eXtremeINA.com

eXtremeINA.com       Sky surfing adalah jenis skydiving di mana penerjun payung yang memakai papan melekat pada kaki nya dan melakukan berselancar gaya aerobatik selama terjun bebas. Papan yang digunakan umumnya lebih kecil dari papan selancar yang sebenarnya, dan terlihat lebih seperti snowboards atau skateboard besar. Lampiran ke kaki biasanya dibuat dilepas, sehingga jika penerjun payung yang kehilangan kendali atau memiliki kesulitan membuka parasut mereka, dewan dapat disingkirkan.

Uji Adrenaline di Udara dengan Sky Surfing_feature (1)

Sky surfing adalah keterampilan yang membutuhkan latihan yang cukup. Teknik Sky surfing sederhana adalah untuk berdiri tegak di papan selama terjun bebas, dan kemiringan hidung papan bawah untuk menghasilkan gerakan maju. Namun bahkan teknik dasar ini adalah tindakan penyeimbangan yang berpengalaman, menemukan skydivers sulit untuk belajar. Drag tambahan papan cenderung mengganggu keseimbangan dan membuat skydiver flip atas.

Uji Adrenaline di Udara dengan Sky Surfing_feature (3)

Jumper juga harus belajar untuk mengontrol papan dan posisi tubuh mereka sehingga untuk membuka parasut dalam konfigurasi yang stabil. Aerobatik yang lebih canggih seperti loop, roll dan helikopter berputar, lebih sulit dan masih ditangani setelah dasar-dasar yang telah dikuasai.Karena kemungkinan menjatuhkan papan, tidak setiap klub terjun payung izin Sky surfing, dan hanya sebagian kecil skydivers telah berusaha ini spesialisasi baru dalam olahraga.

Ketika skysurfer adalah difilmkan oleh seorang penerjun payung jatuh bersama mereka, film yang dihasilkan memberikan kesan bahwa skysurfer yang naik di udara dengan cara yang sama naik surfer pada gelombang. Gerakan ke bawah tidak terlalu jelas dan ini menciptakan ilusi bahwa skysurfer adalah meluncur pada arus udara seperti sailplane atau menggantung glider. Bahkan skysurfer selalu jatuh pada kecepatan tinggi sebanding dengan setiap penerjun free falling lainnya.

Uji Adrenaline di Udara dengan Sky Surfing_feature (2)

Disiplin kompetitif sky surfing adalah olahraga tim yang terdiri dari skysurfer dan selebaran kamera dengan kamera video. Surf Sky diciptakan oleh dua skydivers Prancis, Dominique Jacquet dan Jean-Pascal Oron pada 1986 tetapi menjadi populer dan mendapat pengakuan selama tahun 1990-an berkat upaya dari beberapa eksponen pertama untuk menguasai aerobatics lebih kompleks, seperti Patrick akhir de Gayardon dan Jerry akhir Loftis. Munculnya Sky surfing bertepatan dengan usia baru lainnya disiplin dalam skydiving, seperti freestyle dan freeflying.

Uji Adrenaline di Udara dengan Sky Surfing_feature (4)

Skydiving Freestyle adalah gaya, balet sebagian besar individu yang berusaha untuk memperpanjang olahraga di luar posisi perut-ke-bumi datar tradisional yang digunakan oleh kebanyakan skydivers yang membuat formasi dengan tubuh mereka. Freeflying juga merupakan bentuk skydiving menggunakan berbagai posisi tubuh, seperti kepala di bawah atau kaki-ke-bumi, sementara masih membangun formasi dengan orang lain.

Text          : Bambang Vidiatmoko

Photos     : Berbagai Sumber

Uji Adrenaline di Udara dengan Sky Surfing.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan Pekan Olahraga Nasional [PON] akan tersaji di Papua pada tahun 2020 mendatang. Secara otomatis seluruh propinsi mempersiapkan skuad atau tim yang tangguh dan siap untuk memperebutkan gelar juara. Salah satunya adalah tim tuan rumah khususnya pada cabang olahraga gantolle.

Tim-Gantole-Papua-(2)

Pada kesempatannya kepala pelatih utama dari tim Gantolle Papua Eris Budi Utomo mengatakan, “Untuk menghadapi kejuaraan PON pada tahun 2020, tim Gantolle Papua sudah berlatih dan mempersiapkan diri selama satuh tahun. Akan ada empat orang atlet asal Papua, mereka adalah Thobias Yebleb, Dominggus Melyanus, Daud Rundi, dan Simson S. Marsyom. Kami sudah sangat intens berlatih di Kawasan Pantai Parangtritis Yogyakarta, lokasi ini sangat ideal dan save untuk tahap pelatihan.”

Tim-Gantole-Papua-(3)

Dalam PON 2020 Papua, cabang olahraga gantolle akan memperebutkan 6 medali emas yang dikategorikan dalam dua kelas yaitu pesawat Single Layer B dan Double Layer, dengan masing-masing nomor Ketepatan Mendarat perorangan dan beregu, serta Cross Country perorangan. Dengan enam medali emas yang diperebutkan, tim Gantolle akan menargetkan 2 medali emas pada nomor berebu.

Tim-Gantole-Papua-(4)

Walaupun diuntungkan sebagai tuan rumah, nyatanya tim Gantolle Papua sangat mewaspadai beberapa propinsi yang diprediksi menjadi lawan terberatnya. “Kami sangat mewaspadai kekuatan dari propinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatra Barat. Propinsi tersebut sangat berkembang dalam segi olahraga gantolle, mereka didukung sangat baik oleh Pemerintah daerahnya,” tambah Eris Budi Utomo.

Tim-Gantole-Papua-(1)

Untuk sistem penerbangan cabang olahraga gantolle di PON Papua 2020 akan menggunakan Aero Towing, terbang untuk mendapatkan ketinggian. Pesawat peserta akan ditarik menggunakan pesawat gantole bermotor atau trike. Sistem tersebut digunakan mengingat efektifitas dan efisiensi dengan tidak memanfaatkan bukit untuk penerbangan yang akan memerlukan persiapan waktu yang panjang serta pembangunan infrastruktur venue dan jalan yang akan memakan banyak biaya

Sistem semacam ini pun diprediksi akan menjadi tontonan yang sangat menarik, karena berbeda dari yang biasanya. Lokasi pertandingan cabang olahraga gantolle di PON XX 2020 Papua terdapat di Grasstrip / Air Strip landasan pacu pesawat milik perusahaan penerbangan Adventis di Doyo Baru, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Tim Gantolle Papua

 

#air #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #gantolle #handgliding #papua #PONXX2020

PON akan hadir 2020 mendatang, Tim Gantole Papua punya tekad besar raih dua medali emas.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Pordirga Gantolle Paralayang Indonesia [PGPI] khususnya pada olahraga Paralayang tengah berupaya keras melakukan perdekatan dengan Filipina selaku tuan rumah untuk memasukkan cabang olahraga [cabor] Paralayang agar dipertandingkan di kejuaraan multi-event bertajuk SEA Games 2019.

Kompetisi Paralayang Manado Fiesta 2017 Berjalan Spektakuler_news (1)

Pada kesempatannya Wahyu Yudha selaku Ketua Paralayang Indonesia menyampaikan, “Saat ini kita masih bernegosiasi dengan pihak tuan rumah dan juga National Olympic Committee [NOC] di Filipina agar memasukan cabor Paralayang untuk dipertandingkan dalam kejuaraan SEA Games 2019. Kita pun juga telah mengajak negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand untuk memperjuangkan cabor Paralayang di SEA Games 2019.”

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt6 (15)

Langkah positif ini nampaknya di dukung penuh oleh Pengurus Besar Federasi Aerosport Indonesia [PB FASI] selaku induk organisasi tempat dimana PGPI khususnya olahraga Paralayang Indonesia bernanung, “PB FASI sangat mendukung langkah kami untuk memperjuangakan Paralayang dapat di pertandingkan di Kejuaraan SEA Games 2019, bentuk dukungannya berupa surat yang ditandatangani oleh Ketua Harian PB FASI Marsekal Muda Agus Munandar,” tambahnya.

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt6 (16)

Jika pihak Indonesia sukses melakukan pendekatan tuan rumah Filipina untuk memasukan cabor Paralayang yang dipertandingkan dalam kejuaraan SEA Games 2019, dengan para atlet handal yang dimiliki Indonesia, maka sangatlah berpeluang besar meraih prestasi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#air #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #paragliding #PGPI #2019SEAGames

PGPI berupaya keras lakukan perdekatan dengan tuan rumah, untuk memasukkan cabang olahraga Paralayang.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com              Setelah terpilih menjadi Ketua Paralayang Indonesia untuk periode 2019 – 2022, Wahyu Yudha beserta tim siap membawa olahraga Paralayang lebih berjaya lagi baik segi prestasi atlet maupun kejuaraan-kejuaraan yang dibuat. Salah satu bentuk eksistensinya, Wahyu Yudha telah membuat Calender of event Paralayang Indonesia untuk tahun 2019. Setidaknya ada 19 kegiatan yang meliputi kejuaraan, training, dan meeting.

eXINA-paralayang-ilustrasi (1)

Agenda pertama yang akan digelar dengan terpilih kembali Wahyu Yudha sebagai Ketua Paralayang Indonesia adalah Yogya Air Show yang akan tersaji pada tanggal 22 – 24 Februari 2019 di Yogyakarta. Dalam kesempatannya, Wahyu Yudha mengatakan, “Rasa terimakasih untuk seluruh komunitas Paralayang Indonesia yang kembali mempercayakan saya kembali untuk memimpin olahraga Paralayang di Indonesia. Kepercayaan ini akan kami buktikan dengan cara bekerja sepenuh hati, demi kemajuan Paralayang Indonesia.”

eXINA-ilustrasi-paralayang (1)

Melalui atlet-atlet yang cukup handal, Paralayang Indonesia cukup disegani di kancah Internasional. Berbagai gelar mentereng kerap diraih oleh atlet Indonesia di beberapa kejuaraan misalnya adalah meraih gelar juara dunia pada tahun 2017 untuk nomor lomba Ketepatan Mendarat di Kejuaraan Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC], Indonesia meraih juara umum di Kejuaraan Asian Games 2018, dan pastinya masih banyak lagi prestasi lainnya.

eXINA-Timnas-Paralayang-Indonesia_image (6)

Selain prestasi untuk para atlet, target Wahyu Yudha untuk memajukan Olahraga Paralayang di Indonesia ini adalah menata kelembagaan dari pusat hingga daerah, mengimplementasikan berbagai regulasi untuk keselamatan kegiatan Paralayang, mengintensifkan serta menjaga konsistensi berbagai kejuaraan baik di tingkat junior maupun senior.

COE 2019 - Paralayang Indonesia

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#air #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #paralayang #paralayangindonesia #paragliding

Dengan terpilih kembali Wahyu Yudha, Paralayang Indonesia mempunyai jadwal padat.

READ MORE

Yogyakarta – eXtremeINA.com       Wahyu Yudha Dewanto, kembali terpilih sebagai Ketua Paralayang Indonesia untuk kedua kalinya.
Sembilan dari 13 pemilik suara dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Hotel Pesona, Yogyakarta, Minggu [16/12], sepakat memilihnya kembali.
Wahyu mengungguli Arif Eko dengan dalam Munas yang disaksikan ketua FASI-PGPI, Djoko Bisowarno.
IMG-20181216-WA0020
Sebelum pemilihan ketua, dilangsungkan pemilihan Board Paralayang Indonesia.
Kelima Board Paralayang Indonesia yang terpilih, Wahyu Yudha (DKI), Asgaf Umar (Sulteng), Arif Eko (Jatim), Alfari Widyasmara (DIY) dan Nyoman Sri (Jateng).
IMG-20181216-WA0022
Get Gendon, pelatih kepala Timnas Indonesia Asian Games 2018, mengungkapkan, pemilihan berlangsung secara demokratis.
“Saya kira, sudah tepat apa yang menjadi pilihan peserta. Disamping memiliki rekam jejak yang baik, juga positif terhadap prestasi paralayang Indonesia kedepan, dan Wahyu mampu bersinergi dengan daerah,” ujar Gendon.

Ditemui disela-sela pelaksanaan Munas, ketua terpilih, Wahyu Yudha berjanji akan menjalankan mandat yang diberikan anggota.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya bersama board terpilih, akan berupaya semaksimal mungkin membawa paralayang Indonesia menjadi lebih baik lagi,” janji Wahyu Yudha.

Text & Photos : Hery Inyo Rm

Rapat kerja & Munas telah menghasilkan Wahyu Yudha kembali terpilih untuk kedua kalinya.

READ MORE

MANADO – eXtremeINA.com   Pelaksanaan kegiatan Simulation d’ Insident en Vol (SIV) atau simulasi terjadinya insiden saat terbang paralayang, yang dihelat di Manado Skyline Tetempangan Hill, sejak pekan lalu (7/12) berlangsung sukses.
Hal ini disampaikan ketua tim kerja SIV Manado 2018, Hery Inyo Rumondor, kepada wartawan di landing area, Tongkang pantai Bulo.Menurutnya, peserta yang mengikuti kegiatan yang masuk Calendar of Event (CoE) PB FASI tahun 2018 ini, berjumlah 34 pilot paralayang, dari seluruh Indonesia.

IMG-20181213-WA0033

“Ini sebuah kebanggaan kami di Sulawesi Utara, mendapatkan kepercayaan melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.
Lanjut menurutnya, kegiatan ini sudah yang ketiga kali dilakukan setiap tahun, ditempat yang sama.
Jika pada 2016 dan 2017 instruktur berasal dari Perancis, tahun ini yang menjadi instruktur adalah pelatih Timnas Indonesia di Asian Games lalu, Teguh Maryanto.

IMG-20181213-WA0032

“Ini juga sebuah terobosan dan kebanggan, bahwa pelatih dalam negeri, mampu mengajarkan berbagai manuver acro dengan tidak adanya accident,” tambah Rumondor.
Sementara, ketua Paralayang Indonesia, Wahyu Yudha Dewanto, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini.
Menurutnya, apa yang dilakukan tim kerja Manado, akan dijadikan contoh dan ukuran untuk pelaksanaan kegiatan sejenis pada tahun tahun mendatang.

“Salute dan ucapan terima kasih bagi pelaksana, seluruh komunitas Paralayang dan Fasida Sulut, yang telah bahu membahu, sehingga SIV tahun 2018, berjalan sukses tanpa hambatan,” kata Wahyu.

Materi pelatihan SIV Manado 2018 sendiri melakukan berbagai manuver seperti antara lain, Spin to Exit, Spin to Back Fly,  Acymetric Colapse, Front Tag, Dinamic Stall, Full Stall dan Helico

Text & Photos : Pric Runtalolo

Ajang Simulation d’ Insident en Vol (SIV) yang dihelat di Manado Skyline Tetempangan Hill berlangsung sukses.

READ MORE

Puncak, Bogor – eXtremeINA.com            Tim Cross Country Putra Japan Cabang Olahraga Paragliding Asian Games, menyodok keperingkat dua dalam perolehan nilai, dan mengungguli tim Korea Selatan yang harus terlempar diposisi tiga, pada Task 3 hari ketiga lomba, yang dilangsungkan di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

IMG-20180827-WA0017

Sekalipun tim Japan mendapatkan nilai maksimal dengan 6061, karena empat atlitnya berhasil goal, namun tim Cross Country Indonesia, masih tetap memimpin ditempat teratas, dengan raihan nilai 6308. Tim Korea memiliki nilai 5808, unggul tipis dari tim Nepal dengan yang mendapatkan nilai 5793.

Yoshiaki Hirokawa, atlit Japan yang mendapatkan nilai tertinggi di Task 4 ini mengatakan kepada eXtremeINA.com, keberhasilan timnya hari ini, tidak terlepas dari strategi yang diterapkan.

IMG-20180827-WA0015

“Kami menunggu saat yang tepat uintuk melakukan take off. Termasuk melihat jalur penerbangan yang dilakukan para atlit Indonesia, karena mereka sudah terbiasa dan mengetahui bagaimana harus melakukan penerbangan dikawasan sini,” ujar Hirokawa.

 

Text dan Photo: Hery Inyo Rm

Paragliding Asian Games 2018, Japan Menyodok, Indonesia Tetap Memimpin

READ MORE

Puncak, Bogor –  eXtremeINA. Tim Putra Paragliding Indonesia di nomor Cross Country Beregu Asian Games 2018, memperoleh nilai 2917. Dengan hasil ini, Roni Pratama, Joni Effendy, Aris Apriansyah, Hening Paradigma dan Jafro Megawanto, untuk sementara memimpin diurutan teratas.

Tim Korea Selatan menyusul diurutan kedua, dengan raihan nilai 2500, dan secara mengejutkan Tim Nepal mampu unggul tipis dari tim beregu putra Japan diposisi ketiga, dengan nilai 2255.

Diawal lomba, hampir semua pilot kesulitan menunjukkan performa terbaik mereka, karena cuaca yang kurang mendukung. Kondisi ini, membuat lomba sempat dihentikan Meet Director (Penata lomba-red), David Snowden, asal Australia, sekitar 40 menit.

IMG-20180826-WA0004

Hal inipun diakui Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Get Gendon Subandono. Menurutnya diawal lomba yang dimulai pada pukul 10.30 wib, hanya sekitar empat atlit yang terbang.

“Awan rendah dan cenderung berkabut, membuat atlit kesulitan melakukan tugas yang diberikan. Setelah pukul sebelas lewat, cuaca membaik, dan semua pilot dapat lakukan lepas landas,” jelas Gendon.

Setelah tiga jam melakukan penerbangan, enam atlit masing-masing Korea Selatan (1 Pilot putra), Japan (1 Pilot putra), Indonesia (2 Pilot putra), Nepal (1 Pilot putra), dan 1 Pilot putri asal Korea Selatan, berhasil melakukan pendaratan di Goal Point.

IMG-20180826-WA0003

Keenam atlit ini adalah, Moonseob Lim dan Woo Young Jang (Korsel), Takuo Iwasaki (Japan), Roni Pratama dan Jafro Megawanto, serta Yukesh Gurung (Nepal).

Meet Derector Paragliding Asian Games 2018, David Snowden secara khusus kepada eXtremeINA.com mengatakan, lomba hari pertama nomor Cross Country, sekalipun secara umum lancar, namun sangat menantang.

“Sekalipun sempat tertunda karena perubahan cuaca, namun atlit bertanding dengan sangat kompetitif,” kata Snowden.

Nomor Cross Country Paragliding Asian Games 2018, hanya mempertandingkan nomor beregu putera dan puteri, yang akan berlangsung hingga 29 Agustus mendatang. Indonesia sendiri, menurunkan 5 atlit Putra dan 3 Putri, yakni Lis Andriana, Rika Widjayanti dan Ike Ayu Wulandari.

 

Text dan Photo: Hery Inyo Rm

Indonesia Memimpin Nomor Cross Country

READ MORE

Puncak, Bogor – eXtremeINA.com.       Meskipun bukan merupakan nomor andalan dan tidak menjadi target perolehan medali, namunTim Paragliding Indonesia di Asian Games, tetap berupaya maksimal memberikan yang terbaik pada nomor lomba  Cross Country , di Pasir Sumbul, Puncak, Bogor Jawa Barat.

IMG-20180825-WA0000

Hal ini dikatakan Get Gendon Subandono, pelatih kepala tim nasional paragliding Indonesia secara khusus kepada eXtremeINA.com, di Puncak, Bogor  Jawa Barat .

“Tim Nasional akan berusaha sebaik mungkin untuk coba bersaing dengan pilot-pilot paragliding berkelas dunia,” katanya.

Menurut Gendon, pesaing utama atlit Indonesia, akan datang dari Korea Selatan, Jepang dan Nepal.

“Ketiga negara ini, memiliki pilot-pilot berkelas dunia. Bahkan, pilot dari Jepang dan Korea, berada diurutan atas ranking Asia,” katanya lagi.

IMG-20180825-WA0010

Sementara, terkait kondisi cuaca di puncak, menurut Gendon, sangat berbeda dengan seminggu sebelumnya. Dijelaskan, pada saat latihan resmi hari ini (Jumat 24/08), base cloud rendah, berbeda dengan hari hari sebelumnya, awan sangat tinggi dan langit cerah.

Tim Nasional Paragliding Indonesia, menunjukkan trend positif, setelah sebelumnya berhasil meraih medali emas di nomor Ketepatan Mendarat (Accuracy) perorangan putra, melalui Jafro Megawanto.

Selain itu, Indonesia juga menyumbangkan medali emas di Beregu Putra, melalui Jafro Megawanto, Aris Afriansyah, Hening Paradigma, Rony Pratama dan Johny Effendy.

Sementara, di nomor perorangan putri, Rika Widjayanti berhasil meraih perunggu, serta trio Liz Andriana, Ike Ayu Wulandari dan Rika Widjayanti, berhasil merebut medali Perak.

Kedelapan pilot ini, akan turun dinomor beregu Cross Country (Lintas Alam). Nomor ini, hanya mempertandingkan beregu putra dan putri.

 

Text dan Photo : Hery Inyo Rm

Indonesia Bidik Nomor Cross Country Paragliding Asian Games

READ MORE

Puncak Bogor – eXtremeINA.com. Tim Nasional Paragliding Indonesia, menjadi salah satu Cabang Olahraga (Cabor), yang hingga saat ini, menjadi pengumpul medali terbanyak di Asian Games 2018, yang dihelat di Jakarta-Palembang.

Seperti diketahui, Tim Nasional Paragliding Indonesia, berhasil meraih dua medali emas di nomor Ketepatan Mendarat (Accuracy) perorangan putra, melalui Jafro Megawanto dan dinomor Beregu Putra, dengan formasi Jafro Megawanto, Aris Afriansyah, Hening Paradigma, Roni Pratama dan Joni Effendy.

IMG-20180825-WA0006

Selain itu, Indonesia mampu meraih medali Perunggu dinomor perorangan putri, atas nama Rika Widjayanti, serta trio Liz Andriana, Ike Ayu Wulandari dan Rika Widjayanti, yang merebut medali Perak.

Atas keberhasilan ini, pelatih kepala tim Indonesia, Get Gendon Subandono mengatakan, tidak dicapai dengan mudah, namun penuh perjuangan hingga round terakhir.

IMG-20180825-WA0019

“Dinomor individu putra, persaingan dengan Thailand, sangatlah keras. Raihan medali emas, baru bisa dipastikan pada round 10, karena selisih poin Jafro dan jagoan Thailand, Sarayut Chinpongsatorn, cukup dekat,” jelas Gendon.

Sementara, di nomor beregu Putra, persaingan Indonesia, Thailand, Korea Selatan dan China, terjadi pada round 4, dari total 6 round. Ketiga negara ini terus membayangi poin Indonesia.

Di Round 6, Jafro, Paradigma, Aris, Jony, dan Roni, membuat nilai maksimal, sehingga mampu mengclaim medali Emas untuk Indonesia.

IMG-20180825-WA0005

“Pemerintah sangat mengapresiasi capaian yang ditunjukkan atlit-atlit Paralayang Indonesia di Asian Games ini. Bonus sudah sudah pasti,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, disela-sela penyerahan medali.

 

Text dan Photo: Hery Inyo Rm

Paragliding Sudah Persembahkan Empat Medali di Asian Games

READ MORE
<