eXtremeINA.com

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan dunia Motocross bertajuk MXGP telah bergulir di Indonesia sejak tahun 2017 di Pangkalpinang, tahun 2018 di Pangkalpinang dan Semarang. Suatu kehormatan Indonesia masih dipercaya oleh Youthstream selaku pihak penyelenggara MXGP masih mempercayai Indonesia sebagai tuan rumah untuk musim 2019.

MXGP-Semarang-2018,-Hasil-Lengkap-Balap_news-(3)

Sejatinya akan ada negara baru yang akan menjadi tuan rumah ajang MXGP 2019, mereka adalah Hong Kong dan juga China. Masih seperti jadwal pada tahun sebelumnya, Indonesia akan menjadi tuan rumah MXGP sebanyak dua seri, yang dimana seri pertama MXGP akan digelar pada tanggal 7 Juli 2019 di Pangkalpinang, Sementara untuk seri kedua atau seri Asia akan tersaji pada tanggal 14 Juli 2019 di Semarang.

Aktivitas-MXGP-Semarang-2018-Dimulai-Hari-Ini_news-(3)

Hadirnya kejuaraan MXGP Indonesia sangatlah dinantikan oleh para pecinta Motocross di Tanah Air. Selain ingin melihat para crosser Indonesia berjuang, pastinya mereka sangat ingin melihat aksi-aksi keren dari para crosser top dunia sekelas Jeffrey Herlings, Antonio Cairoli, Clement Desalle, Gautier Paulin, dan pastinya masih banyak lagi yang lainnya.

Aktivitas-MXGP-Semarang-2018-Dimulai-Hari-Ini_news-(2)

Bagi para crosser Indonesia sendiri, ajang ini dimanfaatkan mereka untuk belajar banyak tehnik dari para top crosser dunia. Mungkin prestasi urusan belakangan yang terpenting adalah dapat menyerap ilmu mereka. Ajang MXGP di Indonesia sendiri juga bermanfaat bagi kemajuan destinasi wisata di Indonesia dan juga perekonomian daerah setempat. Maka patut dinantikan geliat MXGP musim 2019 Indonesia.

MXGP-Semarang-2018,-Hasil-Lengkap-Balap_news-(1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : courtesy of MXGP.com

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #bike #championship #crosser #motocross #race #racing #2019MXGP

Dua kali Indonesia tuan rumah seri balap motocross dunia, tahun ini akan disajikan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan Nasional Rally dan Sprint Rally akan memasuki babak baru, dan Ikatan Motor Indonesia [IMI] selaku induk otomotif di Indonesia telah merilis jadwal balap Rally yang akan mulai tersaji pada awal Maret 2019 mendatang, sementara untuk Sprint Rally baru akan bergulir pada bulan Juli 2019.

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(2)

Walaupun jadwal sudah ditetapkan, namun kota mana saja yang akan menjadi tuan rumah kejuaraan balap ini belum diputuskan. Pada kesempatannya Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally dan Sprint Rally menyampaikan beberapa hal baru terkait jalanya perlombaan dimusim 2019 ini, “Regulasi yang akan digunakan pada ajang balap ini adalah regulasi kelas F1. Regulasi tersebut merupakan kelas dengan spesifikasi mobil dalam ataupun luar negeri, bergerak dengan roda dua, serta memiliki maksimal kapasitas mesin mencapai 1500cc. Kelas ini akan menjadi primadona lantaran mobil – mobil yang akan digunakan adalah mobil baru yang terdapat dipasaran. Selain itu kelas F1 ini diprediksi mampu merangkul komunitas Rally dari generasi muda.”

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(3)

Nantinya mobil yang dapat mengikuti kelas F1 ini harus diproduksi tahun 1997 ke bawah dan mobil yang diproduksi tahun 1997 ke atas. Tujuannya jelas, agar komunitas Rally dan Sprint Rally dapat merangkul peserta yang hadir. Dengan kata lain mereka yang memiliki mobil lawas bias mengikuti kelas ini dan mereka yang memiliki mobil masa kini juga dapat ikut merasakan atmosfer serunya berkompetisi Rally.

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(1)

Rifat Sungkar juga menambahkan, “Pemilihan tahun 1997 didasari oleh momentum perubahan pesat teknologi pada kendaraan yang terjadi di era 90-an. Untuk mobil – mobil produksi dibawah 1997, dengan teknologi yang masih lama, komisi Rally memberikan kebebasan untuk memodifikasi, namun mereka memiliki kekurangan pada handling dan sasis mobil. Sementara untuk baru akan dibatasi modifikasinya namun mereka akan diuntungkan dengan teknologi handling dan sasis mobil yang lebih modern.”

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(4)

Berikut adalah jadwal Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019:

Rally

  • Putaran 1, 3 Maret 2019
  • Putaran 2, 7 Juli 2019
  • Putaran 3, 17 November 2019

Sprint Rally

  • Putaran 1, 14 Juli 2019
  • Putaran 2, 18 Agustus 2019
  • Putaran 3, 15 September 2019
  • Putaran 4, 13 Oktober 2019
  • Putaran 5, 17 November 2019

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #IMI #indonesia #race #racing #rally #rifatsungkar #RFT #sprintrally

Memasuki babak baru, IMI selaku induk otomotif di Indonesia telah merilis jadwal terbaru.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Menjelang digelarnya Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019, Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Reli dan Sprint Reli membeberkan beberapa hal baru terkait Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019 yang berkompeten untuk membangkitkan gairah para pecinta reli Tanah Air. Salah satu yang hal penting yang disampaikan Rifat adalah mengenai regulasi kelas F1, yang merupakan kelas dengan spesifikasi mobil dalam atau luar negeri, berpenggerak roda dua, dan memiliki kapasitas mesin maksimal mencapai 1500 cc.

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (1)

Rifat mengatakan, “Masalah regulasi saya tekankan di kelas F1. Bisa dibilang kelas ini akan menjadi primadona karena diperuntukkan mobil-mobil keluaran baru yang beredar di pasaran saat ini. Selain itu, kelas F1 ini dapat merangkul komunitas reli dari generasi yang muda.”

Mobil-mobil yang dapat ikut di kelas F1 ini, dibagi antara mobil produksi tahun 1997 ke bawah serta mobil produksi tahun 1997 ke atas. “Tujuannya adalah karena kami di komunitas rally dan sprint rally ingin merangkul sebanyak-banyaknya peserta. Mereka yang memiliki mobil lawas bisa ikut, mereka yang memiliki mobil masa kini juga dapat ikut terjun langsung merasakan serunya kompetisi rally.”

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (2)

Rifat menambahkan jika alasan pemilihan tahun 1997 sebagai batas pembagian adalah karena momentum perubahan pesat teknologi pada kendaraan paling banyak terjadi di era 90-an akhir. Untuk mobil-mobil yang diproduksi di bawah tahun 1997, dengan teknologi yang masih lama, komisi reli membebaskan modifikasi dengan memberikan penyesuaian yang lebih ringan.

“Di bawah tahun 1997 modifikasi mobil diberikan keleluasaan mesin yang lebih bebas, namun mereka punya kekurangan pada handling dan sasis mobil. Sementara mobil baru kami batasi modifikasi namun mereka sudah lebih diuntungkan dengan teknologi handling dan sasis mobil yang lebih canggih,” cetus Rifat lagi.

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (3)

Adapun mobil-mobil yang masuk ke dalam kategori kelas F1, yaitu: Hyundai i20, Honda Jazz, Suzuki Swift, Daihatsu Sirion, Mazda 2, VW Polo, Kia Rio, Chevrolet Spark, Toyota Yaris, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio, Nissan March, dan Mitsubishi Mirage.

Sementara itu, di luar Kejuraan Nasional, Rifat pun akan menyediakan satu piala khusus bagi para peserta non seeded kelas F1, yaitu Helmy Sungkar Trophy yang menjadi persembahan bergengsi bagi peserta berprestasi. Rifat  pun berterima kasih kepada semua pihak yang memiliki satu visi dan misi sama, yaitu untuk membangkitkan kancah reli Tanah Air.

“Ayah saya memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia reli Indonesia dan dia peduli sekali dengan perkembangan komunitas anak muda di kancah reli. Harapannya Helmy Sungkar Trophy ini bisa menjadi motivasi utama mereka-mereka yang di tahun ini akan berlomba di kategori non seeded kelas F1,” pungkas Rifat.

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (4)

Text & Photos : karyaKU

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #IMI #indonesia #race #racing #rally #rifatsungkar #RFT #sprintrally

F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019 Akan Menjadi Kelas Primadona

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Cape Epic disebut sebagai salah satu ajang kejuaraan sepeda gunung [Mountain Bike] paling ekstrem di dunia. MTB marathon yang selalu diperlombakan setiap tahunnya ini akan kembali tersaji di tahun 2019, tepatnya di tanggal 17 – 24 Maret di Cape Town, Afrika Selatan.

cape-epic-illustration (5)

Biasanya race ini akan digelar pada awal tahun sebelum bergulirnya Kejuaraan Dunia MTB. Race Cape Epic ini tergolong sangat unik namun tergolong cukup extreme, pasalnya selain rider harus melewati durasi yang cukup panjang, mereka juga harus melintasi alam Afrika Selatan yang cukup menantang. Race Cape Epic merupakan Kejuaraan Sepeda Gunung Marathon yang memiliki gelar Hors Catégorie dari Union Cycliste Internationale [UCI] atau yang dikenal sebagai federasi olahraga bersepeda dunia.

cape-epic-illustration (1)

Kejuaraan sepeda MTB bertajuk Cape Epic ini pertama kali digelar pada tahun 2014 dengan jarak tempuh mencapai 700 km dan berdurasi selama 8 hari. Racenya sendiri terdiri dari 1 race pembukaan [prologue] dan 7 race etape. Untuk pendakiannya biasa mencapai 15.000 m. Pemenang Cape Epic pertama berhasil diraih oleh Karl Platt dan Mannie Heymans. Bagi penggeliat MTB khususnya di XC, ajang Cape Epic memiliki daya tarik yang cukup fantastis. Pasalnya walaupun trek dan durasi lomba yang tergolong cukup extreme, kejuaraan sepeda MTB ini mampu menghadirkan ribuan peserta baik dari kategori amatir maupun profesional.

cape-epic-illustration (3)

Sejak 2006 Kejuaraan MTB ini didukung oleh Perusahaan Perbankan di Afrika bernama Absa, dan pada saat itulah ajang ini bernama Absa Cape Epic hingga sekarang. Cape Epic sendiri memiliki format balap yang cukup berbeda dibanding dengan kejuaraan dunia MTB, Cape Epic memiliki format race beregu yang berisikan 2 pebalap.

cape-epic-illustration (2)

Penggunaan format tersebut bertujuan untuk meminimalisir terjadinya resiko kecelakaan para rider yang bertanding. Cape Epic memiliki 5 kategori perlombaan, yaitu putra, putri, mixed [campuran], master, dan grand master. Layaknya Tour de France, ajang balap sepeda Cape Epic ini juga memiliki sejumlah jersey ikonik yang diperebutkan oleh para peserta. Salah satunya adalah jersey Leopard yang paling bergengsi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Berbagai Sumber / Cape Epic

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #bike #capeepic #championship #horscatégorie #mountainbike #UCI

Cape Epic disebut sebagai salah satu ajang kejuaraan sepeda gunung [Mountain Bike] paling ekstrem di dunia.

READ MORE
MALAYSIA – eXtremeINA.com    Putaran ke 2 Malaysian Rally Championship 2018 (MRC) yang bertajuk Rally of Perlis 2018, kembali diikuti oleh pasangan Julian Johan & Recky Resanto, yang bernaung dibawah tim One Motorsports GT Radial Evalube Helios. Kejuaraan ini digelar di negara bagian Perlis pada tanggal 20 – 21 Oktober, dan diikuti oleh 31 peserta dari 4 negara di Asia.
IMG-20181022-WA0002-01
Ada yang berbeda pada putaran ini, dimana Jeje tidak menggunakan Proton Satria Neo seperti pada putaran sebelumnya. “Kali ini strategi tim memutuskan saya untuk menggunakan Proton Satria generasi pertama, dengan bertukar mobil dengan rekan tim lainnya.” ucap Recky. Hal tersebut dilakukan atas dasar karakter mobil yang lebih sesuai dengan trek, dan Jeje ditunjuk oleh tim sebagai salah satu pengumpul poin kejuaraan tim, pada Rally of Perlis 2018 ini.
Rally of Perlis merupakan salah satu rally paling ‘High Speed’ yang ada di Malaysia. Dengan geografis perkebunan tebu dan lintasan SS yang mampu digeber hingga diatas 180km/jam.
“Ini menjadi pengalaman baru bagi saya, cukup menegangkan memacu mobil hingga Speedometer diujung, dan diatas permukaan jalan yang minim traksi” tambah Jeje mengenai trek.
IMG-20181020-WA0013-01
Rally kali ini menyuguhkan 9 SS, dengan total jarak diatas 300km. Pada Leg 1 (Sabtu), dari 3 SS yang dijalani, Jeje & Recky berhasil berada di posisi ke 2 kelas P10 (1600cc Max). Diapit oleh perally Jepang Takeshi Azuma di posisi 1, dan Masafumi Sudou di posisi 3. Masuk ke Leg 2 (Minggu), Jeje sempat mengalami ‘Overshoot’ di SS 4, sehingga mobil keluar lintasan dan tersangkut ditengah ladang. “Memang saya terlalu kencang di salah satu tikungan. Dan begitu nyangkut, saya sempat pesimis bahwa perolehan hasil podium akan lepas.”, “Tapi kami langsung mencoba memasang tali strap dibelakang mobil. Beruntunglah salah satu rekan tim kami dengan sigap menarik keluar, sehingga kami langsung kembali menyelesaikan SS4.” ungkap Jeje.
 
Pada 5 SS yang tersisa, akhirnya Jeje & Recky memustuskan untuk tetap bermain semaksimal mungkin. Walaupun waktu merosot lebih dari 15 menit, keduanya mencoba untuk memperbaiki waktu di SS 5 hingga SS 9. Di akhir kejuaraan pun, Julian Johan & Recky berhasil mengumpulkan 1 jam 58 menit 38,559 detik. Hasil tersebut tanpa disangka mampu memposisikan mereka menjadi Juara ke 3 di kelas P10. Dibawah Abdul Kaathir di posisi 1, dan Masafumi Sudou di posisi 3.
Text & Photos : JJ

Julian Johan & Recky mampu memposisikan mereka menjadi juara ketiga

READ MORE

JAKARTA-eXtremeINA.com          Pereli Tanah Air, H. Rahmat atau yang lebih akrab disapa Ame, berhasil memenangi kejuaraan reli internasional bertajuk Rally of Perlis yang digelar di kawasan Uniciti Alam Sg. Chuchuh, Padang Besar, Perlis, Malaysia pada Sabtu (20/10) dan Minggu (21/10) akhir pekan kemarin. Ame yang didampingi oleh navigatornya Donny Wardono sukses mengalahkan pesaing-pesaingnya dengan perbedaan waktu cukup jauh, seperti Roduwan Rashid dan navigatornya Moh. Faizal Tuah selaku pereli Malaysia di posisi kedua yang memiliki selisih waktu dengan Ame sejauh 1 menit  7 detik serta Karamjit Singh dan navigatornya Musa Sherif selaku pereli asal India di tempat ketiga yang memiliki perbedaan waktu dengan Ame sejauh 1 menit 21 detik.

Photo 1

Ajang Rally of Perlis yang diikuti oleh sebanyak 31 peserta ini digelar sebanyak sembilan special stages (SS) yang dibagi ke dalam dua hari. Sepanjang perlombaan, para pereli menyusuri kawasan Ladang Gula MSM Chuping yang di mana lokasi tersebut menjadi ladang mata pencaharian penduduk setempat.

Ame yang bernaung di bawah tim MRU Sederhana Motorsports sempat mengalami kendala yang cukup berat di hari pertama. Meski sukses menjuarai dua SS awal, turbo mobilnya mengalami kerusakan. Ditambah lagi, tim tidak memiliki turbo cadangan untuk mengganti turbo yang rusak. Masalah ini membuat Ame dan tim di Malaysia melakukan komunikasi dengan beberapa orang di Indonesia, seperti Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat dan Loqy Siregar selaku Ketua Komisi Teknik Mobil IMI Pusat. Rifat menyatakan bahwa masalah yang dialami oleh Ame ada pada karakter mobilnya yang cenderung sulit dikendalikan, padahal lintasan di Perlis membutuhkan kecepatan yang tinggi.

Seusai perlombaan, Ame bercerita, “Tim MRU Sederhana Motorsports langsung bertindak cepat. Kami berkonsultasi dengan Rifat dan Loqy. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pengaturan ulang Electronic Control Unit (ECU) agar mobil bisa lebih stabil di kecepatan 70 km/jam ke atas.”

Di SS kelima dan SS keenam, Ame sempat berlomba tanpa menggunakan anti-lag system (ALS) dengan maksud untuk menjaga kondisi turbo agar bisa berfungsi maksimal di SS ketujuh, kedelapan, dan kesembilan. “Jadi bisa dibilang, di SS lima dan enam saya lebih berusaha untuk bermain aman,” cetus Ame.

Photo 3

Setelah dirasa aman oleh tim, akhirnya Ame kembali tampil dengan mengaktifkan ALS di tiga SS terakhir, yaitu SS ketujuh, kedelapan, dan kesembilan. Di tiga SS terakhir ini, bisa dikatakan Ame menampilkan permainan terbaiknya sehingga ia pun mampu menyelesaikan perlombaan dengan gelar juara umum.

“Alhamdulillah di tiga SS terakhir, masing-masing saya meraih posisi satu, satu, dan dua. Hasil ini pun cukup membawa saya meraih gelar juara umum di ajang Rally of Perlis ini. Terima kasih untuk dukungan dan bantuan tim MRU Sederhana Motorsports yang telah bekerja keras selama perlombaan berlangsung,” tutup Ame.

Kesuksesan Ame juga diikuti oleh pereli Indonesia lainnya yang juga berlaga di Rally of Perlis. Putra Rizky bersama navigatornya Rizky Fauzi—yang juga memperkuat MRU Sederhana Motorsports—berhasil meraih gelar juara pertama di kelas RC 5 dan juara pertama di kelas Novice serta Junior. Sedangkan Julian Johan bersama navigatornya Recky Resanto berhasil menempati podium ketiga di kelas P10.

Photo 2

Raihan para pereli perwakilan Indonesia ini kemudian disambut dengan sangat positif oleh Rifat. “Sungguh prestasi yang membanggakan bagi dunia reli Indonesia yang berhasil ditunjukkan oleh putra-putra bangsa. Saya mewakili IMI pun mengucapkan terima kasih untuk usaha dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para pereli kita yang senantiasa unjuk gigi di ajang bertaraf internasional seperti reli Malaysia ini,” pungkas Rifat.

 

Text&Photos : IMI

Ame berhasil memenangi kejuaraan reli internasional bertajuk Rally of Perlis

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com         Ajang kejuaraan Merdeka Sprint Rally 2018 yang digelar di Sirkuit Paramount, Gading Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu [11/8] dan Minggu [12/8] esok diikuti oleh sebanyak 105 peserta dari beragam kelas yang diperlombakan. Sejatinya, Merdeka Sprint Rally 2018 yang digagas oleh Banteng Motorsport merupakan perlombaan berstatus Kejuaraan Daerah [Kejurda]. Namun dalam penyelenggaraannya kali ini, Banteng Motorsport yang juga bekerjasama dengan Ikatan Motor Indonesia [IMI] sekaligus menggelar Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Sprint Rally 2018 putaran ketiga.

Animo pereli Tanah Air yang tinggi disambut baik oleh Ketua Komisi Sprint Rally IMI Pusat, Hervian Soejono. Ia mengatakan, “Saya sebagai Ketua Komisi Sprint Rally mendukung penuh kegiatan Merdeka Sprint Rally ini. Jumat kemarin saya sudah hadir di Paramount dan saya melakukan kalkulasi terhadap peserta yang ikut. Total ada sebanyak 105 peserta dan ini luar biasa.”

Sementara itu, Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally IMI Pusat menambahkan, Jika dilihat dari komposisinya, mobil sedan bertambah menjadi 70 persen dari yang sebelumnya hanya 50 persen. Sementara mobil jipnya 30 persen. Ini sudah sangat baik. Harapan saya ke depan terus bertambah, misalnya sedan bisa mencapai 100 peserta dan jip bisa mencapai 50 peserta. Pastinya akan menjadi perlombaan yang seru!”

Photo 1

Sementara itu, Bimo Pradikto, yang merupakan petinggi Banteng Motorsport sekaligus menjabat sebagai Ketua Harian IMI DKI menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan olahraga rally dan sprint rally dengan ikut memberikan wadah-wadah, sarana, dan pra sarana untuk para pereli Tanah Air.

“Banteng Motorsport mengucapkan terima kasih untuk atensi dari para peserta yang banyak, yang mau mengikuti kegiatan Merdeka Sprint Rally. Tak hanya cabang olahraga sprint rally, kami juga mengadakan kompetisi e-sport atau olahraga motorsport elektronik yang juga di mana merupakan program FIA. Ke depannya kami berkomitmen untuk terus memberikan ruang-ruang bagi para pereli Tanah Air, semoga kancah rally di Indonesia semakin besar lagi,” jelas Bimo.

Hal menarik lainnya di penyelenggaraan Merdeka Sprint Rally 2018 kali ini adalah keikutsertaan pebalap F2 kebanggaan indonesia, Sean Gelael, yang turun di kelas paling bergengsi, yaitu kelas M [mobil sedan dengan spesifikasi perlombaan internasional atau hampir setara dengan mobil balap yang digunakan pada ajang World Rally Championship]. Tak hanya itu, legenda reli Indonesia yang juga merupakan Ayah dari Sean, Ricardo Gelael, juga akan ikut berlomba di kelas yang sama.

Text & Photos : IMI

Merdeka Sprint Rally 2018 diikuti oleh sebanyak 105 peserta dari beragam kelas yang diperlombakan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com      Ikatan Motor Indonesia [IMI] Pusat mengeluarkan informasi terbaru terkait penyelenggaraan Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Sprint Rally 2018 putaran ketiga. Sebelumnya, Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran ketiga direncanakan akan digelar bersamaan dengan Indonesia eXtreme Offroad Championship [IXOR] 2018 putaran satu pada 28 dan 29 Juli.

Namun setelah dilakukan rapat koordinasi, penyelenggaraan Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran ketiga akan diundur dua pekan setelah IXOR 2018 putaran satu, atau tepatnya pada Sabtu [11/8] dan Minggu [12/8] mendatang di Sirkuit Paramount, Gading Serpong, Tangerang Selatan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally IMI Pusat. Ia mengatakan, “Setelah kami lakukan rapat koordinasi bersama, kami putuskan jika ajang Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran ketiga tidak bersamaan dengan IXOR 2018 putaran satu. Kami akan menggelar Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran ketiga pada 11 dan 12 Agustus yang penyelenggarannya juga akan mendapat dukungan dari Banteng Motorsport.”

Photo 1

Saat digelarnya Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran tiga, Banteng Motorsport sebagai salah satu tim rally dan offroad kawakan Tanah Air juga turut serta menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) DKI Sprint Rally 2018 putaran kedua bertajuk “Merdeka Sprint Rally 2018” yang merupakan kelanjutan dari ajang sprint rally yang digagas Banteng Motorsport pada Mei lalu.

Bimo Pradikto selaku Ketua Penyelenggaran “Merdeka Sprint Rally 2018” dan juga Ketua Harian IMI DKI mengungkapkan bahwa kejuaraan ini digelar juga sekaligus menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73. “Kami dari pihak Banteng Motorsport akan menggelar sebuah kejuaraan yang pastinya menarik untuk diikuti. Apalagi momennya berdekatan dengan HUT RI ke-73,” jelas Bimo.

Ia menambahkan jika ada satu yang spesial dari “Merdeka Sprint Rally 2018”, yaitu penambahan kelas baru untuk mobil pick up. Kendaraan pick up yang boleh ikut harus berpenggerak roda dua belakang dengan kapasitas mesin bensin atau diesel. Baik mobil single cabin atau double cabin boleh mengikuti kelas ini. “Untuk teman-teman yang punya mobil double cabin empat roda, boleh melepas kopel depannya sehingga mobil ini hanya akan berpenggerak dua roda. Peserta di kelas ini juga diwajibkan untuk menggunakan ban reli dan peraturan selengkapnya akan dijelaskan lebih lanjut di buku peraturan lengkap perlombaan.”

Photo 2

Sementara itu, Hervian Soejono yang menjabat Ketua Komisi Sprint Rally menambahkan, “Kerja sama yang terjalin dengan Banteng Motorsport ini merupakan suatu visi yang coba dikembangkan IMI dengan pak Prasetyo Edi Marsudi dan Bimo selaku pimpinan Banteng Motorsport agar semangat serta kebangkitan ajang rally dan sprint rally tidak putus dan dapat terus terjalin dengan baik ke depannya.

Text & Photos : IMI

Putaran Ketiga Kejurnas Sprint Rally Digelar Terpisah dengan IXOR 2018.

READ MORE

JOHOR – eXtremeINA.com   Kejuaraan International Rally of Johor 2018 [IROJ] yang baru saja digelar di Johor Bahru Malaysia pekan lalu [20-22/7], membuahkan hasil manis bagi perally muda asal Indonesia Julian Johan [Jeje]. IROJ 2018 yang merupakan putaran 1 dari Malaysian Rally Championship & putaran 3 dari Asia Pacific Rally Championship ini, menjadi debut ‘Go International’ bagi Julian Johan dari One Motorsports GT Radial Evalube Helios. Dengan total jarak tempuh mencapai 600km, menjadikan IROJ 2018 sebagai salah satu rally terpanjang di Asia Tenggara.

IMG-20180721-WA0097-01
Sebagai debut awal, Jeje menargetkan untuk dapat mencapai finish dari total 12 SS yang ada. “Ini menjadi rally terberat yang pernah saya ikuti. Jika di Indonesia jarak 1 SS maksimal 15km, kalau disini bisa mencapai 30km. Jadi yang terpenting bisa finish terlebih dahulu.”
Diluar tantangan jarak tempuh SS dan juga medan yang bervariatif,  Jeje juga harus beradaptasi menggunakan kendaraan Sedan Hatchback. Jeje yang dikenal selama ini sebagai pembalap spesialis kendaraan 4×4 / Jip, kali ini harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat dibalik kendaraan Proton Satria Neo yang ia besut.
Julian Johan yang berpasangan dengan Co-Driver Recky Resanto, menjadikan hari pertama [Leg 1] sebagai fase untuk belajar dan beradaptasi dengan trek serta kendaraan. “Ternyata tantangan baru sempat bertambah, Pacenote yang saya bacakan sempat tidak sesuai dengan keadaan jalan. Sehingga Jeje tidak bisa memacu maksimal kendaraan.” ujar Recky. Kendati demikian, mereka tetap mampu mencapai finish di 6 SS yang ada di hari Sabtu. Dengan total jarak sekitar 310km di Leg 1, hal tersebut dirasa lebih dari cukup untuk mempelajari trek serta menyatukan diri dengan Proton Satria Neo tersebut.
IMG-20180721-WA0053-01
Memasuki hari kedua [Leg 2], Jeje dan Recky mencoba untuk lebih memantapkan lagi laju mereka. “Target kami memang finish terlebih dahulu, tapi kami ingin mencoba untuk mengejar pesaing kami diatas, yaitu Takeshi Azuma dari Jepang.” ucap Jeje.
Namun nampaknya setelah memasuki 3 SS terakhir, mereka lebih memilih untuk bermain aman dan mengamankan posisi mereka di peringkat 3 kelas P10 [1600cc]. “Sebenarnya disini ujian terberat saya, mengambil keputusan untuk lebih all out mengejar yang diatas tapi beresiko besar, atau bermain aman dan konsisten sambil menjaga emosi.”
IMG-20180720-WA0021
Setelah menuntaskan 12 SS di IROJ 2018, mereka akhirnya berhasil mencapai target finish, dan tanpa adanya kendala pada Proton Satria Neo yang mereka gunakan. Julian Johan & Recky mampu menyabet juara ke 3 kelas P10, dan juara ke 2 kategori Junior Cup.
Dengan berakhirnya IROJ 2018, Jeje akan segera fokus untuk mempersiapkan diri menjelang Rally of Perak 2018 pada bulan September mendatang.
Photos : IROJ 2018 & Ghifari N.

Debut Rally Internasional, Julian Johan Kibarkan Merah Putih

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Pereli Tanah Air, H. Rahmat dengan navigatornya Donny Wardono, berhasil memenangkan Kejuaraan Rally Malaysia bertajuk International Rally of Johor 2018 yang digelar selama dua hari penuh, Sabtu [21/7] dan Minggu [22/7], di kawasan perkebunan Tai Tak, Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia. Total catatan waktu yang ditempuh oleh Rahmat dengan Donny selama dua hari, yaitu 3 jam 46 menit 12,107 detik. Ia meninggalkan Satoru Ito dengan navigatornya Sean Gregory dari Jepang dengan selisih waktu 4 menit 21 detik.

Photo 4

Rahmat atau yang akrab disapa Ame menjalani perlombaan di hari kedua dengan penuh tantangan. Beberapa pesaing seperti Satoru, Haji Suhaimi Nasro Ali dengan navigatornya Aswad Kamil Abdol Mulop [Malaysia], Moh. Shazmie Moh Illias dengan navigatornya Magendran Arunasalam [Malaysia], serta Moh Henzee Hamzah dengan navigatornya Nuramirul Syamim Khalid [Malaysia] tampil lebih maksimal yang membuat Ame harus lebih disiplin dalam mengemudi untuk mempertahankan posisinya.

Dalam lima special stage [SS] pertama di hari kedua, Ame tampil begitu konsisten, dengan terus beradu waktu dengan Haji Suhaimi dan Moh. Shazmie. Memasuki SS 12 atau SS terakhir, Ame kehilangan waktu terbaiknya dengan finis di posisi sembilan. Namun hasil itu tetap berhasil membawa Ame mengibarkan bendera merah putih di garis akhir.

Selain Ame, beberapa pereli Tanah Air lainnya juga sukses berdiri di atas podium. Putra Rizky yang merupakan pereli muda yang didampingi oleh navigator senior yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Sprint Rally IMI Pusat, Hervian Soejono, berhasil menjadi juara satu di kelas RC5 dan juara 1 kategori novice dan junior. Sementara Roby Gusman Harahap dengan navigatornya H. Rizky Fauzi sukses menjuarai kelas P10, diikuti oleh pereli Indonesia lainnya, Julian Johan dengan navigatornya Recky Resanto yang berdiri di podium ketiga kelas yang sama.

Photo 3

Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally Ikatan Motor Indonesia [IMI] Pusat, menyampaikan apresiasinya terhadap Ame dan beberapa pereli Tanah Air lainnya yang juga sukses menempati podium. “Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa untuk Ame karena bisa dibilang merupakan ajang reli internasional pertama yang diikutinya. Saya mewakili IMI merasa bangga dengan hasil yang diraih karena komisi rally IMI memiliki target untuk terus memberikan bimbingan kepada mereka di hari-hari mendatang,” ungkap Rifat.

Komitmen juga ditunjukkan oleh Hervian atau yang akrab disapa Ian yang telah memberikan bimbingan sepenuhnya kepada Putra sebagai pereli muda untuk bisa mencapai garis finis dengan hasil yang diharapkan. Rifat menambahkan, “Evolusi yang terjadi di dunia rally, secara khusus di kawasan Asia-Pasifik kembali bergairah dan memiliki masa depan lebih baik lagi, karena setelah ini akan dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak.”

Rapat tersebut akan mempertemukan semua ASN di masing-masing negara Asia-Pasifik untuk merumuskan suatu gagasan atau keputusan terkait kendaraan-kendaraan apa saja yang dapat berlomba di kejuaraan reli.

Photo 2

Terakhir, Rifat berharap agar momentum luar biasa seperti International Rally of Johor 2018 dapat berlangsung dengan baik di putaran-putaran berikutnya sambil hubungan bilateral kedua negara antara Indonesia-Malaysia tetap terjalin dengan baik. “Saya berharap agar pembicaraan antar dua negara ini bisa berlangsung setiap aat, karena kami ingin adanya pertukaran pereli yang terjadi seperti ini. Bukan hanya pereli Indonesia yang tampil di Malaysia, namun juga pereli Malaysia dapat juga tampil di kejuaraan reli Indonesia,” pungkas Rifat.

Text & Photos      : IMI

H. Rahmat mengkibarkan Merah Putih pada kejuaraan reli Malaysia 2018.

READ MORE
<