eXtremeINA.com

Tag :Bandung

BANDUNG – eXtremeINA.com  Sebagai produsen lokal yang memfokuskan kepada alat-alat petualangan alam tropis, sangat wajar jika EIGER mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di negeri sendiri. Salah satunya adalah dengan menggelar EIGER Independence Sport Climbing Competition [EISCC]. Acara yang rutin dilakukan setiap tahun, memasuki tahun yang ketiga belas di 2019 ini. Acara sendiri berlangsung mulai dari 15 -17 Agustus 2019.

“Pemilihan tempat selalu rutin EIGER lakukan di EIGER Flagship Store, Jalan Sumatra Bandung. Fasilitas media papan panjat yang EIGER miliki di store Sumatra menjadi satu-satunya di Bandung yang memenuhi standar FPTI. Selain itu untuk peserta luar kota juga lebih mudah karena banyak penginapan di sekitaran arena pertandingan,” jelas Arif Husen, Marcomm Manager PT. EIGER MPI.

Dengan gelaran rutin yang sudah diadakan selama 13 kali, maka ajang ini menjadi salah satu ajang pencarian bibit unggul untuk atlet panjang dinding Jawa Barat dan Nasional. “Peserta yang bisa ikut ajang ini adalah remaja berusia 14 tahun ke atas dan mengikuti kuota jumlah peserta yang sudah EIGER tentukan,” tukas Arif.

Untuk acara kali ini, total peserta yang terdaftar ada sekitar 168 peserta, berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan dua atlet asal Singapura. “Untuk atlet asing sebenarnya sudah mulai banyak muncul semenjak gelaran EISCC yang 11, artinya dari tingkat kesulitan, sampai hadiah yang disediakan sudah menjadi daya tarik untuk atlet asing,” tambah Arif lagi.

Untuk kategori lomba sendiri akan dibagi menjadi kelas Rintisan [Lead] Putra dan Putri, serta Kecepatan [Speed] Putra dan Putri. Seperti yang sudah-sudah ajang tahunan ini juga menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI], yang berlaku sebagai asosiasi resmi untuk olahraga panjat tebing di Indonesia. “EIGER mengharapkan EISCC dapat menggairahkan kembali kejuaraan nasional dan tentunya menjadi kalender tahunan kejuaraan resmi nasional. Selain itu EISCC juga EIGER harapkan meningkatkan prestasi atlet-atlet panjang dinding nasional,” ungkap Arif.

Total hadiah sendiri untuk acara 3 hari ini total ada 75 juta rupiah, berupa 60 juta dalam bentuk cash, dan 15 juta rupiah dalam bentuk produk. Mari kita dukung para pemanjat tebing Indonesia untuk berprestasi di mana pun mereka berlaga. Salam Lestari!

 

Text & Photos          : EIGER

Edited by                  : Ihsan Rizaldi Raz

EIGER Gelar EISCC Ketigabelas, Untuk Pencarian Bibit Unggul Atlet Panjat Dinding Nasional

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pemerintah Daerah Kabupaten Batang melakukan gebrakan yang positif dengan menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah kejuaraan Paralayang tahunan bertaraf Internasional yakni Paragliding Trip of Indonesia [TRoI], yang akan tersaji pada tanggal 25 hingga 28 April 2019 di Bukit Sikupang, Desa Kedaung, Kecamatan Banyuputih Batang.

Sejatinya akan banyak sekali manfaat yang didapat oleh Kota Batang saat menjadi tuan rumah TRoI 2019 ini, antara lain dapat menjadikan ajang promosi wisata yang ada di Batang kepada seluruh peserta TRoI baik dari lokal maupun Internasional, menjadi lahan pemasukan bagi masyarakat sekitar, menjadikan Kota Batang lebih dikenal, membantu perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia dari segi lokasi, mendorong minat anak-anak muda Batang untuk mulai menggeluti olahraga Paralayang, dan tentunya masih banyak hal positif lainnya yang akan didapat.

Lokasi terbang Paralayang yang ada di Batang ini sudah ada sejak tahun 2018 yang lalu, dan pada kesempatannya Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga [DISPORA] Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, “TRoI akan menjadi acara paralayang terbesar yang pernah ada di Kabupaten Batang. Antusiasme para peserta yang akan mengikuti kejuaraan paragliding pada TRoI ini cukup luar biasa, bahkan membludak. Sehingga, kami terpakasa menutup pendaftaran peserta sejak tanggal 2 April kemarin di angka 203.”.

“TRoI ini sekaligus menjadi agenda kemeriahan HUT ke-53 Kabupaten Batang. Oleh karena itu selain menghadirkan Kejuaraan kami juga persilahkan bagi masyarakat yang ingin mencoba menikmati paralayang di Bukit Sikuping dengan fun games dan tandem,” tambahnya.

Di lain kesempatan Bupati Batang juga mengatakan hal positif, “Acara ini saya kira sebagai ajang kejuaraan yang sangat bagus, untuk bisa sekaligus perkenalkan ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa Kabupaten Batang juga memiliki berbagai potensi alamnya yang indah, yakni Bukit Si Kuping. Kedepannya kegiatan kejuaraan seperti itu akan dijadikan sebagai agenda tahunan tingkat Nasional. Langkah tersebut juga untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022, dengan mengembangkan tempat latihan paralayang dan membuka potensi destinasi wisata baru yang memiliki multiplayer efek ekonominya.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : TRoI 2019 / eXtremeINA.com

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Seri perdana TRoI 2019 akan segera dipertandingkan bertempatkan di kota Batang, Jawa Tengah.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Salah satu atlet terbaik Aggressive Inline Skate Indonesia asal Bandung, Jawa Barat, Jessy Suryanegara akan kembali dipercaya oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan FISE World Series 2019 yang akan tersaji pada bulan Mei mendatang di Montpellier, Prancis.

Sejatinya tahun 2019 menjadi tahun ketiganya mengikuti kejuaraan olahraga ekstrem bertaraf Internasional di Montpellier, pada tahun 2018 yang lalu Jessy Suryanegara turun di kelas Amateur dan sukses meraih posisi ke 13. Untuk tahun 2019 ini dirinya telah menargetkan masuk 10 besar dan masih turun di kelas Amateur.

Dalam kesempatannya Jessy Suryanegara mengatakan, “Selama dua tahun mengikuti ajang FISE World Series Montpellier Perancis, saya makin mengerti apa yang harus saya lakukan untuk musim ketiga saya mengikuti FISE World Series di Montpellier, Prancis. Oleh karena itulah saya akan berusaha masuk dalam peringkat 10 besar.”

Untuk berjuang mewakili Indonesia dalam cabang olahraga Aggressive Inline Skate di ajang FISE World Series, Montpellier, Prancis, Jessy Suryanegara akan ditemai oleh salah satu bladder asal Bogor bernama Iwang. Mereka berdua akan bahu membahu meraih prestasi terbaik di salah satu kejuaraan olahraga ekstrem terbaik di Eropa.

Pada setiap tahunnya, KEMENPORA selalu memberangkatkan atlet-atlet terbaiknya dicabang olahraga Aggressive Inline Skate, BMX, dan juga Skateboard untuk mengikuti kejuaraan FISE World Series, di Montpellier, Prancis. Walaupun mereka di Indonesia ataupun Asia sudah masuk kedalam kelas Pro, nyatanya di ajang FISE World Series ini mereka masih berjuang di kelas Amateur. Hal ini disebabkan persaingan yang ketat, dan skill yang dimiliki peserta lain cukup diatas rata-rata.

FISE World Series yang tersaji di Montpellier, Prancis ini adalah salah satu kejuaraan olahraga ekstrem terbaik di Eropa yang mempertandingkan banyak cabang olahraga, seperti Aggressive Inline Skate, BMX, Skateboard, Downhill, Parkour, Wakeboarding, dan Scooter Freestyle. Semoga di tahun 2019 ini atlet-atlet olahraga ekstrem Indonesia mampu meraih prestasi di ajang tersebut.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Jessy Suryanegara

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Jessy Suryanegara akan kembali dipercaya mewakili Indonesia dalam FISE World Montpellier 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Jessy Suryanegara salah satu pro Aggressive Inline Skate Indonesia yang sekaligus menjadi ketua dari Flower City Bladers [komunitas Aggressive Inline Skate Bandung], akan berupaya sekuat tenaga untuk meyakinkan Pemerintah agar mau memasukkan Aggressive Inline Skate sebagai salah satu cabang olahraga [cabor] yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020 Papua.

Dalam kesempatannya Jessy Suryanegara mengungkapkan, “Nama komunitas Flower City Bladers sudah masuk dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI] Bandung sejak tahun 2013, dan mereka telah mensupport penuh untuk cabor Aggressive Inline Skate dapat dipertandingkan dalam PON 2020 Papua. Sebenanrya kami memang belum full push untuk mengajukan Aggressive Inline Skate dapat dipertandingkan dalam PON 2020, hal ini dikarenakan Pemerintah sedang fokus pada masa pemilu, namun dalam waktu dekat kami akan menyambangi KONI Bandung untuk meminta kejelasannya.”

“Syarat untuk suatu cabor dapat dipertandingkan dalam ajang PON 2020 adalah setiap propinsi memiliki komunitas yang aktif, memiliki setidaknya 20 atlet yang aktif di tiap daerah dengan jadwal latihan yang rutin, dan kejuaraan olahraganya berjalan dengan baik,” tambah Jessy.

Langkah yang dilakukan Jessy bersama rekan-rekannya untuk meyakinkan Pemerintah agar memasukan Aggressive Inline Skate menjadi cabor yang dipertandingkan dalam PON 2020 adalah, membuat alat atau obstacle agar dapat digunakan para komunitas berlatih, mencari bladder yang aktif dan potensial untuk menjadi seorang atlet, dan memberikan jadwal yang rutin untuk berlatih. Walaupun belum cukup popular layaknya Skateboard dan BMX, sejatinya olahraga Aggressive Inline Skate di Indonesia sudah berkembang cukup pesat, hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyak anak muda di berbagai penjuru yang telah main olahraga yang cukup ekstem ini.

Indonesia sendiri memiliki atlet Aggressive Inline Skate yang sudah cukup berprestasi baik di tingkat Nasional ataupun Internasional, salah satunya adalah Jessy Suryanegara yang akan bertanding dalam FISE World Series di Montpellier Prancis pada bulai Mei 2019 mendatang, selain itu ada nama Iwang Putra bladder asal Bogor yang juga akan berangkat ke FISE World Series pada bulan Mei mendatang, dan tentunya masih banyak lagi yang lain.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Jessy Suryanegara

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Jessy saat ini akan berupaya untuk meyakinkan Pemerintah agar mau memasukkan Aggressive Inline Skate.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada beberapa waktu yang lalu Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia [PORSEROSI] bekerja sama dengan Indonesia Skateboarding Association [ISA] menggelar seleksi Nasional di Buqiet Skatepark, Jl. Terusan Geger Kalong Hilir 88, Kecamatan Parongpong, Bandung, untuk mencari atlet yang akan dipersiapkan dalam kejuaraan SEA Games 2019 di Filipina.

Dalam seleksi nasional ini diikuti oleh para skateboarder dari seluruh penjuru Tanah Air, keseriusan dan kegigihan mereka untuk mengikuti seleksi Nasional sangat terlihat, mereka ingin sekali mewakili Indonesia untuk ajang olahraga Asia Tenggara yang tersaji selama dua tahun sekali. Pada hasil seleksi nasional untuk ajang SEA Games 2019 ini, terselip beberapa nama atlet yang turun di kejuaraan Asian Games 2018 mereka adalah Sanggoe Dharma Tanjung, Gregorius Aldwien Angkawidjaja, Pevi Permana, Jason Dennis Linjzaat, dan Nyimas Bunga Cinta.

Pada ajang Asian Games 2018 yang lalu beberapa atlet ini sukses meraih medali seperti Sanggoe Dharma Tanjung yang meraih medali perak di nomor jalan putra, Jason Dennis Linjzaat yang meraih medali perak di nomor taman putra, Pevi Permana yang meraih medali perunggu di nomor taman putra, dan Nyimas Bunga Cinta yang meraih medali perunggu di nomor jalan putri.

Atas hasil yang diraih oleh beberapa atlet Skateboard Indonesia di ajang Asian Games 2018 yang lalu, maka tidak menutup kemungkinan Tim Nasional [Timnas] Skateboard Indonesia di ajang SEA Games 2019 di Filipina akan meraih banyak prestasi. Walaupun berpotensi untuk meraih prestasi, nampaknya Indonesia tidak akan mudah meraih hasil yang ditargetkan. Karena diperkirakan Thailand akan menjadi lawan terberatnya.

Berikut adalah daftar nama Atlet Timnas Skateboard SEA Games 2019:

  1. Sanggoe Dharma Tanjung
  2. Gegorius Aldwien Angkawidjaja
  3. Erlangga Ramadhan Putra
  4. Wanda Septiadi Wijaya
  5. Basrai Graito Hutomo
  6. Pevi Permana Putra
  7. Jason Dennis Lijnzaat
  8. Rosehan Anwar
  9. Andry Satria Permata
  10. Nyimas Bunga Cinta
  11. Neepa Arumdapta Pramesti
  12. Kyandra Kailana Susanto
  13. Jessica Putri RF Sibarani

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Seleknas SEA Games 2019 untuk Skateboard telah usai, berikut nama-nama yang masuk pada Pelatnas.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sabrina Sameh sukses melakukan gebrakan terbarunya dengan bergabung dengan Proman Drag Bike Team. Sejatinya Sabrina Sameh sendiri juga telah resmi memperkuat Toyota Team Indonesia [TTI] untuk cabang olahraga Gymkhana. Bersama dengan skuad muda lainnya, mojang Bandung ini direncanakan akan turun di satu dari tiga kelas yang tersedia yaitu 200cc open, 200cc pemula, dan 150cc.

Pada kesempatannya Sabrina Sameh menyampaikan, “Untuk bergabung dengan Proman Drag Bike Team, sebelumnya saya meminta izin terlebih dahulu kepada Bapal Mamet selaku Direktur Toyota Team Indonesia [TTI], dan bersyukur mereka mendukung saya selama acara tidak bersamaan dengan kegiatan Toyota Team Indonesia [TTI].”

Ada satu hal menarik dibalik cerita karir balap Sabrina Sameh, sejatinya Sabrina Sameh lebih dikenal sebagai pebalap Drag Bike dan bukanlah pebalap Gymkhana atau Slalom. Bergabungnya Sabrina Sameh sebagai pebalap Gymkhana di Toyota Team Indonesia [TTI] merupakan kejutan dan kembalinya Sabrina Sameh ke ajang balap drag bike bersama dengan tim Proman Drag Bike Team merupakan comeback bagi dirinya.

Sejatinya kehadiran Proman Drag Bike Team ini akan membuat kompetisi musim 2019 akan semakin seru dan menegangkan. Banyaknya kejuaraan Drag Bike ini sekaligus menjadi alat pendorong bagi perkembangan olahraga balap motor di Indonesia. Selain itu ajang ini juga mampu meningkatkan prestasi bagi para pebalapnya, memberikan wadah bagi pecinta balap, dan meningkatkan kualitas karir para pebalapnya.

Sementara untuk kesiapan motor yang akan digunakan, pihak Proman telah mempercayai kepada salah satu tuner andal Kentar Dimar dari Key Speed Home Industri. Patut dinantikan akan seperti apa comeback dari Sabrina Sameh di ajang drag bike musim 2019.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Proman Drag Bike Team

Sabrina Sameh yang juga memperkuat Toyota Team Indonesia turut bergabung dengan Proman Drag Bike Team.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Demi mengikuti kalender kejuaraan otomotif di Tanah Air pada musim 2019, khususnya pada kejuaraan drag bike. Salah satu produsen minuman berenergi merilis tim balapnya yang bernama Proman Drag Bike Team, di Pawon Pitoe, Jalan Lengkong Besar, Bandung, Jawa Barat, Kamis [04/04]. Tim drag bike yang baru dirilis ini nantinya akan membawa nama Jawa Barat di kejuaraan nasional ataupun kejuaraan daerah, dengan target meraih semua trofi yang tersedia.

Dalam kesempatannya Manajer Tim Proman Drag Bike Team, Anggi Sumardianto mengatakan untuk mencapai target maksimak kami sudah mempersiapkan para pebalap yang siap membawa bendera Proman Drag Bike Team meraih banyak kesuksesan di serangkaian acara yang ada, “Dengan dukungan beberapa sponsor, secara resmi kita luncurkan tim drag bike untuk mengarungi berbagai acara baik di tingkat nasional maupun regional.”

“Pebalap yang akan mewakili tim drag bike tersebut berjumlah 3 orang, diantaranya Andriansah, Candra Tani dan Sabrina Sameh. Mereka diketahui merupakan pebalap muda Indonesia yang sudah berprestasi di berbagai acara drag race. Guna mendukung prestasi para pebalap tersebut, tim Proman Drag Bike tengah menyiapkan sebanyak tiga kendaraan yang berkapasitas 200 cc dan 155 cc. Dan ketiga motor tersebut akan terjun di kelas Open dan Pemula. Masing-masing pebalap akan tampil pada kelas 200cc open, 200cc pemula dan 155cc,” tambah Anggi.

Sadar akan tantangan target yang diberikan oleh pengurus, salah satu pebalap Proman Drag Bike Team Sabrina Sameh memberikan komentarnya, “Kami akan tampil semaksimal mungkin saat mengikuti berbagai macam kejuaraan yang diikuti, dan kami optimis dengan skuad yang terbentuk saat ini.  Kalau berbicara persiapan kita tentu sudah sangat siap karena tim ini sebenarnya sudah terbentuk sejak beberapa tahun yang lalu dengan sponsor yang berbeda, ini akan menjadi ajang pembuktian bagi kita khususnya para pebalap

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Proman Drag Bike Team

Proman baru saja memperkenalkan tim balap drag bike mereka, bernamakan Proman Drag Bike Team.

READ MORE

eXtremeINA.com  Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pecinta atau penggemar BMX yang cukup banyak. Jika kita berkunjung keberbagai daerah di Tanah Air maka akan sangat mudah untuk menemukan komunitasnya. Diperkirakan perkembangan BMX di Indonesia sendiri sudah dimulai petualangannya sejak era 80an, dan dari tahun ke tahunnya pecinta BMX di Indonesia kian bertambah banyak walaupun berkembangannya tidak diikuti dengan sarana dan prasaran yang memadai.

Salah satu bentuk bukti nyata bahwa BMX di Indonesia sudah mulai digeluti oleh pecintanya adalah, hadirnya komunitas Mid School BMX Enthusiast. Mereka adalah para kolektor sepeda BMX di era Mid tahun 1990 hingga 2005, dan bisa dikatakan merekalah pendobrak hobi olahraga BMX yang saat ini sudah menjadi lifestyle bagi anak-anak muda di Indonesia khususnya Ibu Kota Jakarta.

Komunitas Mid School BMX Enthusiast ini berdiri pada tahun 2017 yang digagas oleh Haris Nofianta bersama dengan teman-temannya. Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk merangkul rider-rider BMX yang mempunyai satu hobby yang sama yaitu mengoleksi BMX era Mid School antara tahun 1991 hingga 2005, menunjukkan eksistensi mereka sebagai rider BMX yang saat ini menjadi kolektor, sharing terkait dengan sepeda serta parts-nya, dan tentunya masih banyak tujuan positif lainnya.

Diketuai oleh Endy Pratama atau yang akrab dipanggil Ndoy, komunitas Mid School BMX Enthusiast ini telah memiliki anggota 50 orang. Namun tidak menutup kemungkinan anggotanya akan terus bertambah mengingat Indonesia memiliki rider BMX yang sudah cukup banyak khususnya era tahun 1990 ke 2000 an. Komunitas Mid School BMX Enthusiast tidak hanya berkembang di Ibu Kota Jakarta saja, namun mereka juga berkembang di daerah lainnya seperti Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan masih banyak yang lainnya.

Kegiatan para anggota komunitas Mid School BMX Enthusiast adalah riding bareng saat Car Free Day, hadir pada berbagai pameran untuk menunjukkan koleksi dan sharing bersama membahas berbagai sepeda Mid School dan juga parts dari sepeda itu sendiri.

Text & Photo : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Mid School BMX Enthusiast: Wadah Pecinta Sepeda BMX Jaman Old

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Indonesia Skateboarding Association [ISA] selaku induk organisasi olahraga skateboard di Tanah Air akan menggelar Seleksi Nasional [Seleknas] untuk SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Untuk mencari calon atlet terbaik, ISA didukung penuh oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA], Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI], dan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia [PB PERSEROSI].

Indonesia Skateboarding Association (ISA) selaku induk organisasi olahraga Skateboard di Tanah Air akan menggelar selekni nasional (seleknas) untuk Kejuaraan Sea Games 2019 di Manila, Filipina. Untuk mencari calon atlet terbaik, ISA didukung penuh oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB PERSEROSI).

Seleknas SEA Games 2019 ini akan diselenggarakan pada tanggal 28-29 Maret 2019 di Buqiet Skatepark, Jalan Terusan Geger Kalong Hilir 88, Kecamatan Parongpong, Bandung, Jawa Barat. Untuk kategori yang akan diseleksi adalah Street, Park, dan Game of SKATE. Bagi peserta yang ingin ikut serta dalam seleknas SEA Games 2019 ini para skateboarder wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000 serta mengisi formulir yang sudah tertera pada poster.

Dalam kesempatannya Charlie Hobbies selaku ketua dari Indonesia ISA mengatakan, “Harusnya Pelatnas untuk SEA Games 2019 sudah berlangsung sejak bulan Januari awal tahun yang lalu, namun karena dana belum turun akibatnya pelatnas belum dapat dijalankan. Oleh karena itulah kita persiapkan dulu atlet-atletnya mulai dari Street, Park, dan Game of SKATE. Para peserta Seleknas SEA Games 2019 ini harus membayar biaya pendaftaran seberas Rp. 50.000 dengan tujuan untuk konsumsi dan sertifikat keikutsertaan.”

Sejatinya Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pecinta skateboard yang cukup banyak, jika berkunjung ke berbagai daerah di Tanah Air maka akan mudah menemukan komunitas skateboard di sana. Indonesia sendiri memiliki banyak sekali skateboarder yang sudah cukup mentereng akan prestasi di kancah Internasional seperti Mario Palandeng, Sanggoe Dharma Tajung, Pevi Permana, dan masih banyak yang lainnya.

Pada ajang Asian Games 2018 yang lalu, Tim Nasional [Timnas] Skateboard Indonesia sukses meraih empat medali yang diantaranya, dua keping medali perak didapat dari Jason Dennis Lijnzaat [Men’s Park] dan Sanggoe Dharma Tanjung [Men’s Street]. Selain itu keping medali perunggu didapat didapat dari Pevi Permana Putra [Men’s Park] dan Nyimas Bunga [Women’s Street]. Jika nantinya Indonesia benar-benar mengirimkan atletnya untuk ikut serta di ajang SEA Games 2019 Manila, bukan tidak mungkin Indonesia mampu meraih prestasi di sana. Namun diperkirakan lawan sulit yang akan dihadapi oleh atlet-atlet Indonesia adalah Jepang, China, dan Thailand.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Seleknas SEA Games 2019 / eXtremeINA.com

ISA selaku induk organisasi olahraga skateboard di Tanah Air akan menggelar Seleksi Nasional untuk SEA Games 2019.

READ MORE

eXtremeINA.com  Pushbike adalah sepeda roda dua yang di desain tanpa menggunakan pedal. Di negara-negara berkembang seperti Eropa, Amerika dan beberapa negara Asia Pushbike sudah lama dijadikan media untuk anak-anak di usia dini belajar sepeda. Banyak sekali sebutan untuk sepeda kecil roda dua tanpa pedal ini mulai dari Pushbike, Training Bike, Run Bike, Baby Bike, dan Trainer Wheels. Untuk bahan dasar pembuatannya juga cukup beragam ada yang menggunakan kayu, alumunium, dan bahan plastik. Biasanya berbeda merk berbeda pula bentuk, ukuran, dan bahannya.

dbmx-push-bike-(2)

Olahraga Pushbike sendiri masuk ke Indonesia sekitar tahun 2010 an, dan kini Indonesia memiliki wadahnya. Mereka adalah DBMX Pushbike atau Balance Bike Team, sebuah nama kegiatan training camp yang nantinya level pembinaan akan mengarah ke akademi. Berdiri pada tanggal 6 Mei 2016 di Cimahi, DBMX Pushbike bertujuan untuk menggali minat dan bakat anak khususnya di Bandung dan sekitarnya dalam berekspresi, beraktifitas, bersosialisasi, dan tentunya berprestasi sejak usia dini.

dbmx-push-bike-(4)

Hadirnya DBMX Pushbike ini digagas oleh Wisnu Purba, Tommy Santoso, dan Nugraha Budhi Utama yang sekaligus menjabat sebagai ketua. Dalam kegiatan training camp ini dibagi menjadi beberapa kategori usia dengan usia maksimal 6 tahun, untuk kelasnya terdapat kelas putra dan putri. Seiring berjalannya waktu siswa yang terdapat di DBMX Pushbike ini sudah sebanyak 20 anak, sebagian sudah masuk ke tingkat yang lebih tinggi BMX Challenge usia 5-6 tahun.

dbmx-push-bike-(3)

Biasanya DBMX Pushbike berlatih setiap hari minggu pada jam 09.00 sampai dengan 13.00 di Velodrome Munaip, Cimahi, Jawa Barat. Namun setiap bulannya jadwal dan tempat sering berubah sesuai dengan kesepatan yang ada. Sejatinya perkembangan olahraga Pushbike di Bandung belum cukup banyak, oleh karena itulah kita ingin lebih mempromosikan kegiatan ini dengan beberapa kompetisi dan sosialisasi. Namun tidak hanya itu saja, peran Pemerintah juga diharapkan ikut ambil bagian dalam membangun dan menaikan popularitas Pushbike ke berbagai wilayah di daerah. Mungkin bisa mengadakan kompetisi atau aktivitas lainnya.

dbmx-push-bike-(1)

Bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya yang ingin bergabung dengan DBMX Pushbike kalian dapat menghubungi Ketua DBMX Pushbike Nugraha Budhi Utama 0817-437-991, selain itu kalin juga dapat mengunjungi sosial medianya https://instagram.com/dbmxtrainingcamp?utm_source=ig_profile_share&igshid=1gkn2d8dv1zvs

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           :  dok. DBMX Training Camp

DBMX Pushbike: Gali Potensi Anak dalam Beraktifitas

READ MORE
<