS]—selaku induk olahraga otomotif di kedua negara tersebut—pada 2015 silam. Awalnya, AP4 diciptakan untuk menjadi alternatif karena mobil reli berjenis R5 [spesifikasi World Rally Championship] terlampau mahal.

Maka dari itu dapat dikatakan bahwa konsep AP4 lebih menitikberatkan pada penekanan biaya produksi yang jauh lebih ekonomis ketimbang mobil-mobil reli berspesifikasi lebih tinggi. “Dengan menggunakan konsep AP4, para pelaku industri reli dapat menekan biaya produksi berkali lipat lebih murah karena basis yang digunakan adalah mobil harian yang saat ini beredar masif di pasaran,” ungkap Rifat Sungkar selaku Ketua komisi Rally IMI Pusat.

Beberapa faktor yang membuat AP4 lebih terjangkau adalah karena menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama untuk seluruh bodi mobil. Dengan kata lain, bodi mobil dari berbagai merek tetap dapat menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama. Konsep ini akan membuat seluruh mobil AP4 dapat sharing spare part yang sama antar sesama tim saat kompetisi reli berlangsung.

“Komisi Rally bersama dengan komunitas rally terus mensosialisasikan kelas AP4 ini sebagai penawar bagi mereka yang ingin mencicipi keseruan olahraga rally di level internasional. Dengan adanya AP4 ini sangat memungkinan pereli Indonesia untuk berlaga di ajang reli internasional,” tambah Rifat.

Mobil berjenis AP4 ini dapat dikatakan sebagai wajah baru mobil reli di indonesia yang menggantikan kendaraan-kendaraan grup R yang sudah berusia lebih dari 10 tahun. Sebagai catatan juga, mobil-mobil reli jenis AP4 mendapatkan lisensi untuk berlomba di kejuaraan internasional, seperti reli Australia, reli Selandia Baru, reli Asia-Pasifik.

Text & Photos : karyaKU

Edited by         : Ihsan Rizaldi Raz

Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kejuaraan Windsurfing bertajuk Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019 telah dimulai Rabu [24/04] kemarin. Kejuaraan Windsurfing gagasan Bahtera Jaya Windsurfing School Sea Sports Club [BJWSSC] yang didukung oleh Jakarta Windsurfing dan bekerja sama dengan GOR Bahtera Jaya serta SUDIN PORA Jakarta Utara akan menggelar kejuaraan Windsurfing bertajuk Series 1 Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019. Rencananya kejuaraan ini akan tersaji di GOR Bahtera Jaya, Jl. R.E. Martadinata No. 2, PLTU, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Sejatinya kejuaraan Windsurfing ini akan berlangsung hingga tanggal 28 April 2019, dan pada hari pertama ini aktivitasnya adalah official arrival day registration, dan practice race. Dalam kejuaraan Series 1 Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019, pihak penyelenggara akan mempertandingkan lima kelas berbeda yaitu RS:ONE ESPOIR [U22], RS:X YOUTH [U19], BIC TECHNO [U16], GREEN FLEET A [OPEN], dan GREEN FLEET B [OPEN]. Untuk target pesertanya pihak penyelenggara menargetkan setidaknya 50 peserta dapat mengikuti kejuaraan ini.

Tujuan diadakannya kejuaraan ini adalah untuk jenjang pencarian bakat atlet-atlet muda, pemula dan usia dini dalam program jangka panjang dari BJWSSC, sehingga regenerasi dan kompetisi setiap anggotanya dapat berjalan serta untuk anggota yang sudah mahir atau tingkat lanjut di dalam kejuaraan ini dapat menjadi agenda kejuaraan tahunan BJWSSC dalam rangka mempersiapkan atlet mengikuti program Pelatda DKI Jakarta menghadapi kualifikasi PON dan persiapan seleknas SEA Games 2019 pada julan Juni mendatang. Kejuaraan Windsurfing ini juga menjadi ajang evaluasi setiap Pengprov atau club di daerah untuk mempersiapkan atletnya masing-masing guna mengikuti Pra kualifikasi PON 2019 pada bulan September mendatang dan juga SEA Games 2019 yang akan tersaji di bulan Desember 2019 di Filipina.

Berikut adalah rundown Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019:

  1. 24 April 2019, Official arrival day – Registration – Practice Race
  2. 25 April 2019, Team Leader Meeting – Race Day 1 [Green Fleet B] – Race Day 1 [All Class Except GF B]
  3. 26 April 2019, Opening Ceremony – Race Day 2 [All Class Except GF B]
  4. 27 April 2019, Team Leaders Meeting – Race Day 2 [Green Fleet B] – Race Day 3 [Marathon Race] – Prize Giving Marathon Race
  5. 28 April 2019, Team Leaders Meeting – Race Day 4 – Prize Giving – Closing Ceremony

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bahtera Jaya / BJWSSC

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Kejuaraan berseri Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019 telah dimulai, berikut jadwal kegiatan acaranya.

READ MORE

eXtremeINA.com  Idham Khalid Adi Pratama atau yang akrab dipanggil Hamy Pratama adalah seorang atlet profesional Parkour Indonesia. Lahir pada tanggal 15 Maret 1994, dirinya tertarik dengan olahraga Parkour saat melihat aksi aktor ternama Jackie Chan Style saat melakukan aksi seni bergeraknya. Hamy mengenal Parkour melalui sahabat dekatnya waktu saat duduk di bangku SMP, dan dirinya mulai menggeluti olahraga Parkour ini sejak tahun 2008.

Saat memulai awal karirnya di dunia Parkour, Hamy tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya, mengingat Parkour adalah salah satu olahraga yang cukup extreme. Namun seiring berjalannya waktu keluarga mulai mendukung Hamy untuk terus berjuang sebagai atlet Parkour, keyakinan ini Hamy berikan kepada keluarga dalam bentuk prestasi yang cukup gemilang.

Mulai dari Best Trick Freestyle Contest Singapore Lion City Parkour Challenge 2015, juara 1 Pro Freestyle Contest Levis’s Parkcool Challenge Indonesia 2015, Best Trick Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2016, juara 1 Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia, Juara 1 Pro Speed Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2015, juara 3 Group Performance Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, Best Trick Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 1 Pro Freestyle Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 2 Pro Speed Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 4 Group Performance Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, dan masih banyak prestasi lainnya.

Sebagai salah satu atlet Parkour terbaik Indonesia, Hamy pernah mengalami cedera berat disloc persendian siku. Namun dengan tekad dan kecintaannya terhadap olahraga Parkour dirinya tidak kapok dan terus bermimpi untuk terus meraih banyak prestasi. Walaupun Parkour sudah menjadi bagian dari hidupnya, namun dirinya mengaku sangat ingin menjajal olahraga extreme lainnya seperti Skydive, Downhill MTB, dan juga Skateboard.

Hamy pun sangat memperhatikan betul akan perkembangan olahraga Parkour di Indonesia yang menurutnya, Perkembangan Parkour di Indonesia kian tumbuh dengan pesat, dari Sabang hingga ke Merauke di tiap kota terdapat komunitas Parkour. Untuk di wilayah Bekasi saja terdapat 3 komunitas Parkour berbeda. Namun perkembangannya belum diiringi oleh dukungan yang serius dari Pemerintah Pusat ataupun Daerah.

Sejauh ini Hamy sendiri masih merasakan untuk mengikuti kejuaraan Parkour tingkat Internasional dirinya harus menggunakan dana pribadi ataupun dana sponsor yang melekat dengannya. Hamy pun beranggapan ada beberapa kemungkinan Pemerintah belum mendukung olahraga Parkour di Indonesia, yang pertama mungkin Pemerintah belum mengetahui tentang olahraga Parkour, yang kedua Pemerintah belum mengetahui bahwa ada komunitas serta atlet Parkour yang sudah cukup berprestasi di kancah Internasional seperti layaknya Hamy.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Hamy Pratama

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Idham Khalid Adi Pratama atau yang akrab dipanggil Hamy Pratama adalah seorang atlet profesional Parkour Indonesia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang reli bertaraf internasional, Asia Pacific Rally Championship [APRC] 2019 akan digelar di kawasan perkebunan sawit Rambung Sialang Hilir, Medan, Sumatera Utara pada 27 dan 28 Juli mendatang.

Jadwal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat Sungkar. “Saya sebagai ketua komisi rally menyampaikan bahwa APRC di Medan akan digelar tepatnya pada 27 dan 28 Juli 2019. Jadwal ini merupakan tanggal yang telah diperbarui setelah sebelumnya sempat beredar kabar akan digelar pada 7 Juli,” ungkap Rifat.

Dengan perubahan jadwal ini diharapkan persiapan dalam segala aspek menjadi semakin matang, terutama untuk pemeliharaan lintasan sejauh 160 km yang akan menjadi jarak tempuh para pereli yang ikut bertanding. “Pengunduran ini menjadi waktu tambahan bagi Indonesia selaku tuan rumah untuk semakin matang dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional sekelas APRC yang memang sudah dinanti-nantikan oleh para pecinta reli,” tambah Rifat.

Ajang APRC Medan juga sekaligus memperlombakan dua putaran Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Reli 2019, di mana putaran 1 berlangsung di hari Sabtu [27 Juli] dan putaran 2 di hari Minggu [28 Juli].

Saat ini pun sudah tercatat ada tiga peserta mancanegara—berasal dari Australia dan Selandia Baru—yang akan turut meramaikan jalannya APRC Medan. Rifat berharap, “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kebangkitan rally Indonesia dengan adanya keikutsertaan peserta mancanegara akan membuat komunitas rally nasional dapat menjalin hubungan yang positif sehingga ke depan bisa menjalin kerja sama yang semakin baik.”

Bagi para pereli yang akan melakukan pendaftaran APRC Medan dapat menghubungi Sekretariat IMI Sumatera Utara [+6261 452 0672] yang berlokasi di Jl. Taruma No. 52, Medan 20112

Text                : karyaKU

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Ajang balap reli APRC 2019 akan digelar di Sumatera Utara pada 27 dan 28 Juli mendatang.

READ MORE

BALI – eXtremeINA.com Cerys Evans mempunyai cara berbeda untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari Sabtu [21/04] lalu. Bertemakan Kartini Go Surf, bersama rekan surfer lainnya merayakan hari Kartini dengan bermain surfing menggunakan kebaya khas Ibu Kartini di Pantai Kuta, Bali.

Dalam kesempatannya dirinya pun berpendapat, “Saya pribadi sangat senang dan bangga bisa merayakan Hari Kartini bersama dengan wanita-wanita Indonesia. Perayaan ini merupakan budaya yang ada di Indonesia, dengan kita sebagai wanita bermain surfing berarti kita sudah setara dengan surfer pria.”

“Menggunakan atasan kebaya memang tidak ada masalah, namun untuk bawahan kebaya membuat pergerakan kaki agak sulit mengontrol pergerakan papan surfing. Ditambah lagi ombak yang harus dihadapi cukup tinggi. Namun kami semua sangat menikmati hari ini,” tambahnya.

Pengalaman yang luar biasa ini juga dirasakan oleh surfer asal Korea Selatan bernama Mina Jo. Bagi dirinya berselancar menggunakan kebaya memiliki kesulitan dan tantangan yang cukup menyenangkan. “Pada dasarnya melakukan surfing dengan baju renang saja sudah cukup sulit, khusus untuk merayakan hari Kartini kita harus menggunakna kebaya atas dan bawah. Walaupun sangat sulit namun kami cukup menikmatinya.”

Hari Kartini diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tanggal 21 April. Tanggal tersebut merupakan hari lahir perempuan pendorong kesetaraan pada zaman penjajahan Belanda. Kartini yang telah disematkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional disebut sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Nusantara. Kartini yang terkenal dengan naskah Habis Gelap Terbitlah Terang menjadi inspirasi bagi para wanita di Indonesia untuk memperjuangkan hak dan kesetaraan yang sama baik di bidang pendidikan, olahraga, pekerjaan, dan banyak hal lainnya.

Salah satu pihak penyelenggara Kartini Go Surf Piping Irawan mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk memberikan inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk tidak takut menjadi seorang surfer profesional. Di Indonesia sendiri tidak banyak wanita yang menggeluti olahraga ekstrem yang satu ini, semoga dengan adanya kegiatan semacam ini dapat mendorong para wanita di seluruh penjuru Tanah Air untuk mulai bermain surfing.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Cerys Evans mempunyai cara berbeda untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari Sabtu [21/04] lalu.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada tanggal 24 hingga 28 April 2019, Bahtera Jaya Windsurfing School Sea Sports Club [BJWSSC] yang didukung oleh Jakarta Windsurfing dan bekerja sama dengan GOR Bahtera Jaya serta SUDIN PORA Jakarta Utara akan menggelar kejuaraan Windsurfing bertajuk Series 1 Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019. Rencananya kejuaraan ini akan tersaji di GOR Bahtera Jaya, Jl. Re Martadinata No. 2, PLTU, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Tujuan diadakannya kejuaraan ini adalah untuk jenjang pencarian bakat atlet-atlet muda, pemula dan usia dini dalam program jangka panjang dari BJWSSC, sehingga regenerasi dan kompetisi setiap anggotanya dapat berjalan serta untuk anggota yang sudah mahir atau tingkat lanjut di dalam kejuaraan ini dapat menjadi agenda kejuaraan tahunan BJWSSC dalam rangka mempersiapkan atlet mengikuti program Pelatda DKI Jakarta menghadapi kualifikasi PON dan persiapan seleknas SEA Games 2019 pada julan Juni mendatang. Kejuaraan Windsurfing ini juga menjadi ajang evaluasi setiap Pengprov atau club di daerah untuk mempersiapkan atletnya maisng-masing guna mengikuti Pra kualifikasi PON 2019 pada bulan September mendatang dan juga SEA Games 2019 yang akan tersaji di bulan Desember 2019 di Filipina.

Dalam kejuaraan Series 1 Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019, pihak penyelenggara akan mempertandingkan lima kelas berbeda yaitu RS:ONE ESPOIR [U22], RS:X YOUTH [U19], BIC TECHNO [U16], GREEN FLEET A [OPEN], dan GREEN FLEET B [OPEN]. Untuk target pesertanya pihak penyelenggara menargetkan setidaknya 50 peserta dapat mengikuti kejuaraan ini.

Demi mensukseskan kejuaraan Windsurfing ini, pihak Pemerintah melalui Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta Utara turut serta mendukung dan mensupport penuh, dengan memberikan izin pemakaian lokasi yang terdapat di GOR Bahtera Jaya. Namun harapan kedepannya adalah, tidak hanya mendukung dalam hal perijinan tempat tetapi acara ini di dukung penuh dalam hal penyelenggaraan sehingga BJWSSC dan pemeritah yang terkait bisa bekerja sama dalam rangka menjaring pembinaan atlet usia dini di cabor Selancar angin khusus nya di Jakarta dan seluruh indonesia pada umumnya.

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Bahtera Jaya / BJWSSC

Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019, 24-28 April 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pemerintah Daerah Kabupaten Batang melakukan gebrakan yang positif dengan menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah kejuaraan Paralayang tahunan bertaraf Internasional yakni Paragliding Trip of Indonesia [TRoI], yang akan tersaji pada tanggal 25 hingga 28 April 2019 di Bukit Sikupang, Desa Kedaung, Kecamatan Banyuputih Batang.

Sejatinya akan banyak sekali manfaat yang didapat oleh Kota Batang saat menjadi tuan rumah TRoI 2019 ini, antara lain dapat menjadikan ajang promosi wisata yang ada di Batang kepada seluruh peserta TRoI baik dari lokal maupun Internasional, menjadi lahan pemasukan bagi masyarakat sekitar, menjadikan Kota Batang lebih dikenal, membantu perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia dari segi lokasi, mendorong minat anak-anak muda Batang untuk mulai menggeluti olahraga Paralayang, dan tentunya masih banyak hal positif lainnya yang akan didapat.

Lokasi terbang Paralayang yang ada di Batang ini sudah ada sejak tahun 2018 yang lalu, dan pada kesempatannya Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga [DISPORA] Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, “TRoI akan menjadi acara paralayang terbesar yang pernah ada di Kabupaten Batang. Antusiasme para peserta yang akan mengikuti kejuaraan paragliding pada TRoI ini cukup luar biasa, bahkan membludak. Sehingga, kami terpakasa menutup pendaftaran peserta sejak tanggal 2 April kemarin di angka 203.”.

“TRoI ini sekaligus menjadi agenda kemeriahan HUT ke-53 Kabupaten Batang. Oleh karena itu selain menghadirkan Kejuaraan kami juga persilahkan bagi masyarakat yang ingin mencoba menikmati paralayang di Bukit Sikuping dengan fun games dan tandem,” tambahnya.

Di lain kesempatan Bupati Batang juga mengatakan hal positif, “Acara ini saya kira sebagai ajang kejuaraan yang sangat bagus, untuk bisa sekaligus perkenalkan ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa Kabupaten Batang juga memiliki berbagai potensi alamnya yang indah, yakni Bukit Si Kuping. Kedepannya kegiatan kejuaraan seperti itu akan dijadikan sebagai agenda tahunan tingkat Nasional. Langkah tersebut juga untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022, dengan mengembangkan tempat latihan paralayang dan membuka potensi destinasi wisata baru yang memiliki multiplayer efek ekonominya.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : TRoI 2019 / eXtremeINA.com

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Seri perdana TRoI 2019 akan segera dipertandingkan bertempatkan di kota Batang, Jawa Tengah.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Salah satu atlet terbaik Aggressive Inline Skate Indonesia asal Bandung, Jawa Barat, Jessy Suryanegara akan kembali dipercaya oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan FISE World Series 2019 yang akan tersaji pada bulan Mei mendatang di Montpellier, Prancis.

Sejatinya tahun 2019 menjadi tahun ketiganya mengikuti kejuaraan olahraga ekstrem bertaraf Internasional di Montpellier, pada tahun 2018 yang lalu Jessy Suryanegara turun di kelas Amateur dan sukses meraih posisi ke 13. Untuk tahun 2019 ini dirinya telah menargetkan masuk 10 besar dan masih turun di kelas Amateur.

Dalam kesempatannya Jessy Suryanegara mengatakan, “Selama dua tahun mengikuti ajang FISE World Series Montpellier Perancis, saya makin mengerti apa yang harus saya lakukan untuk musim ketiga saya mengikuti FISE World Series di Montpellier, Prancis. Oleh karena itulah saya akan berusaha masuk dalam peringkat 10 besar.”

Untuk berjuang mewakili Indonesia dalam cabang olahraga Aggressive Inline Skate di ajang FISE World Series, Montpellier, Prancis, Jessy Suryanegara akan ditemai oleh salah satu bladder asal Bogor bernama Iwang. Mereka berdua akan bahu membahu meraih prestasi terbaik di salah satu kejuaraan olahraga ekstrem terbaik di Eropa.

Pada setiap tahunnya, KEMENPORA selalu memberangkatkan atlet-atlet terbaiknya dicabang olahraga Aggressive Inline Skate, BMX, dan juga Skateboard untuk mengikuti kejuaraan FISE World Series, di Montpellier, Prancis. Walaupun mereka di Indonesia ataupun Asia sudah masuk kedalam kelas Pro, nyatanya di ajang FISE World Series ini mereka masih berjuang di kelas Amateur. Hal ini disebabkan persaingan yang ketat, dan skill yang dimiliki peserta lain cukup diatas rata-rata.

FISE World Series yang tersaji di Montpellier, Prancis ini adalah salah satu kejuaraan olahraga ekstrem terbaik di Eropa yang mempertandingkan banyak cabang olahraga, seperti Aggressive Inline Skate, BMX, Skateboard, Downhill, Parkour, Wakeboarding, dan Scooter Freestyle. Semoga di tahun 2019 ini atlet-atlet olahraga ekstrem Indonesia mampu meraih prestasi di ajang tersebut.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Jessy Suryanegara

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Jessy Suryanegara akan kembali dipercaya mewakili Indonesia dalam FISE World Montpellier 2019.

READ MORE

eXtremeINA.com    Downhill adalah salah satu olahraga sepeda yang tergolong ekstrem. Betapa tidak, lokasi yang biasa digunakan saat bermain Downhill adalah bukit ataupun pegunungan. Saat menuruni jalur Downhill dari atas pegunungan, pastinya sepeda akan terpacu dengan cepat dan rintangan atau obstacle yang akan dihadapinya pun sangat bervariatif.

Cara Aman Menghindari Cedera Saat Bermain Downhill_feature (3)

Dengan kecepatan yang dihasilkan sepeda dan adanya rintangan tersebut, secara otomatis adrenaline akan semakin meningkat. Sebagai olahraga ekstrem, cedera ringan bahkan parah pun sangatlah mudah didapat bagi para penggeliatnya. Oleh sebab itu jika ingin bermain Downhill, kalian diwajibkan untuk menggunakan alat safety gear dengan lengkap. Bagi para pecinta olahraga ekstrem, keselamatan adalah prioritas utama, termasuk bermain Downhill.

Tips bagi penggeliat Downhill sebelum memulai aktivitas mengendarai sepedanya adalah mengecek sepeda yang akan digunakan, setelah itu gunakan safety gear dengan lengkap mulai dari helm full face yang memang didesain khusus untuk pengguna olahraga Downhill. Penggunaan helm ini sangat berguna bagi keselamatan kepala agar tetap aman saat terjadi benturan. Selanjutnya adalah gunakan pelindung leher atau kata lainnya adalah Leat Brace, yang berfungsi untuk melindungi bagian leher ketika jatuh.

Cara Aman Menghindari Cedera Saat Bermain Downhill_feature (2)

Safety gear yang tidak kalah penting adalah Knee Pad dan Elbow. Penggeliat Downhill wajib menggunakan alat ini, karena pelindung ini dapat melindungi kedua siku tangan dan kedua lutut saat terjatuh. Selanjutnya pakailah kacamata atau yang biasa disebut dengan Googles. Benda ini sangat befungsi sebagai pelindung mata dari ranting pepohonan ataupun debu yang bertebaran. Safety gear selanjutnya adalah Gloves, yang berfungsi untuk melindungi bagian telapak tangan dari goresan bebatuan atau benda tajam saat terjatuh. Lalu yang terakhir adalah pakaian serta sepatu yang telah didesain khusus untuk bermain olahraga Downhill.

Jika kalian para penggeliat Downhill dapat memakai kelengkapan safety gear yang dibutuhkan, setidaknya kalian dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan yang lebih para lagi.

Cara Aman Menghindari Cedera Saat Bermain Downhill_feature (1)

#bicycle #dirt #dowhill #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #feature #Indonesia #mountainbike

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Cara Aman Hindari Cedera Bersepeda Downhill

READ MORE

eXtremeINA.com      Surfing adalah olahraga yang dimainkan di atas ombak yang tinggi dan sebagai olahraga yang tergolong ekstrem, bermain surfing mampu meningkatkan adrenalin anda. Olahraga surfing ini dilakukan dengan menggunakan sebilah papan sebagai alat untuk bermanuver di atas ombak. Papan tersebut akan bergerak dengan menggunakan tenaga arus ombak di bawahnya dan arahnya dikemudikan seorang peselancar. Walaupun olahraga ini menantang adrenalin, banyak manfaat olahraga yang ini bagus dan berkhasiat untuk kesehatan.

Berikut manfaat olahraga surfing:

  • Membantu persoalan kesehatan mental Anda

Latihan olahraga yang menyenangkan dan meningkatkan adrenalin seperti berselancar, membantu untuk mengimbangi efek negatif dari stres. Dan bisa menyehatkan pikiran Anda. setidaknya stres Anda akan hilang untuk sementara waktu.

  • Asupan Vitamin D

Vitamin D yang Anda dapatkan karena berada di luar di bawah sinar matahari sangat penting untuk tulang yang kuat, karena mengatur jumlah kalsium dan fosfor dalam darah. Vitamin D juga membantu mengatur pertumbuhan sel kulit. Untuk mendapatkan kesehatan di atas, Anda bisa melakukan dengan olahraga surfing.

  • Mendapatkan tidur yang lebih baik dan berkualitas

Sejumlah penelitian di luar negeri, mengatakan bahwasannya manfaat olahraga surfing akan meningkatkan manfaat positif bagi proses tidur Anda di malam hari. Tidur yang berkualitas (8 jam sehari) sangatlah penting untuk manusia karena memungkinkan otot Anda untuk memperbaiki diri dan tidak ada waktu yang membuat Anda bahagia seperti perasaan yang indah bangun di pagi hari dengan perasaan segar dan bugar. Lebih semangat dalam bekerja dan beraktifitas.

  • Membakar kalori

Olahraga surfing akan memperkuat inti kaki, dan menguatkan tubuh Anda melalui gerakan yang terus berubah karena arus tinggi gelombang di laut. Berselancar selama 30 menit atau 60 menit dapat membakar sebanyak 130-260 kalori di dalam tubuh Anda.

  • Memperkuat otot-otot

Olahraga ini juga bisa memperkuat otot punggung dan bahu Anda menjadi lebih kuat, dan Anda bisa mendapatkan kaki Anda menjadi kencang karena berselancar dituntut untuk menjaga keseimbangan saat kaki Anda berada di papan selancar.

  • Meningkatkan fleksibilitas

Olahraga berselancar juga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas Anda, yang tidak hanya membantu Anda menjadi peselancar yang lebih baik, tetapi juga dapat membantu dalam pencegahan cedera ringan di masa-masa mendatang.

  • Membantung menghilangkan stres

Olahraga surfing atau berselancar termasuk olahraga yang bisa meningkatkan adrenalin Anda. Jika Anda mengalami banyak stres di tempat kerja atau di rumah, berselancar memberikan jalan bagi Anda untuk melepaskan stres Anda dalam realitas. Anda sejenak bisa melupakan masalah Anda saat Anda sedang berselancar di antara ombak dalam  menaklukkan gelombang. Dan pikiran Anda hanya akan difokuskan bagaimana menaklukan ombak selanjutnya dengan cepat, dan berani.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Surfing adalah olahraga yang dimainkan di atas ombak yang tinggi dan sebagai olahraga yang tergolong ekstrem.

READ MORE

eXtremeINA.com  Di dunia ini banyak sekali olahraga air nan ekstrem yang dapat dinikmati setiap pecintanya. Selain dapat menyehatkan tubuh, olahraga ekstrem dapat memacu adrenali dan menguatkan mental seseorang dalam kehidupannya. Jika masyarakat pada umumnya hanya mengetahui Surfing dan Arung Jeram sebagai olahraga air yang cukup ekstrem, nyatanya masih banyak sekali olahraga ekstrem di air yang dapat dicoba.

Berikut adalah daftar olahraga ekstrem di air yang mampu menjadi referensi:

  • Big Wave Surfing

Tidak seperti olahraga surfing pada umumnya, Big Wave Surfing mengharuskan Anda berseluncur di dalam ombak besar dengan ketinggian di atas 20 kaki. Untuk melakukannya, Anda diharuskan berada di tengah laut. Lalu sesaat sebelum ombak besar tersebut datang, Anda akan dibawa turun oleh gelombang hingga mencapai 20-50 kaki ke bawah permukaan laut sebelum akhirnya berselancar di dalam ombak tersebut. Papan yang digunakan pun harus yang berukuran besar karena hanya papan besar yang dapat digunakan untuk mengendarai ombak sebesar itu.

  • Kitesurfing

Olahraga yang sangat populer di Amerika dan Eropa ini termasuk ke dalam salah satu olahraga air ekstrem lainnya. Kitesurfing merupakan olahraga yang menggabungkan surfing dan layangan. Anda tidak hanya harus mengendarai papan selancar tetapi juga mengendalikan angin yang menerbangkan layangan. Olahraga ini membutuhkan kekuatan tangan untuk mengendalikan layangan dan kekuatan kaki untuk mengendalikan papan seluncur yang berada di atas ombak. Untuk mencobanya, Anda tidak perlu jauh-jauh terbang ke luar negeri karena di Bali pun sudah banyak yang menyediakan kesempatan bagi Anda.

  • Windsurfing

Olahraga lainnya yang mirip dengan kitesurfing adalah Windsurfing. Akan tetapi Windsurfing jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan Kitesurfing. Olahraga ini membuat kita harus berselancar dengan papan selancar yang telah dimodifikasi dengan layar. Selain harus mengendalikan ombak dan angin, Anda juga dituntut untuk menyeimbangkan perahu dan layarnya yang berat untuk tetap bisa menerjang ombak. Untuk melakukannya, Anda harus menguasai beberapa teknik-teknik dasar yang membutuhkan waktu lumayan lama untuk dipelajari. Jadi sebelum mencobanya, pastikan Anda mengikuti kursus dan pelatihannya terlebih dahulu.

  • Flyboarding

Flyboarding akan menawarkan Anda sensasi terbang layaknya Iron Man menggunakan jet bertenaga khusus. Bedanya, pada Flyboarding jet tersebut dikendalikan dengan tekanan air yang sangat kuat. Ketika melakukan Flyboarding, tangan dan kaki Anda akan dipasangi semacam alat yang menyemburkan air dengan tekanan luar biasa yang dapat mengangkat Anda hingga ke udara. Tapi jangan disangka mengendalikannya merupakan hal yang mudah. Untuk dapat terbang dengan baik Anda harus menjaga keseimbangan Anda selama berada di atas air tersebut.

Dean Treml/Red Bull Content Pool // P-20120217-65724 // Usage for editorial use only // Please go to www.redbullcontentpool.com for further information. //

  • Cliff Diving

Diving atau menyelam adalah olahraga yang identik dengan menyelam ke dalam laut dan menikmati keindahan biota laut di tengah lautan. Tetapi olahraga Cliff Diving ini berbeda dengan menyelam pada umumnya. Olahraga yang menggabungkan seni akrobat dan menyelam ini mengharuskan Anda untuk terjun dari tebing setinggi 20m langsung ke dalam laut. Kebanyakan mereka yang melakukannya akan berteriak sepuasnya untuk melepaskan stress dan adrenalin ketika akan terjun ke laut.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

5 Olahraga Air Ekstrem Ini Bisa Jadi Referensi

READ MORE
<