eXtremeINA.com

eXtremeINA.com        Kompetisi ujicoba Asian Games 2018 bertajuk Test Event Paralayang Asian Games 2018 telah dimulai hari Jumat [11/8] dihadiri oleh pilot Indonesa dan mancanegara. Kegiatan ini berjalan dari 11-14 Agustus 2017 di Puncak, Jawa Barat.

Photos : Bambang Vidiatmoko

Berikut foto-foto kompetisi Test Event Paralayang Asian Games 2018 di Puncak, Jawa Barat.

READ MORE

eXtremeINA.com        Kompetisi ujicoba Asian Games 2018 bertajuk Test Event Paralayang Asian Games 2018 telah dimulai hari Jumat [11/8] dihadiri oleh pilot Indonesa dan mancanegara. Kegiatan ini berjalan dari 11-14 Agustus 2017 di Puncak, Jawa Barat.

Photos : Bambang Vidiatmoko

Berikut foto-foto kompetisi Test Event Paralayang Asian Games 2018 di Puncak, Jawa Barat.

READ MORE

SERPONG – eXtremeINA.com    Pameran mobil bertajuk Gaikindo Indonesia International Auto Show [GIIAS] kembali tersaji di tahun 2017. Event tahunan yang terselenggara di Indonesia Convention Exhibition [ICE] BSD, Serpong, Tanggerang Selatan telah resmi dibuka pada tanggal 10 dan akan berakhir pada tanggal 20 Agustus 2017.

GIIAS-2017-poster

Sebagai event pameran mobil terbesar di Asia Tenggara, GIIAS 2017 tentunya banyak menyuguhkan koleksi mobil terbaru dari berbagai merk ternama. GIIAS 2017 juga dijadikan distributor atau showroom mobil tersebut untuk melaunching atau merillis mobil-mobil terbaru yang nantinya akan masuk dipasar global.

GIIAS 2017, Pameran Mobil Terbesar Asia Tenggara_news (1)

Pameran mobil sekelas GIIAS selalu dinanti kehadirannya oleh para pecinta Otomotif, penggemar mobil-mobil baru, dapat dijadikan keluarga untuk mencari referenai mobil, penggemar offroad yang menggunakan mobil 4×4 juga dapat mencari referensi di acara ini, dan pastinya masih banyak keuntungan yang didapat saat berkunjung ke GIIAS 2017.

eXINA-GIIAS 2017, Pameran Mobil Terbesar Asia Tenggara_news (3)

APM Otomotif di GIIAS 2017 tidak hanya menawarkan mobil-mobil terbaru saja, namun kegiatan ini juga menghadirkan berbagai macam mobil-mobil balap semisal mobil Offroad yang digunakan Rifat Sungkar, mobil balap GP2 yang digunakan Sean Gelael. Kegiatan lainnya adalah pengunjung dapst teat drive mobil yang sudah menjadi incarannya, games di setiap booth, dan masih banyak keseruan lainnya.

eXINA-GIIAS 2017, Pameran Mobil Terbesar Asia Tenggara_news (4)

eXINA-GIIAS 2017, Pameran Mobil Terbesar Asia Tenggara_news (2)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / Berbagai Sumber

GIIAS 2017 merupakan pameran otomotif tahunan yang terbesar di Asia Tenggara.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com        Kesempatan menguji kekuatan calon lawan di Asian Games XVIII Indonesia 2018, kembali diperoleh 18 pilot [sebutan bagi atlit olahraga dirgantara] anggota Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] cabang olahraga dirgantara Paralayang. Sebagai ujicoba lokasi dan perangkat lomba jelang AG ’18, mereka akan beradu ketangkasan dan ketahanan terbang lintas alam [XC/cross country] di Piala Asia II di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat, 11-14 Agustus. Lokasi berketinggian 1450 meter di atas permukaan laut [Above Sea Level/ASL] itu, juga digunakan selama SEA Games 2011 dan Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara [WPAC] 2015.

Ujicoba Jelang Asian Games 2018_news (5)

Meski mencapai 174 pilot dari 19 negara yang mendaftar, namun penyelenggara hanya menerima 100 peserta [22 putri] asal 12 negara; Australia, Cina, Cina Taipei, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Thailand dan Vietnam, mengingat terbatasnya luas lokasi lepas landas. Indonesia sebagai tuanrumah, mengirim pilot terbanyak, yakni 23 [7 putri]. Disusul Nepal [15], Korea Selatan [14/3 putri] dan India [11/1 putri]. Syarat sebuah cabang mengikuti Asian Games adalah didukung minimal 11 negara.

Kejuaraan yang khusus melombakan nomor Lintas Alam Terbatas [Race To Goal/RTG] itu, diakui Federasi Aeronautika Internasional [FAI], induk olahraga dirgantara dunia sebagai kejuaraan Kategori 2. Artinya, perolehan nilai di kejuaraan tersebut dapat dihitung dalam penenttuan peringkat dunia. Agar hasil kejuaraan diakui FAI, minimal satu kali penerbangan [ronde/sortie] harus terlaksana. Sedangkan maksimal tiga ronde.

Ujicoba Jelang Asian Games 2018_news (4)

“Kami akan memilih peserta berdasarkan prestasi internasional. Juga apakah setiap pilot sudah memiliki kartu peringkat Para Pro 4, yaitu syarat mengikuti kejuaraan internasional,” ujar Wahyu Yudha, Direktur Kejuaraan Piala Asia XC II 2017, yang juga Ketua Bidang Paralayang PGPI [Persatauan Gantolle dan Paralayang Indonesia]. Kejuaraan yang kedua kalinya setelah di Are Guling, Lombok, Nusa Tenggara Barat tahun lalu itu, memperebutkan hadiah US$8250 [sekitar Rp. 105 juta] untuk Kelas Putri, Putra dan Beregu. Kelas Beregu adalah gabungan maksimal lima pilot, dengan minimal 4 pilot putri atau putra.

Jajal Lawan

Pada WPAC 2017 Albania, Indonesia berhasil merebut medali perunggu Kelas Putri, lewat Rika Wijayanti. Bersama Ike Ayu Wulandari, juga asal Batu, Malang, Jawa Timur, Rika adalah beberapa diantara anggota muda Pelatnas penerus generasi emas paralayang Indonesia yang merajai SEA Games 2011 dengan merebut 10 dari 12 medali emas yang diperebutkan. Mereka berusia sekitar 23 tahun. sedangkan generasi SEA Games 2011 sudah berkisar 45 tahun.

Ujicoba Jelang Asian Games 2018_news (3)

Selain guna memperkuat mental bertanding, keikutsertaan mereka di Piala Asia II sangat penting untuk lebih mengenal karakter pilot-pilot Cina, Korea Selatan, Nepal dan Thailand, bakal pesaing berat Indonesia di nomor XC AG ’18. Saat di WPAC 2017 Albania, di nomor beregu, Cina mengungguli Serbia dan Rep. Ceko untuk meraih medali emas. Sedangkan pilot senior Thailand, Nunnapat “Bebie” Phuchong merebut emas Kelas Putri.

Bebie yang sementara menempati peringkat teratas dunia untuk nomor Ketepatan Mendarat [KTM] Kelas Putri tak menaruh harap akan medali di Puncak bulan depan. “Saya bukan spesialis lintas alam, saya hanya ingin menambah pengalaman,” ujarnya pada Tagor Siagian, Humas Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia [PB FASI], lewat surat elektronik. Dara 29 tahun itu juga mengaku dalam nomor beregu, negaranya bukan unggulan. “Kita tak banyak waktu untuk berlatih lintas alam,” akunya. Bebie punya kenangan tersendiri dengan lokasi terbang di Puncak. “Pertama saya ikut kejuaraan di Puncak, Seri PGAWC 2011. Tempatnya sangat menantang. Udaranya sejuk, saya suka. Beda dengan di tempat saya biasa berlatih dekat rumah,” ungkapnya.

Ujicoba Jelang Asian Games 2018_news (6)

Meski meraih gelar Juara Dunia Kelas Putri pada WPAC 2015 di Puncak, Bebie yang baru meraih gelar sarjana Ilmu Politik, tetap menganggap pilot Indonesia sebagai lawan yang selalu harus diwaspadai, selain Cina, Jepang dan Korea Selatan. “Mereka tuanrumah, sudah sangat mengenal medan lomba. Apalagi pilot-pilot mudanya, mereka pasti sangat lapar gelar juara dan akan habis-habisan,” akunya. Yang dimaksud Bebie adalah Rika Wijayanti, peringkat 5 KTM putri dunia dan Ike Ayu Wulandari [peringkat 8 dunia].

Dalam daftar peringkat pilot Asia-Oceania nomor Lintas Alam Putri rujukan FAI [Federasi Aeronautika Internasional], induk olahraga dirgantara dunia, Rika menempati peringkat 42, sedangkan Ike ke-74. Jarangnya pilot Indonesia mengikuti lomba XC di tingkat nasional maupun dunia, menyebabkan peringkat dunia mereka tersendat.

Terbang Hingga Lido

Saat Kejuaraan Internasional Lintas Alam Paralayang Mantar Terbuka berlangsung di Desa Mantar, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, 18-24 Juli lalu, tak banyak pilot unggulan turut. Pemegang rekor nasional lintas alam [XC/Cross Country] dan anggota Pelatnas, Hening “Digma” Paradigma, pada saat bersamaan mengikuti Seri III Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang [PGAWC/Para Gliding Accuracy World Cup] di Mont Saint Pierre, Kanada. Mengenai peluangnya di Piala Asia II, Digma diplomatis, “Saya tidak mau muluk-muluk, yang penting bisa ukur kekuatan calon lawan di Asian Games, terutama Cina dan Nepal” ujarnya pada Tagor Siagian, Humas PB FASI [Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia].

Ujicoba Jelang Asian Games 2018_news (1)

Digma mencatat rekor sejauh 109 km dari Wonogiri ke Pati, Jawa Tengah pada 2012. Ia memecahkan rekor pilot senior putra anggota Pelatnas, Elisa Manueke, yang kini berusia 56 tahun, sejauh 72 km yang dibuat 2011. “Puncak sangat nyaman untuk terbang lintas alam, karena banyak tebing yang membantu pilot terbang jauh, Banyaknya rumah penduduk sangat menolong jika terpaksa mendarat darurat,” jelas Digma.

Karena lebih dikenal handal di nomor XC, karyawan swasta usia 31 tahun itu mengejutkan banyak pilot asing ketika di Seri III PGAWC Kanada pekan lalu, keluar sebagai juara Kelas Umum bersama pilot senior putri Milawati “Ming” Sirin. Keduanya mencatat nilai sempurna 0, artinya tepat menginjak titik nol di ronde pertama. Karena angin terlalu kencang, mencapai 50 km/jam, dan hujan, lomba hanya berlangsung satu ronde. Sehingga Digma dan Ming keluar sebagai juara umum bersama.

Ujicoba Jelang Asian Games 2018_news (2)

Absennya pilot putra peringkat tiga besar Kelas Umum Asia-Oceania nomor Lintas Alam rujukan FAI [Federasi Aeronautika Internasional], induk olahraga dirgantara dunia; Gareth Carter [Australia], Yoshiaki Hirokawa [Jepang] dan Yongtae Ahn [Korea Selatan], serta peringkat kedua Kelas Putri Asia-Oceania, Wooyoung Jang [Korea Selatan] di Piala Asia XC II, membuat keinginan para pilot Pelatnas mempelajari teknik lawan unggulan tertunda. Yoshi Pasha, satu-satunya pilot asal Indonesia yang menempati peringkat 100 Besar Putra Asia-Oceania, dan berada di peringkat 20, tidak turut. Pria yang mukim di Austria, Eropa Barat itu, tidak masuk Pelatnas. Satu-satunya pilot Australia yang turut, Dave Snowden adalah peringkat 62 Asia-Oceania.

Dalam nomor Lintas Alam Terbatas [Race To Goal] yang akan dilombakan di Piala Asia II dan AG ‘18, pilot akan diberikan soal berbeda setiap ronde, berjarak sekitar 50-70 km, sesuai keadaan cuaca dan angin pada hari lomba. Mereka harus terbang di atas beberapa titik, misalnya dalam rute Puncak-Cianjur-Danau Lido, Sukabumi hingga Sentul. Pilot yang berhasil melewati jumlah titik terbanyak dalam waktu tercepat akan meraih nilai tertinggi pada ronde hari tersebut. Juara ditentukan pilot yang meraih jumlah nilai tertinggi setelah seluruh ronde terselesaikan. Setiap hari para pilot hanya akan terbang satu ronde [sortie]. Adapun penentuan juara Kelas Beregu adalah jumlah nilai tertinggi dari tiga hingga empat pilot asal satu negara, untuk kelas putri dan putra.

Selain Digma, Rio Indrakusumah, 27, pilot asal Sumatera Barat yang membela DKI Jaya dan bukan anggota Pelatnas, juga lebih menyukai terbang XC. Rio pernah terbang sejauh 83 km saat mengikuti klinik lintas alam di Austria, Eropa Barat. Menurutnya, jalur yang diperkirakan akan menguras tenaga adalah Cianjur-Lido dan Lido-Sentul. “Arah ke Sentul melewati kawasan Taman Matahari yang berbentuk mangkok. Pengaruh kontur atau bentuk perbukitan mengakibatkan angin berputar atau turbulen yang biasanya dari arah timur. Juga karena kita terbang headwind, melawan arah angin dari depan,” jelasnya.

Ujicoba Jelang Asian Games 2018_news (8)

Meski dikenal handal di nomor XC, namun pada Seri I PGAWC Manado Maret lalu, Rio mampu merebut emas Kelas Umum. Pada Trengganu Accuracy Open Mei lalu, dia juga keluar sebagai juara. Untuk ajang setingkat Asian Games, dibutuhkan pilot yang memiliki kemampuan lengkap atau serba bisa [utility player], handal terbang jauh dan unggul dalam Ketepatan Mendarat. Atlit seperti itu dapat merusak strategi lawan, karena kemampuan lebihnya yang tak terduga. Jika ingin mencapai sasaran tiga medali emas AG ’18 seperti yang dijanjikan Wahyu Yudha pada Menpora Imam Nahrawi tahun lalu, kartu as seperti Digma dan Rio sangat diperlukan.

Saat Indonesia menjadi juara umum cabang paralayang Pekan Olahraga Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, SEA Games 2011 Indonesia di lokasi sama, Puncak, nomor Race To Goal dimenangkan pilot tuanrumah Milawati Sirin [Kelas Putri] dan Sarayut Chinpongsatorn [Thailand] di Kelas Putra. Pilot senior putra Indonesia, Thomas Widyananto kala itu merebut perunggu. Sedangkan regu Merah Putih meraih medali emas Kelas Beregu Putri dan regu putranya perunggu.

Penentuan Timnas

PGPI menjadikan ajang Piala Asia XC II sebagai ujicoba lokasi dan perangkat lomba cabang Paralayang AG ‘18. Juga untuk mengukur kemampuan 18 pilot [8 putri dan 10 putra] anggota Pelatnas. Alumni timnas SEA Games 2011 yang memborong 10 dari 12 emas yang diperebutkan, seperti Thomas Widyananto, 40, peraih empat medali emas saat itu, dan Lis Andriana, 34, Juara Kelas Putri Seri PGAWC tiga tahun berturutan, 2012-2014 termasuk diantaranya. Tapi cedera lutut yang menimpa Lis, asal Kalimantan Timur, saat latihan jelang WPAC 2015, membuat penampilannya tak maksimal lagi. Awal Juni lalu ia dioperasi akibat putus ligamen lutut kanannya.

Ujicoba Jelang Asian Games 2018_news (7)

Nantinya akan dibentuk tim nasional sebanyak 12 pilot [5 putri dan 7 putra] untuk mengikuti Asian Games XVIII Indonesia 2018, 18 Agustus-2 September. Setelah Piala Asia XC II, para anggota Pelatnas paralayang akan membela daerah masing-masing dalam Kejuaraan Nasional Lintas Alam di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, 13-17 September. Lima hari setelahnya, mereka akan bergabung kembali mengikuti Seri IV PGAWC di Pegunungan Kobarid, Slovenia, Eropa Timur, 22-24 September.

PGAWC adalah kejuaraan perorangan dimana para pilot biasanya mengandalkan dana dan sponsor pribadi. Sebagai persiapan jelang AG ’18, Pelatnas dibiayai mengikuti seluruh empat seri PGAWC 2017 oleh Satlak Prima [Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas], badan di bawah Komite Olimpiade Indonesia [KOI] yang khusus menangani atlit berpotensi. Hingga Seri III PGAWC, Rio Indrakusumah sementara menempati peringkat teratas. Pilot putra Indonesia belum pernah menjadi juara dunia PGAWC. Dede Supratman menjuarai Kelas Umum WPAC 2015. [PR/Tgr]

Text & Photos : Lassak Imaji / Tagor Siagian

Pertandingan ujicoba Paralayang dimulai hari ini di Puncak, Jawa Barat.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Pada Minggu [13/8] nanti kejuaraan balap skuter bertajuk Indonesia Scooter Championship [ISC] 2017 Round 2 akan terselenggara di Sirkuit Karting Sentul Bogor, Jawa Barat pada hari minggu tanggal 13 Agustus 2017.

ISC-2017-Round2_poster

Sejatinya kejuaraan balap skuter yang digagas oleh ISC ini sekaligus untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2017 nanti. Pada kejuaraan ISC 2017 Round 2 ini pihak penyelenggara akan mempertandingkan sebanyak 17 kelas, dan dipastikan ratusan starter akan meramaikannya.

eXINA-ISC-2017-Seri1_gallery-pt2 (3)

Tujuan ISC menggelar kejuaraan balap skuter ini tidak hanya semata-mata untuk menyalurkan hobby saja. Namun ajang Vespa ini juga bertujuan untuk melahirkan para pebalap baru yang siap meraih banyak prestasi di kemudian hari, meningkatkan prestasi para pebalap, melahirkan tim-tim balap baru di berbagai penjuru Tanah Air, dan pastinya memberikan warna baru bagi dunia balap roda dua di Indonesia.

eXINA-ISC 2017 Seri 1, Hasil Kejuaraan Balap_news (2)

Bagi para pecinta balap di Indonesia khususnya balap skuter, kejuaraan ISC 2017 Round 2 ini dapat memberikan hiburan yang berkelas. Karena di tiap kelas yang tersaji para pebalap dijamin mampu menunjukan aksi-aksi terhebatnya. Jadi kalian wajib catat waktu dan tempatnya

Berikut adalah jadwal lengkap Kejuaraan ISC 2017 Round 2:

RUNDOWN-ISC-2017-ROUND-2

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

ISC 2017 Round 2 dimulai hari Minggu [13/8] ini, berikut jadwal lengkapnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Selain memiliki visi dan misi untuk mencari potensi-potensi muda berbakat yang kelak dapat menjadi atlet olahraga otomotif profesional, Pertamax Motorsport juga berkeinginan untuk mendekatkan olahraga otomotif kepada masyarakat luas. Kali ini, Pertamax Motorsport menjalin kerja sama dengan PT Pertamina [Persero] dan Gaikindo Indonesia International Auto Show [GIIAS] 2017 dalam mengadakan sebuah acara bertajuk Racing Car Experience yang akan diadakan di sela-sela pameran GIIAS di Indonesia Convention Exhibition [ICE], BSD, Tangerang Selatan pada Sabtu [12/8] dan Minggu [13/8] mendatang.

Pertamax-Motorsport----Racing-Car-Experience

Racing Car Experience sendiri adalah suatu kegiatan di mana para pengunjung GIIAS dapat merasakan langsung sensasi berkendara bersama para pebalap andalan Pertamax Motorsport, yang terdiri dari Rifat Sungkar, Rizal Sungkar, Rio Saputro Budihardjo, Lucky Reza, Aldio Oekon, serta Abdul Aziz. Mobil yang digunakan pun nantinya akan sama persis dengan yang digunakan pebalap-pebalap tersebut di ajang Kejuaraan Nasional [Kejurnas] yang mereka ikuti.

Untuk dapat mengikuti Racing Car Experience, para calon peserta perlu mengisi bahan bakar kendaraan dari Pertamina terlebih dahulu dengan menggunakan bahan bakar Pertamax atau Pertamax Turbo senilai Rp 300 ribu untuk mobil dan Rp 100 ribu untuk motor [berlaku akumulasi]. Setelah itu, para calon peserta dipersilahkan melakukan pendaftaran melalui situs www.pertamaxmotorsport.com. Kesempatan ini terbatas hanya untuk 100 orang yang beruntung.

Pertarungan Sengit Warnai Pertamax Motorsport IIMS Super Drift 2017_news (3)

Selain itu, Pertamax Motorsport juga mengadakan kontes bagi para pengunjung GIIAS yang tertarik dengan dunia fotografi. Bagi peserta kuis, dipersilahkan untuk mengabadikan momen para pebalap Pertamax Motorsport yang tengah beraksi di lintasan saat acara Racing Car Experience berlangsung, kemudian diunggah ke akun Instagram pribadi dan jangan lupa untuk berikan hashtag #RacingPhotoContest. Pertamax Motorsport sudah menyediakan hadiah menarik bagi para peserta kontes fotografi ini.

Terkait digelarnya Racing Car Experience, Direktur Pertamax Motorsport, Rifat Sungkar mengatakan, “Pertamax Motorsport sudah dua tahun berjalan. Banyak hal yang telah kami lakukan dan kami lihat secara bersama-sama. Kami menilai bahwa selain menjaring anak-anak muda untuk mau menjadi atlet profesional, masyarakat Indonesia juga punya tingkat ketertarikan dengan dunia otomotif yang tinggi. Ajang ini juga merupakan acara tahunan yang minat pesertanya pasti semakin banyak. Maka dari itu, saya rasa Pertamax Motorsport perlu menggelar acara Racing Car Experience ini kembali untuk memperkenalkan sekaligus mengajak masyarakat mengetahui lebih dalam tentang dunia olahraga otomotif yang seru dan menantang.”

Pertarungan Sengit Warnai Pertamax Motorsport IIMS Super Drift 2017_news (4)

Text & Photos : karyaKU / Pertamax Motorsport

Pertamax Motorsport Gelar Acara Racing Car Experience di GIIAS 2017.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sebanyak 109 pilot dari dalam maupun luar negeri telah terdaftar sebagai peserta Test Event Paralayang  Asian Games 2018.

Test Event Paralayang Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 14 Agustus 2017 di Puncak, Bogor, Jawa Barat ini sekaligus menjadi kejuaraan Paragliding Asian Cup 2017. Sejatinya 109 pilot yang sudah terdaftar ini sifatnya masih sementara saja tidak menutup kemungkinan pesertanya akan bertambah.

Walaupun kejuaraan Paralayang yang memperlombakan nomor lomba Cross Country atau Lintas Alam baru dimulai pada hari Jumat [11/8], namun peserta sudah banyak yang memadati Puncak sejak hari Selasa [8/8].

Hingga saat ini negara yang sudah konfirmasi untuk mengikuti Paragliding Asian Cup 2017 dan Test Event Paralayang untuk Asian Games 2018 adalah, Indonesia, Nepal, Hongkong, Vietnam, China, India, Thailand, Korea, Malaysia, Jepang, dan Taiwan.

Berikut adalah jadwal lengkapnya :

11 Agustus 2017

  • Check in Regiatration
  • Technical Meeting

12 Agustus 2017

  • Opening Ceremony
  • Official pilot briefing
  • Competition day 1

13 Agustus 2017

  • Competition day 2

14 Agustus 2017

  • Competition Day 3
  • Closing ceremony
  • Prize Giving

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Text Event Paralayang Asian Games 2018

Test Event Paralayang Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 14 Agustus 2017 di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Perkembangan teknologi dan pertumbuhan bengkel yang pesat menuntut para mekanik untuk selalu mengasah kemampuan mereka agar dapat memberikan pelayanan dan saran terbaik kepada pelanggan. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus wadah untuk menunjukkan kemampuan dan bakat para mekanik, Castrol kembali menghadirkan ajang kompetisi untuk meningkatkan kemampuan para mekanik melalui gelaran Castrol Mechanic Contest 2017.

eXINA-Castrol Mechanic Contest 2017 Antar Mekanik Berkompetisi di Tingkat Asia Pasifik_news (1)

Setelah melalui proses seleksi ketat selama 4 bulan, kini gelaran Castrol Mechanic Contest 2017 telah memasuki babak Final. 100 mekanik terbaik dari seluruh Indonesia akan bersaing pada babak final Castrol Mechanic Contest 2017 yang akan diadakan di JS Luwansa, Jakarta [10/8]. Country Marketing Manager Castrol Indonesia Deananda Sudijono menjelaskan, Castrol Mechanic Contest merupakan agenda tahunan Castrol Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan Castrol Bike Point. “Melalui acara ini Castrol ingin mengedukasi dan meningkatkan keahlian para mekanik serta pemilik bengkel lewat ajang kompetisi, terutama dalam hal perkembangan teknologi sepeda motor,” jelas Deananda.

eXINA-Castrol Mechanic Contest 2017 Antar Mekanik Berkompetisi di Tingkat Asia Pasifik_news (2)

Kompetisi ini memberikan pelatihan dan kesempatan belajar yang besar untuk meningkatkan keterampilan mekanik sehingga pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan kualitas layanan yang ditawarkan oleh Castrol Bike Points. 2.000 mekanik yang berasal dari 1.000 lebih Castrol Bike Point dan bengkel independen turut berpartisipasi dalam babak penyisihan yang juga dilengkapi dengan program pelatihan. Dalam babak tersebut, 1.200 mekanik berhasil

eXINA-Castrol Mechanic Contest 2017 Antar Mekanik Berkompetisi di Tingkat Asia Pasifik_news (3)

Lolos menuju babak semi-final dan berkesempatan untuk mendapatkan pelatihan lanjutan dan akan dinilai kemampuannya secara tertulis dan praktek. Sebagai hadiah utama dalam babak final, dua orang pemenang yaitu yang terdiri dari mekanik dan pemilik bengkelnya akan dikirim untuk mewakili Indonesia di ajang Castrol Asia Pacific Mechanic Contest yang akan diselenggarakan di Bangkok pada November 2017. Kompetisi tingkat Asia Pasifik ini akan diikuti oleh mekanik dari 6 negara untuk berkompetisi menjadi yang terbaik, dengan lebih banyak tantangan yang menanti. “Kompetisi ini akan menjadi bukti kualitas mekanik dari Castrol Bike Point Indonesia, sekaligus memberikan pengalaman dalam kompetisi di tingkat internasional,” jelas Deananda.

eXINA-Castrol Mechanic Contest 2017 Antar Mekanik Berkompetisi di Tingkat Asia Pasifik_news (4)

Sebagai tim juri serta penentu standar kompetisi tahun ini, Castrol kembali mempercayakannya kepada Politeknik Manufaktur Astra [Polman ASTRA]. Perwakilan tim juri dari POLMAN ASTRA Rahayu Budi Prahara menjelaskan, tema utama yang diangkat tahun ini adalah motor matic agar mekanik juga mengikuti tren dan kebutuhan konsumen saat ini. “Kepopuleran motor jenis matic, turut mendorong perkembangan teknologi yang tumbuh lebih pesat dibandingkan motor bebek dan sport, sehingga dibutuhkan keterampilan yang berbeda dari mekanik untuk menangani motor matic,” jelas Budi.

Text & PhotoS : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Perkembangan teknologi menuntut para mekanik selalu mengasah kemampuan, demi puaskan pelanggan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Akhir pekan nanti tepatnya Minggu [13/8], Kejuaraan Indonesia Scooter Championship [ISC] 2017 Round 2 akan diselenggarakan di Sirkuit Karting Sentul, Bogor Jawa Barat.

ISC-2017-Round2_poster

Ajang balap skuter ini juga diselenggarakan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 pada tanggal 17 Agustus nanti. Walaupun kejuaraan balap skuter yang di gagas oleh ISC tergolong baru, nyatanya event balap ini sudah menjadi primadona di kalangan pecintanya.

eXINA-ISC 2017 Seri 1 Disambut Hujan_news (2)

Selain mampu memberikan hiburan yang berkelas bagi para penikmatnya, Kejuaraan balap skuter ini juga berhasil menghadirkan pebalap-pebalap baru yang siap menantang para pebalap senior, melahirkan tim-tim balap skuter baru di berbagai penjuru Tanah Air, dan pastinya dapat memberikan warna baru bagi dunia balap di Indonesia.

eXINA-ISC 2017 Seri 1, Hasil Kejuaraan Balap_news (2)

Pada ISC 2017 Round 2 ini akan dipertandingkan sebanyak 17 kelas, berikut informasi lengkapnya :

2T utama big frame

  1. Kelas Standard Pemula
  2. Kelas Standard Open
  3. Kelas TU Pemula
  4. Kelas TU Open
  5. Kelas FFA

2T tambahan smallframe

  1. Kelas smallframe TU Open
  2. Kelas smallframe FFA

4T utama

  1. 160cc Open
  2. 220cc Open
  3. FFA 4T

4T tambahan

  1. 4T standart tune up sd 155cc komunitas non pembalap
  2. 4T standard tune up ZIP non pembalap

Supporting Race

  1. All scooter FFA (max rim 12)
  2. Master Faster 40+ seeded A
  3. Master Faster 40+ seeded B
  4. Fat Faster 90kg+ (kelas baru untuk menampung pecinta kecepatan yang memiliki berat badan 90 kg ke atas)
  5. Respon 2T non pembalap

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Indonesia Scooter Championship 2017 Round 2 dimulai akhir pekan ini.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Jafro Megawanto menunjukkan kelasnya sebagai atlet pelatnas cabang olahraga Paralayang untuk Asian Games 2018 dengan menjuarai Paralayang Trip of Indonesia [TRoI] Seri 3 yang telah berlangsung pada tanggal 4-6 Agustus 2017 di Desa Segoro Gunung, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, untuk kelas Senior Putra.

Jafro Megawanto Tunjukan Kelasnya Sebagai Atlet Pelatnas_news (1)

Pilot muda asal Jawa Timur yang baru menginjak usia 21 tahun ini mengatakan, “Lokasi pendaratan pada lereng bukit di tengah perkebunan teh Kemuning justru membantu saya. Dengan begitu perhitungan untuk melakukan pendaratan menjadi semakin mudah, karena jalurnya lebih pasti dibanding dengan lokasi landing yang luas seperti di Puncak, Jawa Barat,” ucapnya.

Jafro Megawanto Tunjukan Kelasnya Sebagai Atlet Pelatnas_news (2)

Walaupun berhasil menjadi yang terbaik di kelas Senior Putra di Kejuaraan Seri III TRoI 2017, nyatanya perjuangan Jafro cukup ekstra keras. Pasalnya perolehan poin yang diraih oleh rekan di Pelatnasnya Roni Pratama dan pilot muda tuan rumah damar Aziz Prasidya hanya terpaut sangat tipis. Selain itu perjuangan Jafro juga terdapat dalam enam penerbangan ronde atau sortie dengan kondisi cuaca yang sangat dingin hingga suhu 16 derajat selama Kejuaraan berlangsung. Namun perjuangan Jafro yang mampu menginjak titik nol pada ronde empat berhasil mengantarkannya menjadi yang terbaik.

Jafro Megawanto Tunjukan Kelasnya Sebagai Atlet Pelatnas_news (4)

Akhir pekan nanti Jafro akan mengikuti Piala Asia II Lintas Alam di Puncak, Jawa Barat pada tanggal 11-14 Agustus 2017, yang sekaligus menjadi test event Paralayang untuk menuju Asian Games 2018 mendatang. Dalam Kejuaraan ini peraih 2 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu PON XIX Jawa Barat 2016 harus mewaspadai beberapa pilot Asia lainnya, khususnya pilot Korea Selatan.

Jafro Megawanto Tunjukan Kelasnya Sebagai Atlet Pelatnas_news (3)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Lassak Imaji / Tagor Siagian

Jafro Megawanto berhasil menunjukkan kualitas dengan menjuarai TRoI 2017 Kemuning.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ali Adriansyah Rusmiputro, pebalap muda berbakat Indonesia telah menuntaskan setengah musim pertama ajang balap World Supersport 300 [WSSP 300] 2017 dengan hasil yang memuaskan.

eXINA-Ali Adrian Tutup Paruh Musim Dengan Raihan 11 Poin_news (3)

Pebalap dalam naungan Pertamina Almeria Racing Team itu berhasil mengumpulkan 11 poin dari 5 balapan yang telah bergulir di 2017.  Keberhasilan tertinggi Adrian diperoleh dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Donington Park, Inggris. Pada putaran ke-4 itu ia masuk 10 besar dengan finish di urutan 7.

Menurut Manajer Pertamina Almeria Racing, David Garcia, pencapaian Ali Adriansyah sudah sangat bagus. “Menurut evaluasi saya, paruh pertama kejuaraan yang dijalani Adrian sudah sangat bagus. Sebab dia mampu berada di 10  atau 15 besar,” ucap David.

“Dia satu-satunya pebalap asal Asia, dan secara teori hanya pebalap Eropa yang mampu berada di kelompok itu [10/15 besar]. Banyak orang yang mengira Adrian butuh waktu lebih lama untuk berada di posisi atas, tetapi kami [mencapainya] di pertengahan musim. Benar-benar menggembirakan,” papar David Garcia.

 

Menurut David Garcia apa yang dicapai Ali Adrian bukan perkara mudah. Kompetisi di ajang WSSP 300 ini terbilang ketat mengingat sepeda motor yang digunakan seluruh pebalap relatif setara. Selain itu total ada lebih dari 40 pebalap yang bersaing di lintasan. “Di satu balapan, Anda bisa berada di posisi 6 dan balapan berikutnya bisa saja ada di posisi 40,” ucap David.

eXINA-Ali Adrian Tutup Paruh Musim Dengan Raihan 11 Poin_news (2)

David berpendapat bahwa Adrian menunjukkan keistimewaan sebagai pebalap. Salah satunya adalah sifat pekerja keras. Di tengah kondisi yang serbabaru tekad kuat Adrian begitu kentara. “Semuanya serbabaru buat dia. Tim baru, sirkuit baru,  jauh dari negaranya, jauh dari keluarganya, tapi Adrian adalah pekerja keras. Dan dia adalah pebalap yang paling suka berujicoba dibanding pebalap lain,” ujar David.

Di sisi lain, Ali Adrian pun mengakui bahwa ia sempat mengalami kesulitan. terutama pada awal musim. Salah satu penyebabnya adalah perubahan parts pada tunggangannya. “Dua minggu sebelum balap pertama di Aragon kami mengganti satu parts di motor yang ternyata mengubah riding style dan confidence terhadap ban depan,” ujat Ali Adrian. “Satu minggu sebelum balap, ada official test di Aragon dan hasil yang kita dapat tidak maksimal. Tim melakukan modifikasi pada part tersebut dan hampir tidak ada perubahan,” tambah Adrian.

 

Akibatnya, pada balapan pembuka, di Sirkuit Aragon, Spanyol, Adrian gagal mendapatkan hasil memuaskan. Di Aragon, Yamaha YZF-R3 yang menjadi tunggangan Adrian mengalami masalah. Ia harus dua kali masuk pit sebelum akhirnya berhenti di tengah lomba.

Pada putaran kedua di Sirkuit Assen, pemuda kelahiran 29 September 1993 ini mulai unjuk gigi. Meski sepeda motornya belum sempurna, Adrian mampu menunjukkan performa yang menjanjikan. Di sirkuit legendaris itu Adrian start dari posisi 25. Satu lap menjelang finish, Adrian sudah berada di posisi 16 dan berusaha meraih posisi 15 untuk mendapatkan poin. Sayang, usaha Adrian kandas. Ia terlibat insiden dengan dua pebalap dan membuatnya terjatuh. Beruntung ia tidak mengalami cidera dalam kecelakaan itu.

eXINA-Ali Adrian Tutup Paruh Musim Dengan Raihan 11 Poin_news (1)

“Pada lap terakhir, saat memasuki tikungan ke kanan, pebalap Gabriel Noderer di belakang saya memaksa masuk dari sebelah kanan, dan saat saya angkat motor ternyata pebalap lainnya Armando Pontone juga menekan saya dari sebelah kiri, sehingga membuat saya terjatuh,” jelas Adrian.

 

Putaran yang berlangsung di Sirkuit Imola, Italia, kemudian menjadi pembuktian awal seorang Ali Adrian. Setelah sepeda motornya menjalani penggantian parts yang bermasalah, kepercayaan diri Adrian meningkat. Hal itu terbukti dengan keberhasilan Adrian meraih poin pertama setelah finish di urutan ke 14 dari 37 pebalap yang berlaga.

Performa Adrian makin teruji pada putaran berikutnya di Sirkuit Donington, Inggris. Ia menduduki posisi start 13 pada sesi kualifikasi dan memaksimalkan kemampuannya hingga finish di urutan 7 sekaligus meraih 9 poin. Hasil di Donington kemudian menjadi pencapaian teringgi Adrian sepanjang paruh pertama musim balap, baik untuk sesi kualifikasi maupun saat balapan.

Selepas Donington, Ali Adrian semakin berani meladeni pertarungan keras yang disajikan pebalap-pebalap Eropa. Di Sirkuit Misano, Italia,  Adrian kembali memperlihatkan kemampuannya bersaing dengan pebalap-pebalap Eropa yang terkenal agresif.  Meski start 22, ia mampu melesat ke posisi 7 pada 3 lap sebelum finish. Sayangnya, agresivitas Adrian di balapan tersebut membuat ban depan sepeda motornya kehilangan grip lebih cepat.  Kondisi ban yang sudah tidak optimum mengigit lintasan itu membuat ia low slide alias terjatuh. Adrian mampu bangkit dan kembali ke lintasan, namun sepeda motornya sudah kehilangan taji untuk bertarung.  Akhirnya, meski sempat masuk pit untuk memperbaiki kerusakan, Adrian harus rela menghentikan lomba.

eXINA-Ali Adrian Tutup Paruh Musim Dengan Raihan 11 Poin_news (4)

Dari 5 kali balapan di paruh pertama musim balap WSSP 300 2017 ini Adrian telah mengumpulkan 11 poin dan berada di perigkat 18 klasemen dari 42 pebalap. Kendati mengaku sangat gembira dengan pencapaian Adrian sejauh ini, David Garcia tidak mau terlalu cepat sesumbar. Menurut David ia berharap Adrian bisa berada di posisi 5 besar pada salah satu dari 4 balapan tersisa. “Tentu saja kami berharap bisa masuk 5 besar di salah satu balapan, dan naik podium menjadi pencapaian maksimum bagi Adrian pada tahun pertamanya di kejuaraan ini,” ujar David. “Tapi, sekali lagi, [persaingan] kejuaraan ini sangat sangat ketat. Saya berharap di Jerez [balapan terakhir] kami mampu memberikan sesuatu yang istimewa.”

Prestasi dan konsistensi yang ditunjukkan Ali Adrian pada paruh pertama musim balap 2017 ini tak lepas dari komitmen Pertamina dan Pertamina Lubricants dalam mendukung pebalap-pebalap nasional untuk berprestasi di kancah dunia. Bagi Pertamina Lubricants, apa yang ditunjukkan Ali Adrian sejalan dengan filosofi perusahaan untuk mampu tampil kompetitif baik di lingkup nasional maupun internasional.

Selain berkomitmen dalam mendukung putra bangsa untuk berprestasi di tingkat dunia, Pertamina Lubricants pun konsisten menghadirkan produk-produk berkualitas ke hadapan konsumen. Salah satu produk andalannya adalah Pertamina Enduro 4T Sport SAE 5W-30. Pelumas untuk sepeda motor ini didesain khusus untuk menghasilkan kinerja akselerasi dan perlindungan dari keausan yang maksimal. Pertamina Enduro 4T Sport SAE 5W-30 merupakan jawaban atas semua kebutuhan dan tantangan teknologi motor terkini, untuk kelas medium hingga kelas atas.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Ali Adriansyah jalani separuh musim dengan memuaskan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Akhir pekan kemarin tepatnya tanggal 6 Agustus 2017, telah diadakan rapat panitia untuk Test Event Cabang Olahraga Asian Games 2018 di Jakarta. Telah direncanakan Test Event Paralayang ini akan diadakan pada tanggal 11-14 Agustus 2017 di Puncak, Jawa Barat.

ASFA-Dukung-Paralayang-Dipertandingkan-Dalam-Asian-Games-2018_news-(3)

Rapat kepengurusan panitia ini dipimpin langsung oleh Mubarak Swilim selaku President Air Sports Federation of Asia [ASFA], dan didampingi oleh Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha. Dalam kesempatannya Mubarak Swilim mengatakan “Masuknya cabang olahraga Paralayang dalam kejuaraan Asian Games 2018 mendatang akan membawa dampak besar, yaitu membuka peluang cabang olahraga dirgantara lainnya untuk masjk ke hajatan multi event negara-negara Asia pada masa mendatang”.

ASFA-Dukung-Paralayang-Dipertandingkan-Dalam-Asian-Games-2018_news-(2)

“Saya yakin bahwa panita test event Paralayang akan mampu mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan dengan sangat baik dan profesional guna pemanasan menuju Asian Games 2018,” tambahnya.

ASFA-Dukung-Paralayang-Dipertandingkan-Dalam-Asian-Games-2018_news-(1)

Dalam pelaksanaa test event Paralayang ini Swilim akan memantau langsung jalannya perlombaan, yang dirangkaikan dengan Asian Cup 2017. Pada hari Selasa [8/8], Swilim berencana untuk bertemu dengan Eric Tohir selaku Ketua INASGOC, guna membahas dukungan ASFA terhadap panitia dan penyelenggaraan test event cabang olahraga Paralayang Asian Games 2018.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : INASGOC

ASFA mendukung penuh cabang olahraga Paralayang masuk dalam Asian Games 2018.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Demi menghadirkan kejuaraan balap skuter yang berkelas, pihak penyelenggara kejuaraan Indonesia Scooter Championship [ISC] 2017 Round 3 telah menyiapkan regulasi yang dapat diikuti oleh seluruh peserta.

eXINA-ISC 2017 Seri 1 Disambut Hujan_news (1)

Dijadwalkan kejuaraan balap skuter akan digelar pada tanggal 13 Agustus 2017 di Sirkuit Karting International Sentul, dan akan mempertandingkan banyak sekali kelas, dan dipastikan ratusan starter akan beradu cepat disetiap kelasnya.

eXINA-ISC 2017 Seri 1 Disambut Hujan_news (4)

Tujuan dibuatnya regulasi ini adalah untuk menyeragamkan kendaraan yang akan diperlombakan. Dengan adanya regulasi yang dibuat, maka suatu pertandingan balap akan lebih berkelas, teratur dalam perlombaan nya, dan hasil perlombaan nya akan lebih adil serta diterima oleh seluruh peserta.

Berikut adalah Regulasi ISC 2017 Round 3 untuk Kelas Standart 4T s/d 155 cc :

REGULASI-ISC-2017-ROUND-3-KELAS-4T-SD-155-CC-(1)

REGULASI-ISC-2017-ROUND-3-KELAS-4T-SD-155-CC-(2)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : ISC 2017 / eXtremeINA.com

Berikut adalah Regulasi ISC 2017 Round 3 untuk Kelas Standart 4T s/d 155 cc.

READ MORE

SERPONG – eXtremeINA.com    Offroader Intersport Racing Team, Arief Indiarto bersama navigatornya Sapta Marhaendra berhasil keluar sebagai juara pertama di kelas G3.2 pada ajang Pertamax Motorsport Indonesian eXtreme Sprint Rally Offroad Championship [IXSOR] 2017 putaran ketiga yang berlangsung di Sirkuit Paramount Serpong pada Sabtu [6/8] dan Minggu [7/8] akhir pekan kemarin. Selain itu, Arief Indiarto yang akrab disapa Opa, juga berhasil meraih juara pertama grup G3. Sementara offroader Intersport Racing Team lainnya, T. Gumilang/Anjas juga berhasil menyabet podium kedua kelas G2.1.

IXSOR-2017-Seri-3,-Arief-Indiarto-Dinobatkan-Juara-Pertama_news-(1)

Pada putaran ketiga ini, Arief Indiarto tampil sangat konsisten dalam menempuh 4 [empat] Special Stage. Dengan kondisi kendaraan yang baik, ia berhasil melewati jumpingan-jumpingan tinggi pada lintasan Sirkuit Paramount Serpong sepanjang 5,2 kilometer. Alhasil Arief/Sapta selalu finish terdepan di kelasnya, dan mencatatkan total waktu 15 menit 30,180 detik. Demikian pula dengan T.Gumilang yang akrab disapa Gilang, setelah di SS1 menempati posisi ketiga, ia berusaha sekuat tenaga memaksimalkan kemampuannya untuk meraih posisi yang lebih baik lagi. Dan ia berhasil naik ke posisi kedua di SS2 dan bertahan hingga SS4 selesai.

IXSOR-2017-Seri-3,-Arief-Indiarto-Dinobatkan-Juara-Pertama_news-(2)

Dengan hasil yang diperoleh kali ini, Intersport Racing Team berhasil meraup 31 poin dan menduduki posisi keempat untuk kejuaraan tim di ajang IXSOR putaran ketiga ini. Hans Gunawan mengungkapkan, “Pada putaran ketiga ini, kami berhasil meraih posisi keempat, Penampilan konsisten Arief Indiarto dan T. Gumilang  kali ini patut diapresiasi, kendati beberapa kendala kami hadapi. Selanjutnya kami akan mempersiapkan kembali kendaraan-kendaraan kami. Kami yakin pada putaran selanjutnya kami dapat kembali meraih kemenangan bagi tim kami.”

IXSOR-2017-Seri-3,-Arief-Indiarto-Dinobatkan-Juara-Pertama_news-(3)

Selanjutnya, Intersport Racing Team akan kembali bersiap untuk menghadapi puataran keempat yang rencananya akan digelar pada dua bulan mendatang di sirkuit Paramount Serpong.

IXSOR-2017-Seri-3,-Arief-Indiarto-Dinobatkan-Juara-Pertama_news-(4)

Text & Photos : karyaKU / Intersport Racing Team

Arief Indiarto unjuk Ggigi di ajang Pertamax Motorsport IXSOR 2017 Seri 3.

READ MORE

SERPONG – eXtremeINA.com    Pertamax Motorsport Speed Offroad Team berhasil menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu tim yang diandalkan dengan merebut beberapa podium di ajang Indonesia eXtreme Sprint Offroad Championship [IXSOR] 2017 putaran ketiga yang digelar di Sirkuit Paramount, Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu [5/8] dan Minggu [6/8] akhir pekan kemarin.

IXSOR 2017 Seri 3, Podium Milik Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad_news (1)

Salah satu piala berhasil didapat Buche Febrico selaku pebalap berbakat Pertamax Motorsport Speed Offroad Team yang berasal dari Gorontalo. Buche yang sudah tampil konsisten sejak hari pertama, kembali memperlihatkan kepiawaiannya mengemudi di atas lintasan tanah. SS demi SS dilewati Buche dengan begitu mulus, apalagi saat menghadapi tikungan-tikungan tajam dan beberapa loncatan yang cukup menjadi tantangan tersendiri di Sirkuit Paramount. Tak tanggung-tanggung, Buche bersama navigator sekaligus adik kandungnya, Tania Ananda, memborong dua piala sekaligus setelah dirinya menjadi juara satu di kelas G2.2 dan juara satu di Grup G2. Hasil ini diraih Buche setelah dirinya melakukan pertarungan dengan para rival tangguh, seperti TB. Aria Mandalika dengan navigator Addy Sandy dan M. Alghifari dengan navigator Bryan.

IXSOR 2017 Seri 3, Podium Milik Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad_news (2)

“Alhamdulillah saya bisa tampil maksimal. Memang sejak putaran dua yang digelar bulan Mei lalu, saya sudah berjanji untuk tampil lebih baik lagi. Berkat dukungan yang diberikan oleh banyak pihak, termasuk Pertamax Motorsport, sekarang saya mampu memberikan hasil yang memuaskan. Saya akan terus mempertahankan hasil seperti ini agar posisi saya diperebutan gelar juara umum tetap stabil dan konsisten,” ungkap Buche usai menjalani special stage [SS] keempat.

IXSOR 2017 Seri 3, Podium Milik Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad_news (4)

Sementara itu, penggawa Pertamax Motorsport Speed Offroad Team lainnya, Rifat Sungkar, juga kembali memperlihatkan kehebatannya. Rifat bersama navigator M. Redwan yang lolos ke babak Champ of the Champs [20 besar], berhasil menduduki podium ketiga usai melakoni pertarungan ketat dengan rivalnya yang juga merupakan pebalap muda berbakat, Jhoni dan navigatornya Zoelfiyandi. Kesuksesan Pertamax Motorsport Speed Offroad Team pun masih berlanjut. Kini giliran Glenn Nirwan bersama navigator Lanang Damarjati yang sukses menduduki peringkat ketiga di kelas G4.3.

IXSOR 2017 Seri 3, Podium Milik Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad_news (5)

Kontribusi yang diberikan pebalap-pebalap andal tersebut selanjutnya berhasil membawa Pertamax Motorsport Speed Offroad Team keluar sebagai juara dua di kelas Kejuaraan Tim.

IXSOR 2017 Seri 3, Podium Milik Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad_news (6)

“Saya cukup senang dengan hasil lomba dua hari ini. Tak hanya seru, perlombaan juga semakin menarik dengan adanya lawan-lawan yang tangguh hari ini. Saya juga senang bisa berada di podium, begitu juga untuk keseluruhan performa Pertamax Motorsport Speed Offroad Team yang mampu menduduki posisi kedua. Tentunya kami akan sajikan penampilan yang lebih baik lagi di putaran-putaran selanjutnya,” pungkas Rifat yang juga menjabat sebagai Direktur Pertamax Motorsport.

IXSOR 2017 Seri 3, Podium Milik Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad_news (3)

Text & Photos : karyaKU / Pertamax Motorsport

Pertamax Motorsport Speed Offroad Team rebut podium di IXSOR 2017 putaran tiga.

READ MORE

SOLO – eXtremeINA.com     Kejuaraan Paralayang bertaraf International bertajuk Paragliding Trip of Indonesia [TRoI] Seri 3 2017 telah sukses diselenggarakan akhir pekan kemarin tanggal 4-6 Agustus 2017 di Kawasan Kebun Teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Hasil-TRoI-2017-Seri-3-Kemuning_news-(1)

Dalam Kejuaraan Paralayang untuk nomor lomba Ketepatan Mendarat ini berhasil diikuti oleh setidaknya 235 pilot yang berasam dari Penjuru Nusantara dan Interntional seperti Arab Saudi, Korea, Jepang, Filipina, Inggris, dan Australia. Untuk kelas yang dipertaningkan dibagi menjadi tiga, yang meliputi Kelas Junior Putra / Putri, Senior Putra / Putri, dan Tandem. Sejatinya Kejuaraan Seri 3 TRoI 2017 ini berjalan cukup seru, menegangkan, dan lancar. Cuaca terbaik di kawasan kebun teh juga sangat mendukung jalannya perlombaan, secara keseluruhan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Hasil-TRoI-2017-Seri-3-Kemuning_news-(2)

Walaupun sifatnya International, pilot-pilot Indonesia mampu mengungguli pilot dari luar negeri untuk naik ke atas podium di semua kelas yang diperlombakan. Sudah tidak mengherankan lagi, pasalnya Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak pilot handal yang mampu menjadi pesaing berat bagi lawan-lawannya.

Hasil-TRoI-2017-Seri-3-Kemuning_news-(4)

Berikut adalah hasil lengkap Kejuaraan Paragliding Trip of Indonesia [TRoI] Seri 3 2017 :

Female Senior

  1. Tri Mariana Pertiwi – Jateng
  2. Eka Nesti Wulansari – Jateng
  3. Rika Wijayanti – Jatim
  4. Ike Ayu Wulandari – Jatim
  5. Milawati Sirin – Jabar

Male Senior

  1. Jafro Megawanto – Jatim
  2. Roni Pratama – Jatim
  3. Damar Aziz Prasidya – Jateng
  4. Irvan Winarya – Banten
  5. Thomas Widyananto – Jateng

Male Junior

  1. Amrullah Tanjung – Sumbar
  2. Anang Dwi Martanto – Jateng
  3. Pangeran Dirgantara – Jabar
  4. Syafrijon Hendri – Sumbar
  5. M Hasan Mustopa – Banten

Lolita

  1. Dwi Ali Sukotjo – Jatim
  2. Rakhmat Sauma A – DKI Jakarta
  3. Dodo Yudakusumah – Sumbar
  4. Mukhlis – Sumbar
  5. Rohadi Sutisna – Sumbar

Female Junior

  1. Riani Kusuma Kambari – Sumbar
  2. Riana Kusuma K – Sumbar
  3. Amelia Rahayu – Sumbar
  4. Delvy Yoeseva – Sumbar
  5. Cristy Asri – Jabar

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : TRoI

Kejuaraan TRoI 2017 seri ketiga Kemuning telah rampung, berikut hasil lengkapnya.

READ MORE

SERPONG – eXtremeINA.com    Salah satu tim balap andalan di cabang olahraga speed offroad, Pertamax Motorsport Speed Offroad Team, berhasil menyajikan penampilan yang memukau di ajang Indonesia eXtreme Sprint Offroad Championship [IXSOR] 2017 putaran ketiga hari pertama yang digelar di Sirkuit Paramount, Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu [5/8] kemarin.

Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad Tunjukkan Kualitas Terbaik_news (1)

Seperti biasa, dalam perlombaan yang berlangsung sebanyak dua special stage [SS], penggawa Pertamax Motorsport Speed Offroad Team, Rifat Sungkar yang berada di Grup G5 mendapatkan giliran start bersama dengan rivalnya Haji Samsudin atau akrab disapa Haji Sam. Di SS satu, Rifat bersama navigatornya M. Redwan mampu mengalahkan Haji Sam dan mencatatkan waktu yang baik sekaligus langsung menduduki posisi kedua.

Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad Tunjukkan Kualitas Terbaik_news (2)

Pertarungan yang lebih seru dan menegangkan terjadi di SS kedua. Haji Sam kali ini tampil semakin percaya diri dan terus memberikan perlawanan kepada Rifat. Mereka berdua berlomba untuk menjadi yang tercepat. Haji Sam awalnya memimpin perlombaan. Mereka juga sempat berkejaran di beberapa kesempatan. Memasuki tikungan ke delapan, Rifat berhasil menunjukkan kelasnya sebagai pebalap kelas dunia. Ia mampu mengendalikan mobilnya dengan sempurna di tikungan tersebut sehingga semakin memperpendek jaraknya dengan Haji Sam. Setelah melalui tikungan terakhir dan memasuki lintasan lurus tepat sebelum garis finis, Rifat berhasil menyudahi perlawanan Haji Sam.

Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad Tunjukkan Kualitas Terbaik_news (3)

Setelah menjalani dua SS di hari pertama IXSOR 2017 putaran tiga, Rifat sementara ini menduduki peringkat kedua di bawah Haji Rihan Variza dan navigatornya Boy M. Dinata. Atas hasil ini, Rifat mengatakan, “Posisi saya saat ini cukup baik di tempat kedua. Pertandingan tadi sangat seru dan menegangkan. Untuk perlombaan esok hari, saya yakin perlombaan akan lebih panjang. Saya harap tetap bisa konsisten dan bertarung secara kompetitif. Saya juga tidak tahu besok cuaca akan seperti apa, namun apapun cuacanya, saya yakin semuanya akan sangat menarik untuk dijalankan.”

Tim Pertamax Motorsport Speed Offroad Tunjukkan Kualitas Terbaik_news (4)

Sementara itu, pebalap Pertamax Motorsport Speed Offroad lainnya, Buche Febrico, juga meraih hasil yang baik di hari pertama ini. Buche yang turun didampingi navigatornya Tania Ananda, berhasil menempati posisi kedua setelah melalui dua SS. Bahkan di SS pertama, Buche sempat memimpin di posisi pertama dengan catatan waktunya yang gemilang. “Saya bersyukur untuk hasil di hari pertama ini. Meski di SS kedua sedikit melambat satu detik, namun saya yakin bisa memperbaikinya di hari kedua besok. Saya akan berjuang untuk berada di posisi pertama,” pungkas Buche.

Text & Photos : karyaKU / Pertamax Motorsport

Pertamax Motorsport Speed Offroad Team sajikan aksi memukau di IXSOR 2017 Putaran Ketiga.

READ MORE

eXtremeINA.com  Krav Maga adalah olahraga beladiri yang mematikan. Beladiri ini berasal dari Israel dan dikembangkan di Cekoslovakia tahun 1930-an didirikan oleh Imi Lichtenfeld. Di Indonesia sendiri berkembang sejak tahun 2009 oleh 2 organisasi, yaitu Komodo Indonesia dan Self Defenese Indonesia. Komodo Indonesia merupakan organisasi yang melatih KAPAP – Krav Maga Indonesia.

Krav Maga, Proteksi Diri Dengan Unsur Beladiri_feature (1)

Krav Maga ini menggabungkan beberapa seni beladiri yang bertujuan untuk menjatuhkan musuh dengan waktu singkat. Pada pukulan, Krav Maga seperti pukulan tinju. Pada tendangan, diambil dari ilmu Karate. Dan pada bantingan, diambil dari Jujitsu. Semua menjadi kesatuan dalam Krav Maga.

Krav Maga, Proteksi Diri Dengan Unsur Beladiri_feature (2)

Krav Maga ini tidak mempunyai seragam resmi, padahal kegiatan ini mengenalkan system pangkat atau berbeda tingkatan dalam perlatihannya. Dan untuk olahraga Krav Maga tidak ada aturan. Baik pria maupun wanita boleh melakukan olahraga ini dengan sama tidak ada perbedaan antara pria maupun wanita.

Krav Maga, Proteksi Diri Dengan Unsur Beladiri_feature (3)

Dalam olahraga Krav Maga tidak ada peraturan, namun dalam teknik membela diri dalam pertarungan, Krav Maga harus menekankan keselamatan diri namun sambil melumpuhkan lawannya dengan cara apapun. Namun ada beberapa prinsip dalam Krav Maga, yaitu tidak boleh terluka, menetralkan penyerang secepat mungkin, melakukan transisi dari teknik bertahan ke teknik menyerang secepat mungkin, eksploitasi semua reflek alami dalam tubuh, eksploitasi semua bagian tubuh yang mudah diserang [termasuk mata, tenggorokan, selangkangan, dan lain-lain].

Krav Maga, Proteksi Diri Dengan Unsur Beladiri_feature (4)

Selain latihan untuk pertarungan fisik, Krav Maga juga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi sekitarnya sehingga bisa mengambil tindakan antsipasi. Krav Maga juga mengajarkan menghindari dalam situasi-situasi kekerasan yang membahayakan keselamatannya.

#extremeina #extremesportsindonesia #feature #indonesia #kravmaga #martialarts #urban

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Krav Maga adalah olahraga beladiri yang mematikan. Beladiri ini berasal dari Israel dan dikembangkan di Cekoslovakia tahun 1930-an didirikan oleh Imi Lichtenfeld.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada tanggal 5-6 Agustus 2017 mendatang, Unit kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam [Mapala] Cakra Bhuwana Politeknik Negeri Bali akan mengadakan perlombaan Wall Climbing Competition 2017 dengan taglineShow Your Talent and Lead Your Way to the Top”.

Direncanakan kompetisi panjat dinding ini akan dilaksanakan di lapangan belakang Universitas Politeknik Negeri Bali. Kompetisi panjat dinding yang dikhususkan bagi peserta di Tingkat Provinsi Bali ini akan mempertandingkan beberapa kategori seperti kelas SD putra-putri, SMP putra-putri, SMA putra-putri, dan SMK putra-putri. Bagi peserta yang ingin ikut serta dalam kompetisi ini, pendaftaran akan dibuka pada tanggal 10 hingga 31 Juli 2017, dengan biaya pendaftaran Rp. 60.000.

Hadirnya kompetisi panjat dinding di Bali ini kian membuat perkembangan wall climbing di Indonesia semakin berkembang. Apalagi dalam kompetisi ini akan menghadirkan usia-usia muda untuk berkompetisi, dengan begitu kita harapkan akan semakin bermunculan pelaku panjat dinding yang masih muda dan siap meraih banyak prestasi dikemudian hari.

Selain itu hadirnya kompetisi panjat dinding yang digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Cakra Bhuwana Politeknik Negeri Bali membuktikan bahwa mereka adalah salah satu UKM Universitas yang cukup aktif dan kreatif dalam menunjukan eksistensinya kepada masyarakat luas.

Text               : Bambang Vidiatmoko

Photo            : Mapala Cakra Bhuwana

Mapala Cakra Bhuwana Politeknik Negeri Bali akan mengadakan Wall Climbing Competition 2017 pada 5-6 Agustus 2017.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sukses diputar secara perdana di Jakarta dan Padang, kali ini pemutaran film dokumenter skateboard bertajuk Raba Cakrawala akan diputar di Tap House, Yogyakarta akhir pekan [5/8] ini.

road-to-cakrawala-yogya

Pemutaran film dokumenter Skateboard yang dipersembahkan oleh Volcom ini benar-benar menjadi magnet bagi para skateboarder Tanah Air. Pasalnya di dua kota yang menjadi persinggahan mampu dibanjiri oleh ribuan skateboarder, dan diprediksi Yogyakarta akan kembali menghadirkan kesuksesan dengan dihadiri oleh banyak skateboarder lokal. Selain pemutaran film, kegiatan ini banyak diisi oleh aktivitas yang sangat seru seperti games, music, dan demo skate dari para pro skateboarder.

road-to-cakrawala-illustration_volcom (2)

Sekedar mengingatkan, film Raba Cakrawala ini mengisahkan perjalanan dua Skateboard terbaik Indonesia Mario Palandeng dan Sanggoe Dharma Tanjung selama menggeluti dunia Skateboard untuk kali pertama melangkahkan kakinya di Amerika Serikat yang merupakan negara kelahiran olahraga Skateboard. Dalam filmnya dikisahkan kedaunya berpartisipasi dalam kompetisi Damn An di Costa Mesa, menelusuri banyak lokasi skate spot di Los Angeles, hingga menghabiskan sisa perjalanan mereka dalam sebuah skate camp ternama Woodward Pennsylvania.

road-to-cakrawala-illustration_volcom (1)

Jika para skateboarder datang menyaksikan film dokumenter skateboard ini, pastinya akan banyak pesan yang akan disampaikan. Seperti bagaimana dua skateboarder Indonesia menjalani kehidupan selama bermain skateboard, bermimpi untuk menjadi sukses dengan bermain skateboard, bermimpi untuk datang ke Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara skateboard, dan pastinya masih banyak pesan terbaik yang disampaikan.

road-to-cakrawala-illustration_volcom (3)

#community #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #Indonesia #news #RoadToCakrawala #skate #skateboard #skateboarder #skateboarding #urban #Volcom #VolcomIndonesia

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Volcom Indonesia

Volcom Indonesia akan membawa Road To Cakrawala ke Yogyakarta.

READ MORE
<