eXtremeINA.com

News

Aspar Jaelolo Bangun Sarana Panjat Tebing di Tanah Kelahiran

JAKARTA – eXtremeINA.com    Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah berhasil meraih medali perunggu untuk nomor Men’s Speed dan medali perak untuk nomor Men’s Speed Relay dalam Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia. Kecintaan terhadap olahraga Panjat Tebing ini juga telah menginspirasi banyak kalangan.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Beberapa waktu lalu Aspar Jaelolo telah membangun arena Panjat Tebing di tanah kelahirannya di Desa Wani, Donggala, Sulawesi Tengah. Dana yang digunakan Aspar Jaelolo untuk membangun arena Panjat Tebing ini adalah bonus yang diberikan Pemerintrah terkait dengan prestasi yang diraihnya di Asian Games 2018. Pada ajang tersebut Aspar Jaelolo mendapatkan bonus sebesar Rp. 500 juta, yang terdiri dari Rp. 250 juta dari perolehan medali perunggu dan Rp. 300 juta dari medali perak.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Dalam kesempatannya Aspar Jaelolo yang saat ini tengah disibukkan dengan Pelatihan Nasional [Pelatnas] untuk pra Olimpiade di Prancis tahun 2019 mengatakan, “Inisiatif saya membangun sarana Panjat Tebing di kampung halaman saya adalah agar anak-anak muda di Donggala dapat berlatih dengan maksimal agar mereka mampu menjadi pemanjat yang handal. Saat masih di kampung halaman, saya ingin sekali menjadi atlet Panjat Tebing namun dengan keterbatasan sarana di kampung saya yang tidak memadai akhirnya saya harus merantau.”

Dengan fasilitas yang seadanya Aspar Jaelolo terus berlatih dan berlatih dengan cita-cita menjadi juara dunia Panjat Tebing. Usaha dan kerja keras yang digelutinya seakan membuahkan hasil, pada tahu 2018 lalu dirinya sukses mengalahkan pemanjat dari belahan dunia untuk menjadi yang terbaik di kejuaraan dunia Panjat Tebing bertajuk IFSC World Cup di Wujiang, China.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

“Dana yang saya gunakan untuk membuat sarana Panjat Tebing di kampung halaman saya adalah dana bonus yang diberikan Pemerintah dalam kejuaraan Asian Games 2018. Saat ini saya hanya baru bisa membangun fasilitas boulder yang tingginya 6 meter. Untuk sarana Lead dan Speed masih belum dibangun, saya berharap Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan untuk pembangunan sarana Panjat Tebing ini,” tambah Aspar Jaelolo.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Selain tengah mengikuti agenda Pelatnas untuk pra Olimpiade 2019 di Prancis, saat ini Aspar Jaelolo juga disibukkan dengan kegiatan barunya sebagai pegawai negeri di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA], dengan menjabat Asisten Pelatih di Deputi IV bidang peningkatan prestasi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. FPTI / Aspar Jaelolo

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climbing #FPTI #FPTIDKIJakarta #sportclimbing #AsparJaelolo

MORE News

COMMENTS

<