eXtremeINA.com

Tatlisu, TURKI – eXtremeINA.com          Tim Paralayang Indonesia sukses meraih satu medali emas dalam Kejuaraan Dunia Paralayang untuk nomor lomba Ketepatan Mendarat [KTM] yang bertajuk Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] 2018, pada akhir pekan lalu di Tatlisu, Turki.

PGAWC-Turki-2018,-Indonesia-Raih-Medali-Emas_news-(2)

Kejuaraan PGAWC yang digelar di Turki ini adalah seri pembuka tahun 2018. Misi Timnas dalam mengikuti ajang PGAWC Turki 2018 ini tidak hanya meningkatkan koleksi prestasi saja, akan tetapi tujuan lainnya adalah sebagai bahan try out untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti Kejuaraan Asian Games 2018, dalam try out ini akan dilihat seberapa tangguh dan kuatkan Timnas Paralayang Indonesia dalam mengikuti kejuaraan tingkat Internasional.

PGAWC-Turki-2018,-Indonesia-Raih-Medali-Emas_news-(3)

Dalam seri perdana PGAWC 2018 ini diikuti oleh 88 atlet yang berasal dari 23 negara, untuk Timnas Indonesia sendiri hanya menurunkan 8 Atlet Putri saja, karena seluruh Atlet Putra Timnas Indonesia sedang mengikuti Kejuaraan Dunia Nomor Lintas Alam [Paragliding World Cup – Cross Country] di Bright, Victoria, Australia.

PGAWC-Turki-2018,-Indonesia-Raih-Medali-Emas_news-(1)

“Cuaca dan kondisi di Turki benar-benar sangat dingin, sejatinya ini cukup sulit bagi Timnas Putri Indonesia. Namun dengan tekad dan kerja keras akhirnya mereka mampu memberikan yang terbaik hingga Rika Wijayanti mampu meraih medali emas mengalahkan dua atlet dibawahnya asal Republik Ceko. Keberhasilan Timnas Putri di seri perdana PGAWC 2018 ini terasa luar biasa sekali, tanpa adanya dukungan dari Pemerintah, kami mampu membangun Timnas Paralayang Indonesia yang kuat dan tangguh, hal ini juga tentunya tidak lepas dari dukungan dan pembinaan dari KOI, KONI serta PB FASI,” ucap Wahyu Yudha [Ketua Paralayang Indonesia].

DAFTAR JUARA PGAWC TURKI 2018 16-18 FEBRUARI 2018

TATLISU, TURKI

JUARA KATEGORI UMUM [OVERALL]

  1. Byungchang Jeun | South Korea | Nilai: 00
  2. Jaka Gorenc | Slovenia | Nilai: 01
  3. Slobodan Maletic | Serbia | Nilai: 01

JUARA KATEGORI PUTRI

  1. Rika Wijayanti | Indonesia | Nilai: 09
  2. Marketa Tomaskova | Republik Ceko | Nilai: 21
  3. Veronika Culkova | Republik Ceko | Nilai: 24

JUARA KATEGORI BEREGU

  1. BGD Team | Slovenia | Nilai: 10
  2. Triple Seven Team | Slovenia | Nilai: 25
  3. No Name Team | Serbia | Nilai: 30

#air #championship #eXtremeINA #eXtremeINAdotcom #extremesports #extremesportsindonesia #Indonesia #news #paragliding #PGAWC2018 #Tatlisu #Turkey

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Tim Nasional Paralayang Indonesia

Di awal tahun ini, Timnas Paralayang Indonesia berhasil dapatkan medali emas PGWAC 2018 di Turki.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com     Kejuaraan olahraga Dirgantara di Indonesia akan segera dimulai, sebagai event pembuka diawal tahun Lanud Adisutjipto Yogyakarta akan mempersembahkan kegiatan Jogja Air Show 2018 sudah buka hari ini [17/02], diselenggarakan selama 2 [dua] hari tanggal 17-18 Februari 2018 di kawasan Pantai Selatan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Jogja-Air-Show-2018_poster

Mengusung tema Pelangi Nusantara, Jogja Air Show 2018 akan mempertandingkan beberapa kategori olahraga dirgantara seperti Jupiter Aerobatic Team, Solo Aerobatic, EC 120 B Colibri, Paramotor, Gantolle, Paralayang, Terjun Payung, Trike, Fix Wing, dan Aeromodeling, Pentas Seni. Namun yang spesial pada event olahraga Dirgantara ini adalah pemecahan rekor 50 Paramotor yang terbang secara bersamaan di dua lokasi berbeda yaitu Pantai depok dan Parang Kusumo.

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt6-(7)

Dalam kesempatannya Komandan Pangkalan Udara [Danlanud] Adisutjipto Marsekal Pertama [Marsma] TNI Novyan Samyoga mengatakan, ”Pada tahun 2018 ini akan digelar pemecahan rekor 50 Paramotor terbang bersama di Pantai Depok dan Parang Kusumo secara bersama-sama. Selain itu juga dilakukan penerbangan chuck glider terbanyak.”

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt7 (14)

Pada tahun 2018 ini menjadi kegiatan yang ke-13 bagi penyelenggaraan Jogja Air Show. Dengan aktivitas yang disuguhkan sangat banyak dalam event ini, maka lokasi yang digunakan pun cukup banyak, selain Pantai Depok dan Parangkusumo kegiatan ini juga akan menggunakan Pantai Parangtritis dan Watu Gupit yang akan digunakan untuk penampilan Paralayang dan Gantolle.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Jogja Air Show 2018 telah dibuka, telah dipersiapkan berbagai macam kegiatan olahraga dirgantara.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com   Kegiatan olahraga dirgantara bertajuk Jogja Air Show 2018 dengan bertemakan Pelangi Nusantara sudah buka hari ini [17/02], diselenggarakan selama 2 [dua] hari tanggal 17-18 Februari 2018 di kawasan Pantai Selatan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Jogja-Air-Show-2018_poster

Dalam kegiatan ini banyak sekali aksi olahraga dirgantara yang disuguhkan mulai dari Jupiter Aerobatic Team, Solo Aerobatic, EC 120 B Colibri, Paramotor, Gantolle, Paralayang, Terjun Payung, Trike, Fix Wing, Aeromodeling, Pentas Seni, dan pastinya masih banyak aksi menarik lainnya guna menyuguhkan hiburan bagi para pengunjung dan peminatnya.

21 Pilot Nasional Sukseskan Seri I Kejuaraan Lintas Alam Gantolle Wonogiri 2017_news (5)

Sejatinya tahun 2018 ini adalah kegiatan Jogja Air Show ke-13, yang rutin diadakan selama satu tahun sekali. Kegiatan ini dapat terselenggara berkat adanya gagasan dari Lanud Adisutjipto, Federasi Aero Sport Indonesia [FASI], dan Dinas Pariwisata DIY. Tujuan utama dari adanya kegiatan ini adalah untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke Yogyakarta sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga dirgantara.

eXINA-paralayang-illustrasi (1)

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanto mengatakan “Dalam Jogja Air Show Pelangi Nusantara 2018 peserta yang hadir dari belasan provinsi se-Indonesia. Ditargetkan jumlah pengunjung 50 ribu orang. Pada tahun kemarin target pengunjung adalah 42 ribu orang, namun pada kenyataanya jumlahnya membludak hingga 52 ribu orang. Semoga tahun ini dapat mencapai target yang telah disepakati,” jelasnya.

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt7 (14)

Text               : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / Berbagai Sumber

Pagelaran Jogja Air Show 2018 telah dibuka hari ini disajikan untuk mensosialiasikan olahraga dirgantara.

READ MORE

Lahat, SUMATRA SELATAN – eXtremeINA.com    Indonesia adalah salah satu negara yang sudah menjadi destinasi terbaik bagi para penerbang Paralayang. Salah satu spot terbaik untuk terbang Paralayang yang sangat ingin dijajal oleh pilot Indonesia dan juga pilot asing ada di Kabupaten Lahat, Bukit Besak, Sumatra Selatan.

Bupati Lahat Perkenalkan Destinasi Terbang Paralayang di Sumsel_news (1)

Baru-baru ini Bupati Lahat Saifuddin Aswari Rivai menjajal sendiri keindahan terbang tandem bersama salah satu atlet Paralayang Nasional. Benar saja saat pertama kali mengeksplor Bukit Besak di Kabupaten Lasak dengan Paralayang, Calon Gubernur Sumatra Selatan dari Partai Gerindra ini langsung terpesona dengan keindahan alam yang masih asri. Letak Bukit Besak tersebut tidak jauh dari Bukit Serelo Si bukit Jempol yang sudah cukup terkenal, terletak di kecamatan Merapi Selatan, bukit ini akan jadi tujuan wisata yang mengesankan selama liburan di Lahat, Sumatra Selatan.

Bupati Lahat Perkenalkan Destinasi Terbang Paralayang di Sumsel_news (3)

Satu hal yang perlu diketahui, bahwa seorang pilot Paralayang yang ingin lepas landas tidak perlu mengikuti arah angin seperti pada bukit-bukit pada umumnya. Di Bukit Besak paralayang bisa lepas landas dari mana saja. Hal itu karena bentuk bukitnya yang cembung dan arah terbang paralayang bisa 270 derajat, jadi dengan kata lain pilot dapat terbang ke arah yang dia inginkan. Hal inilah yang disampaikan langsung oleh Bupati Lahat, Saifuddin Aswari Rivai usai melakukan penerbangan tandemnya.

Bupati Lahat Perkenalkan Destinasi Terbang Paralayang di Sumsel_news (2)

Selain dapat menikmati indahnya pemandangan di Bukit Lasak dengan Paralayang, para pengunjung yang datang ke lokasi ini juga dapat menghirup udara segar yang masih sangat sejuk. Indahnya pemandangan serta fasilitas terbaik yang terdapat di Bukit Besak ini, kabarnya sempat akan digunakan untuk menggelar pertandingan cabor Paralayang dalam ajang multi event sekelas Asian Games 2018.

Bupati Lahat Perkenalkan Destinasi Terbang Paralayang di Sumsel_news (4)

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Pribadi

Bupati Lahat merasakan sendiri keindahan Bukit Besak melalui udara.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan alam khususnya pegunungan yang melimpah. Selain menjadi objek wisata yang mempesona, lokasi tertinggi di pegunungan ini kerap dimanfaatkan oleh beberapa penggeliat olahraga dirgantara yang salah satunya adalah cabang olahraga Gantolle.

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt2-(5)

Walaupun belum begitu popular, olahraga gantolle di Indonesia cukup berkembang dari tahun ke tahun. Salah satu buktinya adalah semakin banyaknya pilot gantolle muda yang bermunculan dari berbagai penjuru di Tanah Air. Seiring berjalannya waktu, perkembangan gantolle di Indonesia tidak hanya datang dari para pilot muda saja, akan tetapi semakin banyak venue baru yang ditemukan dan menjadi salah satu destinasi terbaik untuk para penerbang gantolle beraksi.

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt2-(9)

Dalam kesempatannya Ersy Nuzul Firman yang menjabat sebagai Koordinator Organisasi di Pengurus Besar Federasi Aero & Sport Indonesia [FASI], ”Indonesia memiliki lokasi terbang gantolle yang cukup banyak, hampir semuanya menjadi destinasi terbaik bagi para penerbangnya, seperti di kawasan Danau Toba [Sumut], Sawahlunto [Sumbar], Manado [Sulut], Parangtritis [DIY], namun yang paling membanggakan adalah Indonesia memiliki venue gantolle berstandar internasional yang terdapat di Gunung Telomoyo [Semarang, Jateng] dan Puncak Joglo [Wonogiri, Jateng].”

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt3-(10)

Bukan tidak mungkin ke depannya, lokasi-lokasi baru terbang gantolle di Indonesia terus bertambah seiring dengan berkembangnya olahraga udara yang satu ini. Ersy pun menambahkan, Indonesia memang menjadi destinasi terbaik bagi para penerbang gantolle. Namun untuk menuju lokasi terbang tersebut cukup sulit. Seperti halnya di kawasan Gunung Telomoyo, di lokasi ini penerbang pasti akan kagum dengan pemandangannya, namun untuk menuju keatas puncak hanya dapat ditempuh dengan kendaraan 4×4 atau Offroad.

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt3-(11)

Jika sebuah club atau komunitas gantolle di suatu daerah tertentu menemukan tempat terbang Gantolle yang cukup potensial, maka Ersy pun menyarankan agar segera melaporkannya ke Pemerintah Daerah agar segera dibukakan jalur menuju ke puncak. Semoga olahraga gantolle di Indonesia terus berkembang, dan para pilotnya pun semakin berprestasi.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Indonesia merupakan destinasi terbaik untuk para penerbang gantolle.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Bisa dikatakan olahraga Gantolle di Indonesia ini belum cukup popular, namun seiring berjalannya waktu olahraga Dirgantara yang satu ini sudah mulai banyak diminati oleh anak-anak muda yang datangnya dari berbagai penjuru Tanah Air.

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt8-(3)

Hingga saat ini tercatat ada 14 provinsi yang aktif dalam menggeluti olahraga Gantolle di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ersy Nuzul Firman yang pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Gantolle dan Paralayang Indonesia [PGPI] tahun 2016 hingga 2010, saat ini beliau dipercaya menjabat sebagai Koordinator Organisasi di Pengurus Besar Federasi Aero & Sport Indonesia [FASI].

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt8-(4)

Dalam kesempatannya Ersy Nuzul Firman mengatakan, ”Olahraga Gantolle di Indonesia kini sudah banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Sudah banyak pilot Gantolle muda yang bermunculan. Walaupun didominasi oleh Sumatra dan Jawa, namun kami selaku pengurus yakin kedepannya pilot-pilot muda akan hadir dari daerah-daerah lainnya. Yang menjadi tantangan bagi kami saat ini adalah, mempersiapkan sarana seperti kompetisi yang kompetitif guna menambah jam terbang seorang pilot muda untuk meningkatkan kualitas dan juga mental bertandingnya dalam sebuah kompetisi resmi.”

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt4-(13)

“Walaupun prospek kedepannya cukup bagus, namun ada beberapa kendala yang salah satunya adalah menyediakan peralatan atau pesawat. Untuk mendapatkan satu pesawat saja, seorang pilot harus memesannya secara import. Kabar baiknya adalah, semenjak Gantolle masuk dalam PON, seorang pilot dapat mendapatkan pesawat melalui Pemerintah Daerah atau club Gantolle yang tersedia di daerahnya masih-masing,” tambahnya.

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt3-(10)

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Kini minat masyarakat untuk olahraga Gantolle semakin bertambah.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan olahraga dirgantara bertajuk Jogja Air Show 2018 yang tersaji pada tanggal 17-18 Februari 2018 akan diselenggarakan di beberapa tempat yang diantaranya Area Pantai Depok Airstrip Watu Gupit, Parangtritis, dan Parangkusumo.

Jogja-Air-Show-2018_poster

Jogja Air Show 2018 ini diperkirakan akan dihadiri sekitar ratusan penggeliat olahraga Dirgantara dari seluruh penjuru Tanah Air. Dalam kegiatan olahraga seperti ini faktor kecepatan angin akan menjadi hal yang terpenting. Guna menghadirkan suatu ajang perlombaan yang berkualitas pihak penyelenggara Landasan Udara [Lanud] Adisutjipto Yogyakarta akan menyiapkan radar satelit cuaca khusus lokal.

eXINA-gantolle-ilustrasi (1)

Hal ini pun disampaikan oleh Kasibinpotdirga Lanud Adisutjipto Mayor Pnb Iwan setiawan yang juga sekaligus menjadi Ketua Jogja Air Show 2018 menyampaikan, ”Radar satelit tersebut akan selalu update setiap 30 menit. kecepatan angin masih di bawah 15 knot serta tanpa adanya awan Cumulonimbus [Cb], maka event Nasional tersebut masih bisa dilaksanakan. Tapi jika alam dan Tuhan bekehendak lain tentunya tidak bisa melawan alam.”

eXINA-paralayang-ilustrasi (2)

Sementara pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika [BMKG] Yogyakarta, Djoko Budiyono mengatakan, “Kondisi kecepatan angin saat ini terus berubah-ubah cenderung mengalami terus meningkat. Fenomenan semcam ini disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang besar udara yg cukup besar antara bagian utara equator [daratan Asia] yang bertekanan tinggi  terutama pada permukaan laut.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Jogja Air Show 2018 / eXtremeINA.com

Demi dapatkan angin yang akurat akan dipersiapkan radar satelit untuk memantau keadaaan cuaca dalam Jogja Air Show 2018 nanti.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Eksistensi olahraga dirgantara di Indonesia tahun 2018 telah dimulai, kali ini yang akan membukanya di tahun baru ini adalah kegiatan Jogja Air Show pada tanggal 17-18 Februari 2018 di kawasan Pantai Selatan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Jogja-Air-Show-2018_poster

Mengusung tema Pelangi Nusantara, Jogja Air Show 2018 tidak hanya mempertandingkan beberapa kategori olahraga dirgantara seperti Jupiter Aerobatic Team, Solo Aerobatic, EC 120 B Colibri, Paramotor, Gantolle, Paralayang, Terjun Payung, Trike, Fix Wing, dan Aeromodeling, Pentas Seni. Akan tetapi dalam ajang ini juga akan memecahkan Museum Rekor Indonesia [Muri] untuk pemecahan rekor 50 paramotor terbang secara bersamaan di Pantai Depok dan Parang Kusumo secara bersamaan.

Kejurnas-Gantolle-Seri-3-Sawahlunto-2017-Esok-Dimulai_news-(2)

Dalam kesempatannya Komandan Pangkalan Udara [Danlanud] Adisutjipto Marsekal Pertama [Marsma] TNI Novyan Samyoga mengatakan,”Pada tahun 2018 ini akan digelar pemecahan rekor 50 Paramotor terbang bersama di Pantai Depok dan Parang Kusumo secara bersama-sama. Selain itu juga dilakukan penerbangan chuck glider terbanyak.”

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt5 (9)

Pada tahun 2018 ini menjadi kegiatan yang ke-13 bagi penyelenggaraan Jogja Air Show. Sangking banyaknya aktivitas yang disuguhkan dalam event Dirgantara ini, maka lokasi yang digunakan pun cukup banyak, selain Pantai Depok dan Parangkusumo kegiatan ini juga akan menggunakan Pantai Parangtritis dan Watu Gupit yang akan digunakan untuk penampilan Paralayang dan Gantolle.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Jogja Air Show 2018 / eXtremeINA.com

Dalam Jogja Air Show 2018, akan ada pemecahan Rekor MURI.

READ MORE

eXtremeINA.com  Paragliding atau yang biasa disebut dengan paralayang adalah satu jenis olahraga udara yang sangat ekstrem. Di Indonesia sendiri olahraga ini sudah cukup popular, selain memiliki banyak sekali pilot-pilot handal dengan segudang prestasinya, Indonesia sendiri dikenal sebagai surganya destinasi bermain paralayang. Untuk memainkan olahraga yang satu ini, para pilot harus naik kepuncak gunung tertinggi untuk lepas landas kebawah.

Sensasi Menikmati Pemandangan Dengan Paralayang_feature (3)

Walaupun terbilang ekstrem, nyatanya olahraga ini memiliki daya tarik tersendiri, keseruan bermain paralayang adalah dapat terbang diudara sambil menikmati pemandangan yang indah. Karena tergolong ekstrem, pastinya olahraga ini memiliki rintangan dan tantangan yang harus dilalui oleh para pilot, dan tantangan tersebut adalah angin. Jika angina benar-benar tidak bersahabat maka parasut bisa oleng atau goyang yang dapat berakibat fatal.

Sejatinya olahraga paralayang ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, baik itu anak-anak, dewasa, orang tua, pria ataupun wanita. Jika kalian tidak bisa bermain paralayang namun ingin merasakan sensasi terbangnya, kalian dapat tandem dengan pilot. Namun bagi kalian para pemula yang baru menggeluti paralayang sangat disarankan untuk didampingin atau minta diarahkan oleh pilot-pilot yang sudah berpengalaman.

Sensasi Menikmati Pemandangan Dengan Paralayang_feature (2)

Selain mental dan fisik yang harus dipersiapkan, perlengkapan lain yang harus dilengkapi saat bermain paralayang adalah parasut, pelindung tangan, dan kaki, kacamata, helm, HT, dan GPS. Untuk jenis kebutuhan parasut tergantung dari tingkat kemahiran seorang pilot, GPS digunakan untuk mencari lokasi pilot saat terbang, sementara HT digunakan untuk berkomunikasi dengan tim jika ada kendala atau gangguan saat seorang pilot terbang.

Perkembangan olahraga paralayang di Indonesia cukup pesat kemajuannya. Selain semakin banyak pilot baru yang bermunculan, di Indonesia sendiri selalu ditemukan spot-spot baru untuk bermain paralayang, selain itu Indonesia sering menggelar berbagai macam kejuaraan paralayang baik bertaraf daerah, Nasional, hingga International sekalipun.

Sensasi Menikmati Pemandangan Dengan Paralayang_feature (1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Sensasi Menikmati Pemandangan Dengan Paralayang

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kegiatan olahraga dirgantara bertajuk Jogja Air Show 2018 dengan tajuk Pelangi Nusantara akan terselenggara pada tanggal 17-18 Februari 2018 di kawasan Pantai Selatan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Jogja-Air-Show-2018_poster

Dalam kegiatan ini banyak sekali aksi olahraga dirgantara yang disuguhkan mulai dari Jupiter Aerobatic Team, Solo Aerobatic, EC 120 B Colibri, Paramotor, Gantolle, Paralayang, Terjun Payung, Trike, Fix Wing, Aeromodeling, Pentas Seni, dan pastinya masih banyak aksi menarik lainnya guna menyuguhkan hiburan bagi para pengunjung dan peminatnya.

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt6 (12)

Kegiatan ini dapat terselenggara berkat adanya gagasan dari Lanud Adisutjipto, Federasi Aero Sport Indonesia [FASI], dan Dinas Pariwisata DIY. Sejatinya tahun 2018 ini adalah kegiatan Jogja Air Show yang ke-13, dan sangat rutin diadakan selama 1 [satu] tahun sekali. Tujuan utama dari adanya kegiatan ini adalah untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke Yogyakarta sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga dirgantara.

eXINA-Telomoyo-Cup-2017_gallery-pt8-(5)

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanto mengatakan “Dalam Jogja Air Show Pelangi Nusantara 2018 peserta yang hadir dari belasan provinsi se-Indonesia. Ditargetkan jumlah pengunjung 50 ribu orang. Pada tahun kemarin target pengunjung adalah 42 ribu orang, namun pada kenyataanya jumlahnya membludak hingga 52 ribu orang. Semoga tahun ini dapat mencapai target yang telah disepakati,” jelasnya.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Jogja Air Show 2018 / eXtremeINA.com

Tahun ini kegiatan olahraga dirgantara dibuka oleh Jogja Air Show 2018.

READ MORE
<