eXtremeINA.com

Category :Profile

eXtremeINA.com  Idham Khalid Adi Pratama atau yang akrab dipanggil Hamy Pratama adalah seorang atlet profesional Parkour Indonesia. Lahir pada tanggal 15 Maret 1994, dirinya tertarik dengan olahraga Parkour saat melihat aksi aktor ternama Jackie Chan Style saat melakukan aksi seni bergeraknya. Hamy mengenal Parkour melalui sahabat dekatnya waktu saat duduk di bangku SMP, dan dirinya mulai menggeluti olahraga Parkour ini sejak tahun 2008.

Saat memulai awal karirnya di dunia Parkour, Hamy tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya, mengingat Parkour adalah salah satu olahraga yang cukup extreme. Namun seiring berjalannya waktu keluarga mulai mendukung Hamy untuk terus berjuang sebagai atlet Parkour, keyakinan ini Hamy berikan kepada keluarga dalam bentuk prestasi yang cukup gemilang.

Mulai dari Best Trick Freestyle Contest Singapore Lion City Parkour Challenge 2015, juara 1 Pro Freestyle Contest Levis’s Parkcool Challenge Indonesia 2015, Best Trick Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2016, juara 1 Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia, Juara 1 Pro Speed Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2015, juara 3 Group Performance Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, Best Trick Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 1 Pro Freestyle Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 2 Pro Speed Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 4 Group Performance Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, dan masih banyak prestasi lainnya.

Sebagai salah satu atlet Parkour terbaik Indonesia, Hamy pernah mengalami cedera berat disloc persendian siku. Namun dengan tekad dan kecintaannya terhadap olahraga Parkour dirinya tidak kapok dan terus bermimpi untuk terus meraih banyak prestasi. Walaupun Parkour sudah menjadi bagian dari hidupnya, namun dirinya mengaku sangat ingin menjajal olahraga extreme lainnya seperti Skydive, Downhill MTB, dan juga Skateboard.

Hamy pun sangat memperhatikan betul akan perkembangan olahraga Parkour di Indonesia yang menurutnya, Perkembangan Parkour di Indonesia kian tumbuh dengan pesat, dari Sabang hingga ke Merauke di tiap kota terdapat komunitas Parkour. Untuk di wilayah Bekasi saja terdapat 3 komunitas Parkour berbeda. Namun perkembangannya belum diiringi oleh dukungan yang serius dari Pemerintah Pusat ataupun Daerah.

Sejauh ini Hamy sendiri masih merasakan untuk mengikuti kejuaraan Parkour tingkat Internasional dirinya harus menggunakan dana pribadi ataupun dana sponsor yang melekat dengannya. Hamy pun beranggapan ada beberapa kemungkinan Pemerintah belum mendukung olahraga Parkour di Indonesia, yang pertama mungkin Pemerintah belum mengetahui tentang olahraga Parkour, yang kedua Pemerintah belum mengetahui bahwa ada komunitas serta atlet Parkour yang sudah cukup berprestasi di kancah Internasional seperti layaknya Hamy.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Hamy Pratama

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Idham Khalid Adi Pratama atau yang akrab dipanggil Hamy Pratama adalah seorang atlet profesional Parkour Indonesia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Puji Lestari adalah seorang atlet panjat tebing asal Jakarta kelahiran 15 Juni 1990. Ketertarikan pada olahraga ekstrem yang satu ini dimulai sejak duduk di bangku SMA kelas 3, lantaran dirinya mengikuti Sispala KPPA 83 dan kebetulan pada saat itu materi pembelajarannya adalah olahraga panjat tebing. Walaupu olahraga yang cukup ekstrem, namun dirinya sangat tertantang untuk menggeluti olahraga panjat tebing ini, apalagi jarang ada wanita yang berani mengikuti kegiatan panjat tebing.

Sejatinya keluarga sempat khawatir lantaran Puji Lestari atau yang akrab disapa Puji menggeluti dunia Panjat Tebing, namun setelah dirinya menjelaskan kepada keluarga terkait dengan prosedur keselamatan akhirnya keluarga pun paham dan lambat laun mulai mendukung, ditambah lagi Puji Lestari meyakinkan keluarganya dengan sejumlah prestasi yang mampu diraihnya. Sebenarnya cita-cita Puji Lestari sejak kecil adalah menjadi seorang Reporter Petualang, dengan menjadi seorang Reporter petualang dirinya mengaku sangat senang jika harus mengeksplor keindahan alam baik di Indonesia maupun luar negeri.

Seiring berjalannya waktu kemampuan Puji Lestari sebagai pemanjat tebing terus terasah, dan berbagai prestasi pun semakin banyak diraihnya dan prestasi terakhir yang didapatnya adalah medali emas kategori grup pada nomor lomba Women’s Speed World Record Relay dan peraih medali perak kategori individual pada nomor lomba Women’s Speed Individual pada Asian Games 2018. Atas prestasinya di ajang multi-event Asian Games 2018 tersebut Puji Lestari diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil [PNS] di Kementerian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] sebagai Staff Ahli.

Walaupun sangat mencintai olahraga panjat tebing, namun dirinya mengaku sangat ingin mencoba olahraha ekstrem lainnya seperti Terjun Payung. Bagi dirinya Terjun Payung adalah salah satu olahraga yang cukup menantang dan dirinya sangat penasaran untuk mencobanya. Prestasi yang sudah didapatnya selama ini tidak membuatnya semata-mata puas, karena cita-cita Puji Lestari dalam karirinya sebagai atlet panjat tebing adalah dapat meraih juara di ajang Olimpiade, dan itu dapat diraihnya jika Puji Lestari ikut dalam kejuaraan Olimpiade Tokyo pada 2020 mendatang.

Sebagai atlet panjat tebing profesional, Puji Lestari melihat perkembangan olahraga panjat tebing di Indonesia sudah cukup berkembang terlebih pasca Asian Games 2018 yang lalu. Selepas kejuaraan tersebut banyak sekali bibit muda yang bermunculan dari berbagai daerah. Dengan begitu tinggal bagaimana upaya pemerintah dan pengurus untuk memberikan fasilitas dan wadah untuk mereka berkembang. Pesan dari Puji Lestari untuk para adik-adik yang baru mulai menggeluti olahraga panjat tebing, jangan pernah takut untuk lampaui batas ambang hidup kalian, bekerja dan berusaha lah sekuat tenaga, dan diiringi oleh doa. Jika kalian konsisten akan itu semua maka hasil tidak akan membohongi prosesnya.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Puji Lestari

eXtremeINA.com  Popo Ariyosejati atau yang akrab dipanggil Popo adalah salah satu rider downhill terbaik yang dimiliki Indonesia. Lahir pada tanggal 24 Juli 1986, Popo memulai karirnya sebagai atlet BMX Cross, namun seiring berjalannya waktu dia Pindak ke kota Malang pada tahun 2006, saat bertemu pelatihnya Zainul Siswanto di Malang Popo diintruksikan untuk menjajal downhill dan pada saat itulah dirinya langsung jatuh cinta pada olahraga sepeda yang cukup ekstrem ini.

Selepas dari BMX Cross, Popo mulai serius menekuni olahraga downhill hingga pada akhirnya untuk pertama kalinya dia mengikuti kejuaraan downhill di Gunung Buring Kota Malang, Jawa Timur bertajuk pre-PON dan seleksi Pelatnas Sea Games. Dalam kejuaraan pertamanya tersebut Popo langsung meraih juara ke-2 dan masuk dalam Tim Nasional [Timnas] SEA Games 2007. Seiring berjalannya waktu kemampuan Popo dalam bermain downhill kian matang, hal tersebut dibuktikan dengan prestasi-prestasi yang dira raih baik di tingkat nasional ataupun Internasional seperti meraih dua kali medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional [PON], 2 kali Juara Asia Downhill di China dan Malaysia, serta masih banyak prestasi lainnya.

Sebagai atlet downhill profesional, Popo pernah mengalami cedera yang cukup serius yaitu 2 kali patah pertulangan tangan serta cedera collarbone. Cedera parah yang dialaminya tidak membuat kapok dan trauma, justru Popo kembali bangkit untuk meneruskan karirnya sebagai atlet Downhill Indonesia. Dalam waktu dekat ini Popo akan mengikuti Kejuaraan Nasional, untuk menjadi yang terbaik di ajang tersebut dirinya terus disibukkan dengan latihan. Selain itu Indonesia juga akan mengikuti kejuaraan SEA Games 2019 di Manila, dan jika Popo dipercaya untuk masuk kedalam skuad Timnas Downhill Indonesia dirinya mengaku siap untuk menampilkan performa terbaiknya.

Menurut Popo perkembangan downhill di Indonesia cukup berkembang dengan pesat di setiap tahunnya. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya rider muda bermunculan dan mereka datang dari berbagai penjuru Tanah Air, selain itu trek downhill di Indonesia juga sudah cukup banyak, ditambah lagi dengan hadirnya Kejuaraan Nasional [Kejurnas] di setiap tahunnya membuat jenjang prestasi para rider semakin jelas.

Sejatinya pemerintah Indonesia pun sudah cukup mendukung perkembangan olahraga downhill di Indonesia, dampak besar yang dirasakan Popo adalah saat meraih kesuksesan di ajang Asian Games 2018 Popo tidak hanya diganjar bonus oleh Pemerintah namun dirinya juga diangkar sebagai Pegawai Negeri Sipil [PNS] di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA]. Bagi Popo Olahraga downhill sudah menjadi bagian dari hidupnya, dengan tekat dan kerja kerasnya dia ingin menjadi juara dunia downhill suatu saat nanti demi nama baik Indonesia di tingkat dunia.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Popo Ariyosejati

eXtremeINA.com  I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang surfer kelahiran Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang surfer dan lifeguard. Ketut Agus mulai bermain surfing saat usianya masih menginjak 5 tahun, walaupun masih terlihat sangat muda namun tekad kuat untuk menjadi seorang surfer hebat sudah terlihat sejak usia dini.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Seiring berjalannya waktu Ketut Agus kian matang dan mahir untuk mengendalikan surfboard-nya. Pada usia 10 tahun adalah tahun pertama dirinya mengikuti kompetisi surfing, saat itu Ketut Agus mengikuti kejuaraan Magic Wave di kategori Junior yang terselenggara di Pantai Halfway, Bali. Di tahun pertamanya mengikuti kejuaraan tersebut Ketut Agus harus kalah pada babak kualifikasi, namun pada tahun berikutnya di kejuaraan yang sama dirinya sukses menjadi juara ketiga.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Walaupun masih tergolong muda prestasi Ketut Agus yang dihasilkannya sudah cukup mentereng, diantaranya juara kedua GromSearch National tahun 2016 untuk kategori junior U-16 ke bawah, dan juara pertama di kategori Senior dalam kejuaraan QS 1.000 yang tersaji di Sorake, Nias pada tahun 2018. Kesuksesan Ketut Agus menjadi yang terbaik di QS 1.000 menjadikan keberhasilan yang paling berkesan selama mengikuti kejuaraan surfing.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Sebagai seorang surfer profesional yang masih muda, Ketut Agus pernah mengalami hal menyakitkan karena mendapatkan cedera kaki saat berkompetisi di Contest Filipina pada tahun 2018 yang lalu. Walaupun penyembuhannya memakan waktu hingga 1 bulan lamanya, namun Ketut Agus tidak kapok dan ingin terus membuktikan bahwa dirinya adalah surfer yang berbakat dan hebat. Selain keluarga panutan surfer yang saat ini masih duduk di bangku SMA kelas 12 Kuta Pura ini adalah Mick Fanning dan John Florence. Kedua surfer top dunia tersebut seakan menjadi motivator untuk dirinya mencapai kesuksesan di dunia surfing.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Pada kesempatannya Ketut Agus berpendapat, perkembangan olahraga surfing di Indonesia cukup baik dari tahun ke tahunnya. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyak para surfer muda yang sudah mulai bermain surfing. Selain itu kejuaran-kejuaraan surfing bertaraf Internasional juga kerap mampir ke Indonesia. Indonesia sendiri dikenal sebagai destinasi bermain surfing terbaik di dunia lantaran memiliki ombak pantai yang dapat dinikmati sepanjang tahun.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. I Ketut Agus Aditya Putra

JAKARTA – eXtremeINA.com    Puji Lestari adalah atlet Panjat Tebing wanita asal Jakarta yang telah sukses meraih banyak prestasi di kancah Internasional. Prestasi terakhir yang ia dapat di kejuaraan Panjat Tebing tingkat Internasional adalah meraih medali emas kategori grup pada nomor lomba Women’s Speed World Record Relay dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Women’s Speed Individual pada Asian Games 2018.

Saat ini Puji Lestari sedang tidak aktif dari olahraga Panjat Tebing, karena dirinya telah disibukkan dengan pekerjaan barunya sebagai pegawai negeri dengan jabatan Staff Ahli di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA]. Pekerjaan sebagai pegawai negeri ini didapatnya atas hasil kerja kerasnya meraih medali di Asian Games 2018. Walaupun tidak aktif sebagai atlet Panjat Tebing, Puji Lestari mengaku masih sering berkunjung ke beberapa spot Panjat Tebing di Jakarta untuk melihat anak-anak muda berlatih memanjat.

Sejatinya Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta tengah mempersiapkan tim untuk diikutsertakan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020 Papua, dan Puji dikabarkan harus absen membela provinsinya. “Saya saat ini tengah vakum sebagai atlet Nasional, namun kegiatan memanjat saya masih saya lakukan dengan berkunjung ke beberapa spot untuk melihat anak-anak muda berlatih dan berkompetisi. Memang saya belum pasti akan ikut di PON 2020 Papua untuk membela tim DKI Jakarta atau tidak, namun jika saya kangen serta rindu akan atmosfer berkompetisi saya akan ikut serta. Kita lihat nanti ke depannya akan seperti apa.”

Walaupun sarana dan prasarana Panjat Tebing di Indonesia belum banyak yang memenuhi standar internasional, karena hanya ada di Jakabaring, Palembang, yang memenuhi standar internasional namun Puji Lestari menilai olahraga Panjat Tebing ini sudah cukup berkembang. Salah satu buktinya adalah semakin banyaknya anak muda di berbagai belahan nusantara yang mulai menggeluti olahraga Panjat Tebing.

Mungkin hal ini disebabkan dengan suksesnya para atlet Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2018. Sebagai atlet yang penuh dengan prestasi, Puji Lestari memberikan kiat atau pesan kepada anak-anak muda yang baru menggeluti dunia olahraga Panjat Tebing, “Sebagai pemula di olahraga Panjat Tebing, kalian harus sering-sering berlatih, bertanya kepada senior, jangan pernah takut untuk bermimpi, usaha dan kerja keras lampaui batas ambang kalian serta berdoalah.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Puji Lestari

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kailani Kusuma Johnson atau yang akrab dipanggil Kai atau Kailani adalah seorang surfer muda asal Bali yang sudah cukup berprestasi. Kecintaan terhadap olahraga Selancar Air [Surfing] didorong dari ayahnya Richard Johnson yang juga seorang surfer dan dirinya pun sangat suka berenang di pantai. Lahir di Bali pada tanggal 15 Maret 2002, Kailani mulai bermain surfing di ombak kecil Pantai Padma saat usianya masih menginjak 5 tahun.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Berkat papan surfing pertama yang diberikan oleh ayahnya, Kailani terus berkembang dan mengasah kemampuanya dalam bermain surfing. Seiring bejalannya waktu, Kailani mulai memberanikan diri untuk mengikuti kejuaraan, dan kejuaran surfing pertama yang diikutinya adalah Kontes Magic Wave divisi Push in di Halfway, Kuta, Bali. Walaupun kalah di round 1, Kailani tidak putus asa dan terus bersemangat berlatih.

Kegigihan Kailani untuk terus berlatih surfing nampaknya kian membuahkan hasil, beberapa prestasi pun seakan menghampiri gadis cantik ini, mulai dari juara pertama yang didapatnya saat di usia 12 tahun di Mahadewi Bali dalam kejuaraan Rip Curl Gromsearch, selain itu Kailani juga sering mengikuti banyak kejuaraan Grom event dan ASC dengan meraih juara ke 2 dan ketiga  dalam beberapa kejuaraan.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Keputusan Kailani menggeluti dunia surfing didukung oleh ayahnya yang juga seorang surfer, dan walaupun ibunya juga mendukung namun Kailani harus mengerti tentang prioritas apa yang harus didahulukan. Bisa dikatakan Kailani adalah salah satu surfer yang cukup beruntung, karena sering bermain dan berkompetisi surfing dirinya tidak pernah mengalami cedera sedikit pun. Oleh karena itulah Kailani harus tetap berhati-hati saat sedang menjalani aktivitasnya bermain surfing.

Walaupun disibukan dengan berbagai macam aktivtas surfing mulai dari latihan dan berkompetisi, saat in Kailani sedang mendalami dunia acting dan modeling. Namun dirinya juga mengucap ingin sekali mencoba olahraga ekstrem skydiving dan cliff jumping. Dalam menggeluti dunia surfing Kailani mengatakan dirinya tidak mengidolakan siapa pun, namun dirinya selalu menganalisa dari setiap kemampuan para surfer hebat untuk dipelajarinya.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Sebagai salah satu surfer muda yang potensial akan berbagai prestasi, Kailani bercita-cita ingin menjadi yang terbaik dalam kejuaraan QS 6000. Target tersebut dapat diraihnya asal dirinya mampu tampil konsisten dalam meraih juara di setiap kejuaraan. Menurutnya, perkembangan olahraga surfing di Indonesia cukup berkembang pesat karena sudah banyak sekali anak-anak muda yang mulai bermain surfing, Indonesia juga dikenal sebagai destinasi terbaik di dunia untuk bermain surfing, namun sangat disayangkan olahraga surfing tidak sepopular di negara-negara berkembang lainnya. Mungkin hal ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah, oleh sebab itu Kailani berharap Pemerintah Indonesia perlu lebih intens mendukung perkembangan olahraga surfing dengan pengendalian dan pengarahan terpadu di tiap daerah-daerah, serta lebih serius dalam menggali potensi olahraga surfing di Indonesia.

Bersama dengan kakak kandungnya Puanani Johnson, dalam waktu dekat Kailani akan mengikuti empat kejuaraan surfing di Australia, yang pertama pada tanggal  20-24 Februari 2019 di Pantai Boomerang, tanggal 27 Februari- 4 Maret 2019 di Avoca, Tanggal 11-17 Maret 2019 di Pantai Merewether, dan pada tanggal 18-24 Maret 2019 di Manly. Tahun lalu Kailani sempat mengikuti kejuaraan yang sama, dengan pengalaman yang ada dirinya ingin membuktikan bahwa dirinya mampu meraih hasil terbaik.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Kailani Kusuma Johnson atau yang akrab dipanggil Kai atau Kailani adalah seorang surfer muda asal Bali yang sudah cukup berprestasi. Kecintaan terhadap olahraga Selancar Air [Surfing] didorong dari ayahnya Richard Johnson yang juga seorang surfer dan dirinya pun sangat suka berenang di pantai.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Kailani Kusuma Johnson

 

#waves #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #surf #surfer #surfing

eXtremeINA.com           Surfing dikategorikan sebagai salah satu olahraga air yang cukup ekstrem, dan di Indonesia sendiri perkembangan olahraga ini cukup pesat walaupun belum cukup populer. Namun walaupun olahraga ini cukup ekstrem, nyatanya Nada Fadhila Utami atau yang akrab dipanggil Nada cukup menikmati olahraga yang baru digelutinya ini.

Nada-Fadhila-surfer_profile-(4)

Nada Fadhila Utami adalah seorang surfer belia asal Bengkulu yang lahir pada tanggal 25 Januari 1999, dan yang memperkenalkan dirinya pada olahraga surfing ini adalah temannya dari Arizona. Saat pertama kali bermain surfing pada tahun 2015 di saat usianya masih menginjak 15 tahun, dirinya langsung jatuh cinta dan cukup membuat dirinya tertantang dengan olahraga surfing ini. Hal ini diperkuat dengan kepribadiannya yang suka sekali dengan hal baru.

Awalnya keluarga besar Nada tidak merestui dirinya bermain surfing, lantaran olahraga ini cukup berbahaya. Namun dengan pengertian yang diberikan oleh Nada lantaran kecintaan dengan olahraga surfing ini, alhasil keluarganya saat ini mendukung penuh untuk Nada bermain surfing. Bagi dirinya surfing adalah penyemangat hidup dan obat untuk dirinya dari rasa kegelisahan yang selalu menghantuinya.

Nada-Fadhila-surfer_profile-(6)

Walaupun sudah cukup lama menggeluti dunia Surfing, nyatanya Nada tidak ingin berkompetisi untuk memperebutkan title dan medali. Nada menilai kompetisi bukanlah dirinya lantaran berkompetisi dapat membutnya tertekan yang mengakibatkan dirinya gelisah, oleh karena itulah Nada hanya sangat mencintai Free Surf.

Sebagai seorang surfer, dirinya sangat mengidolakan Stephanie Gilmore Surfer asal Australia, Torren Martyn Surfer asal Australia, dan Acer Pacey. Karena kecintaanya pada olahraga ini, Nada mampu menghabiskan waktu 3 hingga 4 sehari untuk bermain surfing. Walaupun kerap mengalami kecelakaan saat bermain surfing yang mengakibatkan tubuhnya terluka ataupun lebam, dirinya mengaku tidak kapok dan ingin terus bermain Surfing.

 

Menurut dirinya perkembangan surfing di Indonesia cukup pesat, semua kalangan sudah mulai belajar bermain surfing. Walaupun tidak ingin ikut serta dalam kompetisi, nyatanya Nada memiliki cita-cita agar dapat bermain surfing diseluruh penjuru Tanah Air, saat ini Nada hanya bermain dan berlatih surfing di Bengkulu nama spotnya adalah Tapak Padri dan Pantai Panjang.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Nada Fadhila

#waves #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #profile #nadafadhila #surf #surfer #surfing

eXtremeINA.com           Surfing dikategorikan sebagai salah satu olahraga air yang cukup ekstrem, dan di Indonesia sendiri perkembangan olahraga ini cukup pesat walaupun belum cukup populer. Namun walaupun olahraga ini cukup ekstrem, nyatanya Nada Fadhila Utami atau yang akrab dipanggil Nada cukup menikmati olahraga yang baru digelutinya ini. Nada Fadhila Utami adalah seorang surfer belia asal Bengkulu […]

READ MORE

eXtremeINA.com              Ridwan Putra atau yang akrab dipanggil Iwang adalah seorang atlet Aggressive Inline Skate kelahiran Bogor 11 Mei 1994. Awalnya Iwang sempat bermain Skateboard, namun dengan seiring berjalannya waktu dia ingin mencari hobi lain yang benar-benar buatnya nyaman akhirnya dia memutuskan untuk mencoba bermain Aggressive Inline Skate. Berawal mencoba bermain Aggressive Inline Skate tersebut, dirinya mengaku langsung jatuh cinta terhadap olahraga ekstrem yang satu ini.

eXINA-Ridwan-Putra_profile (2)

Sejatinya untuk bermain Aggressive Inline Skate, Iwang tidak direstui oleh sang Ibunda lantaran sering melihat Iwang terluka saat usai bermain olahraga ini. Namun justru Iwang mendapat dukungan dari sang Ayah, agar dirinya aman dan terhindar dari cedera parah Iwang dibelikan body protector. Tahun 2013 adalah Kompetisi Aggressive Inline Skate pertama yang Iwang ikuti di Puink Skate park Ancol, Jakarta. Turun di kelas Beginner Iwang gagal meraih gelar juara pertamanya. Namun walaupun tidak membuahkan hasil pada kompetisi pertamanya Iwang merasa sangat senang dan puas bisa mengiktui kompetisi Aggressive Inline Skate yang resmi.

eXINA-Ridwan-Putra_profile (1)

Kehebatan Iwang bermain Aggressive Inline Skate juga berkat dukungan dan latihan bersama komunitas Bogor Rolling. Bagi dirinya, komunitas Bogor Rolling adalah tempat terbaik untuk mengasah serta berlatih skill, dan di tempat inilah Iwang menjadi salah satu bladder terbaik Indonesia. Sebagai seorang Pro Bladder, Iwang sempat mengalami cedera ligament yang cukup parah saat beratraksi dalam sebuah acara peresmian salah satu skate park di Bogor.

eXINA-Ridwan-Putra_profile (3)

Akibat cedera yang dialaminya, Iwang harus menepi selama 9 bulan lamanya. Saat mengalami cedera tersebut, Iwang hanya bisa menyaksikan rekan-rekan se-profesi beraksi di skate park. Walaupun trauma sempat menghantuinya, namun tekad yang kuat untuk kembali bermain Aggressive Inline Skate mengalahkan segalanya.

eXINA-Ridwan-Putra_profile (4)

Kiprah gelar juara dari kompetisi ke kompetisi Iwang raih, hingga saat ini Iwang adalah salah satu bladder terbaik di Indonesia dan menjadi panutan di kota Bogor. Sebagai salah satu atlet Aggressive Inline Skate yang cukup berprestasi, Ridwan juga sangat memperhatikan perkembangan olahraga ekstrem ini di Indonesia. Menurutnya perkembangan Aggressive Inline Skate di Indonesia khususnya di kota Bogor ini cukup pesat, terbukti dengan semakin banyak pemain baru yang muncul di setiap daerah di Indonesia, tentunya dengan talenta yang luar biasa.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

eXtremeINA.com  Lahir pada tanggal 26 Juni 1994 di Garut, Jawa Barat, Farhan Hendro Fahrozi tumbuh menjadi crosser yang handal dan berprestasi. Kecintaan pada olahraga otomotif Motocross ini dimulai sejak masih duduk di kelas 5 SD, yang pada saat itu sering mengikuti kegiatan latihan ataupun balapan sang ayah Asep Hendro yang juga seorang Crosser Top di Tanah Air bahkan Asia sekalipun. Secara tidak langsung, sang Ayah lah yang menerjunkan Farhan ke dunia Motocross.

eXINA-Farhan-Hendro_profile (1)

Tahun 2007 saat usianya menginjak 10 tahun adalah kali pertama Farhan Hendro mengikuti Kejuaraan Motocross di Garut. Hebatnya lagi adalah kejuaraan ini sudah kejuaraan nasonal, turun di kelas 65cc Farhan langsung meraih peringkat kedua dalam ajang ini. Cerita uniknya adalah, saat Farhan berhasil memimpin 100 meter jelang finish motor yang dikendarainya mogok lalu motor yang ditunggangi Farhan didorong oleh tim dan berhasil menjadi peringkat kedua. Selepas kejurnas di garut ini berakhir, Farhan berhasil meraih prestasi pada kejuaraan-kejuaraan selanjutnya.

 

eXINA-Farhan-Hendro_profile-(5)

Puncaknya terjadi pada tahun 2007, yang dimana Farhan Hendro untuk pertama kalinya mengikuti Kejuaraan FIM Asia Supermoto dikelas 85cc dan langsung menyabet gelar juara. Kesuksesan tersebut diikuti dengan prestasi-prestasi lainnya seperti Juara 1 Kejurnas Motocross seri 2 tahun 2015, Juara 1 Kejurda Motocross seri 3 IMI Jabar, Juara 2 Motocross Jambore Otomotif Jabar tahun 2016, Juara 2 Motocross Challenge tahun 2016, Juara 1 ISC Supermoto round 1 tahun 2017, dan Juara 2 ISC Supermoto round 2 tahun 2017. Sebenanrya ini adalah sederetan kecil prestasi yang telah diraih oleh Farhan, karena masih banyak sekali rentetan piala yang terpajang dirumahnya.

 

eXINA-Farhan-Hendro_profile (3)

Terlepas dari kehebatan ayahnya sebagai crosser dan pebisnis, sejatinya Farhan Hendro adalah crosser yang cukup mandiri. Untuk menutupi bayang-bayang ayahnya, Farhan bercita-cita ingin menghadirkan gelar juara sebanyak mungkin, dan yang paling anyar adalah dirinya berhasil membuka toko perlengkapan untuk bermain Motocross yang diberi nama FHIGZ. Hadirnya toko FHIGZ ini membuktikan dirinya mampu lepas dari seluruh fasilitas yang diberikan oleh sang ayah, dan mampu mencari penghasilan sendiri. Ide untuk membuka toko FHIGZ ini berkat adanya pemikiran bahwa menjadi seorang atlet Motocross tidak akan lama karirnya, oleh karena itu dirinya merasa harus berkembang namun tidak jauh dari hobynya tersebut.

eXINA-Farhan-Hendro_profile (2)

Sebagai seorang crosser pro, Farhan pernah mengalami cedera cukup parah pada bagian tulang keringnya saat mengikuti Kejuaraan. Sempat pasrah dan tidak ingin melanjtkan karirinya di dunia Motocross akibat cedera yang dirasanya cukup sakit, namun nyatanya mental dia tidak menyerah untuk dapat sembuh agar bisa kembali kelintasan balap.

eXINA-Farhan-Hendro_profile (4)

Perkembangan olahraga Motocross di Indonesia tergolong berkembang secara perlahan, oleh sebab itu Farhan memberikan saran dan tips kepada para crosser muda lainnya agar tidak menyerah mengejar karir dan prestasi di dunia balap Motocross. Jika ingin menjadi crosser yang berkembang dengan baik, memiliki banyak prestasi seorang crosser harus sering-sering latihan, mulai dari latihan fisik, mental, dan skill. Selain itu crosser tidak boleh cepat puas jika mendapatkan juara, jika kalah seorang crosser harus mengevaluasi kesalahan dan memperbaikinya pada kejuaraan selanjutnya.

Text & Photos          : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Farhan Hendro adalah crosser muda Indonesia asal Garut, Jawa Barat, yang kini namanya mulai mendulang di ajang motocross Internasional.

READ MORE

eXtremeINA.com  Deni Lizam atau yang akrab dipanggil Deni Tx adalah satu dari sekian banyak legenda skateboard di Indonesia. Sebagai seorang skateboarder pro, nama Deni Tx tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun sudah terkenal hingga ke negara tetangga. Lahir di Banda Aceh pada tanggal 1 Juni 1985, Deni tumbuh menjadi seorang atlet skateboard pro yang banyak menginspirasi anak-anak muda.

eXINA-Deni-TX_profile (4)

Pertama kali Deni Tx main skateboard didapatkan saat masih menginjak Sekolah Dasar [SD], melalui kakaknya yang juga seorang skateboarder. Walaupun secara tidak langsung kakaknya yang menerjunkan dirinya untuk bermain skateboard, nyatanya Deni Tx terlihat lebih cinta terhadap olahraga ini. Buktinya adalah saat kakaknya hijrah untuk bermain BMX, Deni tetap fokus dan mengembangkan skillnya dalam bermain skateboard.

eXINA-Deni-TX_profile (5)

Menurut Deni Tx, olahraga skateboard adalah olahraga yang cukup simple, papan skateboard miliknya mudah dibawa kemana saja, style-nya keren, trik-triknya banyak, dan sangat menantang. Walaupun lahir dan sempat main skateboard di Banda Aceh, nyatanya Deni Tx besar dan berkembang menjadi seorang skateboarder pro di Jakarta. Sejatinya untuk menggeluti dunia skateboard, Deni Tx tidak direstui oleh keluarganya, namun dirinya bekerja keras untuk membuktikan bahwa passion dan bermain skateboard dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dibanggakan. Hal tersebut menjadi kenyataan dan keluarga pun mulai mendukung setelah Deni Tx mendapatkan banyak gelar juara di berbagai kompetisi dan banyak sponsor yang mendukung seperti brand ternama DC Shoes Indonesia.

eXINA-Deni-TX_profile (2)

Dengan modal trik Boardslide dan 50-50, Deni Tx berani turun untuk pertama kalinya mengikuti kejuaraan skateboard di Jakarta. Dirinya yakin bahwa dengan trik tersebut dapat meningkatkan kualitas skill lainnya, mental berkompetisi, dan juga pengalaman yang berharga. Benar saja, seiring berjalannya waktu banyak sekali prestasi yang telah diraihnya mulai dari tingkat daerah, Nasional, juara kedua tingkat International di tahun 2005, bahkan yang membuatnya tidak terlupakan adalah keberhasilan Deni Tx menjuarai tiga kelas dalam satu kompetisi yaitu juara Best Run, Best Trik, dan Game of Skate.

eXINA-Deni-TX_profile (1)

Terlepas dari banyaknya prestasi yang telah didapatkan, bagi dirinya juara di kompetisi adalah bonus, karena yang paling penting bermain skateboard di sebuah kompetisi dapat menemukan teman-teman baru yang bisa diajak bermain dan sharing tentang skateboard. Bermain olahraga ekstrem tidak lepas dari kata cedera, dan benar saja Deni Tx pernah mengalami cedera kepala saat sedang bermain skateboard di tahun keduanya bermain. Walaupun cedera yang dialami cukup parah, Deni Tx tidak kapok dan terus berjuang menggeluti dunia skateboard. Bagi dirinya Skateboard adalah segalanya dan identitas baginya.

#DCShoes #DCShoesIndonesia #eXtremeINA #eXtremeINAdotcom #extremesports #extremesportsindonesia #Indonesia #profile #skate #skateboard #skateboarding #urban

Text & Photos          : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Deni Lizam atau yang akrab dipanggil Deni Tx adalah satu dari sekian banyak legenda skateboard di Indonesia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    I Dewa Hutama Jembrana atau yang akrab dipanggil Toms Brainz adalah salah satu rider BMX yang cukup melegenda di Indonesia. Sejatinya Brainz sudah bermain BMX sejak tahun 1999, namun dirinya baru fokus pada olahraga ekstrem ini pada tahun 2005. Untuk menguasai berbagai macam trik BMX, Brainz mendapatinya hanya melihat dari video saja. Sementara untuk sepeda BMX pertama kali didapatnya berkat hadiah dari orang tuanya saat berusia 7 [tujuh] tahun, dan menurutnya ini adalah pemberian hadiah yang paling berkesan selama hidupnya.

toms-brainz_profile (5)

Saat ditanya mengapa dirinya menyukai olahraga BMX, dia menjawab pada saat saudaranya memberikan VCD BMX berjudul GT Dead Sailor, dirinya langsung tergila-gila melihat para rider top dunia memperlihatkan skill dalam video tersebut. Semangat tinggi kian dirasakan oleh Brainz, karena pada saat mulai berkarir di dunia sepeda BMX dirinya langusung mendapatkan dukungan penuh dari pihak keluarga. Seiring berjalannya waktu dan skill berman BMX sudah banyak yang dikuasainya, Brainz mulai mengikuti kejuaraan BMX untuk kali pertama di tahun 2015. Pada saat itu dia turun di kelas Bunnyhop dan langsung mendapatkan juara pertama.

toms-brainz_profile (1)

Walaupun Brainz sangat mencintai olahraga BMX, nyatanya dia sangat jarang mengikuti kejuaraan BMX. Dirinya hanya sering datang saat ada kejuaraan BMX berlangsung karena hanya ingin bertemu dengan teman-teman se-profesi. Sebagai seorang rider BMX tentunya Brainz kerap kali mendapatkan cedera saat bermain BMX, cedera terberat Brainz adalah ligament lutut kiri dan kanan, yang sekaligus harus membuat dirinya gantung sepeda atau pensiun. Setelah pensiun dedikasi Brainz untuk memajukan BMX di Indonesia dia tunjukan dengan membentuk sebuah komunitas bernama South Sumatra BMX [SSBMX]. Selain itu dia juga kerap menjadi juri dalam beberapa Kejuaraan BMX bertitle Nasional maupun International semisal kejuaraan IOXC yang kerap diadakah oleh Pemerintah melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA].

toms-brainz_profile (3)

Sebagai salah satu legenda BMX di Tanah Air, Brainz menilai perkembangan BMX di Indonesia cukup berkembang. Banyak rider BMX yang sudah bermunculan di berbagai penjuru Indonesia, namun semua itu tidak didukung oleh perkembangan skill yang dikuasai oleh para rider. Mungin salah satu faktor yang membuat skill para rider tidak berkembang adalah minimnya fasilitas skate park di Indonesia. Namun diharapkan kedepannya dapat semakin membaik dengan dibuatnya skate park di berbagai daerah.

toms-brainz_profile (2)

Jika kembali dipercaya Brainz akan kembali menjadi juri dalam kejuaraan Indonesia Open X-Sport Championship [IOXC] 2017 di Manado pada bulan Oktober nanti.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Toms Brainz

eXtremeINA.com              Indonesia adalah satu dari sekian banyak negara dengan jumlah pecinta olahraga BMX yang cukup banyak. Dengan begitu maka tidak heran jika Indonesia memiliki banyak sekali legenda Pro BMX yang sudah memiliki banyak prestasi, salah satunya adalah Tomi Ferdian atau yang akrab dipanggil Tomie Ganjal.

tomie-ganjal_profile (1)

Tomie Ganjal pertama kali bermain BMX sejak duduk di bangku sekolah dasar [SD], dengan memulai karier sebagai rider BMX Racing atau BMX Cross. Namun seiring berjalannya waktu, saat memasuki tahun ketiga di bangku Universitas sekitar tahun 2007 dia mulai berganti aliran untuk bermain BMX Freestyle. Selama menggeluti dunia BMX terlebih BMX Freestyle, Tomie Ganjal belajar trik secara otodidak, atau hanya berbekal sebuah buku karangan rider BMX asal Bandung bernama Asep Tubagus alias Apep, selain itu Tomie Ganjal juga mempelajari trik-trik BMX melalui sebuah video.

tomie-ganjal_profile (2)

Sejatinya saat ditanya mengapa Tomie Ganjal sangat menyukai olahraga BMX, dia menjawab tidak ada jawaban yang signifikan. Namun bagi dirinya olahraga ekstrem BMX sudah mendarah daging, dan tidak dapat ditinggalkan. Sepeda BMX pertama yang Tomie gunakan untuk bermain didapat dari pinjaman seorang teman sesama kuliahnya, hingga pada suatu saat temannya meminta sepeda tersebut dikembalikan Tomie berusaha keras untuk membelinya, karena sepeda tersebut sudah sangat cocok dengan dirinya.

Selama berkarir sebagai rider BMX, sejatinya Tomie tidak mendapat dukungan dari keluarga, dengan alasan Tomie sering keluar kota untuk mengikuti sebuah kejuaraan, tidak mau bekerja karena bermain BMX, bahkan dia mengaku pernah menjual sebuah sepeda motor demi membeli sepeda BMX. Namun lambat laun keluarga pun mendukung pilihan Tomie untuk menggeluti dunia BMX, seiring dengan kesibukan Tomie yang sudah mulai bekerja.

tomie-ganjal_profile (3)

One Blood For All 3rd 2009 adalah sebuah Kejuaraan BMX pertama yang diikutinya. Walaupun kala itu dia tidak mendapatkan juara, namun dia sudah cukup gembira bisa mengikuti sebuah kejuaraan BMX secara resmi. Namun seiring waktu trik dan skill yang dimiliki Tomie terus berkembang hingga rentetat prestasi didapatkan mulai dari Juara 1 Fort De Cock BMX Cross III Bukit tinggi 2010, Juara 2 Ganjal BMX Jumping Contest Payakumbuh 2010, Juara 3 Why Do We Did It Vol. III Palembang 2011, Juara 1 Lab-B Street Revolution Vol.1 Padang 2011, dan masih banyak prestasi lainnya.

tomie-ganjal_profile (4)

Sebagai seorang atlet yang menggeluti olahraga ekstrem, Tomie sempat mengalami beberapa kali cedera mulai dari keseleo, memar akibat benturan, dan luka-luka. Saat ini Tomie memang sudah tidak terlalu aktif mengikuti berbagai macam kejuaraan BMX, namun dia selalu memperhatikan perkembangan BMX di Indonesia, dia pun menilai perkembangan BMX di Indonesia sangat pesat, banyak rider muda yang potensial untuk meraih prestasi dikemudian hari. Di Indonesia pun kerap menggelar Kejuaraan BMX bertaraf International, dan itu membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki banyak rider yang dapat diperhitungkan.

#BMX #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #Indonesia #profile #TomieGanjal #urban

Text               : Bambang Vidiatmoko

Photo            : dok. Tomie Ganjal

JAKARTA – eXtremeINA.com    Jessy Suryanegara atau yang akrab dipanggil Jessy adalah satu dari sekian banyak penikmat Aggressive Inline Skate. Lahir pada tanggal 26 Desember 1994 di Bandung, Jessy justru mendapatkan sepatu Inline Skate pertama kali dari kakaknya yang seorang skateboarder.

Jessy-Suryanegara_profile (1)

Tahun 2009 adalah awal karir Jessy menggeluti dunia Aggressive Inline Skate yang pada saat itu dia bermain di Bugiet Skatepark. Nampaknya kecintaannya pada Aggressive Inline Skate tidaklah main-main, dan rasa penasaran untuk mempelajari berbagai macam trik dia tidak sungkan untuk bertanya kepada para senior. Namun tidak hanya itu saja, Jessy pun mempelajari berbagai macam trik Aggressive Inline Skate secara otodidak yang didapatnya saat bermain sebuah game PlayStation.

Jessy-Suryanegara_profile (4)

Kejuaraan Aggressive Inline Skate pertama yang diikutinya adalah Saparua Fest Bandung, saat itu Jessy sudah masuk dalam kelas Open dan hebatnya lagi Jessy keluar sebagai finalist. Sebagai seorang Pro Bladder Indonesia, berbagai prestasi pun telah diraihnya baik di tingkat Nasional maupun International. Untuk berkarir sebagai Pro Bladder, Jessy sangat didukung oleh keluarganya walaupun mereka tahu akan risiko cedera yang akan dialami oleh Jessy. Untuk mengembangkan karier serta berkomunikasi dengan sesama pecinta Aggressive Inline Skate, Jessy bergabung dengan Komunitas Flower City Bladder.

Jessy-Suryanegara_profile (3)

Walaupun sudah banyak prestasi yang diraih Jessy selama berkompetisi Aggressive Inline Skate, nampaknya itu semua belum membuat dirinya puas. Justru dia semakin terpacu untuk meraih gelar juara lainnya seperti di Kejuaraan International semisal FISE, KIA, LG Sport, dan terutama Winterclash Kejuaraan terbesar khusus Aggressive Inline Skate yang diadakan tiap tahun saat musim dingin tiba. Sejatinya hal itu pun terwujud, karena pada beberapa waktu lalu Jessy berlaga di Kejuaraan FISE World Series di Montepellier Prancis. Walaupun belum meraih prestasi disana, Jessy sudah bekerja keras untuk nama baik Indonesia di kancah dunia.

Jessy-Suryanegara_profile (2)

Saat menggeluti olahraga ekstrem, seorang pelaku olahraga ekstrem pasti sudah mengetahui seberapa besar risiko cedera yang akan dialaminya. Begitupun dengan Jessy yang pernah mengalami patah pergelangan tangan kanan pada tahun 2009 yang membutnya fakum hingga tahun 2012. Setelah cedera yang dialami Jessy sudah sembuh total dia pun kembali untuk menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu bladder terbaik Indonesia dengan raihan banyak prestasi. Saat berkompetisi Jessy pun kerap mengeluarkan trik-trik andalan untuk mengalahkan lawan-lawannya seperti Misty Flip, dan Ilussion Backslide to AO Topsoul 540 Out.

Jessy-Suryanegara_profile (5)

Sebagai seorang Pro Bladder Indonesia, Jessy pun memperhatikan perkembangan Aggressive Inline Skate yang dinilai cukup berkembang di tiap tahunnya, dimulai dari Slalom, Urban, dan banyak anak-anak yang mulai bermain Aggresive Inline Skate. Perkembangan Aggressive Inline Skate di Indonesia juga di dukung oleh Pemerintah, yang telah membuat berbagai macam kejuaraan olahraga ekstrem baik tingkat Nasional maupun International yang salah satunya mempertandingkan Aggressive Inline Skate seperti Indonesia Open X-Sport Championship dan TAFISA World Games. Semoga kedepannya olahraga Aggressive Inline Skate di Indonesia terus maju dan berkembang melahirkan bakat-bakat baru yang siap meraih banyak prestasi di kancah Nasional maupun International.

Berikut adalah raihan prestasi yang didapat Jessy Suryanegara :

  • 3rd Place of Roller War
  • 2nd Place of HAGE Show
  • 1st Place of Roller Heroes 2
  • 1st Place of Bandung Blading Series
  • 2nd Place of Inline Friendly Competition
  • 1st Place of Green Fest Festival
  • 2nd Place of Surabaya Extreme Challenge
  • 6th Placed of IOXC 6
  • 1st Place of Battle Box
  • 1st Place of Surabaya Extreme Challenge
  • 1st Place Skate Unit Reborn 2
  • 10th Placed of IOXC 7 / 3rd Best Trick
  • 3rd Place of Jakarta Battle Box
  • 1st Placed of IIUSF
  • 3rd Placed of Roller War
  • 3rd Placed of Surabaya Extreme Challenge
  • 7th Placed of IOXC 8
  • 1st Placed of Jakarta Battle Box
  • 1st Placed of IIUSF

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : courtesy of NRN

Jessy Suryanegara atau yang akrab dipanggil Jessy adalah satu dari sekian banyak penikmat Aggressive Inline Skate.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Nur Oki Gunawan adalah pria kelahiran Bandung, 31 Oktober 1987. Namanya memang belum setenar dengan para atlet olahraga ekstrem lainnya. Namun baru-baru ini dia berhasil meraih suatu prestasi yang membanggakan dalam sebuah kompetisi bertajuk The World Championship Sliderking di Thailand.

Nur-Oki-Gunawan_profile

Dalam ajang ini Nur Oki adalah satu-satunya peserta Indonesia yang meraih juara di sana. Ketertarikan pada Drift Trike dimulai pada tahun 2014, saat temannya membawa Drift Trike hasil rakitan sendiri dia langsung penasaran untuk menjajal olahraga yang tergolong baru itu. Saat Nur Oki menjajal akhirnya dia mulai kepincut untuk mulai menggeluti Drift Trike.

Nur Oki Gunawan Raih Prestasi di Sliderking 2017_news (1)

Mulai dari situ Nur Oki mulai merakit Drift Trike buatannya sendiri dari sepeda dan barang-barang bekas lainnya. Sejatinya sebelum menggeluti duniaDrift Trike, Nur Oki juga gemar bermain Gravity Bike, dan kedua oahraga inilah yang saat ini sedang diminati oleh Nur Oki. Sebagai seseorang yang menyukai olahraga Drift Trike, pastinya dia memiliki motivator, dan dia adalah Alfi Aoki. Dia adalah Presiden Sliderking Asia, sebagai seorang motivator dia sangat juga seorang rider yang sangat hebat, membangun Sliderking dari awal sampai benar-benar terkena saat ini Alfi Aoki pantas dijadikan mentor yang sangat baik.

Nur Oki Gunawan Raih Prestasi di Sliderking 2017_news (2)

Dalam menggeluti dunia Drift Trike, Nur Oki sejatinya tidak menargetkan apapun, karena dia hanya menyalurkan hobi saja. Namun siapa sangka, berkat skill dan kemampuan dia mampu meraih juara ke-4 dalam Kejuaraan Sliderking di Thalinad. Ini adalah Kejuaraan pertama yang dia ikuti, dan dia mampu menunjukan bahwa Nur Oki sanggup untuk meraih prestai. Sebagai seorang rider Drift Trike, Nur Oki sering berlatih di Cukup Pangalengan, Bandung Jawa Barat. Walaupun Olahraga ini belum cukup terkenal dikalangan anak muda Indonesia, nyatanya Drift Trike sedang mengalami perkembangan secara perlahan. Buktinya di Indonesia sudah beberapa daerah yang memiliki komunitas Drift Trike ini seperti Bandung, Solo, Bogor, Yogyakarta, dan beberapa daerah lainnya.

#asphalt #drift #drifttrike #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #gravitybike #indonesia #profile #urban

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : courtesy of Nur Oki Gunawan

JAKARTA – eXtremeINA.com        Berawal dari kompetisi Skateboard Evan Budi Prakoso memulai karir di dunia olahraga ekstrem. Bergabung dengan komunitas BMX FlatIndo, Evan memulai karir sebagai flatlander profesional di Indonesia, alhasil berbagai kejuaraan baik nasional dan internasional pernah diikutinya dengan prestasi yang membanggakan.

Evans-Buble-profile (1)

Bermain sejak 2004 atau 12 tahun silam, Evans telah mengikuti berbagai kompetisi BMX Flatland dengan prestasi yang cukup mentereng di antaranya; MENPORA Senayan Champion 2010 mendapatkan tiga kategori sekaligus yaitu: 2nd Senior Class, 1st Best Trick Class, dan 1st Best Front Trick Class. Leagues BMX Competition di Pekan Raya Jakarta [PRJ] 2016 Juara 2 Open, JakCloth BMX Competition akhir 2014 Juara 1 Open, dan Kick the Parade Expo December BMX Competition 2014 Juara 2 open serta masih banyak lagi. Prestasi di kancah Internasional yang sudah diraih seperti Youth Action Sport Games International Open South East Asia Juara 5 Open dan yang terbaru di IUSF 2015 menempati Juara 5 Open.

Evans-Buble-profile (2)

Evans juga pernah dipercayai menjadi juri pada ajang Kompetisi BMX baik Internasional maupun Nasional diantaranya: International Judge di Indonesia Open X-treme Championship Semarang 2010 dan Juri pada ajang BMX Local Heroes BMX Competition JABODETABEK Seri di Galaxy Park Bekasi. Recycler Spinning merupakan trik yang paling disukai Evans.

Evans-Buble-profile (3)

“Hampir semua kompetisi baik nasional maupun internasional sangat berkenas buat saya, dan yang paling penting itu support dan riding bareng sama teman-teman jadi bikin tambah semangat pastinya.” ujar pria yang mengidolakan Benjamin Hudson ini.

Evans-Buble-profile (4)

Menurutnya perkembangan BMX Flatland di Indonesia sangat pesat beberapa tahun belakangan ini, dari segi komunitas Indonesia cukup besar dan diakui dunia walau dengan skill yang masih berkembang, antusias para rider di tanah air juga besar sehingga banyak kompetisi BMX Flatland yang menjamur di Tanah Air.

Evans-Buble-profile (5)

Untuk para rider BMX muda di Tanah Air, Evans berpesan agar selalu mencoba trik-trik baru yang lebih kreatif, “Banyak latihan dan bila perlu cari trik baru yang belum terpikirkan orang karena Flatland itu seni.” tutupnya.

#bmx #flatland #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #profile #urban

Text                : eXtremeINA.com

Photos           : dok. Evans Buble

eXtremeINA.com  Bermain sepeda gunung dengan menuruni gunung mungkin sudah terdengar tidak asing bagi sebagian masyarakat, tetapi jika memainkannya di dalam sebuah mall maka kita tentu akan bertanya-tanya bagaimana cara bermain sepeda di dalam mall.

Franciscus-Abraham-profile (4)

Franciscus, teman sejawat biasa memanggilnya Yakuza, pria kelahiran 69’ ini menyandang gelar King of Downmall karena kemahirannya melakukan manuver ekstrem menggunakan sepeda di spot dalam mall.

Franciscus-Abraham-profile (3)

Awalnya pria kelahiran Malang ini memainkan sepeda downhill, setelah sekian lama bermain downhill ternyata ia menemukan bahwa downmall merupakan passionnya pada saat itu pula akhirnya dia pindah spot. Tak lagi memainkan sepeda di susur gunung, kali ini ia bermanuver di dalam sebuah mall.

Franciscus-Abraham-profile (1)

Mall yang pertama kali dijajal olehnya adalah Point Square Lebak Bulus, berkat pengalaman di downhill ia berhasil meraih podium pertama saat kejuaraan di mall tersebut. Saat ditanya apa alasannya pindah ke downmall, dia mengungkapkan bahwa naluri tersebut terjadi tanpa ada pengaruh dari orang lain.

Franciscus-Abraham-profile (2)

Prestasi di downmall memang banyak diraihnya, pun begitu selama berkarir pada olahraga ekstrem tersebut ia tidak pernah mengalami cidera yang serius. Hal itu terbukti dari rentang tahun 2011 hingga 2015 setidaknya ia berhasil menaikki podium dengan predikat selalu tiga besar. Dengan segudang pengalaman, sharing dengan sesama riders, dan pantang menyerah menjadi satu paket yang harus dimiliki para pemula.

#bike #downmall #downhill #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #profile #urban

Text                : eXtremeINA.com

Photos           : dok. Franciscus Abraham

eXtremeINA.com  Bermain sepeda gunung dengan menuruni gunung mungkin sudah terdengar tidak asing bagi sebagian masyarakat, tetapi jika memainkannya di dalam sebuah mall maka kita tentu akan bertanya-tanya bagaimana cara bermain sepeda di dalam mall. Franciscus, teman sejawat biasa memanggilnya Yakuza, pria kelahiran 69’ ini menyandang gelar King of Downmall karena kemahirannya melakukan manuver ekstrem menggunakan […]

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Muhammad Panji Mahesa adalah Crosser cilik kelahiran Depok 12 Maret 2004. Walaupun masih terbilang cukup kecil, Panji panggilan akrabnya telah lekat sekali dengan kendaraan penggaruk tanah alias Motocross.

Panji Mahesa Walau Masih Kecil Tapi Punya Nyali_profile (4)

Lahir sebagai anak kedua dari keluarga M. Hasbullah Rahmad dan juga Lusiana Setiawan, Panji Mahesa sudah sejak dini menggeluti dunia Motocross. Sebagai crosser cilik Panji sangat mengidolakan Badung Sunggoro salah satu legenda Motocross Indonesia yang juga sekaligus pelatih Panji untuk mengembangkan bakatnya.

Panji Mahesa Walau Masih Kecil Tapi Punya Nyali_profile (1)

Sejatinya Panji bukanlah lahir dari keluarga pebalap, namun Panji sudah memiliki banyak sekali prestasi mulai dari Juara kedua di Kejuaraan nasional seri 2 Magelang 2016, Juara 1 Kejuaraan daerah Jawa barat seri 1 di Kopo Bandung 2016, Juara 1 Kejuaraan Gastrack Minimoto di Kopo Bandung 2016, dan pastinya masih banyak prestasi lainnya yang sudah didapat oleh Panji. Dengan usia yang masih terbilang muda Panji masih akan berkembang lagi dengan skill dan juga mentalnya, dengan begitu diharapkan Panji akan menjadi salah satu Crosser terbaik Indonesia dengan berbagai prestasi yang telah didapatnya.

Panji Mahesa Walau Masih Kecil Tapi Punya Nyali_profile (3)

Walaupun memiliki kesibukan sebagai pelajar dibangku pendidikan kelas 1 SMP di Bandung, Panji tidak lupa untuk latihan setiap hari demi meingkatkan kualitas skill dan mental bertandingnya. Sebagai Crosser Panji pernah mengalami cedera patah tangan sebanyak 2 kali, dan juga cedera engkel, namun semua itu tidak menyurutkan Panji untuk takut atau mundur diajang Motocross. Akan tetapi Panji akan terus maju untuk menjadi salah satu Crosser terbaik Indonesia dikemudian hari dengan raihan prestasinya.

Panji Mahesa Walau Masih Kecil Tapi Punya Nyali_profile (2)

Bisa dikatakan perkembangan dunia Motocross di Indonesia maju dengan cara perlahan, hal tersebut dibukatikan dengan semakin banyaknya Kejuaraan Motocross yang terdapat dibeberapa daerah Indonesia. Namun sangat diharapkan peran Pemerintah serta produsen Motocross untuk terus mendukung dengan membuat ajang Kejuaraan Motocross yang berkualitas dan juga membuat Sirkuit-Sirkuit Motocross di berbagai penjuru Tanah Air yang berkualitas, aman dan juga nyaman.  Dengan begitu pastinya akan banyak Crosser-Crosser yang baru dan juga potensial untuk meraih banyak prestasi dikemudian hari.

#crosser #dirt #dirtbike #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #motocross #panjimahesa #profile

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Safrie Pam Pum

eXtremeINA.com           Jika biasanya peserta Vespa Balap Indonesia [VBI] didominasi oleh kaum Adam, maka ada pemandangan yang berbeda dari seri kedua Skuter Grand Prix yang baru saja diselenggarakan kemarin bersamaan dengan IIMS di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

eXINA-Silviana-Octaviani-Balap-Vespa_profile (1)

Silviana Octaviani, seorang gadis remaja berusia 15 tahun ini memiliki tampang yang kalem tetapi garang saat bermanuver di lintasan. Silvi mengaku sebelum mengikuti kejuaraan VBI seri kedua, dirinya hanya mengikuti latihan satu kali.

“Aku sih diajak om Dudi Arayata, aku pikir siapa sih yang ga mau dikasih kesempatan buat ikut balap, ditawarin untuk balap ya aku terima aja tawarannya”. Silvi mengikuti VBI pada kelas 40++ hal itu karena minimnya peserta wanita yang mendaftar untuk kelas wanita.

eXINA-Silviana-Octaviani-Balap-Vespa_profile (2)

Meskipun tampil dengan para senior yang memiliki segudang pengalaman, tak membuat gadis kelahiran tahun 2000 pesimis, ia berhasil tampil all out dengan hasil peringkat pertama pada kelas 40++.

Sosok gadis ini membuktikan bahwa gender bukanlah alasan untuk dapat mencoba hal ekstrem yang hanya identik dengan kaum Adam, dengan menjuarai kejuaraan VBI dia membuktikan bahwa semuanya dapat terjadi asal ada kemauan.

eXINA-Silviana-Octaviani-Balap-Vespa_profile (3)

Text              : Tito Febrianto

Photos         : Bambang Vidiatmoko

Dede Supratman-Paralayang-profile (4)eXtremeINA.com             Dede Supratman adalah pria kelahiran Cisarua, Bogor Jawa Barat. Lahir pada tanggal 25 Februari 1985, awalnya Dede Supratman adalah seorang Paraboy, sebutan untuk seseorang yang membantu pekerjaan atlet Paralayang untuk melipat parasutnya. Sebagai Paraboy yang handal dulunya Dede hanya melihat para atlet Paralayang terbang diatas rumahnya.

Namun saat Dede melihat ada Parasut yang mengangur, dia nekat mencoba terbang sendiri tanpa didampingi oleh siapa pun, dan kejadian ini dialami pada saat Dede berumur 15 tahun. Ketertarikan Dede mencoba Paralayang dan ingin terus berkembang sebagai pilot juga berkat dorongan dari sang kakak yang juga sebagai atlet Paralayang Nasional. Selain itu salah satu Olahraga yang cukup esktrem ini dipilihnya karena dapat meningkatkan adrenalin saat diudara, namun tetap mengasikan.

Demi meningkatkan skill dalam bermain Paralayang, Dede diajari oleh sang idolanya yaitu Gendon Subandono. Walaupun dalam Paralayang mempunyai dua disiplin yaitu ketepatan mendarat dan lintas alam, namun Dede sangat menyukai disiplin ketepatan mendarat, dan kurang begitu suka dengan lintas alam. Ketepatan mendarat disukainya karena lokasi Gunung Mas, Puncak, yang sering dijadikan tempat untuk ketepatan mendarat Paralayang lebih dekat dari rumahnya.

Seiring berjalannya waktu, Dede terus belajar meningkatkan skill dan mentalnya saat mengudara, dan saat kemampuannya dinilai sudah cukup hebat, pada tahun 2002 Dede mulai ikut Kompetisi Paralayang kategori beregu di Puncak, Bogor, dan meraih medali emas.

Dede Supratman-Paralayang-profile (2)Setelah itu prestasi–prestasi lainnya mulai diraih oleh Dede Supratman, seperti meraih medali emas kategori perorangan ketepatan mendarat PON XVI Sumsel tahun 2004, Juara 1 beregu ketepatan mendarat Batu Open tahun 2005, Juara 1 perorangan senior di Sumedang tahun 2006, Juara 1 perorangan senior Kejurnas Batu Open tahun 2007, meraih media emas beregu ketepatan mendarat Kejurnas Malang tahun 2013, Medali perak beregu ketepatan mendarat PGAWC Malaysia tahun 2013, Medali perak beregu ketepatan mendarat ABG Thailand tahun 2014, Medali emas perorangan ketepatan mendarat WPAC Puncak Bogor tahun 2015, Medali perunggu beregu ketepatan mendarat WPAC Puncak Bogor tahun 2015, dan masih banyak sekali prestasi lainnya yang sudah didapat oleh Dede Supratman. Saat ini Dede Supratman masuk kedalam peringkat 18, sebagai atlet terbaik dunia Paralayang.

Dede Supratman-Paralayang-profile (5)

Walaupun sudah banyak prestasi yang didapat Dede Supratman masih akan terus berjuang dalam turnamen–turnamen Paralayang yang akan datang, salah satunya adalah dia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi Paralayang dalam Kejuaraan PON ditahun depan. Selain itu Dede juga ingin sekali mengharumkan nama Indonesia dikancah Internaional.

Dede Supratman-Paralayang-profile (3)

Sebagai salah satu pilot terbaik Indonesia, Dede juga memperhatikan perkembangan Olahraga Paralayang di Indonesia. Menurutnya perkembangan Paralayang di Indonesia cukup berkembang, semuanya dibuktikan dengan banyaknya pilot muda yang bermunculan di setiap daerah.

Text             : Bambang Vidiatmoko

Photo’s        : Lassak Imaji / Tagor Siagian

eXtremeINA.com             Dede Supratman adalah pria kelahiran Cisarua, Bogor Jawa Barat. Lahir pada tanggal 25 Februari 1985, awalnya Dede Supratman adalah seorang Paraboy, sebutan untuk seseorang yang membantu pekerjaan atlet Paralayang untuk melipat parasutnya. Sebagai Paraboy yang handal dulunya Dede hanya melihat para atlet Paralayang terbang diatas rumahnya. Namun saat Dede melihat ada Parasut yang mengangur, […]

READ MORE

eXINA-Ridwan-Putra-Aggressive-Inline-Skate-profile (1)eXtremeINA.com             Ridwan Putra atau yang akrab dipanggil Iwang adalah seorang atlet Aggressive Inline Skate kelahiran Bogor 11 Mei 1994. Awalnya Ridwan sangat hobi sekali bermain Skateboard, namun dengan seiring berjalannya waktu dia ingin mencari hobi lain agar dapat menambah kesibukan. Dengan keinginan lain itulah akhirnya dia mencoba untuk bermain Inline Skate.

Pada suatu hari Ridwan melihat acara Skateboard di salah satu taman yang kebetulan pada saat itu terdapat komunitas Aggressive Inline Skate yang bernama Bogorolling, dan pada saat itulah dia langsung tertarik untuk bermain Aggressive Inline Skate dan bergabung dengan komunitas Aggressive Inline Skate Bogorolling.

Untuk lebih memperlancar cara bermain Aggressive Inline Skate, Ridwan diajari oleh salah satu temannya yang bernama Furqon. Dengan seiring berjaannya waktu Ridwan terus mengasah kemampuannya bermain Aggressive Inline Skate sampai dia benar – benar nyaman dengan olahraga yang cukup ekstrem ini.

eXINA-Ridwan-Putra-Aggressive-Inline-Skate-profile (2)

Selama menjalankan hobi bermain Aggressive Inline Skate, awalnya Ridwan tidak diperbolehkan oleh orang tuanya, karena olahraga Aggressive Inline Skate adalah olahraga yang ekstrem. Namun kegigihan Ridwan dalam mengembangkan bakatnya bermain Aggressive Inline Skate cukup besar dan ingin membuktikan bahwa pilihannya tidak salah.

Dan semua itu dibuktikan oleh Ridwan dengan berbagai prestasi yang didapatnya selama mengikuti Kejuaraan Aggressive Inline Skate. Ridwan sendiri pertama kali mengikuti Kejuaraan Aggressive Inline Skate pada tahun 2013 di Jakarta dalam Kejuaraan HAGE Show. Walaupun tidak juara Ridwan pun tidak pantang menyerah dan terus mengikuti berbagai Kejuaraan Aggressive Inline Skate.

Terbukti ditahun 2014 dia ikut dalam ajang Bandung Blading turun di kelas Beginner dan meraih posisi ke 3, setelah itu prestasi – prestasi lainnya berhasil diraih seperti, Kejuaraan Bogor Friendly Competition 2014 Juara 1 kelas Intermediate, Jakarta Rolling “Klosingan” tahun 2015 Juara 2 Kelas Open, Roller Thunder Bogor tahun 2015 Juara 1 kelas Open, dan Skate Unit Reborn 2 Bandung tahun 2015 Juara 1 kelas Open. Saat ini Ridwan sedang fokus untuk mempersiapkan diri untuk bertarung dalam acara IOXC yang akan dilangsungkan di Bandung pada tahun 2015.

eXINA-Ridwan-Putra-Aggressive-Inline-Skate-profile (4)

Selama menggeluti olahraga ekstrem ini, pria yang mengidolakan Brian Aragon dan Chris Haffey sudah beberapa kali mengalami cedera yang cukup parah. Cedera terparahnya dialami saat melakukan trik backflip, akibat salah melakukan trik dia landing di aspal dengan tulang ekor terlebih dahulu. Namun dengan cedera yang dialaminya ini tidak membuat pria yang tergabung dalam Komunitas Bogorolling ini tidak jera dan terus mengasah skillnya dalam bermain Aggressive Inline Skate.

Sebagai salah satu Skater Aggressive Inline Skate yang cukup berprestasi, Ridwan juga sangat memperhatikan perkembangan olahraga ekstrem ini di Indonesia. Menurutnya perkembangan Aggressive Inline Skate di Indonesia ini cukup pesat, terbukti dengan semakin banyaknya pemain – pemain baru yang muncul di setiap daerah di Indonesia, tentunya dengan talenta yang luar biasa.

Text & Photo’s       : Bambang Vidiatmoko

eXtremeINA.com             Ridwan Putra atau yang akrab dipanggil Iwang adalah seorang atlet Aggressive Inline Skate kelahiran Bogor 11 Mei 1994. Awalnya Ridwan sangat hobi sekali bermain Skateboard, namun dengan seiring berjalannya waktu dia ingin mencari hobi lain agar dapat menambah kesibukan. Dengan keinginan lain itulah akhirnya dia mencoba untuk bermain Inline Skate. Pada suatu hari Ridwan […]

READ MORE

eXtremeINA-Berkat Bakat Alam Fajar Berprestasi di Dunia Balap_profile (1)eXtremeINA.com                     Fajar Purnomo pria kelahiran Subang 31 Juli 1987 ini awalnya tidak menyangka akan terjun di dunia balap Vespa. Sejatinya Fajar belum pernah ikut dalam kejuaraan balap sama sekali, namun pada tahun 2011 untuk pertama kalinya dia ikut balap Vespa dengan kelas NBR atau yang sekarang disebut dengan kelas Tune Up. Walaupun hanya sekedar mencoba, dengan skill balap yang didapatnya secara alami untuk yang pertama kalinya Fajar mampu naik podium.

eXtremeINA-Berkat Bakat Alam Fajar Berprestasi di Dunia Balap_profile (3)Kecintaannya terhadap balap Vespa ini tidak semata – mata kebetulan, sedari kecil Fajar sudah disuguhkan Vespa oleh orang tuanya, Jadi bukan hal yang aneh jika Fajar sudah paham sekali tentang Vespa. Untuk menginjakkan sirkuit di dunia balap Vespa, Fajar pun sangat direstui oleh orang tuanya, asal balap yang diikuti oleh Fajar masih dijalur yang positif.

Tujuan Fajar sendiri terjun dan mendalami dunia balap Vespa adalah untuk menyalurkan hobi, selain itu menjadi pebalap adalah pekerjaan baginya. Kelanjutan Fajar di dunia balap Vespa tidak hanya sampai disitu saja, bersama team Arayata Gapzo Racing Fajar Purnomo sudah banyak meraih banyak kemenangan di Kejuaraan balap Vespa seperti Vespa Balap Indonesia “VBI” dan beberapa kejuaraan balap Vespa yang lainnya, yang membuatnya berhasil naik keatas podium.

Segudang prestasi sudah didapatnya, namun Fajar tidak cukup puas dengan hasilnya tersebut. Fajar bercita-cita ingin mengikuti Kejuaraan balap Vespa di luar Indonesia. Sebagai salah satu pebalap yang sukses dengan banyak prestasi, Fajar juga memperhatikan perkembangan dunia balap Vespa di Indonesia, menurutnya saat ini balap Vespa di Indonesia sudah berkembang dengan cepat.

eXtremeINA-Berkat Bakat Alam Fajar Berprestasi di Dunia Balap_profile (4)

Semuanya dibuktikan melalui banyaknya tim balap Vespa yang mulai bermunculan di seluruh Indonesia dan ikut dalam Kejuaraan Vespa Balap. Fajar pun juga mempunyai kiat bagi para pebalap pemula agar mampu bersaing dan berprestasi, yakni jangan cepat menyerah jika kita mengalami kegagalan, teruslah berlatih agar skill balap terus berkembang, selain itu kita juga harus menguasai Vespa yang akan kita gunakan saat balap.

Text             : Bambang Vidiatmoko

Photo’s        : Aditya Oktavirmana

eXtremeINA.com                     Fajar Purnomo pria kelahiran Subang 31 Juli 1987 ini awalnya tidak menyangka akan terjun di dunia balap Vespa. Sejatinya Fajar belum pernah ikut dalam kejuaraan balap sama sekali, namun pada tahun 2011 untuk pertama kalinya dia ikut balap Vespa dengan kelas NBR atau yang sekarang […]

READ MORE

Wisnu Murti, Offroader Muda dengan Segudang Prestasi_profile (2)eXtremeINA.com               Wisnu Murti anak pasangan dari Bp. Supratikno dan Ibu. Sripuwarningsih ini adalah seorang Offroader muda asal Surabaya. Anak muda kelahiran 11 September 1998 ini tertarik untuk menggeluti dunia Offroad karena dengan bermain Offroad membuat dirinya senang, nyaman, dan sejalan dengan hobinya.

Untuk lebih mendalami lagi dunia Offroad di Indonesia, Wisnu sangat didukung sekali oleh orang tuanya, karena kebetulan yang memperkenalkan Offroad pada dirinya adalah sang Ayah. Selain itu juga kedua orang tua Wisnu sangat bangga dengan jalur hobi yang sudah dipilihnya.

Walaupun masih pada usia yang sangat muda, Wisnu sudah beberapa kali berganti tim, seperti JOS [Jatim Offroad Surabaya], Galena [Gabungan Lelaki Nakal], JRT [Jangkar Miring Racing Team], Corenk Offroad Team, dan saat ini Wisnu bernaung di tim SOC [Surabaya Offroad Club], yang juga sebagai sponsornya.

Wisnu Murti, Offroader Muda dengan Segudang Prestasi_profile (4)Dengan segudang pengalamannya bergonta – ganti tim, tentunya prestasi Wisnu juga tidak kalah banyak, Wisnu pernah meraih kemenangan dibeberapa event Offroad seperti, Juara 2 IOF Pandaan Latber, Juara 1 IOF Trenggalek, Juara 3 SMN team Bali Nasional, Juara 4 Bali Nasional, Juara 5 Kejuaraan Daerah di Gresik, Juara 3 Nasional di Ngawi, dan masih banyak prestasi lainnya yang sudah diraih oleh Wisnu.

Anak muda yang masih duduk di bangku SMK ini memang sangat cinta terhadap hobbynya ini, namun Offroad hanyalah kegiatan nomor dua yang wajib dijalankan, baginya pendidikan lah yang paling utama.

Wisnu Murti, Offroader Muda dengan Segudang Prestasi_profile (3)Prestasi yang sudah didapat Wisnu diusia muda tidak membuatnya berpuas diri, dia justru sangat menginginkan ikut Kejuaraan Internasional semacam King of The Hammera. Sebagai Offroader muda rupanya Wisnu juga memperhatikan perkembangan dunia Offroad di Indonesia, menurutnya perkembangan Offroad di Indonesia sudah jauh berbeda, dahulu Offroad di Indonesia hanya ada di medan atau jalur yang cukup ekstrem, namun sekarang lebih bermain di Speed Offroad.

Dengan pengalamannya di dunia Offroad, Offroader muda ini punya tips bagi para Offroader yang terbilang baru, Wisnu mengatakan jika ingin mengembangkan karirnya didunia Offroad kalian harus serius dengan mempelajari tehnik mengendarai mobil Offroad, menganal medan atau lintasan Offroad, dan harus paham tentang kondisi mobil Offroad yang kalian kendarai.

Text             : Bambang Vidiatmoko

Photo                    : Berbagai Sumber

eXtremeINA.com               Wisnu Murti anak pasangan dari Bp. Supratikno dan Ibu. Sripuwarningsih ini adalah seorang Offroader muda asal Surabaya. Anak muda kelahiran 11 September 1998 ini tertarik untuk menggeluti dunia Offroad karena dengan bermain Offroad membuat dirinya senang, nyaman, dan sejalan dengan hobinya. Untuk lebih mendalami lagi dunia Offroad di […]

READ MORE

eXtremeINA-Dudy-Djajadisastra-profile (2)eXtremeINA.com          Dudy Djajadisastra adalah pria pecinta dunia Otomotif, tidak hanya roda dua saja yang dia gemari namun roda empat pun juga sangat dia kuasai. Kecintaannya terhadap dunia Otomotif tidak hanya sekedar mengerti tentang spesifikasi motor dan mobil saja, namun dia juga ikut turun dalam berbagai ajang kejuaraan balap baik itu roda dua ataupun roda empat.

Dengan kecintaannya terhadap Otomotif itulah yang membuatnya tahun 2008 mulai mengikuti kejuaraan balap Vespa di Garut dan langsung mendapatkan prestasi dengan finish di posisi ke 2. Walaupun hanya sekedar mencoba untuk ikut kejuaraan balap Vespa, buka berarti Dudy tidak mengerti akan hal Vespa. Dudy sendiri sudah menggeluti dunia Vespa sejak tahun 2004.

Menurutnya ikut dalam kejuaraan balap Vespa adalah suatu yang unik, karena Vespa bukanlah motor roda dua seperti biasanya. Dengan body motor yang besar dan spesifikasi yang berbeda dengan motor roda dua pada umumnya membuat skill pebalap untuk mengendarai Vespa ini sedikit berbeda dan harus mengerti betul tentang kondisi Vespa.

Selama mengikuti ajang balap Vespa sudah banyak prestasi yang sudah didapat oleh Dudy, dan terakhir Dudy berhasil menjadi juara pertama di Kejuaran Vespa Balap Indonesia round 2 dengan turun di kelas 40 Tahun++. Walaupun prestasi sudah banyak diraih, bersama tim Arayata Gapzo Racing Dudy siap melangkah lebih jauh lagi agar prestasi semakin banyak diraih.

eXtremeINA-Dudy-Djajadisastra-profile (3)

eXtremeINA-Dudy-Djajadisastra-profile (4)Selain sebagai pebalap, Dudy sendiri adalah salah satu pendiri dari Organisasi Vespa Balap Indonesia [VBI], tujuan VBI berdiri adalah sebagai wadah atau rumah bagi pecinta balap Vespa di Indonesia. Dudy pun melihat saat ini Indonesia mulai dibanjiri oleh tim-tim Vespa racing, dengan begitu sudah dibuktikan bahwa Indonesia mulai berkembang dengan Vespa balapnya.

Walaupun terbilang sukses didunia Otomotif, dengan membuat suatu wadah balap Vespa, ada cita-cita Dudy yang belum kesampaian. Melalui VBI Dudy ingin membuat Kejuaraan Vespa yang berskala Nasional, artinya dia ingin membuat Kejuaraan balap Vespa dapat diselenggarakan di seluruh Indonesia dan bukan hanya di Sentul saja.

Text             : Bambang Vidiatmoko

Photo’s        : Aditya Oktavirmana

eXtremeINA.com          Dudy Djajadisastra adalah pria pecinta dunia Otomotif, tidak hanya roda dua saja yang dia gemari namun roda empat pun juga sangat dia kuasai. Kecintaannya terhadap dunia Otomotif tidak hanya sekedar mengerti tentang spesifikasi motor dan mobil saja, namun dia juga ikut turun dalam berbagai ajang kejuaraan balap baik itu roda […]

READ MORE

eXtremeINA-Mardini-Hari-profile (1)eXtremeINA.com               Mardini Hari adalah rider Aggressive Inline Skate kelahiran Bogor, Jawa  Barat. Awalnya pria kelahiran 4 Februari 1992 ini hanya melihat temannya bermain Aggressive Inline Skate, namun lama kelamaan Dini tertarik untuk bermain Aggressive Inline Skate. Inline Skate pertama yang digunakan oleh Dini untuk bermain Aggressive Inline Skate diperoleh dengan meminjam temannya.

Untuk mengembangkan skill dan lebih mendalami dunia Aggressive Inline Skate Dini bergabung dengan komunitas Bogor Rolling. Walaupun sering mengalami cedera dan tidak diperbolehkan oleh kedua orang tuanya bermain Aggressive Inline Skate, Dini tidak menyerah dan membuktikan bahwa pilihannya bermain dan mengembangkan bakatnya di dunia Aggressive Inline Skate tidak lah salah.

Semuanya dibuktikan oleh Dini dengan berbagai prestasi yang sudah didapatnya seperti, Juara 2 Aggressive Skate Friendly Competition di Kota Tasik, Juara 2 Green Youth Fest di Jakarta, Juara 1 Klosingan di Jakarta, dan tidak menutup kemungkinan prestasi-prestasi lainnya akan didapat oleh Dini mengingat usia Dini yang masih muda dan masih panjang pula perjalanan Dini di dunia Aggressive Inline Skate.

eXtremeINA-Mardini-Hari-profile (2)

Untuk mengembangkan skill bermain Aggressive Inline Skate, Dini mempunyai motivator yang sekaligus idolanya yaitu Roman Abrate rider Aggressive Inline Skate asal Perancis yang pernah masuk nominasi Kejuaraan dunia pertama kali pada tahun 2012.

Sebagai rider, Dini juga sangat memperhatikan perkembangan dunia Aggressive Inline Skate khususnya di kota Bogor. Menurutnya perkembangan Aggressive Inline Skate di kota Bogor ini cukup berkembang dengan pesat. Terbukti dengan semakin banyaknya anak-anak muda yang mulai bermain Olahraga yang terbilang ekstrem ini.

eXtremeINA-Mardini-Hari-profile (3)

Selain memperhatikan perkembangan Aggressive Inline Skate, Dini pun berpesan terhadap para rider pemula agar selalu latihan yang rutin dan jangan pantang menyerah. Jika terus berlatih dengan serius dan mencintai Aggressive Inline Skate dengan tulus, maka prestasi pun akan mudah didapat.

Text & Photo’s : Bambang Vidiatmoko

eXtremeINA.com               Mardini Hari adalah rider Aggressive Inline Skate kelahiran Bogor, Jawa  Barat. Awalnya pria kelahiran 4 Februari 1992 ini hanya melihat temannya bermain Aggressive Inline Skate, namun lama kelamaan Dini tertarik untuk bermain Aggressive Inline Skate. Inline Skate pertama yang digunakan oleh Dini untuk bermain Aggressive Inline Skate diperoleh dengan meminjam temannya. Untuk mengembangkan skill dan […]

READ MORE

eXtremeINA-Tomie Ganjal_profile (2)eXtremeINA.com                        Tomi Ferdian atau yang sering dipanggil Tomie Ganjal adalah seorang rider BMX kelahiran Banda Aceh. Lahir pada tanggal 25 Maret 1987, Tomie Ganjal memulai karirnya sebagai rider BMX pada saat masih duduk di bangku SD. Awal ketertarikan pria pecinta musik Hardcore ini kepada BMX Freestyle, ketika dia diperlihatkan oleh temannya video BMX Braun dan Mongoose dan membaca buku BMX Freestyle karangan Asep Tubagus.

Dengan modal pengetahuan BMX melalui video, membaca buku tentang BMX, dan belum banyaknya rider BMX Freestyle di Sumatera Barat, Tomie Ganjal menekuni dan mempelajari trik-trik BMX Freetyle dengan otodidak.

eXtremeINA-Tomie Ganjal_profile (4)Perjuangan Tomi untuk menekuni dunia BMX Freestyle mendapat tantangan dari kedua orang tuanya, karena menurut orang tuanya bermain BMX hanyalah membuang – buang waktu saja. Namun dengan tekat yang gigih dan kecintaannya terhadap BMX, Tomi membuktikan bahwa pilihannya untuk berkecimpung dan menekuni dunia BMX tidaklah salah.

Satu persatu prestasi pribadi diraih oleh Tomie Ganjal, mulai dari Best Jump Performance 13 BMX Cross Bukit Tinggi 2010, Juara 2 Ganjal BMX Jump Contest Payukumbuh 2010, Juara 3 PSI Sk8 BMX Vol. III Palembang 2011, Juara 1 SSBMX 1st Anniversary 2011, Juara 1 LAB-B Street Revolution Vol. Padang 2011, Best Trik LAB-B Street Revolution Vol. I Padang 2011, Juara 1 LAB-B Street Revolution Vol II Padang 2011, Highest Bunnyhop LAB-B Street Revolution Vol. II Padang 2011, Juara 2 Pekanbaru Punya Cerita II 2014, dan masih banyak prestasi lainnya yang sudah diraih oleh Tomie Ganjal.

Sebagai rider BMX yang punya segudang prestasi bukan berarti Tomi tidak mempunyai idola, nama–nama rider BMX seperti Dakota Roche, Ty Morrow, Chad Kerley, Tony Halim, dan Benny L. adalah seorang motivator atau panutan dalam perkembangan BMX di hidupnya.

Sebagai penunjang performa saat mengikuti kompetisi BMX Tomie Ganjal disponsori oleh Stagger13 dan Fictive. Baginya BMX adalah segalanya bahkan dia mengaku kalau BMX sangat penting ketimbang pacar, karena dengan bermain BMX dia merasa lebih pede.

eXtremeINA-Tomie Ganjal_profile (5)

Menurutnya perkembangan BMX di Indonesia cukup berkembang dengan pesat dengan banyaknya rider potensial di berbagai daerah. Namun sayangnya perkembangan BMX di Indonesia kurang mendapat dukungan dengan fasilitas yang cukup memadai seperti tempat-tempat latihan BMX untuk meningkatkan skill para rider BMX-nya itu sendiri.

Untuk para rider pemula, Tomie Ganjal mempunyai tips agar menjadi rider BMX yang berprestasi di kemudian hari. Jika ingin bermain BMX kalian harus berlatih secara rutin, pelajari trik-trik BMX melalu banyak referensi seperti melihat video membaca buku, dan belajar dengan yang sudah profesional.

Text             : Bambang Vidiatmoko

Photo’s        : Okke Gania

eXtremeINA.com                        Tomi Ferdian atau yang sering dipanggil Tomie Ganjal adalah seorang rider BMX kelahiran Banda Aceh. Lahir pada tanggal 25 Maret 1987, Tomie Ganjal memulai karirnya sebagai rider BMX pada saat masih duduk di bangku SD. Awal ketertarikan pria pecinta musik Hardcore ini kepada […]

READ MORE

eXtremeINA-Yuko-Annabella-profile (1)eXtremeINA.com             Yukojati Anabela atau yang akbrab di sapa Bela ini adalah seorang penggila papan selancar yang amat berprestasi, bermain Selancar sejak umur 10 tahun dan kini ia telah menorah prestasi di bidang selancar air dan ombak hingga ke Asia.

Berawal dari melihat Andre Julian Pro Surfer asal Cimaja yang bermain surfing di pantai Cimaja Sukabumi akhirnya gadis penyang kucing ini memutuskan untuk bermain surfing.

Hebatnya, Bela telah mencatatkan sejarah. Dia telah mendapatkan program beasiswa tahun 2013 dari Surfing Association Internasional dengan menerima USD 1000, selain itu Yuko juga ditunjuk sebagai duta ISA untuk mewakili Indonesia.

Pada saat awal bermain surfing gadis keturunan Jepang ini sangat diijinkan oleh kedua orang tuanya bahkan papan surfing pertama Bella di berikan langsung dari ibu tercintanya.

eXtremeINA-Yuko-Annabella-profile (2)

Prestasi gadis yang juga kapten Basket di sekolahnya sudah tak diragukan lagi beberapa kejuaraan selancar dan selancar angin yang di adakan di dalam negeri dan luar negeri telah diikutinya seperti 1234 SSA Minigrom Championship pada 2009-2013, Juara 1 Merdeka Surf Contest di Cimaja 13, Juara 5 International Open Regatta Kejurnas Layar single 2014 2014 serta masih banyak lagi prestasinya. Prestasi lainnya, Bela berhasil masuk dalam 13 perempuan surfer terbaik dari 50 surfer junior yang ada di 25 negara yang berbeda.

eXtremeINA-Yuko-Annabella-profile (4)Menurutnya perkembangan surfing di Indonesia hanya Bali bagus saja karena di sana amat banyak kompetisi surfing dan sedangkan di tempat lain masih kurang. Serta menurut bela untuk yang ingin menggeluti olah rag air ini harus banyak berlatih, banyak meminta saran kedapa yang lebih handal, banyak melihat video tentang surfing, dan pelajari.

Anak kedua dari pasangan Mitsuo Okazaki dan Titin Mulyani ini sangat berharap kedepannya, ingin sekali memdapatkan sponsor serta bisa mengikuti kejuaran kejuaran dunia surfing bisa go internasional. Serta Cimaja sebagai home ground bisa lebih banyak kompetisi surfing. Juga semoga di Cimaja muncul bibit surfer wanita.

Text             : Febryantino Nur Pratama

Photo’s        : Arif Ramdhani

eXtremeINA.com             Yukojati Anabela atau yang akbrab di sapa Bela ini adalah seorang penggila papan selancar yang amat berprestasi, bermain Selancar sejak umur 10 tahun dan kini ia telah menorah prestasi di bidang selancar air dan ombak hingga ke Asia. Berawal dari melihat Andre Julian Pro Surfer asal Cimaja yang bermain surfing di pantai Cimaja Sukabumi […]

READ MORE

Bagus Joki Asal Salatiga_profile (2)eXtremeINA.com                Saat ini masyarakat Indonesia sedang dilanda demam Vespa Drag, dan di berbagai kota–kota besar Indonesia sudah mempunyai Kejuaraan Vespa Drag sendiri. Dengan kejuaraan Vespa Drag yang tersebut tentunya menghasilkan beberapa pebalap yang sangat berpotensi. Salah satunya adalah Bagus, pria kelahiran 21 Agustus 1983 ini tidak menyangka mampu memecahkan rekor waktu dalam Kejuaraan Vespa Drag.

Berawal hanya sekedar coba–coba, Bagus yang tercatat sebagai anggota dari tim Vespa Drag Pojok Indah Lele ini mempunyai hobi mengotak-atik Vespa di kediamannya di daerah Salatiga. Pada tahun 2002 lomba Vespa Drag di kawasan Salatiga, Jawa Tengah sedang gemilang, dan pada tahun yang sama Bagus mulai ikut berlomba Vespa Drag dikelas standar.

Bagus Joki Asal Salatiga_profile (3)Walaupun tidak menghasilkan prestasi, Bagus beserta tim Pojok Indah Lele tidak pantang menyerah. Pada tahun 2003, dia naik di kelas FFA. Sementara kejuaraan Vespa Drag lainnya yang diikuti seperti Vespa Drag yang diadakan secara berseri yang terhitung mulai tahun 2002 hingga 2005, Bagus pun tidak berhasil mendapatkan prestasi.

Setelah kejuaraan di Ponorogo tersebut, Bagus sempat fakum hingga tahun 2008, dan pada tahun 2013 Bagus dan tim Vespa Drag Pojok Indah Lele kembali tampil dengan sistem baru dengan menggunakan waktu. Pada tahun 2013 itulah Bagus berhasil mencatatkan rekor dengan perolehan waktu 9,261 detik dengan jarak 201 meter.

Rekor waktu yang diperoleh Bagus itupun berhasil bertahan hingga sekarang, dan saat itulah tim Vespa Drag Pojok Indah Lele dengan joki Bagus nya mulai terkenal dan disegani di dunia Vespa Drag diseluruh penjuru tanah air.

Selain mempunyai hobi mengotak–atik Vespa, keseharian Bagus adalah seorang driver. Dengan prestasinya yang diperoleh saat ini Bagus tidak cukup puas, dan jika ada acara Vespa Drag suatu saat nanti dia berencana untuk memecahkan rekornya sendiri.

Bagus Joki Asal Salatiga_profile (1)

Perkembangan Vespa Drag di Indonesia pun dinilainya cukup dipandang sebelah mata, namun tetap berkembang secara perlahan. Harapan Bagus adalah, para penyelenggara atau acara Vespa apapun yang dibuat dapat menyelipkan Kejuaraan Vespa Drag. Dengan begitu akan banyak muncul bibit–bibit muda yang berprestasi.

 

Text             : Bambang Vidiatmoko

Photo’s        : Tim Pojok Indah Lele

eXtremeINA.com                Saat ini masyarakat Indonesia sedang dilanda demam Vespa Drag, dan di berbagai kota–kota besar Indonesia sudah mempunyai Kejuaraan Vespa Drag sendiri. Dengan kejuaraan Vespa Drag yang tersebut tentunya menghasilkan beberapa pebalap yang sangat berpotensi. Salah satunya adalah Bagus, pria kelahiran 21 Agustus 1983 ini tidak menyangka mampu memecahkan […]

READ MORE

eXtremeINA-Bingky Arsitek Yang Jago Modifikasi Motor-profile (4)eXtremeINA.com             Mungkin masyarakat Indonesia khususnya dunia otomotif sudah mengenal sosok Ignatius Hendra atau yang lebih dikenal dengan Bingky sebagai konseptor motor dengan ide–ide modifikasi kerennya. Tidak heran jika menjadi sosok penting di dunia otomotif khususnya modifikasi, karena di setiap hasil karya modifikasinya selalu mengandung unsur kesan yang tidak biasa.

Pria kelahiran Jakarta 9 Mei 1955 ini adalah lulusan Arsitektur, sudah sejak kecil dia menyukai dunia Otomotif. Sejak kuliah Bingky sudah mengotak-atik motor kepunyaan sendiri, dan pada akhirnya dia terdorong untuk membuka bengkel sendiri. Sejak 30 tahun lalu Bingky sudah membuka bengkel mobil Volkswagen.

eXtremeINA-Bingky Arsitek Yang Jago Modifikasi Motor-profile (3)Namun dengan seiring berjalannya waktu, Bingky mulai mengembangkan usahanya tersebut dengan membuka bengkel motor bernama Bikers Station yang berlokasi di Jl. RC Veteran No 13 Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan, yang masih berjalan sampai sekarang. Motor pertama Bingky yang dimodifikasi adalah Harley Davidson keluaran tahun 1996.

Sebagai salah satu konseptor motor terkenal lulusan Arsitek, Bingky selalu mempunya ide–ide gila sendiri untuk memodifikasi motor, khususnya motor–motor besar. Sebagai warga Indonesia yang baik, di setiap modifikasi motornya selalu ditampilkan konsep Indonesia Style.

eXtremeINA-Bingky Arsitek Yang Jago Modifikasi Motor-profile (2)

Selain menjadi konseptor motor yang ternama, Bingky juga mempunyai hobi lain yaitu Fotografi. Selain itu ada cita-cita Bingky yang belum tercapai, yaitu dia ingin membuat motor yang dapat diakui di jalan raya. Banyak motor custom yang belum diakui di jalanan karena tidak ada surat–surat kendaraannya, dan dia ingin menciptakan hasil karya yang dapat diakui oleh Pemerintah dan juga diperbolehkan melintas di jalan raya.

Text             : Bambang Vidiatmoko

Photo’s        : Aditya Oktavirmana

eXtremeINA.com             Mungkin masyarakat Indonesia khususnya dunia otomotif sudah mengenal sosok Ignatius Hendra atau yang lebih dikenal dengan Bingky sebagai konseptor motor dengan ide–ide modifikasi kerennya. Tidak heran jika menjadi sosok penting di dunia otomotif khususnya modifikasi, karena di setiap hasil karya modifikasinya selalu mengandung unsur kesan yang tidak biasa. Pria kelahiran Jakarta 9 Mei 1955 […]

READ MORE

Jack-Xventure_profile (2)eXtremeINA.com             Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar M Yakub Maulana atau yang biasa di sapa dengan Bang Jack ternyata sudah memiliki ketertarikan pada dunia adventure, berawal pada masa kecilnya yang sering di ajak jalan-jalan bersama orang tuanya Bang Jack menjadikan adventure sebagai hobi dari kecil.

Pria kelahiran 22 Juni di kota Jakarta ini pun merasa adventure adalah hobi yang membuat mental menjadi tidak mudah menyerah, dengan slogan yang Bang Jack punya ternyata terbukti ketika Bang Jack masih SMP, Bang Jack sudah mencoba jalan kaki menuju Sentul, Cibodas selama 2 hari dan melalui hutan-hutan.

Jack-Xventure_profile (4)Peran ayah dalam hobi yang digeluti oleh Bang Jack memang sangat besar, bahkan Ayah-nya sendiri yang menjadi virus pada hobi adventure itu sendiri dan mengenalkan dirinya kepada seorang artis yang sangat terkenal dengan hobi adventure yaitu Bucek Deep pada tahun 2003 yang kini menjadi idola Bang Jack.

Berkat hobinya Bang Jack pun mendirikan komunitas yang cukup besar dengan nama I.R.A, berawal dari pengalaman Bang Jack yang sering melihat para penggemar Adventure namun tidak memiliki skill yang cukup dalam mengendarai motor dan banyaknya angka kecelakaan lalu lintas itu lah alasan Bang Jack mengapa mendirikan I.R.A.

I.R.A pun bukan komunitas yang baisa-biasa saja, I.R.A kerab banyak membuat event-event bertemakan adventure di Indonesia, bahkan tak tanggung-tanggung I.R.A pun di bantu dengan teman Bang Jack membuat salah satu aplikasi yang dapat digunakan di handphone dalam perjalanan adventure sehinggga para rider yang sedang membelah hutan bisa mengetahui lokasi mereka, dan biasanya alat seperti itu harganya sangatlah mahal, namun dengan Bang Jack yang bekerja sama dengan temannya membuat aplikasi ini bisa diunduh pada smartphone secara gratis.

Jack-Xventure_profile (5)

Dengan banyaknya event yang di buat oleh I.R.A kalian bisa langsung mengecek event yang sudah di selenggarakan maupuun yang baru akan di mulai, kalian bisa cek di website www.imorally.com. Dalam waktu dekat ini Bang Jack sendiri akan membuat event Adventure Touring dengan cara audisi dan pelatihan, event tersebut masih dalam tahap memilih layak di sponsori atau tidaknya.

Jack-Xventure_profile (3)Berhobi adventure dan mendirikan sebuah komunitas bukan berarti Bang Jack tidak memiliki keseharian yang lain, pria yang sering mengadakan coaching clinic ini pun sehari-harinya bekerja sebagai marketing asuransi. Sebagai kecintaannya dalam dunia Adventure Bang Jack bahkan sampai membuat usaha shuttle bus khusus untuk mengangkut para pendaki gunung dan rafting.

Hobi ini pun ternyata menjadi virus tersendiri bagi keluarganya hingga anak laki-laki Bang Jack sendiri sangat menyukai juga adventure bahkan Kakek dari Bang Jack sendiri juga ikutan berhobi adventure.

Bang Jack sendiri sangat menyarankan untuk para pecinta advanture untuk memperbanyak latihan dan jangan malu bertanya itulah yg menjadi tips bagi Bang Jack. Bang Jack sendiri merasa perkembangan Advanture di Indonesia semakin bagus hanya tinggal perbanyak kegiatan positif dan edukatif. Berharap untuk banyak produsen yang mendukung adventure lokal agar terjangkau, begitulah ketika Bang Jack di tanyakan soal harapan Bang Jack terhadap kemajuan dunia adventure di Indonesia

Text             : Imanuel Eduard Nenabu

Photo’s       : courtesy of Jack Xventure’s Facebook

eXtremeINA.com             Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar M Yakub Maulana atau yang biasa di sapa dengan Bang Jack ternyata sudah memiliki ketertarikan pada dunia adventure, berawal pada masa kecilnya yang sering di ajak jalan-jalan bersama orang tuanya Bang Jack menjadikan adventure sebagai hobi dari kecil. Pria kelahiran 22 Juni di kota Jakarta ini pun […]

READ MORE

Salini-Rengganis_profile (1)eXtremeINA.com                       Muda dan berbakat, mungkin itu adalah sebuah kata yang tepat untuk surfer muda bernama Salini Rengganis Ledewa. Salini merupakan salah satu surfer yang masih terbilang muda, bagaimana tidak, umurnya baru 16 tahun, berawal dari berlari jogging di pantai dekat rumahnya Salini pun mulai melihat keseruan bermain surfing dan pada akhirnya ia pun memutuskan untuk berlatih bermain surfing.

Cewek yang lahir pada tanggal 13 Agustus 1998 ini sudah bermain sejak berumur 5 tahun, dan pada awalnya Salini di ajarkan oleh Ayahnya sendiri yang bernama R. Wied ieDewa. Pantai Teleng Ria Pacitan pun menjadi saksi kali pertamanya Salini bermain Surfing, kesuksesaan yang ada pada Salini sekarang bukan datang dari sebuah papan yang bagus nan mahal namun berawal dari sebuah papan bekas patah yang di sulap Ayahnya dan dari situlah dari sebuah papan bekas yang patah Salini belajar bermain Surfing.

Ayahnya yang kini menjadi satu-satunya orang tua Salini sangatlah mendukung Salini dalam meraih karirnya menjadi seorang surfer, dan berkat Salini kini bermain dan menjadi atlet surfing telah menjadi virus untuk keluarganya yang menular kepada saudara-saudara sepupunya.

Pada awal kejuaraannya Salini pun tak tanggung-tanggung ia langsung menjadi posisi pertama pada  salah satu ajang yang di adakan pada tahun 2007 di Pacitan, dan hingga kini Salini telah banyak memenangkan kejuaraan tingkat Nasional maupun Internasional antara lain Juara 1 The Best Selection Wave Rip Curl Surfing Competition 2008, Juara 1 Rip Curl Super Grommet Surfing 2009, Juara 1 Girls Division Un Hiddent Pont series 2010, hingga menjadi Juara ke 2 red Island International Surfing Competition Women Divison 2014, dan masih banyak prestasi Salini yang membanggakan.

Salini-Rengganis_profile (3)

Dan dalam waktu dekat gadis yang sangat mengidolakan Betani Hamilton ini pun akan mengikuti kejuaran ASC Round Contest. Di tahun 2015 ini Salini mempunyai target yaitu memperbaiki rangking ASC dan mengikuti Contest ASP.

Salini-Rengganis_profile (7)

Model sekaligus surfer muda yang mempunyai hobi bermain skateboard ini mengaku sangat menyukai pantai-pantai di Indonesia salah satunya adalah Mentawai, Padang-Padang dan Uluwatu. Salini mengakui pantai-pantai yang ada di Indonesia tak kalah bagus dengan pantai yang ada diluar negeri.

Salini-Rengganis_profile (5)

Gadis muda asal Jogja ini pun berharap semoga pemerintah bisa fasilitasi untuk kontes-kontes didaerah mereka yang mempunyai ombak bagus, dan memberikan kemudahan dalam perizinan, dalam membuat kontes di daerah-daerah yang belum mengenal Surfing demi memajukan olahraga Surfing di Indonesia

Text             : Imanuel Eduard Nenabu

Photo’s       : courtesy of Salini Rengganis

eXtremeINA.com                       Muda dan berbakat, mungkin itu adalah sebuah kata yang tepat untuk surfer muda bernama Salini Rengganis Ledewa. Salini merupakan salah satu surfer yang masih terbilang muda, bagaimana tidak, umurnya baru 16 tahun, berawal dari berlari jogging di pantai dekat rumahnya Salini pun mulai melihat keseruan bermain surfing dan pada akhirnya ia pun memutuskan untuk […]

READ MORE

eXtremeINA-Botay-Agata_profile (1)eXtremeINA.com            Rider BMX yang satu ini adalah seorang rider yang fokus di BMX khususnya untuk kategori BMX Flatland. Botay Agata biasa anak BMX menyebutnya, rider dengan nama asli Januar Susanto, yang lahir di Jakarta tahun 1990 ini telah mencoretkan namanya di papan nama dunia, ia adalah 20 peringkat dunia pada tahun 2010 di Singapura.

Sejak tahun 2008 Botay sudah eksis di dunia BMX, berawal dari coba-coba dan nongkrong bersama anak BMX hingga sekarang menjadi atlet profesional yang namanya dikenal dikancah dunia. Abi Manyu adalah salah satu tokoh terpenting baginya, karena Abi Manyu adalah senior sekaligus guru BMX bagi Botay.

Botay mengaku kalau Skill BMX Abi Manyu terbaik di Indonesia, ia mengaku sangat beruntung bisa berteman dengannya. Tetapi bagaikan murid yang membangkang kepada gurunya, Botay berambisi kalau sekarang dirinya mempunyai skill yang lebih dari pada gurunya Abi Manyu. Menurutnya, Abi Manyu sekarang sudah tidak muda lagi, dan yang terpenting ia sudah jarang latihan, oleh karena itu Botay bisa berkata lancang seperti itu.

eXtremeINA-Botay-Agata_profile (3)Botay bisa dikategorikan sebagai atlet BMX Flatland, BMX Flatland adalah freestyle menggunakan sepeda BMX, di lantai yang datar. Bagaikan seorang yang menari balet di lantai, tapi BMX Flatland menggunakan media yaitu sepeda BMX tersendiri. Menurut Botay yang spesial dalam BMX Flatland, rider bisa menguji kesabaran.

Hal yang hampir sama dihadapi oleh seorang rider BMX adalah ditentang oleh orang tua. Orang Tua sering menghimbau kalau BMX itu adalah olahraga yang membahayakan, karena sering jatuh, dan fatalnya dapat menyebabkan cedera. Sama halnya dengan Januar Susanto alias Botay ia juga mendapat kecaman seperti rider lain. Tetapi Botay dapat meyakinkan olahraga BMX kepada orang tuanya.Yang berbeda dari alasan rider lain adalah Botay mempunyai statement yang kuat untuk meyakinkan Orang Tuanya. Botay bisa melewati itu semua karena menekuni BMX Flatland dengan sungguh-sungguh, dan saat mendapatkan prestasi disitu ia mendapatkan kebebasan untuk menekuni hobinya tersebut.

Sejumlah prestasi Botay persembahkan untuk nama baik Indonesia di antaranya ia pernah mendapat gelar pringkat 20 pada tahun 2010 di Singapura.  Mendapat gelar peringkat 8 Asia pada tahun 2011 di Malaysia, Peringkat 4 Asia pada tahun 2012 di Malaysia, Juara 3 di Yogyakarta, Juara Kejurnas Wim Cycle di Jakarta, dan lainnya.

eXtremeINA-Botay-Agata_profile (5)Untuk pemula yang ingin seperti Botay anda harus berawal dengan niat yang matang dan yang terpenting adalah latihan. Botay berharap kalau di Indonesia harus ada penerus yang bisa membawa nama baik Indonesia, atau kota kelahirannya sendiri.

Perkembangan BMX di Indonesia menurut Botay sangat pesat. Buktinya adalah ketika adanya penyelenggaraan event kompetisi BMX, jumlah pesertanya selalu meningkat dari tahun-ketahun, itu artinya Indonesia mungkin akan bisa lebih maju dibandingkan dunia luar, jika penggiat BMX di Indonesia selalu meningkat dan mendapatkan prestasi.

FB: Botayflat@yahoo.com

Twitter: Januarsusanto@rocketmail.com

Text & Photo’s  : Arief Munandar

eXtremeINA.com – Rider BMX yang satu ini adalah seorang rider yang fokus di BMX khususnya untuk kategori BMX Flatland.

READ MORE

eXtremeINA-Andrew-Leone-profile (5)JAKARTA – eXtremeINA.com               Andrew Leone, dia yang terlahir pada 17 agustus 1989 di New York ini sangat senang dalam dunia bela diri. Dia mempunyai kakak laki-laki sebagai petarung ONE FC. Pria yang mempunyai hobi bermain surfing ini mulai mengenal dunia bela diri dari umur 5 tahun, kakak laki-laki nya sendirilah yang mengenalkan Andrew dalam dunia tersebut.

Banyak olahraga fighting yang ia pelajari seperti MMA, Jiujitsu, Muay Thai dan lain-lain. Tepatnya ketika Andrew berumur 16 tahun dia sudah bermain dalam ajang MMA yaitu pada tahun 2006.

Kegemarannya dalam dunia bela diri, Andrew juga pernah berlabuh di Thailand untuk mendalami dan mempelajari Muay Thai selama 5 tahun. Banyaknya pengetahuan bela diri yang dia punya, Andrew akhirnya beranjak masuk sebagai petarung One Fighting Championship atau lebih dikenal dengan sebutan ONE FC. ONE FC ini sendiri adalah kedua ajang kompetisi terbesar di dunia setelah UFC di urutan pertama [Amerika Serikat], dalam ajang ONE FC ini dipertandingkan Asia.

eXtremeINA-Andrew-Leone-profile (2)Dalam ajang ONE FC ini Andrew Leone adalah Top 2 in Asia, dia juga punya prestasi sebagai ONE FC World Title Contenders. Selain itu Andrew juga punya prestasi sebagai Top 25 world ranking dan Brown Belt BJJ.

Targetnya kedepan adalah pada april 2015 dia akan bertanding dalam ajang ONE FC untuk perebutan champions juara pertama ONE FC. Dia sangat siap dalam pertandingan tersebut dan sudah tidak sabar untuk menunggu momentum itu. Selain itu Andrew juga salah satu pelatih di Indonesia tepatnya di Jakarta Muay Thai Camp, Jakarta Selatan. Dia juga bertekat untuk mencari bakat petarung/ bela diri yang ada di indonesia.

“Jika ingin menjadi petarung yang baik, seringlah berlatih dan berlatihlah dengan keseriusan untuk meningkatkan kekuatan mental serta keberanian dalam diri kita. Kalau bisa berlatih dengan pelatih yang bagus untuk membangun diri kita lebih maju kedepan,”  ujarnya.

Text             : Nizar Galang Gandhimar

Photo’s        : Imanuel Eduard Nenabu

JAKARTA – eXtremeINA.com               Andrew Leone, dia yang terlahir pada 17 agustus 1989 di New York ini sangat senang dalam dunia bela diri. Dia mempunyai kakak laki-laki sebagai petarung ONE FC. Pria yang mempunyai hobi bermain surfing ini mulai mengenal dunia bela diri dari umur 5 tahun, kakak laki-laki nya sendirilah yang mengenalkan Andrew dalam dunia tersebut. Banyak […]

READ MORE

eXtremeINA_Heru_Anwari_profile (4)eXtremeINA.com              Motivasi yang membangun menjadikan seorang Heru Anwari sebagai rider BMX profesional. Menggiati BMX dengan kategori BMX Street dan BMX Flatland, merupakan kegiatan sehari-hari seorang rider pembawa nama baik kota Serang, bahkan membawa nama Indonesia di kancah Asia.

Berawal dari sebuah keisengan mencoba bermain BMX, pada tahun 2006 Heru memulai dengan bermain BMX dengan kategori BMX Street. Termotivasi oleh video di jejaring sosial tentang trick BMX, heru mulai mengenali dunia BMX. Tidak dari itu saja Heru mendapatkan motivasi, Ais adalah salah satu tokoh yang memotivasi Heru sehingga dapat memainkan 2 kategori dalam BMX, Ais memotivasi Heru dengan membuatnya bermain aman dengan BMX Flatland, bisa disebut aman karena dalam BMX Flatland tingkat resiko cideranya sangat minim.

Pada tahun 2008 Heru mengalami cedera parah pada bagian bahu, dan vacum untuk bermain BMX. Tidak dalam kompetisi Heru terjatuh pada saat latihan, pada saat itu Heru duduk dibangku SMP. Setelah 6 bulan Heru memulai karirnya kembali di dunia BMX dengan eksis di BMX Flatland.

Perjuangan Heru membuahkan hasil pada tahun 2009, prestasi yang ia kumpulkan selama itu menjadikan ia seorang rider BMX Wimcycle. Pada 2009 ia masih menjadi pembalap junior, dan pada tahun 2010 ia dipromosikan untuk mengikuti kompetisi di Indonesia.

eXtremeINA_Heru_Anwari_profile (6)

Selain menggeluti dunia BMX, ternyata Heru mempunyai sebuah toko perlengkapan BMX, tokonya itu diberi nama MGB berlokasi di Jalan Kyai H Abdul Fatah Hasan 33 Cijawa Serang, Banten.

eXtremeINA_Heru_Anwari_profile (5)

Prestasi yang Heru pernah juarai: Juara Umum Flatland 2011 open, Juara 4 Flat Attack BMX Flatland Malang, Juara 1 Kejurnas [JIXEPO 2013] open, Juara 1 Wimcycle BMX Open Championship Surabaya, Juara 3 Local Heroes Flatland open 2014 Menpora.

eXtremeINA_Heru_Anwari_profile (3)

Menurut Heru bagi pemula yang ingin mempelajari trick BMX ia harus konsisten pada trick itu, jangan pindah ke trick lain sebelum trick itu bisa. Tetap semangat, berlatih, dan safety gear jangan lupa dipakai.

Facebook: Heru Anwari

Twitter: @HeruAnwari

Text             : Arief Munandar

Photo’s       : Arif Ramdhani

eXtremeINA.com              Motivasi yang membangun menjadikan seorang Heru Anwari sebagai rider BMX profesional. Menggiati BMX dengan kategori BMX Street dan BMX Flatland, merupakan kegiatan sehari-hari seorang rider pembawa nama baik kota Serang, bahkan membawa nama Indonesia di kancah Asia. Berawal dari sebuah keisengan mencoba bermain BMX, pada tahun 2006 Heru memulai dengan bermain BMX dengan […]

READ MORE

eXtremeINA-Tommy-Skater-Profile (2)eXtremeINA.com                      Skater asal kota Padang Tommy Kurnia mengaku senang memacu adrenalinnya dengan bermain Skateboard, dirinya mengenal Skateboard dari teman sepermainnya dan dari video game, awal mula bermain skate sejak 2008, di kota asal nya yaitu Padang dirinya kurang mendapat perhatian dengan bakat yang dimilikinya, hal itu yang menyebabkan dirinya memutuskan untuk pindah ke Jakarta.

Dan terbukti beberapa sponsor mengikat dirinya, dari deck, wheels, bearing, truck, hingga baju dan celana “Sudah syukur Alhamdulillah ada yang membiayai,” ujar Skater yang hobi menabuh drum. Awalnya bermain Skateboard sempat di larang oleh kedua orangtuanya, karena olahraga ini sangaat berbahaya, setelah melihat anak kandungnya terus berlatih dan berkembang akhirnya Tommy mendapatkan restu dan dukungan dari kedua orangtuanya. Beruntung selama bermain skate Tommy baru mengalami cedera angkle bagian kanan, selebihnya belum ada kejadian yang membuatnya harus beristirahat bermain Skateboard.

eXtremeINA-Tommy-Skater-Profile (3)Kejuaran yang paling berkesan menurut dirinya adalah dalam event IOX 2014, karena dalam event itu dirinya mendapat undangan dan bukan ajang freeregist. Beberapa prestasi yang dia raih selama event Skateboard adalah, Finallis Piero Nation 2013, Finallis IOX 2014 Semarang, 1st Best Run Budi Luhur Skate Comp, 2nd Best Run Green Youth Comp Central Park, 1st Best Trick Crooz RWP 2014 Bekasi.

Untuk  para pemula yang ingin bermain Skateboard, Tommy berpesan agar jangan mudah takut jatuh dan terluka, karena semakin berani semakin percaya diri akan cepat berhasil menguasai berbagai trick. Harapan nya buat dunia Skate khususnya diwilayah bintaro ini semoga lebih bertambah anggotanya. Tommy juga berkata “Percuma teriak minta skate park kalau gak dimanfaatin, paling cuma buat nongkrong gajelas doang bukan buat berolahraga. Baginya lebih baik main Street, ini lebih solid dengan cara kami yang mengumpulkan uang demi membuat alat-alat seperti rail dan box.

Facebook: Stysher

Twitter: @Stysher

 

Text & Photo  : Tata Suhendar

eXtremeINA.com                      Skater asal kota Padang Tommy Kurnia mengaku senang memacu adrenalinnya dengan bermain Skateboard, dirinya mengenal Skateboard dari teman sepermainnya dan dari video game, awal mula bermain skate sejak 2008, di kota asal nya yaitu Padang dirinya kurang mendapat perhatian dengan bakat yang dimilikinya, hal […]

READ MORE

eXtremeINA-Naken-Wijaya-Skateboard_profile (1)eXtremeINA.com               Naken Wijaya  atau dengan panggilan akrabnya Naken adalah salah satu orang penghobi yang sekaligus berprestasi dalam olahraga Skateboard bahkan telah menjadi Skater yang cukup dikenal di Jakarta.

Pemuda  kelahiran Palembang  30 Januari 1994  ini pada awalnya tertarik belajar bermain Skateboard ketika melihat iklan di TV dan akhirnya Naken mulai belajar dan menekuni Skateboard sejak 6 atau 5 tahunan lalu  ketika masi sekolah.

Dalam mengembangkan hobinya di dunia Skateboard, Naken sangat didukung oleh keluarga dalam bermain Skateboard. Dengan semangat dan kecintaannya terhadap hobinya maka tak heran dia lumayan menguasai beberapa 5 on flat trick Skateboard dan namanya tak asing khususnya di kalangan pecinta street Skateboard.

Penghobi Grafiti juga Beatbox ini, rutin bermain skate di Taman Honda, sering mengikuti kejuaraan dan sering menyabet gelar dalam beberapa kontes Skateboard seperti Best Trick Box dalam acara CROOZ Ride With Pride 2013, Best Kick Flip acara Get Ink Mega Kuningan 2010, Game of Skate Crooz  Ride With Pride Ancol 2012, Best Trick Dropin Crooz Ride With Pride 2012.

eXtremeINA-Naken-Wijaya-Skateboard_profile (4)

Pemuda yang humoris ini, pertama kali mengikuti kompetisi skate pada acara Adidas 24 hours di Senayan pada tahun 2010 ini disponsori oleh Shining Bright.

eXtremeINA-Naken-Wijaya-Skateboard_profile (3)

“Untuk harapan kedepan agar orang  makin banyak yang bermain di olahraga ini dan pemerintah mendukung fasilitas untuk bermain skaterboard contohnya menyediakan skate park dan juga untuk penerangan di taman Honda Tebet diperbaiki agar bisa bermain lebih lama lagi.” ujar Naken.

Text             : Febryantino Nur Pratama

Photo’s       : Arif Ramdhani

eXtremeINA.com               Naken Wijaya  atau dengan panggilan akrabnya Naken adalah salah satu orang penghobi yang sekaligus berprestasi dalam olahraga Skateboard bahkan telah menjadi Skater yang cukup dikenal di Jakarta. Pemuda  kelahiran Palembang  30 Januari 1994  ini pada awalnya tertarik belajar bermain Skateboard ketika melihat iklan di TV dan akhirnya Naken […]

READ MORE

agiet-arie_profile (2)eXtremeINA.com                   Mohammad Agiet Aria Kusuma adalah seorang atlet Gantolle yang mewakili Porda Kota Bandung. Lahir pada tanggal 29 November 1986, Agiet lahir dari kelurga Gantolle. Ayahnya yang bernama Yeye Sukmaya adalah seorang pilot Gantolle, yang pernah mendapatkan juara 3 Kejuaraan Gantolle di Wonogiri pada tahun 1994. Sementara Paman nya yang bernama Koesnadi Bohon juga seorang pilot Gantolle yang pernah mendapatkan medali emas di PON Riau pada tahun 2012. Selain itu kakak kandung Agiet yang bernama Mohammad Adi Ibrahim juga seorang atlet Gantolle yang mewakili Porda Kabupaten Garut.

Pria kelahiran Bandung ini memulai penerbangannya pada saat masih menduduki bangku kelas 1 SMA, dan untuk pertama kalinya pada tahun 2010 Agiet mulai ikut Kejuaraan Nasional Gantolle Huta Ginjang di Sumatra, dan dia langsung dinobatkan sebagai pilot termuda yang ikut dalam Kejuaraan Nasinal tersebut.

agiet-arie_profile (3)Tidak sampai disitu saja, seiring berjalannya waktu prestasi-prestasi lainnya juga Agiet dapatkan seperti, Juara 3 ketepatan mendarat di Kejuaraan Porda Jawa Barat pada tahun 2010, Juara 2 Kejuaraan Nasional Banjar Baru Kalimantan Selatan, Juara 2 Ketepatan Mendarat Kejuaraan Nasional tahun 2010 di Jember, Juara 2 Bogor Cup Ketepatan Mendarat pada tahun 2011, Juara 1 Cross Country di Wonogiri tahun 2014, Juara 1 Streamer Catching di Wonogiri Tahun 2014, dan yang paling terbaru adalah, Agiet berhasil mendapatkan juara ke 2 dengan ketepatan mendarat di Kejuaraan Porda Jabar yang diselenggrakan di Cililin Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2014.

Selain keluarga yang menginspirasinya dalam mengembangkan skill dalam bermain Gantolle, ada nama lain yang juga menjadi panutan Agiet dalam bermain Gantolle. Dia adalah Jhonny Duran seorang pilot Gantolle asal Australia dan Manfred Rhumer dari Austria.

agiet-arie_profile (5)

Disela-sela kesibukannya berkompetisi di Kejuaraan Gantolle, Agiet juga bermain dan sangat menyukai olahraga ekstrem lainnya, seperti Offroad motor dan Surfing. Sebagai atlet daerah yang penuh dengan prestasi, Agiet juga tergabung dalam Komunitas Gantolle di Bandung yang bernama Flamenggo. Selain itu Dia juga berpesan kepada para pilot muda yang ingin mengembangkan karirnya sebagai pilot Gantolle, pesan seorang Agiet adalah jangan jangan pernah bosan untuk latihan, agar skill dan filling bermain Gantolle makin terasah.

agiet-arie_profile (4)

Perkembangan Gantolle di Indonesia dinilainya masih belum berkembang, semua itu dikarenakan keterbatasan alat sebagai pendukung untuk bermain Gantolle. Maka harapan dia pada pemerintah adalah, pemerintah sering membuat event atau Kejuaraan Gantolle di Indonesia, selain itu pemerintah juga dapat memfasilitasi semua perlengkapan dan juga tempat yang dibutuhkan untuk bermain Gantolle. Dengan begitu anak-anak muda Indonesia akan tertarik untuk bermain Gantolle, dan bukan tidak mungkin Indonesia akan  memiliki pilot-pilot muda Gantolle yang berbakat dan dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photo’s            : courtesy of Agiet Aria

eXtremeINA.com                   Mohammad Agiet Aria Kusuma adalah seorang atlet Gantolle yang mewakili Porda Kota Bandung. Lahir pada tanggal 29 November 1986, Agiet lahir dari kelurga Gantolle. Ayahnya yang bernama Yeye Sukmaya adalah seorang pilot Gantolle, yang pernah mendapatkan juara 3 Kejuaraan Gantolle di Wonogiri pada tahun 1994. Sementara […]

READ MORE

eXtremeINA-Teja-BMX-profile (2)eXtremeINA.com    Penggiat Street BMX selalu menggunakan safety gear dalam setiap melakukan aksinya, demikian dengan seorang rider BMX yang biasa dikenal dikalangan BMX dengan sebutan Teja, Teja adalah salah satu penggiat Street BMX yang bermental baja, hal itu terbukti saat diberi obstacle jumping Teja sangat lihay dalam melakukan trik Backflip.

Teja yang mempunyai nama asli Ardika Winata ini lahir di Medan, membesarkan nama wilayah Medan sudah mencapai kancah Asia, salah satunya ia pernah mengikuti kompetisi di Yogyakarta dalam event IOXC. Teja menampilkan Backflip Tailwhip trick dalam event tersebut, dan itu memecahkan sejarah di Indonesia yang menampilkan trik itu.

eXtremeINA-Teja-BMX-profile (4)

Dalam melakukan trik tersebut Teja mengaku sering berlatih dengan semangat dan keyakinan yang tinggi akhirnya ia bisa melakukan tersebut. Menurutnya hal yang pertama dilakukan dalam mempelajari trik adalah keyakinan dan memakai safety, dengan hal itu Teja yakin semua hal yang sulit akan terasa mudah jika diawali dengan keyakinan yang matang.

Sejumlah prestasi  ia dapatkan dan baru-baru ini iya mendapat  penghargaan  menjadi  rider terbaik di Indonesia dalam event nasional yang diadakan Asosiasi BMX Indonesia [LOCAL HEROES 2014] yang digelar di lapangan KEMENPORA, Jakarta Pusat. Teja juga mendapat peringkat pertama dalam event tersebut, di dalam kelas open Street BMX.

eXtremeINA_Hari Terakhir Final Local Heroes, Teja Memukau_news (1)

Backflip No Hand trick ini terbilang sulit dilakukan, tidak demikian dengan Teja, ia melakukan hal tersebut dengan sempurna pada Local Heroes 2014, dan itu merupakan kali pertama ia melakukan trik tersebut dan ditonton para rider BMX, trik  yang menjadi andalan Teja dalam berkompetisi adalah Flair, menurutnya trick itu adalah trick yang sulit dilakukan bahkkan dirinya sering gagal dalam melakukannya.

eXtremeINA-Teja-BMX-profile (6)

Jika kalian ingin melakukan trick tersebut Teja berpesan untuk memperhatikan safety gear dan keyakinan, jika jatuh jangan dilawan arusnya, jika dilawan akan fatal akibatnya.

Twitter:  @TejaBMX

Instagram: Teja_BMX

Facebook:  Ardika Winata

Text & Photo : Arief Munandar

eXtremeINA.com    Penggiat Street BMX selalu menggunakan safety gear dalam setiap melakukan aksinya, demikian dengan seorang rider BMX yang biasa dikenal dikalangan BMX dengan sebutan Teja, Teja adalah salah satu penggiat Street BMX yang bermental baja, hal itu terbukti saat diberi obstacle jumping Teja sangat lihay dalam melakukan trik Backflip. Teja yang mempunyai nama asli Ardika […]

READ MORE

eXtremeINA-Kampex-Dirt-Jump_profile (1)JAKARTA – eXtremeINA.com            Muhamad Khamdi atau dengan panggilan akrabnya Kampex adalah salah satu orang penghobi yang berprestasi dalam Olahraga Dirt Jump maupun 4X [Four Cross] bahkan pernah menjadi atlet BMX Cross pada saat ia masih tinggal di kota asalnya pada tahun 2003-2009.

Pria kelahiran Pekalongan 5 Juni 1985 ini sudah mahir  di olahraga BMX Cross sejak masih SMA, namun pada tahun 2010 sempat vakum dan aktif kembali 2012 dan berganti haluan bermain sepeda dan memilih aliran MTB Dirt Jump sampai sekarang. Kampex, sebagai salah satu Dirt Jumper asal kota batik tersebut pernah menorehkan prestasi hingga menjadi atlet kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

eXtremeINA-Kampex-Dirt-Jump_profile (3)

Dalam mengembangkan hobinya di dunia Dirt Jump, Kampex sangat didukung oleh istri dan keluarga tercinta. Dengan semangat dan kecintaannya terhadap hobinya maka tak heran dia dapat menguasai trik seperti Nothing, X-Up, Superman, Table Top, Switch No Hand dan Hell Kicker.

Selama menjadi penghobi Dirt Jump dan menjadi altet BMX Cross di daerah kelahirannya kabupaten Cilacap. Kampex sudah menoreh banyak prestasi sejak masi muda dulueperti Audie Race Lintas Radar Jakarta ia mendapatkan juara 3 4X pada tahun 2012 lalu. Bahkan Kampex sapaan akrab sehari harinya ini pernah ditawari menjadi pelatih BMX Cross di kabupaten Pekalongan namun ia tidak mau, dia lebih memilih dunia kerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

eXtremeINA-Kampex-Dirt-Jump_profile (2)

Untuk mendukung segala perlengkapan dan penampilannya dalam bermain Dirt Jump, Khamdi didukung beberapa sponsor, Deco Indonesia dan beberapa bengkel mountain bike seperti Ronibike, dan Yeti Tribe Indonesia.

eXtremeINA-Kampex-Dirt-Jump_profile (5)

“Untuk harapan kedepan semoga tempat latihan anak-anak Dirt Jump tidak ditutup karena di Senayan hanya satu-satunya di Jakarta yang letaknya strategis, dan siapa saja bisa bermain bersama. Tanpa kecuali. Hampir seluruh penggemar Dirt Jump di wilayah jakarta sudah sering mampir di senayan, makanya sayang sekali kalau pihak GBK menutup arena tersebut,” Tutur Kampex.

Fb: Kampex Muhamad Khamdi

Twitter: @kampex

Text             : Febryantino Nur Pratama

Photo’s        : Arif Ramdhani

JAKARTA – eXtremeINA.com            Muhamad Khamdi atau dengan panggilan akrabnya Kampex adalah salah satu orang penghobi yang berprestasi dalam Olahraga Dirt Jump maupun 4X [Four Cross] bahkan pernah menjadi atlet BMX Cross pada saat ia masih tinggal di kota asalnya pada tahun 2003-2009. Pria kelahiran Pekalongan 5 Juni 1985 ini sudah […]

READ MORE

eXtremeINA-Didi-BMX_profile (2)eXtremeINA.com                                 Didi Tria Sanjaya seorang pemain BMX senior yang telah mengetahui suka duka dalam olahraga BMX Indonesia. Sejak tahun 1999 ia sudah menggeluti dunia BMX, sebelum menggeluti dunia BMX ia berawal bermain sepeda MTB. Bermain sepeda MTB hingga sepedanya rusak, pada saat rusak Didi mengganti sepedanya dengan sepeda BMX, barulah ia menjiwai dunia BMX dan bertemu dengan komunitas Bandung BMX.

Kendala demi kendala sudah dilewati oleh Didi dalam menggeluti dunia BMX, salah satu kendala menurut Didi adalah area bermain BMX. Didi juga dikatakan sebagai pemerhati BMX khususnya di daerah Bandung. Melihat perkembangan BMX di kampung halamannya, menurutnya ia dengan memperhatikan hal tersebut ia bisa mengetahui perkembangan komunitas di Bandung, dari semangat anggota dalam latihan sampai sifat anggota yang membuat perkembangannya menurun. Oleh dengan itu guna dari pemerhati itu adalah sebagai wadah penyemangat para pemain BMX yang mulai kendor dalam latihannya.

eXtremeINA-Didi-BMX_profile (5)

BMX terdahulu berbeda dengan sekarang, menurut Didi berbeda karena kalau dahulu mencari sparepart untuk sepeda BMX sangat sulit didapatkan, bahkan sampai ke luar negeri untuk mendapatkan itu. Kalau sekarang sudah mudah untuk mendapatkan itu semua, tanpa harus keluar negeri kita sudah mendapatkannya.

Kesibukan Didi tidak sampai itu saja, ia membuka toko penjualan sparepart BMX. 2DBMX adalah toko Didi yang menjual sparepart lokal. Selain itu Didi juga sebagai pencipta dari Kate Bike yang sudah mendunia, perbedaan yang mendetail dari kate bike membuat suatu keunikan tersendiri. Menurutnya menduniannya Kate Bike itu berkat dari teman-teman yang mengeshare video ke you tube, dari situlah mulai  Kate Bike dikenal dimata dunia.

eXtremeINA-Didi-BMX_profile (1)

Selain bermain BMX Didi juga sering menjadi Master Cemony (MC) didalam event kompetisi BMX maupun MTB. Menurutnya menjadi MC di kompetisi BMX adalah salah satu kelebihan dan menjadi keuntungan dalam menggeluti hobinya. Saat menjadi MC Didi sering mencetuskan kata-kata penyemangat untuk rider yang sedang mengikuti kompetisi, dengan candaan, menurutnya bisa membuat rasa gerogi rider hilang.

Tips pemula untuk para pemula dari Didi adalah berlatih, pahami trik, dan jangan menyepelekan safety gear.

Text & Photo’s : Arief Munandar

eXtremeINA.com                                 Didi Tria Sanjaya seorang pemain BMX senior yang telah mengetahui suka duka dalam olahraga BMX Indonesia. Sejak tahun 1999 ia sudah menggeluti dunia BMX, sebelum menggeluti dunia BMX ia berawal bermain sepeda MTB. Bermain sepeda MTB hingga sepedanya rusak, […]

READ MORE

yoshi-pasha_profile (2)eXtremeINA.com            Sensasi terbang di langit  membuat Yoshi Pasha ketagihan untuk mencoba dan pada akhirnya ia menemukan bakatnya sebagai atlet paralayang. Mengenal paralayang di Batu Malang, Jawa Timur pada awal 2006 Yoshi mempelajari dasar-dasar paralayang dan pertama kali terbang pada tahun tersebut dengan bimbingan instruktur alm. Agung Wicaksono.

Menurut Yoshi paralayang adalah olahraga yang paling ringan, fleksibel dan relatif terjangkau. Seseorang bisa merasakan sensasi terbang di udara tanpa harus menggunakan mesin dan memiliki kemungkinan untuk mengeksplore ketinggian dan jarak tempuh menggunakan cara-cara yang disediakan oleh alam.

yoshi-pasha_profile (4)Keinginan yang matang menjadi pilot paralayang membuat seorang kelahiran Malang ini membuahkan hasil yang memuaskan dengan prestasi yang ia dapat di dunia paralayang, tentunya hal tersebut hal yang membanggakan untuk dirinya ataupun orang tuanya. Dalam mewujudkan impiannya tentunya Yoshi didukung oleh orang-orang yang memotivasinya, “Sugeng Santoso, Bodhi Suprana, Get Gendon Subandono, Bima Putra, Agus Ariyanto, Ismoyo, Yustira Ramadhani, Eliza Manueke, Teguh TG Suprayitno adalah sebagian dari banyak tokoh besar paralayang Indonesia yang menginspirasi saya.” Ujar Yoshi

Pertama kali mengikuti lomba paralayang XC di kota Lijak, Slovenia, Yoshi bertanding bersama para top pilot dunia dari Italia, Slovenia, Jerman, Austria dan lain-lain. Sementara pengetahuan untuk teknis berlomba juga masih sangat minim. Alhasil, Yoshi hanya menduduki peringkat 106 di akhir kompetisi. Tapi dari kekalahan itu tidak membuat Yoshi menjadi putus asa, berlatih dan berlatih yang ia lakukan akhirnya membuahkan hasil, ia menjadi orang Asia pertama yang lolos kualifikasi Austrian Paragliding League, dan menjadi orang Asia pertama yang menjadi juara Australian Paragliding League di kelas Pendatang Baru pada tahun 2014.

Menurut Yoshi Paralayang bisa membuka banyak kemungkinan baru dalam hidup. Prestasi adalah rewards bagi yang serius melatih dirinya dalam  paralayang, Sensasi Adrenaline dan unforgetfull moments bagi yang menyukai exploring alam melalui terbang XC, acro ataupun Hike ‘n Fly, Pengetahuan baru yang tidak terbatas bagi yang menyukai science, atau se simple foto-foto keren yang bakal dimiliki bagi sebagian orang sembari terbang.

Web: http://yoshipasha.webs.com

FB:  yoshi.pasha

IG: yoshipasha

Twitter: @YoshiPasha

Text                       : Arief Munandar

Photo’s                : courtesy of Yoshi Pasha

eXtremeINA.com            Sensasi terbang di langit  membuat Yoshi Pasha ketagihan untuk mencoba dan pada akhirnya ia menemukan bakatnya sebagai atlet paralayang. Mengenal paralayang di Batu Malang, Jawa Timur pada awal 2006 Yoshi mempelajari dasar-dasar paralayang dan pertama kali terbang pada tahun tersebut dengan bimbingan instruktur alm. Agung Wicaksono. Menurut Yoshi paralayang adalah olahraga yang paling ringan, […]

READ MORE

eXtremeINA-Moonthink-profile (2)eXtremeINA.com                 Herman Sulaeman adalah salah satu penghobi dan sekaligus pembawa nama baik Indonesia khususnya di dunia BMX. Herman Sulaeman atau sering dipanggil Moontink ini berasal dari Cianjur dan sekarang ia tinggal di DKI Jakarta. Penggiat olahraga BMX ini adalah salah satu atlet yang paling dikagumi oleh sebagian pecinta BMX.

Kelihaiannya dalam bersepeda BMX ini, menjadikan dirinya adalah sosok yang sering dinantikan event-event kompetisi di Indonesia. Banyak yang bilang kalau Moontink adalah Raja BMX freestyle Indonesia.

eXtremeINA-Moonthink-profile (3)Berawal dari melihat majalah olahraga ekstrem tahun 1992, dan menonton video BMX  dari Negara luar membuat Moontink meniatkan dirinya untuk bisa memainkan sepeda BMX. Menekuni BMX olahraga ekstrem merupakan hal yang membanggakan bagi Moontink, karena bukan hanya hobi, tetapi dari hobi ini ia bisa mendapatkan uang untuk kebutuhan hidupnya.

Walaupun awalnya mendapat kecaman dari orang tua, Moontink tetap berambisius menekuni niatnya untuk bisa bermain olahraga BMX. Alasan orang tuanya melarang bermain BMX karena Olahraga BMX adalah olahraga yang yang terbilang ekstrem. Tetapi, bukan bermaksud untuk membantah atau melawan pembicaraan orang tuanya, tetapi Moontink membuktikan kepada kedua orang tuanya kalau ia memang berbakat di dunia olahraga BMX.

eXtremeINA_Moonthink_profile (6)Dengan mengikuti kompetisi di kancah Internasional pada tahun 2000 di Jakarta, membuat Moontink menunjukan kepada Orang tuanya bahwa ia memang benar-benar berbakat di dalam dunia BMX. Dan Pada akhirnya Orang tua Moontink sadar akan bakatnya tersebut, sehingga pada saat itulah Moontink membuang pikiran negatif Orang tuanya tentang olahraga BMX yang ekstrem, menjadi olahraga yang  membanggakan. Dan inilah awal mulai karir Herman Sulaiman di dunia BMX.

Moontink pernah menciptakan Rekor Muri dengan Loncatan setinggi 3,75 cm, ini membuat Moontink mendapat berbagai sponsor dari berbagai brand. Pernah juga meraih pringkat ke 5 di kancah Asia. Dan yang tidak terlupakan Moonthink juga pernah mengikuti kompetisi Asia Big Air di Macau dan mendapat juara III. Tidak hanya seorang atlet propesional tapi ia adalah seorang pengamat BMX di Indonesia, dan ini membuat ia ditunjuk menjadi Juri di beberapa Kompetisi di Indonesia.

eXtremeINA_Moonthink_profile (4)

Sebagai pengamat BMX, Moontink berpendapat bahwa penggiat BMX di Indonesia perkembangannya sangat pesat. “Di Asia, Indonesia adalah Negara penghasil komunitas BMX terbesar, terutama di Jakarta” ujar Moontink

Bagi anda yang ingin bisa seperti Moonthink kuncinya adalah latihan, latihan pada pagi hari, untuk fisik, dan latihan di sore hari untuk skill. Hindari kalau bisa untuk tidak merokok, agar pernapasan mudah diatur, dan fisik menjadi kuat.

FB: Moontink Bilga

Twitter: @moontinkbilga

Text & Photo’s : Arief Munandar

eXtremeINA.com                 Herman Sulaeman adalah salah satu penghobi dan sekaligus pembawa nama baik Indonesia khususnya di dunia BMX. Herman Sulaeman atau sering dipanggil Moontink ini berasal dari Cianjur dan sekarang ia tinggal di DKI Jakarta. Penggiat olahraga BMX ini adalah salah satu atlet yang paling dikagumi oleh sebagian pecinta BMX. Kelihaiannya dalam bersepeda BMX ini, […]

READ MORE

eXtremeINA.com                Panji Susanto adalah seorang atlet Climbing Profesional. Lahir pada tangga 19 Mei tahun 1972, Panji Susanto memulai karir Climbingnya sejak tahun 1990, dan dinding pertama yang dia panjat adalah dinding buatan yang terdapat di Kemenpora. Walaupun untuk mengembangkan karirnya dia tidak mendapat dukungan dari keluarganya, Panji tetap berjuang dan bekerja keras demi mencapai cita – citanya untuk menjadi atlet Climbing yang berprestasi.

eXtremeINA_Panji Susanto Climbing Bukan Sekedar Hobi, Sudah Jadi Bagian Dari Hidup_profile (2)

Pada tahun 1991 Panji mengikuti kejuaran Climbing pertamanya di Salatiga dan langsung mendapatkan juara 3, karena dia tidak mendapatkan sumber dana untuk bermain Climbing hadiah yang diperoleh dari Kejuaran tersebut digunakan untuk membeli segala perlengkapan untuk Climbing, mula dari harness, sepatu dan yang lainnya.

eXtremeINA_Panji Susanto Climbing Bukan Sekedar Hobi, Sudah Jadi Bagian Dari Hidup_profile (1)Selain itu Korea menjadi negara pertamanya yang diikuti dalam kejuaraan Climbing bertaraf Internasional, dan dia berhasil mendapatkan peringkat ke 9. Setelah itu negara-negara lain seperti Jepang, Filipina, Thailand dan Kejuaraan yang paling membanggakan baginya adalah, Panji berhasil memperoleh Juara ketiga di Kejuaraan Climbing yang diselenggarakan di Singapura.

Pengorbanan yang dilakukan panji untuk meneruskan karirnya di dunia Climbing mendapatkan cobaan pada tahun 2011, pada saat dia berlatih untuk mempersiapkan Kejuaraan Extreme Games di Thailand dia terjatuh diketinggian 10 meter pada saat memanjat tebing setinggi 30 meter di Gunung Puteri tanpa menggunakan tali. Walaupun harus mengalami cedera yang parah, dia tidak kapok dan tetap meneruskan karirnya sebagai atlet Climbing professional, karena Climbing sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Perkembangan Climbing di Indonesia dinilainya sangat mengalami kemajuan yang sangat pesat, terbukti dengan semakin banyak anak yang sudah mengikuti kelas climbing dan masuk kedalam skuad porda di setiap daerahnya, tentunya dengan skill dan pengetahuan tentang Climbng yang luas.

Panji pensiun menjadi atlet pada tahun 2005, Manis pahit dunia Climbing sudah Panji rasakan, dengan tidak mendapat dukungan dari keluraga dan sampai harus rela kuliahnya tidak selesai, tapi Panji membuktikannya dengan berbagai prestasi yang dia peroleh. Panji berhasil masuk kedalam lima besar atlet Climbing tingkat Asia.

Setelah pensiun pada tahun 2005 Panji mendirikan kelas Climbing di Kuningan, Jakarta, dan dia terjun langsung untuk menjadi instrukturnya. Dengan berbagai pengalamannya di dunia Climbing, dia mendapatkan banyak sekali teman, dan dia ditawari sebagai Marketing di salah satu toko Petzl asal Perancis yang menyediakan perlengkapan Climbing.

Text            : Bambang Vidiatmoko

Photo’s       : Arief Munandar

eXtremeINA.com                Panji Susanto adalah seorang atlet Climbing Profesional. Lahir pada tangga 19 Mei tahun 1972, Panji Susanto memulai karir Climbingnya sejak tahun 1990, dan dinding pertama yang dia panjat adalah dinding buatan yang terdapat di Kemenpora. Walaupun untuk mengembangkan karirnya dia tidak mendapat dukungan dari keluarganya, Panji tetap […]

READ MORE

eXtremeINA-Vandi-Pratama-Inline-Skate_profile (2)JAKARTA – eXtremeINA.com              Vandi Pratama Nugraha atau Poni dengan panggilan akrabnya adalah salah satu orang yang hobi dan berprestasi dalam Olahraga Aggressive Inline Skate. Pria kelahiran Jakarta, 10 Juli 1990 ini sudah mahir  di olahraga Inline Skate sejak usia 8 tahun, namun pada tahun 2000 sempat vakum dan aktif kembali 2009 sampai sekarang. Poni, sebagai salah satu Inline Skate asli Jakarta yang pernah menorehkan prestasi di kancah Internasional maupun Nasional.

eXtremeINA-Vandi-Pratama-Inline-Skate_profile (5)Dalam mengembangkan karirnya di Aggressive Inline Skate, Poni sangat mendapat dukungan dari orang tuanya, dengan semangat yang gigih dan kecintaannya dengan extreme sport ini, Poni membuktikan kepada orang tua dan keluarganya bahwa ia dapat membanggakan keluarga. Selain hobi olahraga Inline Skate, Poni juga seorang pria yang hobi membaca.

Selama karirnya menjadi pemain Inline Skate, sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh Poni, baik Nasional maupun Internasional. Awal pertama kali karir 2010 Kompetisi Truespin Street di Jakarta dan meraih Juara 1.Juara 9 IOXC 4, Palembang 2011. Juara 3 Roller Monster 2, Samarinda 2012. Juara 18 AXC Malaysia 2013. Juara 1 Jepara Invitational, Jepara 2014 dan masih banyak lagi prestasi yang diraih. Poni setiap tahunnya selalu mendapatkan prestasi, dan pria yang hobi membaca ini menjadi 8 besar se Asia dan di tingkat Indonesia/Nasional 3 besar.

Untuk mendukung segala perlengkapan dan penampilannya dalam bermain Aggressive Inline Skate, Vandi Pratama  didukung beberapa sponsor tenama, Cupu Bladers, Gazelle, Workout, Flux, Shy Shy Kat, KMO Eyewear, Vergils, Zeca Watch, dan The Straight Vision.

eXtremeINA-Vandi-Pratama-Inline-Skate_profile (3)

“Saya berharap Pemain Inline Skate Indonesia diakui di kancah Nasional maupun Internasional sebagai atlet-atlet berbakat dan juga yang berprestasi. Dan pemerintah mau memberikan sedikit lahan di Kota Jakarta untuk dibuat skatepark bertaraf internasional”, Tutur Poni.

Text & Photo’s : Diah Sandarani

JAKARTA – eXtremeINA.com              Vandi Pratama Nugraha atau Poni dengan panggilan akrabnya adalah salah satu orang yang hobi dan berprestasi dalam Olahraga Aggressive Inline Skate. Pria kelahiran Jakarta, 10 Juli 1990 ini sudah mahir  di olahraga Inline Skate sejak usia 8 tahun, namun pada tahun 2000 sempat vakum dan aktif […]

READ MORE

eXtremeINA_M_Iqbal_profile (3)eXtremeINA.com                                 M. Iqbal Rider Vespa Balap asal Bogor. Awalnya tertarik pada dunia balap Vespa M. Iqbal mendapat kecaman orang tuanya. Kegiatan yang berbahaya yang dapat membuat ia patah tulang ini sangat dilarang oleh orang tuanya.

M. Iqbal ingin membawa nama baik dirinya di dunia Vespa Balap, pada tahun 2011 ia memulai dengan mencoba, dan berlatih untuk menjadi rider. Berawal dengan kepahitan, ia mendapat banyak pengalaman. Dari terjatuh, dan terkilir, tidak membuat seorang Iqbal jerah, melaikan ia semangat menghadapi dunia, khususnya pada Vespa Balap.

Imola adalah nama event pertama yang ia juarai, event yang di gelar di Tasikmalaya membuahkan hasil yang membanggakan bagi Iqbal, ia mendapat juara 2 pada saat itu. Kesenangan Iqbal belum berakhir sampai situ saja, ia juga mendapatkan ijin menjadi rider oleh orang tuanya. Menurut Iqbal, bukan hanya sekedar memberi ijin tetapi mendukung dirinya menggeluti dunia balap.

Ia bisa seperti ini karena latihan yang keras, dengan niat yang matang dan kepercayaan kepada mekanik ia bisa seperti ini.

eXtremeINA_M_Iqbal_profile (2)

Menurutnya hal yang tersulit ketika dilintasan adalah, saat rider yang berada didepan tidak memberi sela untuk membalap, padahal motor yang didepan tersebut kecepatannya cukup dibilang melambat. Faktor cuaca juga dapat dibilang sebagai faktor utama yang berpengaruh dilintasan. Hujan salah satu faktor yang sangat maenstrim, ketika mulai start lintasan kering dan berubah saat hujan datang yang membuat trek menjadi basah disitulah skill rider diperlukan.

eXtremeINA_M_Iqbal_profile (4)

Tips untuk Pemula yang ingin menggeluti dunia balap menurut Iqbal. Pertama keyakinan, kedua latihan fisik, ketiga percaya dengan mekanik, dan keempat terbuka dengan siapa saja, dan Yang  kelima  berdoa.

 

Text                : Arief Munandar

Photo’s           : Aditya Oktavirmana

eXtremeINA.com                                 M. Iqbal Rider Vespa Balap asal Bogor. Awalnya tertarik pada dunia balap Vespa M. Iqbal mendapat kecaman orang tuanya. Kegiatan yang berbahaya yang dapat membuat ia patah tulang ini sangat dilarang oleh orang tuanya. M. Iqbal ingin membawa nama baik dirinya di dunia Vespa Balap, pada tahun 2011 ia memulai dengan mencoba, dan […]

READ MORE

eXtremeINA_Rian_BMX_profile (5)eXtremeINA.com      Kota Depok adalah awal mula Andrian Dwi Pradipta menekuni hobinya sebagai rider BMX Street. Lahir di Jakarta, 14 April 1997, Adrian atau biasa disebut adalah rider BMX Profesional yang cukup dibilang muda.

Tinggal di GDC [Grand Depok City] membuat Rian bergabung di komunitas BMX Depok. Banyaknya teman dikomunitas ini, membuat Rian termotivasi untuk mempelajari skill, dan bianya sering melakukan shering hal-hal baru khususnya diseputaran BMX.

eXtremeINA_Rian_BMX_profile (2)Mulai menekuni olahraga ekstrem BMX pada tahun 2009, Revi adalah salah satu orang yang memotivasi Rian untuk bermain Sepeda BMX. Dan yang menjadi guru seorang Rian sampai saat ini adalah Andre Gokil, menurut Rian ia adalah salah satu orang yang memotivasinya hingga seperti saat ini.

Selain menekuni dunia BMX, Rian adalah seorang pelajar kelas 12 di SMA 2 Depok. Sebagai seoarang pelajar, Rian tidak lupa untuk membagi waktu antara belajar, dan latihan BMX. Latihan yang rutin membuat Rian menjadi terbiasa pada saat melewati rintangan di Kompetisi BMX.

Selama hidup di dunia BMX Rian mendapatkan sejumlah prestasi, yang diantaranya adalah, Juara 1 BMX Street Junior Menpora, Juara 1 Best Trick Open Bogor, Juara 2 BMX Dirt Jump Open Halim, Juara 3 MTB Long Jump Senayan, Juara 1 MTB Dirt Jump Bogor, dan baru-baru ini Rian mendapatkan Juara 3 BMX Street Pro Mugi Mugi Bike.

Diantara prestasi tersebut, Rian mengaku kalau menjadi Juara 1 di Dirt Jump Bogor adalah suatu hal yang tidak pernah dilupakan, karena ini merupakan prestasi pertama yang didapat oleh Rian. Sebelum ia mendapatkan prestasi, Rian di kecam tidak boleh mengikuti latihan BMX oleh orang tuanya. Menurut orang tuanya ini adalah olahraga yang berbahaya. Sikap orang tua yang demikian membuat Rian menunjukan kepada keluarganya kalau ini adalah hobi dan juga bakatnya. Sehingga pada saat ia mendapatkan Prestasi, orang tuanya baru yakin ia berbakat.

eXtremeINA_Rian_BMX_profile (3)

Sepeda yang digunakan Rian adalah sepeda BMX yang di bilang sederhana. Rian tidak akan mengganti sepedanya kalau benar-benar belum rusak, menurutnya dengan mengikuti perkembangan brandit membuat pemborosan dibagian keuangannya. Ujar Rian

Selain Hobi bermain BMX terkadang Rian menyempatkan waktunya untuk bermain Futzal bersama teman-temannya, dan ini membuat fisik Rian terjaga terus.

eXtremeINA_Rian_BMX_profile (4)

Menurut Rian perkembangan BMX di Indonesia sudah lumayan pesan dibandingkan dahulu, kalau dahulu belum banyak yang tahu BMX, tapi sekarang sudah banyak komunitasnya di kota-kota besar. Rian mengaku kalau dikotanya belum ada tempat Latihan BMX yang resmi dibangun oleh Pemerintah, padahal disini banyak atlet BMX berprestasi.

 

Fb: Adrian Dwi Pradipta

Twitter: @RianDwiPradipta

 

Text & Photo’s : Arief Munandar

eXtremeINA.com      Kota Depok adalah awal mula Andrian Dwi Pradipta menekuni hobinya sebagai rider BMX Street. Lahir di Jakarta, 14 April 1997, Adrian atau biasa disebut adalah rider BMX Profesional yang cukup dibilang muda. Tinggal di GDC [Grand Depok City] membuat Rian bergabung di komunitas BMX Depok. Banyaknya teman dikomunitas ini, membuat Rian termotivasi […]

READ MORE

eXtremeINA_Joseph_Epos_Falcone_profile (3)eXtremeINA.com                 Seorang Longboarder asal Filipina yang bermain Longboard sejak tahun 2006 telah mengikuti event di dalam negeri tercinta ini Indonesia. Menurutnya Longboard telah membawa dirinya untuk bisa mengenal kebudayaan beragam di beberapa Negara, memang karena ia sering mengikuti event di luar negeri.

Joseph Epos Falcone pecinta Longboard ini mengaku kalau ia suka Longboard karena dapat menyatukan orang banyak dan dari olahraga ini ia mendapatkan banyak teman di beberapa Negara.

Lahir di Lapo Lapo City Filipina, Epos mengikuti kejuaraan Longboard profesional sejak tahun 2008. Juan Daso adalah mentor dan juga mengenalkan ia dengan dunia Longboard. Juan pula, mengajarkan tentang arti kehidupan, Epos pun sependapat dengan Juan menurutnya masih banyak kehidupan di luar sana. Dengan bermain Skateboard, Surfing dan tentunya Longboard  adalah satu wujud dari dirinya untuk memberanikan diri keluar rumah, berpetualang dan menghadapi semua tantangan di dunia.

Hobinya yang ekstrem ini membuat orang tuanya tidak menginjinkan untuk memainkannya, suatu pukulan besar yang dialami bagi dirinya pada saat itu. Dengan tekad bulat ia memutuskan untuk menggeluti dunia Longboard walaupun mendapat kecaman dari orang tuanya. Bahkan akhirnya berpisah dengan orang tuanya karena Longboard.

Memang sudah sewajarnya sikap orang tua terhadap anaknya seperti itu. Mereka selalu mengkhawatirkan anaknya saat melakuan hal-hal yang berbahaya. Orang tua Epos pernah menyaksikan ia ketika mengikuti kompetisi di Thailand, ekspresi orang tua Epos sangat ketakutan bahkan histeris ketika menyaksikan anaknya bermain Longboard.

Hal yang tidak pernah dilupakan ketika orang tuanya memberi izin ia untuk bermain Longboard. Sekarang orang tuanya sudah tidak menghalangi hobinya ini, bahkan salah satu keluarga kandungnya, yaitu kakaknya sepenuhnya mendukungnya untuk terus bermain Longboard.

Berawal mengikuti event kompetisi Freestyle Longboard pada tahun 2007, ia mendapat hasil yang sangat memuaskan, menduduki peringkat kedua dan ia mengikuti kompetisi itu tidak sendirian, melainkan bersama temannya Dandoy. Awalan yang bagus membuat dirinya selalu semangat, dan tidak melupakan pengalaman pertamanya itu.

eXtremeINA_Joseph_Epos_Falcone_profile (2)

Di tahun 2010 Epos beranikan diri untuk bisa naik ke kancah internasional, ia mengikuti event yang diadakan di Pataya Thailand “Pataya Slalom & Slide Jam”. Keberanian dan semangat tersebut membawakan ia berada pada peringkat kedua, tentunya temannya Dandoy ikut serta dalam event ini, Dandoy juga mendapatkan hasil yang lebih baik dari Epos, ia berapa pada peringkat pertama.

Diluar bermain Longboard, ia mempunyai profesi sebagai pengusaha. Ia memiliki  toko, yang tak jauh dari dunia olahraga ekstrem yakni memproduksi sejumlah barang diantaranya ada Skateboard dari bambu, tas, tas helm, helm, dan pakaian . Ia pun juga menggemari olahraga Downhill, Skateboard, dan Surfing. Ia juga sering berbagi pengalamannya kepada para pemula Longboard agar mereka terinspirasi.

Epos sering mengartikan pemula Longboard itu adalah orang yang terinspirasi oleh Longboard (Inspirate By Longboard), Epos punya tips untuk orang yang terinspirasi. Menurut ia seorang pemula jangan terlalu memaksakan diri apabila anda kalah atau terjatuh dari papan. Intinya bila anda jatuh langsung bangun lagi jangan pernah berhenti bermain Longboard dan tentunya harus banyak berlatih.

eXtremeINA_Joseph_Epos_Falcone_profile (1)

Kata Epos berbagi cerita dengan siapa-pun terutama pecinta Longboard juga, karena Longboard bukan hanya olahraga tetapi komunitas besar dan sudah mendunia. Ia berpesan juga untuk pemula, jangan pernah berpikir kalau anda akan selalu menang.

Epos mengikuti event di Indonesia membuat dirinya mempunyai banyak teman di Indonesia, diantaranya ketiga orang yang telah mengenalkan Longboard Indonesia ke kancah internasional ia adalah Cece, Yudo, Shandy. Menurutnya ketiga orang tersebut mempunyai skill yang bagus dalam bermain Longboard dan skateboard.

Epos mengakui kalau event Talegong Longboard Festival 2014 yang di gelar di Garut Jawa Barat, Indonesia lokasinya sangat bagus, karena trek yang digunakan cukup menantang andrenalinnya. Ia berharap kalau event yang diadakan setiap tahunnya ini harus menghasilkan Longboarders muda baru, dan pemerintah di Indonesia bisa mendukung olahraga ini, dan tidak hanya olahraga ini saja olahraga ekstrem yang lainnnya juga.

Text                 : Arief Munandar

Photo’s            : Aditya Oktavirmana

eXtremeINA.com                 Seorang Longboarder asal Filipina yang bermain Longboard sejak tahun 2006 telah mengikuti event di dalam negeri tercinta ini Indonesia. Menurutnya Longboard telah membawa dirinya untuk bisa mengenal kebudayaan beragam di beberapa Negara, memang karena ia sering mengikuti event di luar negeri. Joseph Epos Falcone pecinta Longboard ini […]

READ MORE

indonesia-gravity-sporteXtremeINA.com        Lahir di Bandung 19 Febuari 1977, Aji Agoesdji atau yang sering dipanggil kang Aji adalah seorang pelopor Asosiasi Indonesia Gravity Sport. Indonesia Gravity Sport adalah asosiasi yang mewadahi kumpulan ekstreme sport seperti, Gravity Bike, Street Luge, dan Longboard.

Ide kang Aji membuat asosiasi Indonesia Gravity Sport sekitar tahun 2008. Namun Indonesia Gravity Sport diresmikan pada tahun 2010. Ide kang Aji untuk membuat asosiasi tersebut muncul ketika dia bertemu salah satu rider Gravity Bike Brett Philips yang pernah merasakan juara dunia Gravity Bike pada tahun 2008 sampai 2011, saat itu dia bertanya bagaimana membuat suatu organisasi yang dapat merangkul olahraga ekstrem, Gravity Bike, Street Luge, dan Longboard. Mulai dari situlah kang Aji berencana membuat organisasi yang dapat menyatukan olahraga ekstrem tersebut, dan terciptalah Indonesia Gravity Sport.

eXtremeINA_Adji_IGS_profile (1)Awalnya olahraga ekstrem yang tergabung ke dalam Indonesia Gravity Sport adalah Gravity Bike, namun di event pertama yang dibuat Indonesia Gravity Sport bersama Laka Longboard di Dago, Bandung, Jawa Barat saat itulah Longboard mulai masuk ke dalam Asosiasi Indonesia Gravity Sport.

Untuk kepengurusan Indonesia Gravity Sport sudah tersebar di berbagai daerah, namun pusatnya masih berlokasi di Bandung. Selain mendirikan asosiasi ini, kang Aji rupanya adalah mantan juara Drag Racing, dia pernah mendapatkan juara 1 Drag Racing BBC dan Juara 1 Kejurnas Drag Race.

Walaupun sebagai pendiri Asosiasi Indonesia Gravity Sport, rupanya kang Aji tidak menguasai semua jenis olahraga ekstrem tersebut. Kang Aji hanya menguasai Gravity Bike, karena Gravity Bike dinilainya lebih safety dibanding Street Luge dan Longboard.

Perkembangan olahraga ekstreme di Indonesia dianggapnya sudah semakin berkembang pesat, apalagi jenis olahraga ekstrem Longboard. Selain itu kang Aji berharap dengan dibuatnya event-event kejuaraan Gravity Bike, Street Luge, dan Longboard di Indonesia dengan memanfaatkan pemandangan alam Indonesia, Pemerintah dapat melihat potensi pariwisata yang ada di Indonesia dan dapat dijadikan sebagai destinasi tujuan wisata para turis mancanegara. Apalagi banyak peserta dari event-event tersebut berasal dari mancanegara.

eXtremeINA_Talegong_gallery_pt5 (06)

Selain itu kang Aji berpendapat, banyak sekali atlet Gravity Bike, Street Luge, dan Longboard yang sangat berpotensi, mampu berprestasi, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Seperti rider Longboard Andry Satria atau yang akrab dipanggil Cece, dia berhasil menjuarai Kejuaraan Longboard di Malaysia pada tahun 2012 dan 2013.

Text       : Bambang Vidiatmoko

Photo’s : Aditya Oktavirmana & Bambang Vidiatmoko

eXtremeINA.com        Lahir di Bandung 19 Febuari 1977, Aji Agoesdji atau yang sering dipanggil kang Aji adalah seorang pelopor Asosiasi Indonesia Gravity Sport. Indonesia Gravity Sport adalah asosiasi yang mewadahi kumpulan ekstreme sport seperti, Gravity Bike, Street Luge, dan Longboard. Ide kang Aji membuat asosiasi Indonesia Gravity Sport sekitar tahun 2008. Namun Indonesia […]

READ MORE

eXtremeINA_Cece_profil (2)eXtremeINA.com                 Andry Satria Permata atau yang sering dipanggil Cece adalah seorang rider Longboard yang handal dan sudah berkiprah di Internasional. Lahir di Jakarta 15 Maret 1988, Cece mulai menekuni dunia Longboard pada akhir 2011. Sebelum bermain Longboard dia sudah menggeluti dunia Skateboard, namun karena bosan dan ingin mencari tantangan lain akhirnya Cece beralih untuk menekuni Longboard.

Olahraga Longboard diketahuinya melalui salah satu temannya yang bernama Ario, dia adalah seorang rider Longboard yang sudah lama tinggal di Singapura. Ario mengenalkan Longboard pada saat berlatih di Jakarta, pada saat itulah Cece tertarik untuk bermain Longboard hingga sekarang.

Tidak lama Cece belajar bermain Longboard, diawal tahun 2012 dia sudah mengikuti Kejuaraan Longboard di Malaysia. Untuk menekuni dunia Longboard Cece sebetulnya tidak mendapatkan dukungan dari orang tuanya, oleh sebab itu dia ingin membuktikan kepada orang tuanya bahwa dia dapat sukses dan mengahrumkan bangsa Indonesia di kancah Internasional dengan bermain Longboard. Dalam dunia Longboard pria kelahiran Jakarta ini sangat mengidolakan Patrick Switzer asal Kanada, dia pernah merasakan indah nya juara dunia.

Dalam bermain Longboard, Cece sudah menjuarai kompetisi Longboard di Malaysia pada tahun 2012 dan 2013, dalam waktu dekat dia akan mengikuti Kejuaraan Haven’s Gates [Filipina] dan Rimba Alam [Malaysia]. Selama bermain Longboard Cece sempat mengalami cedera parah dibagian bahu kirinya, cedera tersebut didapatnya pada saat berlatih Longboard di Filipina.

eXtremeINA_Cece_profil (4)

Aktivitas sehari-hari Cece adalah seorang pebisnis di Jakarta. Selain bermain Longboard dia juga suka bermain Sepeda Downhill dan Skateboard. Sebagai pendukung untuk bermain Longboard saat ini Cece disponsori oleh LongboardINA.

eXtremeINA_Cece_profil (1)Sebagai rider Longboard yang profesional, Cece memberikan beberapa tips bagi para pemula. Jika kalian ingin bermain dan menekuni Longboard, kalian harus suka terlebih dahulu dengan olahraga ekstreme ini, jangan pernah takut terjatuh, selalu berlatih dan bertanya pada yang sudah berpengalaman, karena olahraga Longboard ini tidak sembarangan dan sangat berbahaya, selain itu gunakan safety gear seperti pelindung siku dan lutut dan gunakan baju pengaman untuk bermain, agar tidak mengalami cedera yang serius pada saat terjatuh.

eXtremeINA_Cece_profil (3)

Perkembangan Longboard di Indonesia dinilainya sangat mengalami kemajuan yang sangat pesat, semua itu dibuktikan dengan semakin banyaknya anak muda yang membeli papan Longboard beserta peralatannya, selain itu banyak pula komunitas Longboard yang sudah bermunculan diberbagai daerah. Namun Cece tetap berharap bahwa Indonesia dapat semakin maju dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia di kancah Internasional, dia juga berharap pemerintah dapat memberikan fasilitas yang memadai khususnya membuat Kejuaraan Longboard tingkat Nasional, agar bibit-bibit muda Longboarders asal Indonesia semakin banyak yang bermunculan.

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo’s           : Aditya Oktavirmana Bambang Vidiatmoko

eXtremeINA.com                 Andry Satria Permata atau yang sering dipanggil Cece adalah seorang rider Longboard yang handal dan sudah berkiprah di Internasional. Lahir di Jakarta 15 Maret 1988, Cece mulai menekuni dunia Longboard pada akhir 2011. Sebelum bermain Longboard dia sudah menggeluti dunia Skateboard, namun karena bosan dan ingin mencari tantangan lain akhirnya Cece beralih untuk menekuni […]

READ MORE

eXtremeINA_Okke_Oktavianus_profile (05)BEKASI – eXtremeINA.com           Okke Oktavianus  rider BMX asal Bandung, Jawa Barat. Terlahir dari 5 bersaudara, Okke adalah satu-satunya anggota keluarga yang menjadi rider BMX. Lahir pada tanggal 16 Oktober 1985, Okke Oktavianus menjadi salah satu rider BMX yang terbilang sukses.

Dalam mengembangkan karirnya di BMX, Okke sendiri tidak mendapat dukungan dari orang tuanya, namun dengan semangat latihan yang rutin dan kecintaannya terhadap BMX, Okke Oktavianus membuktikan kepada orang tua dan keluarganya bahwa dia bisa sukses menjadi rider BMX dan dapat membanggakan keluarga.

eXtremeINA_Okke_Oktavianus_profile (03)Pada tahun 1998 dia masuk di komunitas SMH, dan itu menjadi awal karirnya menjadi rider BMX. Tiga bulan setelah masuk di komunitas SMH, Okke Oktavianus mengikuti turnamen Dirt Jump-Best Trik di Bogor, Jawa Barat dan dia langsung mendapatkan juara kedua. Satu tahun kemudian, tepatnya tahun 1999 Okke bergabung dengan Bandung BMX, mulai saat itulah nama Okke Oktavianus mulai dikenal sebagai rider BMX yang potensial di Asia.

Selama karirnya menjadi rider BMX, sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh pria asal Bandung ini, baik nasional maupun internasional, mulai dari Juara 1 event C59 Street Park Competition, Juara 1 event Oakley King Of Dirt Competition, Juara 1 Brain BMX Competition, Juara Umum Seri Brain BMX, Juara 2 Oakley King Of Dirth Competition, Juara 2 Bekasi Tanpa Batas Seri Dua, dan yang paling membanggakan adalah Okke Oktavianus berhasil masuk peringkat ke-15 besar rider BMX Asia Eastcost BMX Competition Singapore.

Untuk mendukung segala perlengkapan dan penampilannya dalam bermain BMX, Okke Oktavianus didukung beberapa sponsor tenama, mulai tahun 2004 sampai 2009 Okke menggandeng brand Asal Amerika yaitu Oakley dan pada tahun 2009 sampai 2014 dia berganti sponsor DC, dan pada tahun ini Okke Oktavianus disponsori oleh, Nomitrademark, Eastnwolves Ring, Fatvictim, dan Powerbalance Indoneisa.

eXtremeINA_Okke_Oktavianus_profile (06)

“BMX sudah menjadi bagian dari satu kesatuan untuk kehidupannya, perkembangan BMX di Indoneisa juga sangat berkembang pesat seiring dengan munculnya rider-rider muda yang sangat potensial, namun pemerintah belum melihatnya dengan baik sehingga fasilitas yang diberikan pemerintah belum menunjang untuk mengembangkan skill-skill rider muda BMX di Indonesia dengan lebih baik lagi, dan saya harap Pemerintah Indonesia dapat semakin peduli dengan perkembangan BMX di Indonesia, karena BMX sudah menjadi lifestyle di Indonesia”, tutur Okke Oktavianus.

eXtremeINA_Okke_Oktavianus_profile (02)

Selain kecintaannya terhadap BMX, Okke Oktavianus juga menyukai olahraga ekstrim lainnya, seperti Moto Cross, Drift Trikes, dan Climbing. Saat ini Okke Oktavianus sedang bekerja sama dengan Andi Ibrahim salah satu temannya, untuk mengembangkan usahanya di bidang Clothing. Nomi adalah nama brand Clothing yang sedang dikembangkan oleh Okke dan temannya tersebut, brand tersebut dapat ditemukan hampir disetiap outlet atau distro di Bandung dan sekitarnya, selain itu kalian juga dapat melihat dan memesan brand tersebut di Facebooknya “desire is ours” atau di Instagram “desireisours”. Selain itu sejak tahun 2007 Okke Oktavianus sudah menjadi model diberbagai majalah dan tabloid Indonesia, dan dia juga sempat menjadi telent untuk beberapa produk iklan.

Text & Photo’s : Bambang Vidiatmoko

BEKASI – eXtremeINA.com           Okke Oktavianus  rider BMX asal Bandung, Jawa Barat. Terlahir dari 5 bersaudara, Okke adalah satu-satunya anggota keluarga yang menjadi rider BMX. Lahir pada tanggal 16 Oktober 1985, Okke Oktavianus menjadi salah satu rider BMX yang terbilang sukses. Dalam mengembangkan karirnya di BMX, Okke sendiri tidak mendapat dukungan dari orang tuanya, namun dengan […]

READ MORE

Dede_Suryana_Profile (03)JAKARTA – eXtremeINA.com                  Dede Suryana adalah surfer asal Cimaja Sukabumi kebanggaan Indonesia, lahir dari empat bersaudara dan ayah-nya adalah seorang petani di Cimaja. Lahir pada tanggal 11 Oktober 1985, Dede sudah bermain surfing sejak umur 7 tahun. Yang mengajarkannya bermain surfing adalah teman kakak-nya yang bernama Dicky Zulfikar, dan dia juga lah yang memberikan papan surfing pertama kepada Dede untuk bermain dan belajar surfing. Selain bermain surfing Dicky Zulfikar juga seorang atlet windsurfing Jawa Barat.

Awalnya Dede Suryana tidak mengharapkan lebih dari bermain surfing, apalagi dengan perlengkapan surfing yang tidak memadai dan juga orang tua yang tidak mendukung untuk berkarir di dunia surfing. Namun setelah dia melihat kemajuan seorang surfer asal Bali yang bernama Rizal Tanjung dan Wayan Betet Merta, yang berhasil keliling dunia hanya dengan papan surfingnya, Dede Suryana sangat terispirasi untuk terjun lebih dalam menggeluti dunia surfing ini, dan meraih cita-citanya untuk pergi keluar negri.

Sudah banyak prestasi yang sudah Dede Suryana dapat, dari kategori Nasional maupun Internasional. Tahun 2008 dia berhasil mendapatkan juara pertama di Indonesian Championship Kuta Festifal Surfing sekaligus menempatkan Dede di ranking pertama sebagai Surfer terbaik Indonesia Surfing Champuonship (ISC), dan Dede juga berhasil menyabet gelar lainnya seperti, Asian Beach Game dia berhasil mendapatkan juara pertama, dan Japan ProSurfing Association (JPSA) dia juga berhasil mendapatkan juara pertama.

Dede_Suryana_Profile (01)Yang lebih membanggakannya lagi, Dede adalah surfer asal Indonesia pertama yang mengikuti ajang World Qualifying Series Tour (WCT), dan dia berhasil mendapatkan juara ke dua dalam kategori random, dan Dede juga berhasil mendapatkan juara pertama yang berhasil mengalahkan Kelly Slater asal USA yang dimana sebelumnya menjadi juara bertahan dan sudah merasakan 11 kali juara dalam kategori atlet surfer professional di Kejuaraan Haleiwa Surfing Internasional, yang diselenggarakan di Hawaii.

Berbagai prestasi yang telah diraih Dede Suryana tidak lepas dari dukungan sponsor-sponsor yang mendukung, seperti Quiksilver, Camden, Bali Samudra Biru, dan Luke Studer sudah menjadi sponsor utamanya. Baginya surfing sudah menjadi bagian dari hidupnya, selain untuk mencari nafkah, dia juga dapat memperkenalkan dan mempromosikan pantai-pantai yang ada di Indonesia.

Dede_Suryana_Profile (02)

“Perkembangan surfing di Indonesia sudah cukup berkembang pesat dengan banyaknya surfer-surfer muda yang bermunculan, dan semakin banyak spot cantik untuk bermain surfing yang sudah di temukan diberbagai pelosok pantai yang ada di Indonesia”, tutur Dede Suryana.

Dede_Suryana_Profile (05)

Pria yang mempunyai hobi bersepeda dan memancing ini, bekerja sama dengan Quiksilver membuka usaha toko surfboard dengan berbagai perlengkapan yang bernama Quiksilver Store Cimaja, yang beralamat di Jl. Raya Cisolok Km 8. Komp Bojong Asih. Sukabumi, Jawa Barat.

Text : Bambang Vidiatmoko

Photo : Mick Curley & Tim Hain

JAKARTA – eXtremeINA.com                  Dede Suryana adalah surfer asal Cimaja Sukabumi kebanggaan Indonesia, lahir dari empat bersaudara dan ayah-nya adalah seorang petani di Cimaja. Lahir pada tanggal 11 Oktober 1985, Dede sudah bermain surfing sejak umur 7 tahun. Yang mengajarkannya bermain surfing adalah teman kakak-nya yang bernama Dicky Zulfikar, dan dia juga lah yang memberikan papan surfing […]

READ MORE

eXtremeINA_Rifat_Sungkar_Profile (02)JAKARTA – eXtremeINA.com                   Indonesia patut bangga dengan pembalap kelahiran Jakarta ini, Rifat Helmy Sungkar atau yang biasa di panggil Rifat sudah tidak bisa dipungkiri lagi prestasinya di ajang Rally kelas dunia. Pria yang lahir pada tanggal 22 Oktober 1978 tidak asing dengan dunia otomotif, lahir dari pasangan Helmy Sungkar dan Ria Sungkar, dan dari potensi sang kakek yang merupakan importir terbesar kendaraan Amerika di era-50 an, hampir seluruh keluarganya tertarik pada dunia otomotif. Regenererasi keluarganya terus berkembang dengan beragam prestasi yang diraih anggota keluarganya dengan meraih beberapa title juara nasional diera 70, 80, dan 90 an.

Ayah dari Rifat Sungkar juga seorang pembalap yang mampu menjuarai Rally Nasional dan Rifat sendiri merupakan generasi ketiga dalam keluarganya yang mampu mengukir prestasi terbaik di dunia Rally baik Internasional maupun Nasional.

Berbagai prestasi yang sudah ditorehkan oleh Rifat Sungkar mulai dari, menjadi juara Kejuaraan Rally Nasional sebanyak delapan kali terhitung dari tahun 1995 hingga 2002, juara empat Asia Pacific Rally Championship di tahun 2006, juara 4 Asia Pacific Rally Championship di tahun 2007, Juara 1 Kejuaraan Rally Indonesia tahun 2007, Juara 1 Drift King Indonesia tahun 2008, juara ke 5 Asia Pacific Rally Championship di tahun 2009, Juara 2 Asia Pacific Rally Championship (Malaysia) tahun 2010.

eXtremeINA_Rifat_Sungkar_Profile (01)Rifat Sungkar adalah pereli pertama yang mampu menempatkan bendera merah putih di podium kemenangan dalam acara Asia Pacific Rally Championship bersama pasangannya M. Herkusuma pada tahun 2006. Atas berbagai prestasi yang telah diraihnya, di tahun 2006 Rifat Sungkar dianugerahkan “Lencana Prima Yuda Pratama” yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan berbagai prestasi gemilangnya, Rifat menjadi atlet Indonesia pertama yang dikontrak langsung oleh Motorimage Rally Team sebagai Tim Pabrikan Subaru untuk mengikuti APRC 2007 dan 2008. Selain itu, atas image positif dan prestasi yang ditorehkan membuat Pertamina, Tag Heuer, Oakley, Puma, Garuda Indonesia, Gudang Garam, Pertamax Plus, Subaru, Suzuki, Mitsubishi, dan beberapa produk lainnya mempercayainya sebagai ikon penjualan mereka.

Selain terjun di ajang balap Rally, Rifat juga berprestasi di cabang Speed Offroad. Pada tahun 2013 dia berhasil menjadi Juara Nasional Group 3 dan Best Over All, dan pada tanggal 31 Mei 2014 dalam seri kedua kejuaraan nasional yang bertajuk GT Radial Savero dan diselenggarakan di Sirkuit Harvest Cibubur, Rifat Sungkar berhasil merah posisi runner up. Selanjutnya Rifat Sungkar akan berjuang di putaran ketiga Kejurnas Speed Offroad 2014 yang akan diselenggarakan 23-24 Agustus, di Serang Banten.

eXtremeINA_Rifat_Sungkar_Profile (03)Sebagai atlet otomotif  Indonesia yang sarat prestasi, Rifat Sungkar ditunjuk sebagai duta safety driving Indonesia, dalam rangka mendukung kampanye FIA dan UNESCO untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas sampai dengan 50%. Selain sebagai atlet motorsport kebanggaan Indonesia, Rifat Sungkar juga memiliki sekolah mengemudi yang dinamakan Rifat Driving School. Yang menjadi tujuan bukan untuk menciptakan pembalap-pembalap handal namun untuk mengajarkan dan mensosialisasikan tehnik mengemudi yang baik dan benar dan juga aman dan nyaman.

Text & Photo’s : Bambang Vidiatmoko

JAKARTA – eXtremeINA.com                   Indonesia patut bangga dengan pembalap kelahiran Jakarta ini, Rifat Helmy Sungkar atau yang biasa di panggil Rifat sudah tidak bisa dipungkiri lagi prestasinya di ajang Rally kelas dunia. Pria yang lahir pada tanggal 22 Oktober 1978 tidak asing dengan dunia otomotif, lahir dari pasangan Helmy Sungkar dan Ria Sungkar, dan dari potensi […]

READ MORE

eXtremeINA_Gemala_Hanafiah_profile (1)JAKARTA – eXtremeINA.com           Gemala Hanafiah dikenal sebagai seorang presenter TV. Sejak tahun 2000 Ketertarikan Al (panggilan akrab) pada surfing sejak tahun 2000, bermula pada saat dia berlibur di Pangandaran Batu Karas Jawa Barat, dan mencoba untuk bermain surfing serta diajari oleh beberapa temannya disana. Papan pertama yang dipakainya pun dipinjamkan dari salah satu teman nya asal Bandung.

Al juga Seorang blogger yang mempunyai hobi Yoga dan  membaca. Saat ini dia menjadi presenter Pemburu Ombak yang tayang disalah satu stasiun TV swasta, Al juga sedang menyelesaikan bukunya yang berjudul Pemburu Ombak. Buku tersebut akan menceritakan perjalanan surfing-nya di Indonesia dan sekaligus memperkenalkan pada masyarakat bahwa Indonesia adalah surganya surfer .

Sebelum bermain surfing Gemala Hanafiah sempat berlatih bela diri Kempo dan Taekwondo, dia terinspirasi oleh Chinmi Kungfu Boy, untuk surfing sama sekali tidak ada yang menginspirasinya, Al membuktikan dengan latihan yang rajin dan terus menerus bisa bermain surfing dengan baik dan bisa mengharumkan nama Indonesia.

eXtremeINA_Gemala_Hanafiah_profile (5)Walaupun harus melanggar larangan ibunya untuk bermain surfing dengan alasan  takut kulitnya terbakar, Al juga sering mengalami kecelakaan kecil dengan menabrak karang hingga kukunya robek. Al tetap menikmati surfing dengan merasakan dahsyat nya ombak-ombak cantik di Indonesia. Dari sekian banyak pantai-pantai yang cukup menantang untuk bermain surfing Al sangat menyukai spot yang berada di Mentawai, ujar perempuan kelahiran Balikpapan, 7 Maret 1980 ini.

eXtremeINA_Gemala_Hanafiah_profile (2)Papan pertamanya dia dapat pada tahun 2001 yang diberikan oleh kekasihnya sebagai kado ulang tahunnya yang ke 21. Perempuan berdarah Manado, Ambon, Madura, dan Aceh ini sudah mempunyai banyak prestasi yang sudah dicapinya dalam surfing baik kategori nasional maupun Internasional, juara ke 3 ISC (Indonesia Surfing Competition) Quiksilver Pro Keramas Bali tahun 2010, Juara 1 Occy’s Grom Comp Billabong Cherating Malaysia tahun 2010, Juara 4 ASC (Ripcurl Surf and Music Festival Halfway Bali tahun 2011, juara 3 ASC Quiksilver Pro Thailand tahun 2011, Juara 4 ASC Ripcurl Surf and Music Festival Halfway Bali tahun 2012, Juara 4 ASC Quiksilver Pro Thailand tahun 2012, dan yang teranyar dia berhasil mendapatkan juara ke 3 di ajang ASC (Asian Surfing Competition) West Java Quiksilver Pro pada tahun 2013.

eXtremeINA_Gemala_Hanafiah_profile (3)Roxy Indonesia menjadi sponsor pendukungnya dalam surfing, namun dia tidak untuk ikut dalam kejuaraan. Al hanya mengenalkan surfing ke masyarakat Indonesia dan dunia bahwa olahraga air ini sudah menjadi lifestyle dan sekaligus memperkenalkan bahwa Indonesia mempunyai pantai cantik dengan ketinggian ombak yang berbeda-beda dan dapat digunakan setiap saat.

Menurutnya, perkembangan surfing di Indonesia semakin berkembang. Sudah semakin banyak surfer-surfer muda dengan skill bagus bermunculan, terutama di Bali, karena Bali menjadi pusat surfing Indonesia. Al juga berharap masyarakat Indonesia semakin sadar bahwa Indonesia memiliki kekayaan pantai yang patut di banggakan, serta dapat turut dalam menjaga kebersihan dan melestarikannya agar dapat menjadi aset bangsa Indonesia.

Text      : Bambang Vidiatmoko

Photo’s : Bara Cahya & Courtesy of Gemala Hanafiah

JAKARTA – eXtremeINA.com           Gemala Hanafiah dikenal sebagai seorang presenter TV. Sejak tahun 2000 Ketertarikan Al (panggilan akrab) pada surfing sejak tahun 2000, bermula pada saat dia berlibur di Pangandaran Batu Karas Jawa Barat, dan mencoba untuk bermain surfing serta diajari oleh beberapa temannya disana. Papan pertama yang dipakainya pun dipinjamkan […]

READ MORE

Raju-Sena-Surfing-Profile-(04)BALI – eXtremeINA.com             Indonesia mempunyai peselancar muda berbakat asal Bali, lahir pada tanggal 28 September tahun 2000, dia menjadi peselancar muda yang diperhitungkan dengan banyak prestasi yang dicapainya. Dalam berkarir di dunia surfing bukan hal yang kebetulan buat Raju, baginya beselancar ini bukan sesuatu yang asing, karena surfing sudah diperkenalkan dan diajarkan oleh ayahnya sejak Raju masih kecil, selain itu rumah nya juga dekat dengan pantai.

Skateboard, sepakbola, dan Yoga adalah hobby lain Raju selain surfing. Walaupun surfing sudah menjadi bagian dari hidupnya dia tidak melupakan pendidikan formal, karena pendidikan merupakan hal yang penting untuk masa depannya. Maka dari itu keluarganya sangat mendukung Raju untuk mengembangkan bakatnya di surfing.

Pantai-pantai cantik dengan ombak besar Indonesia sudah akrab dengan Raju, dia sudah mencicipi gelombang tinggi seperti di pantai Yogjakarta, Pacitan, Lombok, dan Sumbawa. Namun Raju mempunyai tempat favorit untuk surfing , yaitu di pantai Keramas, Padma, Canggu, dan Uluwatu.

Dari sekian banyak trik-trik dalam bermain surfing, pria muda kelahiran Denpasar 14 tahun lalu ini mempunyai trik andalan untuk menaklukan tingginya ombak pantai, tehnik tersebut bernama aerial 360. Sudah banyak prestasi yang sudah dikoleksi oleh Raju dengan trik ini, untuk kedua kali nya dia dinobatkan sebagai predikat ISC Junior dan sempat menjuarai surfing  tingkat ASEAN.

Raju-Sena-Surfing-Profile-(01)Walaupun masih terbilang muda untuk seorang surfer, Raju Sena sudah di sponsori secara resmi oleh Hurley dan Switchfoot. Dalam kesempatannya Raju Sena memberikan saran untuk para peselancar pemula, dia berpesan tetap selalu rajin berlatih agar  skill semakin meningkat dan juga jangan melupkan pendidikan.

Text: Bambang Vidiatmoko

Photo’s: Aditya Oktavirmana

BALI – eXtremeINA.com             Indonesia mempunyai peselancar muda berbakat asal Bali, lahir pada tanggal 28 September tahun 2000, dia menjadi peselancar muda yang diperhitungkan dengan banyak prestasi yang dicapainya. Dalam berkarir di dunia surfing bukan hal yang kebetulan buat Raju, baginya beselancar ini bukan sesuatu yang asing, karena surfing sudah diperkenalkan […]

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com                      Olahraga ekstrem sport otomotif ini terbilang anyar di Indonesia. Namun peminatnya semakin lama semakin berkembang, buktinya kini sudah banyak pebalap-pebalap muda yang sarat prestasi. Ada pebalap wanita di olahraga ekstrem garuk tanah itu. Pebalap wanita Mariachi Gunawan baru – baru ini sudah ditulis oleh eXtremeINA.com.

Julian Johan-3-extremeina.comDunia Speed Offroad sudah mulai di Indonesia sejak tahun 2000, namun gaungnya sempat terhenti tahun 2007. Tahun 2010 mulai lagi dan banyak kejuaraan hingga 2014, tahun ini dimulai dengan kejuaraan bertajuk Speed Master Championship 2014 yang akan dilaksanakan sebanyak 3 putaran di Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang , Jawa Barat.

Julian Johan adalah salah satu pebalap Speed Offroad, yang sarat prestasi di Speed Offroad Indonesia. Tahun Ini Julian Johan kembali berpasangan dengan Muttaqin Arya dibawah bendera GT Radial Prestone Racing. Pemuda kelahiran 1 Agustus 1986 ini akan turun di banyak seri kejuaraan Speed Offroad musim 2014. Putra pertama dari pasangan Ismail Johan dan Lis Johan ini akan membesut sirkuit tanah diatas mobil Toyota FJ40 yang punya rangka Turbular hasil karya bengkel XC Trail Unlimited.

Julian Johan-1-extremeina.com‘Jeje’ panggilan akrab Julian Johan tahun 2014 ini mendapatkan dukungan penuh dari PT Gajah Tunggal Tbk serta PT Autochem Industry, untuk mengukir prestasinya ditahun ini. Besar ditengah keluarga yang gemar balap otomotif, Jeje sudah akrab dengan balap sejak kecil.”Dulu waktu usia sekitar 10 tahun kalau ayah saya lagi offroad saya suka bawa motorcross dan saya main di area tersebut,” kenang Jeje yang bercerita awal ketertarikanya pada dunia otomotif. Diawal karir balap Speed Offroad, Jeje dianggap aneh oleh beberapa temanya,”kok balap dijalan rusak?”, ujar Jeje yang doyan minum ice lemon tea mengenang celetukan temanya.

Julian Johan-4-extremeina.comDunia ekstrem sport sudah menjadi bagian passion  hidup Jeje yang lulusan Advertising di London School of Public Relations. Sejak kecil Jeje akrab dengan olahraga ekstrem seperti  inline skate, skateboard, bmx, dan motorcross.”Saya tertarik offroad sudah dari kecil, tapi mulainya setelah lusus SMA”, ujar Jeje yang juga banyak belajar dari pebalap kawakan Rifat Sungkar . Menurut penyuka makanan steak dan sashimi, balap Speed Offroad di Indonesia akan lebih berkembang jika banyak anak-anak muda yang ikut balap juga dikemas secara entertainment, agar menarik penonton. Selama ini sejak ia terjun ke Speed Offroad tahun 2010 lalu, Speed Offroad masih dipandang sebelah mata.

“Saya juga berangkat dari hobi, tapi ternyata balap Speed Offroad itu sangat mengasyikan. Harus coba dulu, adrenalinya sangat beda,” papar Jeje yang gemar musik beraliran Rock. Diatas Toyota FJ40 ‘Srigala Militia’ Jeje siap turun meramaikan dan ingin meraih prestasi pada 12 kejuaraan Speed Offroad di Indonesia 2014.”Cita-cita saya mau bawa nama Indonesia ke jenjang Internasional sesegera mungkin,” kata Jeje yang juga gemar traveling dan main drum.

Selain berprofesi sebagai pebalap Speed Offroad, Jeje juga bekerja di bidang desain grafis sesuai disiplin ilmunya. Hal itu juga banyak membantunya saat menekuni balap Speed Offroad. Ia percaya sinergi antara skill balap, personality yang bagus, juga ditunjang pengetahuan dan komunikasi pemasaran yang baik, akan membawanya ke level berikutnya. Ok…..,Kami tunggu prestasi diajang Intenasional ya Jeje!

Berikut deretan prestasi Julian Johan:

2010

  • 2nd Position Speed Addicts Offroad Round 1
  • 3rd Position Speed Addicts Offroad Round 2

2011

  • 1st Position Cakram 4×4
  • 1st Position Bekasi Offroad Adventure Competition
  • 1st Position Short Course National Championship – Jatiluhur
  • 3rd Position Speed Offroad National Championship – Harvest City

 

2012

  • 3rd Position Speed Offroad National Championship – Harvest City
  • 3rd Position Speed Offroad National Championship – Serang
  • 2nd Speed Offroad National Championship – Semarang
  • ‘Driver of The Year’ Award by IMI – DKI Jakarta

2013

  • 5th Position Speed Offroad National Championship – Lampung
  • 3rd Position Speed Offroad National Championship – Serang

 

 

Text       : Mateja Hilman

Photo’s  : VM Eden

 

JAKARTA – eXtremeINA.com                      Olahraga ekstrem sport otomotif ini terbilang anyar di Indonesia. Namun peminatnya semakin lama semakin berkembang, buktinya kini sudah banyak pebalap-pebalap muda yang sarat prestasi. Ada pebalap wanita di olahraga ekstrem garuk tanah itu. Pebalap wanita Mariachi Gunawan baru – baru ini sudah ditulis oleh eXtremeINA.com. Dunia Speed Offroad sudah mulai di Indonesia […]

READ MORE

KUTA- BALI  –  eXtremeINA.com             Yukojati Anabela berusia 15 tahun, yang berasal dari Pelabuhan Ratu Jawa Barat telah membuat sejarah.Yaitu peselancar Indonesia pertama yang pernah menerima program beasiswa 2013 dari Surfing Association Internasional, Yuko menerima USD 1000 dan mewakili Indonesia sebagai duta ISA. Yuko yang dipanggil Bela oleh teman-temannya adalah salah satu dari 50 surfer junior [13 perempuan dan 37 laki-laki] dari 25 negara yang bebeda.

Yuko Anabela2_extremeina.com

Dalam surat penghargaan yang dikirim oleh Presiden ISA Fernando Aguerre untuk Bela, ia menulis, “adalah kehormatan besar saya untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya sebagai penerima beasiswa individual ISA 2013, anda adalah seorang duta ISA dan selamanya akan mewakili ISA di Indonesia sebagai surfer yang berdedikasi juga sebagai seorang pelajar yang bekerja keras untuk mencapai keberhasilan.”

Bela menggambarkan perasaannya setelah mendapatkan beasiswa, “tentu saya terkejut, ketika sendirian dirumah dan menerima surat pemberitahuan mendapatkan beasiswa ISA, saya bangga bisa mendapatkan kesempatan ini. Saya segera menelpon om Diki untuk mengabarkan bahwa saya mendapatkan beasiswa tersebut,” ungkap Bela. Diki Zulfikar adalah salah seorang peselancar senior Cimaja dan pemimpin Asosiasi Surfing Sukabumi Jawa Barat.

“Orang tua saya sangat terkejut pada awalnya, mereka seperti tidak percaya, mereka sangat bahagia dan sangat mendukung saya untuk berselancar. Yang menjadi lebih istimewa adalah tidak banyak kesempatan untuk gadis Indonesia seperti saya untuk mendapatkan kesempatan ini.” Ungkap Bela

 

Yuko Anabela3_extremeina.comPada awalnya Bela tertarik untuk surfing adalah ketika ia pertama kali melihat salah satu surfer lokal muda Andre Julian, di salah satu kontes Surfing Grommet. Sehingga Bela bertekat ingin belajar surfing. Bela berselancar sudah hampir lebih dari 5 tahun. Bela berselancar di Cimaja Sukabumi Jawa Barat, tempat peselancar lokal terkenal dan juara Indonesia Dede Suryana.

“Berselancar adalah tujuan hidup saya, saya ingin banyak memenangkan banyak kontes dan akan meningkatkan keterampilan saya untuk mendapatkan sponsor, dan saya beraharap suatu hari saya bias menjadi atlit peselancar yang sukses!”

Bela berharap yang terbaik untuk masa depannya, ia berharap juga supaya anak perempuan di Indonesia akan terinspirasi olehnya.

Well….. Sukses buat kamu Yuko Anabela!

 

Text      :  VM Eden / Tim Hain

Photo’s :  Tim Hain

 

 

KUTA- BALI  –  eXtremeINA.com             Yukojati Anabela berusia 15 tahun, yang berasal dari Pelabuhan Ratu Jawa Barat telah membuat sejarah.Yaitu peselancar Indonesia pertama yang pernah menerima program beasiswa 2013 dari Surfing Association Internasional, Yuko menerima USD 1000 dan mewakili Indonesia sebagai duta ISA. Yuko yang dipanggil Bela oleh teman-temannya adalah […]

READ MORE
<