eXtremeINA.com

Ali Adriansyah Rusmiputro Mendapat Pengalaman Berharga di Valencia

 

Jakarta – eXtremeINA.com            Pebalap motor Indonesia yang berlaga di ajang RFME CEV Supersport 300 (SSP300), Ali Adriansyah Rusmiputro mendapat pengalaman berharga di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.Hal tersebut ia rasakan saat mengikuti putaran keempat SSP300 pada akhir pekan kemarin, Sabtu dan Minggu, 8-9 September 2018.

Balapan kali ini ia jalani setelah melakukan ujicoba di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal satu pekan sebelumnya. Selama di Portugal, Ali Adriansyah juga melakukan latihan fisik agar mampu menghadapi tantangan Sirkuit Valencia dengan lebih siap.Pada sesi latihan bebas di Ricardo Tormo, rider Pertamina Enduro Racing Team itu mencoba berbagai settingan yang dirasa mampu mengangkat performa Yamaha YZF-R3 yang ia tunggangi.

“Di hari pertama dan kedua kami lalui dengan sangat baik dan memperoleh banyak data. Kami mencoba banyak settingan dan memutuskan satu settingan untuk kualifikasi dan balapan,” papar Ali Adriansyah.

Photo 1

Pada kualifikasi pertama, rider bernomor 12 itu mampu mendudukkan dirinya di posisi 6 dengan jarak 0,6 detik dari pebalap terdepan. Hasilnya itu cukup memberi motivasi untuk tampil lebih baik di sesi kualifikasi kedua. Namun hujan turun ketika sesi kualifikasi lanjutan tersebut berlangsung.  Hal itu mempengaruhi handling sepeda motor yang dipegang Ali Adriansyah.

“Hujan turun saat kualifikasi kedua. Saya tidak dapat berbuat apa-apa dan harus puas berada di posisi 11,” ucap Ali Adriansyah. Dengan hasil tersebut, saat balapan pertama Ali mendapat posisi start di baris kedua.

Pada race pembuka itu Ali Adriansyah mampu melakukan start dengan bagus. Ia sempat menyodok ke posisi 2 sebelum tikungan pertama pada lap pertama. Tapi, untuk bersaing dengan pebalap lain di ajang ini, terutama dengan penunggang Kawasaki yang memiliki mesin lebih bertenaga, bukanlah perkara mudah. Beberapa kali Ali terlibat persaingan keras hingga bersenggolan dengan rider lain. Kondisi itu membuat posisinya melorot. Alhasil di akhir lomba yang berlangsung dalam 13 lap itu Ali Adriansyah finish di urutan 9. Pada klasifikasi, posisi Ali naik satu peringkat karena ada pebalap di depannya yang dihukum tambahan waktu akibat melanggar peraturan.

Pada race kedua yang berlangsung keesokan harinya, Minggu 9 September, Ali Adriansyah kembali mencoba menyerang begitu lampu start padam. Rupanya pebalap lain juga mempunyai tekad yang sama.  Dan kali ini persaingan keras sudah terjadi sejak tikungan pertama. Ali yang kembali melakukan start yang bagus langsung berada di posisi 4. Sayang, persaingan keras yang terjadi malah membuat Ali terpental dari arena. Di tikungan kedua, sebuah tikungan tajam ke kiri, ia terjatuh. Musnah sudah harapannya untuk memperbaiki posisi di balap kedua ini.

Di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia ini Ali Adriansyah mendapat pelajaran berharga untuk dibawa pada balapan selanjutnya di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal pada  14-16 September nanti.

Photo 2

“Saya membutuhkan latihan  lebih keras dengan sepeda motor 300cc,” ucapnya.Persaingan di SSP300 memang ketat, namun menurut Ali tidak sekompetitif di World Supersport 300 (WSSP300). Selain karena rider-rider nya lebih berpengalaman, tim-tim yang mengikuti kejuaraan ini juga tim-tim besar.

Namun demikian, yang menjadi kesulitan terbesar bagi Ali Adriansyah adalah menaklukkan pebalap dengan sepeda motor berkubikasi lebih besar, terutama Kawasaki. Sepeda motor ini turun di arena WSSP300 dengan mesin 399cc, yang secara faktual memiliki keuntungan lebih banyak dibanding Yamaha YZF-R3 bermesin 321cc. Putaran mesin Kawasaki memang dibatasi, namun tetap memberi keunggulan yang signifikan bagi penunggangnya.

Meski kurang puas akan kondisi yang tidak seimbang itu Ali Adriansyah dan timnya tidak mau berkecil hati. Ia tetap menyongsong balapan di Portimao nanti dengan motivasi penuh.

“Di Portugal harus lebih baik,” ujar Ali Adriansyah.

Text & Photos : KARYAKU

Ali Adriansyah Rusmiputro Mendapat Pengalaman Berharga di Valencia

READ MORE

Puncak, Bogor – eXtremeINA.com            Tim Cross Country Putra Japan Cabang Olahraga Paragliding Asian Games, menyodok keperingkat dua dalam perolehan nilai, dan mengungguli tim Korea Selatan yang harus terlempar diposisi tiga, pada Task 3 hari ketiga lomba, yang dilangsungkan di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

IMG-20180827-WA0017

Sekalipun tim Japan mendapatkan nilai maksimal dengan 6061, karena empat atlitnya berhasil goal, namun tim Cross Country Indonesia, masih tetap memimpin ditempat teratas, dengan raihan nilai 6308. Tim Korea memiliki nilai 5808, unggul tipis dari tim Nepal dengan yang mendapatkan nilai 5793.

Yoshiaki Hirokawa, atlit Japan yang mendapatkan nilai tertinggi di Task 4 ini mengatakan kepada eXtremeINA.com, keberhasilan timnya hari ini, tidak terlepas dari strategi yang diterapkan.

IMG-20180827-WA0015

“Kami menunggu saat yang tepat uintuk melakukan take off. Termasuk melihat jalur penerbangan yang dilakukan para atlit Indonesia, karena mereka sudah terbiasa dan mengetahui bagaimana harus melakukan penerbangan dikawasan sini,” ujar Hirokawa.

 

Text dan Photo: Hery Inyo Rm

Paragliding Asian Games 2018, Japan Menyodok, Indonesia Tetap Memimpin

READ MORE

Puncak, Bogor –  eXtremeINA. Tim Putra Paragliding Indonesia di nomor Cross Country Beregu Asian Games 2018, memperoleh nilai 2917. Dengan hasil ini, Roni Pratama, Joni Effendy, Aris Apriansyah, Hening Paradigma dan Jafro Megawanto, untuk sementara memimpin diurutan teratas.

Tim Korea Selatan menyusul diurutan kedua, dengan raihan nilai 2500, dan secara mengejutkan Tim Nepal mampu unggul tipis dari tim beregu putra Japan diposisi ketiga, dengan nilai 2255.

Diawal lomba, hampir semua pilot kesulitan menunjukkan performa terbaik mereka, karena cuaca yang kurang mendukung. Kondisi ini, membuat lomba sempat dihentikan Meet Director (Penata lomba-red), David Snowden, asal Australia, sekitar 40 menit.

IMG-20180826-WA0004

Hal inipun diakui Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Get Gendon Subandono. Menurutnya diawal lomba yang dimulai pada pukul 10.30 wib, hanya sekitar empat atlit yang terbang.

“Awan rendah dan cenderung berkabut, membuat atlit kesulitan melakukan tugas yang diberikan. Setelah pukul sebelas lewat, cuaca membaik, dan semua pilot dapat lakukan lepas landas,” jelas Gendon.

Setelah tiga jam melakukan penerbangan, enam atlit masing-masing Korea Selatan (1 Pilot putra), Japan (1 Pilot putra), Indonesia (2 Pilot putra), Nepal (1 Pilot putra), dan 1 Pilot putri asal Korea Selatan, berhasil melakukan pendaratan di Goal Point.

IMG-20180826-WA0003

Keenam atlit ini adalah, Moonseob Lim dan Woo Young Jang (Korsel), Takuo Iwasaki (Japan), Roni Pratama dan Jafro Megawanto, serta Yukesh Gurung (Nepal).

Meet Derector Paragliding Asian Games 2018, David Snowden secara khusus kepada eXtremeINA.com mengatakan, lomba hari pertama nomor Cross Country, sekalipun secara umum lancar, namun sangat menantang.

“Sekalipun sempat tertunda karena perubahan cuaca, namun atlit bertanding dengan sangat kompetitif,” kata Snowden.

Nomor Cross Country Paragliding Asian Games 2018, hanya mempertandingkan nomor beregu putera dan puteri, yang akan berlangsung hingga 29 Agustus mendatang. Indonesia sendiri, menurunkan 5 atlit Putra dan 3 Putri, yakni Lis Andriana, Rika Widjayanti dan Ike Ayu Wulandari.

 

Text dan Photo: Hery Inyo Rm

Indonesia Memimpin Nomor Cross Country

READ MORE

Puncak, Bogor – eXtremeINA.com.       Meskipun bukan merupakan nomor andalan dan tidak menjadi target perolehan medali, namunTim Paragliding Indonesia di Asian Games, tetap berupaya maksimal memberikan yang terbaik pada nomor lomba  Cross Country , di Pasir Sumbul, Puncak, Bogor Jawa Barat.

IMG-20180825-WA0000

Hal ini dikatakan Get Gendon Subandono, pelatih kepala tim nasional paragliding Indonesia secara khusus kepada eXtremeINA.com, di Puncak, Bogor  Jawa Barat .

“Tim Nasional akan berusaha sebaik mungkin untuk coba bersaing dengan pilot-pilot paragliding berkelas dunia,” katanya.

Menurut Gendon, pesaing utama atlit Indonesia, akan datang dari Korea Selatan, Jepang dan Nepal.

“Ketiga negara ini, memiliki pilot-pilot berkelas dunia. Bahkan, pilot dari Jepang dan Korea, berada diurutan atas ranking Asia,” katanya lagi.

IMG-20180825-WA0010

Sementara, terkait kondisi cuaca di puncak, menurut Gendon, sangat berbeda dengan seminggu sebelumnya. Dijelaskan, pada saat latihan resmi hari ini (Jumat 24/08), base cloud rendah, berbeda dengan hari hari sebelumnya, awan sangat tinggi dan langit cerah.

Tim Nasional Paragliding Indonesia, menunjukkan trend positif, setelah sebelumnya berhasil meraih medali emas di nomor Ketepatan Mendarat (Accuracy) perorangan putra, melalui Jafro Megawanto.

Selain itu, Indonesia juga menyumbangkan medali emas di Beregu Putra, melalui Jafro Megawanto, Aris Afriansyah, Hening Paradigma, Rony Pratama dan Johny Effendy.

Sementara, di nomor perorangan putri, Rika Widjayanti berhasil meraih perunggu, serta trio Liz Andriana, Ike Ayu Wulandari dan Rika Widjayanti, berhasil merebut medali Perak.

Kedelapan pilot ini, akan turun dinomor beregu Cross Country (Lintas Alam). Nomor ini, hanya mempertandingkan beregu putra dan putri.

 

Text dan Photo : Hery Inyo Rm

Indonesia Bidik Nomor Cross Country Paragliding Asian Games

READ MORE

Puncak Bogor – eXtremeINA.com. Tim Nasional Paragliding Indonesia, menjadi salah satu Cabang Olahraga (Cabor), yang hingga saat ini, menjadi pengumpul medali terbanyak di Asian Games 2018, yang dihelat di Jakarta-Palembang.

Seperti diketahui, Tim Nasional Paragliding Indonesia, berhasil meraih dua medali emas di nomor Ketepatan Mendarat (Accuracy) perorangan putra, melalui Jafro Megawanto dan dinomor Beregu Putra, dengan formasi Jafro Megawanto, Aris Afriansyah, Hening Paradigma, Roni Pratama dan Joni Effendy.

IMG-20180825-WA0006

Selain itu, Indonesia mampu meraih medali Perunggu dinomor perorangan putri, atas nama Rika Widjayanti, serta trio Liz Andriana, Ike Ayu Wulandari dan Rika Widjayanti, yang merebut medali Perak.

Atas keberhasilan ini, pelatih kepala tim Indonesia, Get Gendon Subandono mengatakan, tidak dicapai dengan mudah, namun penuh perjuangan hingga round terakhir.

IMG-20180825-WA0019

“Dinomor individu putra, persaingan dengan Thailand, sangatlah keras. Raihan medali emas, baru bisa dipastikan pada round 10, karena selisih poin Jafro dan jagoan Thailand, Sarayut Chinpongsatorn, cukup dekat,” jelas Gendon.

Sementara, di nomor beregu Putra, persaingan Indonesia, Thailand, Korea Selatan dan China, terjadi pada round 4, dari total 6 round. Ketiga negara ini terus membayangi poin Indonesia.

Di Round 6, Jafro, Paradigma, Aris, Jony, dan Roni, membuat nilai maksimal, sehingga mampu mengclaim medali Emas untuk Indonesia.

IMG-20180825-WA0005

“Pemerintah sangat mengapresiasi capaian yang ditunjukkan atlit-atlit Paralayang Indonesia di Asian Games ini. Bonus sudah sudah pasti,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, disela-sela penyerahan medali.

 

Text dan Photo: Hery Inyo Rm

Paragliding Sudah Persembahkan Empat Medali di Asian Games

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com         Ajang kejuaraan Merdeka Sprint Rally 2018 yang digelar di Sirkuit Paramount, Gading Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu [11/8] dan Minggu [12/8] esok diikuti oleh sebanyak 105 peserta dari beragam kelas yang diperlombakan. Sejatinya, Merdeka Sprint Rally 2018 yang digagas oleh Banteng Motorsport merupakan perlombaan berstatus Kejuaraan Daerah [Kejurda]. Namun dalam penyelenggaraannya kali ini, Banteng Motorsport yang juga bekerjasama dengan Ikatan Motor Indonesia [IMI] sekaligus menggelar Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Sprint Rally 2018 putaran ketiga.

Animo pereli Tanah Air yang tinggi disambut baik oleh Ketua Komisi Sprint Rally IMI Pusat, Hervian Soejono. Ia mengatakan, “Saya sebagai Ketua Komisi Sprint Rally mendukung penuh kegiatan Merdeka Sprint Rally ini. Jumat kemarin saya sudah hadir di Paramount dan saya melakukan kalkulasi terhadap peserta yang ikut. Total ada sebanyak 105 peserta dan ini luar biasa.”

Sementara itu, Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally IMI Pusat menambahkan, Jika dilihat dari komposisinya, mobil sedan bertambah menjadi 70 persen dari yang sebelumnya hanya 50 persen. Sementara mobil jipnya 30 persen. Ini sudah sangat baik. Harapan saya ke depan terus bertambah, misalnya sedan bisa mencapai 100 peserta dan jip bisa mencapai 50 peserta. Pastinya akan menjadi perlombaan yang seru!”

Photo 1

Sementara itu, Bimo Pradikto, yang merupakan petinggi Banteng Motorsport sekaligus menjabat sebagai Ketua Harian IMI DKI menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan olahraga rally dan sprint rally dengan ikut memberikan wadah-wadah, sarana, dan pra sarana untuk para pereli Tanah Air.

“Banteng Motorsport mengucapkan terima kasih untuk atensi dari para peserta yang banyak, yang mau mengikuti kegiatan Merdeka Sprint Rally. Tak hanya cabang olahraga sprint rally, kami juga mengadakan kompetisi e-sport atau olahraga motorsport elektronik yang juga di mana merupakan program FIA. Ke depannya kami berkomitmen untuk terus memberikan ruang-ruang bagi para pereli Tanah Air, semoga kancah rally di Indonesia semakin besar lagi,” jelas Bimo.

Hal menarik lainnya di penyelenggaraan Merdeka Sprint Rally 2018 kali ini adalah keikutsertaan pebalap F2 kebanggaan indonesia, Sean Gelael, yang turun di kelas paling bergengsi, yaitu kelas M [mobil sedan dengan spesifikasi perlombaan internasional atau hampir setara dengan mobil balap yang digunakan pada ajang World Rally Championship]. Tak hanya itu, legenda reli Indonesia yang juga merupakan Ayah dari Sean, Ricardo Gelael, juga akan ikut berlomba di kelas yang sama.

Text & Photos : IMI

Merdeka Sprint Rally 2018 diikuti oleh sebanyak 105 peserta dari beragam kelas yang diperlombakan.

READ MORE

Puncak, Bogor – eXtremeINA.com            Sejarah olahraga dirgantara tercatat di Asian Games XVIII 2018 Jakarta dan Palembang. Untuk pertama kalinya olahraga udara, yang diwakili Paralayang, dilombakan. Prestasi dunia para pilot (sebutan bagi atlit olahraga dirgantara) Indonesia dan pendekatan PB FASI (Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia) ke KOI (Komite Olimpiade Indonesia), Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) serta OCA (Komite Olimpiade Asia) lewat FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk olahraga dirgantara dunia, berbuah manis. Terbuka lebar kesempatan tuanrumah Indonesia, menambah perolehan medali emas dari cabang olahraga yang berkembang di Indonesia pertengahan era ‘80an. Para penggiat olahraga dirgantara di Indonesia, sangat berharap diraihnya medali emas perdana di ajang Asian Games.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, berharap lebih dari 2 medali emas bisa direbut para pilot Indonesia, mengingat pencapaian di Seri PGAWC 2017. Pada Seri Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (Para Gliding Accuracy World Cup) 2017, Indonesia memborong gelar Juara Dunia semua kelas; Putri, Umum dan Beregu. Kelas Umum adalah peringkat keseluruhan pilot Putri dan Putra. Sementara dalam pengajuan anggaran persiapan Asian Games 2018 oleh PGPI (Persatuan Gantolle dan Paralayang) Bidang Paralayang sebsar Rp. 34,6 Milyar, yang akhirnya disetujui Kemenpora Januari lalu sebesar Rp. 12,3 Milyar, sasaran yang dipatok PGPI Bidang Paralayang melalui Ketuanya, Djoko Bisowarno, adalah 1 medali emas. Menurut Gendon Subandono, Pelatih Kepala Pelatnas Paralayang, perolehan 2 medali emas di nomor Ketepatan Mendarat Beregu Putri dan Putra adalah realistis. “Persiapan kita fokus ke nomor Ketepatan Mendarat,” ujarnya.

digma gotong payung_01

Indonesia sempat disegani para pilot dunia di nomor Ketepatan Mendarat/KTM Kelas Putri, setelah berturutan meraih gelar Juara Dunia Seri PGAWC pada 2010 hingga 2014, atas nama Ifa Kurniawati (2010), Milawati Sirin (2011) dan Lis Andriana (2012-2014). Berkat topografi alamnya yang sangat menantang, Indonesia menjadi surga olahraga udara dan wajib disambangi para atlit dirgantara dunia.

Daya tarik alam yang didukung kekayaan budaya, kuliner serta sejarah membuat FAI sering mempercayakan Indonesia menggelar berbagai kejuaraan olahraga dirgantara tingkat dunia. Namun yang paling mencuat di ajang multievent adalah cabor Paralayang. Sejak Pekan Olahraga Pantai Asia (Asian Beach Games) pertama di Bali 2008 dan SEA Games 2011 di Puncak, Jawa Barat, maupun ajang resmi FAI seperti; Pra Piala Dunia (PWC) Lintas Alam di Batu Dua, Sumedang, Jawa Barat 2013 dan PWC Palu 2017, Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara (WPAC/World Paragliding Accuracy Championship) 2015 di Puncak, Jawa Barat, Piala Asia Lintas Alam II 2017 di Puncak dan ajang tahunan Seri PGAWC di Puncak, Painan (Sumatera Barat), Bali, Lombok, Manado (Sulawesi Utara) dan Batu, Malang (Jawa Timur).

ike takeoff3

Digelarnya cabor Paralayang di Asian Games XVIII 2018 juga merupakan kesempatan amat baik mengenalkan wisata olahraga udara di Indonesia. Kala menyambut Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara (WPAC/World Paragliding Accuracy Championship) 2015 di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, mengingatkan, ”Tidak cukup kita menjunjung tanah dan air, jangan lupa udara. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, potensi wisata olahraga udara sangat besar. Kalau turis mancanegara mau jauh-jauh ke sini hanya untuk selancar, menyelam, snorkling, jet ski dan berlayar, kenapa tidak untuk Paralayang dan olahraga udara lainnya?!” Karenanya, Menteri Nahrawi meminta kalangan BUMN peduli dan ikut mengembangkan potensi menjanjikan itu.

 

Jumlah Peserta dan Nomor Lomba

Meski sudah 99 pilot (29 putri) dari 16 negara (11 negara mengirim pilot putri) yang resmi mendaftar ke Inasgoc, Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia, hingga batas akhir Entry By Name (Pendaftaran Berdasarkan Nama) 30 Juni lalu, Ketua Persatuan Gantolle dan Paralayang Indonesia (PGPI), Djoko Bisowarno mengatakan, “Masih memberi waktu 3 negara mendaftar; Arab Saudi, Filipina dan India. Namun batas jumlah peserta adalah 120 pilot.”

Ke-16 negara peserta cabor Paralayang Asian Games XVIII 2018, yang sudah resmi terdaftar; Afghanistan, Cina, Cina Taipei, Hongkong, Indonesia, Iran, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Qatar, Singapura dan Thailand.

Cabor Paralayang akan memperebutkan 6 medali emas, perak dan perunggu untuk 3 nomor lomba;

Ketepatan Mendarat/KTM Perorangan Putri dan Putra

Ketepatan Mendarat/KTM Beregu Putri dan Putra serta

Lintas Alam (XC/Cross Country) Beregu Putri dan Putra

 

Belum diputuskan Panitia Pelaksana Cabor Paralayang, apakah yang akan dilombakan nomor Lintas Alam Terbuka/Open Distance Cross Country atau Lintas Alam Terbatas (Race To Goal/RTG).

Sistim lomba adalah kompetisi penuh. Tidak ada semi-final dan final. Jumlah nilai yang diperoleh setiap pilot dari seluruh ronde penerbangan, akan menentukan peraihan medali.

Mengingat Paralayang adalah olahraga alam yang sangat bergantung kondisi cuaca dan angin, maka minimal 1 ronde/satu kali penerbangan bagi tiap pilot, sudah dinyatakan sah untuk menentukan peraihan medali baik di nomor KTM maupun XC. Paling banyak akan dilaksanakan 12 ronde untuk nomor KTM. Sedangkan di nomor XC paling banyak 5 ronde.

Panitia Pelaksana akan berikan tiap pilot Alat Pantau Langsung (Live Tracking Device/LTD). Gunanya untuk memantau kondisi penerbangan tiap peserta, menambah variasi liputan bagi media dan memudahkan pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue) apabila terjadi pendaratan darurat atau kecelakaan.

 

Takeoff  Baru

Menyambut Asian Games XVIII 2018, lokasi lepas landas di Bukit Naringgul (lebih dikenal sebagai Bukit 250, karena ketinggiannya 250 meter di atas permukaan tanah lokasi pendaratan, 1250m DPL), di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah diperluas menjadi dua kali ukuran sebelumnya, ditambah lebarnya 20 meter. Menurut Walikota Bogor Nurhayanti, biaya pembangunan seluruh sarana olahraga dirgantara di kawasan Gunung Mas, termasuk perbaikan jalan menuju lokasi takeoff yang longsor, perluasan lahan parkir mobil dan lokasi pendaratan di Kampung Pensiunan, Cisarua yang diperpanjang, menghabiskan dana Rp. 2,9 Milyar. Dana tersebut diambil dari APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

Selain agar dapat menampung jumlah pilot peserta AG ’18 dengan batas paling banyak 120 pilot, pelebaran jalur takeoff akan mempercepat tahapan lepas landas. Bila sebelumnya hanya dua pilot bisa lepas landas bergantian, maka dengan takeoff baru, bisa empat pilot bergantian. Karena arah dan kecepatan angin bisa berubah dalam waktu singkat, maka pilot akan berusaha lepas landas secepat mungkin untuk melakukan penerbangan. Juga dibutuhkan tempat luas untuk membuka parasut/payung.

Baik dalam nomor Ketepatan Mendarat (KTM/Accuracy) maupun Lintas Alam (XC/Cross Country), Meet Director (Direktur Lomba) akan membatasi waktu lepas landas (open window). Misalnya dimulai setelah Pilot Briefing, penjelasan teknis lomba bagi para pilot untuk hari tersebut, dari pukul 8.30 hingga 15.00. Dalam nomor KTM, pilot hanya akan terbang sekitar 4-6 menit sejauh 1,2 km menuju titik pendaratan di perkebunan teh Kampung Pensiunan, Cisarua. Bila cuaca dan angin baik, dalam sehari pilot bisa terbang 3 ronde (sortie). Direktur Lomba berhak menghentikan lomba bila cuaca hujan atau kecepatan angin di lokasi takeoff melebihi batas wajar 25 km/jam. Guna lepas landas dengan baik dan aman, kecepatan angin minimal 5km/jam dan dari arah depan lokasi takeoff.

Bukit Pasir Sumbul (1.450 m ASL/Diatas Permukaan Laut), yang terletak di belakang Bukit 250, dijadikan lokasi lepas landas nomor Lintas Alam. Karena ketinggiannya 300 meter di atas permukaan tanah lokasi pendaratan, maka lebih cocok untuk terbang lintas alam dibanding Bukit 250.

jafro standby_01

Peta Kekuatan

Peta kekuatan cabor Paralayang di Asia tak berubah sejak 2011. Di nomor Ketepatan Mendarat, pesaing Indonesia tetap Thailand dan Korea Selatan. Pada Seri 3 PGAWC 2018, 13-15 Juli lalu di Gunung Banyak, Batu, Malang, Jawa Timur, Thailand berhasil merebut medali emas seluruh kelas; Umum, Putri dan Beregu. Pilot senior putrinya, Nunnapat “Bebie” Phuchong tetap bakal menjadi pesaing berat Rika Wijayanti, Juara Dunia Seri PGAWC 2017. Nunnapat adalah Juara Dunia bertahan Kelas Putri WPAC (Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara/World Paragliding Accuracy Championship) 2015 dan 2017. Pada WPAC 2017 di Albania, Rika mendapat perunggu. Thailand kini dilatih Andhika Munir, asal Indonesia. Adalah Munir yang mengembangkan Paralayang di Thailand jelang SEA Games 2011, agar syarat peserta minimal 4 negara tiap cabor terpenuhi.

Menurut Gendon Subandono, Pelatih Kepala Pelatnas Paralayang, pada Tagor Siagian, Humas PB FASI, khususnya tentang kinerja di nomor KTM, “Anak-anak mentalnya sudah sangat kuat, tinggal bagaimana mereka mensiasati kondisi angin jika tiba-tiba berubah jelang mendarat. Paralayang kan olahraga dinamis, tidak ada yang pasti. Jika di takeoff angin lembut dari arah depan, bisa-bisa di landing angin kencang dari samping!” Gendon yang ikut mengembangkan olahraga Paralayang di Indonesia pada pertengahan ‘80an, mengakui penyelesaian akhir berupa teknik pijakan saat mendarat para pilot perlu diperbaiki. “Agar lebih tepat di titik nol. Bisa saja menginjak pad seperti pilot lain, namun mereka lebih tepat,” jelasnya. Pad adalah bantalan elektronik bergaris tengah 17 cm, terhubung langsung ke papan nilai. Sehingga jika ingin mendapat nilai sempurna 00,00, maka harus menginjaknya tepat di tengah.

 

Peluang Di Nomor Lintas Alam

Sedangkan di nomor Lintas Alam (Terbuka), pesaing kuat Indonesia adalah Jepang, Korea Selatan dan Cina. Sebagai perbandingan, pada peringkat pilot Asia-Oceania nomor Lintas Alam Kelas Umum versi FAI per 1 Agustus 2018, Roni Pratama di peringkat 97. Sedangkan pilot Korea Selatan, Yongtae Ahn di peringkat 2 dan Yoshiaki Hirokawa (Jepang), peringkat 4. Pilot Australia menempati peringkat 1 dan 3. Australia tidak mengikuti Asian Games. Pilot Paralayang Putri dan Putra asal Asia-Oceania yang terdaftar di FAI berjumlah 1047 orang. Sedangkan di seluruh dunia yang tercatat FAI terdapat 6775 orang.

Akan menarik melihat pertarungan antara raja-raja lintas alam Asia-Oceania, Korea Selatan dan Jepang. Yoshiki Kuremoto (Jepang), peringkat 14 Asia-Oceania, tentunya ingin membalas kegagalannya meraijh juara Asia pada Piala Asia II Lintas Alam di Puncak tahun lalu yang menjadi ajang ujicoba jelang Asian Games 2018. Pilpyo Hong (Korsel/84) yang menjadi juara. Sedangkan Yoshiaki Hirokawa (Jepang), juara Pra Piala Dunia Lintas Alam 2013 di Batu Dua, Sumedang, yang menempati peringkat 4 Asia-Oceania versi FAI per 1 Agustus, tentunya ingin merebut medali emas guna melewati peringkat 2 Asia-Oceania asal Korsel, Yongtae Ahn.

Sementara di Kelas Putri, duo ratu lintas alam Asia-Oceania asal Jepang, Keiko Hiraki (peringkat 2) dan Atsuko Yamashita (5) bertekad menahan gempuran trio Korsel; Wooyoung Jang (3), Geonhye Hyoung (6) dan Jinhee Baek (7). Adapun peringkat 9, Ye Lei (Cina) dapat mencuri medali apabila para pilot Jepang dan Korsel ceroboh dan melakukan kesalahan akibat terlalu ngotot dalam bersaing. Minimnya kejuaraan lintas alam yang diikuti para pilot Indonesia berakibat peringkat mereka diluar 20 Besar; Rika Wijayanti (27), Ike Ayu Wulandari (29) dan Lis Andriana (33).

Kurang berhasilnya Indonesia di Piala Asia II Lintas Alam tahun lalu di Puncak, yang menjadi ajang ujicoba AG ‘18, antara lain disebabkan kondisi peralatan yang kurang memadai. Indonesia hanya meraih medali perunggu Kelas Putra atas nama Roni Pratama. Sedangkan ketiga medali emas Kelas Putra, Kelas Putri dan Beregu diborong para pilot Korea Selatan (Korsel). Parasut yang digunakan para pilot Indonesia tertinggal teknologinya dari para pilot Jepang dan Korsel. Jika Indonesia memakai parasut buatan 2014, maka Jepang dan Korsel memakai payung buatan terbaru tahun lalu. Hal itu sudah diantisipasi jelang AG ‘18. Kemenpora yang mendanai persiapan semua cabor yag diikuti Indonesia, sudah membelikan parasut terbaru produksi luar negeri tahun 2017. Wakil Sekjen II PB FASI (Federasi Aero Sport Indonesia), Kol. Pnb. Agung Sasongkojati sudah menerima 18 parasut akhir Mei lalu dan diserahkan ke Pelatnas pada 6 Juni. Mereknya berbeda, sesuai dengan permintaan tiap pilot. Namun kedatangan payung baru dianggap agak terlambat. “Minimal butuh enam bulan untuk penyesuaian payung Ketepatan Mendarat. Kalau payung Lintas Alam, semakin baru, semakin enak dipakai, tidak perlu penyesuaian lama,” ujar Thomas Widyananto, peraih 4 medali emas SEA Games 2011 yang tidak masuk Timnas Asian games 2018.

Mantan Juara Dunia Lintas Alam Paralayang 2007, Bruce Goldsmith saat melatih Pelatnas 1-7 Juni lalu di Puncak, mengatakan, “Mereka sudah bagus tekniknya, hanya kurang efisien terbangnya,” ujar ayah tiga anak itu. Maksud mantan juara nasional Inggris itu, dalam nomor lintas alam (XC/Cross Country), pilot tak boleh membuat banyak gerakan yang tidak perlu saat terbang. “Akibatnya parasut bisa hilang ketinggian dan terpaksa mendarat, padahal seluruh soal belum dikerjakan dan gagal mencapai garis finish. Dalam lomba lintas alam, itu jelas akan merugikan pilot,” jelasnya kepada Tagor Siagian, Humas PB FASI. “Mereka juga tidak boleh ragu-ragu kalau terbang. Saatnya harus ngebut, ya ngebut saja!” lanjutnya. Bruce menyayangkan sedikitnya lomba XC yang diikuti Pelatnas. Mereka hanya turut dalam Seri Piala Dunia XC di Bright, Australia tahun lalu. “Karena bagaimanapun, pengalaman adalah guru paling berharga. Terbiasa bertanding dengan para pilot unggulan dunia juga akan memperkuat mental pilot,” tegasnya. Bruce akan menjadi Pengawas Teknis saat Asian Games nanti.

Bagaimana peluang para pilot Merah Putih menjadi juara umum cabang Paralayang AG ’18 menurut mantan juara dunia olahraga udara Gantolle (Layang Gantung) era ‘90an itu? “Sebagai tuanrumah, mereka wajib memaksimalkan penguasaan medan. Mereka harus lebih cerdik membaca tanda-tanda alam. Atlit jangan dibebani sasaran pencapaian medali emas. Biarkan mereka menikmati terbang,” serunya. Yang dimaksud Bruce dengan membaca tanda-tanda alam adalah saat terbang, jeli melihat arah gerakan pohon, daun jatuh atau riak air sungai. “Pilot yang baik harus bisa antisipasi perubahan arah angin secepat mungkin. Karena dalam Race To Goal, sepersekian detik sangat menetukan,” tegasnya.

rika wijayanti takeoff2

Race To Goal

Dalam nomor Race To Goal (Lintas Alam Terbatas), setiap ronde para pilot akan diberikan soal berbeda. Mereka harus terbang sejauh jarak tertentu, di atas beberapa titik dalam waktu tercepat. Biasanya rutenya berbentuk segitiga, sesuai kondisi cuaca dan angin. Setiap hari, pilot hanya terbang satu ronde., mengingat waktu tempuh bisa mencapai 3 jam. Perangkat GPS (Global Positioning System) yang wajib dibawa setiap pilot, yang merekam jejak penerbangan, lalu diserahkan ke bagian kamar hitung untuk diunggah dan dibuat perhitungan nilai. Jumlah nilai tertinggi selama seluruh ronde yang menentukan juara.

Di nomor Race To Goal, Indonesia menaruh harapan besar pada pilot putra Hening “Digma” Paradigma, pemegang rekor nasional Lintas Alam sejauh 109 km yang ia buat pada 2012, dengan terbang dari Wonogiri ke Pati (Jawa Tengah).

Saat Piala Asia Lintas Alam II tahun lalu di Puncak, sebagai ujicoba AG ’18, pilot mendapat soal terbang rute Puncak-Cianjur-Lido-Sentul-Puncak yang berjarak sekitar 70 km. Jarak tempuh dalam soal berkisar 8,3 hingga 11,7 kilometer setiap ronde. Mengarah ke radius 17 km sekitar kawasan Danau Lido, Sukabumi, lalu radius 22 km di kawasan Sentul dan kembali ke kawasan perkebunan teh di Cisarua.

Parasut memadai dengan teknologi terkini, sangat mempengaruhi kemampuan pilot bermanuver untuk menambah kecepatan dan menjelajahi termal (udara panas yang bersumber dari awan). Keberhasilan mendapat termal sangat diperlukan guna mampu terbang tinggi dan sejauh mungkin demi mencapai seluruh titik dalam soal.

 

Timnas Baru Ditentukan

Meskipun batas akhir Pendaftaran Nama Atlit (Entry By Name) yang ditentukan Inasgoc adalah 30 Juni lalu, Ketua Persatuan Gantolle dan Paralayang Indonesia (PGPI), Djoko Bisowarno, mengatakan masih melihat perkembangan 18 pilot Pelatnas (8 putri dan 10 putra), sebelum menentukan tim nasional sebanyak 8 pilot (3 putri dan 5 putra). “Itu bagian dari strategi kita, agar lawan tidak mengetahui kekuatan kita,” ujarnya. Sudah bergabung sejak Januari 2017, Pelatnas Paralayang berlatih di Bukit 250 dan Bukit Pasir Sumbul, Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat. Sesekali mereka berlatih di Guung Kasur, Cipanas bila kondisi angin tidak memungkinkan terbang di Puncak.

Baru pada Sabtu (4/8) sore lalu, Pelatih Kepala Pelatnas, Gendon Subandono, menyampaikan nama-nama pilot Tim Nasional Paralayang Asian Games XVIII 2018;

Putri:

  1. Ike Ayu Wulandari (Jawa Timur, 23)
  2. Rika Wijayanti (Jawa Timur, 24)
  3. Lis Andriana (Kalimantan Timur, 35)

 

Putra:

  1. Aris Afriansyah (Banten, 24)
  2. Hening Paradigma (Jawa Tengah, 32)
  3. Roni Pratama (Jawa Timur, 22)
  4. Joni Efendi (Jawa Timur, 28)
  5. Jafro Megawanto (Jawa Timur, 22)

Alumni generasi emas timnas SEA Games 2011 yang memborong 10 dari 12 medali emas, seperti Milawati Sirin (Juara Dunia Seri PGAWC 2011), Thomas Widyananto (peraih empat medali emas saat itu), dan Juara Dunia Kelas Umum Seri PGAWC 2017, Kol. dr. Elisa Manueke tidak termasuk diantaranya. Menurut Gendon Subandono, Pelatih Kepala Pelatnas Paralayang Indonesia, perkembangan selama Pelatnas sejak Januari 2017, sangat menentukan pemilihan tim nasional. “Jadi bukan hanya berdasarkan prestasi mereka di Seri PGAWC 2017 dan 2018, Seri Piala Dunia Lintas Alam Februari lalu di Bright, Australia, Piala Asia II Lintas Alam 2017 dan Kejurnas Manado Juni lalu,” jelasnya.

Text & Photo  : Tagor Siagian

 

 

Peringkat Asia-Oceania pilot Timnas Indonesia dan calon pesaingnya, versi FAI per 1 Agustus 2018:

 

Nomor Ketepatan Mendarat:

Putri (122 pilot), 270 pilot seluruh dunia:

  1. 1.Nunnapat Phuchong (Thai)
  2. 4. Ike Ayu Wulandari (Ina)
  3. 5. Rika Wijayanti (Ina)
  4. 6. Lis Andriana (Ina)
  5. 7. Dagyeom Lee (Korsel)
  6. 9. Chantika Chaisanuk (Thai)
  7. 10. Insuk Kang (Korsel)
  8. 12. Sunita Thapa (Nepal)

 

Umum (dari 868 pilot), 2140 pilot Putri dan Putri seluruh dunia:

  1. 1. Roni Pratama (Ina)
  2. 2. Jafro Megawanto (Ina)
  3. 3. Hening Paradigma (Ina)
  4. 6. Aris Afriansyah (Ina)
  5. 13. Wang Jianwei (Cina)
  6. 14. Jirasak Witheetam (Thai)
  7. 15. Tanapat Luangiam (Thai)
  8. 16. Joni Efendi (Ina)
  9. 24. Byungchang Jeun (Kor)
  10. 26. Moonseob Lim (Kor)

 

Nomor Lintas Alam (XC/Cross Country):

Putri (dari 122 pilot), 547 pilot putri seluruh dunia:

  1. 1. Karl Ellis (Australia)
  2. 2. Keiko Hiraki (Jpg)
  3. 3. Woo Young Jang (Kor)
  4. 5. Atsuko Yamashita (Jpg)
  5. 6. Geonhye Hyoung (Kor)
  6. 7. Jinhee Baek (Kor)
  7. 8. Junghun Park (Kor)
  8. 9. Ye Lei (Cina)
  9. 10. Hyunhee Kim (Kor)
  10. 27. Rika Wijayanti (Ina)
  11. 29. Ike Ayu Wulandari (Ina)
  12. 33. Lis Andriana (Ina)

 

Umum (1041 pilot dari 6616 pilot Putri dan Putra seluruh dunia):

  1. 1. Gareth Carter (Australia)
  2. 2. Yongtae Ahn (Kor)
  3. 4. Yoshiaki Hirokawa (Jpg)
  4. 5. Jungman Choi (Kor)
  5. 9. Youngjong Park (Kor)
  6. 10. Moonseob Lim (Kor)
  7. 11. Soheil Barikani (Iran)
  8. 12. Kiyoshi Nariyama (Jpg)
  9. 14. Yoshiki Kuremoto (Jpg)
  10. 39. Yoshi Pasha (Ina)
  11. 78. Thomas Widyananto (Ina)
  12. 97. Roni Pratama (Ina)

 

Jadwal Cabor Paralayang Asian Games XVIII 2018, Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 19-30 Agustus:

Berlangsung secara kompetisi penuh. Tidak ada semi-final dan final. Jumlah nilai dari seluruh ronde/penerbangan yang diikuti tiap pilot, menentukan peraihan medali.

 

19/8                 : Latihan Resmi & Pertemuan Teknis Peserta

20-23/8           : Lomba Nomor Ketepatan Mendarat/KTM

24/8: Pk. 8-10 : Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) KTM

Latihan Resmi Lintas Alam/XC (Cross Country)

25-29/8           : Lomba Nomor XC

30/8                 : UPP XC

 

 

Menanti Emas Pertama Olahraga Dirgantara

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com      Ikatan Motor Indonesia [IMI] Pusat mengeluarkan informasi terbaru terkait penyelenggaraan Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Sprint Rally 2018 putaran ketiga. Sebelumnya, Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran ketiga direncanakan akan digelar bersamaan dengan Indonesia eXtreme Offroad Championship [IXOR] 2018 putaran satu pada 28 dan 29 Juli.

Namun setelah dilakukan rapat koordinasi, penyelenggaraan Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran ketiga akan diundur dua pekan setelah IXOR 2018 putaran satu, atau tepatnya pada Sabtu [11/8] dan Minggu [12/8] mendatang di Sirkuit Paramount, Gading Serpong, Tangerang Selatan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally IMI Pusat. Ia mengatakan, “Setelah kami lakukan rapat koordinasi bersama, kami putuskan jika ajang Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran ketiga tidak bersamaan dengan IXOR 2018 putaran satu. Kami akan menggelar Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran ketiga pada 11 dan 12 Agustus yang penyelenggarannya juga akan mendapat dukungan dari Banteng Motorsport.”

Photo 1

Saat digelarnya Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran tiga, Banteng Motorsport sebagai salah satu tim rally dan offroad kawakan Tanah Air juga turut serta menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) DKI Sprint Rally 2018 putaran kedua bertajuk “Merdeka Sprint Rally 2018” yang merupakan kelanjutan dari ajang sprint rally yang digagas Banteng Motorsport pada Mei lalu.

Bimo Pradikto selaku Ketua Penyelenggaran “Merdeka Sprint Rally 2018” dan juga Ketua Harian IMI DKI mengungkapkan bahwa kejuaraan ini digelar juga sekaligus menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73. “Kami dari pihak Banteng Motorsport akan menggelar sebuah kejuaraan yang pastinya menarik untuk diikuti. Apalagi momennya berdekatan dengan HUT RI ke-73,” jelas Bimo.

Ia menambahkan jika ada satu yang spesial dari “Merdeka Sprint Rally 2018”, yaitu penambahan kelas baru untuk mobil pick up. Kendaraan pick up yang boleh ikut harus berpenggerak roda dua belakang dengan kapasitas mesin bensin atau diesel. Baik mobil single cabin atau double cabin boleh mengikuti kelas ini. “Untuk teman-teman yang punya mobil double cabin empat roda, boleh melepas kopel depannya sehingga mobil ini hanya akan berpenggerak dua roda. Peserta di kelas ini juga diwajibkan untuk menggunakan ban reli dan peraturan selengkapnya akan dijelaskan lebih lanjut di buku peraturan lengkap perlombaan.”

Photo 2

Sementara itu, Hervian Soejono yang menjabat Ketua Komisi Sprint Rally menambahkan, “Kerja sama yang terjalin dengan Banteng Motorsport ini merupakan suatu visi yang coba dikembangkan IMI dengan pak Prasetyo Edi Marsudi dan Bimo selaku pimpinan Banteng Motorsport agar semangat serta kebangkitan ajang rally dan sprint rally tidak putus dan dapat terus terjalin dengan baik ke depannya.

Text & Photos : IMI

Putaran Ketiga Kejurnas Sprint Rally Digelar Terpisah dengan IXOR 2018.

READ MORE

JOHOR – eXtremeINA.com   Kejuaraan International Rally of Johor 2018 [IROJ] yang baru saja digelar di Johor Bahru Malaysia pekan lalu [20-22/7], membuahkan hasil manis bagi perally muda asal Indonesia Julian Johan [Jeje]. IROJ 2018 yang merupakan putaran 1 dari Malaysian Rally Championship & putaran 3 dari Asia Pacific Rally Championship ini, menjadi debut ‘Go International’ bagi Julian Johan dari One Motorsports GT Radial Evalube Helios. Dengan total jarak tempuh mencapai 600km, menjadikan IROJ 2018 sebagai salah satu rally terpanjang di Asia Tenggara.

IMG-20180721-WA0097-01
Sebagai debut awal, Jeje menargetkan untuk dapat mencapai finish dari total 12 SS yang ada. “Ini menjadi rally terberat yang pernah saya ikuti. Jika di Indonesia jarak 1 SS maksimal 15km, kalau disini bisa mencapai 30km. Jadi yang terpenting bisa finish terlebih dahulu.”
Diluar tantangan jarak tempuh SS dan juga medan yang bervariatif,  Jeje juga harus beradaptasi menggunakan kendaraan Sedan Hatchback. Jeje yang dikenal selama ini sebagai pembalap spesialis kendaraan 4×4 / Jip, kali ini harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat dibalik kendaraan Proton Satria Neo yang ia besut.
Julian Johan yang berpasangan dengan Co-Driver Recky Resanto, menjadikan hari pertama [Leg 1] sebagai fase untuk belajar dan beradaptasi dengan trek serta kendaraan. “Ternyata tantangan baru sempat bertambah, Pacenote yang saya bacakan sempat tidak sesuai dengan keadaan jalan. Sehingga Jeje tidak bisa memacu maksimal kendaraan.” ujar Recky. Kendati demikian, mereka tetap mampu mencapai finish di 6 SS yang ada di hari Sabtu. Dengan total jarak sekitar 310km di Leg 1, hal tersebut dirasa lebih dari cukup untuk mempelajari trek serta menyatukan diri dengan Proton Satria Neo tersebut.
IMG-20180721-WA0053-01
Memasuki hari kedua [Leg 2], Jeje dan Recky mencoba untuk lebih memantapkan lagi laju mereka. “Target kami memang finish terlebih dahulu, tapi kami ingin mencoba untuk mengejar pesaing kami diatas, yaitu Takeshi Azuma dari Jepang.” ucap Jeje.
Namun nampaknya setelah memasuki 3 SS terakhir, mereka lebih memilih untuk bermain aman dan mengamankan posisi mereka di peringkat 3 kelas P10 [1600cc]. “Sebenarnya disini ujian terberat saya, mengambil keputusan untuk lebih all out mengejar yang diatas tapi beresiko besar, atau bermain aman dan konsisten sambil menjaga emosi.”
IMG-20180720-WA0021
Setelah menuntaskan 12 SS di IROJ 2018, mereka akhirnya berhasil mencapai target finish, dan tanpa adanya kendala pada Proton Satria Neo yang mereka gunakan. Julian Johan & Recky mampu menyabet juara ke 3 kelas P10, dan juara ke 2 kategori Junior Cup.
Dengan berakhirnya IROJ 2018, Jeje akan segera fokus untuk mempersiapkan diri menjelang Rally of Perak 2018 pada bulan September mendatang.
Photos : IROJ 2018 & Ghifari N.

Debut Rally Internasional, Julian Johan Kibarkan Merah Putih

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Pereli Tanah Air, H. Rahmat dengan navigatornya Donny Wardono, berhasil memenangkan Kejuaraan Rally Malaysia bertajuk International Rally of Johor 2018 yang digelar selama dua hari penuh, Sabtu [21/7] dan Minggu [22/7], di kawasan perkebunan Tai Tak, Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia. Total catatan waktu yang ditempuh oleh Rahmat dengan Donny selama dua hari, yaitu 3 jam 46 menit 12,107 detik. Ia meninggalkan Satoru Ito dengan navigatornya Sean Gregory dari Jepang dengan selisih waktu 4 menit 21 detik.

Photo 4

Rahmat atau yang akrab disapa Ame menjalani perlombaan di hari kedua dengan penuh tantangan. Beberapa pesaing seperti Satoru, Haji Suhaimi Nasro Ali dengan navigatornya Aswad Kamil Abdol Mulop [Malaysia], Moh. Shazmie Moh Illias dengan navigatornya Magendran Arunasalam [Malaysia], serta Moh Henzee Hamzah dengan navigatornya Nuramirul Syamim Khalid [Malaysia] tampil lebih maksimal yang membuat Ame harus lebih disiplin dalam mengemudi untuk mempertahankan posisinya.

Dalam lima special stage [SS] pertama di hari kedua, Ame tampil begitu konsisten, dengan terus beradu waktu dengan Haji Suhaimi dan Moh. Shazmie. Memasuki SS 12 atau SS terakhir, Ame kehilangan waktu terbaiknya dengan finis di posisi sembilan. Namun hasil itu tetap berhasil membawa Ame mengibarkan bendera merah putih di garis akhir.

Selain Ame, beberapa pereli Tanah Air lainnya juga sukses berdiri di atas podium. Putra Rizky yang merupakan pereli muda yang didampingi oleh navigator senior yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Sprint Rally IMI Pusat, Hervian Soejono, berhasil menjadi juara satu di kelas RC5 dan juara 1 kategori novice dan junior. Sementara Roby Gusman Harahap dengan navigatornya H. Rizky Fauzi sukses menjuarai kelas P10, diikuti oleh pereli Indonesia lainnya, Julian Johan dengan navigatornya Recky Resanto yang berdiri di podium ketiga kelas yang sama.

Photo 3

Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally Ikatan Motor Indonesia [IMI] Pusat, menyampaikan apresiasinya terhadap Ame dan beberapa pereli Tanah Air lainnya yang juga sukses menempati podium. “Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa untuk Ame karena bisa dibilang merupakan ajang reli internasional pertama yang diikutinya. Saya mewakili IMI merasa bangga dengan hasil yang diraih karena komisi rally IMI memiliki target untuk terus memberikan bimbingan kepada mereka di hari-hari mendatang,” ungkap Rifat.

Komitmen juga ditunjukkan oleh Hervian atau yang akrab disapa Ian yang telah memberikan bimbingan sepenuhnya kepada Putra sebagai pereli muda untuk bisa mencapai garis finis dengan hasil yang diharapkan. Rifat menambahkan, “Evolusi yang terjadi di dunia rally, secara khusus di kawasan Asia-Pasifik kembali bergairah dan memiliki masa depan lebih baik lagi, karena setelah ini akan dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak.”

Rapat tersebut akan mempertemukan semua ASN di masing-masing negara Asia-Pasifik untuk merumuskan suatu gagasan atau keputusan terkait kendaraan-kendaraan apa saja yang dapat berlomba di kejuaraan reli.

Photo 2

Terakhir, Rifat berharap agar momentum luar biasa seperti International Rally of Johor 2018 dapat berlangsung dengan baik di putaran-putaran berikutnya sambil hubungan bilateral kedua negara antara Indonesia-Malaysia tetap terjalin dengan baik. “Saya berharap agar pembicaraan antar dua negara ini bisa berlangsung setiap aat, karena kami ingin adanya pertukaran pereli yang terjadi seperti ini. Bukan hanya pereli Indonesia yang tampil di Malaysia, namun juga pereli Malaysia dapat juga tampil di kejuaraan reli Indonesia,” pungkas Rifat.

Text & Photos      : IMI

H. Rahmat mengkibarkan Merah Putih pada kejuaraan reli Malaysia 2018.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Akhir pekan ini akan menjadi debut Julian Johan pada kejuaraan Rally tingkat internasional. Julian Johan yang didampingi Co Driver Recky Resanto akan segera bertolak ke Malaysia untuk mengikuti International Rally of Johor 2018 [IROJ] [20-22/7].

Julian-Johan-Akan-Berlaga-dalam-International-Rally-of-Johor_news-(1)

Kejuaraan ini merupakan putaran pertama dari Malaysian Rally Championship, dan putaran ketiga dari Asia Pacific Rally Championship. Diperkirakan sekitar 30 peserta dari berbagai macam negara di Asia Pasifik akan segera mengikuti kejuaraan Rally yang menempuh jarak SS diatas 250km ini.

Julian-Johan-Akan-Berlaga-dalam-International-Rally-of-Johor_news-(4)

Julian Johan & Recky Resanto yang akan mewakili Indonesia akan berada didalam tim One Motorsports GT Radial Evalube Helios. Keduanya akan membesut kendaraan Proton Satria Neo, dan turun dikelas P10 [2WD]. Jelang IROJ 2018, Jeje telah melakukan sesi latihan di Sepang, Malaysia, guna beradaptasi dengan Proton Satria Neo yang ia beri nama ‘Neowolf’. “Akan menjadi tantangan tersendiri untuk belajar mengendalikan mobil sedan. Karena selama ini saya balap menggunakan jip. Tentu cara menyetirnya sangat berbeda, tetapi menyenangkan.” ujar Jeje.

Seperti diberitakan sebelumnya saat Press Conference diadakan di J-Sky Ferris Wheel, Jeje mengungkapkan bahwa partisipasinya di kejuaraan ini sebagai langkah realistis untuk memulai balap dikancah internasional. “Menurut saya rangkaian kejuaraan Rally di Malaysia ini bisa menjadi langkah pertama untuk ‘go international’. Walaupun tidak jauh dari Indonesia, tapi banyak peserta dari negara lain yang ikut.” tambah Jeje.

Julian-Johan-Akan-Berlaga-dalam-International-Rally-of-Johor_news-(2)

Mengenai target, Julian Johan mengaku lebih memfokuskan diri untuk menyatu dengan kendaraan, dan finish dengan lancar di semua SS. “Sejujurnya saya tidak ada beban. Rasanya seperti belajar dari nol lagi. Inilah perdana saya Rally menggunakan kendaraan sedan.”

Julian-Johan-Akan-Berlaga-dalam-International-Rally-of-Johor_news-(3)

Jeje & Recky direncanakan akan mengikuti seri Rally ini selama 1 musim penuh. Setelah IROJ 2018, Jeje & Recky akan langsung bersiap untuk mengikuti putaran berikutnya di Rally of Perak pada bulan September.

Text                : Abbey & Rigby

Photos           : Adrenaline Impact

Persiapan Julian Johan Jelang Debut Rally Internasional.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com        Seri kedua dari Young Guns Championship 2018 akan kembali hadir pada akhir pekan ini tepatnya Sabtu [21/07],  yang kali ini akan diselenggrakan di BSD Xtreme Park, Serpong, Tangerang, Banten.

Siapkan diri kalian para skateboarder muda Indonesia, karena di sini akan diambil yang terbaik untuk tiap kelasnya. Berikut kelas yang dipertandingkan:

  • Open U21 class [Kelas bebas khusus diperuntukkan belum punya sponsor]
  • Open U15 class [Kelas bebas khusus di bawah 15 tahun]
  • GIRL class
  • Best Trick (Open/Pro)

Text    : Ihsan Rizaldi

Photo : Young Guns Championship 2018 Series #2

 

Young Guns Championship 2018 Series #2

READ MORE

eXtremeINA.com  Wingsuit flying memang masih belum terlalu populer di Indonesia, tetapi di luar negeri olahraga ekstrem ini sudah memiliki banyak penggemar. Aksinya bahkan sudah dapat dilihat pada beberapa film layar lebar. Pada dasarnya wingsuit flying adalah aktivitas yang sama dengan olahraga terjun payung lainnya seperti skydiving. Yang membedakan wingsuit flying lebih cenderung terbang ketimbang terjun di udara.  Untuk itu perlu desain pakaian khusus yang memungkinkan kita untuk “terbang meluncur” di udara. Kostum wingsuit flying seperti namanya mengambil konsep sayap, jadi diantara tangan dan kaki ditambahkan kain selaput begitu juga diantara kedua kaki, yang bertujuan agar kostum tersebut bisa menahan laju gravitasi sehingga bisa bergerak meluncur secara horizontal.

wingsuit-flying (4)

Berikut adalah beberapa gerakan akrobatik yang dilakukan pada wingsuit flying:

Demo Wingsuit Flying

Adalah jenis aero akrobatik yang dilakukan dalam wingsuit flying dengan tujuan menghibur penonton. Dibutuhkan lebih dari dua orang yang kemudian membentuk formasi atau bahkan menambahkan efek sayap di kedua atau salah satu sisi sayap. Kurang lebih demo wingsuit flying ini mirip dengan aero akrobatik pada pesawat hanya saja dalam wingsuit flying dilakukan secara manual oleh manusia.

Wingsuit Artistic

Jenis ini membutuhkan teknik aero akrobatik yang lebih rumit. Teknik ini biasa dipergunakan dalam ajang perlombaan untuk memikat penilaian juri. Penerjun akan beraksi di udara dengan manuver-manuver yang cantik.

wingsuit-flying (3)

Wingsuit Stunt

Gerakan wingsuit flying ini biasanya adalah bagian dari proyek perfilman dan bukan bagian dari olahraga wingsuit flying. Meskipun demikian dibutuhkan skill untuk terbang persis seperti yang diinginkan oleh sutradara dan ini tentunya tidak mudah.

Wingsuit Rodeo

Wingsuit flying jenis ini adalah yang paling ekstrem. Untuk melakukannya dibutuhkan dua orang penerjun. Penerjun pertama memakai kostum wingsuit sedangkan penerjuan kedua tidak. Pada wingsuit rodeo penerjun yang tidak memakai kostum wingsuit akan terjun dan meluncur diatas badan penerjun yang mengenakan wingsuit. Penerjun yang tidak mengenakan kostum wingsuit bisa menaiki, menduduki atau berdiri diatas penerjun yang berkostum wingsuit. Bertambahnya beban membuat aksi ini tidak bisa dilakukan secara lama, mereka harus terpisah untuk mengembangkan parasut masing-masing.

wingsuit-flying (1)

Buzzing

Adalah gerakan yang tersulit karena penerjun akan terbang mendekati orang lain yang ada di udara seperti penerjun tandem, penerjun gantole atau orang yang ada di atas balon udara. Jenis wingsuit ini sangat berbahaya karena wingsuit flying sangat cepat dan mungkin bisa menabrak orang lain, maka dari itu biasanya aksi ini sudah direncanakan sebelumnya.

 

#air #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #wingsuit

Text                : eXtremeINA.com

Photos           : Berbagai Sumber

Wingsuit Flying adalah aktivitas yang sama dengan olahraga terjun payung lainnya seperti skydiving.

READ MORE

eXtremeINA.com           Jika berselancar dengan ketinggian ombak 6 hingga 8 meter itu sudah biasa, cobalah Big Wave Surfing sensasi beda berselancar dengan ombak yang lebih besar  yaitu sekitar 6 hingga 15 meter gelombang tersebut dapat mendorong peselancar turun 20 sampai 50 kaki di bawah permukaan.

Big Wave Surfing, Sensasi Berselancar Ombak Besar_features (3)

Big Wave Surfing  adalah olahraga ekstrem yang cukup populer di dunia dan juga merupakan tes kelincahan dan waktu serta kedisiplinan bagi para peselancar. Dalam olah raga ini umunya sama seperti olahraga surfing biasa dimana peselancar berpengalaman mendayung bergerak ke arah gelombang yang memiliki tinggi  6 meter [20 kaki] atau lebih.

Ukuran ombak yang dibutuhkan untuk berhasil melakukan surfing bervariasi pada suatu gelombang serta teknik surfer yang digunakan untuk mencapai gelombang tersebut.

Big Wave Surfing, Sensasi Berselancar Ombak Besar_features (2)

Big Wave Surfing atau berselancar dengan ombak besar ini seorang peselancar dapat terdorong hingga 50 kaki di bawah permukaan, setelah berhenti berputar mereka harus kembali mendapatkan keseimbangan  dan mencari jalan keluar mungkin kurang dari 20 detik untuk sampai ke permukaan sebelum datang gelombang berikutnya, selain itu tekanan air pada kedalaman 20-50 meter juga cukup kuat untuk mempengaruhi gendang telinga seseorang, arus yang kuat juga dapat membanting surfer ke karang atau dasar laut, yang dapat mengakibatkan cedera parah.

Disinilah kelincahan dan ketepatan hingga ketepatan waktu serta kedisiplinan para peselancar diuji walaupun berbahaya namun olahraga ini cukup mendapat tempat di hati para pecinta olahraga ekstrem di laut.

Big Wave Surfing, Sensasi Berselancar Ombak Besar_features (4)

Untuk teman-teman yang ingin mencoba berhati-hati dan jangan lupa untuk di dampingi para peselancar yang berpengalaman.

#bigwaves #beach #extremeina #extremesports #indonesia #surf #surfer #surfing #waves

Text              : Abu Saugi Odar

Photo’s         : Berbagai Sumber

eXtremeINA.com           Jika berselancar dengan ketinggian ombak 6 hingga 8 meter itu sudah biasa, cobalah Big Wave Surfing sensasi beda berselancar dengan ombak yang lebih besar  yaitu sekitar 6 hingga 15 meter gelombang tersebut dapat mendorong peselancar turun 20 sampai 50 kaki di bawah permukaan. Big Wave Surfing  adalah olahraga ekstrem yang cukup populer di dunia […]

READ MORE

eXtremeINA.com    Walaupun olahraga seni beladiri Muay Thai ini berasal dari Thailand, namun seni beladiri yang tergolong ekstrem ini sudah banyak ditekuni di berbagai negara. Akan tetapi tiap-tiap Negara memiliki peraturan tersendiri untuk pertandingannya tergantung Organisasi apa pertandingan tersebut mengaturnya. Berikut kami informasikan bagian aturan resmi dari Sport Authority of Thailand atau Otoritas Olahraga Pemerintah Thailand.

Standar Latihan Muay Thai_feature (2)

Para peserta harus selalu melatih tulang kering agar semakin kuat, karena jika tidak terbiasa tulang kering terbentur maka akan terasa sakit dan dapat mengakibatkan cedera yang fatal. Dengan latihan yang rutin para pelakunya dapat mengurahi rasa sakit yang berlebihan dan dapat mengurangi terjadinya cedera yang lebih parah lagi.

Latihan yang disarankan dalam olahraga Muay Thai ini adalah, menendang sansak. Selain untuk melatih kekuatan pada tulang kering, latihan ini juga merupakan program terpenting dalam ilmu seni beladiri Muay Thai.

Standar Latihan Muay Thai_feature (3)

Selain itu ada Thai Pad, ini adalah cara terbaik untuk melatih tendangan, ketika anda melakukan latihan tendangan dengan Thai Pad maka pelaku juga dapat melatih tulang kering. Ini merupakan latihan dasar standarisasi dari Otoritas Olahraga Pemerintah Thailand untuk seni beladiri Muay Thai. Latihan selanjutnya dapat dikembangkan sendiri sesuai dengan Club atau tempat latihan Muay Thai bernaung.

#extremeina #extremesportsindonesia #feature #indonesia #martialarts #muaythai #urban

Text            : Bambang Vidiatmoko

Photos       : Berbagai Sumber

Walaupun olahraga seni beladiri Muay Thai ini berasal dari Thailand, namun seni beladiri yang tergolong ekstrem ini sudah banyak ditekuni di berbagai negara.

READ MORE

eXtremeINA.com             Selain menjadi olahraga ekstrem Paralayang mempunyai sensasi terbang melayang dengan parasut di udara merasakan kebebasan diatas daratan melayang-layang melintasi perbukitan dengan pemandangan yang menakjubkan, serta memacu andrenalin dan jiwa petualang, bila ingin mencobanya dan tidak takut akan ketinggian, karena diperlukan keberanian melayang dengan parasut di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut.

Paralayang, Sensasi Melihat Pemandangan Alam_features (1)

Paralayang adalah sebuah olahraga udara menggunakan parasut, paralayang dapat diartikan sebuah parasut yang dapat diterbangkan dan dapat mengangkat badan penerbang. Parasut ini bisa mendarat atau lepas landas dengan menggunakan bantuan kaki dari pilot paralayang.

Untuk dapat merasakan olahraga ini, tidak sulit untuk mencari tempat paralayang yang berada di kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat. Salah satu lokasi yang paling sering di jadikan arena latihan adalah di kawasan wisata puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, merupakan tempat yang cocok untuk para penggemar paralayang.

Paralayang, Sensasi Melihat Pemandangan Alam_features (2)

Untuk mencoba olahraga ini butuh faktor pendukung alam seperti angin dan cuaca sangat menentukan bagi pilot tandem untuk memutuskan bisa terjun atau tidak, biasanya jam 12 siang hingga jam 3 sore adalah saat yang tepat untuk mencoba paralayang. Kalau hanya ingin sekadar mencoba bisa berdua dengan pilot untuk terbang tandem.

#aerosport #air #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #paragliding

Text             : eXtremeINA.com

Photo’s        : Berbagai Sumber

eXtremeINA.com             Selain menjadi olahraga ekstrem Paralayang mempunyai sensasi terbang melayang dengan parasut di udara merasakan kebebasan diatas daratan melayang-layang melintasi perbukitan dengan pemandangan yang menakjubkan, serta memacu andrenalin dan jiwa petualang, bila ingin mencobanya dan tidak takut akan ketinggian, karena diperlukan keberanian melayang dengan parasut di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut. Paralayang adalah sebuah […]

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kejuaraan surfing tahunan bertajuk Quiksilver Uluwatu Challenge akan diselenggarakan pada tanggal 29 Juli 2018. Pada tahun ini Quiksilver menggandeng Project Clean Uluwatu [PCU], serta Boardrider Lokal Uluwatu akan mengumpulkan dana guna memperbaiki infrastruktur dan menjaga kualitas ombak kelas dunia tetap bersih serta alami.

Bagi para surfer yang ingin ikut serta dalam ajang Quiksilver Uluwatu Challenge 2018 kalian diwajibkan mengeluarkan dana sebesar 1 juta rupiah. Dengan biaya tersebut kalian dapat merasakan 1 heat bersama surfer legendaris seperti Jeff Hakman, Matt Hoy, Simon Anderson, Made Kasim, Ketut Menda, Made Switra, Wayan Gantiyasa, Made Lana, Tipi Jabrik, Dede Suryana and Rizal Tanjung.

Peserta yang ingin ikut serta dalam ajang ini dibatasi, hanya akan ada 40 Surfer beruntung yang akan tampil bersama para surfer Legendaris. Tantangan Uluwatu akan berjalan dalam format heat 6 orang, di mana setiap surfer berlaga dalam dua run dan dua skor tertinggi dari 4 gelombang terbaiknya akan dicetak dan dijumlahkan. Surfer dengan total skor dua ombak tertinggi [dari kemungkinan 20 poin, maksimum 10 poin per ombak] akan dinyatakan sebagai juara.

Quiksilver Uluwatu Challenge ini menjadi kegiatan yang positif fisetiap tahunnya. Semoga kegiatan semacam ini menjadi motivasi bagi seluruh penggeliat Surfing, masyarakat lokal, serta wisatawan agar selalu menjaga kebersihan pantai.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Quiksilver Uluwatu Challenge 2018

Quiksilver Uluwatu Challenge 2018

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com       Kejuaraan Motocross bertajuk MXGP Semarang 2018 atau MXGP of Asia yang tersaji di Sirkuit BSB City, Semarang, Jawa Tengah pada akhir pekan lalu berlangsung sangat sukses. Antusiasme tinggi tidak hanya ditunjukkan oleh peserta saja untuk merebut podium tertinggi, namun penonton yang menyaksikan pun juga sangat antusias menyaksikan penampilan para crosser terbaik dunia.

Youthstream-Berikan-Apresiasi-Terhadap-Sirkuit-MXGP-Semarang_news-(2)

Selaku promotor ajang MXGP, Youthstream menyoroti Sirkuit BSB City yang menjadi venue perhelatan MXGP of Asia di Kota Semarang ini. Pada kesempatannya David Lounge selaku Vice President Youthstrem menyampaikan, “Sirkuit BSB City Semarang ini menjadi Sirkuit terbaik sepanjang seri MXGP. Kontur tanah yang dimiliki Sirkuit BSB City cukup baik karena memiliki butir-butir kecil, dan ini sangat jarang ditemukan di Sirkuit mana pun sepanjang perhelatan MXGP.”

Youthstream-Berikan-Apresiasi-Terhadap-Sirkuit-MXGP-Semarang_news-(3)

Kontur tanah aslinya cukup berkualitas untuk dijadikan Sirkuit balap Motocross, selain itu tingkat kesulitannya cukup relatif karena terdapat tikungan, menanjak dan menurun. Hal semacam ini pun juga disampaikan oleh Ketua Ikatan Motor Indonesia [IMI] Sadikin Aksa, “Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa Sirkuit BSB City Semarang yang menjadi venue MXGP of Asia 2018 menjadi salah satu Sirkuit terbaik didunia selama perhelatan MXGP.”

Youthstream-Berikan-Apresiasi-Terhadap-Sirkuit-MXGP-Semarang_news-(1)

“Sejatinya kami sedikit surprise, karena saat pertama kali me layout tidak akan terbayang kalau jadinya sebaik ini. Bukan hanya kami yang berbicara kalau Sirkuit di BSB City Semarang ini cukup berkualitas, banyak pebalap yang cukup senang dengan Sirkuit ini. Mereka cukup puas dengan kualitas sirkuit yang membuat kecepatan motor mereka seperti yang diinginkan,” tambahnya.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : courtesy of mxgp.com / Berbagai Sumber

Berkat kesuksesan penyelenggaraan MXGP Semarang 2018 lalu, pihak promotor berikan apresiasi.

READ MORE

Padang-Padang, BALI – eXtremeINA.com       Kejuaraan surfing bertajuk Rip Curl Cup 2018 yang tersaji di Pantai Padang-Padang, Bali diprediksi akan dimulai pada hari minggu tanggal 15 Juli 2018. Sejak memulai masa tunggunya pada tanggal 1 Juli 2018, heat pertama ini akan segera dimulai.

Peserta-Rip-Curl-Cup-2018-Padang-Padang-Harap-Bersiap-Diri_news-(4)

Menurut beberapa sumber saat ini pergerakan gelombang ombak dari arah barat daya terlihat sedang menuju ke arah Bali, fenomena inilah yang mengakibatkan hadirnya ombak sempurna di Pantai Padang-Padang nanti. Dengan pengamatan inilah pihak penyelenggara memberikan status siaga, dan menandakan para surfer harus mempersiapkan diri mereka untuk memulai heat pertamanya.

Peserta-Rip-Curl-Cup-2018-Padang-Padang-Harap-Bersiap-Diri_news-(5)

Pada kesempatannya James Hendry selaku Ketua panitia dan juga Marketing Manager Rip Curl Sea menyampaikan, “Kami memiliki harapan besar pada hari minggu nanti untuk memulai kompetisi Rip Curl Cup 2018 Padang-Padang. Ombak yang diprediksi akan datang pada hari minggu adalah ombak yang dinantikan sepanjang tahun, semoga ombak ini akan benar-benar datang. Jika ombak yang muncul kecil dan tidak memenuhi ekspektasi maka kejuaraan ini tidak akan dimulai.”

Berikut ini adalah daftar resmi heat draw untuk dua putaran pertama dari kompetisi Rip Curl Cup 2018 Padang-Padang:

Peserta-Rip-Curl-Cup-2018-Padang-Padang-Harap-Bersiap-Diri_news-(2)

PUTARAN 1

Heat 1

  • Garut Widiarta [IND]
  • Mason Ho [HAW] – TBC
  • Agus “Blacky” Setiawan [IND]
  • Jay Davies [AUS]

Heat 2

  • Lee Wilson [IND]
  • Josh Kerr [AUS]
  • Mustofa Jeksen [IND]
  • Bruno Santos [BRA]

Heat 3

  • Mega Semadhi [IND]
  • Jack Robinson [AUS]
  • Alik Rudiarta [IND]
  • Gearoid McDaid [IRL]

Heat 4

  • Bol Adi Putra [IND]
  • Nic Von Rupp [PRT]
  • Mega Artana [IND]
  • Jacob Willcox [AUS]

Peserta-Rip-Curl-Cup-2018-Padang-Padang-Harap-Bersiap-Diri_news-(1)

PUTARAN 2

Heat 1

  • Garut Widiarta [IND]
  • Bruno Santos [BRA]
  • Mustofa Jeksen [IND]
  • Jacob Willcox [AUS]

Heat 2

  • Lee Wilson [IND]
  • Jack Robinson [AUS]
  • Agus “Blacky” Setiawan [IND]
  • Gearoid McDaid [IRL]

Heat 3

  • Mega Semadhi [IND]
  • Josh Kerr [AUS]
  • Mega Artana [IND]
  • Nic Von Rupp [PRT]

Heat 4

  • Made Adi Putra [IND]
  • Mason Ho [HAW] TBC
  • Alik Rudiarta [IND]
  • Jay Davies [AUS]

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : WSLRip Curl Asia

Masa tunggu usai, para surfer diharapkan bersiap diri.

READ MORE

Misano, ITALIA – eXtremeINA.com    Penampilan pebalap Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro menghadapi ujian berat di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Italia pada putaran ke-6 ajang World Supersport 300 [WSSP300], akhir pekan kemarin [08/07].

Ujian-Berat-Bagi-Ali-Adriansyah,-Kecewa-Namun-Tetap-Optimis_news-(2)

Kesulitan yang dialami pebalap bernomor 12 itu sudah di mulai sejak sesi latihan bebas di hari Jumat [06/07]. Ketika itu settingan sepeda motornya terasa kurang nyaman. Yamaha YZF-R3 yang menjadi tunggangan Ali Adriansyah belum mendapat set-up maksimal seusai kecelakaan parah yang dialami pada balapan sebelumnya di Sirkuit Brno, Ceko. Sepeda motor itu baru dicoba kembali oleh Ali Adriansyah setelah menjalani pemulihan di Jakarta selama hampir satu bulan.

Kerja keras mekanik tim untuk mengubah set-up di sesi latihan bebas pertama sudah mendekati harapan. Di akhir sesi itu Ali Adriansyah mampu mencatat waktu 1 menit 53,238 detik serta membukukan kecepatan tertinggi 176,2km/jam. Top speed di sesi Free Practice 1 itu dipegang oleh Borja Sanchez yang menunggang Kawasaki 400 dengan 182,7km/j.

Hasil tersebut memberi petunjuk positif kepada tim sekaligus dapat memaksimalkan set-up agar sepeda motor lebih nyaman dikendalikan. Namun hujan turun di sesi latihan bebas kedua. Kondisi itu membuat tim memutuskan untuk tidak masuk ke lintasan. Tentu saja membuat tim tidak mendapat hasil atas optimalisasi set-up yang sudah dilakukan sebelumnya.

Ujian-Berat-Bagi-Ali-Adriansyah,-Kecewa-Namun-Tetap-Optimis_news-(1)

Free practice 1 saya masih set-up dengan motor karena saya merasa kurang nyaman. Di FP 2 kita enggak keluar karena hujan, ” ucap Ali Adriansyah.

Keesokan harinya, di sesi Superpole 1 cuaca kembali cerah. Optimisme menyelimuti tim juga Ali Adriansyah. Apalagi pebalap di bawah naungan Pertamina Enduro Racing Team itu mampu membukukan waktu tercepat di sektor 1, juga personal best time di sektor 2. Dan itu terjadi di awal Superpole. Sayang, di sektor tiga lap ketiga, Ali Adrian ditabrak pebalap lain hingga keluar lintasan dan tak dapat melanjutkan sesi kualifikasi.

“Di Superpole 1 saya sudah mendapatkan waktu tercepat pada sektor 1 dan personal best di sektor 2 tetapi di sektor 3 saya ditabrak dan tidak bisa melanjutkan balap,” papar Ali Adriansyah.

Meski tidak dapat menjalani Superpole secara penuh catatan waktu Ali Adriansyah di SP1 masih mampu membuatnya menduduki start ke 23 dari 40 pebalap. Meski posisi start kurang menguntungkan, optimisme Ali Adriansyah tetap tinggi.

Di hari balapan itu, cuaca di Sirkuit Misano terbilang panas. Temperatur udara mencapai 30 derajat Celcius sementara suhu trek di kisaran 47 derajat. Dengan kondisi demikian sudah diperkirakan balapan akan berlangsung berat, baik bagi pebalap maupun tunggangan mereka.

Start dilakukan dengan mulus oleh Ali Adriansyah. Di akhir lap pertama ia sudah naik dua posisi. Pada lap berikutnya, ia kembali naik dua posisi. Ali Adriansyah semakin termotivasi untuk bertarung lebih keras. Di lap keempat ia sudah berada di posisi 16 atau naik 7 posisi dari saat start. Setting-an sepeda motornya benar-benar sudah seperti yang ia inginkan, dan itu membuatnya terus menyerang ke depan, bersaing dengan penunggang Kawasaki dan KTM yang bertenaga lebih besar. Di lap ke-6 ia bahkan mampu naik satu posisi lagi ke posisi 15, sebuah posisi penting karena akan membuahkan poin di kejuaraan. Posisi itu terus ia pertahankan hingga lap 8.

Ujian-Berat-Bagi-Ali-Adriansyah,-Kecewa-Namun-Tetap-Optimis_news-(3)

Usaha keras Ali Adriansyah rupanya menguras kemampuan sepeda motor, terutama bannya. Di tikungan 3 pada lap 9, ban depannya kehilangan traksi. Sebuah keadaan yang sangat berbahaya apalagi terjadi di saat menikung. Alhasil sepeda motornya tergelincir. Dalam kondisi itu Ali Adriansyah tidak dapat berbuat banyak. Ia dan sepeda motornya akhirnya terjatuh hingga keluar lintasan. Sepeda motornya mati, Ali Adriansyah tak dapat melanjutkan lomba. Itulah puncak ujian baginya di Sirkuit Misano.

Hasil tidak menguntungkan memang harus diterima Ali Adriansyah Rusmiputro. Usaha keras memperbaiki keadaan sudah maksimal dilakukan sepanjang lomba meski tidak berujung manis. Kendati demikian Ali Adriansyah tidak ingin rasa kecewanya membuat ia kehilangan semangat. Menurutnya ia akan tetap optimis dalam menghadapi balapan berikutnya di Sirkuit Aragon.

“Tetap fokus dan terus positif untuk race selanjutnya di Aragon,” ucap Ali Adriansyah.

Selepas balapan di Misano, Ali Adriansyah Rusmiputro bakal tampil di ajang CEV Supersport 300 pada 13-15 Juli ini. Kejuaraan yang berlangsung sebanyak 6 putaran itu memang masuk dalam jadwal kejuaraan yang diikuti Ali Adriansyah di 2018. Hanya saja ia tidak turun di semua putaran karena ada jadwal yang bentrok dengan WSSP 300, kejuaraan yang menjadi fokus utama Ali Adriansyah.

Text & Photos          : karyaKU / Yamaha MS Racing Team

Ali Adriansyah Rusmiputro menghadapi ujian berat di Misano.

READ MORE