eXtremeINA.com

JAKARTA – eXtremeINA.com    Dimas Ekky Pratama, pebalap Indonesia yang ikut serta dalam kejuaraan balap Moto2 musim 2019 mengaku antusias menyambut kepastian dibangunnya Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Dibangunnya sirkuit ini didasari dari kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah gelaran MotoGP pada tahun 2021. Dimas Ekky Pratama mengaku tidak sabar untuk membalap di Sirkuit baru itu dengan diiringi oleh dukungan penuh dari keluarga, teman-teman, dan juga supporter Indonesia yang dikenal sebagai penggila balap MotoGP.

Dimas Ekky Pratama, pebalap Indonesia yang ikut serta dalam kejuaraan balap Moto2 musim 2019 mengaku antusias menyambut kepastian dibangunnya Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Sirkuit Mandalika yang dibangun di Nusa Tenggara Barat ini akan memulai pembangunannya pada bulan Oktober 2019 dengan konsep Sirkuit jalan raya. “Bagi saya akan sangat luar biasa jika nanti MotoGP akan diselenggarakan di Indonesia, apalagi kita sedang menyiapkan salah satu sirkuit terbaik di dunia untuk ajang balap roda dua bergengsi tersebut. Masyarakat Indonesia cukup banyak yang menyukai MotoGP, maka akan euphoria-nya akan sangat terasa sekali,” tutur Dimas Ekky Pratama.

Dimas Ekky Pratama, pebalap Indonesia yang ikut serta dalam kejuaraan balap Moto2 musim 2019 mengaku antusias menyambut kepastian dibangunnya Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Sejatinya Dimas Ekky Pratama yang bergabung dengan Idemitsu Honda Team Asia sedang menjalani balapan Moto2, dan seri pertama telah dijalaninya pada tanggal 10 Maret 2019 di Qatar. Pada seri pertama ini Dimas Ekky Pratama hanya mampu finish di peringkat 24. Selama balapan dikejuaraan balap Internasional, Dimas Ekky Pratama mengaku banyak mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia saat menjalani balapan di Malaysia. Dirinya membayangkan bakal mendapatkan dukungan yang luar biasa jika balapan di rumah sendiri dalam kejuaraan balap bertaraf Internasional layaknya Moto2 yang sedang dijalaninya.

Dimas Ekky Pratama, pebalap Indonesia yang ikut serta dalam kejuaraan balap Moto2 musim 2019 mengaku antusias menyambut kepastian dibangunnya Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Kehadiran sirkuit bertaraf Internasional di Mandalika Nusa Tenggara Barat ini akan memberikan dampak yang sangat besar untuk perkembangan otomotif di Indonesia, seperti memberikan semangat baru bagi anak-anak muda untuk menjadi pebalap, memberikan semangat para pebalap-pebalap yang baru merintis karirnya, memberikan pandangan positif tentang dunia balap otomotif Indonesia di kancah Internasional, meningkatkan citra positif wisata di kawasan Nusa Tenggara Barat baik dari wisatawan lokal maupun asing, memberikan pemasukan bagi Pemerintah Daerah ataupun masyarakat setempat, dan pastinya masih banyak dampak positif yang akan dirasakan.

Dimas Ekky Pratama, pebalap Indonesia yang ikut serta dalam kejuaraan balap Moto2 musim 2019 mengaku antusias menyambut kepastian dibangunnya Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Dimas Ekky Pratama / Idemitsu Honda Team Asia

Dimas Ekky Pratama mengaku antusias menyambut kepastian dibangunnya Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Mario SA pebalap Indonesia akan menjalani tes perdana kejuaraan balap FIM CEV Moto3 di Estoril, Portugal pada tanggal 25-26 Maret 2019. Tes yang dijalani ini adalah bentuk dari persiapan seri perdana kejuaraan tersebut sebelum masuk seri perdana pada yang akan digelar pada tanggal 6-7 April 2019 mendatang.

Mario SA pebalap berkebangsaan Indonesia akan menjalani tes perdana kejuaraan balap FIM CEV Moto 3 di Estoril, Portugal pada tanggal 25-26 Maret 2019. Sejatinya tes yang dijalaninya ini adalah bentuk dari persiapan seri perdana Kejuaraan tersebut sebelum masuk seri perdana pada yang akan digelar pada tanggal 6-7 April 2019 mendatang.

Dalam tes yang dijalani tersebut, Mario SA akan beradaptasi dengan mesin terbaru dan juga trek terbaru. Ada satu hal yang menarik dalam keikutsertaan Mario SA dalam kejuaraan FIM CEV Moto 3 di musim 2019 ini, terdapat beberapa rival Mario SA saat berkompetisi di kejuaraan Asia Talent Cup [ATC] pada tahun 2018 yang lalu.

Mario SA pebalap berkebangsaan Indonesia akan menjalani tes perdana kejuaraan balap FIM CEV Moto 3 di Estoril, Portugal pada tanggal 25-26 Maret 2019. Sejatinya tes yang dijalaninya ini adalah bentuk dari persiapan seri perdana Kejuaraan tersebut sebelum masuk seri perdana pada yang akan digelar pada tanggal 6-7 April 2019 mendatang.

Mereka adalah sang jawara ATC 2018 Bill Van Eerde pebalap asal Australia yang masih berusia 16 tahun, kemudian ada runner up ATC 2018 Haruki Noguchi asal Jepang yang masih berusia 17 tahun. Pada saat kejuaraan ATC 2018, Mario SA berada di posisi kelima klasemen akhir. Selain itu ajang ini juga menarik untuk dicermati, mengingat pebalap akan membuktikan dirinya sebagai pebalap binaan Astra Honda Motor [AHM].

Mario SA pebalap berkebangsaan Indonesia akan menjalani tes perdana kejuaraan balap FIM CEV Moto 3 di Estoril, Portugal pada tanggal 25-26 Maret 2019. Sejatinya tes yang dijalaninya ini adalah bentuk dari persiapan seri perdana Kejuaraan tersebut sebelum masuk seri perdana pada yang akan digelar pada tanggal 6-7 April 2019 mendatang.

Selain Mario SA, ada beberapa pebalap lain yang juga naik level atau berpindah kejuaraan balap, mereka adalah Somkiat Chantra ke Moto 2, kemudian Raul Fernandez, Ai Ogura dan Tom Booth Amos yang pindah level ke Moto 3, selain itu ada Apiat Wongthananon ke ASB1000 [ARRC 2019], ada juga alumni British Talent Cup [BTC 2018] seperti Max Cook [Inggris] yang berusia 16 tahun dan rombongan dari Sepang International Circuit Junior Team asal Malaysia.

Mario SA pebalap berkebangsaan Indonesia akan menjalani tes perdana kejuaraan balap FIM CEV Moto 3 di Estoril, Portugal pada tanggal 25-26 Maret 2019. Sejatinya tes yang dijalaninya ini adalah bentuk dari persiapan seri perdana Kejuaraan tersebut sebelum masuk seri perdana pada yang akan digelar pada tanggal 6-7 April 2019 mendatang.

Hadirnya Mario SA dalam kejuaraan CEV Moto3 musim 2019 ini memberikan warna baru dan membuktikan bahwa pebalap Indonesia semakin banyak yang go International. Semoga keikutsertaan Mario SA dalam ajang tersebut dapat menorehkan sejarah dalam bentuk prestasi. Berikut adalah daftar pebalap di CEV Moto 3 musim 2019 http://www.fimcevrepsol.com/es/pilotos/fichas?equipo=1

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Mario SA pebalap Indonesia akan menjalani tes perdana kejuaraan balap FIM CEV Moto3 di Estoril, Portugal.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Indonesia kian gencar mewujudkan cita-citanya untuk menggelar kejuaraan balap motor sekaliber MotoGP. Kabar terbaru melalui Manajemen Indonesia Tourism Development Corporation [ITDC] akan membangun Sirkuit MotoGP yang terletak di kawasan Pariwisata Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Wacana ini telah dibuat setelah pihak terkait bertemu dengan desainer Developer MotoGP pada beberapa waktu yang lalu. Selain itu rencana pembangunan sirkuit bertaraf Internasional ini didapat setelah pada akhir 2016 lalu ITDC memperoleh sertifikat hak pengelolaan lahan [HPL], dari Badan Pertahanan Nasional. Namun untuk fisik sertifikat HPL, baru diterima oleh ITDC sekitar bulan Januari awal tahun lalu.

Sejatinya Sirkuit Mandalika ini adalah Sirkuit jalan raya yang teoat berada di pusat jalan perekonomian Kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Berikut adalah fakta-fakta Sirkuit Mandalika :

  1. Lokasi Sirkuit

Sirkuit ini berada di Mandalika, yakni kawasan wisata seluas 1.035 hektar yang berlokasi di di Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Sejak 2017, Mandalika sudah diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus [KEK] pariwisata yang diharapkan dapat menjadi tempat liburan yang cukup representatif di Lombok karena dilengkapi beberapa hotel dan beragam fasilitas rekreasi. Mandalika antara lain memiliki 7 spot wisata alam yang mempesona.

  1. Pengembangan Sirkuit

Pembangunan Sirkuit Mandalika dilakukan oleh ITDC dan anak perusahaan konstruksi global dari Prancis, Vinci Construction Grands Projects [VCGP].

  1. Waktu pembangunan

Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan menyatakan pembangunan badan jalan akan mulai Oktober 2019. Pembangunan badan jalan diperkirakan memakan waktu 6-9 bulan dan selesai pada semester-II Tahun 2020. “Ada beberapa terowongan juga yang harus dibuat, sehingga nanti akhir tahun 2020 uji kelayakan. Setelah itu nanti diputuskan kita ikut race Maret atau Oktober 2021,” kata Wirawan di Jakarta, Selasa.

  1. Biaya Pembangunan

Pembangunan infrastruktur di KEK Mandalika, termasuk untuk sirkuit jalan raya, membutuhkan investasi sebesar Rp 4,54 triliun. “Seluruhnya itu Rp 4,5 triliun sampai 7 tahun ke depan, tetapi yang kita belanjakan Rp 3,6 triliun akan habis terserap dalam 3 tahun sampai 2021,” kata Ngurah Wirawan .

  1. Spesifikasi Sirkuit

Sirkuit Mandalika akan berbentuk sirkuit jalan raya sepanjang 4,32 kilometer. Sirkuit ini akan dibangun di atas lahan seluas 160 hektare.

  1. Mengapa di Mandalika?

Daerah tersebut dipilih untuk pembangunan sirkuit kelas dunia karena menawarkan panorama indah sebuah lagun, sebuah solar cell farm, sebuah lapangan golf, area komersil dan perkotaan, serta Samudera Hindia. Saat kejuaraan MotoGP digelar, diproyeksikan akan menarik kunjungan wisatawan 100 ribu – 150 ribu orang per hari.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Beberapa cerita di balik sebab mengapa sirkuit MotoGP dibangun di Mandalika.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap Indonesia Galang Hendra Pratama telah melakukan tes pribadinya bersama dengan rekan setimnya Yamaha Moto X Racing di Sirkuit Aragon, Spanyol. Tes yang dilakukan pebalap asal Bantul, Yogyakarta bersama timnya ini dilakukan untuk persiapan terakhirnya jelang seri perdana World Supersport 300 [WSSP] yang akan tersaji pada tanggal 7 April 2019.

Sejatinya pada tes pre-musim sebelumnya, Galang Hendra Pratama sempat bingung terkait dengan setingan setup suspense depan dari motor Yamaha R3 yang saat ini menggunakan upside down, dengan begitu dirinya butuh waktu yang cukup lama untuk menentukan settingan yang tepat agar motor yang dikendarainya dapat bermanuver dengan lebih rendah sesuai yang diinginkannya.

Setelah mengetes suspense, Galang Hendra Pratama mencoba beberapa perbandingan rasio gear yang tepat untuk settingan motor di Sirkuit Aragon, Spanyol. Dengan karakter Sirkuit yang memiliki banyak tikungan cepat serta trek lurus yang cukup panjang, maka motor harus disiapkan dengan sangat terperinci, selain itu balapan juga akan sering menggunaan RPM yang tinggi.

Jika Fairing New Yamaha R3 ditambah kecepatan karena factor aerodinamika, maka bukan tidak mungkin Galang Hendra akan memiliki potensi untuk meraih juara di Seri perdana WSSP 300 yang tersaji di Sirkuit Aragon, Spanyol. Tahun 2019 ini bukanlah kali pertama Galang Hendra Pratama tampil di ajang WSSP 300, penampilan pertamanya terjadi di tahun 2017, yang kala itu saat usianya masih menginjak 19 tahun dirinya mendapatkan wild card dan sukses menjadi yang terdepan di Sirkuit Jerez, Spanyol. Selanjutnya di tahun 2018 Galang Hendra Pratama diberikan kepercayaan untuk balap satu musim penuh pada semua serinya, dan podium pertama yang berhasil digapainya terjadi di Sirkuit Brno, Republik Ceko dan mengakhiri gelaran WSSP 300 2018 diperingkat ke-10 dengan total 53 poin.

Persiapan Galang Hendra Pratama untuk menyambut musim baru WSSP 300 sudah dilakukannya sejak bulan Maret tanggal 12 yang lalu. Pada tanggal tersebut dirinya melakukan tes di Sirkuit Misano, Italia. Walaupun mempunyai pengalaman di ajang balap WSSP 300, Galang Hendra Pratama menilai di musim 2019 akan menjadi tahun yang sulit.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Semakin dekat dengan ajang baru, Galang Hendra kian terus persiapkan diri.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Hari Senin [18/03] kemarin menjadi hari pertama dimulai kegiatan Universitas Budi Luhur Community Festival 2019 [UBL Commfest 2019]. Dalam kegiatan tersebut pihak penyelenggara akan memberikan aktivitas yang cukup seru dan menjadi hiburan yang berkualitas bagi pengunjungnya, beberapa aktivitas tersebut antara lain Futsal Competition, Photo dan Video Competition, Scooter Contest, Live Mural, Skate Mini, Bazaar Community, Social Charity, dan Live On Air Radio Budi Luhur.

Kegiatan semacam ini sudah rutin diadakan setiap tahunnya oleh komunitas-komunitas di Universitas Budi Luhur, dengan tujuan mendukung musisi lokal dan kampus untuk tampil dalam acara panggung musik komunitas, menjadi platform untuk komunitas kampus menciptakan karya yang menarik dan bermanfaat untuk sekitarnya, pasar komunitas untuk para pegiat komunitas mulai dari olahraga dan otomotif, serta mengedukasi dengan campaign pendidikan Mari Membaca.

Manfaat dari adanya kegiatan UBL Commfest 2019 ini adalah dapat menjaga silahturahmi antar komunitas yang ada di kampus yang masing-masing komunitasnya akan memberikan aktivitas yang sangat seru. Dengan adanya kegiatan ini, Universitas Budi Luhur membuktikan bahwa kampus tersebut dapat merangkul dan memberikan wadah bagi para mahasiswanya untuk berkreasi se-positif dan se-kreatif mungkin.

Kegiatan semacam ini juga dapat menjadi contoh bagi Universitas-Universitas lainnya yang ada di Jakarta pada khususnya. Untuk aktivitas skateboard sendiri, Universitas Budi Luhur telah memiliki sarana skate park yang cukup layak untuk bermain skateboard, dan skate park ini mampu menjadi sarana latihan yang baik untuk para skateboarder lokal kampus. Walaupun kegiatan ini diadakan didalam Universitas Budi Luhur, nyatanya kegiatan ini juga dibuka untuk umum dan yang menjadi sasaran pihak penyelenggara adalah kalangan Mahasiswa, masyarakat, dan siswa serta siswi se-Jabodetabek.

Dalam acara UBL Commfest 2019, pihak penyelenggara juga akan mengadakan donasi yang bekerja sama dengan Rumah Cerdas Budi Luhur. Donasi tersebut berupa buku-buku yang disumbangkan oleh para pejuang kebudilihuran di KKN Universitas Budi Luhur. Kegiatan ini akan berlangsung hingga hari Rabu [20/03] ini, jadi jangan sampai terlewatkan.

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : UBL Community Festival 2019

Hari Rabu [20/03] ini akan menjadi hari terakhir UBL Community Festival 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang balap Moto2 telah memasuki babak barunya di musim 2019, dan yang menjadi sorotan bagi pecinta balap di Indonesia adalah munculnya Dimas Ekky Pratama sebagai pebalap utama di tim Idemitsu Honda Team Asia. Perjuangan Dimas Ekky sebagai pebalap utama telah dimulainya pada tanggal 8-10 Maret 2019 saat berlaga di seri perdana Moto2 yang tersaji di Losail International Circuit.

Ajang balap Moto 2 telah memasuki babak barunya dimusim 2019, dan yang menjadi sorotan bagi pecinta balap di Indonesia adalah munculnya Dimas Ekky Pratama sebagai pebalap utama di tim Idemitsu Honda Team Asia.

Memulai balapan dari posisi ke 31 Dimas Ekky Pratama berusaha keras untuk melaju ke depan, namun pada saat tikungan pertama sudah terjadi insiden yang dimana melibatkan tiga pebalap yaitu Bulega, Navarro, Lecuona, dan hampir saja Dimas Ekky Pratama ikut menjadi korban. Drama inilah yang mengakibatkan Dimas Ekky Pratama cukup kesulitan untuk mengejar lawannya.

Ajang balap Moto 2 telah memasuki babak barunya dimusim 2019, dan yang menjadi sorotan bagi pecinta balap di Indonesia adalah munculnya Dimas Ekky Pratama sebagai pebalap utama di tim Idemitsu Honda Team Asia.

Pada seri perdana Moto 2 di musim 2019 ini Dimas Ekky Pratama finish di urutan ke 24, dalam kesempatannya dirinya pun memberikan komentar, “Kemarin saya fokus untuk menekan sejak awal. Namun, di tikungan pertama, Bulega terjatuh di depan saya dan saya harus melaju lurus. Perasaan saya baik dan yakin jika tidak melaju lurus mungkin bisa finish 15 besar.”

Ajang balap Moto 2 telah memasuki babak barunya dimusim 2019, dan yang menjadi sorotan bagi pecinta balap di Indonesia adalah munculnya Dimas Ekky Pratama sebagai pebalap utama di tim Idemitsu Honda Team Asia.

Sementara itu, Team Manager Honda Team Asia Hiroshi Aoyama pun memuji performa Dimas pada Moto2 Qatar. Menurut dia, memang tidak mencetak poin, tetapi dia sangat menghargai kerja keras pebalapnya itu sepanjang 20 lap. Selanjutnya Dimas Ekky Pratama akan melanjutkan perjuangannya di race kedua Moto 2 musim 2019 pada tanggal 29-31 Maret, di Termas De Rio Hondo, Autodromo Termas De Rio Hondo.

Jadwal Lengkap Moto 2 Musim 2019:

  • Race 1 Losail, Losail International Circuit, 08 – 10 Maret 2019
  • Race 2 Termas De Rio Hondo, Autodromo Termas De Rio Hondo, 29-31 Maret 2019
  • Race 3 Austin, Curcuit Of The Americas, 12-14 April 2019
  • Race 4 Jerez, Circuito De Jerez, 03-05 Mei 2019
  • Race 5 Le Mans, Le Mans Circuit Bugatti, 17-19 Mei 2019
  • Race 6 Mugello, Mugello Circuit 31 Mei – 02 Juni 2019
  • Race 7 Catalunya, Circuit De Barcelona Catalunya, 14-16 Juni 2019
  • Race 8 Assen, TT Circuit Assen, 28-30 Juni 2019
  • Race 9 Sachsenring, Sachsenring 05-07 Juli 2019
  • Race 10 Brno, Brno Circuit 02-04 Agustus 2019
  • Race 11 Red Bull Ring, Red Bull Ring 09-11 Agustus 2019
  • Race 12 Silverstone, Silverstone, 23-25 Agustus 2019
  • Race 13 Misano, Misano World Circuit Marco Simoncelli 13-15 September 2019
  • Race 14 Aragon, Motorland Aragon 20-22 September 2019
  • Race 15 Buriram, Chang International Circuit 04-06 Oktober 2019
  • Race 16 Motegi, Twin Ring Motegi 18-20 Oktober
  • Race 17 Phillip Island, 25-27 Oktober 2019
  • Race 18 Sepang, Sepang International Circuit 2019
  • Race 19 Valencia, Valencia Circuit Ricardo Tormo 15-17 November 2019

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Dimas Ekky Pratama akan mewakili Indonesia dalam ajang Moto2 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Mantan pebalap Formula 1 [F1] Rio Haryanto telah kembali ke dunia balap, pada musim 2019 ini dirinya dipercaya mengisi bangku penasehat di Toyota Team Indonesia [TTI]. Dengan pekerjaan barunya tersebut, pebalap asal Solo ini bertekad untuk membuat tim TTI lebih berjaya lagi pada Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Gymkhana 2019.

Mantan pebalap Formula 1 (F1) Rio Haryanto telah kembali kedunia balap, pada musim 2019 ini dirinya dipercaya mengisi bangku penasehat di Toyota Team Indonesia (TTI).

Dalam tugasnya nanti, Rio Haryanto akan mendampingi pebalap baru tim TTI yang menggantikan posisi Alinka Hardianti karena vakum dari dunia balap, dia adalah Sabrina Sameh dan Herdiko Setya Putra. Dengan pengalaman selama menjadi pebalap di Eropa, Rio Haryanto berharap dua pebalap anyar tim Toyota Team Indonesia akan berkembang dengan sangat baik.

Mantan pebalap Formula 1 (F1) Rio Haryanto telah kembali kedunia balap, pada musim 2019 ini dirinya dipercaya mengisi bangku penasehat di Toyota Team Indonesia (TTI).

Dalam kesempatannya Rio Haryanto pun menyampaikan, “Sudah dua tahun tidak ada pemberitaan saya terkait balapan. Saya bersyukur, pada 2019 ini diberi kesempatan sebagai penasihat TTI. Saya ingin bisa sharing ke mereka, karena saya yakin para pebalap di TTI sudah pembalap top juga, tahun sebelumnya juga jadi juara nasional. Jadi sebetulnya saya ingin menyempurnakan mereka saja. Ditambah lagi ada pembalap muda juga yang baru bergabung, jadi mudah-mudahan bisa bantu men-develope mereka secepat mungkin supaya mereka bisa jadi pembalap yang kompetitif dan jadi juara.”

Mantan pebalap Formula 1 (F1) Rio Haryanto telah kembali kedunia balap, pada musim 2019 ini dirinya dipercaya mengisi bangku penasehat di Toyota Team Indonesia (TTI).

Rio Haryanto menambahkan, Dengan skill dan pengalaman yang telah dimiliki Sabrina dan Herdiko, mereja tinggal membutuhkan role model untuk menjadikan tempat mereka melakukan evaluasi setelah latihan ataupun balapan. TTI mengawali karier pada ajang balap nasional sejak 1989. Dalam periode itu, TTI sudah mengoleksi banyak prestasi dan menelurkan pebalap-pebalap hebat di Tanah Air. Pada musim 2018 sendiri TTI merupakan juara bertahan pada Kejurnas Gymkhana di kelas F [modifikasi], dengan pebalap andalannya Adrianza Yunial .

Mantan pebalap Formula 1 (F1) Rio Haryanto telah kembali kedunia balap, pada musim 2019 ini dirinya dipercaya mengisi bangku penasehat di Toyota Team Indonesia (TTI).

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Toyota Team Indonesia

 

Rio Haryanto dirinya dipercaya mengisi bangku penasehat di Toyota Team Indonesia [TTI].

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Demi mengulang kesuksesannya di tahun 2018, yang dimana tim pabrikan Toyota berhasil meraih juara Nasional untuk kejuaraan Gymkhana dan ITCC 1600 Max ISSOM, Toyota Team Indonesia [TTI] telah merilis skuad terbarunya untuk musim 2019. Untuk musim baru di tahun 2019 ini komposisi pebalap mengalami perubahan.

Pada skuad tim Gymkhana, TTI telah menghadirkan nama baru yaitu Sabrina Sameh yang menggantikan Alinka Hardianti lantaran vakum dari dunia balap, dan pebalap anyar lainnya adalah Herdiko Setya Putra. Sementara untuk di tim Touring TTI akan mengandalkan juara bertahan ITCC 1600 MAX, Haridarma Manoppo dan Demas Agil, dalam skuad ini TTI juga menunjuk Rio Haryanto sebagai penasehat tim.

Dalam kesempatannya Direktur TTI] menyampaikan, “Dengan masuknya Herdiko dan Sabrina Sameh, saya berharap mereka bisa cepat beradaptasi dengan tim. Saya yakin mereka berdua bisa memberikan kekuatan penuh untuk TTI pada musim 2019. Hadirnya Rio Haryanto juga diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan untuk semua pembalap TTI dengan segudang pengalaman yang dimilikinya.”

Disisi lain Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, mengatakan “Secara global, Toyota turut berkiprah dalam ajang balap sejak awal 1970an, dan Toyota Astra Motor pun turut mendukung kegiatan balap Toyota di tanah air sejak kehadiran TTI di akhir 80 an. Toyota juga punya produk yang memiliki performa mumpuni dan kompetitif di motorsport. Terbukti Toyota Yaris meraih juara di tahun 2017 dan 2018. Semoga tahun ini TTI kembali menggapai prestasi gemilang.”

Tahun 2019 ini TTI mengusung tagline barunya Beyond Race yang diproyeksikan menjadi cerminan DNA juara TTI serta menghadirkan sebuah nilai-nilai lekebihi dari sekedar balapan semata. Kiprah TTI di ajang balap nasional juga turut menjadi perpanjangan tangan PT Toyota Astra Motor untuk mengkampanyekan produk-produk yang digunakan di arena balap. Tak hanya itu TTI juga ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan PT Toyota Astra Motor baik di dunia balap maupun di luar balap.

Demi mengulang kesuksesannya di tahun 2018, yang dimana tim pabrikan Toyota berhasil meraih juara Nasional untuk kejuaraan Gymkhana dan ITCC 1600 Max ISSOM, Toyota Team Indonesia (TTI) telah merilis skuad terbarunya untuk musim 2019. Untuk musim baru di tahun 2019 ini komposisi pebalap mengalami perubahan.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Toyota Team Indonesia

 

 

Toyota Team Indonesia [TTI] telah merilis skuad terbarunya untuk musim 2019.

READ MORE

eXtremeINA.com  Bagi yang masih awam Motocross [MX], Enduro, Dual Sport, dan Motoard adalah jenis kendaraan yang sama. Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa tampil keempat motor ini memang terlihat sama seperti body rampingnya, kaki-kaki yang menjulang tinggi, dan spakbor depan yang memiliki ciri khas. Namun jika benar diperhatiakn keempat jenis motor ini memiliki perbedaan yang mendasar baik dari spesifikasi dan juga fungsinya. Berikut adalah penjelasan tentang perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard.

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard_feature (1)

  1. Motocross

Pada dasarnya Motocross adalah balapan motor Offroad yang dilangsungkan di sebuah Sirkuit yang telah dipersiapkan sedemikian rupa. Karena diperuntukannya adalah untuk balapan, maka spesifikasi motor ini memiliki kapasitas mesin yang tinggi mulai dari 125cc hingga 450cc, selain itu sasisnya rigid, ban pacul yang kembang-kembangnya besar, dan shockya pun lebih kuat dibanding dengan spesifikasi motor trail lainnya. Motor jenis ini sangat tidak diperbolehkan digunakan dijalan raya, pasalnya tidak memiliki kelengkapan lampu depan, lampu belakang, lampu sign, klakson, spion, dan knalpot yang telah lolos uji emisi.

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard_feature (2)

  1. Enduro

Sejatinya Enduro adalah uji ketahanan untuk rider maupun motor itu sendiri. Biasanya kendaraan ini diperuntukan untuk melewati jalur-jalur dengan berbagai rintangan semisal menjalah hutan yang akan menemui ranting-ranting pohon, batang pohon tumbang, jalan berbatu, melewati sungai, turun naik bukit, jalan berkrikil, jalan berpasir, hingga jalur berlumpur. Pada dasarnya motor Enduro ini harus memiliki performa yang cukup mumpuni dan secara spesifikasi motor jenis ini tidak memiliki perbedaan yang signifikain dengan Motorcross. Pada motor jenis Enduro ini terkadang dilengkapi dengan lampu utama untuk kebutuhan berjendara dimalam hari, ban yang digunakan motor Enduro ini juga hampir mirip dengan ban Motorcross berupa ban pacul dengan kotak yang besar. Namun motor Enduro ini memiliki tangka untuk bahan bakar yang lebih besar guna kebutuhan jalan jarak jauh.

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard_feature (3)

  1. Dual Sport

Memiliki kelengkapan seperti lampu utama, lampu belakang, lampu sign, klakson, spion, speedometer, tempat pemasangan plat nomor kendaraan, knalpot yang lulus uji emisi, dan bisa diregistrasikan sehingga memiliki surat-surat yang lengkap, motor Dual Sport atau yang disebut dengan motor Trail adalah motor yang legal untuk berkendara dijalan raya. Motor jenis ini sangat multifungsi, pasalnya dapat dikendarai di jalan raya dan tidak canggung ketika memasuki jalanan berupa semi off road maupun off road. Oleh karena itu, motor dual sport juga biasa disebut dengan motor ‘all road’ atau ‘dual purpose’. Secara spesifikasi motor Dual Sport ini tidak setangguh Motocross dan Enduro. Ban yang digunakan adalah tipe dual purpose, dimana ban ini masih nyaman digunakan di jalan raya tapi juga baik saat digunakan di jalan off road. Ukuran bannya pun mirip seperti motor motocross dan enduro, yakni lingkar ban depan lebih besar dari ban belakang. Umumnya motor-motor seperti inilah yang digunakan untuk riding adventure, yang kadang melintas di kota, kadang melintas jalanan tengah hutan, kadang, juga melewati kondisi jalan berlumpur.

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard_feature (4)

  1. Motard

Sejatinya motor jenis adalah gabungan dari Dual Sport atau Trail dengan motor jalan raya atau Street bike. Memiliki bentuk yang tinggi dan macho ciri khas motor Dual Sport, menggunakan ban yang halus motor ini sangat nyaman saat dikendarai di jalan raya. Saat memasuki jalur offroad, motor jenis ini akan sangat ringkih untuk terjadi kerusakan. Umumnya, versi motard memiliki harga yang lebih mahal daripada versi dual purpose. Contoh motard antara lain Kawasaki D’Tracker 150, Kawasaki D’Tracker 250, Yamaha WR250X, KTM 690 SMC R, dan Ducati Hypermotard.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Galang Hendra Pratama yang tergabung dalam Yamaha Moto X Racing dipastikan menjadi satu-satunya pebalap Indonesia yang akan berlaga di ajang World Supersport [WSSP] 300 musim 2019. Masuk di tahun ketiganya ajang balap WSSP 300 2019 akan diramaikan sekitar 50 pebalap yang datang dari lima benua di 15 negara berbeda.

Sejatinya ini bukanlah kali pertama Galang Hendra Pratama tampil di ajang WSSP 300, penampilan pertamanya terjadi di tahun 2017, yang kala itu saat usianya masih menginjak 19 tahun dirinya mendapatkan wild card dan sukses menjadi yang terdepan di Sirkuit Jerez, Spanyol. Selanjutnya di tahun 2018 Galang Hendra Pratama diberikan kepercayaan untuk balap satu musim penuh pada semua serinya, dan podium pertama yang berhasil digapainya terjadi di Sirkuit Brno, Republik Ceko dan mengakhiri gelaran WSSP 300 2018 diperingkat ke-10 dengan total 53 poin.

Jelang dimulainya seri perdana WSSP 300 2019 di Sirkuit Aragon, Spanyol pada tanggal 5-7 April mendatang, Galang Hendra Pratama sengaja melakukan persiapannya lebih awal. Pada tanggal 12 Maret 2019 yang lalu pebalap asal Yogyakarta ini menjalani serangkain tes di Sirkuit Misano, Italia. Walaupun mempunyai pengalaman di ajang balap WSSP 300, Galang Hendra Pratama menilai di musim 2019 akan menjadi tahun yang sulit. Selain itu tidak adanya seri di Republik Ceko pada tahun ini akan membuat dirinya merasa tertantang.

Namun Galang Hendra Pratama bisa sedikit optimistis karena Sirkuit Jerez yang menjadi tempatnya juara pada musim 2017 kembali hadir pada musim ini. Dalam WSSP300 musim ini, Galang Hendra akan tampil dalam sembilan seri. Kejuaran balap motor yang musim lalu digelar delapan seri di Eropa itu kali ini memang menambah satu seri di Losail Qatar.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Galang Hendra menjadi pebalap tunggal wakil Indonesia di ajang WSSP 300 musim 2019.

READ MORE
<