eXtremeINA.com

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pihak Promotor Nasional Eshark Motorsport telah merilis jadwal Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Gokart untuk tahun 2019, dengan nama Eshark Indonesia Karting Championship 2019. Informasi yang didapat akan ada 6 seri yang semuanya akan berlangsung di Sirkuit International Karting Sentul, Bogor. Untuk seri perdana sendiri telah tersaji pada tanggal 26-27 Januari 2019.

Kalender-Eshark-Indonesia-Karting-Championship-2019_news-(1)

Kelas yang akan dipertandingkan adalah Cadet, Mini, Junior, Senior, Master, dan Shifter. Para juara dikelas masing-maisng berhak mengikuti Rok Cup International Final yang akan tersaji di Sirkuit South Grada, Lonato, Italia pada bulan Oktober 2019.

Kalender-Eshark-Indonesia-Karting-Championship-2019_news-(3)

Berikut adalah jadwal lengkap Eshark Indonesia Karting Championship 2019:

  • Round 1, 26-27 Januari 2019
  • Round 2, 23-24 Februari 2019
  • Round 3, 30-31 Maret 2019
  • Round 4, 29-30 Juni 2019
  • Round 5, 27-28 Juli 2019
  • Round 6, 7-8 September 2019

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber / Eshark Karting Championship

 

#asphalt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #eshark #karting #gokart #race #racing

Jadwal lengkap terbaru Eshark Karting Championship untuk musim 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com           Dalam sebuah ajang balap, set-up kendaraan menjadi hal yang krusial. Set-up yang dilakukan biasanya meliputi mesin, pemilihan gear, pemakaian ban dan suspensi. Keberhasilan tim mekanik dalam menyeting dipengaruhi pula kemampuan pebalap dalam memberi feed back alias masukan teknis. Secara sederhana, proses menyetting mesin balap merupakan gambaran nyata bagaimana terjadinya kerjasama di sebuah tim balap.

Performa sebuah mesin balap akan muncul dengan optimal jika komponen-komponen di dalamnya dapat disesuaikan dalam menghadapi tantangan yang ingin ditaklukkan. Mesin yang punya kekuatan besar harus padu dengan kemampuan ban,  pemilihan gear, juga pilihan suspensi yang tepat. Dan semua itu mengarah kepada kondisi lintasan juga riding style seorang pebalap.

Menurut Ali Adriansyah Rusmiputro, pebalap Indonesia yang berlaga di ajang World Supersport 300 (WSSP300), set-up yang tepat dapat menjadi modal awal untuk meraih hasil bagus.

Photo 1

Pada balap motor yang ia ikuti itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyeting sepeda motor. Dan settingan sepeda motor tergantung pada karakter sirkuit yang akan menjadi ajang balapan. Hanya saja, menurut pebalap Pertamina Enduro Racing Team itu, di WSSP300 area perubahan yang boleh dilakukan sangat terbatas. Akhirnya, yang lebih banyak dilakukan  adalah pengaturan gear, bukan mesin.

“Set-up sepeda motor akan berbeda tergantung sirkuit yang dihadapi. Ada sirkuit yang flat, ada yang naik turun, atau ada juga yang banyak tikungan,” ” ucapnya. “Dari pengalaman saya di WSSP300, settingan mesin tidak banyak berubah, yang banyak berubah adalah pemilihan gear, itupun hanya pada sproket,” paparnya lagi.

Menurut Ali Adriansyah, pemilihan dan pengaturan sproket tergantung pada karakter sirkuit dan gaya balap seorang rider. Pengaturan pada sirkuit yang berkarakter naik-turun akan berbeda dengan sirkuit yang flat atau sirkuit yang banyak tikungannya.

“Terkadang kita harus mengorbankan performa di trek lurus agar lebih enak di tikungan, kadang kita harus mengorbankan dua tikungan supaya lebih bagus di tikungan lainnya,” ujar Ali Adriansyah.

Kompromi semacam itu merupakan hal yang biasa dilakukan, karena tidak mungkin melakukan setting agar sepeda motor dapat sempurna di setiap bagian sirkuit.

Pebalap kelahiran bulan September itu memberi contoh bahwa Sirkuit Algarve Portimao, Portugal merupakan salah satu sirkuit yang rumit dalam menentukan settingan. Tidak hanya bagi pebalap, tapi juga bagi mekanik dalam mengatur sepeda motor mereka.

Photo 3

“Di Portugal itu sirkuitnya ada bagian yang sangat menanjak, ada juga yang sangat curam. Jadi kita harus benar-benar mampu membuat settingan yang tepat untuk mendapatkan hasil maksimal,” ucap Ali Adriansyah.

Proses melakukan setting bukan tanggung jawab tim teknis atau kru mekanik semata. Dalam proses mencari settingan yang tepat ini pebalap pun memiliki peran yang tidak kecil. Pebalap harus mampu mengumpulkan informasi tentang kondisi tunggangannya saat itu serta memberi masukan yang tepat agar performa kendaraan dapat terangkat. Dengan kata lain, tugas pebalap bukan hanya memacu tunggangan sekencang mungkin.

Demikian juga dengan Ali Adriansyah. Di sesi latihan ia harus dapat menyerap semua kondisi yang ada pada sepeda motornya saat melalui semua area sirkuit. Ia akan menginformasikan bagaimana kondisi sepeda motor misalnya saat menikung atau saat menanjak. Ia juga harus dapat memberi masukan teknis terhadap kondisi yang dihadapi. Misalnya soal kekerasan suspensi, tekanan angin pada ban, dan sebagainya. Jika pebalap tidak paham akan kondisi yang ada, maka akan sulit baginya utnuk memberi informasi yang akurat kepada mekanik. Hal itu akan membuat tim teknis kesulitan untuk melakukan set-up yang tepat.  Dan ujungnya, sepeda motor tidak mampu memberi performa yang mumpuni.

Proses set-up mesin balap memang bukan perkara sederhana. Proses ini melibatkan semua anggota tim, terutama tim teknis dan pebalap. Jadi tidak salah jika proses set-up ini merupakan bentuk nyata bagaimana sebuah kerjasama terjadi dalam tim balap.

 

Text&Photos  : KARYAKU

Keberhasilan tim mekanik dalam menyeting dipengaruhi pula kemampuan pebalap.

READ MORE

Jakarta – eXtremeINA.com      Satu bulan jelang dihelatnya Jakarta Custom Culture (JCC) 2018, Punakawan Digital Media selaku penyelenggara JCC 2018 meramu komposisi acara menarik yang akan memanjakan para pengunjung.

Berbeda dengan dua edisi sebelumnya, Project Manager JCC 2018 Andry Adrian menegaskan bahwa di tahun ini, karya kustom yang ditampilkan bukan hanya seputar modifikasi mobil dan motor saja.

“Di JCC 2018, kita berusaha mengangkat custom lifestyle dari berbagai elemen agar budaya dan para pelaku kustom di Indonesia bisa dikembangkan secara nasional maupun internasional. Selain modifikasi mobil, kita juga menampilkan fashion, hobi, dan furniture kustom. Porsinya, otomotif 60 persen dan sisanya untuk lifestyle,” ujar pria yang akrab disapa Andry ‘Black’ itu di Balai Sarwono Joglo, Kemang, Jakarta Selatan.

Mengusung tema “Drive Ride and Rock n’ Roll”, JCC 2018 kini hadir dengan jumlah partisipan yang lebih banyak karena melibatkan 190 booth yang menempati area Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Selama dua hari penyelenggaraannya, Andri juga menargetkan 15 ribu pengunjung dengan total transaksi on the spot sebesar Rp. 250 juta.

materi 2

Terbagi ke dalam lima area, JCC 2018 terbagi ke dalam lima area. Dua area dipakai untuk mobil dan motor kustom, sedangkan tiga lainnya diisi oleh area musik, F n B, dan lifestyle.

Dari dunia custom lifestyle, Indonesian Sub Culture akan mempersembahkan Tattoo War dan Tattoo Gangbang. Selain itu, ada pula Indonesian pomade enthusiast yang akan berbagi tips dan trik seputar gaya rambut dan bisnis barbershop.

Bagi pengunjung yang memperhatikan penampilan, JCC 2018 menghadirkan G-Shock Warrior Indonesia dan 3Foil.ID, komunitas pecinta jam tangan Casio G-Shock dan adidas yang akan memamerkan koleksi mereka. Sedangkan untuk furniture, JCC 2018 punya Custom Craft yang mengangkat hasil karya pengrajin lokal.

Di kategori hobi, JCC 2018 akan menggelar die cast custom contest dan sepeda kustom dari Siku-Siku Bambu yang secara perdana akan memperkenalkan sepeda kustom yang terbuat dari bambu.

Khusus untuk sepeda kustom, Ainur Rofiq selaku founder Siku-Siku Bambu bertekad menjadikan JCC 2018 sebagai ajang untuk menjaring koneksi agar hasil karyanya bisa go internasional.

“Dari 3.200 jenis bambu yang ada di dunia, salah satu yang paling bagus ada di Indonesia. Bambu punya potensi besar. Tapi yang sering kita temui bernilai rendah, selalu berakhir dengan meja atau bangku. Padahal jika diolah, bisa menjadi komoditas bernilai tinggi. Setelah saya bawa ke ITB, kualitas serat bambu hampir sama dengan serat karbon,” ungkap Rofiq

“Kita akan membawa prototipe kita di JCC 2018. Bawa 5 model. Saya juga menjadikan JCC sebagai wadah bagi saya untuk memperluas koneksi. Karena selama ini, Siku-Siku Bambu bergerak dengan dana sendiri. Melalui JCC ini, dan terbuka untuk pihak yang ingin bekerjasama dengan kami,” sambung pria berambut gondrong tersebut.

materi 3

Di sisi lain, perubahan pada JCC 2018 juga terlihat dengan adanya konten baru bernama Builder Chats yang akan mengundang para builder nasional untuk membahas perkembangan dunia modifikasi di Indonesia. Mereka juga akan berbagi cerita tentang kehidupan mereka.

Di sisi lain, visi dan misi JCC yang ingin mengembangkan dunia kustom nasional mendapatkan perhatian dari Bukalapak. Situs belanja online terkemuka itu menjadi sponsor utama JCC 2018.

“Kita senang banget Bukalapak bisa support JCC. Kita ikut menggerakkan ekonomi dari sektor industry kreatif. Nah, itulah yang membuat Bukalapak tertarik ikut dalam JCC karena mereka mendukung dunia kreatif di Indonesia. Mendorong para pelaku kustom untuk mengembangkan bisnisnya. Harapannya, JCC semakin banyak penunjungnya, dan pelapaknya juga tambah banyak,” ujar Ari K. Wibowo, Associate Vice President of Brand Bukalapak.

Sementara Saint Loco yang terpilih menjadi penampil di JCC 2018 akan menyiapkan persembahan istimewa untuk para pengunjung dengan lagu barunya.

materi 4

“Selama ini, Saint Locco mempersiapkan single baru 2018, baru selesai bikin video klip. Ada yang berubah, ada vokalis baru. Kita akan memperkenalkan vokalis baru kita di JCC sekalian peluncuran single baru dan logo baru Saint Locco,” tutup Iwan Hoediarto, gitaris Saint Loco.

JCC 2018 sendiri akan berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 27-28 Oktober 2018 dengan harga tiket masuk senilai Rp. 30 ribu.

 

Jakarta Custom Culture 2018 Hadirkan Lebih Banyak ‘Dunia’ Kustom

READ MORE

Jakarta – eXtremeINA.com     Ajang balap World Supersport 300 (WSSP300) memasuki putaran pamungkas di musim balap 2018 ini. Rider Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro berharap dapat memperoleh pencapaian terbaik di Sirkuit de Nevers Magny-Cours, Prancis pada 28-30 September ini.

Sirkuit Magny-Cours merupakan salah satu sirkuit yang menjadi langganan gelaran World Superbike (WSBK). Pertama kali menjadi tuan rumah WSBK pada 1991, namun baru masuk kalender berkala sejak tahun 2003. Sirkuit ini terletak di bagian tengah negara Prancis atau sekitar 250km dari Paris.

Memiliki 17 tikungan dengan panjang total 4,412km, Magny-Cours dikenal sebagai sirkuit memiliki karakter berbeda dari kebanyakan sirkuit dalam kalender WSBK. Trek di sirkuit ini temasuk flat alias tidak ada kontur naik turun seperti Sirkuit Algarve Portimao yang baru ditaklukkan pebalap pada putaran sebelumnya. Namun, kondisi ini memberi tantangan unik bagi para rider.

Photo 2

“Sirkuit ini begitu flowing, mengalir,” ucap Ali Adriansyah.

Menurut pebalap Tim Pertamina Enduro Racing ini Magny-Cours juga membutuhkan setting sepeda motor yang tepat. “Harus teliti dalam menyeting sepeda motor,” tambah Ali Adriansyah.

Sirkuit ini terbilang sederhana tapi juga teknikal.  Artinya pebalap betul-betul harus dapat menguasai sepeda motor sesempurna mungkin. Trek lurusnya akan mendorong pebalap untuk memacu tunggangan mereka sekencang mungkin. tapi, beberapa tikungan patah harus membuat rider memperhitungkan titik pengereman yang tepat sembari menekan tuas rem sedalam mungkin.

Dengan keadaan seperti itu, rider juga harus memperhitungkan performa ban mereka dengan cermat. Ban yang dipaksa untuk melaju kencang akan membuat degradasi lebih cepat terjadi. Jika ban sudah terlalu aus, jangan harap pengendalian sepeda motor akan tetap sempurna.

Photo 1

“Biasanya roda depan akan bergetar di saat ban sudah aus,” ucap Ali Adriansyah.

Ban yang digunakan pada ajang WSSP300 hanya terdiri dua pilihan yaitu ban basah dan ban kering. Tidak seperti ban di MotoGP yang memiliki banyak ragam seperti ban soft, medium, asimetris atau hard. Dengan demikian rider WSSP300 harus mampu memaksimalkan ban yang ada sekaligus mampu meminimalisir tingkat degradasi.

Dengan tantangan seperti itu Ali Adriansyah berharap ia mendapat hasil yang baik di penutup musim balap 2018 ini.Hingga putaran ke tujuh di Portugal, Ali Adriansyah sudah mengumpulkan 6 poin dan berada di posisi 23 dari 40 pebalap.”Saya ingn sekali mendapatkan hasil yang baik untuk menutup tahun ini dengan indah dan memulai tahun depan dengan motivasi lebih,” ucapnya.

 

Text & Photos : Karyaku

 

Ali Adriansyah Berharap Hasil Terbaik di Putaran Terakhir WSSP300

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com            Pebalap motor Indonesia yang berlaga di ajang RFME CEV Supersport 300 (SSP300), Ali Adriansyah Rusmiputro mendapat pengalaman berharga di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.Hal tersebut ia rasakan saat mengikuti putaran keempat SSP300 pada akhir pekan kemarin, Sabtu dan Minggu, 8-9 September 2018.

Balapan kali ini ia jalani setelah melakukan ujicoba di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal satu pekan sebelumnya. Selama di Portugal, Ali Adriansyah juga melakukan latihan fisik agar mampu menghadapi tantangan Sirkuit Valencia dengan lebih siap.Pada sesi latihan bebas di Ricardo Tormo, rider Pertamina Enduro Racing Team itu mencoba berbagai settingan yang dirasa mampu mengangkat performa Yamaha YZF-R3 yang ia tunggangi.

“Di hari pertama dan kedua kami lalui dengan sangat baik dan memperoleh banyak data. Kami mencoba banyak settingan dan memutuskan satu settingan untuk kualifikasi dan balapan,” papar Ali Adriansyah.

Photo 1

Pada kualifikasi pertama, rider bernomor 12 itu mampu mendudukkan dirinya di posisi 6 dengan jarak 0,6 detik dari pebalap terdepan. Hasilnya itu cukup memberi motivasi untuk tampil lebih baik di sesi kualifikasi kedua. Namun hujan turun ketika sesi kualifikasi lanjutan tersebut berlangsung.  Hal itu mempengaruhi handling sepeda motor yang dipegang Ali Adriansyah.

“Hujan turun saat kualifikasi kedua. Saya tidak dapat berbuat apa-apa dan harus puas berada di posisi 11,” ucap Ali Adriansyah. Dengan hasil tersebut, saat balapan pertama Ali mendapat posisi start di baris kedua.

Pada race pembuka itu Ali Adriansyah mampu melakukan start dengan bagus. Ia sempat menyodok ke posisi 2 sebelum tikungan pertama pada lap pertama. Tapi, untuk bersaing dengan pebalap lain di ajang ini, terutama dengan penunggang Kawasaki yang memiliki mesin lebih bertenaga, bukanlah perkara mudah. Beberapa kali Ali terlibat persaingan keras hingga bersenggolan dengan rider lain. Kondisi itu membuat posisinya melorot. Alhasil di akhir lomba yang berlangsung dalam 13 lap itu Ali Adriansyah finish di urutan 9. Pada klasifikasi, posisi Ali naik satu peringkat karena ada pebalap di depannya yang dihukum tambahan waktu akibat melanggar peraturan.

Pada race kedua yang berlangsung keesokan harinya, Minggu [09/09], Ali Adriansyah kembali mencoba menyerang begitu lampu start padam. Rupanya pebalap lain juga mempunyai tekad yang sama.  Dan kali ini persaingan keras sudah terjadi sejak tikungan pertama. Ali yang kembali melakukan start yang bagus langsung berada di posisi 4. Sayang, persaingan keras yang terjadi malah membuat Ali terpental dari arena. Di tikungan kedua, sebuah tikungan tajam ke kiri, ia terjatuh. Musnah sudah harapannya untuk memperbaiki posisi di balap kedua ini.

Di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia ini Ali Adriansyah mendapat pelajaran berharga untuk dibawa pada balapan selanjutnya di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal pada  14-16 September nanti.

Photo 2

“Saya membutuhkan latihan  lebih keras dengan sepeda motor 300cc,” ucapnya.Persaingan di SSP300 memang ketat, namun menurut Ali tidak sekompetitif di World Supersport 300 (WSSP300). Selain karena rider-rider nya lebih berpengalaman, tim-tim yang mengikuti kejuaraan ini juga tim-tim besar.

Namun demikian, yang menjadi kesulitan terbesar bagi Ali Adriansyah adalah menaklukkan pebalap dengan sepeda motor berkubikasi lebih besar, terutama Kawasaki. Sepeda motor ini turun di arena WSSP300 dengan mesin 399cc, yang secara faktual memiliki keuntungan lebih banyak dibanding Yamaha YZF-R3 bermesin 321cc. Putaran mesin Kawasaki memang dibatasi, namun tetap memberi keunggulan yang signifikan bagi penunggangnya.

Meski kurang puas akan kondisi yang tidak seimbang itu Ali Adriansyah dan timnya tidak mau berkecil hati. Ia tetap menyongsong balapan di Portimao nanti dengan motivasi penuh.

“Di Portugal harus lebih baik,” ujar Ali Adriansyah.

Text & Photos : KaryaKU

Ali Adriansyah Rusmiputro Mendapat Pengalaman Berharga di Valencia

READ MORE

Misano, ITALIA – eXtremeINA.com    Penampilan pebalap Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro menghadapi ujian berat di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Italia pada putaran ke-6 ajang World Supersport 300 [WSSP300], akhir pekan kemarin [08/07].

Ujian-Berat-Bagi-Ali-Adriansyah,-Kecewa-Namun-Tetap-Optimis_news-(2)

Kesulitan yang dialami pebalap bernomor 12 itu sudah di mulai sejak sesi latihan bebas di hari Jumat [06/07]. Ketika itu settingan sepeda motornya terasa kurang nyaman. Yamaha YZF-R3 yang menjadi tunggangan Ali Adriansyah belum mendapat set-up maksimal seusai kecelakaan parah yang dialami pada balapan sebelumnya di Sirkuit Brno, Ceko. Sepeda motor itu baru dicoba kembali oleh Ali Adriansyah setelah menjalani pemulihan di Jakarta selama hampir satu bulan.

Kerja keras mekanik tim untuk mengubah set-up di sesi latihan bebas pertama sudah mendekati harapan. Di akhir sesi itu Ali Adriansyah mampu mencatat waktu 1 menit 53,238 detik serta membukukan kecepatan tertinggi 176,2km/jam. Top speed di sesi Free Practice 1 itu dipegang oleh Borja Sanchez yang menunggang Kawasaki 400 dengan 182,7km/j.

Hasil tersebut memberi petunjuk positif kepada tim sekaligus dapat memaksimalkan set-up agar sepeda motor lebih nyaman dikendalikan. Namun hujan turun di sesi latihan bebas kedua. Kondisi itu membuat tim memutuskan untuk tidak masuk ke lintasan. Tentu saja membuat tim tidak mendapat hasil atas optimalisasi set-up yang sudah dilakukan sebelumnya.

Ujian-Berat-Bagi-Ali-Adriansyah,-Kecewa-Namun-Tetap-Optimis_news-(1)

Free practice 1 saya masih set-up dengan motor karena saya merasa kurang nyaman. Di FP 2 kita enggak keluar karena hujan, ” ucap Ali Adriansyah.

Keesokan harinya, di sesi Superpole 1 cuaca kembali cerah. Optimisme menyelimuti tim juga Ali Adriansyah. Apalagi pebalap di bawah naungan Pertamina Enduro Racing Team itu mampu membukukan waktu tercepat di sektor 1, juga personal best time di sektor 2. Dan itu terjadi di awal Superpole. Sayang, di sektor tiga lap ketiga, Ali Adrian ditabrak pebalap lain hingga keluar lintasan dan tak dapat melanjutkan sesi kualifikasi.

“Di Superpole 1 saya sudah mendapatkan waktu tercepat pada sektor 1 dan personal best di sektor 2 tetapi di sektor 3 saya ditabrak dan tidak bisa melanjutkan balap,” papar Ali Adriansyah.

Meski tidak dapat menjalani Superpole secara penuh catatan waktu Ali Adriansyah di SP1 masih mampu membuatnya menduduki start ke 23 dari 40 pebalap. Meski posisi start kurang menguntungkan, optimisme Ali Adriansyah tetap tinggi.

Di hari balapan itu, cuaca di Sirkuit Misano terbilang panas. Temperatur udara mencapai 30 derajat Celcius sementara suhu trek di kisaran 47 derajat. Dengan kondisi demikian sudah diperkirakan balapan akan berlangsung berat, baik bagi pebalap maupun tunggangan mereka.

Start dilakukan dengan mulus oleh Ali Adriansyah. Di akhir lap pertama ia sudah naik dua posisi. Pada lap berikutnya, ia kembali naik dua posisi. Ali Adriansyah semakin termotivasi untuk bertarung lebih keras. Di lap keempat ia sudah berada di posisi 16 atau naik 7 posisi dari saat start. Setting-an sepeda motornya benar-benar sudah seperti yang ia inginkan, dan itu membuatnya terus menyerang ke depan, bersaing dengan penunggang Kawasaki dan KTM yang bertenaga lebih besar. Di lap ke-6 ia bahkan mampu naik satu posisi lagi ke posisi 15, sebuah posisi penting karena akan membuahkan poin di kejuaraan. Posisi itu terus ia pertahankan hingga lap 8.

Ujian-Berat-Bagi-Ali-Adriansyah,-Kecewa-Namun-Tetap-Optimis_news-(3)

Usaha keras Ali Adriansyah rupanya menguras kemampuan sepeda motor, terutama bannya. Di tikungan 3 pada lap 9, ban depannya kehilangan traksi. Sebuah keadaan yang sangat berbahaya apalagi terjadi di saat menikung. Alhasil sepeda motornya tergelincir. Dalam kondisi itu Ali Adriansyah tidak dapat berbuat banyak. Ia dan sepeda motornya akhirnya terjatuh hingga keluar lintasan. Sepeda motornya mati, Ali Adriansyah tak dapat melanjutkan lomba. Itulah puncak ujian baginya di Sirkuit Misano.

Hasil tidak menguntungkan memang harus diterima Ali Adriansyah Rusmiputro. Usaha keras memperbaiki keadaan sudah maksimal dilakukan sepanjang lomba meski tidak berujung manis. Kendati demikian Ali Adriansyah tidak ingin rasa kecewanya membuat ia kehilangan semangat. Menurutnya ia akan tetap optimis dalam menghadapi balapan berikutnya di Sirkuit Aragon.

“Tetap fokus dan terus positif untuk race selanjutnya di Aragon,” ucap Ali Adriansyah.

Selepas balapan di Misano, Ali Adriansyah Rusmiputro bakal tampil di ajang CEV Supersport 300 pada 13-15 Juli ini. Kejuaraan yang berlangsung sebanyak 6 putaran itu memang masuk dalam jadwal kejuaraan yang diikuti Ali Adriansyah di 2018. Hanya saja ia tidak turun di semua putaran karena ada jadwal yang bentrok dengan WSSP 300, kejuaraan yang menjadi fokus utama Ali Adriansyah.

Text & Photos          : karyaKU / Yamaha MS Racing Team

Ali Adriansyah Rusmiputro menghadapi ujian berat di Misano.

READ MORE

BANDUNG – eXtremeINA.com    Demi menunjukan eksistensinya di Tanah Air, melalui Motorsport Division komunitas Volkswagen Club Bandung [VCB] akan menggelar ajang balap khusus mobil-mobil Volkswagen dengan tajuk Fun and Fast Volkswagen 2018.

Rencana ajang balap ini akan disajikan pada tanggal 11-12 Agustus 2018 di Raceway Gelora Bandung Lautan Api, dan akan sekaligus menjadi kejurda putaran 1 Jawa Barat motorsport drag race musim 2018.

Dalam kegiatan ini banyak sekali aktivita yang akan diberikan oleh VCB selaku pihak penyelenggara mulai dari VW Drag Race, Kejurnas Drag Race, VW Part and Merchandise, VW Contest, VW Display and Sale, VW Food Truck Festival, VW Photo Contest, Live Music, dan Khitanan Masal.

Kegiatan yang dilakukan VCB ini seakan menjadi dorongan serta motivasi bagi komunitas-komunitas Volkswagen di seluruh Indonesia untuk menyajikan suatu kegiatan yang positif, berkualitas, dan dapat memajukan perkembangan otomotif di Indonesia. Semoga dikemudian hari ajang semacam ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya dengan berbagai komunitas Volkswagen yang merata di Indonesia.

Text               : Bambang Vidiatmoko

Photo            : Volkswagen Club Bandung

BANDUNG – eXtremeINA.com    Demi menunjukan eksistensinya di Tanah Air, melalui Motorsport Division komunitas Volkswagen Club Bandung [VCB] akan menggelar ajang balap khusus mobil-mobil Volkswagen dengan tajuk Fun and Fast Volkswagen 2018. Rencana ajang balap ini akan disajikan pada tanggal 11-12 Agustus 2018 di Raceway Gelora Bandung Lautan Api, dan akan sekaligus menjadi kejurda putaran 1 […]

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com      Sukses menjadi yang terdepan dalam sesi latihan hingga babak kualifikasi saat lanjutan seri ke-6 World Supersport [WSSP] 300, di Sirkuit Misano, Italia pada akhir pekan kemarin pebalap Indonesia Galang Hendra Pratama tidak mampu tampil konsisten saat race berlangsung.

Galang-Hendra-Finish-ke-7-di-Misano_news-(3)

Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam Biblion Yamaha MotoRacing ini harus puas finish di urutan ke-7. Sejatinya dalam balapan ini kans untuk Galang Hendra menjadi juara cukup besar, mengingat hasil sesi latihan dan babak kualifikasi yang diraihnya selalu menjadi yang terbaik.

Galang-Hendra-Finish-ke-7-di-Misano_news-(1)

Namun apa daya Galang harus puas finish ke-7. Peringkat pertama sukses diraih oleh M. Bastianelli dari Prodina Icros Team dengan torehan waktu 1 menit 51.478 detik. Ini merupakan kemenangan perdana bagi dirinya di ajang WSSP 300 musim 2018. Menyusul di podium kedua adalah M. Perez, pebalap Kawasaki Parkingo Team yang juga geber Ninja 400. Pebalap asal Spanyol ini tertinggal 0.036 dari Bastianelli. Sedangkan menyusul di podium ketiga adalah M. Gonzales, pebalap Pertamina Almeria BCD Junior Team by MS Racing.

Berikut adalah hasil lengkapnya:

Galang-Hendra-Finish-ke-7-di-Misano_news-(2)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Pada ajang balap WSSP 300 di Misano, Galang Hendra berhasil finish peringkat ke-7.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com      Kejuaraan Nasional [Kejurnas] balap Gokart bertajuk Eshark Rok Cup 2018 putaran 4 yang sekaligus menjadi ajang balap Zona Asia telah tersaji dengan sangat sukses di Sirkuit Karting International Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Minggu [08/07] kemarin.

Silvano Christian Terbaik di Kejurnas Eshark Rok Cup Seri 4_news (4)

Berikut adalah hasil lengkap Eshark Rok Cup 2018 Seri 4:

ESHARK-ROK-2018-_-OFFICIAL-RESULT-ROUND-4-1

ESHARK-ROK-2018-_-OFFICIAL-RESULT-ROUND-4-2

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Eshark Rok Cup 2018

Eshark Rok CUp 2018 putaran 4 baru usai, berikut hasil lengkap kejuaraan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pegokar Silvano Christian berhasil menambah daftar panjang kemenangannya di ajang Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Karting atau lebih dikenal dengan nama Eshark Rok Cup 2018. Setelah mampu menjadi yang terdepan di tiga putaran pertama, Silvano kembali sukses berdiri di podium teratas di ajang Eshark Rok Cup 2018 putaran keempat yang digelar di Sirkuit Internasional Karting Sentul, Jawa Barat pada Minggu [8/7] akhir pekan kemarin.

Silvano Christian Terbaik di Kejurnas Eshark Rok Cup Seri 4_news (3)

Silvano yang berlomba di kelas Senior Rok GP berhasil menyudahi perlawanan rival terberatnya Keanon Santoso yang harus puas bertengger di posisi kedua. Adapun urutan ketiga ditempati oleh Zahir Ali.

Pada kelas Shifter 150, pegokart Prassetyo Hardja yang juga diketahui sebagai pegokar yang berlaga di ajang X30 Southeast Asia dan Rotax Asia Max Challenge, berhasil menjadi juara satu setelah menyudahi perlawanan Dede Malki di urutan kedua dan Gugun Wiranto di tempat ketiga.

Perlombaan yang didukung penuh oleh Ikatan Motor Indonesia [IMI] ini juga diramaikan oleh pebalap mancanegara, seperti bocah bernama Dillan Tan asal Singapura yang berhasil menjadi juara satu di dua kelas sekaligus, yaitu Cadet Rok Newbie dan Cadet Rok Rising Star.

Silvano Christian Terbaik di Kejurnas Eshark Rok Cup Seri 4_news (4)

Usai perlombaan, Sekretaris Olahraga IMI Pusat, Poedio Oetojo memberikan ucapan selamat kepada para pemenang di ajang Eshark Rok Cup 2018 putaran keempat. “Saya mewakili IMI mengucapkan selamat kepada para pemenang di masing-masing kelas yang telah berlatih dan berjuang selama perlombaan berlangsung,” ungkap Poedio.

Ia menambahkan, “Semoga mereka bisa terus termotivasi dan semoga usaha serta kerja keras tidak hanya sampai di sini saja. Perjuangan masih panjang dan gokart hanyalah titik awal saja untuk mereka para pegokart muda menuju jenjang berikutnya.”

Silvano Christian Terbaik di Kejurnas Eshark Rok Cup Seri 4_news (2)

Eshark Rok Cup 2018 sendiri masih tersisa dua putaran, yang masing-masing akan diadakan pada 5 Agustus dan 2 September. Selain berstatus Kejurnas, Eshark Rok Cup 2018 kemarin juga berstatus Asia Rok Cup 2018 putaran keempat yang diikuti oleh sebanyak lima pegokart mancanegara.

Menurut Poedio, masih ada kesempatan bagi mereka yang ingin memperbaiki poin atau mengejar ketertinggalan. “Dua putaran tersisa yang akan diadakan di bulan Agustus dan September hendaknya dimanfaatkan oleh para pegokar yang ingin memperoleh poin besar. Saya imbau mereka untuk lebih rajin dan giat berlatih,” tutupnya.

Silvano Christian Terbaik di Kejurnas Eshark Rok Cup Seri 4_news (1)

Text & Photos: karyaKU / Eshark Rok Cup 2018

Silvano Christian kembali menjadi terdepan.

READ MORE
<