eXtremeINA.com

News

EKSPEDISI INDONESIA MERAH PUTIH

Jakarta/eXtremeINA.com      Ekspedisi Pengarungan Sungai yang berada di Mae Taeng River, Thailand 06 – 13 November 2019. Kegiatan pengarungan ini akan dilaksanakan selama tiga hari dua malam dengan jalur tempuh sekitar 30 Kilometer. Ekspedisi Indonesia Merah Putih ini mendelegasikan Sembilan Athlete dari Organisasi Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam EKA CITRA Universitas Negeri Jakarta yang telah melakukan training center dari bulan Juni 2019 sampai dengan tanggal 02 November 2019 dan tentunya yang sudah dibekali dengan berbagai Pengetahuan mengenai konsep River Camp, Pemetaan Jeram, dan Resiko resiko pengarungan yang telah beberapa kali disimulasikan di Sungai Cisadane, yang pertama pada tanggal 11-13 oktober dan yang kedua pada tanggal 18-20 oktober dan juga telah dilaksanakannya TryOut di Sungai Citatih, Sukabumi 25 – 27 Oktober 2019. Ana Maria (EC. 3718 – 0390), Brian Chafariz N (EC. 3617 – 0376), Dhimas Qodhlizaka (EC. 3718 – 0393), Dian Mardiana (EC. 3617 – 0371), Faiz Althof (EC. 3718 – 0388), Farah Jawza (EC. 3718 – 0392), Farizky Setyo B (EC. 3718 – 0385), Sarita Wahyu B (EC. 3617 – 0377), Tiara Ayu A (EC. 3718 – 0389).

Mae Taeng River ialah anak sungai dari Sungai Ping, salah satu dari dua kontributor utama Sungai Chao Phraya. Berasal dari Pegunungan Daen Lao di Distrik Wiang Haeng, Provinsi Chiang Mai, Thailand, sangat dekat dengan perbatasan dengan Burma. Sungai ini memiliki Panjang dengan jarak 1.080 Kilometer (670 mil) dengan Grade Sungai III sampai IV.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh prediksi bahwa Indonesia akan menikmati bonus demografi—kondisi dimana pada saat itu jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding jumlah penduduk usia non produktif—yang akan jatuh pada rentang 2020 – 2030.

Dalam hal ini bonus demografi dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata yang mana tentunya terus berkembang pesat. Apalagi ditambah dengan keberagaman Indonesia akan keadaan geografis dan budayanya yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga membutuhkan pengelolaan yang baik.

Maka dari itu, selain melakukan penjelajahan sungai, juga diadakan Observasi Pengelolaan Wisata Arung Jeram. Bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh masyarakat berusia produktif dalam pengelolaan pariwisata ramah lingkungan di wilayahnya masing-masing, serta dalam hal ini kami mencoba menerapkan hasil observasinya pada salah satu provider/pengelola wisata arung jeram di Indonesia.

 

Photo&Text : EKACITRAUNJ

Tags

MORE News

COMMENTS

<