eXtremeINA.com

Profile

Farhan Hendro: Motocross adalah Hidup

eXtremeINA.com  Lahir pada tanggal 26 Juni 1994 di Garut, Jawa Barat, Farhan Hendro Fahrozi tumbuh menjadi crosser yang handal dan berprestasi. Kecintaan pada olahraga otomotif Motocross ini dimulai sejak masih duduk di kelas 5 SD, yang pada saat itu sering mengikuti kegiatan latihan ataupun balapan sang ayah Asep Hendro yang juga seorang Crosser Top di Tanah Air bahkan Asia sekalipun. Secara tidak langsung, sang Ayah lah yang menerjunkan Farhan ke dunia Motocross.

eXINA-Farhan-Hendro_profile (1)

Tahun 2007 saat usianya menginjak 10 tahun adalah kali pertama Farhan Hendro mengikuti Kejuaraan Motocross di Garut. Hebatnya lagi adalah kejuaraan ini sudah kejuaraan nasonal, turun di kelas 65cc Farhan langsung meraih peringkat kedua dalam ajang ini. Cerita uniknya adalah, saat Farhan berhasil memimpin 100 meter jelang finish motor yang dikendarainya mogok lalu motor yang ditunggangi Farhan didorong oleh tim dan berhasil menjadi peringkat kedua. Selepas kejurnas di garut ini berakhir, Farhan berhasil meraih prestasi pada kejuaraan-kejuaraan selanjutnya.

 

eXINA-Farhan-Hendro_profile-(5)

Puncaknya terjadi pada tahun 2007, yang dimana Farhan Hendro untuk pertama kalinya mengikuti Kejuaraan FIM Asia Supermoto dikelas 85cc dan langsung menyabet gelar juara. Kesuksesan tersebut diikuti dengan prestasi-prestasi lainnya seperti Juara 1 Kejurnas Motocross seri 2 tahun 2015, Juara 1 Kejurda Motocross seri 3 IMI Jabar, Juara 2 Motocross Jambore Otomotif Jabar tahun 2016, Juara 2 Motocross Challenge tahun 2016, Juara 1 ISC Supermoto round 1 tahun 2017, dan Juara 2 ISC Supermoto round 2 tahun 2017. Sebenanrya ini adalah sederetan kecil prestasi yang telah diraih oleh Farhan, karena masih banyak sekali rentetan piala yang terpajang dirumahnya.

 

eXINA-Farhan-Hendro_profile (3)

Terlepas dari kehebatan ayahnya sebagai crosser dan pebisnis, sejatinya Farhan Hendro adalah crosser yang cukup mandiri. Untuk menutupi bayang-bayang ayahnya, Farhan bercita-cita ingin menghadirkan gelar juara sebanyak mungkin, dan yang paling anyar adalah dirinya berhasil membuka toko perlengkapan untuk bermain Motocross yang diberi nama FHIGZ. Hadirnya toko FHIGZ ini membuktikan dirinya mampu lepas dari seluruh fasilitas yang diberikan oleh sang ayah, dan mampu mencari penghasilan sendiri. Ide untuk membuka toko FHIGZ ini berkat adanya pemikiran bahwa menjadi seorang atlet Motocross tidak akan lama karirnya, oleh karena itu dirinya merasa harus berkembang namun tidak jauh dari hobynya tersebut.

eXINA-Farhan-Hendro_profile (2)

Sebagai seorang crosser pro, Farhan pernah mengalami cedera cukup parah pada bagian tulang keringnya saat mengikuti Kejuaraan. Sempat pasrah dan tidak ingin melanjtkan karirinya di dunia Motocross akibat cedera yang dirasanya cukup sakit, namun nyatanya mental dia tidak menyerah untuk dapat sembuh agar bisa kembali kelintasan balap.

eXINA-Farhan-Hendro_profile (4)

Perkembangan olahraga Motocross di Indonesia tergolong berkembang secara perlahan, oleh sebab itu Farhan memberikan saran dan tips kepada para crosser muda lainnya agar tidak menyerah mengejar karir dan prestasi di dunia balap Motocross. Jika ingin menjadi crosser yang berkembang dengan baik, memiliki banyak prestasi seorang crosser harus sering-sering latihan, mulai dari latihan fisik, mental, dan skill. Selain itu crosser tidak boleh cepat puas jika mendapatkan juara, jika kalah seorang crosser harus mengevaluasi kesalahan dan memperbaikinya pada kejuaraan selanjutnya.

Text & Photos          : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

MORE Profile

COMMENTS

<