eXtremeINA.com

PONOROGO – eXtremeINA.com        Kejuaraan balap bertajuk Super Adventure Monster Road seri ke-2 musim 2019 telah usai diselenggarakan dengan sangat sukses pada akhir pekan [09/03] kemarin di Alun-Alun Kota, Ponorogo, Jawa Timur. Masih sama seperti seri sebelumnya, Monster Road seri ke-2 ini mempertandingkan tiga kelas yang diantaranya kelas Upper, Under, dan kelas 1000 cc, dengan total 4 special stage [SS] yang harus diselesaikan oleh pesertanya.

Pada kelas Upper yang notabennya adalah kelas tertinggi ajang balap Monster Road, duet pasangan Andy dengan co-driver Wahyu Lamban dari tim Teboxs sukses menjadi yang terdepan dengan total poin 347. Sementara di posisi kedua bertengger M. Yusuf dan Agung N. dari tim Merapi Offroad dengan raihan 315 poin, untuk peringkat ketiga berhasil diraih oleh Indra Jati dan co-driver Raka Rayhan yang juga meraih 315 poin.

Untuk kelas Under, offroader dari tim JBTRT M Alfath dengan navigatornya Wanda sukses mengunci gelar juara untuk pertama kalinya dengan total poin 350 dari seluruh SS yang dijalaninya. Sementara podium kedua berhasil diraih oleh Andre Wirawan dan Ryani dari tim AWE Auto Tech Solo dengan nilai poin 347. Posisi ketiga diduduki oleh Afan dan Havid dengan raihan 324 poin.

Lanjut ke kelas 1000cc, dikelas ini Doddy dan Antok dari tim RHJRT Berjaya meraih podium pertama dengan torehan 365 poin, peringkat kedua berhasil diraih oleh Faras dan Mustaqin dari tim Bgundal Squad dengan 361 poin. Sementara peringkat ketiga didapat oleh Yoga dan Abe Wahyu dari tim Sekar Arum dengan 357 poin. Jika dilihat seksama, Seri ke-2 Monster Road 2019 yang berlangsung di Ponorogo, Jawa Timur ini berlangsung sangat ketat diantara para pebalapnya. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan poin para sang juara yang hanya berbeda sangat tipis.

Hadirnya kejuaraan balap Monster Road 2019 menjadi warna baru bagi dunia balap di Tanah Air. Selain mampu mendorong para pebalap di genre lain untuk terjun di ajang Monster Road, balapan mobil offroad super besar ini juga mampu meningkatkan prestasi para pebalap dan mampu menjadi hiburan berkualitas bagi para pengunjung yang menyaksikan secara langsung.

 

Berikut adalah hasil Seri ke-2 Monster Road 2019:

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

 

Kota Ponorago telah diadakan ajang seri kedua dari Monster Road 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pre-Musim Formula 2 [F2] 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pre-Musim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan. Seri perdana ajang FIA F2 2019 akan berlangsung pada akhir bulan Maret di Sirkuit Skahir, Bahrain.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Tes pre-Musim pertama F2 yang dilakoni Sean terjadi pada tanggal 26-28 Februari 2019 di Jerez, Spanyol. Hasil yang didapat Sean pada tes pre-Musim ini sangatlah positif mulai dari simulasi kualifikasi dan juga simulasi lomba. Dengan kata lain Sean mampu tampil konisiten dengan menembus sepuluh besar dengan jarak waktu yang kompetitif terhadap para pebalap didepannya. Hasil yang didapat Sean seakan menambah rasa kepercayaan dirinya untuk menatap musim balap F2 2019.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Saat tes prausim F2 berpindah tempat ke Sirkuit Catalunya Spanyol pada tanggal 5-7 Maret 2019, Sean mampu menunjukkan hasil yang positif. Karakter Sirkuit yang berbeda tidak membuatnya gugup, namun dirinya mampu menjaga ritme penampilannya. Pada hasil tes pre-Musim di Sirkuit Catalunya ini Sean mampu berada di posisi ke sepuluh besar. Dalam kesempatannya Sean pun berkomentar, “Ini adalah hasil yang bagus untuk modal saya menatap musim balap F2 2019. Biasanya saya selalu kesulitan ketika melakukan qualy run atau simulasi kualifikasi pada tes pre-Musim dan dampaknya terasa begitu musim balap sudah berjalan.”

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

“Pada musim 2019 ini saya merasakan sesuatu yang berbeda, dimana mobil sudah menyatu dengan saya sehingga hasil lap tim yang saya raih selalu kompetitif,” tambah Sean. Dengan hasil dua tes pre-Musim yang mampu mengangkat kepercayaan dirinya, Sean diyakini bakal sering ada diposisi sepuluh besar, dan bukan hal yang tidak mungkin dirinya mampu meraih podium tertinggi.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Pada tahun lalu, Sean pernah memulai perjuangannya di garis start ke-12, dan berkat kegigihannya dirinya hampir finish diurutan pertama saat balapan di Monte Carlo, Monako. Musim 2019 ini menjadi musim ke empat Sean tampil penuh di ajang F2, dan dengan tim yang sama Sean diprediksi mampu menunjukkan bakat terbaiknya di musim ini. Pada musim balap F2 2019 Sean akan ditemani oleh rekan setimnya Mick Schumacher yang notabennya adalah anak juara dunia Formula 1 tujuh kali Michael Schumacher.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Prema Racing / Berbagai Sumber

Sean Gelael merasakan yakin untuk menunjukkan performa terbaik di musim baru F2 2019.

READ MORE

eXtremeINA.com              Olahraga ekstrem memang tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, dan yang harus menggelutinya adalah orang-orang yang terlatih di bidangnya. Namun jika seorang pemula ingin merasakan seberapa seru dan tertantangnya bermain olahraga ekstrem maka dia harus diawasi oleh orang yang sudah profesional.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (1)

Khusus di Indonesia, perkembangan olahraga ekstrem terbilang cukup pesat dan sudah banyak kategori seperti BMX, Skateboard, Downhill, Surfing, Panjat Tebing, Aggressive Inline Skate, Slackline, Offroad, Motocross, Wakeboarding, Paralayang, dan masih banyak yang lainnya. Namun sejatinya perkembangan ataupun kemajuan olahraga ekstrem tersebut sifatnya belum merata, dan yang membuktikan bahwa kategori olahraga ekstrem tertentu adalah banyaknya komunitas, banyaknya kejuaraan olahraga ekstrem tertentu diberbagai daerah, memiliki federasi atau assosiasi, pecintanya datang dari berbagai kalangan, dan tentunya masih banyak faktor lainnya.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (4)

Namun tahukan kalian seberapa banyak manfaat yang dihasilkan jika bermain olahraga ekstrem. Pada dasarnya semua olahraga dapat memberikan dampat positif bagi kesehatan tubuh, namun khusus olahraga ekstrem memiliki karakteristiknya sendiri. Karakteristik yang dimaksud adalah, olahraga ekstrem ini dapat memacu adrenaline, melatih mental, menghilangkan phobia tertentu, dan masih banyak manfaat lainnya.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (2)

Olahraga ekstrem ini identik dengan anak-anak muda, namun pada faktanya olahraga ekstrem banyak dilakukan oleh mereka yang memiliki usia 20 tahun hingga 40 tahun. Namun usia ini dapat menjadi patokan jenis olahraga ekstrem apa yang dilakukan. Bagi seorang pemula yang ingin merasakan olahraga ekstrem tertentu ada kait-kiat yang harus diperhatikan, yaitu pilih waktu yang tepat untuk melakukan olahraga ekstrem yang kalian geluti, hindari bermain olahraga ekstrem disaat kondisi badan sedang tidak fit, dan pertimbangkan resiko yang akan terjadi.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (3)

#eXtremeINA #extremesport #extremesportsindonesia #feature #Indonesia

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Olahraga ekstrem memang tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, dan yang harus menggelutinya adalah orang-orang yang terlatih di bidangnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Millennial Road Safety Festival 2019 yang kali ini mengangkat tema sosialisasi mengenai dunia balap sukses digelar di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Minggu [03/03] akhir pekan lalu.

Acara ini mendapat tanggapan positif dari kaum milenial yang memang menjadi sasaran utama kegiatan sosialisasi tersebut. Rifat Sungkar selaku salah satu instruktur sekaligus Duta Keselamatan Berkendara mengungkapkan, “Saya merasa puas atas kegiatan yang digelar kemarin karena banyak anak muda yang berperan aktif dan antusias mengikutinya dari pagi hingga sore hari meskipun kondisi cuaca sempat hujan.”

Kegiatan yang digelar atas kerja sama antara Dirlantas Polda Metro Jaya serta Ikatan Motor Indonesia [IMI] ini menghadirkan beberapa kegiatan menarik seperti taxi drift yang merupakan ajakan kepada masyarakat untuk mencicipi bagaimana keseruan olahraga drifting.

Rifat mengharapkan agar bentuk kerja sama antara Polda Metro Jaya dan IMI menjadi sarana percontohan hubungan baik antara pihak kepolisian dengan kaum milenial secara khusus mereka yang memiliki ketertarikan dengan dunia balap. “Hubungan baik antara kepolisian dengan kaum milenial seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua dalam mencerminkan bahwa kepolisian selalu memegang peranan dalam mengayomi masyarakat, merangkul aspirasi anak muda, serta memberi fasilitas untuk penyaluran hobi demi berkembangnya prestasi.”

April mendatang, Rifat bersama IMI dan Polda Metro Jaya akan mengadakan agenda latihan ajang otomotif lain, yaitu slalom. Ke depan, Kawasan Polda Metro Jaya juga direncanakan akan menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan daerah khusunya untuk cabang olahraga drifting dan slalom.

Text & Photos : karyaKU

Millennial Road Safety Festival 2019 yang kali ini mengangkat tema sosialisasi mengenai dunia balap.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan balap mobil bertajuk Formula 2 [F2] akan segera memasuki musim barunya di tahun 2019, dan seri perdana rencananya akan dihelat pada tanggal 30 – 31 Maret 2019 di Sirkuit Sakhir Bahrain. Sebelum melakukan sprint race yang sesungguhnya, seluruh pebalap telah menjalani serangkain tes pre-Musim yang telah berlangsung pada tanggal 26-28 Februari 2019 di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Kejuaraan balap mobil bertajuk Formula 2 akan segera memasuki musim barunya di tahun 2019, dan seri perdana rencananya akan dihelat pada tanggal 30 – 31 Maret 2019 di Sirkuit Sakhir Bahrain.

Untuk mencapai target maksimal di ajang F2, tentunya seluruh tim melakukan persiapan yang serius mulai dari segala segi teknis mobil dan kesiapan pebalapnya. Hal ini pun yang dilakukan Sean Gelael bersama timnya Prema Racing. Tahun 2019 ini menjadi tahun kedua bagi pebalap Indonesia ini bergabung kedalam tim Prema Racing.

Pada tes pre-Musim perdana F2 yang telah dihelat beberapa waktu yang lalu Sean Gelael tampil dengan melahap 35 putaran dengan catatan waktu 1 menit 26,614 detik. Hasil yang diraih Sean Gelael pada kesempatan pertama ini cukup baik dibanding dengan rekan satu timnya Mick Schumacher yang merupakan anak dari legenda mantan juara dunia F1 Michael Schumacher. Pada sesi pagi, Mick Schumacher hanya mampu menyelesaikan 28 putaran.

Kejuaraan balap mobil bertajuk Formula 2 akan segera memasuki musim barunya di tahun 2019, dan seri perdana rencananya akan dihelat pada tanggal 30 – 31 Maret 2019 di Sirkuit Sakhir Bahrain.

Tes pre-Musim berlanjut di sesi sore hari, jika dibandingkan dengan sesi pagi pada sesi sore Sean Gelael mengalami penurunan waktu sekitar 0,8 detik dari catatan waktu yang dihasilkan pada sesi pagi. Selain waktu, jumlah putaran yang diselesaikan Sean juga menurun. Pada pagi hari Sean Gelael mampu mengemas 38 putaran sementara di sesi sore Sean Gelael hanya mampu mengemas 29 putaran. Sejatinya hasil yang diraih Sean Gelael dalam tes pre-Musim pertama di tahun 2019 ini bukanlah sebagai patokan utama untuk menilai performanya, namun performa Sean akan dilihat saat balapan resmi berlangsung.

Kejuaraan balap mobil bertajuk Formula 2 akan segera memasuki musim barunya di tahun 2019, dan seri perdana rencananya akan dihelat pada tanggal 30 – 31 Maret 2019 di Sirkuit Sakhir Bahrain.

Perjuangan sesungguhnya akan Sean Gelael hadapi di akhir bulan Maret mendatang, dirnya akan menjalani seri perdana ajang F2. Semoga pebalap Indonesia mampu mencatatkan hasil terbaik dan menutup kemungkinan menjadi juara utama. Berikut adalah jadwal F2 musim 2019 :

  1. 30-31 Maret 2019, Bahrain International Circuit, Sakhir
  2. 27-28 April 2019, Baku City Circuit, Baku
  3. 11-12 Mei 2019, Circuit de Barcelona Catalunya, Montmelo
  4. 24-25 Mei 2019, Circuit de Monaco, Monaco
  5. 22-23 juni 2019, Circuit Paul Richard, Le Castellet
  6. 29-30 Juni 2019, Red Bull Ring, Speilberg
  7. 13-14 Juli 2019, Silverstone Circuit, Silverstone
  8. 3-4 Agustus 2019, Hungaroring, Mogyorod
  9. 31 Agustus – 1 September, Circuit de Spa-Francorchamps, Stavelot
  10. 7-8 September 2019, Autodromo Nazionale Monza, Monza
  11. 28 – 29 September 2019, Sochi Autodrom, Sochi
  12. 30 November – 1 Desember 2019, Yas Marina Circuit, Abu Dhabi

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Akhir bulan Maret ini, seri baru Formula 2 untuk musim 2019 dimulai.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan balap MotoGP musim 2019 akan segera bergulir, dan untuk seri pertamanya akn tersaji pada tanggal 10 Maret 2019 di Sirkuit Losail GP Qatar. Sejatinya seri perdana MotoGP di musim 2019 ini akan digelar pada malam hari, namun ada wacana untuk mempercepat race-nya berlangsung menjadi sore hari mengingat adanya pertimbangan keamanan atau keselamatan para pebalap.

Jadwal race motoGP 2019

Pada musim balap MotoGP 2019 akan digelar sebanyak 19 seri yang diawali dari GP Qatar dan ditutup dengan GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo pada bulan November mendatang. Ajang balap motor kelas dunia ini selalu dinanti kehadirannya oleh para penggila balap di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Walaupun Indonesia baru mencapai kesepakatan dengan pihak Dorna Sport untuk menggelar kejuaraan balap MotoGP di Indonesia pada tahun 2021, namun sejak lama Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pecinta MotoGP yang cukup banyak.

Jadwal race motoGP 2019

Banyak hal yang menarik dari gelaran MotoGP musim 2019, karena beberapa pebalap telah pindah tim misalnya adalah Danilo Petrucci yang pindah ke tim Ducati, Johan Zarco yang berpindah ke tim Red Bull KTM, dan Jorge Lorenzi yang pindah ke tim Repsol Honda. Patut dinantikan aksi mereka di tim barunya. Berikut adalah jadwal resmi kejuaraan MotoGP musim 2019:

Jadwal race motoGP 2019

Seri 1: 10 March Qatar, Sirkuit Losail
Seri 2: 31 Maret, Argentina, Sirkuit Termas de Rio Hondo
Seri 3: 14 April 2019, Americas, COTA
Seri 4: 5 Mei 2019, Spanyol, Sirkuit Jerez de la Frontera
Seri 5: 19 Mei 2019, Prancis, Sirkuit Le Mans
Seri 6: 2 Juni 2019, Italia, Sirkuit Mugello
Seri 7: 16 Juni 2019, Catalunya, Sirkuit Catalunya
Seri 8: 30 Juni 2019, Belanda, Sirkuit TT Assen
Seri 9: 7 Juli 2019, Jerman, Sirkuit Sachsenring
Seri 10: 4 Agustus 2019, Republik Ceko, Sirkuit Brno
Seri 11: 11 Agustus 2019, Austria, Sirkuit Red Bull Ring
Seri 12: 25 Agustus 2019, Inggris, Sirkuit Silverstone
Seri 13: 15 September 2019 San Marino, Sirkuit Riviera di Seri Misano
Seri 14: 22 September 2019, Aragon, Sirkuit MotorLand Aragon
Seri 15: 6 Oktober 2019, Thailand, Sirkuit Buriram
Seri 16: 20 Oktober 2019, Japan, Sirkuit Motegi
Seri 17: 27 Oktober 2019, Australia, Sirkuit Phillip Island
Seri 18: 3 November 2019, Malaysia, Sirkuit Sepang
Seri 19: 17 November 2019, Valencia, Sirkuit Ricardo Tormo-Valencia

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : courtesy of MotoGP.com / Berbagai Sumber

Musim baru kejuaraan balap MotoGP 2019, akan dimulai bulan Maret ini.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Carlos Sainz yang menunggangi mobil MCL33 McLaren masih menjadi yang tercepat selama dua hari berturut-turut pada tes pre-Musim Formula 1 [F1] 2019 yang dilangsungkan beberapa waktu lalu di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Pada sesi pagi torehan waktu yang didapat oleh Carlos Sainz adalah 1 menit 17,144 detik, hasil ini mampu mengungguli pebalap Sergio Perez dari Racing Point, dan Sebastian Vettel dari tim Ferrari.

Carlos Sainz yang menunggangi mobil MCL33 McLaren masih menjadi yang tercepat selama dua hari bertut – turut pada tes pramusim Formula 1 musim 2019 yang dilangsungkan beberapa waktu lalu di Sirkuit Catalunya, Barcelona.

Performa apik dari Sainz didukung dengan ban komponen terlunak kedua C4 seperti mobil yang digunakan Perez, sementara mobil yang digunakan Sebastian Vettel menggunakan ban C3. Sejatinya waktu yang diraih oleh Sainz menjadi rekor tercepat selama tes pre-Musim yang digelar di Catalunya. Pada hari selanjutnya McLaren masih menjadi yang tercepat, kali ini Lando Norris pebalap Rookie McLaren mampu mencatatkan waktu terbaiknya 1 menit 17,709 detik bersaing ketat dengan pebalap Red Bull Pierre Gasly dengan margin waktu 0,006 detik diperingkat kedua.

Carlos Sainz yang menunggangi mobil MCL33 McLaren masih menjadi yang tercepat selama dua hari bertut – turut pada tes pramusim Formula 1 musim 2019 yang dilangsungkan beberapa waktu lalu di Sirkuit Catalunya, Barcelona.

Nasib kurang beruntung harus dialami oleh Vettel, karena pada tes hari rabu dirinya harus mengalami kecelakaan dengan mobil Ferrari Sf90 di lap ke-41. Mobil yang dikendarainya menghantam pagar di tikungan ketiga. Akibat kecelakaan tersebut pebalap asal Jerman harus menjalani pemeriksaan medis. Pihak Ferrari sendiri menyatakan bahwa insiden yang dialami Vettel disebabkan adanya masalah mekanis. Saat tim Ferrari mengalami insiden, justru beberapa pebalap lain seperti Sainz [McLaren], Kimi Raikkonen [Alfa Romeo], Romain Grosjean [Haas], Max Verstappen [Red Bull], Daniil Kvyat [Toro Rosso] dan Robert Kubica [Williams] sukses melahap lebih dari 100 putaran.

Carlos Sainz yang menunggangi mobil MCL33 McLaren masih menjadi yang tercepat selama dua hari bertut – turut pada tes pramusim Formula 1 musim 2019 yang dilangsungkan beberapa waktu lalu di Sirkuit Catalunya, Barcelona.

Balapan seri perdana F1 2019 akan dihelat pada tanggal 17 Maret 2019 di Melbourne, Australia. Berikut adalah hasil tes pre-Musim F1 2019:

Carlos Sainz yang menunggangi mobil MCL33 McLaren masih menjadi yang tercepat selama dua hari bertut – turut pada tes pramusim Formula 1 musim 2019 yang dilangsungkan beberapa waktu lalu di Sirkuit Catalunya, Barcelona.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : courtesy of Formula1.com / Berbagai Sumber

Carlos Sainz dengan mobil MCL33 McLaren menjadi yang tercepat selama dua hari pada tes pre-Musim F1 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam tim Prema Racing, Sean Gelael telah menjalani tes pre-Musim Formula 2 [F2] pertama di musim 2019 dengan sangat lancar. Sean Gelael yang telah memasuki musim keduanya bersama Prema Racing ini benar-benar membuktikan kepandaiannya sebagai pebalap profesional. Pada sesi pagi hari pebalap yang sangat hobi bermain Bola Basket ini masuk ke dalam rombongan sepuluh besar pebalap tercapat.

Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam tim Prema Racing, Sean Gelael telah menjalani tes pramusim Formula 2 pertama di musim 2019 dengan sangat lancar.

Benar saja, saat sesi pagi yang dilangsungkan di Sirkuit Jerez, Spanyol, Sean berhasil melahap 35 putaran dengan catatan waktu 1 menit 26,614 detik. Hasil yang diraih Sean Gelael pada kesempatan pertama ini cukup baik dibanding dengan rekan satu timnya Mick Schumacher yang merupakan anak dari legenda mantan juara dunia F1 Michael Schumacher. Pada sesi pagi, Mick Schumacher hanya mampu menyelesaikan 28 putaran.

Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam tim Prema Racing, Sean Gelael telah menjalani tes pramusim Formula 2 pertama di musim 2019 dengan sangat lancar.

Tes pre-Musim berlanjut di sesi sore hari, jika dibandingkan dengan sesi pagi pada sesi sore Sean Gelael mengalami penurunan waktu sekitar 0,8 detik dari catatan waktu yang dihasilkan pada sesi pagi. Selain waktu, jumlah putaran yang diselesaikan Sean juga menurun. Pada pagi hari Sean Gelael mampu mengemas 38 putaran sementara di sesi sore Sean Gelael hanya mampu mengemas 29 putaran. Sejatinya hasil yang diraih Sean Gelael dalam tes pre-Musim pertama di tahun 2019 ini bukanlah sebagai patokan utama untuk menilai performanya, namun performa Sean akan dilihat saat balapan resmi berlangsung.

Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam tim Prema Racing, Sean Gelael telah menjalani tes pramusim Formula 2 pertama di musim 2019 dengan sangat lancar.

Sejatinya perjuangan Sean Gelael untuk menuju ke ajang balap jet darat bertajuk Formula 1 [F1] kian terbuka lebar, asalkan performa Sean Gelael di musim ini cukup apik serta konsisten. Pada beberapa kesempatan Sean Gelael pernah diberikan kesempatan menjajal mobil F1 bersama tim Toro Rosso. Indonesia sendiri sebenarnya pernah mencatatkan sejarah melalui Rio Haryanto yang pada saat itu menjadi pebalap pertama Indonesia yang mampu masuk ke dalam ajang balap tertinggi di dunia bertajuk F1 pada tahun 2016 bergabung dengan tim Manor Racing. Namun akibat beberapa permasalahan akhirnya Rio Haryanto tidak dapat melanjutkan karinya di ajang balap F1. Semoga Sean Gelael mampu meneruskan perjuangan Rio Haryanto di masa mendatang, tentunya dengan hasil yang lebih baik.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Prema Racing / Berbagai Sumber

Sean Gelael bersama Prema Racing baru saja menyelesaikan tes pre-Musim F2 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Seri kedua balap Gokart bertajuk Eshark Rok Cup 2019 telah berlangsung pada akhir pekan [24/02] kemarin di Sirkuit International Karting Sentul, Bogor, Jawa Barat. Jalannya perlombaan sempat terhenti akibat hujan deras yang mengguyur lintasan saat memasuki pre-final. Sempat dilanjutkan, namun di sore hari hujan yang lebih deras kembali turun dan terpaksa membuat pihak penyelenggara menghentikannya.

Saat pihak penyelenggara melihat situasi dan kondisi yang memungkinkan untuk dilanjutkannya perlombaan, seluruh peserta terlihat antusias dan tidak menyerah walaupun harus menghadapi lintasan yang basah serta genangan air. Hal ini pun terbukti pada kelas Expert, dimana pebalap UT Racing Team bernama Haridarma Manoppo sukses mencuri perhatian karena sukses meraih juara, padahal dirinya hanya mampu finish di urutan ketiga pada seri sebelumnya. Juara Nasional ITCC 1600 max di musim 2018 dalam kompetisi ISSOM berhasil mengalahkan lawannya Brendan Lim Chin Hui dari P-Five Racing Team dan pebalap Tanada Eris Mahpud dengan persaingan yang cukup ketat.

Perlombaan di kelas lain juga tidak kalah seru, pada kelas kelas Senior duel antara pebalap Muhammad Hrits dari P-Five Racing Team dan Zahir dari Tanada berjalan sangat seru dan menegangkan, namun berkat tekat yang lebih kuat akhirnya Harits sukses mengalahkan rivalnya tersebut. Di susul peringkat kedua oleh duo UT Racing Team Prassetyo Hardja dan Akheela Chandra Dewanto, serta pebalap ASR Motorsport Silvano Christian.

Keseruan lainnya juga datang dari kelas Mini Rising Star, saat pebalap Gegaz Motorsport Michael Orlando Kurniawan berhasil menjadi juaranya. Posisi kedua mampu diraih oleh Timofey Mikhaylov dari DRM Racing Team, sementara untuk posisi ketiga sukses diraih oleh Febrian Putra Pratama dari P-Five Racing Team.

Berikut adalah hasil lengkap Eshark Rok Cup seri kedua yang berlangsung pada Minggu [24/02] di Sirkuit International Karting Sentul, Bogor, Jawa Barat:

Sempat Terhenti, Seri 2 Eshark Rok Cup 2019 Berjalan Seru

Hasil Kelas Senior

Text                : Bambang Vidiatmoko

 

Photos           : Eshark Rok Cup / Berbagai Sumber

Terhambat akibat cuaca tak bersahabat, namun Eshark Rok Cup 2019 seri kedua berjalan cukup mulus.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Setelah sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kini Indonesia resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah ajang multi-event terbesar di dunia bertajuk Olimpiade 2032. Hal ini pun diperkuat dengan adanya surat resmi dari Presiden Indonesia Joko Widodo yang sudah diterima oleh Presiden International Olympic Committee Thomas Bach di Sekretariat IOC, Lausanne, Swiss.

Setelah sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kini Indonesia resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah ajang multi event terbesar didunia bertajuk Olimpiade 2032.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo sendiri pernah menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade kepada Thomas Bach saat berkunjung ke Indonesia pada tahun 2018 yang lalu. Lalu setelahnya Presiden Joko Widodo menyampaikan surat tertulis yang langsung diterima oleh Thomas, dan mendapatkan tanggapan positif. Apalagi Thomas sendiri telah melihat kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Setelah sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kini Indonesia resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah ajang multi event terbesar didunia bertajuk Olimpiade 2032.

Sejatinya jika Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, banyak kalangan yang optimis bahwa Indonesia akan sukses menggelarnya. Pengakuan juga datang dari Christophe Dubi selaku Executive Director IOC mengakui kapabilitas Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, “Suksesnya menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 akan menjadi pondasi yang kuat untuk Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Semoga akan terealisasi dengan baik,” perkataan Duni saat bertemu dengan Dubes RI di Bern Muliaman D. Hadad.

Setelah sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kini Indonesia resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah ajang multi event terbesar didunia bertajuk Olimpiade 2032.

Tanggapan juga datang dari Ketua Umum Komite Olimpiade [KOI] Erick Thohir yang menyampaikan, “Dengan persiapan yang hanya dua tahun, nyatanya Indonesia mampu menggelar Asian Games dan Asian Para Games 2018 dengan sangat sukses. Untuk persiapan Olimpiade 2032, Indonesia harus sering menggelar single event bertaraf International. Kami berharap semua Federasi Olahraga di Indonesia juga sering menggelar kejuaraan bertaraf International, hal ini diperuntukan sebagai ajang promosi untuk tuan rumah Olimpiade 2032.”

Setelah sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kini Indonesia resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah ajang multi event terbesar didunia bertajuk Olimpiade 2032.

Kalau benar nantinya Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 maka ini akan menjadi pengakuan dari seluruh dunia bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki kapabilitas. Selain Indonesia ada gabungan Korea Selatan dan Korea Utara yang mencalonkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade. Proses pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada 2024 mendatang.

Setelah sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kini Indonesia resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah ajang multi event terbesar didunia bertajuk Olimpiade 2032.

Jika Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 harapan besarnya adalah dimasukkan cabang olahraga ekstrem dalam ajang empat tahunan tersebut. Sejatinya olahraga ekstrem sendiri telah dipertandingkan dalam ajang Asian Games 2018, seperti cabor Jetski, Paralayang, Panjat Tebing, BMX Race. Downhill, dan Skateboard. Dalam gelaran Olimpiade 2032 diharapkan semakin banyak olahraga extrem yang masuk kedalamnya, cotohnya Surfng yang pada ajang Asian Games 2018 gagal dipertandingkan.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Indonesia mengambil langkah besar, dengan calonkan diri jadi tuan rumah Olimpiade 2032.

READ MORE
<