eXtremeINA.com

Puncak, Bogor – eXtremeINA.com            Sejarah olahraga dirgantara tercatat di Asian Games XVIII 2018 Jakarta dan Palembang. Untuk pertama kalinya olahraga udara, yang diwakili Paralayang, dilombakan. Prestasi dunia para pilot (sebutan bagi atlit olahraga dirgantara) Indonesia dan pendekatan PB FASI (Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia) ke KOI (Komite Olimpiade Indonesia), Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) serta OCA (Komite Olimpiade Asia) lewat FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk olahraga dirgantara dunia, berbuah manis. Terbuka lebar kesempatan tuanrumah Indonesia, menambah perolehan medali emas dari cabang olahraga yang berkembang di Indonesia pertengahan era ‘80an. Para penggiat olahraga dirgantara di Indonesia, sangat berharap diraihnya medali emas perdana di ajang Asian Games.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, berharap lebih dari 2 medali emas bisa direbut para pilot Indonesia, mengingat pencapaian di Seri PGAWC 2017. Pada Seri Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (Para Gliding Accuracy World Cup) 2017, Indonesia memborong gelar Juara Dunia semua kelas; Putri, Umum dan Beregu. Kelas Umum adalah peringkat keseluruhan pilot Putri dan Putra. Sementara dalam pengajuan anggaran persiapan Asian Games 2018 oleh PGPI (Persatuan Gantolle dan Paralayang) Bidang Paralayang sebsar Rp. 34,6 Milyar, yang akhirnya disetujui Kemenpora Januari lalu sebesar Rp. 12,3 Milyar, sasaran yang dipatok PGPI Bidang Paralayang melalui Ketuanya, Djoko Bisowarno, adalah 1 medali emas. Menurut Gendon Subandono, Pelatih Kepala Pelatnas Paralayang, perolehan 2 medali emas di nomor Ketepatan Mendarat Beregu Putri dan Putra adalah realistis. “Persiapan kita fokus ke nomor Ketepatan Mendarat,” ujarnya.

digma gotong payung_01

Indonesia sempat disegani para pilot dunia di nomor Ketepatan Mendarat/KTM Kelas Putri, setelah berturutan meraih gelar Juara Dunia Seri PGAWC pada 2010 hingga 2014, atas nama Ifa Kurniawati (2010), Milawati Sirin (2011) dan Lis Andriana (2012-2014). Berkat topografi alamnya yang sangat menantang, Indonesia menjadi surga olahraga udara dan wajib disambangi para atlit dirgantara dunia.

Daya tarik alam yang didukung kekayaan budaya, kuliner serta sejarah membuat FAI sering mempercayakan Indonesia menggelar berbagai kejuaraan olahraga dirgantara tingkat dunia. Namun yang paling mencuat di ajang multievent adalah cabor Paralayang. Sejak Pekan Olahraga Pantai Asia (Asian Beach Games) pertama di Bali 2008 dan SEA Games 2011 di Puncak, Jawa Barat, maupun ajang resmi FAI seperti; Pra Piala Dunia (PWC) Lintas Alam di Batu Dua, Sumedang, Jawa Barat 2013 dan PWC Palu 2017, Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara (WPAC/World Paragliding Accuracy Championship) 2015 di Puncak, Jawa Barat, Piala Asia Lintas Alam II 2017 di Puncak dan ajang tahunan Seri PGAWC di Puncak, Painan (Sumatera Barat), Bali, Lombok, Manado (Sulawesi Utara) dan Batu, Malang (Jawa Timur).

ike takeoff3

Digelarnya cabor Paralayang di Asian Games XVIII 2018 juga merupakan kesempatan amat baik mengenalkan wisata olahraga udara di Indonesia. Kala menyambut Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara (WPAC/World Paragliding Accuracy Championship) 2015 di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, mengingatkan, ”Tidak cukup kita menjunjung tanah dan air, jangan lupa udara. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, potensi wisata olahraga udara sangat besar. Kalau turis mancanegara mau jauh-jauh ke sini hanya untuk selancar, menyelam, snorkling, jet ski dan berlayar, kenapa tidak untuk Paralayang dan olahraga udara lainnya?!” Karenanya, Menteri Nahrawi meminta kalangan BUMN peduli dan ikut mengembangkan potensi menjanjikan itu.

 

Jumlah Peserta dan Nomor Lomba

Meski sudah 99 pilot (29 putri) dari 16 negara (11 negara mengirim pilot putri) yang resmi mendaftar ke Inasgoc, Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia, hingga batas akhir Entry By Name (Pendaftaran Berdasarkan Nama) 30 Juni lalu, Ketua Persatuan Gantolle dan Paralayang Indonesia (PGPI), Djoko Bisowarno mengatakan, “Masih memberi waktu 3 negara mendaftar; Arab Saudi, Filipina dan India. Namun batas jumlah peserta adalah 120 pilot.”

Ke-16 negara peserta cabor Paralayang Asian Games XVIII 2018, yang sudah resmi terdaftar; Afghanistan, Cina, Cina Taipei, Hongkong, Indonesia, Iran, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Qatar, Singapura dan Thailand.

Cabor Paralayang akan memperebutkan 6 medali emas, perak dan perunggu untuk 3 nomor lomba;

Ketepatan Mendarat/KTM Perorangan Putri dan Putra

Ketepatan Mendarat/KTM Beregu Putri dan Putra serta

Lintas Alam (XC/Cross Country) Beregu Putri dan Putra

 

Belum diputuskan Panitia Pelaksana Cabor Paralayang, apakah yang akan dilombakan nomor Lintas Alam Terbuka/Open Distance Cross Country atau Lintas Alam Terbatas (Race To Goal/RTG).

Sistim lomba adalah kompetisi penuh. Tidak ada semi-final dan final. Jumlah nilai yang diperoleh setiap pilot dari seluruh ronde penerbangan, akan menentukan peraihan medali.

Mengingat Paralayang adalah olahraga alam yang sangat bergantung kondisi cuaca dan angin, maka minimal 1 ronde/satu kali penerbangan bagi tiap pilot, sudah dinyatakan sah untuk menentukan peraihan medali baik di nomor KTM maupun XC. Paling banyak akan dilaksanakan 12 ronde untuk nomor KTM. Sedangkan di nomor XC paling banyak 5 ronde.

Panitia Pelaksana akan berikan tiap pilot Alat Pantau Langsung (Live Tracking Device/LTD). Gunanya untuk memantau kondisi penerbangan tiap peserta, menambah variasi liputan bagi media dan memudahkan pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue) apabila terjadi pendaratan darurat atau kecelakaan.

 

Takeoff  Baru

Menyambut Asian Games XVIII 2018, lokasi lepas landas di Bukit Naringgul (lebih dikenal sebagai Bukit 250, karena ketinggiannya 250 meter di atas permukaan tanah lokasi pendaratan, 1250m DPL), di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah diperluas menjadi dua kali ukuran sebelumnya, ditambah lebarnya 20 meter. Menurut Walikota Bogor Nurhayanti, biaya pembangunan seluruh sarana olahraga dirgantara di kawasan Gunung Mas, termasuk perbaikan jalan menuju lokasi takeoff yang longsor, perluasan lahan parkir mobil dan lokasi pendaratan di Kampung Pensiunan, Cisarua yang diperpanjang, menghabiskan dana Rp. 2,9 Milyar. Dana tersebut diambil dari APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

Selain agar dapat menampung jumlah pilot peserta AG ’18 dengan batas paling banyak 120 pilot, pelebaran jalur takeoff akan mempercepat tahapan lepas landas. Bila sebelumnya hanya dua pilot bisa lepas landas bergantian, maka dengan takeoff baru, bisa empat pilot bergantian. Karena arah dan kecepatan angin bisa berubah dalam waktu singkat, maka pilot akan berusaha lepas landas secepat mungkin untuk melakukan penerbangan. Juga dibutuhkan tempat luas untuk membuka parasut/payung.

Baik dalam nomor Ketepatan Mendarat (KTM/Accuracy) maupun Lintas Alam (XC/Cross Country), Meet Director (Direktur Lomba) akan membatasi waktu lepas landas (open window). Misalnya dimulai setelah Pilot Briefing, penjelasan teknis lomba bagi para pilot untuk hari tersebut, dari pukul 8.30 hingga 15.00. Dalam nomor KTM, pilot hanya akan terbang sekitar 4-6 menit sejauh 1,2 km menuju titik pendaratan di perkebunan teh Kampung Pensiunan, Cisarua. Bila cuaca dan angin baik, dalam sehari pilot bisa terbang 3 ronde (sortie). Direktur Lomba berhak menghentikan lomba bila cuaca hujan atau kecepatan angin di lokasi takeoff melebihi batas wajar 25 km/jam. Guna lepas landas dengan baik dan aman, kecepatan angin minimal 5km/jam dan dari arah depan lokasi takeoff.

Bukit Pasir Sumbul (1.450 m ASL/Diatas Permukaan Laut), yang terletak di belakang Bukit 250, dijadikan lokasi lepas landas nomor Lintas Alam. Karena ketinggiannya 300 meter di atas permukaan tanah lokasi pendaratan, maka lebih cocok untuk terbang lintas alam dibanding Bukit 250.

jafro standby_01

Peta Kekuatan

Peta kekuatan cabor Paralayang di Asia tak berubah sejak 2011. Di nomor Ketepatan Mendarat, pesaing Indonesia tetap Thailand dan Korea Selatan. Pada Seri 3 PGAWC 2018, 13-15 Juli lalu di Gunung Banyak, Batu, Malang, Jawa Timur, Thailand berhasil merebut medali emas seluruh kelas; Umum, Putri dan Beregu. Pilot senior putrinya, Nunnapat “Bebie” Phuchong tetap bakal menjadi pesaing berat Rika Wijayanti, Juara Dunia Seri PGAWC 2017. Nunnapat adalah Juara Dunia bertahan Kelas Putri WPAC (Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara/World Paragliding Accuracy Championship) 2015 dan 2017. Pada WPAC 2017 di Albania, Rika mendapat perunggu. Thailand kini dilatih Andhika Munir, asal Indonesia. Adalah Munir yang mengembangkan Paralayang di Thailand jelang SEA Games 2011, agar syarat peserta minimal 4 negara tiap cabor terpenuhi.

Menurut Gendon Subandono, Pelatih Kepala Pelatnas Paralayang, pada Tagor Siagian, Humas PB FASI, khususnya tentang kinerja di nomor KTM, “Anak-anak mentalnya sudah sangat kuat, tinggal bagaimana mereka mensiasati kondisi angin jika tiba-tiba berubah jelang mendarat. Paralayang kan olahraga dinamis, tidak ada yang pasti. Jika di takeoff angin lembut dari arah depan, bisa-bisa di landing angin kencang dari samping!” Gendon yang ikut mengembangkan olahraga Paralayang di Indonesia pada pertengahan ‘80an, mengakui penyelesaian akhir berupa teknik pijakan saat mendarat para pilot perlu diperbaiki. “Agar lebih tepat di titik nol. Bisa saja menginjak pad seperti pilot lain, namun mereka lebih tepat,” jelasnya. Pad adalah bantalan elektronik bergaris tengah 17 cm, terhubung langsung ke papan nilai. Sehingga jika ingin mendapat nilai sempurna 00,00, maka harus menginjaknya tepat di tengah.

 

Peluang Di Nomor Lintas Alam

Sedangkan di nomor Lintas Alam (Terbuka), pesaing kuat Indonesia adalah Jepang, Korea Selatan dan Cina. Sebagai perbandingan, pada peringkat pilot Asia-Oceania nomor Lintas Alam Kelas Umum versi FAI per 1 Agustus 2018, Roni Pratama di peringkat 97. Sedangkan pilot Korea Selatan, Yongtae Ahn di peringkat 2 dan Yoshiaki Hirokawa (Jepang), peringkat 4. Pilot Australia menempati peringkat 1 dan 3. Australia tidak mengikuti Asian Games. Pilot Paralayang Putri dan Putra asal Asia-Oceania yang terdaftar di FAI berjumlah 1047 orang. Sedangkan di seluruh dunia yang tercatat FAI terdapat 6775 orang.

Akan menarik melihat pertarungan antara raja-raja lintas alam Asia-Oceania, Korea Selatan dan Jepang. Yoshiki Kuremoto (Jepang), peringkat 14 Asia-Oceania, tentunya ingin membalas kegagalannya meraijh juara Asia pada Piala Asia II Lintas Alam di Puncak tahun lalu yang menjadi ajang ujicoba jelang Asian Games 2018. Pilpyo Hong (Korsel/84) yang menjadi juara. Sedangkan Yoshiaki Hirokawa (Jepang), juara Pra Piala Dunia Lintas Alam 2013 di Batu Dua, Sumedang, yang menempati peringkat 4 Asia-Oceania versi FAI per 1 Agustus, tentunya ingin merebut medali emas guna melewati peringkat 2 Asia-Oceania asal Korsel, Yongtae Ahn.

Sementara di Kelas Putri, duo ratu lintas alam Asia-Oceania asal Jepang, Keiko Hiraki (peringkat 2) dan Atsuko Yamashita (5) bertekad menahan gempuran trio Korsel; Wooyoung Jang (3), Geonhye Hyoung (6) dan Jinhee Baek (7). Adapun peringkat 9, Ye Lei (Cina) dapat mencuri medali apabila para pilot Jepang dan Korsel ceroboh dan melakukan kesalahan akibat terlalu ngotot dalam bersaing. Minimnya kejuaraan lintas alam yang diikuti para pilot Indonesia berakibat peringkat mereka diluar 20 Besar; Rika Wijayanti (27), Ike Ayu Wulandari (29) dan Lis Andriana (33).

Kurang berhasilnya Indonesia di Piala Asia II Lintas Alam tahun lalu di Puncak, yang menjadi ajang ujicoba AG ‘18, antara lain disebabkan kondisi peralatan yang kurang memadai. Indonesia hanya meraih medali perunggu Kelas Putra atas nama Roni Pratama. Sedangkan ketiga medali emas Kelas Putra, Kelas Putri dan Beregu diborong para pilot Korea Selatan (Korsel). Parasut yang digunakan para pilot Indonesia tertinggal teknologinya dari para pilot Jepang dan Korsel. Jika Indonesia memakai parasut buatan 2014, maka Jepang dan Korsel memakai payung buatan terbaru tahun lalu. Hal itu sudah diantisipasi jelang AG ‘18. Kemenpora yang mendanai persiapan semua cabor yag diikuti Indonesia, sudah membelikan parasut terbaru produksi luar negeri tahun 2017. Wakil Sekjen II PB FASI (Federasi Aero Sport Indonesia), Kol. Pnb. Agung Sasongkojati sudah menerima 18 parasut akhir Mei lalu dan diserahkan ke Pelatnas pada 6 Juni. Mereknya berbeda, sesuai dengan permintaan tiap pilot. Namun kedatangan payung baru dianggap agak terlambat. “Minimal butuh enam bulan untuk penyesuaian payung Ketepatan Mendarat. Kalau payung Lintas Alam, semakin baru, semakin enak dipakai, tidak perlu penyesuaian lama,” ujar Thomas Widyananto, peraih 4 medali emas SEA Games 2011 yang tidak masuk Timnas Asian games 2018.

Mantan Juara Dunia Lintas Alam Paralayang 2007, Bruce Goldsmith saat melatih Pelatnas 1-7 Juni lalu di Puncak, mengatakan, “Mereka sudah bagus tekniknya, hanya kurang efisien terbangnya,” ujar ayah tiga anak itu. Maksud mantan juara nasional Inggris itu, dalam nomor lintas alam (XC/Cross Country), pilot tak boleh membuat banyak gerakan yang tidak perlu saat terbang. “Akibatnya parasut bisa hilang ketinggian dan terpaksa mendarat, padahal seluruh soal belum dikerjakan dan gagal mencapai garis finish. Dalam lomba lintas alam, itu jelas akan merugikan pilot,” jelasnya kepada Tagor Siagian, Humas PB FASI. “Mereka juga tidak boleh ragu-ragu kalau terbang. Saatnya harus ngebut, ya ngebut saja!” lanjutnya. Bruce menyayangkan sedikitnya lomba XC yang diikuti Pelatnas. Mereka hanya turut dalam Seri Piala Dunia XC di Bright, Australia tahun lalu. “Karena bagaimanapun, pengalaman adalah guru paling berharga. Terbiasa bertanding dengan para pilot unggulan dunia juga akan memperkuat mental pilot,” tegasnya. Bruce akan menjadi Pengawas Teknis saat Asian Games nanti.

Bagaimana peluang para pilot Merah Putih menjadi juara umum cabang Paralayang AG ’18 menurut mantan juara dunia olahraga udara Gantolle (Layang Gantung) era ‘90an itu? “Sebagai tuanrumah, mereka wajib memaksimalkan penguasaan medan. Mereka harus lebih cerdik membaca tanda-tanda alam. Atlit jangan dibebani sasaran pencapaian medali emas. Biarkan mereka menikmati terbang,” serunya. Yang dimaksud Bruce dengan membaca tanda-tanda alam adalah saat terbang, jeli melihat arah gerakan pohon, daun jatuh atau riak air sungai. “Pilot yang baik harus bisa antisipasi perubahan arah angin secepat mungkin. Karena dalam Race To Goal, sepersekian detik sangat menetukan,” tegasnya.

rika wijayanti takeoff2

Race To Goal

Dalam nomor Race To Goal (Lintas Alam Terbatas), setiap ronde para pilot akan diberikan soal berbeda. Mereka harus terbang sejauh jarak tertentu, di atas beberapa titik dalam waktu tercepat. Biasanya rutenya berbentuk segitiga, sesuai kondisi cuaca dan angin. Setiap hari, pilot hanya terbang satu ronde., mengingat waktu tempuh bisa mencapai 3 jam. Perangkat GPS (Global Positioning System) yang wajib dibawa setiap pilot, yang merekam jejak penerbangan, lalu diserahkan ke bagian kamar hitung untuk diunggah dan dibuat perhitungan nilai. Jumlah nilai tertinggi selama seluruh ronde yang menentukan juara.

Di nomor Race To Goal, Indonesia menaruh harapan besar pada pilot putra Hening “Digma” Paradigma, pemegang rekor nasional Lintas Alam sejauh 109 km yang ia buat pada 2012, dengan terbang dari Wonogiri ke Pati (Jawa Tengah).

Saat Piala Asia Lintas Alam II tahun lalu di Puncak, sebagai ujicoba AG ’18, pilot mendapat soal terbang rute Puncak-Cianjur-Lido-Sentul-Puncak yang berjarak sekitar 70 km. Jarak tempuh dalam soal berkisar 8,3 hingga 11,7 kilometer setiap ronde. Mengarah ke radius 17 km sekitar kawasan Danau Lido, Sukabumi, lalu radius 22 km di kawasan Sentul dan kembali ke kawasan perkebunan teh di Cisarua.

Parasut memadai dengan teknologi terkini, sangat mempengaruhi kemampuan pilot bermanuver untuk menambah kecepatan dan menjelajahi termal (udara panas yang bersumber dari awan). Keberhasilan mendapat termal sangat diperlukan guna mampu terbang tinggi dan sejauh mungkin demi mencapai seluruh titik dalam soal.

 

Timnas Baru Ditentukan

Meskipun batas akhir Pendaftaran Nama Atlit (Entry By Name) yang ditentukan Inasgoc adalah 30 Juni lalu, Ketua Persatuan Gantolle dan Paralayang Indonesia (PGPI), Djoko Bisowarno, mengatakan masih melihat perkembangan 18 pilot Pelatnas (8 putri dan 10 putra), sebelum menentukan tim nasional sebanyak 8 pilot (3 putri dan 5 putra). “Itu bagian dari strategi kita, agar lawan tidak mengetahui kekuatan kita,” ujarnya. Sudah bergabung sejak Januari 2017, Pelatnas Paralayang berlatih di Bukit 250 dan Bukit Pasir Sumbul, Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat. Sesekali mereka berlatih di Guung Kasur, Cipanas bila kondisi angin tidak memungkinkan terbang di Puncak.

Baru pada Sabtu (4/8) sore lalu, Pelatih Kepala Pelatnas, Gendon Subandono, menyampaikan nama-nama pilot Tim Nasional Paralayang Asian Games XVIII 2018;

Putri:

  1. Ike Ayu Wulandari (Jawa Timur, 23)
  2. Rika Wijayanti (Jawa Timur, 24)
  3. Lis Andriana (Kalimantan Timur, 35)

 

Putra:

  1. Aris Afriansyah (Banten, 24)
  2. Hening Paradigma (Jawa Tengah, 32)
  3. Roni Pratama (Jawa Timur, 22)
  4. Joni Efendi (Jawa Timur, 28)
  5. Jafro Megawanto (Jawa Timur, 22)

Alumni generasi emas timnas SEA Games 2011 yang memborong 10 dari 12 medali emas, seperti Milawati Sirin (Juara Dunia Seri PGAWC 2011), Thomas Widyananto (peraih empat medali emas saat itu), dan Juara Dunia Kelas Umum Seri PGAWC 2017, Kol. dr. Elisa Manueke tidak termasuk diantaranya. Menurut Gendon Subandono, Pelatih Kepala Pelatnas Paralayang Indonesia, perkembangan selama Pelatnas sejak Januari 2017, sangat menentukan pemilihan tim nasional. “Jadi bukan hanya berdasarkan prestasi mereka di Seri PGAWC 2017 dan 2018, Seri Piala Dunia Lintas Alam Februari lalu di Bright, Australia, Piala Asia II Lintas Alam 2017 dan Kejurnas Manado Juni lalu,” jelasnya.

Text & Photo  : Tagor Siagian

 

 

Peringkat Asia-Oceania pilot Timnas Indonesia dan calon pesaingnya, versi FAI per 1 Agustus 2018:

 

Nomor Ketepatan Mendarat:

Putri (122 pilot), 270 pilot seluruh dunia:

  1. 1.Nunnapat Phuchong (Thai)
  2. 4. Ike Ayu Wulandari (Ina)
  3. 5. Rika Wijayanti (Ina)
  4. 6. Lis Andriana (Ina)
  5. 7. Dagyeom Lee (Korsel)
  6. 9. Chantika Chaisanuk (Thai)
  7. 10. Insuk Kang (Korsel)
  8. 12. Sunita Thapa (Nepal)

 

Umum (dari 868 pilot), 2140 pilot Putri dan Putri seluruh dunia:

  1. 1. Roni Pratama (Ina)
  2. 2. Jafro Megawanto (Ina)
  3. 3. Hening Paradigma (Ina)
  4. 6. Aris Afriansyah (Ina)
  5. 13. Wang Jianwei (Cina)
  6. 14. Jirasak Witheetam (Thai)
  7. 15. Tanapat Luangiam (Thai)
  8. 16. Joni Efendi (Ina)
  9. 24. Byungchang Jeun (Kor)
  10. 26. Moonseob Lim (Kor)

 

Nomor Lintas Alam (XC/Cross Country):

Putri (dari 122 pilot), 547 pilot putri seluruh dunia:

  1. 1. Karl Ellis (Australia)
  2. 2. Keiko Hiraki (Jpg)
  3. 3. Woo Young Jang (Kor)
  4. 5. Atsuko Yamashita (Jpg)
  5. 6. Geonhye Hyoung (Kor)
  6. 7. Jinhee Baek (Kor)
  7. 8. Junghun Park (Kor)
  8. 9. Ye Lei (Cina)
  9. 10. Hyunhee Kim (Kor)
  10. 27. Rika Wijayanti (Ina)
  11. 29. Ike Ayu Wulandari (Ina)
  12. 33. Lis Andriana (Ina)

 

Umum (1041 pilot dari 6616 pilot Putri dan Putra seluruh dunia):

  1. 1. Gareth Carter (Australia)
  2. 2. Yongtae Ahn (Kor)
  3. 4. Yoshiaki Hirokawa (Jpg)
  4. 5. Jungman Choi (Kor)
  5. 9. Youngjong Park (Kor)
  6. 10. Moonseob Lim (Kor)
  7. 11. Soheil Barikani (Iran)
  8. 12. Kiyoshi Nariyama (Jpg)
  9. 14. Yoshiki Kuremoto (Jpg)
  10. 39. Yoshi Pasha (Ina)
  11. 78. Thomas Widyananto (Ina)
  12. 97. Roni Pratama (Ina)

 

Jadwal Cabor Paralayang Asian Games XVIII 2018, Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 19-30 Agustus:

Berlangsung secara kompetisi penuh. Tidak ada semi-final dan final. Jumlah nilai dari seluruh ronde/penerbangan yang diikuti tiap pilot, menentukan peraihan medali.

 

19/8                 : Latihan Resmi & Pertemuan Teknis Peserta

20-23/8           : Lomba Nomor Ketepatan Mendarat/KTM

24/8: Pk. 8-10 : Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) KTM

Latihan Resmi Lintas Alam/XC (Cross Country)

25-29/8           : Lomba Nomor XC

30/8                 : UPP XC

 

 

Menanti Emas Pertama Olahraga Dirgantara

READ MORE

eXtremeINA.com  Wingsuit flying memang masih belum terlalu populer di Indonesia, tetapi di luar negeri olahraga ekstrem ini sudah memiliki banyak penggemar. Aksinya bahkan sudah dapat dilihat pada beberapa film layar lebar. Pada dasarnya wingsuit flying adalah aktivitas yang sama dengan olahraga terjun payung lainnya seperti skydiving. Yang membedakan wingsuit flying lebih cenderung terbang ketimbang terjun di udara.  Untuk itu perlu desain pakaian khusus yang memungkinkan kita untuk “terbang meluncur” di udara. Kostum wingsuit flying seperti namanya mengambil konsep sayap, jadi diantara tangan dan kaki ditambahkan kain selaput begitu juga diantara kedua kaki, yang bertujuan agar kostum tersebut bisa menahan laju gravitasi sehingga bisa bergerak meluncur secara horizontal.

wingsuit-flying (4)

Berikut adalah beberapa gerakan akrobatik yang dilakukan pada wingsuit flying:

Demo Wingsuit Flying

Adalah jenis aero akrobatik yang dilakukan dalam wingsuit flying dengan tujuan menghibur penonton. Dibutuhkan lebih dari dua orang yang kemudian membentuk formasi atau bahkan menambahkan efek sayap di kedua atau salah satu sisi sayap. Kurang lebih demo wingsuit flying ini mirip dengan aero akrobatik pada pesawat hanya saja dalam wingsuit flying dilakukan secara manual oleh manusia.

Wingsuit Artistic

Jenis ini membutuhkan teknik aero akrobatik yang lebih rumit. Teknik ini biasa dipergunakan dalam ajang perlombaan untuk memikat penilaian juri. Penerjun akan beraksi di udara dengan manuver-manuver yang cantik.

wingsuit-flying (3)

Wingsuit Stunt

Gerakan wingsuit flying ini biasanya adalah bagian dari proyek perfilman dan bukan bagian dari olahraga wingsuit flying. Meskipun demikian dibutuhkan skill untuk terbang persis seperti yang diinginkan oleh sutradara dan ini tentunya tidak mudah.

Wingsuit Rodeo

Wingsuit flying jenis ini adalah yang paling ekstrem. Untuk melakukannya dibutuhkan dua orang penerjun. Penerjun pertama memakai kostum wingsuit sedangkan penerjuan kedua tidak. Pada wingsuit rodeo penerjun yang tidak memakai kostum wingsuit akan terjun dan meluncur diatas badan penerjun yang mengenakan wingsuit. Penerjun yang tidak mengenakan kostum wingsuit bisa menaiki, menduduki atau berdiri diatas penerjun yang berkostum wingsuit. Bertambahnya beban membuat aksi ini tidak bisa dilakukan secara lama, mereka harus terpisah untuk mengembangkan parasut masing-masing.

wingsuit-flying (1)

Buzzing

Adalah gerakan yang tersulit karena penerjun akan terbang mendekati orang lain yang ada di udara seperti penerjun tandem, penerjun gantole atau orang yang ada di atas balon udara. Jenis wingsuit ini sangat berbahaya karena wingsuit flying sangat cepat dan mungkin bisa menabrak orang lain, maka dari itu biasanya aksi ini sudah direncanakan sebelumnya.

 

#air #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #wingsuit

Text                : eXtremeINA.com

Photos           : Berbagai Sumber

Wingsuit Flying adalah aktivitas yang sama dengan olahraga terjun payung lainnya seperti skydiving.

READ MORE

eXtremeINA.com             Selain menjadi olahraga ekstrem Paralayang mempunyai sensasi terbang melayang dengan parasut di udara merasakan kebebasan diatas daratan melayang-layang melintasi perbukitan dengan pemandangan yang menakjubkan, serta memacu andrenalin dan jiwa petualang, bila ingin mencobanya dan tidak takut akan ketinggian, karena diperlukan keberanian melayang dengan parasut di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut.

Paralayang, Sensasi Melihat Pemandangan Alam_features (1)

Paralayang adalah sebuah olahraga udara menggunakan parasut, paralayang dapat diartikan sebuah parasut yang dapat diterbangkan dan dapat mengangkat badan penerbang. Parasut ini bisa mendarat atau lepas landas dengan menggunakan bantuan kaki dari pilot paralayang.

Untuk dapat merasakan olahraga ini, tidak sulit untuk mencari tempat paralayang yang berada di kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat. Salah satu lokasi yang paling sering di jadikan arena latihan adalah di kawasan wisata puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, merupakan tempat yang cocok untuk para penggemar paralayang.

Paralayang, Sensasi Melihat Pemandangan Alam_features (2)

Untuk mencoba olahraga ini butuh faktor pendukung alam seperti angin dan cuaca sangat menentukan bagi pilot tandem untuk memutuskan bisa terjun atau tidak, biasanya jam 12 siang hingga jam 3 sore adalah saat yang tepat untuk mencoba paralayang. Kalau hanya ingin sekadar mencoba bisa berdua dengan pilot untuk terbang tandem.

#aerosport #air #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #paragliding

Text             : eXtremeINA.com

Photo’s        : Berbagai Sumber

eXtremeINA.com             Selain menjadi olahraga ekstrem Paralayang mempunyai sensasi terbang melayang dengan parasut di udara merasakan kebebasan diatas daratan melayang-layang melintasi perbukitan dengan pemandangan yang menakjubkan, serta memacu andrenalin dan jiwa petualang, bila ingin mencobanya dan tidak takut akan ketinggian, karena diperlukan keberanian melayang dengan parasut di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut. Paralayang adalah sebuah […]

READ MORE

Minahasa, MANADO – eXtremeINA.com      Usai sudah gelaran Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Paragliding Accuracy yang digelar pada tanggal 28 Juni hingga 1 Juli 2018 di Manado Skyline, Bukit Tetempangan, Minahasa, Sulawesi Utara.

Dalam kejurnas Paralayang yang memperlombakan nomor Ketepatan Mendarat ini diikuti oleh 100 atlet Putra dan Putri yang tersebar di beberapa daerah Indonesia, dan ada satu peserta asing dari Korea Selatan. Walaupun hanya mempertandingkan satu nomor lomba saja, namun untuk kategori yang dipertandingkan ada tiga yaitu Open Male, Open Female, dan Team.

Sejatinya pada setiap kategori yang bertanding, jalannya kompetisi sangat seru, namun terjadi pertarungan sengit di nomor perorangan putra, antara Irvan [Banten] dan Jafro [Jatim/Timnas] hingga round 10, poin mereka berdua masih sama [15]. Akhirnya ditentukan melalui babak head to head keduanya. Jafro mengklaim sebagai juara setelah pada babak tambahan merebut poin 5 dan Irvan 9

Berikut adalah hasil lengkapnya:

National-&-Open-Male-1

National-&-Open-Male-2

National-&-Open-Male-3

National-&-Open-Female

Team-Result-1

Team-Result-2

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Nyoxie RM / Paralayang Indonesia

Berikut adalah hasil lengkap kejuaraan National Paragliding Accuracy 2018.

READ MORE

Minahasa, MANADO – eXtremeINA.com      Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Paragliding Accuracy yang tersaji pada tanggal 28 Juni hingga 1 Juli 2018 telah sukses digelar di Bukit Tetempangan, Minahasa, Manado, Sulawesi Utara.

Kejurnas-Paralayang-Manado-2018,-Hadirkan-Banyak-Manfaat_news-(1)

Sejatinya banyak sekali manfaat yang didapat dengan terselenggaranya Kejurnas Paralayang ini, misalnya adalah mampu meningkatkan prestasi para atlet nasional, mendorong anak-anak muda khususnya di Manado untuk mulai menggeluti olahraga dirgantara yang satu ini, meningkatkan kualitas skill dan mental bertanding bagi para pilot muda, mengenalkan salah satu destinasi wisata potensial di kota Manado khususnya olahraga wisata Paralayang, dan menjadi sumber pemasukan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kejurnas-Paralayang-Manado-2018,-Hadirkan-Banyak-Manfaat_news-(3)

Kejurnas Paralayang di kota Manado ini berhasil diikuti oleh sepuluh provinsi yang ada di Indonesia dan terdapat satu peserta Asing yang datang dari Korea Selatan. Jika dihitung keseluruhannya, maka pilot yang terdaftar dalam kejurnas Paragliding Accuracy ini sekitar 100 atlet yang terdiri dari 82 putra dan 18 putri.

Kejurnas-Paralayang-Manado-2018,-Hadirkan-Banyak-Manfaat_news-(2)

Kejuaraan Paralayang yang hanya mempertandingkan nomor lomba Ketepatan Mendarat ini menjadi bahan try out bagi beberapa atlet untuk persiapan Pra PON nanti, dan menjadi bahan try out bagi beberapa atlet Timnas untuk berlaga di Asian Games 2018 yang sebentar lagi akan dimulai.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

National Paragliding Accuracy Championship 2018, berjalan sukses dan hadirkan banyak manfaat.

READ MORE

DHARMASRAYA – eXtremeINA.com   Pilot Tim Nasional [Timnas] untuk Asian Games 2018 asal Semarang Jawa Tengah Hening Paradigma menyabet beberapa medali dalam kejuaraan Paragliding Trip of Indonesia [TRoI] yang tersaji di Dharmasraya, Sumatra Barat beberapa waku yang lalu.

Hening Paradigma Naik Podium di TRoI Seri 1 Dharmasraya_news (4)

Pada seri pertama TRoI di musim 2018 ini, Digma panggilan akrabnya sukses naik podium untuk nomor pemenang kelima Ketepatan Mendarat Senior Putra dan Pemenang ketiga Ketepatan Mendarat Tandem. Bisa dikatakan ajang TRoI 2018 ini sebagai bahan materi para atlet Timnas mempersiapkan diri jelang Asian Games 2018 yang sebentar lagi akan bergulir.

Hening Paradigma Naik Podium di TRoI Seri 1 Dharmasraya_news (2)

Kejuaraan Paralayang yang rutin diadakan setiap tahunnya oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] melalui Asisten Deputi Olahraga Rekreasi pada Deputi Pembudayaan Olahraga akan menggelar TRoI musim 2018 sebanyak lima seri, yang diantaranya Dharmasraya [Sumbar] pada 22-24 Juni, Mantar [NTB] pada 20-22 Juli, Kemuning [Karanganyar] pada 3-5 Agustus, Mandalika [Lombok] pada 5-7 Oktober dan Mondangan [Malang] 23-25 November.

Hening Paradigma Naik Podium di TRoI Seri 1 Dharmasraya_news (3)

Tujuan dari digelarnya kejuaraan TRoI ini tidak hanya berguna untuk meningkatkan prestasi para atletnya saja, akan tetapi juga bertujuan untuk terus membudayakan olahraga di tengah masyarakat dalam hal ini Paralayang adalah fokus utamanya, mengembangkan potensi sport tourism di berbagai daerah di Indonesia, melahirkan pilot-pilot muda yang berkualitas untuk masa mendatang.

Text      : Bambang Vidiatmoko

Photos : dok. Mas Ek TRoI 2018 Seri 1

Hening Paradigma meraih podium pada kejuaraan TRoI 2018 di Dharmasraya.

READ MORE

eXtremeINA.com  Awalnya olahraga ini dilakukan oleh para militer jika melakukan pendaratan darurat atau situasi genting, kemudian dikembangkan sehingga pada tahun 1951 menjadi salah satu olahraga yang dikompetisikan secara internasional. Olahraga ini biasanya dilakukan secara beregu, agar pada saat terjun dapat membentuk formasi-formasi yang cantik di atas langit. Pada saat terjun bebas, kalian tidak langsung menarik tuas parasut, tetapi terlebih dahulu menikmati tubuh melayang-layang sambil melakukan trik sampai berada di ketinggian yang mengharuskan membuka parasut untuk mendarat.

banzai-skydiving_feature (2)

Baru-baru ini juga ada olahraga yang masih termasuk dalam skydiving yaitu Banzai Skydiving, bedanya skydiving biasa langsung memakai alat lengkap pada saat terjun, kalau banzai skydiving melempar parasut terlebih dahulu, lalu baru terjun setelahnya.

banzai-skydiving_feature (1)

Olahraga ini pertama kali diciptakan di Jepang, oleh karena itu diberi nama Banzai Skydiving. Banzai juga berarti ungkapan dalam bahasa Jepang yang bisa diartikan “Panjang Umur”. Biasanya diteriakkan sebanyak tiga kali untuk mengekspresikan antusiasme, menghormati, dan merayakan moment yang menyenangkan sambil mengangkat kedua tangan berbarengan dengan sejumlah orang.

banzai-skydiving_feature (4)

Rekor dunia terlama yang pernah tercatat [diukur dari jarak waktu sejak parasut dilemparkan keluar hingga penerjun lompat dari pesawat dan berhasil meraihnya] dipegang oleh Yasuhiro Kubo, pada tanggal 2 September 2000. Ia berhasil melemparkan parasutnya dan meraihnya kembali dengan catatan waktu selama 50 detik. Yasuhiro dengan sangat berani menunggu selama 50 detik yang menegangkan sebelum ia terjun dari pesawat dan meraih kembali parasut di udara. Ia berhasil mendarat dengan selamat.
Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Olahraga ini biasanya dilakukan secara beregu, agar pada saat terjun dapat membentuk formasi-formasi yang cantik di udara.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kesehatan mata adalah faktor penting dalam melakukan aktifitas olahraga ekstrem baik itu indoor ataupun outdoor. Lalu bagaimana jika seorang pelaku olahraga ekstrem yang mengalami mata minus dan membutuhkan kacamata khusus untuk melakukan aktivitasnya agar lebih berkualitas, di sini Optik Tunggal memiliki jawabannya.

Lensa Zeiss Buat Performa Ekstrem Lebih Berkualitas_feature (4)

Salah satu produk unggulan yang ada di Optik Tunggal ini adalah Zeiss Sport Lens khusus olahraga ekstrem. Keunggulan para pelaku olahraga ekstrem menggunakan lensa Zeiss ini adalah penglihatan lebih tajam, kontur menjadi lebih jelas sekalipun di bawah sinar matahari, dan mata akan menjadi lebih rileks. Terdapat dua material polarizes dikombinasikan dengan desain Zeiss Single Vision, memberikan beragam pilihan untuk para konsumennya, yang pertama Zeiss Single Vision Superb Polarized dan Zeiss Single Vision Individual Polarized.

Lensa Zeiss Buat Performa Ekstrem Lebih Berkualitas_feature (1)

Sejatinya produk Zeiss ini juga memiliki beberapa frame dan lensa yang dapat konsumen pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya, namun yang menjadi keunggulan produk Zeiss ini terdapat di lensa khususnya lensa sport. Lensa sport milik Zeiss ini dapat digunakan pada jenis frame merk apapun asalkan frame tersebut melengkung sesuai dengan frame sport pada umumnya. Salah satu rekomendasi frame yang dapat digunakan untuk lensa sport milik Zeiss adalah ProGear, dan di Optik Tunggal ini kalian dapat menemukan berbagai macam fariasinya.

Lensa Zeiss Buat Performa Ekstrem Lebih Berkualitas_feature (6)

Dalam kesempatannya Yusar Odang selaku Marketing Manager dari Optik Tunggal mengatakan, “Satu hal yang perlu masyarakat atau pelaku olahraga ekstrem ketahui, bahwa ke optik tidak harus mecari kacamata minus, kalian dapat ke optik untuk mencari kacamata atau lensa normal atau yang disebut dengan plano. Lensa Zeiss ini dapat menyediakan berbagai macam lensa yang kalian butuhkan mulai dari minus, plus, ataupun plano dengan kualitas super tinggi untuk melakukan aktivitas olahraga ekstrem yang lebih berkualitas.”

Zeiss Vision Center, operated by Optik tunggal

Senayan City

Lt. 2 unit: 2-22, 2-26 dan 2-28

Jalan Asia Afrika Lot. 19

Jakarta 10270

P. 021 7278 1199 / 7278 1618

E. cz-snc@otretail.com

Customer Service

P. 021 3807322

Fx. 021 3518526

E. ot-cs@optiktunggal.com

www.optiktunggal.com

 

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kesehatan mata adalah faktor penting dalam melakukan aktifitas olahraga ekstrem baik itu indoor ataupun outdoor. Lalu bagaimana jika seorang pelaku olahraga ekstrem yang mengalami mata minus dan membutuhkan kacamata khusus untuk melakukan aktivitasnya agar lebih berkualitas, di sini Optik Tunggal memiliki jawabannya. Salah satu produk unggulan yang ada di Optik Tunggal ini […]

READ MORE

eXtremeINA.com   Bagi para pecinta olahraga ekstrem, Slacklining patut di coba. Dalam olahraga ini pemain Slacklining diharuskan berjalan di atas seuntas tali nilon berukuran 1 inch yang diikatkan pada kedua sisi  pancang. Tali nilon webbing yang digunakan sama seperti tali yang digunakan pada olahraga panjat tebing.

ilustrasi-slacklining_feature (1)

Berawal dari hobi panjat tebing, pada tahun 80-an Adam Grosowsky dan Jeff Ellington dari California melakukan aksi Slacklining sebagai permainan uji nyali. Mereka mempunyai ide gila ini untuk memacu dan menantang adrenalin. Berbekal pengalamannya didunia panjat tebing, kedua orang ini mengikatkan tali di kedua sisi tebing yang telah mereka panjat, lalu mereka melancarkan kekonyolannya dengan berjalan diatas tali tersebut.

ilustrasi-slacklining_feature (2)

Ada seseorang penggila olahraga ekstrem ini bernama Schou Kristen seorang Slackliner asal Amerika, yang memegang Guiness World of Record dengan memcahkan rekor Slacklining tertinggi, mencapai ketinggian 3.280 kaki atau 1.000 meter, di Kjrag Norwegia yang diperkirakan setara dengan tiga kali tinggi menara Eiffel.

ilustrasi-slacklining_feature (4)

Olahraga Slacklining dapat dilakukan dimana saja, tidak harus menyusuri tabing terjal atau menyusuri air terjun. Cukup dengan mengikatkan tali pada kedua sisi tiang pancang yang sudah ditentukan, misalnya pohon, tiang bendera, dan lain-lain. Tidak perlu mengikatnya terlalu tinggi, cukup disesuaikan dengan kemampuan.

ilustrasi-slacklining_feature (3)

#air #extremeina #extremesports #extremsportsindonesia #feature #indonesia #slackline #slacklining

Text        : Bambang Vidiatmoko

Photos   : Berbagai Sumber

Slacklining diharuskan berjalan di atas seuntas tali nilon berukuran 1 inch yang diikatkan pada kedua sisi pancang.

READ MORE

eXtremeINA.com    Paralayang adalah olahraga udara yang cukup ekstrem. Paralayang dapat dilakukan dengan satu atau dua orang, dan untuk melakukan olahraga ini para pilot sebutan untuk para pelaku Paralayang harus melakukannya di bukit atau gunung dengan memanfaatkan kekuatan angin. Dengan angin tersebut parasut dapat melayang bebas diudara. Angin sendiri terdapat dua kategori, yang pertama adalah angin yang menabrak lereng atau dynamic lift dan angin yang disebabkan oleh thermal atau thermal lift.

ilustrasi-paragliding (4)

Olahraga Paralayang ini muncul pada sekitar tahun 1980-an dan untuk pertama kalinya Kejuaraan Paralayang digelar pada tahun 1989 di Kossen, Austria. Dan saat ini paralayang juga sudah banyak digandrumi masyarakat Indonesia.

Peralatan Paralayang sebetulnya cukup ringan dan berat keseluruhan perlengkapan yang terdiri dari harness, parasute, helmet, dan lainnya hanya sekitar 10 kg sampai 15 kg. Untuk menyimpan peralatannya sendiri cukup praktis karena dapat dimasukan kedalam ransel yang dapat digendong dan dibawa kemana saja.

ilustrasi-paragliding (2)

Selain parasute, helmet, dan harness, ada beberapa peralatan pendung yang cukup penting untuk melakukan olahraga Paralayang ini, diantaranya adalah variometer, radio /HT, GPS, windmeter, dan peta lokasi terbang. Sementara untuk jenis parasut yang akan dipergunakan tergantung dari tingkat kemampuan dari sang penerbang dan berat badannya itu sendiri. Terdapat tiga jenis parasut Paralayang yang dapat digunakan, mulai dari parasut untuk kelas pemula, parasut untuk kelas menengah, dan parasut untuk kelas professional.

ilustrasi-paragliding (1)

#air #equipment #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #news #paragliding

Text             : Bambang Vidiatmoko

Photos        : Berbagai Sumber

Paralayang adalah olahraga udara yang cukup ekstrem harus melakukan take off di atas bukit atau gunung dengan memanfaatkan kekuatan angin.

READ MORE
<