eXtremeINA.com

Features

Ini Dia 6 Disiplin Olahraga Sepeda Gunung

eXtremeINA.com  Bagi para pemula yang baru bermain atau menggeluti dunia sepeda gunung mungkin belum mengetahui secara detail tentang disiplin-disiplin yang ada didalamnya. Olahraga sepeda gunung adalah salah satu olahraga yang cukup ekstrem, oleh sebab itu sangat direkomendasikan untuk menggunakan perlengkapan safety gear yang lengkap saat bermain sepeda gunung.

Ini Dia 6 Disiplin Olahraga Sepeda Gunung_feature (3)

Bermain sepeda gunung tidak hanya semata-mata melintasi jalur-jalur di pegunungan yang telah tersedia saja, akan tetapi alangkah baiknya jika seorang penggemar berat sepeda gunung mengenal disiplin-disiplin yang ada di sepeda gunung. Berikut adalah enam disiplin dalam sepeda gunung :

Cross Country [XC]. Dirancang untuk medan yang tidak terlalu ekstrem [ringan], sepeda jenis ini hanya mempunyai suspensi depan atau tanpa suspensi sama sekali. Karena hanya memiliki suspensi depan biasanya sepeda gunung jenis ini dikategorikan sebagai hardtail frame. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh ditanjakan, di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan dan perjalanan jarak jauh. Sepeda jenis ini sangatlah disarankan bagi pemula yang ingin memulai bermain MTB. Sepeda jenis XC dirancang memakai suspensi depan [fork] dengan travel antara 80–120 mm, dan sangat tidak disarankan untuk mengganti panjang travel lebih dari yang telah ditetapkan oleh produsen.

Trail XC. Perkembangan dari sepeda XC, yang umumnya digunakan oleh pengendara MTB rekreasi, dengan medan trail off-road. Sepeda ini biasanya memiliki travel dengan ukuran antara 120–140 mm. Sepeda Trail XC biasanya dibuat untuk menghadapi medan kasar lebih baik daripada sepeda jenis XC.

Ini Dia 6 Disiplin Olahraga Sepeda Gunung_feature (2)

Enduro/All Mountain [AM]. Biasa dipakai untuk jalur perpaduan antara cross country [XC] dan downhill ringan [light DH]. Didesain untuk melintasi alam yang berat seperti naik dan turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan off-road jarak jauh. Memiliki 2 suspensi depan dan belakang [double suspension]. Panjang suspensi belakang [rear suspension] sekitar 6 inchi dan panjang suspensi depan [fork] mulai dari 140–160 mm. Pemakai dapat melakukan pendakian gunung dengan baik [tidak berat], sekaligus juga dapat menuruni gunung dengan cepat [tidak berguncang-guncang], karena panjang suspensi yang optimal. Keunggulan sepeda jenis ini ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Nama lain dari sepeda jenis ini adalah “Enduro”.

Free Ride [FR]. Dirancang untuk mampu bertahan melakukan lompatan tinggi [drop off] dan kondisi ekstrem sejenisnya. Rangkanya kuat namun tidak secepat dan selincah sepeda jenis All Mountain, karena bobotnya yang lebih berat, maka kurang cocok untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh dan sangat tidak cocok untuk tanjakan. Sepeda jenis ini speknya mirip dengan jenis Downhill. Sepeda jenis ini memiliki panjang suspensi fork bertravel antara 180–200 mm.

Ini Dia 6 Disiplin Olahraga Sepeda Gunung_feature (1)

Downhill [DH]. Untuk medan yang sangat ekstrem, sepeda gunung jenis ini mempunyai suspensi ganda [double suspension] untuk meredam benturan yang kerap terjadi ketika menuruni lereng dan dapat menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi. Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Sepeda jenis ini tidak mengutamakan kenyaman dalam mengayuh, karena sepeda jenis ini hanya dipakai hanya untuk menuruni lereng bukit atau gunung. Sepeda ini juga dipakai untuk perlombaan, sehingga yang menjadi titik utama dalam perancangannya adalah bagaimana agar kuat namun dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka, namun sepeda mereka diangkut dengan mobil. Sangat tidak efisien jika sepeda ini digunakan di dalam kota maupun di jalur cross country. Travel suspensi depan sepeda ini sama dengan jenis sepeda FR, antara 180–200 mm.

Dirt Jump [DJ]. Sepeda jenis ini awalnya dirancang untuk anak muda perkotaan, selain sebagai alat transportasi, untuk kebut-kebutan di jalan raya kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan atraksi-atraksi ekstrem lainnya. Fungsi dari sepeda jenis ini sangat mirip dengan BMX, namun dengan bentuk yang diperbesar. Nama lain dari sepeda jenis ini adalah trial atau urban MTB.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

MORE Features

COMMENTS

<