eXtremeINA.com

SURABAYA – eXtremeINA.com  Guna menjalankan program kerja di tahun 2019, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia [FORMI] kota Surabaya akan bekerja sama dengan komunitas Suroboyo BMX [SBMX] untuk menggelar pelatihan BMX Freestyle pada tanggal 16-17 Maret 2019 di Ketabang Skate & BMX Park.

Tujuan diadakannya pelatihan ini untuk mengembangkan komunitas olahraga tantangan khususnya sepeda BMX sebagai salah satu jalur olahraga rekreasi di Indonesia, mengenalkan kepada masyarakat kota Surabaya tentang olahraga BMX, mendorong minat anak-anak di Surabaya untuk mulai menekuni olahraga BMX, mencari bakat-bakat rider BMX kota Surabaya untuk berprestasi di tingkat Nasional hingga Internasional.

Bagi yang ingin ikut serta dalam pelatihan BMX ini, peserta tidak dipungut biaya sedikit pun, namun karena pelatihan ini dikhususkan untuk warga Surabaya kalian hanya wajib membawa Kartu Tanda Penduduk [KTP] atau Kartu Keluarga [KK]. Pelatihan yang tersaji diakhir pekan nanti adalah tahap pertama, dengan begitu program kerja ini masih akan berlanjut pada tahap-tahap selanjutnya.

Sejatinya perkembangan olahraga BMX di Surabaya cukup baik, walaupun tidak signifikan nyatanya banyak bermunculan rider-rider baru yang masih cukup muda. Dengan adanya pelatihan yang digagas oleh FORMI kota Surabaya dan komunitas SBMX diakhir pekan nanti dapat semakin memajukan perkembangan olahraga sepeda ekstrem ini di Surabaya.

Disisi lain harapan juga ditujukan kepada Pemerintah Daerah untuk terus membantu perkembangan olahraga BMX di Surabaya dengan mensupport sarana dan prasarana bermain BMX seperti menyediakan skate park yang memenuhi standar, menghadirkan kompetisi-kompetisi BMX, dan mendukung rider BMX yang ingin mengikuti kejuaraan di luar negeri.

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pecinta BMX yang cukup banyak. Walaupun masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya, nyatanya sudah banyak rider BMX di Indonesia baik dari kategori Street dan Flatland yang sudah meraih banyak prestasi di tingkat Internasional seperti rider asal Surabaya Hendri Setiawan atau yang akrab Bondik, Ardika Winata, Januar Susanto, Heru Anwari, dan masih banyak yang lainnya.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo            : Suroboyo BMX

FORMI bersama Suroboyo BMX akan mengadakan Pelatihan BMX Freestyle akhir pekan ini.

READ MORE

eXtremeINA.com  Popo Ariyosejati atau yang akrab dipanggil Popo adalah salah satu rider downhill terbaik yang dimiliki Indonesia. Lahir pada tanggal 24 Juli 1986, Popo memulai karirnya sebagai atlet BMX Cross, namun seiring berjalannya waktu dia Pindak ke kota Malang pada tahun 2006, saat bertemu pelatihnya Zainul Siswanto di Malang Popo diintruksikan untuk menjajal downhill dan pada saat itulah dirinya langsung jatuh cinta pada olahraga sepeda yang cukup ekstrem ini.

Selepas dari BMX Cross, Popo mulai serius menekuni olahraga downhill hingga pada akhirnya untuk pertama kalinya dia mengikuti kejuaraan downhill di Gunung Buring Kota Malang, Jawa Timur bertajuk pre-PON dan seleksi Pelatnas Sea Games. Dalam kejuaraan pertamanya tersebut Popo langsung meraih juara ke-2 dan masuk dalam Tim Nasional [Timnas] SEA Games 2007. Seiring berjalannya waktu kemampuan Popo dalam bermain downhill kian matang, hal tersebut dibuktikan dengan prestasi-prestasi yang dira raih baik di tingkat nasional ataupun Internasional seperti meraih dua kali medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional [PON], 2 kali Juara Asia Downhill di China dan Malaysia, serta masih banyak prestasi lainnya.

Sebagai atlet downhill profesional, Popo pernah mengalami cedera yang cukup serius yaitu 2 kali patah pertulangan tangan serta cedera collarbone. Cedera parah yang dialaminya tidak membuat kapok dan trauma, justru Popo kembali bangkit untuk meneruskan karirnya sebagai atlet Downhill Indonesia. Dalam waktu dekat ini Popo akan mengikuti Kejuaraan Nasional, untuk menjadi yang terbaik di ajang tersebut dirinya terus disibukkan dengan latihan. Selain itu Indonesia juga akan mengikuti kejuaraan SEA Games 2019 di Manila, dan jika Popo dipercaya untuk masuk kedalam skuad Timnas Downhill Indonesia dirinya mengaku siap untuk menampilkan performa terbaiknya.

Menurut Popo perkembangan downhill di Indonesia cukup berkembang dengan pesat di setiap tahunnya. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya rider muda bermunculan dan mereka datang dari berbagai penjuru Tanah Air, selain itu trek downhill di Indonesia juga sudah cukup banyak, ditambah lagi dengan hadirnya Kejuaraan Nasional [Kejurnas] di setiap tahunnya membuat jenjang prestasi para rider semakin jelas.

Sejatinya pemerintah Indonesia pun sudah cukup mendukung perkembangan olahraga downhill di Indonesia, dampak besar yang dirasakan Popo adalah saat meraih kesuksesan di ajang Asian Games 2018 Popo tidak hanya diganjar bonus oleh Pemerintah namun dirinya juga diangkar sebagai Pegawai Negeri Sipil [PNS] di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA]. Bagi Popo Olahraga downhill sudah menjadi bagian dari hidupnya, dengan tekat dan kerja kerasnya dia ingin menjadi juara dunia downhill suatu saat nanti demi nama baik Indonesia di tingkat dunia.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Popo Ariyosejati

JAKARTA – eXtremeINA.com    Galang Hendra Pratama yang tergabung dalam Yamaha Moto X Racing dipastikan menjadi satu-satunya pebalap Indonesia yang akan berlaga di ajang World Supersport [WSSP] 300 musim 2019. Masuk di tahun ketiganya ajang balap WSSP 300 2019 akan diramaikan sekitar 50 pebalap yang datang dari lima benua di 15 negara berbeda.

Sejatinya ini bukanlah kali pertama Galang Hendra Pratama tampil di ajang WSSP 300, penampilan pertamanya terjadi di tahun 2017, yang kala itu saat usianya masih menginjak 19 tahun dirinya mendapatkan wild card dan sukses menjadi yang terdepan di Sirkuit Jerez, Spanyol. Selanjutnya di tahun 2018 Galang Hendra Pratama diberikan kepercayaan untuk balap satu musim penuh pada semua serinya, dan podium pertama yang berhasil digapainya terjadi di Sirkuit Brno, Republik Ceko dan mengakhiri gelaran WSSP 300 2018 diperingkat ke-10 dengan total 53 poin.

Jelang dimulainya seri perdana WSSP 300 2019 di Sirkuit Aragon, Spanyol pada tanggal 5-7 April mendatang, Galang Hendra Pratama sengaja melakukan persiapannya lebih awal. Pada tanggal 12 Maret 2019 yang lalu pebalap asal Yogyakarta ini menjalani serangkain tes di Sirkuit Misano, Italia. Walaupun mempunyai pengalaman di ajang balap WSSP 300, Galang Hendra Pratama menilai di musim 2019 akan menjadi tahun yang sulit. Selain itu tidak adanya seri di Republik Ceko pada tahun ini akan membuat dirinya merasa tertantang.

Namun Galang Hendra Pratama bisa sedikit optimistis karena Sirkuit Jerez yang menjadi tempatnya juara pada musim 2017 kembali hadir pada musim ini. Dalam WSSP300 musim ini, Galang Hendra akan tampil dalam sembilan seri. Kejuaran balap motor yang musim lalu digelar delapan seri di Eropa itu kali ini memang menambah satu seri di Losail Qatar.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Galang Hendra menjadi pebalap tunggal wakil Indonesia di ajang WSSP 300 musim 2019.

READ MORE

PALEMBANG – eXtremeINA.com        Akhir pekan Sabtu [09/03] lalu, komunitas South Sumatera BMX [SSBMX] kembali bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas kota Palembang menggelar kompetisi BMX bertajuk Millennial Road Safety Festival 2019. Kompetisi yang diikuti oleh 20 rider BMX asal Palembang ini digelar di Ampera Skatepark.

Akhir pekan lalu tepatnya ditanggal 9 Maret 2019 Komunitas South Sumatera BMX bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas Kota Palembang menggelar kompetisi BMX bertajuk Millenial Road Safety Festival 2019. Kompetisi yang diikuti oleh 20 rider BMX asal Palembang ini digelar di Ampera Skatepark.

Tujuan diadakan kompetisi BMX ini adalah untuk mensosialisasikan kepada anak-anak muda khususnya rider BMX untuk ikut serta dalam acara safety riding yang diadakan oleh Dirlantas kota Palembang. Dalam kompetisi BMX ini, pihak penyelenggara sukses mempertandingkan beberapa kategori mulai dari Street Open, Flatland Open, dan Plus Games Highest Bunnyhop.

Akhir pekan lalu tepatnya ditanggal 9 Maret 2019 Komunitas South Sumatera BMX bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas Kota Palembang menggelar kompetisi BMX bertajuk Millenial Road Safety Festival 2019. Kompetisi yang diikuti oleh 20 rider BMX asal Palembang ini digelar di Ampera Skatepark.

Sejatinya perkembangan olahraga BMX di Palembang sudah cukup baik, hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyak rider muda yang bermuncukan, adanya dukungan dari pemerintah dalam bentuk mensupport sebuah kompetisi BMX, dan skate park di Palembang juga sudah ada, hanya saja skate park yang berada di kompleks Jakabaring belum dapat digunakan. Selain itu banyak sekolah di Palembang juga menjadikan olahraga BMX sebagai bentuk ekstrakulikulernya.

Akhir pekan lalu tepatnya ditanggal 9 Maret 2019 Komunitas South Sumatera BMX bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas Kota Palembang menggelar kompetisi BMX bertajuk Millenial Road Safety Festival 2019. Kompetisi yang diikuti oleh 20 rider BMX asal Palembang ini digelar di Ampera Skatepark.

Dalam kesempatannya Adam salah satu anggota dari SSBMX menyampaikan, “Dengan adanya acara BMX Competition Road to Millennial Road Safety Festival 2019 ini dapat mendorong anak-anak muda khususnya di kota Palembang untuk mulai bermain olahraga BMX. Selain itu kita juga berharap Pemerintah Daerah ataupun Pusat mulai memperhatikan perkambangan olahraga BMX di Indonesia dengan serius, karena jika dikelola dengan baik Indonesia akan melahirkan rider-rider BMX yang mampu berprestasi di kancah Internasional.”

Akhir pekan lalu tepatnya ditanggal 9 Maret 2019 Komunitas South Sumatera BMX bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas Kota Palembang menggelar kompetisi BMX bertajuk Millenial Road Safety Festival 2019. Kompetisi yang diikuti oleh 20 rider BMX asal Palembang ini digelar di Ampera Skatepark.

Sejatinya Indonesia sendiri sudah memiliki banyak potensi rider BMX baik itu dari kelas Street ataupun Flatland yang sudah banyak memiliki prestasi tingkat Internasional. Hanya saja kesuksesan mereka belum cukup terdengar oleh masyarakat awam. Indonesia dalah salah satu negara dengan jumlah penggiat olahraga BMX yang cukup banyak, jika datang keberbagai daerah di Tanah Air maka tidak akan sulit menemukan komunitas BMX lokalnya. Dengan begitu diharapkan Pemerintah Daerah yang ada berbagai provinsi di Indonesia dapat mulai mendukung dan memberikan fasilitas memadai untuk berbagai macam kegiatan BMX.

Berikut adalah hasil dari BMX Competition Road to Millennial Road Safety Festival 2019:

Akhir pekan lalu tepatnya ditanggal 9 Maret 2019 Komunitas South Sumatera BMX bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas Kota Palembang menggelar kompetisi BMX bertajuk Millenial Road Safety Festival 2019. Kompetisi yang diikuti oleh 20 rider BMX asal Palembang ini digelar di Ampera Skatepark.

Street

  1. @maul_estamolokano
  2. @catur_anugerah
  3. @adamadzohir

Akhir pekan lalu tepatnya ditanggal 9 Maret 2019 Komunitas South Sumatera BMX bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas Kota Palembang menggelar kompetisi BMX bertajuk Millenial Road Safety Festival 2019. Kompetisi yang diikuti oleh 20 rider BMX asal Palembang ini digelar di Ampera Skatepark.

Flatland

  1. @firmanseddeng
  2. @nizar_flat
  3. @kinghim18

Akhir pekan lalu tepatnya ditanggal 9 Maret 2019 Komunitas South Sumatera BMX bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas Kota Palembang menggelar kompetisi BMX bertajuk Millenial Road Safety Festival 2019. Kompetisi yang diikuti oleh 20 rider BMX asal Palembang ini digelar di Ampera Skatepark.

Highest Bunnyhop: @maul_estamolokano

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. SSBMX

South Sumatera BMX bersama Dirlantas Palembang adakan kompetisi BMX bertajuk Millennial Road Safety Festival 2019.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com      Jajaran pelatih Atlet Nasional Panjat Tebing yang tergabung dalam Pelatnas pre-Olimpiade kembali menggelar simulasi pada Selasa [12/03] kemarin di Venue Panjat Tebing, Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Pada simulasi tersebut atlet pelatnas membuktikan kualitas terbaiknya., tercatat lima atlet Pelatnas mampu menempati peringkat satu hingga lima, sementara atlet non Pelatnas menduduki peringkat enam hingga delapan.

Atlet Pelatnas Fatchur Roji sukses menduduki peringkat satu setelah menjadi peringkat kedua dari nomor Speed, peringkat satu di nomor Boulder, dan peringkat enam pada nomor Lead. Sementara Aspar Jaelolo duduk diposisi kedua setelah menjadi peringkat ketiga pada nomor Speed, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat kelima pada nomor Lead. Sementara diperingkat ketiga diraih oleh Temi Teli Lasa yang meraup peringkat depalan untuk nomor Speed, peringkat lima untuk nomor Boulder, dan peringkat satu nomor Lead. Pada peringkat keempat hingga ke delapan diraih oleh Alfian M Fajri, Rifaldi Ode Ridjaya, Andika, M. Marsudin asal Jawa Tengah, dan M Fary Arrahman asal Yogyakarta.

Pada simulasi kedua ini pemanjat Nadya Putri Virgita yang notabennya adalah atlet non Pelatnas berhasil menjadi yang terbaik pada nomor puteri. Nadya keluar sebagai juara setelah meraih juara kelima untuk nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat pertama di nomor Lead. Untuk peringkat kedua diraih oleh atlet Pelatnas Nurul Iqamah setelah menjadi peringkat kedua di nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat keempat di nomor Lead.

Selanjutnya diperingkat ketiga diraih oleh atlet pelatnas lainnya yaitu Aries Susanti Rahayu, setelah dirinya meraih juara pertama di nomor Speed, pringkat kelima di nomor Boulder, dan peringkat delapan di nomor Lead. Sementara untuk peringkat keempat hingga kedelapan diraih oleh Rahmayuna Fadilah dari Yogyakarta,  Salsabila atlet Pelatnas, Choirul Umi Cahyaning A. atlet Pelatnas, Anggun Yolanda, dan Amelia Windy Ariesta atlet Pelatnas.

Untuk simulasi Combined Putri diikuti oleh delapan atlet yang terdiri dari lima atlet Pelatnas dan tiga atlet non Pelatnas.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : PP FPTI

Simulasi Combined yang baru saja diadakan Stadion Mandala Krida, menjadi tempat pembuktian diri bagi para atlet Pelatnas.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Grasstrack Kapolda Cup Region VI seri pertama telah tersaji pada akhir pekan [10/03] kemarin di Sirkuit Dewata Malamoi, Jalan Klamono Km. 18 Kelurahan Malagusa, Distrik Aimas, Kab. Sorong, Papua Barat.

Dalam ajang balap motor penggaruk tanah ini, dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Drs. Domingus Mandacan, dalam kesempatannya beliau menyampaikan, “Dengan adanya kejuaraan nasional Grasstrack di Sorong ini diharapkan mampu menjadi wadah positif bagi anak-anak muda khususnya di Sorong, Papua. Kami pun berharap anak-anak muda yang menyukai hobi balap dapat menyalurkannya diajang balap semacam ini.”

Berikut adalah hasil lengkapnya :

BEBEK STANDARD 4T 110cc – PEMULA

  1. 259 DIMAS LINTANG PAPUA BARAT JACKS 77 RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA
  2. 72 ARFIAN RAMADHAN ANDI SELLE PAPUA BARAT CAHAYA DEWATA BHAYANGKARA RACING TEAM YAMAHA
  3. 101 ARYA EKO JANWAR PAPUA BARAT ARYA BONJOS RACING TEAM YAMAHA
  4. 25 RESA ASWANDI PAPUA BARAT TMF KAIMANA MX YAMAHA
  5. 201 DIRHAM RUMBEKWAN PAPUA JKMX TEAM YAMAHA

BEBEK STANDARD 4T 125cc – PEMULA

  1. 259 DIMAS LINTANG PAPUA BARAT JACKS 77 RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA
  2. 201 DIRHAM RUMBEKWAN PAPUA JKMX TEAM YAMAHA
  3. 25 RESA ASWANDI PAPUA BARAT TMF KAIMANA MX YAMAHA
  4. 101 ARYA EKO JANWAR PAPUA BARAT ARYA BONJOS RACING TEAM YAMAHA
  5. 72 ARFIAN RAMADHAN ANDI SELLE PAPUA BARAT CAHAYA DEWATA BHAYANGKARA RACING TEAM YAMAHA

BEBEK MODIFIKASI 4T 110cc – JUNIOR

  1. 50 26 ADITYA KAPASIANG PAPUA JRB MX TEAM WAMENA YAMAHA
  2. 44 80 AKBAR FAISAL PAPUA BARAT JACKS 77 RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA
  3. 40 85 PANJI NUR MUHAMMAD PAPUA BARAT DEWAN MOTOR PROV TIGA DARA RACING TEAM YAMAHA
  4. 34 58 WILLY S, BIETH PAPUA BARAT NORIS RACING TEAM YAMAHA
  5. 34 777 VANDER OWEN PAPUA BARAT TMF KAIMANA MX YAMAHA 

BEBEK MODIFIKASI 4T 125cc – JUNIOR

  1. 50 26 ADITYA KAPASIANG PAPUA JRB MX TEAM WAMENA YAMAHA
  2. 42 777 VANDER OWEN PAPUA BARAT TMF KAIMANA MX YAMAHA
  3. 22 201 DIRHAM RUMBEKWAN PAPUA JKMX TEAM YAMAHA
  4. 20 771 YOAKHIM DONI LUKAS PAPUA BARAT TMF KAIMANA MX YAMAHA
  5. 18 101 ARYA EKO JANWAR PAPUA BARAT ARYA BONJOS RACING TEAM YAMAHA

 

BEBEK MODIFIKASI 4T 110cc – SENIOR

  1. 50 210 MARIO SALANTAHE PAPUA JRB MX TEAM WAMENA YAMAHA
  2. 44 333 LOTAR CADALORA RAMDHAN RIFKY JAWA TENGAH JEPARA RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA
  3. 40 94 EDI ARIANTO PAPUA BARAT MARVIN PUTRA RACING TEAM YAMAHA
  4. 34 124 M. ALDIS AGU PAPUA BARAT JACKS 77 RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA
  5. 33 14 ANGGA SOMPIE SULAWESI UTARA NORIS RACING TEAM YAMAHA

BEBEK MODIFIKASI 4T 125cc – SENIOR

  1. 50 210 MARIO SALANTAHE PAPUA JRB MX TEAM WAMENA YAMAHA
  2. 44 333 LOTAR CADALORA RAMDHAN RIFKY JAWA TENGAH JEPARA RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA
  3. 20 127 FARUDILA ADAM TAUFAN SUMUT CAHAYA DEWATA BHAYANGKARA YAMAHA
  4. 18 94 EDI ARIANTO PAPUA BARAT MARVIN PUTRA RACING TEAM YAMAHA
  5. 16 124 M. ALDIS AGU PAPUA BARAT JACKS 77 RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA

 

SPORT & TRAIL – SENIOR

  1. 47 333 LOTAR CADALORA RAMDHAN RIFKY JAWA TENGAH JEPARA RACING TEAM MANOKWARI KAWASAKI
  2. 47 210 MARIO SALANTAHE PAPUA JRB MX TEAM WAMENA KAWASAKI
  3. 40 127 FARUDILA ADAM TAUFAN SUMUT CAHAYA DEWATA BHAYANGKARA KAWASAKI
  4. 36 26 ADITYA KAPASIANG PAPUA JRB MX TEAM WAMENA KAWASAKI
  5. 16 1 DEDE JABAR PAPUA BARAT BHAYANGKARA RACING TEAM TANGIRI RAJA AMPAT KAWASAKI

SE s/d 250cc OPEN

  1. 50 105 RIZKY HK PAPUA BARAT MARVIN PUTRA RACING TEAM
  2. 44 94 EDI ARIANTO PAPUA BARAT MARVIN PUTRA RACING TEAM
  3. 40 210 MARIO SALANTAHE PAPUA JRB MX TEAM WAMENA
  4. 36 127 FARUDILA ADAM TAUFAN SUMUT CAHAYA DEWATA BHAYANGKARA
  5. 32 333 LOTAR CADALORA RAMDHAN RIFKY JAWA TENGAH JEPARA RACING TEAM MANOKWARI

BEBEK MODIF 2 TAK s/d 125 cc PEMULA [LOKAL SORONG RAYA]

  1. 151 RONI AFRIZAL PAPUA BARAT DEWAN MOTOR PROV TIGA DARA RACING TEAM YAMAHA
  2. 155 ADIRMAN PAPUA BARAT DEWAN MOTOR PROV TIGA DARA RACING TEAM YAMAHA
  3. 128 IPPANK H.M. PAPUA BARAT BHAYANGKARA RACING TEAM TANGIRI RAJA AMPAT YAMAHA
  4. 99 BINTARTO PAPUA BARAT TEAM BARU MX YAMAHA
  5. 116 FIRMANSYAH PAPUA BARAT DARAH BARRU INDEPENDENT HBM UP YAMAHA

BEBEK MODIF 115cc 4 TAK PEMULA [LOKAL SORONG RAYA]

  1. 138 DEDI HIDAYAT PAPUA BARAT LEMBU SPEED SORONG YAMAHA
  2. 14A AGUNG TRICAHYONO PAPAU BARAT JKMX TEAM YAMAHA
  3. 116 FIRMANSYAH PAPUA BARAT DARAH BARRU INDEPENDENT HBM UP YAMAHA
  4. 163 FAJRI AGUS PAPUA BARAT DICKY MOTOR – TEAM BARU MX YAMAHA

BEBEK MODIF 124cc 4 TAK PEMULA [LOKAL SORONG RAYA]

  1. 151 RONI AFRIZAL PAPUA BARAT DEWAN MOTOR PROV TIGA DARA RACING TEAM YAMAHA
  2. 224 MOH. ARIFIN PAPUA BARAT KLRT X
  3. 155 ADIRMAN PAPUA BARAT DEWAN MOTOR PROV TIGA DARA RACING TEAM YAMAHA
  4. 14A AGUNG TRICAHYONO PAPAU BARAT JKMX TEAM YAMAHA
  5. 138 DEDI HIDAYAT PAPUA BARAT LEMBU SPEED SORONG YAMAHA

SPORT & TRAIL s/d 200cc PEMULA [LOKAL SORONG RAYA]

  1. 151 RONI AFRIZAL PAPUA BARAT DEWAN MOTOR PROV TIGA DARA RACING TEAM KAWASAKI
  2. 19 IRSAN PAPUA BARAT MAJAF SORONG SELATAN KAWASAKI
  3. 1 DEDE JABAR PAPUA BARAT BHAYANGKARA RACING TEAM TANGIRI RAJA AMPAT KAWASAKI
  4. 14A AGUNG TRICAHYONO PAPAU BARAT JKMX TEAM KAWASAKI
  5. 157 JABBARICO PAMBUDI SANTOSA PAPUA BARAT CV. RIZAL ABADI PT. SINAR MAJARAN HONDA

BEBEK STD CAMPURAN 110cc s/d 125cc PEMULA [LOKAL SORONG RAYA]

  1. 155 ADIRMAN PAPUA BARAT DEWAN MOTOR PROV TIGA DARA RACING TEAM YAMAHA
  2. 31 TOMMY ADITYASTA F PAPUA BARAT CV. RIZAL ABADI OPO JARE BOD SCO YAMAHA
  3. 19 IRSAN PAPUA BARAT MAJAF SORONG SELATAN YAMAHA
  4. 138 DEDI HIDAYAT PAPUA BARAT LEMBU SPEED SORONG YAMAHA
  5. 99 BINTARTO PAPUA BARAT TEAM BARU MX YAMAHA

BEBEK MODIF 115cc 2 TAK [LOKAL PABAR & PAPUA]

  1. 72 ARFIAN RAMADHAN ANDI SELLE PAPUA BARAT CAHAYA DEWATA BHAYANGKARA RACING TEAM YAMAHA
  2. 73 TRIAL NDAMBLEK PAPUA BARAT JEPARA RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA
  3. 46 ISRA PAPUA BARAT DICKY MOTOR YAMAHA
  4. 201 DIRHAM RUMBEKWAN PAPUA JKMX TEAM YAMAHA
  5. 259 DIMAS LINTANG PAPUA BARAT JACKS 77 RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA

BEBEK MODIF 125cc 4 TAK [LOKAL PABAR & PAPUA]

  1. 80 AKBAR FAISAL PAPUA BARAT JACKS 77 RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA
  2. 26 ADITYA KAPASIANG PAPUA JRB MX TEAM WAMENA YAMAHA
  3. 77 M. TAKBIR PAPUA BARAT VANNY MX PEMDA BNTANI RACING TEAM YAMAHA
  4. 85 PANJI NUR MUHAMMAD PAPUA BARAT DEWAN MOTOR PROV TIGA DARA RACING TEAM YAMAHA
  5. 73 TRIAL NDAMBLEK PAPUA BARAT JEPARA RACING TEAM MANOKWARI YAMAHA

SPORT & TRAIL s/d 250cc [LOKAL PABAR & PAPUA]

  1. 26 ADITYA KAPASIANG PAPUA JRB MX TEAM WAMENA KAWASAKI
  2. 201 DIRHAM RUMBEKWAN PAPUA JKMX TEAM KAWASAKI
  3. 73 TRIAL NDAMBLEK PAPUA BARAT JEPARA RACING TEAM MANOKWARI KAWASAKI
  4. 77 M. TAKBIR PAPUA BARAT VANNY MX PEMDA BNTANI RACING TEAM KAWASAKI
  5. 205 M. TANSIL PAPUA BARAT VANNY MX PEMDA BNTANI RACING TEAM KAWASAKI

 

FFA s/d 250cc OPEN [LOKAL PABAR & PAPUA]

  1. 72 ARFIAN RAMADHAN ANDI SELLE PAPUA BARAT CAHAYA DEWATA BHAYANGKARA RACING TEAM YAMAHA
  2. 24 MARCHO BARVENEL MAKALEW PAPUA BARAT MARVIN PUTRA RACING TEAM YAMAHA
  3. 73 TRIAL NDAMBLEK PAPUA BARAT JEPARA RACING TEAM MANOKWARI HONDA
  4. 26 ADITYA KAPASIANG PAPUA JRB MX TEAM WAMENA KAWASAKI
  5. 201 DIRHAM RUMBEKWAN PAPUA JKMX TEAM HONDA

JUARA UMUM KATEGORI : SENIOR
147 210 MARIO SALANTAHE PAPUA JRB MX TEAM WAMENA KAWASAKI

JUARA UMUM KATEGORI : SE – OPEN
50 105 RIZKY HK PAPUA BARAT MARVIN PUTRA RACING TEAM YAMAHA

JUARA UMUM KATEGORI : SORONG RAYA

89 138 DEDI HIDAYAT PAPUA BARAT LEMBU SPEED SORONG YAMAHA

JUARA UMUM KATEGORI : PAPUA & PAPUA BARAT
78 73 TRIAL NDAMBLEK PAPUA BARAT JEPARA RACING TEAM MANOKWARI HONDA

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

 

Seri perdana Kejurnas Grasstrack 2019 baru saja dipertandingkan akhir pekan lalu di Sirkuit Dewata Malamoi, Papua.

READ MORE

PONOROGO – eXtremeINA.com        Kejuaraan balap bertajuk Super Adventure Monster Road seri ke-2 musim 2019 telah usai diselenggarakan dengan sangat sukses pada akhir pekan [09/03] kemarin di Alun-Alun Kota, Ponorogo, Jawa Timur. Masih sama seperti seri sebelumnya, Monster Road seri ke-2 ini mempertandingkan tiga kelas yang diantaranya kelas Upper, Under, dan kelas 1000 cc, dengan total 4 special stage [SS] yang harus diselesaikan oleh pesertanya.

Pada kelas Upper yang notabennya adalah kelas tertinggi ajang balap Monster Road, duet pasangan Andy dengan co-driver Wahyu Lamban dari tim Teboxs sukses menjadi yang terdepan dengan total poin 347. Sementara di posisi kedua bertengger M. Yusuf dan Agung N. dari tim Merapi Offroad dengan raihan 315 poin, untuk peringkat ketiga berhasil diraih oleh Indra Jati dan co-driver Raka Rayhan yang juga meraih 315 poin.

Untuk kelas Under, offroader dari tim JBTRT M Alfath dengan navigatornya Wanda sukses mengunci gelar juara untuk pertama kalinya dengan total poin 350 dari seluruh SS yang dijalaninya. Sementara podium kedua berhasil diraih oleh Andre Wirawan dan Ryani dari tim AWE Auto Tech Solo dengan nilai poin 347. Posisi ketiga diduduki oleh Afan dan Havid dengan raihan 324 poin.

Lanjut ke kelas 1000cc, dikelas ini Doddy dan Antok dari tim RHJRT Berjaya meraih podium pertama dengan torehan 365 poin, peringkat kedua berhasil diraih oleh Faras dan Mustaqin dari tim Bgundal Squad dengan 361 poin. Sementara peringkat ketiga didapat oleh Yoga dan Abe Wahyu dari tim Sekar Arum dengan 357 poin. Jika dilihat seksama, Seri ke-2 Monster Road 2019 yang berlangsung di Ponorogo, Jawa Timur ini berlangsung sangat ketat diantara para pebalapnya. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan poin para sang juara yang hanya berbeda sangat tipis.

Hadirnya kejuaraan balap Monster Road 2019 menjadi warna baru bagi dunia balap di Tanah Air. Selain mampu mendorong para pebalap di genre lain untuk terjun di ajang Monster Road, balapan mobil offroad super besar ini juga mampu meningkatkan prestasi para pebalap dan mampu menjadi hiburan berkualitas bagi para pengunjung yang menyaksikan secara langsung.

 

Berikut adalah hasil Seri ke-2 Monster Road 2019:

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

 

Kota Ponorago telah diadakan ajang seri kedua dari Monster Road 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Ajang pameran putdoor terbesar bertajuk INDOFEST 2019 telah usai tersaji akhir minggu kemarin di Hall B Jakarta Convention Center [JCC] pada tanggal 7-10 Maret 2019. Acara yang sudah memasuki tahun kelima ini seakan menjadi pameran yang dinanti-nantikan para penggiatnya.

Mengapa tidak, dalam pameran outdoor pertama dan terbesar di Indonesia INDOFEST mampu menghadirkan brand-brand lokal dan International berkualitas dengan barang-barang yang di diskon besar-besaran. Selain mampu memanjakan para penggiatnya dan juga masyarakat, pameran INDOFEST juga menghadirkan talk show dan sharing dari narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Namun ada aktivitas seru lainnya yang bisa dikatakan dapat memberikan perbedaan, yaitu hadirnya wall climbing di dalam JCC.

Wall climbing di INDOFEST 2019 terbagi menjadi dua bagian, wall climbing yang pertama adalah milik Eiger. Sejatinya di setiap gelaran INDOFEST Eiger selalu hadir dan memberikan aktivtas seru didalamnya misalnya pada tahun 2019 ini Eiger tidak hanya memberikan barang-barang diskon dengan kualitas terbaiknya saja, namun mereka menggandeng Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] untuk menghadirkan aktivitas wall climbing dan juga Refting atau simulasi memanjat di alam bebas. Tujuan Eiger membuat aktivitas wall climbing ini adalah untuk mengajarkan atau mensosialisasikan olahraga ekstrem ini kepada pengunjung INDOFEST 2019, bagi mereka yang ingin mencobanya mereka mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara.

Selain itu ada Pro Warrior yang juga menghadirkan aktivitas olahraga ekstrem berupa vertical climb dan wall climbing yang didukung oleh Crux Climbing Specialist. Sejatinya sama seperti Eiger, aktivitas olahraga ekstrem yang digagas oleh Pro Warrior ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan kedua olahraga ini. Bagi para pengunjung yang mencobanya dengan ketentuan yang telah diverifikasi oleh pihak penyelenggara maka mereka akan mendapatkan hadiah.

Dalam kesempatannya Dian Tri Anggraeni selaku Operator Climbing Pro Warrior menyampaikan, “Dengan adanya aktivitas wall climbing dan vertical climbing yang digagas oleh Pro Warrior dalam acara INDOFEST 2019 ini diharapkan mampu mendorong minat para pengunjung untuk menjajal kedua olahraga ekstrem ini. Dalam aktivitas ini mereka juga dapat belajar cara memanjat yang baik dan benar oleh para ahlinya. Selain itu dengan mereka mengikuti games ini mereka juga akan diberikan hadiah.”

Wall Climbing di pameran INDOFEST 2019 terbagi menjadi dua bagian, Wall Climbing yang pertama adalah milik Eiger. Sejatinya disetiap gelaran INDOFEST Eiger selalu hadir dan memberikan aktivtas seru didalamnya misalnya pada tahun 2019 ini Eiger tidak hanya memberikan barang-barang diskon dengan kualitas terbaiknya saja, namun mereka menggandeng Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PPFPTI) untuk menghadirkan aktivitas Wall Climbing dan juga Refting atau simulasi memanjat di alam bebas.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

Kegiatan panjat tebing dalam INDOFEST 2019, menjadi daya pikat tersendiri.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada tanggal 18-20 Maret 2019 Universitas Budi Luhur akan menggelar kegiatan bertajuk Universitas Budi Luhur Community Festival. Dalam kegiatan tersebut pihak penyelenggara akan memberikan aktivitas yang cukup seru dan menjadi hiburan yang berkualitas bagi pengunjungnya, beberapa aktivitas tersebut antara lain Futsal Competition, Foto dan Video Competition, Scooter Contest, Live Mural, Skate Mini Competition, Bazaar Community, Social Charity, dan Live On Air Radio Budi Luhur.

Kegiatan semacam ini sudah rutin diadakan setiap tahunnya oleh komunitas-komunitas di Universitas Budi Luhur, dengan tujuan mendukung musisi lokal dan kampus untuk tampil dalam acara panggung musik komunitas, menjadi platform untuk komunitas kampus menciptakan karya yang menarik dan bermanfaat untuk sekitarnya, pasar komunitas untuk para pegiat komunitas mulai dari olahraga dan otomotif, serta mengedukasi dengan campaign pendidikan Mari Membaca.

Manfaat dari adanya kegiatan Universitas Budi Luhur Community Festival 2019 ini adalah dapat menjaga silahturahmi antar komunitas yang ada di kampus yang masing-masing komunitasnya akan memberikan aktivitas yang sangat seru. Dengan adanya kegiatan ini, Universitas Budi Luhur membuktikan bahwa kampus tersebut dapat merangkul dan memberikan wadah bagi para mahasiswanya untuk berkreasi se-positif dan se-kreatif mungkin.

Kegiatan semacam ini juga dapat menjadi contoh bagi universitas lainnya yang ada di Jakarta pada khususnya. Untuk aktivitas skateboard sendiri, Universitas Budi Luhur telah memiliki sarana skate park yang cukup layak untuk bermain skateboard, dan skate park ini mampu menjadi sarana latihan yang baik untuk para skateboarder lokal kampus. Walaupun kegiatan ini diadakan dalam Universitas Budi Luhur, nyatanya kegiatan ini juga dibuka untuk umum dan yang menjadi sasaran pihak penyelenggara adalah kalangan mahasiswa, masyarakat, dan pelajar se-JABODETABEK.

Dalam acara Universitas Budi Luhur Community Festival 2019, pihak penyelenggara juga akan mengadakan donasi yang bekerja sama dengan Rumah Cerdas Budi Luhur. Donasi tersebut berupa buku-buku yang disumbangkan oleh para pejuang kebudilihuran di KKN Universitas Budi Luhur.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Commfest 2019

Universitas Budi Luhur Community Festival 2019

READ MORE

eXtremeINA.com  Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pecinta atau penggemar BMX yang cukup banyak. Jika kita berkunjung keberbagai daerah di Tanah Air maka akan sangat mudah untuk menemukan komunitasnya. Diperkirakan perkembangan BMX di Indonesia sendiri sudah dimulai petualangannya sejak era 80an, dan dari tahun ke tahunnya pecinta BMX di Indonesia kian bertambah banyak walaupun berkembangannya tidak diikuti dengan sarana dan prasaran yang memadai.

Salah satu bentuk bukti nyata bahwa BMX di Indonesia sudah mulai digeluti oleh pecintanya adalah, hadirnya komunitas Mid School BMX Enthusiast. Mereka adalah para kolektor sepeda BMX di era Mid tahun 1990 hingga 2005, dan bisa dikatakan merekalah pendobrak hobi olahraga BMX yang saat ini sudah menjadi lifestyle bagi anak-anak muda di Indonesia khususnya Ibu Kota Jakarta.

Komunitas Mid School BMX Enthusiast ini berdiri pada tahun 2017 yang digagas oleh Haris Nofianta bersama dengan teman-temannya. Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk merangkul rider-rider BMX yang mempunyai satu hobby yang sama yaitu mengoleksi BMX era Mid School antara tahun 1991 hingga 2005, menunjukkan eksistensi mereka sebagai rider BMX yang saat ini menjadi kolektor, sharing terkait dengan sepeda serta parts-nya, dan tentunya masih banyak tujuan positif lainnya.

Diketuai oleh Endy Pratama atau yang akrab dipanggil Ndoy, komunitas Mid School BMX Enthusiast ini telah memiliki anggota 50 orang. Namun tidak menutup kemungkinan anggotanya akan terus bertambah mengingat Indonesia memiliki rider BMX yang sudah cukup banyak khususnya era tahun 1990 ke 2000 an. Komunitas Mid School BMX Enthusiast tidak hanya berkembang di Ibu Kota Jakarta saja, namun mereka juga berkembang di daerah lainnya seperti Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan masih banyak yang lainnya.

Kegiatan para anggota komunitas Mid School BMX Enthusiast adalah riding bareng saat Car Free Day, hadir pada berbagai pameran untuk menunjukkan koleksi dan sharing bersama membahas berbagai sepeda Mid School dan juga parts dari sepeda itu sendiri.

Text & Photo : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Mid School BMX Enthusiast: Wadah Pecinta Sepeda BMX Jaman Old

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Mengusung tema Outdoors for The Better World, pameran barang-barang outdoor bertajuk INDOFEST 2019 yang tersaji di Hall B Jakarta Convention Center [JCC] Senayan, Jakarta telah diserbu para penggiatnya dan masyarakat umum lainnya sejak dibuka pada hari pertama tanggal 7 Maret hingga hari terakhirnya tanggal 10 Maret 2019.

Selain mampu memanjakan para sang petualang alam bebas dan masyarakat pada umumnya dengan barang – barang outdoor yang super mudah, mereka juga disuguhkan dengan aktivitas talkshow yang mampu memberikan banyak sekali informasi positif didalamnya. Walaupun masih menggunakan lokasi yang sama, pameran INDOFEST 2019 ini menyajikan area bazar yang lebih luas dibanding tahun sebelumnya. Hal ini pun diungkapkan oleh Eva Fitri Yeni selaku coordinator acara INDOFEST 2019 yang juga COS Event, “INDOFEST 2019 kami sajikan dengan area yang lebih luas dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu kami juga akan mengoptimalkan system zonasi stan-stan bazar yang terlibat.”

“Zonasi sendiri terbagi beberapa bagian yaitu, equipment, activity, dan juga komunitas. Untuk stan komunitas kami sengaja memberikan grastis untuk pembukaan stannya. Karena tujuannya adalah untuk menjembatani secarang langsung antara penggiat Outdoor dengan komunitasnya. Pada gelaran INDOFEST 2019 kami menargetkan 60.000 pengunjung selama empat hari pameran,” tambah Eva pada kesempatannya.

Menurut data yang didapat total stan yang berpartisipasi dalam INDOFEST 2019 ini mencapai 150 stan, dan 75 stan persen nya mampu merogoh kantong pengunjung dengan menawarkan barang-barang Outdoor yang murah namun berkualitas. Walaupun INDOFEST 2019 akan diikuti oleh brand-brand luar negeri, nyatanya 70 % masih dikuasai oleh brand-brand lokal. Brand-brand yang ikut berpartisipasi dalam INDOFEST 2019 adalah The North Face, Deuter, Osprey, Casio, Nature Hike, Victorinox, Decathlon, Polygon, Consina, Eiger, Arei, Hike n Run, Boogie, Avtech, Forester, Altitude Gear, Matador.

Sejatinya pameran outdoor yang sudah memasuki musim kelimanya ini tidak hanya menguntungkan para penggiatnya saja, dari segi bisnis juga benar-benar mambawa dampak besar yang positif, misalnya adalah segi penjualan pebisnis meningkat, mensosialisasikan produk tertentu kepada masyarakat tentang barang-barang outdoor yang berkualitas, mengenalkan destinasi wisata daerah kepada para pengunjung INDOFEST 2019, dan mengenalkan olahraga outdoor sebagai olahraga yang cukup menyenangkan.

INDOFEST 2019 juga didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Pekalongan, Taman Nasional Gunung Ciremai dan berbagai jasa operator petualangan dan penyedia akomodasi, seperti Riam Jeram, Parang via Ferrata, Royal Safari Garden, Prasanthi Hotel and Resorts, Komunitas Kemah Keluarga, Anak Negeri Dive dan masih banyak lagi.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Pecinta aktivitas outdoor meramaikan INDOFEST 2019, dibumbui dengan berbagai diskon dan aksi outdoor.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pre-Musim Formula 2 [F2] 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pre-Musim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan. Seri perdana ajang FIA F2 2019 akan berlangsung pada akhir bulan Maret di Sirkuit Skahir, Bahrain.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Tes pre-Musim pertama F2 yang dilakoni Sean terjadi pada tanggal 26-28 Februari 2019 di Jerez, Spanyol. Hasil yang didapat Sean pada tes pre-Musim ini sangatlah positif mulai dari simulasi kualifikasi dan juga simulasi lomba. Dengan kata lain Sean mampu tampil konisiten dengan menembus sepuluh besar dengan jarak waktu yang kompetitif terhadap para pebalap didepannya. Hasil yang didapat Sean seakan menambah rasa kepercayaan dirinya untuk menatap musim balap F2 2019.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Saat tes prausim F2 berpindah tempat ke Sirkuit Catalunya Spanyol pada tanggal 5-7 Maret 2019, Sean mampu menunjukkan hasil yang positif. Karakter Sirkuit yang berbeda tidak membuatnya gugup, namun dirinya mampu menjaga ritme penampilannya. Pada hasil tes pre-Musim di Sirkuit Catalunya ini Sean mampu berada di posisi ke sepuluh besar. Dalam kesempatannya Sean pun berkomentar, “Ini adalah hasil yang bagus untuk modal saya menatap musim balap F2 2019. Biasanya saya selalu kesulitan ketika melakukan qualy run atau simulasi kualifikasi pada tes pre-Musim dan dampaknya terasa begitu musim balap sudah berjalan.”

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

“Pada musim 2019 ini saya merasakan sesuatu yang berbeda, dimana mobil sudah menyatu dengan saya sehingga hasil lap tim yang saya raih selalu kompetitif,” tambah Sean. Dengan hasil dua tes pre-Musim yang mampu mengangkat kepercayaan dirinya, Sean diyakini bakal sering ada diposisi sepuluh besar, dan bukan hal yang tidak mungkin dirinya mampu meraih podium tertinggi.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Pada tahun lalu, Sean pernah memulai perjuangannya di garis start ke-12, dan berkat kegigihannya dirinya hampir finish diurutan pertama saat balapan di Monte Carlo, Monako. Musim 2019 ini menjadi musim ke empat Sean tampil penuh di ajang F2, dan dengan tim yang sama Sean diprediksi mampu menunjukkan bakat terbaiknya di musim ini. Pada musim balap F2 2019 Sean akan ditemani oleh rekan setimnya Mick Schumacher yang notabennya adalah anak juara dunia Formula 1 tujuh kali Michael Schumacher.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Prema Racing / Berbagai Sumber

Sean Gelael merasakan yakin untuk menunjukkan performa terbaik di musim baru F2 2019.

READ MORE

eXtremeINA.com              Olahraga ekstrem memang tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, dan yang harus menggelutinya adalah orang-orang yang terlatih di bidangnya. Namun jika seorang pemula ingin merasakan seberapa seru dan tertantangnya bermain olahraga ekstrem maka dia harus diawasi oleh orang yang sudah profesional.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (1)

Khusus di Indonesia, perkembangan olahraga ekstrem terbilang cukup pesat dan sudah banyak kategori seperti BMX, Skateboard, Downhill, Surfing, Panjat Tebing, Aggressive Inline Skate, Slackline, Offroad, Motocross, Wakeboarding, Paralayang, dan masih banyak yang lainnya. Namun sejatinya perkembangan ataupun kemajuan olahraga ekstrem tersebut sifatnya belum merata, dan yang membuktikan bahwa kategori olahraga ekstrem tertentu adalah banyaknya komunitas, banyaknya kejuaraan olahraga ekstrem tertentu diberbagai daerah, memiliki federasi atau assosiasi, pecintanya datang dari berbagai kalangan, dan tentunya masih banyak faktor lainnya.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (4)

Namun tahukan kalian seberapa banyak manfaat yang dihasilkan jika bermain olahraga ekstrem. Pada dasarnya semua olahraga dapat memberikan dampat positif bagi kesehatan tubuh, namun khusus olahraga ekstrem memiliki karakteristiknya sendiri. Karakteristik yang dimaksud adalah, olahraga ekstrem ini dapat memacu adrenaline, melatih mental, menghilangkan phobia tertentu, dan masih banyak manfaat lainnya.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (2)

Olahraga ekstrem ini identik dengan anak-anak muda, namun pada faktanya olahraga ekstrem banyak dilakukan oleh mereka yang memiliki usia 20 tahun hingga 40 tahun. Namun usia ini dapat menjadi patokan jenis olahraga ekstrem apa yang dilakukan. Bagi seorang pemula yang ingin merasakan olahraga ekstrem tertentu ada kait-kiat yang harus diperhatikan, yaitu pilih waktu yang tepat untuk melakukan olahraga ekstrem yang kalian geluti, hindari bermain olahraga ekstrem disaat kondisi badan sedang tidak fit, dan pertimbangkan resiko yang akan terjadi.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (3)

#eXtremeINA #extremesport #extremesportsindonesia #feature #Indonesia

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Olahraga ekstrem memang tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, dan yang harus menggelutinya adalah orang-orang yang terlatih di bidangnya.

READ MORE

eXtremeINA.com  Mixed Martial Arts [MMA] adalah satu dari sekian banyak olahraga seni beladiri yang sangat ekstrem. Walaupun tergolong ekstrem, namun nyatanya MMA telah berkembang pesat di dunia bahkan di Indonesia sekalipun. Banyak masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan baik pria ataupun wanita telah menggeluti seni beladiri yang kabarnya dipopulerkan oleh Bruce Lee ini.

Sebelum benar-benar terjun lebih dalam untuk berlatih MMA alangkah baiknya jika seorang pemula mengenal dasar-dasar pengetahuan dalam seni beladiri ini, yang salah satunya adalah mengetahui teori gerakan apa saja yang diharamkan dalam sebuah pertandingan MMA. Berikut adalah informasinya :

  • Serangan ke arah belakang kepada dan tulang punggung. Dalam pertandingan MMA wasit selalu memperingati pada kedua petarung untuk tidak melakukan kontak serangan ke bagian tersebut. Sering kita lihat dalam laga MMA nya. Saat bertarung jika ada lawan yang dengan sengaja atau tidak melakukan gerakan tersebut maka wasit akan menegurnya, bahkan mengurangi poin dan mendiskualifikasi.
  • Mencolok mata. Memang sangat berakibat fatal dalam pertandingan, bisa menyebabkan kebutaan dan gangguan pada pandangan. Biasanya gerakan tersebut tanpa sengaja terjadi saat lawan melakukan serangan pukulan ke arah kepala dengan berbagai posisi tapi dengan kondisi kepalan tangan yang kurang sempurna, atau hal ini juga terjadi karena menghalau serangan dengan memposisikan tangan lurus ke depan sebagai pengantisipasian jarak lawan.

  • Menggigit lawan. Gerakan ini sebenarnya sangat ilegal dan membuat risih sang lawan serta membuat lawan merasakan kesakitan jika digigit pada bagian tertentu misalnya saja telinga, saya ingat pada kasus Mike Tyson yang berhadapan dengan Evander Holyfield di ronde ketiga yang menggigit telinga Holyfield, gerakan ini dianggap curang dan tidak sportif sehingga Mike Tyson dinyatakan diskualifikasi, begitupun dengan MMA sama halnya.
  • Menyerang ke arah tenggorokan. Jika hal ini terjadi maka pertandingan akan segera dihentikan dan lawan akan segera dikurangi angka atau diskualifikasi. Karena dengan sengaja ataupun tidak sengaja karena telah melakukan gerakan ilegal terhadap lawan.
  • Melempar lawannya keluar ring pertandingan. Ini sudah sangat jelas melakukan tindakan yang sangat tidak sportif dan melakukan tindakan sangat mungkin untuk didiskualifikasi.

Mixed Martial Arts adalah satu dari sekian banyak olahraga seni beladiri yang sangat ekstrem. Walaupun tergolong ekstrem, namun pada kenyataanya Mixed Martial Arts atau MMA telah berkembang pesat didunia bahkan di Indonesia sekalipun. Banyak masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan baik pria ataupun wanita telah menggeluti seni bela diri yang kabarnya di populerkan oleh Bruce Lee ini.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

 

eXtremeINA.com  Mixed Martial Arts [MMA] adalah satu dari sekian banyak olahraga seni beladiri yang sangat ekstrem. Walaupun tergolong ekstrem, namun nyatanya MMA telah berkembang pesat di dunia bahkan di Indonesia sekalipun. Banyak masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan baik pria ataupun wanita telah menggeluti seni beladiri yang kabarnya dipopulerkan oleh Bruce Lee ini. Sebelum benar-benar terjun […]

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Indonesia Outdoor Festival [INDOFEST] 2019 sedang diadakan sejak tanggal 7-10 Maret, di Hall B Jakarta Convention Center [JCC], Senayan, Jakarta. Sejatinya INDOFEST adalah pameran Outdoor, Adventure, serta Travel terbesar dan pertama di Indonesia. Sejak pertama digelar pada tahun 2015, INDOFEST telah mencuri perhatian yang datang dari berbagai kalangan, dan tahun 2019 ini menjadi tahun kelima bagi pagelaranya.

Walaupun pameran ini disuguhkan untuk memanjakan para penggeliatnya dengan berbagai diskon barang-barang murah namun berkualitas, acara ini juga dapat memberikan segala informasi destinasi alam bebas, berbagai macam komunitas penggeliat alam, berbagai pengalaman dengan teman sesama pegiat alam bebas dengan sebuah acara seminar atau talk show. Dalam perkembangan di setiap tahunnya, INDOFEST 2019 diharapkan mampu mendorong bisnis outdoor activity. Mulai dari bisnis peralatan dan perlengkapan serta bisnis jasa diantaranya trip dan travel, hotel dan resort, destinasi kegiatan alam, paket petualangan, serta bisnis cinderamata khas daerah-daerah.

Pameran INDOFEST ini sejatinya sangat dinantikan kehadirannya, dan terbukti di setiap tahunnya pameran ini selalu mengalami perkembangan yang sangat signifikan terkait dengan jumlah pengunjungnya, jumlah peserta pameran, jumlah komunitas yang terlibat, dan aktivitas yang disajikan juga semakin kompetitif. Pada hari pertama INDOFEST 2019 berlangsung, suasana padat sudah terjadi di setiap tenant-tenantnya. Hal ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat untuk pameran ini. Bagi pengunjung yang penasaran dengan INDOFEST 2019, pameran ini masih tersisa 3 hari lagi.

INDOFEST 2019 diikuti oleh brand-brand besar outdoor lokal dan juga International mulai dari The North Face, Deuter, Osprey, Casio, Nature Hike, Victorinox, Decathlon, Polygon, Consina, Eiger, Arei, Hike n Run, Boogie, Avtech, Forester, Altitude Gear, Matador. INDOFEST 2019 juga didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Pekalongan, Taman Nasional Gunung Ciremai dan berbagai jasa operator petualangan dan penyedia akomodasi, seperti Riam Jeram, Parang via Ferrata, Royal Safari Garden, Prasanthi Hotel and Resorts, Komunitas Kemah Keluarga, Anak Negeri Dive dan masih banyak lagi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : INDOFEST 2019/ Berbagai Sumber

INDOFEST adalah pameran Outdoor, Adventure, serta Travel terbesar dan pertama di Indonesia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Millennial Road Safety Festival 2019 yang kali ini mengangkat tema sosialisasi mengenai dunia balap sukses digelar di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Minggu [03/03] akhir pekan lalu.

Acara ini mendapat tanggapan positif dari kaum milenial yang memang menjadi sasaran utama kegiatan sosialisasi tersebut. Rifat Sungkar selaku salah satu instruktur sekaligus Duta Keselamatan Berkendara mengungkapkan, “Saya merasa puas atas kegiatan yang digelar kemarin karena banyak anak muda yang berperan aktif dan antusias mengikutinya dari pagi hingga sore hari meskipun kondisi cuaca sempat hujan.”

Kegiatan yang digelar atas kerja sama antara Dirlantas Polda Metro Jaya serta Ikatan Motor Indonesia [IMI] ini menghadirkan beberapa kegiatan menarik seperti taxi drift yang merupakan ajakan kepada masyarakat untuk mencicipi bagaimana keseruan olahraga drifting.

Rifat mengharapkan agar bentuk kerja sama antara Polda Metro Jaya dan IMI menjadi sarana percontohan hubungan baik antara pihak kepolisian dengan kaum milenial secara khusus mereka yang memiliki ketertarikan dengan dunia balap. “Hubungan baik antara kepolisian dengan kaum milenial seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua dalam mencerminkan bahwa kepolisian selalu memegang peranan dalam mengayomi masyarakat, merangkul aspirasi anak muda, serta memberi fasilitas untuk penyaluran hobi demi berkembangnya prestasi.”

April mendatang, Rifat bersama IMI dan Polda Metro Jaya akan mengadakan agenda latihan ajang otomotif lain, yaitu slalom. Ke depan, Kawasan Polda Metro Jaya juga direncanakan akan menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan daerah khusunya untuk cabang olahraga drifting dan slalom.

Text & Photos : karyaKU

Millennial Road Safety Festival 2019 yang kali ini mengangkat tema sosialisasi mengenai dunia balap.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Indonesia Skateboarding Association [ISA] selaku induk organisasi olahraga skateboard di Tanah Air akan menggelar Seleksi Nasional [Seleknas] untuk SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Untuk mencari calon atlet terbaik, ISA didukung penuh oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA], Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI], dan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia [PB PERSEROSI].

Indonesia Skateboarding Association (ISA) selaku induk organisasi olahraga Skateboard di Tanah Air akan menggelar selekni nasional (seleknas) untuk Kejuaraan Sea Games 2019 di Manila, Filipina. Untuk mencari calon atlet terbaik, ISA didukung penuh oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB PERSEROSI).

Seleknas SEA Games 2019 ini akan diselenggarakan pada tanggal 28-29 Maret 2019 di Buqiet Skatepark, Jalan Terusan Geger Kalong Hilir 88, Kecamatan Parongpong, Bandung, Jawa Barat. Untuk kategori yang akan diseleksi adalah Street, Park, dan Game of SKATE. Bagi peserta yang ingin ikut serta dalam seleknas SEA Games 2019 ini para skateboarder wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000 serta mengisi formulir yang sudah tertera pada poster.

Dalam kesempatannya Charlie Hobbies selaku ketua dari Indonesia ISA mengatakan, “Harusnya Pelatnas untuk SEA Games 2019 sudah berlangsung sejak bulan Januari awal tahun yang lalu, namun karena dana belum turun akibatnya pelatnas belum dapat dijalankan. Oleh karena itulah kita persiapkan dulu atlet-atletnya mulai dari Street, Park, dan Game of SKATE. Para peserta Seleknas SEA Games 2019 ini harus membayar biaya pendaftaran seberas Rp. 50.000 dengan tujuan untuk konsumsi dan sertifikat keikutsertaan.”

Sejatinya Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pecinta skateboard yang cukup banyak, jika berkunjung ke berbagai daerah di Tanah Air maka akan mudah menemukan komunitas skateboard di sana. Indonesia sendiri memiliki banyak sekali skateboarder yang sudah cukup mentereng akan prestasi di kancah Internasional seperti Mario Palandeng, Sanggoe Dharma Tajung, Pevi Permana, dan masih banyak yang lainnya.

Pada ajang Asian Games 2018 yang lalu, Tim Nasional [Timnas] Skateboard Indonesia sukses meraih empat medali yang diantaranya, dua keping medali perak didapat dari Jason Dennis Lijnzaat [Men’s Park] dan Sanggoe Dharma Tanjung [Men’s Street]. Selain itu keping medali perunggu didapat didapat dari Pevi Permana Putra [Men’s Park] dan Nyimas Bunga [Women’s Street]. Jika nantinya Indonesia benar-benar mengirimkan atletnya untuk ikut serta di ajang SEA Games 2019 Manila, bukan tidak mungkin Indonesia mampu meraih prestasi di sana. Namun diperkirakan lawan sulit yang akan dihadapi oleh atlet-atlet Indonesia adalah Jepang, China, dan Thailand.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Seleknas SEA Games 2019 / eXtremeINA.com

ISA selaku induk organisasi olahraga skateboard di Tanah Air akan menggelar Seleksi Nasional untuk SEA Games 2019.

READ MORE

eXtremeINA.com  Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah pantai untuk bermain olahraga surfing yang dikenal dapat memacu adrenaline. Uniknya adalah pantai di Indonesia dapat dinikmati oleh peselancar untuk bermain surfing di sepanjang tahun, dan fenomenanya ini hanya ada di Indonesia sja. Bahkan di Hawaii lokasi yang banyak melahirkan para surfer dunia pantainya hanya dapat dinikmati beberapa musim saja.

Salah satu pantai yang mempunyai daya tarik cukup besar adalah pantai Lagundri dan pantai Sorake di kawasan kota Nias Selatan, Sumatra Selatan. Jarak antara pantai Lagundri dan pantai Sorake hanya berkisar 2 km saja. Tidak hanya surfer lokal saja, para surfer dunia pun sangat mengidamidamkan dapat surfing di lokasi ini. Selain pemandangan yang indah dua pantai ini memiliki ombak yang sangat dahsyat, yang mencapai 7-10 meter dengan lima tingkatan, selain itu panjang daya dorong ombak dipantai ini dapat mencapai 200 meter.

Pantai Saroke adalah surga bagi peselancar dan terletak di mulut Teluk Lagundri. Pada musim puncak, pantai ini dikunjungi oleh peselancar dari seluruh penjuru dunia yang datang untuk naik ini gelombang tinggi dan menikmati pantai berpasir putih yang panjang. Gelombang tinggi dan gulungan di pantai ini telah disebut-sebut gelombang kedua yang paling sempurna setelah Hawaii. Ini mungkin tidak diragukan lagi disebabkan oleh tinggi gelombang mencapai hingga15 meter, dan lima tingkat gelombang yang sulit untuk ditemukan dipantai lain. Popularitas gelombang dan pemandangan sekitarnya yang menawan telah menyebabkan pantai ini menjadi tujuan terkenal di seluruh dunia. Beberapa kompetisi surfing internasional telah diadakan di sini. Sepanjang pantai juga rumah-tetap siap untuk menampung pengunjung yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di Saroke.

Indonesia memang dikenal sebagai Negara yang memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah pantai untuk bermain olahraga Surfing yang dikenal dapat memacu adrenaline. Salah satu pantai yang mempunyai daya tarik cukup besar adalah pantai Lagundri dan pantai Sorake di kawasan Ibu Kota Nias Selatan, Sumatera Selatan.

Pantai Lagundri adalah pantai berpasir putih yang terletak sekitar 13 km sebelah selatan dari Teluk Dalam. Pantai ini berbatasan langsung dengan pantai Sorake. Sama seperti Pantai Sorake, Pantai Lagundri juga tujuan peselancar favorit meskipun gelombang yang tidak setinggi di Sorake. Karena gelombang yang lebih rendah, Lagundri lebih cocok untuk kegiatan seperti berenang, berjemur di atas pasir putih yang halus, dan snorkeling, meskipun banyak berselancar masih dilakukan di sini juga. Beberapa atraksi khusus ke pantai ini adalah menyelam dan snorkeling, di sini kaya akan ikan hias yang indah.

Pantai Lagundri sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi terbaik untuk bermain surfing, pasalnya lokasi ini sering dijadikan tempat untuk menggelar sebuah kompetisi surfing baik itu tingkat Nasional maupun International. Salah satu kompetisi surfing yang terkenal dilokasi ini adalah Nias Open, dalam kompetisi ini banyak sekali surfer mancanegara yang ikut serta dan berlomba untuk menaklukan dahsyatnya ombak Pantai Landugri.

Indonesia memang dikenal sebagai Negara yang memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah pantai untuk bermain olahraga Surfing yang dikenal dapat memacu adrenaline. Salah satu pantai yang mempunyai daya tarik cukup besar adalah pantai Lagundri dan pantai Sorake di kawasan Ibu Kota Nias Selatan, Sumatera Selatan.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos            : Berbagai Sumber

Surga Berselancar di Pulau Nias

READ MORE

Kuala Lumpur, MALAYSIA – eXtremeINA.com       Popo Ariyo Sejati adalah rider Downhill profesional asal Blitar, Jawa Tengah, Indonesia yang sudah cukup dikenal akan prestasinya. Pada akhir pekan kemarin tepatnya di tanggal 2-3 Maret 2019, Popo mengikuti kejuaraan downhill di Malaysia bertajuk Bukit Dinding Downhill Race, Kuala Lumpur. Walaupun lawan-lawan yang dihadapi cukup berat, namun pada kenyataanya ia tidak mengalami hambatan apapun hungga dirinya mampu menjadi juara pertama untuk kelas Men Elite.

Popo Ariyo Sejati adalah rider Downhill professional asal Blitar Jawa Tengah, Indonesia yang sudah cukup mentereng akan prestasinya. Pada akhir pekan kemarin tepatnya ditanggal 2-3 Maret 2019, Popo panggilan akrabnyak mengikuti kejuaraan Downhill di Malaysia bertajuk Bukit Dinding Downhill Race, Kuala Lumpur.

Dalam kesempatannya Popo pun menyampaikan, “Sangat menyenangkan dan membanggakan bisa sukses menjuarai ajang Bukit Dinding Downhill Race yang tersaji di Malaysia. Ini adalah kali pertama saja mengikuti Kejuaraan balap downhill di track ini. Dengan keterbatasan pengetahuan akan trek tersebut, namun saya membuktikan bahwa saya mampu menjadi yang terdepan.”

Bisa dikatakan ajang balap downhill ini jadi bahan try out untuk dirinya yang tengah mempersiapkan diri mengikuti Kejuaraan Nasional Downhill musim 2019. Walaupun jadwal belum dirilis oleh pihak penyelenggara, namun Popo harus terus berlatih untuk meningkatkan fisik, menjaga kebugaran, dan kualitas berkendara sepedanya. Disisi lain Indonesia akan mengirimkan rider downhill terbaiknya untuk mengikuti ajang SEA Games Manila 2019 mendatang, jika Popo dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang tersebut dirinya pun pernah mengungkapkan kesiapannya untuk membawa prestasi downhill Indonesia di kancah Internasional.

Popo Ariyo Sejati adalah rider Downhill professional asal Blitar Jawa Tengah, Indonesia yang sudah cukup mentereng akan prestasinya. Pada akhir pekan kemarin tepatnya ditanggal 2-3 Maret 2019, Popo panggilan akrabnyak mengikuti kejuaraan Downhill di Malaysia bertajuk Bukit Dinding Downhill Race, Kuala Lumpur.

Sebagai salah satu rider downhill terbaik Indonesia, Popo pun bercita-cita ingin menjadi juara dunia. Dirinya pun sadar bahwa untuk mencapai target tersebut tidaklah mudah dan dibutuhkan kerja keras. Beberapa usaha yang dia lakukan memang cukup positif, seperti terus berlatih secara konsisten dan mengikuti berbagai macam kejuaraan downhill seperti yang dia ikuti di Malaysia beberapa waktu yang lalu. Dengan prestasi yang sudah dicapainya selama ini, Popo membuktikan kepada masyarakat awam bahwa dengan menjadi rider downhill profesional bisa menjadikan hoby yang berpenghasilan.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Popo Ariyo Sejati

Popo baru saja mengikuti ajang Bukit Dinding Downhill Race, berhasil jadi juara utama kelas Men Elite.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu yang lalu Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] menggelar pemusatan latihan [Pelatnas] pre-Olimpiade 2020 dengan menjalani serangkaian simulasi pemanjatan. Pada kesempatannya Rifaldi Ode Ridjaya dan Nurul Iqamah yang merupakan atlet pelatnas menjadi yang terbaik dalam sesi simulasi combined.

Pada Simulasi tersebut diikuti oleh 11 atlet putra yang terdiri dari lima atlet pelatnas dan enam atlet non pelatnas. Serta ada delapan atlet putri yang diantaranya empat atlet pelatnas dan empat atlet non pelatnas. Untuk nomor Boulder combined Rifaldi hanya mampu menempati posisi kedelapan. Sementara pada nomor Boulder dirinya mampu menjadi yang terbaik dengan satu top, tiga zone, satu attempt to top, dan tujuh attempt to zone. Untuk dinomor Lead dirinya hanya mampu meraih posisi ke tiga dengan catatan 19 poin.

Untuk peringkat kedua ditempati oleh Bim Sigrid yang notabennya adalah atlet non pelatnas asal Jawa Barat. Selain itu Bim mampu meraih peringkat Sembilan di nomor Boulder, peringkat empat Boulder, dan peringkat pertama Lead. Pada nomor Boulder dirinya sukses mengumpulkan dua zone dan empat attempt to zone. Sementara di nomor Lead dirinya mengumpulkan 23 poin.

Posisi ketiga diduduki oleh atlet pelatnas asal Jawa Tengah bernama Alfian M Fajri, dirinya pun sukses menjadi yang terbaik pada nomor Boulder dan menduduki peringkat 7,5 di Boulder serta lima di Lead. Untuk Boulder Alfian mengumpulkan satu zone dan satu attempt to zone, sementara di Lead ia mengumpulkan 17 poin. Pada nomor putri Nurul Hiqmah atlet pelatnas menjadi yang terdepan setelah pada nomor Boulder, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat ketiga di nomor Lead. Di nomor Lead dirinya mampu mengemas Sembilan poin.

Aries Susanti Rahayu yang memiliki predikat atlet Pelatnas ada di peringkat kedua untuk nomor Boulder, peringkat pertama dinomor Boulder, dan peringkat keempat untuk nomor Lead. Dirinya mengemas satu top, satu zone, satu attempt to top, dan dua attempt to zone. Aries sukses duduk di peringkat keempat setelah mengumpulkan depalan poin.

Selanjutnya peringkat ketiga mampu diraih oleh Nadya Virgita yang merupakan atlet asal Bali non Pelatnas. Dia juga sukses menduduki peringkat keenam dalam nomor Boulder, peringkat ke empat untuk nomor Boulder, dan peringkat pertama nomor Lead. Pada nomor Boulder ia mampu mengumpulkan satu top, satu zone, satu attempt to top, dan empat attempt to zone, sedangkan di nomor Lead ia menjadi peringkat satu setelah mengumpulkan 18 poin.

Pada kesempatannya Judistiro selaku pelatih tim Nasional Panjat Tebing Pre-Olimpiade mengatakan, “Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah melakoni latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu. Dari hasil ini kita bisa melihat bagaimana kondisi mereka dan apa saja yang masih perlu diperbaiki.” Terlibatnya atlet non Pelatnas memang sengaja dibentuk untuk meningkatkan atmosfer kompetisi. Seluruh atlet pun akan terpacu untuk menampilkan kekuatan terbaiknya.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu.

READ MORE
<