eXtremeINA.com

JAKARTA – eXtremeINA.com    Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Off-road eXpedition [IOX] 2019 Andalas telah memulai start nya dari kota Medan pada Sabtu [09/02], dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berat bagi seluruh peserta, pasalnya jalur ekstrem yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Dalam kesempatannya Team Leader IOX 2019 Syamsir Alam mengatakan, “IOX 2019 ini diikuti oleh 81, menggunakan kendaraan Off-road 4×4. Namun dengan jalur yang cukup ekstrem hanya ada 20 mobil saja yang sukses melewati trek demi trek. Banyak peserta gagal memasuki trek sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Mereka masih berkutat dengan jalur-jalur sebelumnya. Pada intinya semakin hari semakin sedikit jumlah peserta yang mampu menuntaskan trek.”

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Kemungkinan besar trek pertama yang menjadi kesulitan bagi peserta terdapat di Siosar Brastagi, trek ini bagaikan Supermarket Off-road yang medannya cukup berat untuk dilalui. Dengan kontur tanjakan curam, turunan curam, bogger atau rawa lumpur yang dalam, bebatuan, dan akar pohon yang besar trek ini seakan menjadi neraka bagi para Off-roader. Selepas dari Sionar seluruh peserta beristirahat di Silalahi, Pantai Danau Toba. Di sana para peserta disuguhi keindahan alam dan budaya Danau Toba sekaligus memperbaiki kendaraannya.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Namun permasalahan tidak sampai di situ saja, akibat kendaraan yang cukup sulit untuk diperbaiki tercatat ada dua kendaraan peserta yang tidak dapat melanjutkan petualangannya, dengan begitu kendaraan peserta harus diderek dengan trailer menuju garis finish di Bukit Tinggi. Dari tempat peristirahatan di Silalahi seluruh peserta bergerak menuju Parmonangan, namun tercatat hanya ada 22 kendaraan saja, karena sisanya masih disibukan dengan kesulitan di trek Sionar dan sebagian lagi mengalami kerusakan pada kendaraannya. Trek menuju ke Parmonangan ini juga memiliki resiko kecelakaan yang cukup tinggi karena banyak sekali jurang.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Syamsir menambahkan untuk peserta yang masih tertinggal dilarang memasuki trek, hal untuk mengurangi resiko kecelakaan. Setidaknya ada 56 kendaraan yang mengambil jalan on road ke Sibolga melalui Tarutung. Ada pula sebagian peserta yang menginap dan menikmati wisata di Tarutung. Selanjutnya peserta melakukan start dari Sibolga jalan on-road menuju pantai Tabuyung dengan menyusuri jalan pasir di pantai dengan jarak 10km.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Pada jalur ini seluruh peserta nampak menikmati petualangannya dan memacu kendaraan dengan cukup tinggi. Dari Tabuyung peserta diarahkan menuju Simpang Gambir melalui jalan on-road dan off-road melalui perkembunan sawit. Tercatat hanya ada 29 kendaraan yang memasuki jalur ini. Sisanya tertinggal akibat kendaraan yang rusak. Selanjutnya adalah, dengan kondisi hujan yang cukup deras sebanyak 40 kendaraan peserta kembali memasuki jalur off-road yang terbilang cukup berat dari Sapotinjak menuju ke Aek Mais. Dengan jalur tanjakan tanpa winching point ditambah dengan adanya jurang, trek ini hanya mampu dilewati oleh 20 kendaraan saja hingga garis finish dan disambut langsung oleh Bupati Madina Drs. H. Dahlan Harun Nasution.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Petualangan penuh tantangan bertajuk Indonesia Offroad eXpedition (IOX) 2019 Andalas telah memulai start nya dari Kota Medan pada Sabtu 9 Februari 2019, dan hingga kini kegiatan masih terus berjalan. Musim 2019 ini terasa sangat berar bagi seluruh peserta, pasalnya jalur extreme yang membuat banyak peserta yang berguguran.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #adventure #championship #offroad #racing #IOX2019

Terasa sangat berat bagi seluruh peserta, pasalnya jalur ekstrem yang membuat banyak peserta yang berguguran.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kabar Indonesia akan menjadi tuan rumah balap motor bergengsi di dunia, MotoGP kembali terdengar. Hal ini diperkuat dengan komentar dari Direktur Utama PT Indonesia Tourism Development [ITDC], Abdulbar M. Mansoer, “Kami telah menandatangani kontrak dengan Dorna Sport untuk menyelenggarakan kejuaraan balap MotoGP di Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat [NTB]. Tanda tangan kontrak ini sudah terjalin sejak bulan Januari, kita bersaing dengan Brazil. Namun Dorna mempercayakan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP pada tahun 2021. Kita akan siapkan venue dan infrastruktur lainnya.”

Kami telah menandatangani kontrak dengan Dorna Sport untuk menyelenggarakan kejuaraan balap Moto GP di Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kami telah menandatangani kontrak dengan Dorna Sport untuk menyelenggarakan kejuaraan balap Moto GP di Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam membangun Sirkuit Mandalika di NTB, PT Indonesia Tourism Development [ITDC] akan menggandeng Vinci Contruction Grands Project salah satu perusahaan asal Prancis. Dalam membangun sirkuit ini ITDC telah mendapatkan dukungan dalam bentuk pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank [AIIB]. Sejatinya Indonesia memang pasar yang cocok untuk menggelar kejuaraan balap MotoGP, pasalnya Indonesia adalah negara kedua terbanyak setelah China untuk penggemar ajang balap MotoGP.

Kami telah menandatangani kontrak dengan Dorna Sport untuk menyelenggarakan kejuaraan balap Moto GP di Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kami telah menandatangani kontrak dengan Dorna Sport untuk menyelenggarakan kejuaraan balap Moto GP di Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika akan dimulai pada bulan Oktober 2019 dengan perkiraan panjang 4,3 km dan dikelilingi oleh bukit dan pantai. Akan banyak sekali manfaat jika dibangun sirkuit ini, mulai dari mendorong wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke NTB, menaikan minat bakat balap terhadap pebalap lokal NTB, mendongkrak nama Indonesia dalam ajang balap di kancah Internasional, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.”

Kami telah menandatangani kontrak dengan Dorna Sport untuk menyelenggarakan kejuaraan balap Moto GP di Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kami telah menandatangani kontrak dengan Dorna Sport untuk menyelenggarakan kejuaraan balap Moto GP di Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejatinya Indonesia sempat diisukan akan menggelar kejuaraan balap MotoGP di beberapa tahun ke belakang, mulai dari isu Indonesia akan menggelar MotoGP di Palembang pada tahun 2018, Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP di Tahun 2019, hingga Indonesia akan menggelar MotoGP di tahun 2020. Namun nampaknya pecinta balap MotoGP di Indonesia masih harus bersabar hingga tahun 2021 mendatang. Gagalnya Indonesia sebagai tuan rumah MotoGP 2019 diperkirakan Indonesia masih belum siap dengan semua infrastruktur yang ada, salah satunya adalah sirkuit selain itu pihak Dorna Sport menilai Thailand lebih siap untuk menjadi tuan rumah MotoGP 2019.  Semoga dengan kerjasama yang telah terjalin ini, Indonesia akan benar bisa menjadi tuan rumah MotoGP 2021.

Kami telah menandatangani kontrak dengan Dorna Sport untuk menyelenggarakan kejuaraan balap Moto GP di Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kami telah menandatangani kontrak dengan Dorna Sport untuk menyelenggarakan kejuaraan balap Moto GP di Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : MotoGP.com / Berbagai Sumber

 

#asphalt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #racing #MotoGP

Gagal jadi tuan rumah tahun ini, Indonesia tengah mempersiapkan ikutan untuk MotoGP 2021.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan Urban Offroad pertama di Indonesia bertajuk Super Adventure Monster Road [SAMR] telah tersaji dengan sangat berkualitas pada akhir pekan lalu tepatnya tanggal 16 Februari 2019 di alun-alun Kota Tuban, Jawa Timur. Dalam kejuaraan ini Genta Auto & Sport selaku penggagas menggelar beberapa kelas, mulai dari kelas 1000 cc, kelas 2500 cc, dan kelas 2501 cc. Seluruh peserta dari masing-masing kelas harus menyelesaikan 4SS [special stage].

hasil lengkap seri perdana samr 2019

Hadirnya kejuaraan SAMR 2019 di kota Tuban ini menjadikan hiburan yang sangat berkualitas bagi masyarakatnya. Pada seri perdana ini, kejuaraan balap mobil besar ini berhasil diikuti oleh 44 pebalap yang datangnya dari beberapa penjuru Tanah Air mulai DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Dengan status Kejuaraan Nasional, ajang balap SAMR 2019 akan tersaji sebanyak 21 seri dan tiap serinya akan menggunakan Kota yang berbeda sebagai tuan rumah.

Selain ingin memberikan warna baru terhadap dunia balap di Tanah Air, pihak penyelenggara berharap dengan diadakan SAMR 2019 di Jawa Timur dapat menghadirkan minat masyarakat lokal terhadap balap Offroad. Kejuaraan seri pertama SAMR 2019 di alun-alun kota Tuban ini benar-benar menyajikan ajang balap yang seru dan menghibur di setiap kelasnya, untuk kelas 1000 cc Offroader dari tim Bgundal Squad yang digawangi H. Kundi dan Navigatornya Sudarmanto sukses menjadi yang terbaik. Sementara untuk posisi kedua diperoleh Ardan dan Hasyim Diki, untuk peringkat ketiga diduduki oleh Antok dan Doddy.

hasil lengkap seri perdana samr 2019

Berlanjut dikelas 2500 cc, pasangan dari tim Awe Auto Tech Solo yang dipunggawai oleh Andre Wirawan dan Ryano D berhasil menjadi yang terbaik. Adip Adfan dan Havid dari tim BSU RHJTRT sukses duduk diperingkat kedua, dan untuk posisi ketiga diraih oleh Offroader Banteng Merah Wawan Peje dan Agastya.

Selanjutnya adalah kelas yang cukup bergengsi 2501 cc Up, dikelas ini Arif Prasetyo dan Agastya dari Tim JBTRT mampu menjadi yang terbaik mengungguli Yossy dan Bima P dari tim Dasico diperingkat kedua, serta Julian Johan dan Raka dari tim Indra Jati 4×4 di posisi ketiga.

Kejuaraan Urban Offroad pertama di Indonesia bertajuk Super Adventure Monster Road (SAMR) telah tersaji dengan sangat berkualitas pada akhir pekan lalu tepatnya tanggal 16 Februari 2019 di alun-alun Kota Tuban, Jawa Timur.

Kejuaraan Urban Offroad pertama di Indonesia bertajuk Super Adventure Monster Road (SAMR) telah tersaji dengan sangat berkualitas pada akhir pekan lalu tepatnya tanggal 16 Februari 2019 di alun-alun Kota Tuban, Jawa Timur.

Berikut adalah hasil lengkap SAMR 2019, seri perdana di alun-alun kota Tuban, Jawa Timur:

hasil lengkap seri perdana samr 2019 extreme indonesia extremeina5

hasil lengkap seri perdana samr 2019 extreme indonesia extremeina6

hasil lengkap seri perdana samr 2019 extreme indonesia extremeina7

Text                : Bambang Vidiamoko

Photos           : dok. SAMR 2019

 

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesa #adventure #offroad #monster #road #SAMR2019

Seri Perdana dari Super Adventure Monster Road 2019 baru saja usai, berikut hasil kejuaraan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA  Pereli nasional Rifat Sungkar telah menyelesaikan uji coba mobil reli bersama pereli asal Inggris, Alister McRae di kawasan Bakers Hill, Perth Australia pada Kamis [14/2] lalu. Dari hasil tes terhadap dua mobil reli berjenis AP4 dan R5, Rifat menyimpulkan beberapa hal yang dianggapnya penting.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Di trek sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut, Rifat dan Alister beberapa kali mencoba mobil AP4. Ia pun berlanjut melakukan pengujian terhadap mobil R5. “Dari pertama kali naik AP4, saya dan Alister sudah merasakan bahwa mobil ini berada di level yang berbeda dari semua mobil yang ada di grup N dan AP4 yang disahkan oleh Motorsport New Zealand dan Confederation of Australian Motor Sport memiliki kelebihan dibandingkan R5,” cerita Rifat.

Adapun waktu dari hasil uji coba menunjukkan mobil AP4 memiliki selisih waktu 0,7 detik per kilometer lebih lambat dari R5. Namun untuk urusan handling dan suspensi, terasa bahwa mobil AP4 sangat ringan dan mudah dikendalikan karena memiliki travel suspensi yang panjang. Rifat dan Alister pun sempat melakukan set up terhadap mobil AP4, yang meliputi bagian roll bar belakang agar mobil lebih stabil di tikungan, serta menaikkan suspensi agar lebih safety ketika jumping.

Kedua pereli bertaraf internasional ini pun melanjutkan dengan bertukar mencoba mobil R5. Satu keunggulan dari R5 menurut Rifat adalah handling yang sangat mudah dikendalikan ketika mobil berganti arah atau bermanuver.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Rifat menambahkan, “Dari segi mesin, AP4 ini lebih unggul jika dibandingkan R5, sementara gearbox dan suspensi dari kedua mobil ini bisa dibilang setara. Menurut saya, AP4 adalah pilihan terbaik karena dari segi harga hanya 2/3 dari harga mobil R5 sementara harga suku cadang R5 bisa tiga atau empat kali lipat lebih mahal dari AP4. Running cost ini sangat penting untuk diperhatikan bagi semua yang ingin membangun mobil reli.”

Dari hasil uji coba ini, Rifat menganggap bahwa region Asia-Pasifik [termasuk Indonesia] sudah mampu menciptakan mobil hebat untuk digunakan dalam ajang-ajang balap reli bergengsi agar menciptakan iklim balap reli yang kompetitif.

Ia menilai formula mobil AP4 ini sangat sederhana karena menggunakan mesin, gearbox, dan suspensi yang sama untuk seluruh bodi. “Apabila ada yang berminat untuk membangun mobil ini akan sangat mudah karena platform mobil AP4 basis sasis, mesin, gearbox, dan kaki-kaki semuanya sama, hanya jubah atau bodinya saja yang berbeda dan bisa dari berbagai merek kendaraan,” pungkas Rifat

 

Text & Photos : karyaKU

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #racing #rally #RifatSungkar #RFT

Hasil Uji Coba Rifat Sungkar Bersama Alister McRae.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Rio Haryanto adalah seorang pebalap asal Indonesia yang pernah mengikuti ajang F1 bergabung bersama tim Manor Racing. Rio panggilan akrabnya, menjadi pebalap pertama asal Indonesia yang bisa membalap di level seri GP2 dan F1. Namun setelah perjuanganya selama 12 seri di ajang balap jet darat tersebut, Rio Haryanto harus merelakan kursinya kepada Esteban Ocon akibat terkendala dana. Setelahnya Rio Haryanto sempat tidak membalap selama satu musim, dan baru kembali kelintasan balap pada tahun lalu dalam World Endurance Championship [WEC] di Shanghai. Pada tahun 2019 ini Rio Haryanto bergabung dengan tim asal Singapura T2 Motorsport untuk bertarung di ajang Blancpain GT World Challenge Asia.

Rio Haryanto Akan Berlaga di Blancpain GT World Challenge Asia 2019_news (3)

Pebalap asal Solo [Jawa Tengah] ini siap melibas 6 putaran sepanjang tahun dan setiap putarannya akan berlangsung sebanyak 2 race, dengan begitu total 12 balapan akan dihadapi Rio Haryanto. Bersama dengan rekan setimnya yang juga asal Indonesia David Tjibtobiantoro serta pebalap Singapura Gregory Teo, akan menunggangi mobil Ferrari 488 GT3.

Rio-Haryanto-Akan-Berlaga-di-Blancpain-GT-World-Challenge-Asia-2019_news-(2)

David Tjipto sendiri akan menjadi rekan Rio Haryanto di Sirkuit Sepang, Buriram, dan Yeongan. Sementara Teo akan berduet dengan Rio di Suzuka dan Shanghai. Balapan Blancpain GT World Challenge Asia adalah gagasan dari SRO Motorsport Group dan Team Asia One GT Management’s Blancpain GT World Challenge, pada tahun 2019 menjadi tahun ketiga pada kejuaraan ini. Selain di Asia ajang balap ini juga digelar di Eropa dan Amerika.

Ajang balap Blancpain GT World Challenge Asia 2019 ini akan menggunakan mobil dengan spesifikasi GT3 dan GT4, namun tidak hanya mobil Ferrari saja yang akan turun kelintasan balap. Karena akan hadir pula mobil-mobil sport car lainnya dari berbagai pabrikan ternama, seperti Audi, BMW, Lamborghini, Mercedes-AMG, dan Porche.

Rio-Haryanto-Akan-Berlaga-di-Blancpain-GT-World-Challenge-Asia-2019_news-(1)

Berikut adalah jadwal balap Blancpain GT World Challenge Asia 2019:

  • Round 1: 6-7 April, Sepang, Malaysia
  • Round 2: 11-12 Mei, Buriram, Thailand
  • Round 3: 22-23 Juni, Suzuka, Jepang
  • Round 4: 6-7 Juli, Fuji, Jepang
  • Round 5: 3-4 Agustus, Yeongam, Korea Selatan
  • Rpund 6: 27-28 September, Shanghai, China

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : rioharyanto.com / Berbagai Sumber

 

#asphalt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #race #racing #RioHaryanto #2019BlancpainGTSeries

Rio Haryanto bergabung dengan tim asal Singapura T2 Motorsport untuk berlaga di Blancpain GT World Challenge Asia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sejatinya ajang balap di Indonesia setiap tahunnya terus berkembang dalam beberapa hal, mulai dari hadirnya kejuaraan balap baru baik itu dari roda dua ataupun roda empat, semakin banyak anak muda yang mulai turun ke ajang balap, hadirnya kejuaraan balap bertaraf Internasional di Indonesia, datangnya pebalap-pebalap top dunia ke Indonesia, banyaknya pebalap Indonesia yang berkiprah di ajang balap International hingga meraih prestasi, dan pastinya masih banyak segi positif lainnya. Semoga keseluruhannya dapat di kelola dengan baik untuk kemajuan dunia balap di Indonesia.

12 Kota Siap Jadi Tuan Rumah SAMR 2019_news (2)

Salah satu ajang balap terbaru yang tengah di gemari oleh pecinta balap di Indonesia adalah Super Adventure Monster Road [SAMR]. Pada musim balap 2019, ajang balap ini siap menggebrak 12 kota yang tersebar di penjuru Tanah Air. Untuk seri perdananya akan tersaji di alun-alun kota Ronggolawe, Tuban pada tanggal akhir pekan di tanggal 16 Februari 2019.

12 Kota Siap Jadi Tuan Rumah SAMR 2019_news (3)

Geliat balap yang biasa menggunakan medan di pusat kota ini sudah mulai mendapatkan tempat di hati para pecinta otomotif di Indonesia, maka tidak heran Genta Auto & Sport selaku penggagas menyiapkan 12 Kota untuk menjadi tuan rumah SAMR 2019.

12-Kota-Siap-Jadi-Tuan-Rumah-SAMR-2019_news-(4)

Pada musim 2019 SAMR akan tetap mempertandingkan 3 kelas, yaitu kelas 1000 cc, kelas under 2500 cc, dan Upper 2501 cc. Dalam kesempatannya Tjahyadi Gunawan selaku petinggi Genta Auto & Sport mengatakan, “Pada tahun 2019, Super Adventure Monster Road [SAMR] akan digelar sebanyak 12 putaran dan akan menggunakan 12 kota berbeda, yang pasti akan banyak perubahan dibanding tahun – tahun sebelumnya. Dalam ajang ini para offroader diwajibkan mengikuti minimal 9 putaran termasuk putaran terakhir.”

12 Kota Siap Jadi Tuan Rumah SAMR 2019_news (1)

Untuk menghadirkan persaingan ketat di arena balap, pihak penyelenggara telah menyiapkan hadiah special untuk para pemenang, Juara umum kelas 1000cc akan diberikan 70 juta rupiah, kelas under 2500 cc 80 juta rupiah dan kelas upper 2501 cc dengan 100 juta rupiah.

Berikut adalah jadwal lengkapnya :

  • Putaran 1 |16 Februari | Tuban
  • Putaran 2 |9 Maret | Madiun
  • Putaran 3 | 29 Juni | Pati
  • Putaran 4 | 27 Juli | Cirebon
  • Putaran 5 | 10 Agustus | Pekalongan
  • Putaran 6 | 31 Agustus | Magelang
  • Putaran 7 | 14 September | Serang
  • Putaran 8 | 28 September | Karawang
  • Putaran 9 | 5 Oktober | Sukabumi
  • Putaran 10 | 19 Oktober | Garut
  • Putaran 11 | 2 November | Cibinong
  • Putaran 12 | 14 November | Purwokerto

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesa #adventure #offroad #monster #road #SAMR2019

Genta Auto & Sport selaku penggagas menyiapkan 12 kota untuk menjadi tuan rumah SAMR 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Pereli nasional Rifat Sungkar tengah berada di Perth, Australia untuk melakukan uji coba mobil reli bersama pereli kawakan asal Inggris, Alister McRae. Kunjungan Rifat ke Perth merupakan salah satu bentuk tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua Komisi Reli untuk melakukan penelitian dan pengembangan demi kemajuan kancah reli Tanah Air.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

“Sebagai Ketua Komisi Reli, saya perlu mempertahankan kreativitas dan harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Perjalanan saya ke Perth kali ini adalah untuk menggali perkembangan terbaru apa yang terjadi di kancah reli khususnya untuk region Asia-Pasifik,” ungkap Rifat.

Beberapa waktu lalu, Rifat juga sempat melakukan perjalanan ke Selandia Baru bersama pereli Julian Johan untuk melakukan uji coba mobil reli berjenis AP4 yang memiliki konfigurasi mesin melintang. Sementara kali ini, bersama dengan McRae, Rifat akan melakukan uji coba terhadap dua mobil reli, yaitu mobil reli berjenis AP4 yang memiliki konfigurasi mesin ke belakang [mobil yang disahkan oleh Motorsport New Zealand dan Confederation of Australian Motor Sport] serta Skoda Fabia R5.

“Objektif dari uji coba ini adalah saya mau melihat komparasi dari mobil AP4 dengan R5. Perbandingannya dari segi akselerasi, suspensi, serta handling. Dari situ, saya pun akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di komunitas reli Tanah Air sekaligus memberikan sosialisasi kepada mereka yang hendak membangun sebuah mobil balap sehingga tidak ada kesalahan dari spesifikasi kendaraan yang dibangun dan dapat menyesuaikan dengan biaya yang ada,” lanjut Rifat.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Dalam perjalananya ke Perth, Rifat juga turut serta melakukan pertemuan dengan beberapa kawan lamanya guna membahas kemungkinan kerja sama yang dapat terjalin antara Indonesia dengan negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru.

“Setelah bertemu dengan beberapa kawan, saya melihat kemungkinan terbuka sangat lebar bagi para pereli Tanah Air untuk dapat berlaga di ajang internasional sekelas Rally Western Australia. Hal ini dikarenakan biaya sewa mobil balap yang tidak terlalu mahal. Dengan pengeluaran yang dianggap wajar serta akses yang tergolong mudah, saya sangat berharap akan lebih banyak lagi generasi penerus kancah reli Tanah Air yang dapat terjun langsung di ajang reli internasional,” pungkas Rifat.

Text & Photos : karyaKU

 

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #racing #rally #RifatSungkar #RFT

Rifat Sungkar Lakukan Uji Coba Mobil Reli bersama Alister McRae.

READ MORE

eXtremeINA.com  Sejatinya Longboard dikenal sebagai salah satu olahraga yang cukup ektsrem dan hanya digeluti oleh kaum pria saja. Namun komunitas Longboard Girls Crew Indonesia [LGCI] mematahkan stereotypes yang ada. Yona Yu dan Gemala Hanafiah adalah dua sosok yang sangat memiliki peran besar dalam terbentuknya komunitas LGCI, mereka berdualah yang menghubungi langsung Longboard Girls Crew yang berpusat di Madrid, Spanyol.

lgci_community (5)

Dengan komunikasi yang terjalin tersebut, akhirnya LGCI dapat terbentuk di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2011. Tujuan dibentuk komunitas LGCI ini adalah untuk menjadikan olahraga longboard sebagai alat atau wadah untuk saling menginspirasi perempuan satu dengan yang lainnya, mematahkan anggapan bahwa Longboard hanya digeluti oleh kaum laki-laki, memotivasi perempuan untuk melakukan hal positif yang disukainya yaitu olahraga Longboard, dan menciptakan sebuah komunitas yang dapat diikuti oleh semua perempuan tanpa batasan usia.

lgci_community (6)

Walaupun terbentuk di Jakarta, komunitas LGCI telah tersebar dibeberapa penjuru Tanah Air, mulai dari Jakarta, Bandung, Bali, Lombok, Padang, dan masih banyak kota lainnya. Bila ada masyarakat yang ingin bergabung dan belajar bermain dengan LGCI kalian bisa menghubungi melalui Instagram @lgcindonesia. Dalam akun Instagram tersebut kalian bisa menanyakan Kota mana saja yang terdapat komunitas Longboard Girls Crew Indonesia [LGCI] dan dimana lokasi berlatihnya.

lgci_community (1)

Komunitas LGCI sejatinya tidak memiliki ketua, hanya saja mereka memiliki Ambassador yaitu Gemala Hanafiah dan Jessica Jekisa untuk domisili Jakarta, Noor Shoraya Azad untuk domisili Bandung, dan Nandaliana Pratama untuk domisili Bali. Selain menggelar latihan di tiap-tiap daerahnya, anggota LGCI terbilang aktif mengikuti berbagai macam kompetisi, dan beberapa anggotanya telah meraih prestasi.

lgci_community (8)

Saat ini tercatat ada sekitar 40 anggota LGCI yang tersebar di beberapa penjuru Tanah Air, namun bukan tidak mungkin anggotanya akan terus bertambah mengingat perkembangan olahraga Longboard yang semakin maju di beberapa daerah. Banyak sekali manfaat saat bergabung dengan komunitas LGCI, selain dapat menyalurkan hobi, mereka juga dapat menambah teman, menjaga kesehatan dengan berolahraga Longboard, dan tentunya masih banyak manfaat lainnya.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Longboard Girls Crew Indonesia

 

#asphalt #urban #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #LGCI #longboard #longboarding

LGCI ini dibentuk sebagai ajang berkumpul, berbagi, dan berlatih bagi para longboarder perempuan Indonesia.

READ MORE

BANDUNG – eXtremeINA.com  Akhir pekan [09/02] lalu lokasi di Bandung, Jawa Barat, PT Astra Honda Motor [AHM] telah merilis tim balap Astra Honda Racing Team [AHRT] untuk musim balap 2019. Tim balap ini akan diproyeksikan untuk mengikuti berbagai macam kejuaraan dan targetnya adalah meraih prestasi di tiap kejuaraan.

AHM-Resmi-Luncurkan-Tim-Balap-AHRT-Musim-2019_news-(3)

Mengusung semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, AHM terus berkomitmen tinggi untuk melakukan pembinaan pebalap secara berjenjang serta berkesinambungan sejak tahun 2013. Hingga saat ini pun AHM masih terus mengirimkan para pebalap terbaiknya untuk mengikuti berbagai macam balap dengan skala Nasional hingga Internasional.

AHM-Resmi-Luncurkan-Tim-Balap-AHRT-Musim-2019_news-(1)

Pada kesempatannya Thomas Wijaya selaku Direktur Marketing AHM memaparkan, “Kami cukup bangga karena terus mempertahankan dan terus berkomitmen dalam melahirkan pebalap-pebalap muda yang bertalenta serta siap meraih banyak prestasi dikemudian hari. Dengan mengusung Semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, tentunya target kami adalah mendampingi para pebalap untuk mencapai mimipinya dan menjadi pebalap kebanggan bangsa dikancah International atas prestasi-prestasi yang diraihnya.”

Pada musim 2019 AHRT memperkuat timnya untuk mengikuti kejuaraan Asia Road Racing Championship [ARRC], dengan memasukan kembali nama Andi “Gilang” Farid Izdihar yang turun di kelas 600 cc. Selanjutnya adalah Rheza Danica Ahrens yang notabennya adalah peraih gelar juara Asia dikelas Asia Production 250 cc [AP250] musim 2018, masih akan turun di kelas yang sama.

AHM-Resmi-Luncurkan-Tim-Balap-AHRT-Musim-2019_news-(2)

Selain Rheza Danica Ahrens, AHM juga akan menurunkan pebalap lainnya seperti Ahwin Sanjaya, Irfan Ardiansyah, dan Lucky Herdiansyah yang musim lalu berlaga di Asia Talent Cup [ATC]. Ketiganya menargetkan untuk mempertahankan gelar Juara Asia yang sudah dua tahun berturut-turut dipegang oleh AHRT.

Untuk level yang lebih tinggi, AHM tengah mempersiapkan Mario Aji untuk diikutsertakan dalam kejuaraan CEV Moto3 Junior World Championship 2019. Ajang balap ini sangatlah bergengsi di Eropa, dan harapannya pebalap asal Magetan Jawa Timur ini mampu memberikan prestasi yang gemilang.

AHM-Resmi-Luncurkan-Tim-Balap-AHRT-Musim-2019_news-(4)

Selanjutnya adalah Gerry Salim yang sebelumnya bertanding di ajang CEV Moto 3, pada musim 2019 ini dirinya akan bertanding di CEV Moto 2 European Championship. Sementara Dimas Ekky akan bertarung di kelas MotoGP, semoga dapat mengukir prestasi dan sejarah.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Astra Honda Racing Team

 

#asphalt #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #AHM #AHRT #Honda #race #racing

Peresmian Astra Honda Racing Team untuk musim baru yang berjalan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang balap scooter bertemakan Vespa Race Championship 2019 sebanyak 3 [tiga] seri akan dibalapkan pada bulan Agustus, Oktober dan Desember.

eXINA-VBI-Scooter-GP-2016-Seri2-gallery-pt2 (04)

Pihak penyelenggara telah merilis susunan regulasi untuk tiap kelas agar dapat diikuti oleh semua pihak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan balap scooter jenis Vespa, baik Panitia Penyelenggara, Panitia Pelaksana maupun Peserta balap.

 

Kelas-kelas Utama yang dilombakan adalah :

Kelas Utama

  1. Standar 2T | Pemula
  2. Tune Up 2T | Pemula
  3. Standar 2T | Open
  4. Tune Up 2T | Open
  5. FFA 2T | Open
  6. Tune Up 4T 160cc | Open
  7. Tune Up 4T 220cc | Open
  8. Small Frame Tune Up 120cc | Open
  9. Small Frame FFA | Open
  10. SUPER FFA 2T & 4T | Open

Kelas Supporting Race

  1. Standar 2T | Non Pembalap
  2. Standar 4T 155cc | Non Pembalap
  3. Master 40+ A & B

Berikut Spesifikasi Regulasi Body dan Mesin:

 

Text                : Ihsan Rizaldi

Photos           : eXtremeINA.com / Vespa Race 2019

 

#asphalt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #race #racing #scooter #vespa #2019Series #2019VespaRace #2019TetapVespaRace

Pihak penyelenggara merilis regulasi untuk tiap kelas agar dapat diikuti oleh semua pihak yang berpartisipasi.

READ MORE
<