eXtremeINA.com

News

Bendot: “Saya Hanya Berhenti Berkompetisi Bukan Berhenti Bersepeda”

JAKARTA – eXtremeINA.com   Rider BMX asal Kediri, Jawa Timur Muhammad Harris Effendi atau yang akrab dipanggil Bendot disebut gantung sepeda, nampaknya bahasa pensiunnya Bendot di BMX ini banyak yang salah menafsirkan.

Klarifikasi-Bendot-Terhadap-Pemberitaan-Gantung-Sepeda_news-(1)

Dalam kesempatannya Bendot pun menyampaikan, “Saya hanya berhenti ikut kompetisi bukan berhenti bersepeda. Untuk menjadi seorang rider BMX Flatland saya masih totalitas, hanya saja progresnya melalui foto dan video.”

“Perkembangan BMX Flatland di Indonesia sudah menyusut, hal ini dikarenakan ridernya banyak yang berkurang namun untuk progress serta konsistensinya masih cukup stabil,” tambahnya.

Klarifikasi-Bendot-Terhadap-Pemberitaan-Gantung-Sepeda_news-(2)

Tahun lalu Bendot sukses menjadi juara pertama dalam FISE World Series yang digelar di Montpellier, Prancis untuk kelas BMX Flatland Master. Sangat disayangkan dirinya tidak ikut serta di ajang yang sama pada tahun ini, hal tersebut dikarenakan Bendot tidak mengikuti kejuaraan Indonesia Open X-Sport Championship [IOXC] tahun lalu di kota Manado, ajang ini menjadi seleksi bagi atlet BMX yang akan diikutsertakan dalam kejuaraan FISE World Series.

Sejatinya Indonesia memerlukan adanya Kejuaraan Nasional [Kejurnas] BMX Flatland, sebagai bentuk jenjang karir dan juga prestasi para pelakunya. Hal ini juga bertujuan untuk menumbuh kembangkan minat para anak-anak muda untuk bermain BMX Flatland, dan membuat para rider semakin bersemangat untuk berlatih guna mengejar prestasi yang lebih tinggi lagi. “Kejuaraan Nasional BMX Flatland sangat perlu untuk diadakan, namun harus dengan regulasi dan sistem yang terbuka,” tutupnya.

Klarifikasi-Bendot-Terhadap-Pemberitaan-Gantung-Sepeda_news-(3)

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Muhammad Harris Effendi

MORE News

COMMENTS

<