eXtremeINA.com

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kejuaraan olahraga terbesar se-Asia Tenggara akan tersaji di Filipina pada tahun 2019, dengan begitu banyak persiapan yang harus dilakukan oleh masing-masing negara dengan cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Intinya adalah setiap Pengurus Besar [PB] dari masing-masing olahraga di setiap negara, tengah fokus mempersiapkan tim yang kuat untuk meraih banyak prestasi.

melihat persiapan popo di ajang sea games 2019 extreme indonesia extremeina 2

Salah satunya adalah Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia [PB ISSI] yang bertanggung jawab menyiapkan tim berkualitas untuk diberangkatkan ke ajang SEA Games Filipina 2019. Dalam hal ini salah satu rider Downhill yang memiliki prestasi cukup mentereng, Popo Ariyosejati menyampaikan, “PB ISSI memang belum memutuskan siapa atlet yang akan dikiri untuk mengikuti ajang SEA Games 2019. Namun jika saya dipercaya untuk mewakili Indonesia dalam ajang tersebut saya akan sangat senang dan siap untuk memperjuangkan medali emas. Walaupun Pelatnas SEA Games 2019 masih belum berjalan, saya selalu berlatih dengan keras setiap harinya. Program latihan yang saya jalani juga sebagai bentuk persiapan untuk kejuaraan nasional.”

melihat persiapan popo di ajang sea games 2019 extreme indonesia extremeina 1

Walaupun yakin akan meraih prestasi di SEA Games 2019, jika nantinya akan dipercaya mewakili Indonesia Popo panggilan akrabnya sangat mewaspadai rider dari Thailand dan juga tuan rumah Filipina. Sejatinya rider Downhill asal Blitar Jawa Timur ini pernah mengikuti kejuaraan Asia Championship di Filipina pada tahun 2018, saat babak kualifikasi Popo sukses menjadi yang terdepan namun sangat disayangkan saat babak final Popo terjatuh dan gagal finish.

melihat persiapan popo di ajang sea games 2019 extreme indonesia extremeina 3

Sebagai salah satu rider dengan segudang pengalaman, Popo beranggapan bahwa perkembangan olahraga Downhill di Indonesia setiap tahunnya terus berkembang secara positif. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya kejuaraan nasional Downhill secara konsisten, banyak rider baru dari berbagai penjuru Tanah Air yang mengikuti kejuaraan, dan semakin banyak trek Downhill yang baru.

melihat persiapan popo di ajang sea games 2019 extreme indonesia extremeina 4

Indonesia pernah menggelar beberapa kejuaraan Downhill bertaraf Internasional bertajuk Asia Pasifik Downhill sejak tahun 2009 hingga 2012. Pada kejuaraan Asia Pasifik Downhill yang terselenggara di Bukit Paralayang kota Batu, Popo sukses menjadi juara pertama mengalahkan juara dunia Samhill. Semoga kedepannya Indonesia kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan Downhill tingkat Asia ataupun Dunia.

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Popo Ariyosejati

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #downhill #mountainbike #SEAGames2019

Popo Ariyosejati kian terus mempersiapkan diri dan fokus menuju SEA Games 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memantau kegiatan Panjat Tebing di berbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah. Hal inilah yang memicu berdirinya FPTI DKI Jakarta. Sejatinya organisasi ini dibentuk untuk merespon kegiatan Panjat Tebing alam yang telah berkembang dari tahun-tahun sebelumnya. Awalnya organisasi ini bukan bernama FPTI melainkan Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia [FPGTI].

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Berdiri pada tanggal 21 April 1998, FPTI DKI Jakarta berdiri secara bersamaan dengan FPTI Pusat. Pada kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Tujuan didirikan FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta, melahirkan pemanjat-pemanjat berprestasi baik di tingkat Nasional maupun Internasional dari Jakarta, dan membantu perkembangan olahraga Panjat Tebing di Indonesia melalui kegiatannya di Jakarta. Dibanding dengan daerah lainnya, DKI Jakarta tidak memiliki banyak atlet namun kami ingin terus berupaya menghasilkan pemanjat-pemanjat handal yang siap meraih prestasi di berbagai kejuaraan.”

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Saat ini FPTI DKI Jakarta memiliki atlet Panjat Tebing yang tengah menjadi idola dan panutan bagi pemanjat muda Indonesia, mereka adalah Aspar Jaelolo yang sukses meraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018. Selain itu ada nama Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018. Aspar Jaelolo saat ini sedang fokus Pelatnas di Yogyakarta untuk mempersiapkan dirinya dalam SEA Games 2019 di Filipina, sementara Puji Lestari sedang tidak aktif dari dunia Panjat Tebing lantaran kesibukan barunya sebagai pegawai negeri di KEMENPORA.

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Sebagai induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Ibu Kota, FPTI DKI Jakarta terus melakukan aktivitas secara intens untuk mencari bibit-bibit pemanjat handal asal Jakarta yang siap meraih banyak prestasi di masa mendatang. Salah satunya adalah menggelar Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta pada akhir pekan lalu. Dengan kegiatan ini pula, FPTI DKI Jakarta mencari atlet terbaik untuk diikutsertakan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan Urban Offroad pertama di Indonesia bertajuk Super Adventure Monster Road [SAMR] telah tersaji dengan sangat berkualitas pada akhir pekan lalu tepatnya tanggal 16 Februari 2019 di alun-alun Kota Tuban, Jawa Timur. Dalam kejuaraan ini Genta Auto & Sport selaku penggagas menggelar beberapa kelas, mulai dari kelas 1000 cc, kelas 2500 cc, dan kelas 2501 cc. Seluruh peserta dari masing-masing kelas harus menyelesaikan 4SS [special stage].

hasil lengkap seri perdana samr 2019

Hadirnya kejuaraan SAMR 2019 di kota Tuban ini menjadikan hiburan yang sangat berkualitas bagi masyarakatnya. Pada seri perdana ini, kejuaraan balap mobil besar ini berhasil diikuti oleh 44 pebalap yang datangnya dari beberapa penjuru Tanah Air mulai DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Dengan status Kejuaraan Nasional, ajang balap SAMR 2019 akan tersaji sebanyak 21 seri dan tiap serinya akan menggunakan Kota yang berbeda sebagai tuan rumah.

Selain ingin memberikan warna baru terhadap dunia balap di Tanah Air, pihak penyelenggara berharap dengan diadakan SAMR 2019 di Jawa Timur dapat menghadirkan minat masyarakat lokal terhadap balap Offroad. Kejuaraan seri pertama SAMR 2019 di alun-alun kota Tuban ini benar-benar menyajikan ajang balap yang seru dan menghibur di setiap kelasnya, untuk kelas 1000 cc Offroader dari tim Bgundal Squad yang digawangi H. Kundi dan Navigatornya Sudarmanto sukses menjadi yang terbaik. Sementara untuk posisi kedua diperoleh Ardan dan Hasyim Diki, untuk peringkat ketiga diduduki oleh Antok dan Doddy.

hasil lengkap seri perdana samr 2019

Berlanjut dikelas 2500 cc, pasangan dari tim Awe Auto Tech Solo yang dipunggawai oleh Andre Wirawan dan Ryano D berhasil menjadi yang terbaik. Adip Adfan dan Havid dari tim BSU RHJTRT sukses duduk diperingkat kedua, dan untuk posisi ketiga diraih oleh Offroader Banteng Merah Wawan Peje dan Agastya.

Selanjutnya adalah kelas yang cukup bergengsi 2501 cc Up, dikelas ini Arif Prasetyo dan Agastya dari Tim JBTRT mampu menjadi yang terbaik mengungguli Yossy dan Bima P dari tim Dasico diperingkat kedua, serta Julian Johan dan Raka dari tim Indra Jati 4×4 di posisi ketiga.

Kejuaraan Urban Offroad pertama di Indonesia bertajuk Super Adventure Monster Road (SAMR) telah tersaji dengan sangat berkualitas pada akhir pekan lalu tepatnya tanggal 16 Februari 2019 di alun-alun Kota Tuban, Jawa Timur.

Kejuaraan Urban Offroad pertama di Indonesia bertajuk Super Adventure Monster Road (SAMR) telah tersaji dengan sangat berkualitas pada akhir pekan lalu tepatnya tanggal 16 Februari 2019 di alun-alun Kota Tuban, Jawa Timur.

Berikut adalah hasil lengkap SAMR 2019, seri perdana di alun-alun kota Tuban, Jawa Timur:

hasil lengkap seri perdana samr 2019 extreme indonesia extremeina5

hasil lengkap seri perdana samr 2019 extreme indonesia extremeina6

hasil lengkap seri perdana samr 2019 extreme indonesia extremeina7

Text                : Bambang Vidiamoko

Photos           : dok. SAMR 2019

 

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesa #adventure #offroad #monster #road #SAMR2019

Seri Perdana dari Super Adventure Monster Road 2019 baru saja usai, berikut hasil kejuaraan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kailani Kusuma Johnson atau yang akrab dipanggil Kai atau Kailani adalah seorang surfer muda asal Bali yang sudah cukup berprestasi. Kecintaan terhadap olahraga Selancar Air [Surfing] didorong dari ayahnya Richard Johnson yang juga seorang surfer dan dirinya pun sangat suka berenang di pantai. Lahir di Bali pada tanggal 15 Maret 2002, Kailani mulai bermain surfing di ombak kecil Pantai Padma saat usianya masih menginjak 5 tahun.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Berkat papan surfing pertama yang diberikan oleh ayahnya, Kailani terus berkembang dan mengasah kemampuanya dalam bermain surfing. Seiring bejalannya waktu, Kailani mulai memberanikan diri untuk mengikuti kejuaraan, dan kejuaran surfing pertama yang diikutinya adalah Kontes Magic Wave divisi Push in di Halfway, Kuta, Bali. Walaupun kalah di round 1, Kailani tidak putus asa dan terus bersemangat berlatih.

Kegigihan Kailani untuk terus berlatih surfing nampaknya kian membuahkan hasil, beberapa prestasi pun seakan menghampiri gadis cantik ini, mulai dari juara pertama yang didapatnya saat di usia 12 tahun di Mahadewi Bali dalam kejuaraan Rip Curl Gromsearch, selain itu Kailani juga sering mengikuti banyak kejuaraan Grom event dan ASC dengan meraih juara ke 2 dan ketiga  dalam beberapa kejuaraan.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Keputusan Kailani menggeluti dunia surfing didukung oleh ayahnya yang juga seorang surfer, dan walaupun ibunya juga mendukung namun Kailani harus mengerti tentang prioritas apa yang harus didahulukan. Bisa dikatakan Kailani adalah salah satu surfer yang cukup beruntung, karena sering bermain dan berkompetisi surfing dirinya tidak pernah mengalami cedera sedikit pun. Oleh karena itulah Kailani harus tetap berhati-hati saat sedang menjalani aktivitasnya bermain surfing.

Walaupun disibukan dengan berbagai macam aktivtas surfing mulai dari latihan dan berkompetisi, saat in Kailani sedang mendalami dunia acting dan modeling. Namun dirinya juga mengucap ingin sekali mencoba olahraga ekstrem skydiving dan cliff jumping. Dalam menggeluti dunia surfing Kailani mengatakan dirinya tidak mengidolakan siapa pun, namun dirinya selalu menganalisa dari setiap kemampuan para surfer hebat untuk dipelajarinya.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Sebagai salah satu surfer muda yang potensial akan berbagai prestasi, Kailani bercita-cita ingin menjadi yang terbaik dalam kejuaraan QS 6000. Target tersebut dapat diraihnya asal dirinya mampu tampil konsisten dalam meraih juara di setiap kejuaraan. Menurutnya, perkembangan olahraga surfing di Indonesia cukup berkembang pesat karena sudah banyak sekali anak-anak muda yang mulai bermain surfing, Indonesia juga dikenal sebagai destinasi terbaik di dunia untuk bermain surfing, namun sangat disayangkan olahraga surfing tidak sepopular di negara-negara berkembang lainnya. Mungkin hal ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah, oleh sebab itu Kailani berharap Pemerintah Indonesia perlu lebih intens mendukung perkembangan olahraga surfing dengan pengendalian dan pengarahan terpadu di tiap daerah-daerah, serta lebih serius dalam menggali potensi olahraga surfing di Indonesia.

Bersama dengan kakak kandungnya Puanani Johnson, dalam waktu dekat Kailani akan mengikuti empat kejuaraan surfing di Australia, yang pertama pada tanggal  20-24 Februari 2019 di Pantai Boomerang, tanggal 27 Februari- 4 Maret 2019 di Avoca, Tanggal 11-17 Maret 2019 di Pantai Merewether, dan pada tanggal 18-24 Maret 2019 di Manly. Tahun lalu Kailani sempat mengikuti kejuaraan yang sama, dengan pengalaman yang ada dirinya ingin membuktikan bahwa dirinya mampu meraih hasil terbaik.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Kailani Kusuma Johnson atau yang akrab dipanggil Kai atau Kailani adalah seorang surfer muda asal Bali yang sudah cukup berprestasi. Kecintaan terhadap olahraga Selancar Air [Surfing] didorong dari ayahnya Richard Johnson yang juga seorang surfer dan dirinya pun sangat suka berenang di pantai.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Kailani Kusuma Johnson

 

#waves #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #surf #surfer #surfing

Kailani Kusuma Johnson: Aku Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sejatinya kejuaraan Indonesian Downhill [IDH] 2019 belumlah dirancang kalender eventnya. Namun diperkirakan seluruh rider Downhill tengah berlatih keras untuk meraih prestasi diajang tahunan tersebut. Salah satunya adalah rider Downhill dari Malang, Jawa Timur bernama Franciscus Abraham atau yang akrab dipanggil Yakuza.

Sejatinya Kejuaraan Indonesia Downhill (IDH) 2019 belumlah dirancang kalender eventnya. Namun diperkirakan seluruh rider Downhill tengah berlatih keras untuk meraih prestasi diajang tahunan tersebut. Salah satunya adalah rider Downhill dari Malang, Jawa Timur bernama Franciscus Abraham atau yang akrab dipanggil Yakuza.

Sejatinya Kejuaraan Indonesia Downhill (IDH) 2019 belumlah dirancang kalender eventnya. Namun diperkirakan seluruh rider Downhill tengah berlatih keras untuk meraih prestasi diajang tahunan tersebut. Salah satunya adalah rider Downhill dari Malang, Jawa Timur bernama Franciscus Abraham atau yang akrab dipanggil Yakuza.

Pada musim 2019 ini, Abraham akan turun di kelas Master / Veteran, mengingat usianya sudah 50+. Prestasi terakhir yang ditorehkan oleh Abraham dalam kejuaraan IDH ini terjadi pada tahun 2017, yang dimana dirinya masih menjadi jawaranya di kelas Master D. Pada musim 2018 dirinya sama sekali tidak mengikuti seri kejuaraan IDH, karena sedang menyukai kegiatan touring sepeda di berbagai wilayah Indonesia. Musim 2019 menjadi musim baru yang sekaligus menjadi tantangan bagi dirinya, karena kelas Master/Veteran adalah kelas baru yang akan dia hadapi. Dengan begitu dirinya juga akan menghadapi lawan-lawan yang berbeda kualitasnya.

Sejatinya Kejuaraan Indonesia Downhill (IDH) 2019 belumlah dirancang kalender eventnya. Namun diperkirakan seluruh rider Downhill tengah berlatih keras untuk meraih prestasi diajang tahunan tersebut. Salah satunya adalah rider Downhill dari Malang, Jawa Timur bernama Franciscus Abraham atau yang akrab dipanggil Yakuza.

Sejatinya Kejuaraan Indonesia Downhill (IDH) 2019 belumlah dirancang kalender eventnya. Namun diperkirakan seluruh rider Downhill tengah berlatih keras untuk meraih prestasi diajang tahunan tersebut. Salah satunya adalah rider Downhill dari Malang, Jawa Timur bernama Franciscus Abraham atau yang akrab dipanggil Yakuza.

Salah satu bentuk persiapan untuk menghadapi IDH musim 2019 adalah, beberapa waktu yang lalu Abraham sedang melakukan touring ke berbagai wilayah Lampung. Kegiatan touring ini didasari undangan yang diberikan oleh salah satu temannya, Abraham pun mengungkapkan touring yang dijalaninya ini sekaligus menjadi pola latihan untuk menjaga kebugaran. Touring sepeda ke Lampung Abraham berkunjung ke berbagai tempat mulai dari Tanjung Agung, Gunung Durian dengan elevasi 45 derajat ditambah dengan adanya kabut lebat, pusat bursa durian Lampung, dan masih banyak tempat lainnya.

Sejatinya Kejuaraan Indonesia Downhill (IDH) 2019 belumlah dirancang kalender eventnya. Namun diperkirakan seluruh rider Downhill tengah berlatih keras untuk meraih prestasi diajang tahunan tersebut. Salah satunya adalah rider Downhill dari Malang, Jawa Timur bernama Franciscus Abraham atau yang akrab dipanggil Yakuza.

Sejatinya Kejuaraan Indonesia Downhill (IDH) 2019 belumlah dirancang kalender eventnya. Namun diperkirakan seluruh rider Downhill tengah berlatih keras untuk meraih prestasi diajang tahunan tersebut. Salah satunya adalah rider Downhill dari Malang, Jawa Timur bernama Franciscus Abraham atau yang akrab dipanggil Yakuza.

Walaupun akan turun di kelas Master/Veteran yang menjadi kelas terbarunya, namun Abraham mengaku ingin mengincar target juara pertama. Dirinya merasa sangat rindu dengan kejuaraan Downhill dengan begitu Abraham berjanji akan tampil semaksimal mungkin. Sebagai salah satu rider Downhill yang legenda di Indonesia, Abraham berpendapat bahwa pecinta olahraga Downhill ini semakin banyak, mereka hadir dari seluruh penjuru Tanah Air, selain itu trek Downhill di Indonesia juga semakin banyak.

Sejatinya Kejuaraan Indonesia Downhill (IDH) 2019 belumlah dirancang kalender eventnya. Namun diperkirakan seluruh rider Downhill tengah berlatih keras untuk meraih prestasi diajang tahunan tersebut. Salah satunya adalah rider Downhill dari Malang, Jawa Timur bernama Franciscus Abraham atau yang akrab dipanggil Yakuza.

Sejatinya Kejuaraan Indonesia Downhill (IDH) 2019 belumlah dirancang kalender eventnya. Namun diperkirakan seluruh rider Downhill tengah berlatih keras untuk meraih prestasi diajang tahunan tersebut. Salah satunya adalah rider Downhill dari Malang, Jawa Timur bernama Franciscus Abraham atau yang akrab dipanggil Yakuza.

Bagi anak-anak muda yang baru menggeluti olahraga Downhill, legenda Downhill Indonesia ini berpesan, “Jika ingin meraih cita-cita mu dan menjadi rider Downhill yang berprestasi lakukanlah yang terbaik saat kita mampu dan jangan setengah-setengah melakukannya, teruslah berlatih, melihat banyak video kejuaraan Downhill sebagai bahan evaluasi, dan sharing terhadap senior.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Franciscus Abraham

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #downhill #IDH2019 #mountainbike

Franciscus Abraham siap kembali berpartisipasi dalam Indonesian Downhill musim 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional [PON] akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga [cabor] yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Dalam hal ini Federasi Pengurus Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bertanggung jawab penuh terhadap persiapan skuad tim yang akan dibawa ke PON 2020 Papua. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan oleh FPTI DKI Jakarta adalah menggelar kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang terselenggara pada akhir pekan kemarin tanggal 16-17 Februari di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Tujuan digelarnya kompetisi itu adalah guna mencari pemanjat terbaik kelahiran asli DKI Jakarta untuk dipromosikan masuk Pelatda dalam persiapan PON 2020 Papua. Selain itu adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini juga bertujuan untuk regenerasi atlet-atlet DKI Jakarta yang sudah banyak pensiun dan pindah ke daerah lain. Dalam kesempatannya Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta menyampaikan, “Sebetulnya tim Provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing di kejuaraan PON 2020 Papua sudah ada 12 atlet. Mereka semua mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, dan termasuk Aspar Jaelolo yang saat ini sedang mengikuti Pelatnas di Yogyakarta untuk persiapan SEA Games 2019 Filipina.”

“Walaupun 12 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri terpilih sudah dipastikan masuk Pelatda namun mereka tidak dalam zona nyaman, dalam artian akan ada system degradasi atau peringkat berjalan. Sistem penilaian setiap atlet akan dilihat berdasarkan etika berlatih dan prestasi di setiap kejuaraan yang digunakan sebagai bahan try-out. Sementara untuk target di PON 2020 Papua, sebenarnya kami cukup realistis, kami menargetkan 3 medali emas, dan mengandalkan atlet Nasional Aspar Jaelolo di nomor lomba Speed,” tambahnya.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Walaupun mengandalkan Aspar Jaelolo sebagai kunci untuk meraih medali emas, namun tim Panjat Tebing DKI Jakarta diprediksi tidak akan mudah meraih target yang telah dicanangkan oleh Pengurus, Kurni Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI memprediksi provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali akan menjadi lawan yang cukup diperhitungkan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Sebelum dihadapkan dengan PON 2020 Papua, seluruh provinsi akan dihadapkan dengan pra PON yang akan bergulir di bulan Juli atau Agustus. Pra PON ini akan bergulir di tiga zona berbeda, zona pertama akan tersaji di Jawa Timur, Zona kedua akan digelar di Bengkulu, dan Zona ketiga akan diadakan di Sulawesi Selatan. Sejatinya tim DKI Jakarta memiliki satu atlet putri yang sukses meraih medali emas dan juga medali perak, dia adalah Puji Lestari. Untuk saat ini dirinya memutuskan untuk vakum dari duna Panjat Tebing dengan alasan kesibukan barunya sebagai Pegawai Negeri di KEMENPORA. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali ke lintasan Panjat Tebing saat PON 2020 Papua.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta sedang giat dan terus fokus mempersiapkan atlet-atlet untuk PON 2020 Papua.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Akhir pekan kemarin tepatnya tanggal 16-17 Februari 2019 Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, di Eiger Flagship Adenture Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Tujuan diadakannya kompetisi ini adalah sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi Panjat Tebing di Jakarta, mencari bibit-bibit pemanjat di Jakarta, melakukan regenerasi atlet, dan mencari atlet untuk dipromosikan mewakili tim DKI Jakarta Cabang Olahraga [Cabor] Panjat Tebing di Pekan Olahraga Nasional [PON] Papua 2020 serta berbagai kejuaraan lainnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam Kejuaraan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini diikuti oleh 120 peserta yang mempertandingkan kategori Lead dan Speed klasik, untuk kelas yang dipertandingkan terdiri dari Umur 18+ [usia 18 ke atas] dan usia -18 [usia dibawah 18 tahun ke bawah]. Sistem penilaian untuk kategori Lead adalah, peserta harus menyelesaikan jalur yang sudah ditetapkan oleh panitia penyelenggara dengan batas waktu yang telah ditentukan, sementara untuk kategori Speed Klasik peserta harus memanjat dinding dengan kecepatan maksimal, setelah sampai di atas mereka harus menekan tombol sebagai bukti bahwa mereka telah menyelesaikan perlombaan.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Kami tidak cukup kaget dengan jumlah peserta yang mencapai 120. Ini adalah salah satu bukti dampak positif dari suksesnya Indonesia meraih banyak medali di Asian Games 2018 khususnya pada cabor Panjat Tebing. Kita bisa melihat banyak sekali anak-anak putra dan putri yang sangat antusias mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini.”

“Perkembangan olahraga Panjat Tebing di Jakarta sendiri sejatinya sudah cukup berkembang, banyak sekali anak muda yang mulai menggeluti dunia Panjat Tebing. Namun dengan adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini, kami ingin melihat keseriusan, minat, serta konsistensi mereka dalam berlatih dan mengikuti perlombaan. Fenomenanya adalah disaat usia dini mereka giat berlatih dan mengikuti perlombaan, namun di saat sudah beranjak dewasa mereka banyak mengenal pergaulan akhirnya mereka meninggalkan Panjat Tebing. Permasalahan itulah yang sedang kami atasi, salah satunya adalah melakukan pendekatan terhadap orang tuanya,” jelasnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Komentar positif juga terlontar dari Puji Lestari Atlet Tim Nasional peraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual pada Kejuaraan Asian Games 2018, “Di banding daerah, DKI Jakarta adalah salah satu provinsi yang cukup sedikit memiliki atlet Panjat Tebing. Namun dengan hadirnya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 sangat bagus untuk regenerasi. Peminatnya pun cukup banyak dengan begitu membuktikan bahwa Panjat tebing di Jakarta sudah cukup berkembang, mungkin ini adalah dampak positif dari kesuksesan Asian Games 2018 khususnya di cabor Panjat Tebing.”

Saat ini Puji Lestari sedang fakum dari kegiatan Panjat Tebing dan tidak masuk dalam pelatnas SEA Games 2019 Manila. Kegiatan Puji Lestari saat ini adalah blusukan di berbagai wilayah DKI Jakarta untuk memantau adik-adik pemanjat berlatih dan berkompetisi, selain itu diirnya juga telah disibukan dengan pekerjaan barunya sebagai Pegawai Negeri di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] sebagai Staff Ahli. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali saat PON 2020 Papua.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Sebagai atlet Panjat Tebing yang berprestasi Puji Lestari menyampaikan pesan kepada anak-anak muda untuk terus berlatih, kerja keras, jangan mudah menyerah, disiplin terhadap pola latihan, dan rutinlah mengikuti kejuaraan. Dengan itu semua maka impianmu untuk menjadi juara dunia akan tercapai.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Berikut adalah hasil lengkap Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019:

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Akhir pekan kemarin FPTI DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sejatinya selepas prestasi para para atlet Indonesia yang didapat dalam ajang Asian Games 2018, olahraga Panjat Tebing di Indonesia kian berkembang sangat pesat. Hal ini pun yang dirasakan oleh beberapa pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] termasuk wilayah DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Demi mendukung kemajuan olahraga Panjat Tebing khususnya di wilayah DKI Jakarta, Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing yang tersaji pada akhir pekan lalu tanggal 16-17 Februari 2019 di Eiger Flagship Store Radio Dalam. Selaku produsen alat-alat olahraga mendaki dan Panjat Tebing, Eiger berkomitmen tinggi terhadap pembinaan para atlet Panjat Tebing di Indonesia. Dukungan yang Eiger berikan adalah memenuhi kebutuhan para atlet Panjat Tebing saat berlaga di Asian Games 2018.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Pada tahun lalu Eiger telah menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan Pengurus Daerah FPTI Sumatera Selatan dan Jawa Timur dalam hal pembinaan dan penyediaan alat-alat latihan. Saat ini giiran Eiger mendukung penuh agenda yang dirancang oleh FPTI DKI Jakarta, dalam hal ini adalah kompetisi Sirkuit Panjat Tebing. Tujuan diadakannya event ini adalah sebagai bahan seleksi pemanjat, sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Jakarta, dan membina para pemanjat untuk tampil serta berprestasi diajang tingkat Nasional hingga International.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Dalam kesempatannya Hendra Suhendra selaku Marketing Communication Section Chief, PT Eiger MPI menyampaikan, “Potensi-potensi pemanjat DKI sangat besar, tentunya kerjasama yang ditandatangani pada tanggal 16 Februari 2019 di Eiger Flagship Adventure Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan dapat menjadikan Eiger sebagai brand lokal yang sangat peduli terhadap pembinaan pemanjat local di seluruh Indonesia.”

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

“Kesepakatan nota kerja sama itu berisi dukungan penuh Eiger dalam penyelenggaraan tiga kali event Sirkuit Panjat Tebing FPTI DKI 2019 yang akan selalu digelar di Eiger Adventure Flagship Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.” tambah Hendra Suhendra. “Event Sirkuit Panjat Tebing yang digagas oleh FPTI DKI Jakarta dengan dukungan penuh oleh Eiger sangatlah tepat momentumnya. Karena setelah suksesnya atlet Panjat Tebing asal DKI Jakarta Aspar Jaelolo dan Puji Lestari di ajang Asian Games 2018 pasti akan munculnya pemanjat-pemanjat baru, dan ini sangat bagus untuk regenerasi,” dari Kurnia Bakti, Ketua Umum FPTI DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Ihsan Rizaldi / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA  Pereli nasional Rifat Sungkar telah menyelesaikan uji coba mobil reli bersama pereli asal Inggris, Alister McRae di kawasan Bakers Hill, Perth Australia pada Kamis [14/2] lalu. Dari hasil tes terhadap dua mobil reli berjenis AP4 dan R5, Rifat menyimpulkan beberapa hal yang dianggapnya penting.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Di trek sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut, Rifat dan Alister beberapa kali mencoba mobil AP4. Ia pun berlanjut melakukan pengujian terhadap mobil R5. “Dari pertama kali naik AP4, saya dan Alister sudah merasakan bahwa mobil ini berada di level yang berbeda dari semua mobil yang ada di grup N dan AP4 yang disahkan oleh Motorsport New Zealand dan Confederation of Australian Motor Sport memiliki kelebihan dibandingkan R5,” cerita Rifat.

Adapun waktu dari hasil uji coba menunjukkan mobil AP4 memiliki selisih waktu 0,7 detik per kilometer lebih lambat dari R5. Namun untuk urusan handling dan suspensi, terasa bahwa mobil AP4 sangat ringan dan mudah dikendalikan karena memiliki travel suspensi yang panjang. Rifat dan Alister pun sempat melakukan set up terhadap mobil AP4, yang meliputi bagian roll bar belakang agar mobil lebih stabil di tikungan, serta menaikkan suspensi agar lebih safety ketika jumping.

Kedua pereli bertaraf internasional ini pun melanjutkan dengan bertukar mencoba mobil R5. Satu keunggulan dari R5 menurut Rifat adalah handling yang sangat mudah dikendalikan ketika mobil berganti arah atau bermanuver.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Rifat menambahkan, “Dari segi mesin, AP4 ini lebih unggul jika dibandingkan R5, sementara gearbox dan suspensi dari kedua mobil ini bisa dibilang setara. Menurut saya, AP4 adalah pilihan terbaik karena dari segi harga hanya 2/3 dari harga mobil R5 sementara harga suku cadang R5 bisa tiga atau empat kali lipat lebih mahal dari AP4. Running cost ini sangat penting untuk diperhatikan bagi semua yang ingin membangun mobil reli.”

Dari hasil uji coba ini, Rifat menganggap bahwa region Asia-Pasifik [termasuk Indonesia] sudah mampu menciptakan mobil hebat untuk digunakan dalam ajang-ajang balap reli bergengsi agar menciptakan iklim balap reli yang kompetitif.

Ia menilai formula mobil AP4 ini sangat sederhana karena menggunakan mesin, gearbox, dan suspensi yang sama untuk seluruh bodi. “Apabila ada yang berminat untuk membangun mobil ini akan sangat mudah karena platform mobil AP4 basis sasis, mesin, gearbox, dan kaki-kaki semuanya sama, hanya jubah atau bodinya saja yang berbeda dan bisa dari berbagai merek kendaraan,” pungkas Rifat

 

Text & Photos : karyaKU

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #racing #rally #RifatSungkar #RFT

Hasil Uji Coba Rifat Sungkar Bersama Alister McRae.

READ MORE

eXtremeINA.com Indonesia merupakan salah satu Negara dengan pecinta olahraga Otomotif jenis Motocross yang sangat banyak. Menantang, memacu adrenaline, melintasi alam, dan adventure adalah beberapa asalan seorang Crosser menggeluti dunia Motocross. Di Indonesia sendiri pecintanya tidak hanya datang dari kaum laki-laki saja, akan tetapi kaum wanita dari berbagai kalangan pun sudah mulai menggeluti dunia Motocross.

Obstacle Dalam Balap Motocross

Perkembangan Motocross di Indonesia sendiri terbilang cukup pesat, beberapa fenomenan yang membuktikannya adalah semakin banyak pecintanya, semakin banyak komunitas Motocross yang hadir di berbagai penjuru Tanah Air, semakin banyaknya Kejuaraan balap Motocross tingkat daerah ataupun Nasional, semakin banyaknya trek atau lintasan balap Motocross yang dibuat, dan pastinya masih banyak faktor lainnya.

Obstacle Dalam Balap Motocross

Walaupun sudah terbilang maju, perkembangan Motocross di Indonesia tetap perlu sentuhan dari Pemerintah pusat ataupun daerah, seperti membuat trek atau lintasan yang berkualitas International, menggelar Kejuaraan balap Motocross tingkat International, dan mengirimkan Crosser-Crosser berbakat Indonesia ke sebuah Kejuaraan Motocross di luar Indonesia. Semakin banyak pecinta Motocross yang hadir di Indonesia maka semakin banyak pula edukasi yang harus diberikan kepada para pemula ini, salah satunya adalah memberikan informasi mengenai obstacle atau rintangan apa saja yang akan dihadapi oleh seorang Crosser dalam mengikuti sebuah Kejuaraan Motocross, berikut adalah informasinya :

Obstacle Dalam Balap Motocross

  1. Bermed Corner
    Rintangan ini memberikan kesempatan kepada para crosser untuk bisa saling overtake di tikungan pertama setelah garis start. Di tikungan ini juga crosser mendapatkan holeshoot (keluar tikungan pertama di posisi terdepan).
  2. Step On
    Lompatan kecil yang mendahului Table Top
  3. Table Top
    Bagian trek datar yang digunakan sebagai pendaratan setelah jumping. Biasanya terletak di area garis finish, namun ada juga yang membuat rintangan ini di bagian lain.
  4. Step Off
    Sebuah lompatan kecil dari Table Top. Step On dan Step Off biasanya bersamaan.
  5. Flat Corner
    Sebuah tikungan yang menyerupai tikungan di balap Flat Track. Biasanya tikungan ini dibuat memanjang.
  6. Rollers
    Bagian kecil trek yang menyerupai perbukitan, biasanya naik di ketinggian.
  7. Ski Jump
    Sebuah drop off panjang setelah bagian trek yang tinggi.
  8. Double Jump
    Dua lompatan besar dan crosser biasanya mendarat di sisi bawah lompatan kedua setelah berhasil melewati dengan sempurna lompatan pertama.
  9. Sharp Turn
    Sebuah tikungan tajam. Di sini biasanya para crosser sering melakukan kesalahan sehingga terjadi saling overtake antar pebalap. Untuk bisa melewati rintantan ini, crosser harus memperlambat laju motornya dan membutuhkan kemampuan skill yang tinggi.
  10. Sweeping Turn
    Tikungan dengan bentuk yang luas, memberikan kesempatan kepada para crosser untuk mempercepat lajunya.
  11. Whoops
    Sebuah gundukan tanah atau lompatan yang dibuat dengan jumlah banyak. Biasanya crosser akan terjebak di salah satu gundukan yang ada. Sehingga tak sedikit pebalap yang mempercepat lajunya dan meluncur di atas untuk menghindari rintangan ini.
  12. Triple Jump
    Tiga lompatan besar berturut-turut. Sebagian besar pebalap mendarat di sisi bawah lompatan kedua dan meluncur dari lompatan ketiga namun beberapa berhasil melompati lompatan kedua dan mendarat di sisi bawah lompatan ketiga. Terkadang, salah perhitungan mengakibatkan pendaratan pada lompatan ketiga.
  13. Rhythm Section
    Mirip Whoops dengan puncak dan lembah yang kurang dramatis.
  14. Sand Section
    Bagian trek yang berpasir yang akan memperlambat laju pebalap. Di rintangan ini crosser bisa kehilangan kesempatan untuk nai podium jika tidak berhati-hati atau laju motor terlalu cepat.
  15. Quad Jump
    Empat lompatan besar berturut-turut.
  16. Off Camber
    Tikungan tanpa berm dan bagian dalam trek lebih tinggi dari jalur normal dan bagian luarnya lebih rendah sehingga sulit untuk tetap berada di dalam.
  17. S Curve
    Bagian dari trek dalam pola “S”.
  18. Step Up
    Mendahului sebuah Table Top tapi tidak securam Step On, sebagian besar pebalap menggunakannya untuk naik ke Table Top.
  19. Step Down
    Mengikuti Table Top dan karena panjang sebagian besar pebalap melakukan downside.
  20. Step Over/Dragon Back
    Biasanya hanya ada di trek Supercross. Step Over atau Dragon Back menyerupai Rhythm Section tapi dengan lompatan kecil.
  21. Talladega Corner
    Tikungan berkecepatan tinggi dengan bank (seperti Berm).
  22. Downhill
    Bagian trek menurun, biasanya curam.
  23. Split Lanes
    Bagian sirkuit yang menawarkan dua jalur berbeda ke arah yang sama.
  24. Booter
    Satu lompatan sangat besar yang sering diterapkan pada bagian sebelum garis finish.

 

Text : Bambang Vidiatmoko

Photos : Berbagai Sumber

eXtremeINA.com Indonesia merupakan salah satu Negara dengan pecinta olahraga Otomotif jenis Motocross yang sangat banyak. Menantang, memacu adrenaline, melintasi alam, dan adventure adalah beberapa asalan seorang Crosser menggeluti dunia Motocross. Di Indonesia sendiri pecintanya tidak hanya datang dari kaum laki-laki saja, akan tetapi kaum wanita dari berbagai kalangan pun sudah mulai menggeluti dunia Motocross. Perkembangan […]

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Rio Haryanto adalah seorang pebalap asal Indonesia yang pernah mengikuti ajang F1 bergabung bersama tim Manor Racing. Rio panggilan akrabnya, menjadi pebalap pertama asal Indonesia yang bisa membalap di level seri GP2 dan F1. Namun setelah perjuanganya selama 12 seri di ajang balap jet darat tersebut, Rio Haryanto harus merelakan kursinya kepada Esteban Ocon akibat terkendala dana.

Rio Haryanto Akan Berlaga di Blancpain GT World Challenge Asia 2019_news (3)

Setelahnya Rio Haryanto sempat tidak membalap selama satu musim, dan baru kembali kelintasan balap pada tahun lalu dalam World Endurance Championship [WEC] di Shanghai. Pada tahun 2019 ini Rio Haryanto bergabung dengan tim asal Singapura T2 Motorsport untuk bertarung di ajang Blancpain GT World Challenge Asia.

Pebalap asal Solo [Jawa Tengah] ini siap melibas 6 putaran sepanjang tahun dan setiap putarannya akan berlangsung sebanyak 2 race, dengan begitu total 12 balapan akan dihadapi Rio Haryanto. Bersama dengan rekan setimnya yang juga asal Indonesia David Tjibtobiantoro serta pebalap Singapura Gregory Teo, akan menunggangi mobil Ferrari 488 GT3.

Rio-Haryanto-Akan-Berlaga-di-Blancpain-GT-World-Challenge-Asia-2019_news-(2)

David Tjipto sendiri akan menjadi rekan Rio Haryanto di Sirkuit Sepang, Buriram, dan Yeongan. Sementara Teo akan berduet dengan Rio di Suzuka dan Shanghai. Balapan Blancpain GT World Challenge Asia adalah gagasan dari SRO Motorsport Group dan Team Asia One GT Management’s Blancpain GT World Challenge, pada tahun 2019 menjadi tahun ketiga pada kejuaraan ini. Selain di Asia ajang balap ini juga digelar di Eropa dan Amerika.

Ajang balap Blancpain GT World Challenge Asia 2019 ini akan menggunakan mobil dengan spesifikasi GT3 dan GT4, namun tidak hanya mobil Ferrari saja yang akan turun kelintasan balap. Karena akan hadir pula mobil-mobil sport car lainnya dari berbagai pabrikan ternama, seperti Audi, BMW, Lamborghini, Mercedes-AMG, dan Porche.

Rio-Haryanto-Akan-Berlaga-di-Blancpain-GT-World-Challenge-Asia-2019_news-(1)

Berikut adalah jadwal balap Blancpain GT World Challenge Asia 2019:

  • Round 1: 6-7 April, Sepang, Malaysia
  • Round 2: 11-12 Mei, Buriram, Thailand
  • Round 3: 22-23 Juni, Suzuka, Jepang
  • Round 4: 6-7 Juli, Fuji, Jepang
  • Round 5: 3-4 Agustus, Yeongam, Korea Selatan
  • Rpund 6: 27-28 September, Shanghai, China

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : rioharyanto.com / Berbagai Sumber

 

#asphalt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #race #racing #RioHaryanto #2019BlancpainGTSeries

Rio Haryanto bergabung dengan tim asal Singapura T2 Motorsport untuk berlaga di Blancpain GT World Challenge Asia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sejatinya ajang balap di Indonesia setiap tahunnya terus berkembang dalam beberapa hal, mulai dari hadirnya kejuaraan balap baru baik itu dari roda dua ataupun roda empat, semakin banyak anak muda yang mulai turun ke ajang balap, hadirnya kejuaraan balap bertaraf Internasional di Indonesia, datangnya pebalap-pebalap top dunia ke Indonesia, banyaknya pebalap Indonesia yang berkiprah di ajang balap International hingga meraih prestasi, dan pastinya masih banyak segi positif lainnya. Semoga keseluruhannya dapat di kelola dengan baik untuk kemajuan dunia balap di Indonesia.

12 Kota Siap Jadi Tuan Rumah SAMR 2019_news (2)

Salah satu ajang balap terbaru yang tengah di gemari oleh pecinta balap di Indonesia adalah Super Adventure Monster Road [SAMR]. Pada musim balap 2019, ajang balap ini siap menggebrak 12 kota yang tersebar di penjuru Tanah Air. Untuk seri perdananya akan tersaji di alun-alun kota Ronggolawe, Tuban pada tanggal akhir pekan di tanggal 16 Februari 2019.

12 Kota Siap Jadi Tuan Rumah SAMR 2019_news (3)

Geliat balap yang biasa menggunakan medan di pusat kota ini sudah mulai mendapatkan tempat di hati para pecinta otomotif di Indonesia, maka tidak heran Genta Auto & Sport selaku penggagas menyiapkan 12 Kota untuk menjadi tuan rumah SAMR 2019.

12-Kota-Siap-Jadi-Tuan-Rumah-SAMR-2019_news-(4)

Pada musim 2019 SAMR akan tetap mempertandingkan 3 kelas, yaitu kelas 1000 cc, kelas under 2500 cc, dan Upper 2501 cc. Dalam kesempatannya Tjahyadi Gunawan selaku petinggi Genta Auto & Sport mengatakan, “Pada tahun 2019, Super Adventure Monster Road [SAMR] akan digelar sebanyak 12 putaran dan akan menggunakan 12 kota berbeda, yang pasti akan banyak perubahan dibanding tahun – tahun sebelumnya. Dalam ajang ini para offroader diwajibkan mengikuti minimal 9 putaran termasuk putaran terakhir.”

12 Kota Siap Jadi Tuan Rumah SAMR 2019_news (1)

Untuk menghadirkan persaingan ketat di arena balap, pihak penyelenggara telah menyiapkan hadiah special untuk para pemenang, Juara umum kelas 1000cc akan diberikan 70 juta rupiah, kelas under 2500 cc 80 juta rupiah dan kelas upper 2501 cc dengan 100 juta rupiah.

Berikut adalah jadwal lengkapnya :

  • Putaran 1 |16 Februari | Tuban
  • Putaran 2 |9 Maret | Madiun
  • Putaran 3 | 29 Juni | Pati
  • Putaran 4 | 27 Juli | Cirebon
  • Putaran 5 | 10 Agustus | Pekalongan
  • Putaran 6 | 31 Agustus | Magelang
  • Putaran 7 | 14 September | Serang
  • Putaran 8 | 28 September | Karawang
  • Putaran 9 | 5 Oktober | Sukabumi
  • Putaran 10 | 19 Oktober | Garut
  • Putaran 11 | 2 November | Cibinong
  • Putaran 12 | 14 November | Purwokerto

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesa #adventure #offroad #monster #road #SAMR2019

Genta Auto & Sport selaku penggagas menyiapkan 12 kota untuk menjadi tuan rumah SAMR 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Pereli nasional Rifat Sungkar tengah berada di Perth, Australia untuk melakukan uji coba mobil reli bersama pereli kawakan asal Inggris, Alister McRae. Kunjungan Rifat ke Perth merupakan salah satu bentuk tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua Komisi Reli untuk melakukan penelitian dan pengembangan demi kemajuan kancah reli Tanah Air.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

“Sebagai Ketua Komisi Reli, saya perlu mempertahankan kreativitas dan harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Perjalanan saya ke Perth kali ini adalah untuk menggali perkembangan terbaru apa yang terjadi di kancah reli khususnya untuk region Asia-Pasifik,” ungkap Rifat.

Beberapa waktu lalu, Rifat juga sempat melakukan perjalanan ke Selandia Baru bersama pereli Julian Johan untuk melakukan uji coba mobil reli berjenis AP4 yang memiliki konfigurasi mesin melintang. Sementara kali ini, bersama dengan McRae, Rifat akan melakukan uji coba terhadap dua mobil reli, yaitu mobil reli berjenis AP4 yang memiliki konfigurasi mesin ke belakang [mobil yang disahkan oleh Motorsport New Zealand dan Confederation of Australian Motor Sport] serta Skoda Fabia R5.

“Objektif dari uji coba ini adalah saya mau melihat komparasi dari mobil AP4 dengan R5. Perbandingannya dari segi akselerasi, suspensi, serta handling. Dari situ, saya pun akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di komunitas reli Tanah Air sekaligus memberikan sosialisasi kepada mereka yang hendak membangun sebuah mobil balap sehingga tidak ada kesalahan dari spesifikasi kendaraan yang dibangun dan dapat menyesuaikan dengan biaya yang ada,” lanjut Rifat.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Dalam perjalananya ke Perth, Rifat juga turut serta melakukan pertemuan dengan beberapa kawan lamanya guna membahas kemungkinan kerja sama yang dapat terjalin antara Indonesia dengan negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru.

“Setelah bertemu dengan beberapa kawan, saya melihat kemungkinan terbuka sangat lebar bagi para pereli Tanah Air untuk dapat berlaga di ajang internasional sekelas Rally Western Australia. Hal ini dikarenakan biaya sewa mobil balap yang tidak terlalu mahal. Dengan pengeluaran yang dianggap wajar serta akses yang tergolong mudah, saya sangat berharap akan lebih banyak lagi generasi penerus kancah reli Tanah Air yang dapat terjun langsung di ajang reli internasional,” pungkas Rifat.

Text & Photos : karyaKU

 

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #racing #rally #RifatSungkar #RFT

Rifat Sungkar Lakukan Uji Coba Mobil Reli bersama Alister McRae.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Demi menjaga eksistensinya Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bekerja sama dengan EIGER akan menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta dengan kategori Lead Speed dan Speed Klasik. Telah dijadwalkan kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 16-17 Februari 2019 di Papan Panjat Eiger Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Tujuan digelar kompetisi Panjat Tebing ini adalah sebagai siklus regenerasi Panjat Tebing DKI Jakarta, menciptakan iklim kompetisi yang stabil di kalangan atlet Jakarta, membuka ruang kompetisi bagi para pelatih Panjat tebing di Jakarta, menentukan peringkat berjalan FPTI DKI Jakarta, bentuk sosialisasi ataupun promosi kepada masyarakat Jakarta terhadap olahraga Panjat Tebing, dan pastinya masih banyak tujuan positif lainnya.

Dalam kesempatannya Dian Tri Anggraeni selaku Humas FPTI DKI Jakarta mengatakan, “Target peserta untuk kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini adalah 40 hingga 50 peserta, dan bagi peserta yang ingin mengikuti kompetisi ini tidak dipungut biaya. Sejatinya perkembangan Panjat Tebing di Jakarta cukup menggembirakan akibat dampak dari atlet Indonesia yang sukses menyabet prestasi di ajang Asian Games 2018 lalu. Pada ajang multi-event tersebut atlet asal DKI Jakarta juga sukses mendapatkan medali, mereka adalah Aspar Jaelolo dan Puji Lestari. Maka sudah tidak dipungkiri lagi berkat kesuksesan mereka, banyak atlet baru yang bermunculan karena terinspirasi dari mereka.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada hari Minggu [10/02] lalu sebanyak 10 atlet Panjat Tebing Indonesia masuk dalam Pemusatan Latihan [Pelatnas] untuk menjalani serangkaian seleksi Pra Olimpiade di Prancis pada bulan September 2019.

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (3)

Selaku induk organisasinya, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] telah memilih 10 atlet terbaik untuk masuk ke pelatnas yang terdiri dari 5 [lima] atlet putra Temi Lasa dan Rivaldi Ode Wijaya [Bali], Aspar Jaelolo [DKI Jakarta, Fathur Roji [Jawa Timur], dan Alfian M. Fajri [Jawa Tengah]. Sementara untuk 5 [lima] atlet putri diantaranya Nurul Iqamah [Nusa Tenggara Barat], Aries Susanti Rahayu [Jawa Tengah], Agustina Sari [Jawa Tengah], Salsabilah [Jawa Barat], dan Chairul Ummi [Jawa Timur].

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (4)

Semua atlet tersebut akan bersaing untuk bisa diikutsertakan dalam Pra Olimpiader di Perancis. Sejatinya terdapat lima atlet yang pada tahun lalu mengikuti ajang multi event Asian Games, mereka adalah Aspar Jaelolo, Alfian M. Fajri, Nurul Iqamah, Agustina Sari, dan Aries Susanti Rahayu. Dalam kesempatannya Manajer Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia Pristiawan Buntoro menyampaikan, “Atlet tersebut dipilih berdasarkan potensi yang dimilikinya. Mereka pun berhak masuk di dalam pelatnas lantaran prestasi yang dicapai selama tahun 2018.”

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (2)

“Lokasi pelatnas akan berada di Mandala Krida venue Panjat Tebing Yogyakarta, namun para atlet akan lebih banyak berlatih dan try-out di luar negeri. Para atlet pelatnas ini akan di latih secara intens oleh Handra Basir dan Judistira, dan akan ada pelatih asing yang akan bergabung. Selama pelatnas yang akan memakan waktu enam hingga tujuh bulan, 10 atlet akan diseleksi dan aka nada yang degradasi. Hingga pada akhirnya akan dipilih tiga atlet putra dan tiga atlet putri untuk diberangkatkan dalam Pra Olimpiade di Prancis.”

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (6)

Sejatinya waktu pelatnas yang diberikan untuk persiapan pra Olimpiade ini tidak sepanjang gelaran Asian Games 2018. Namun jajaran Timnas Panjat Tebing Indonesia tetap optimis bisa masuk ke dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020, lantaran peserta yang diambil sebanyak 20 putra dan 20 putri di seluruh dunia. Seiring berjalannya waktu, pelatih akan terus melihat perkembangan atlet selama latihan. Jika memang ada degradasi maka akan ada atlet baru yang masuk.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climbing #FPTI #sportclimbing

10 Atlet Panjat Tebing Indonesia masuk dalam Pelatnas untuk menjalani seleksi Pra Olimpiade di Prancis.

READ MORE

CIMAHI – eXtremeINA.com      Kompetisi BMX bertajuk Jabar Local Heroes yang menjadi salah satu aktivitas perayaan ulang tahun komunitas BDG BMX yang ke-9 telah tersaji akhir pekan kemarin tepatnya tanggal 9-10 Februari 2019 di Velodrome Munaip Saleh, Cimahi.

De-Fest-BMX-BMX-Jabar-Local-Heroes-2019_news-(4)

Dalam kompetisi BMX Jabar Local Heroes ini mempertandingkan beberapa kategori yang diantaranya Park [Junior dan Open], dan Flatland [Junior dan Open]. Walaupun ini adalah perayaan hari jadinya komunitas BDG BMX yang ke-9, nyatanya banyak sekali rider-rider BMX yang dating dari beberapa kota lain seperti Medan, Bekasi, Jakarta, Bogor, Kuningan, Malaysia, Sumedang, Cirebon, Majalengka, Garut, Depok, Purwakarta, Cianjur, Tangerang, dan Sukabumi.

De-Fest-BMX-BMX-Jabar-Local-Heroes-2019_news-(3)

Selaku Humas komunitas BDG BMX Didi Triya Sanjaya mengatakan, “Semoga tahun yang ke-9 ini Komunitas BDG BMX semakin solid, semakin berkembang dan semakin meluas ke jiwa masyarakat Bandung khususnya pecinta olahraga BMX.”

De-Fest-BMX-BMX-Jabar-Local-Heroes-2019_news-(2)

Berikut adalah hasil lengkap De Fest BMX: BMX Jabar Local Heroes Competition 2019:

Street Senior

  1. Ronzi
  2. Aziz
  3. Alex R

Street Open

  1. B Yudo
  2. Andika Tangguh
  3. M Ade Nurhidayah

Flatland Junior

  1. Iyong
  2. Iqbal
  3. Andi

Flatland Open

  1. Sopian
  2. Aceng
  3. Iwan

Text                : Bambang Vidiamoko

Photos           : dok. Bandung BMX

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #bmx #BDGBMX #community #DeBMXFest #event #OSBMX

Salah satu kegiatan perayaan Anniversary ke-9 BDG BMX, hasil kompetisi Local Heroes.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kejuaraan Pekan Olahraga Nasional [PON ] XX 2020 akan tersaji di Papua, dan pastinya seluruh provinsi dari masing-masing cabang olahraga tengah mempersiapkan tim yang tangguh dan siap meraih banyak prestasi. Salah satunya adalah tim dari Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga gantolle.

Target Tim Gantole DKI Jakarta di PON Papua 2020_news (1)

Untuk PON XX 2020 Papua, Tim Gantolle DKI Jakarta memang telah mempersiapkan diri dengan intens berlatih. Namun dalam dua bulan terakhir latihan sedikit terganggu akibat cuaca yang terus hujan.

Target Tim Gantole DKI Jakarta di PON Papua 2020_news (2)

“Untuk mengikuti PON XX 2020 Papua, Tim Gantolle DKI Jakarta tengah menyiapkan 9 atlet, namun yang diprioritaskan 6 atlet, Mereka adalah Andre Kastrowisastro, Syamsul Falah, Fauzi Lukandi, Roy Sadewo, Ersy Firman, dan Fauzan. Untuk mempersiapkan diri kami terus mengadakan latihan secara intens, pada minggu lalu kami berlatih di bukit Panten Majalengka, dan pada bulan Desember 2018 lalu salah satu atlet DKI Jakarta Roy Sadewo mengikuti kejuaraan di Australia yang sekaligus menjadi bahan try-out untuk dirinya,” Atlet Gantolle Tim DKI Jakarta, Ersy Firman.

Target Tim Gantole DKI Jakarta di PON Papua 2020_news (4)

Dalam ajang olahraga 4 tahunan ini, Tim Gantolle DKI Jakarta menargetkan dua medali emas dari masing-masing kelas yang diperlombakan, Kelas A [High Performance Gliders] dan kelas B [Intermediate Gliders], untuk mata lombanya adalah terbang lintas alam atau Cross Country dan Ketepatan Mendarat [Accuracy].

Target Tim Gantole DKI Jakarta di PON Papua 2020_news (5)

Cabang olahraga gantolle di ajang PON XX 2020 Papua akan menggunakan sistem Towing, namun masih belum ditentukan akan menggunakan Ground Towing atau Aero Towing. Dengan kata lain pesawat gantolle tidak akan menggunakan bukit atau gunung untuk penerbangannya.

Target Tim Gantole DKI Jakarta di PON Papua 2020_news (3)

Dalam sistem seperti ini Ersy Firman menjelaskan, “Tim Gantolle DKI Jakarta tidak ada masalah dan siap berjuang untuk target yang sudah ditentukan. Melihat peta kekuatan saat ini, bisa dibilang cukup merata dan kemungkinan Provinsi yang akan menjadi lawan berat Tim DKI Jakarta adalah Jawa Barat, Sumatra  Barat, Jawa Timur, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur. Namun kami juga tetap mewaspadai kekuatan tim Gantolle dari provinsi lainnya. Akan tetapi tim Gantolle DKI Jakarta cukup optimis, mengingat hasil lomba terakhir di Gunung Telemoyo 2018, atlet DKI Jakarta Andre Kastrowisastro dan Fauzi Lukandi menjadi yang terbaik di Kelas A dan B.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Tim Gantolle DKI Jakarta

 

#air #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #DKIJakarta #gantolle #jakarta #handgliding #papua #PONXX2020

Secara intens lakukan persiapan, Tim Gantolle DKI Jakarta siapkan target emas di PON XX 2020.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Otomotif International atau Federation Internationale de I’Automobile [FIA] tengah merancang strategi untuk menggelar World Rally Championship [WRC] dengan rute yang akan melintas di antar negara.

FIA-Wacanakan-WRC-Melintasi-Rute-Antar-Negara_news-(2)

Presiden FIA Jean Todt memang menginginkan perubahan dari jalannya kejuaraan WRC secara lebih berkualitas. Jika wacana kejuaraan Rally ini dapat terealisasi untuk menggunakan lintasan antar negara, maka bukan tidak mungkin kejuaraan yang hadir di masing-masing negara Eropa dan Jepang dapat disatukan dalam ajang WRC.

FIA-Wacanakan-WRC-Melintasi-Rute-Antar-Negara_news-(1)

Dalam kesempatannya Presinden FIA Jean Todt menyampaikan, “Secara gamblang kami ingin kejuaraan balap WRC lebih berkualitas. Oleh karena itulah saya ingin adanya perubahan, salah satunya merancang agenda WRC dapat menggunakan lintasan antar negara. Untuk mewujudkan itu semua, saya ingin berkunjung ke beberapa belahan dunia seperti Amerika Latin dan Asia, mungkin di China, India, Thailand, dan Indonesia dapat menjadi obsi yang sangat baik.”

FIA-Wacanakan-WRC-Melintasi-Rute-Antar-Negara_news-(4)

Harapan lain Jean Totd adalah, WRC dapat menembus kawasan Afrika dan juga Timur Tengah, dan kita mengharapkan adanya jalur antar negara yang dapat digunakan untuk kejuaraan WRC. Jika benar wacana ini dapat terealisasi maka ini adalah sebuah kreativitas dari sebuah ajang balap yang dapat menjadi hiburan berkualitas bagi para pecintanya. Bagi para pebalapnya, jelas ini akan menjadi tantangan.

FIA-Wacanakan-WRC-Melintasi-Rute-Antar-Negara_news-(3)

“Sangat menguntungkan karena kami memiliki Perusahaan Hyundai di Korea, namun kami menginginkan adanya kerja sama dari para produsen di China. Saya pun sangat ingin kembali ke Afrika, dan kami pun tengah bernegosiasi untuk menggelar ajang WRC di Timur Tengah. Seperti itulah yang sangat ingin kami capai, namun kami tidak dapat menggelar kejuaraan Rallyd di 20 negara berbeda. Oleh karena itulah wacana WRC menggunakan rute lintas dua negara digagas.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

#dirt #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #FIA #race #racing #rally #WRC

FIA tengah merancang strategi untuk menggelar WRC dengan rute yang akan melintas di antar negara.

READ MORE

CIMAHI – eXtremeINA.com      Akhir pekan lalu tepatnya di tanggal 9-10 Februari 2019, BDG BMX telah merayakan hari ulang tahunnya yang ke-9 di Veldrome Munaip Saleh, Cimahi. Salah satu aktivitas yang menjadi perayaan hari jadi BDG BMX adalah kompetisi BMX Race Competition.

Anniversary 9th BDG BMX_news (3)

Dengan tema De Fest BMX: BMX Race Competition 2019 ini menyajikan perlombaan yang terbagi menjadi beberapa kategori dan kelas. Untuk kategori Pushbike kelas yang dipertandingkan adalah Boys A [2-3 yo], Boys B [4-5 yo], Girls A [2-3 yo], Girls B [4-5yo]. Sementara untuk kategori BMX Race kelas yang dipertandingkan adalah Boys [5-6 yo], Boys [7-8 yo], Boys [9-10 yo], Boys 11-12 yo], Boys [13-14 yo], Boys [15-16 yo], men junior, Girls under 8 yo, Girls Under 12 yo, dan Women Junior, dan kategori yang terakhir adalah Master OS yang mempertandingkan kelas Master A, Master B, dan Master C.

Anniversary 9th BDG BMX_news (2)

Dalam kesempatannya Angga Nugraha selaku Race Director De BMX Fest 2019 yang juga menjabat sebagai PIC DBMX Pushbike Academy menyampaikan, “BDG BMX adalah suatu komunitas besar di Indonesia yang mewadahi anak-anak muda kreatif Bandung khusunya pecinta BMX kearah lebih positif. Dalam komunitas BDG BMX terdapat rider yang berprestasi, rasa kekeluargaannya cukup tinggi, dan kegiatannya pun cukup menyenangkan. Semoga BDG BMX terus menjadi komunitas dengan kreatifitas tinggi, dan selamat ulang tahun yang ke-9 untuk BDG BMX.”

Anniversary 9th BDG BMX_news (1)

Berikut adalah hasil kejuaraan De BMX Fest: BMX Race Competition 2019:

De-BMX-Fest-Race-Competition-Result (1)

De-BMX-Fest-Race-Competition-Result (2)

De-BMX-Fest-Race-Competition-Result (3)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Bandung BMX

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #bmx #BDGBMX #community #DeBMXFest #event #OSBMX

Hasil lengkap BMX Race Competition 2019.

READ MORE

CIMAHI – eXtremeINA.com      Mengusung tema De BMX Fest, komunitas Bandung BMX [BDG BMX] telah merayakan hari jadinya yang ke-9 pada akhir pekan lalu tanggal 9-10 Februari 2019 di Velodrome Munaip Saleh, Cimahi, Jawa Barat. Sejatinya tema yang disuguhkan oleh BDG BMX ini cukup unik, karena terdapat 9 huruf sesuai dengan nama komunitasnya.

Anniversary 9th BDG BMX_news (3)

De BMX Fest dapat diartikan dengan penggabungan dari keseluruhan budaya BMX yang ada di muka bumi, yaitu BMX Race, BMX Old School, dan BMX New School. Semuanya bersatu pada meramaikan acara ulang tahuin BDG BMX yang ke-9 tanpa membedakan jenis sepedanya. Secara tidak langsung perayaan hari jadinya BDG BMX yang ke-9 ini merupakan sejarah baru bagi komunitas BDG BMX karena dapat menyatukan budaya BMX secara bersamaan.

Anniversary 9th BDG BMX_news (5)

Pada kategori BMX Race banyak sekali bibit pebalap muda, khususnya kelas Push Bike. Sementara kelas BMX Old School [OSBMX] mereka mempertandingkan sepeda jadul, mulai dari tahun 70an, 80an, hingga 90an. Untuk kategori BMX New School, yang digeluti oleh anak-anak muda di zaman milenial mempertandingkan kelas Park Junior dan Senior, Flatland Junior dan Senior. Kategori terakhir yang dipertandingkan adalah BMX Air Bag, pada kelas ini dipertandingkan kelas Park dan Flatland.

Anniversary 9th BDG BMX_news (8)

Komunitas BDG BMX adalah salah satu komunitas yang cukup besar di Indonesia. Selain memiliki banyak rider yang berprestasi, BDG BMX dikenal sebagai komunitas yang aktif serta kreatif dalam setiap menggelar kegiatan. Maka tidak dipungkiri lagi, bahwa komunitas BGD BMX dapat menjadi acuan untuk kemajuan sebuah komunitas BMX di Indonesia. Semoga BDG BMX terus berkarya dan selalu menghadirkan rider yang berprestasi baik di tingkat Nasional ataupun di Internasional.

Anniversary 9th BDG BMX_news (7)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Bandung BMX

 

#dirt #urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #bmx #BDGBMX #community #DeBMXFest #event #OSBMX

BDG BMX akhir pekan kemarin baru saja merayakan Anniversary ke-9 dengan berbagai kegiatan.

READ MORE