eXtremeINA.com

Tag :Climbing

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional [PON] akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga [cabor] yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Dalam hal ini Federasi Pengurus Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bertanggung jawab penuh terhadap persiapan skuad tim yang akan dibawa ke PON 2020 Papua. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan oleh FPTI DKI Jakarta adalah menggelar kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang terselenggara pada akhir pekan kemarin tanggal 16-17 Februari di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Tujuan digelarnya kompetisi itu adalah guna mencari pemanjat terbaik kelahiran asli DKI Jakarta untuk dipromosikan masuk Pelatda dalam persiapan PON 2020 Papua. Selain itu adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini juga bertujuan untuk regenerasi atlet-atlet DKI Jakarta yang sudah banyak pensiun dan pindah ke daerah lain. Dalam kesempatannya Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta menyampaikan, “Sebetulnya tim Provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing di kejuaraan PON 2020 Papua sudah ada 12 atlet. Mereka semua mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, dan termasuk Aspar Jaelolo yang saat ini sedang mengikuti Pelatnas di Yogyakarta untuk persiapan SEA Games 2019 Filipina.”

“Walaupun 12 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri terpilih sudah dipastikan masuk Pelatda namun mereka tidak dalam zona nyaman, dalam artian akan ada system degradasi atau peringkat berjalan. Sistem penilaian setiap atlet akan dilihat berdasarkan etika berlatih dan prestasi di setiap kejuaraan yang digunakan sebagai bahan try-out. Sementara untuk target di PON 2020 Papua, sebenarnya kami cukup realistis, kami menargetkan 3 medali emas, dan mengandalkan atlet Nasional Aspar Jaelolo di nomor lomba Speed,” tambahnya.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Walaupun mengandalkan Aspar Jaelolo sebagai kunci untuk meraih medali emas, namun tim Panjat Tebing DKI Jakarta diprediksi tidak akan mudah meraih target yang telah dicanangkan oleh Pengurus, Kurni Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI memprediksi provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali akan menjadi lawan yang cukup diperhitungkan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Sebelum dihadapkan dengan PON 2020 Papua, seluruh provinsi akan dihadapkan dengan pra PON yang akan bergulir di bulan Juli atau Agustus. Pra PON ini akan bergulir di tiga zona berbeda, zona pertama akan tersaji di Jawa Timur, Zona kedua akan digelar di Bengkulu, dan Zona ketiga akan diadakan di Sulawesi Selatan. Sejatinya tim DKI Jakarta memiliki satu atlet putri yang sukses meraih medali emas dan juga medali perak, dia adalah Puji Lestari. Untuk saat ini dirinya memutuskan untuk vakum dari duna Panjat Tebing dengan alasan kesibukan barunya sebagai Pegawai Negeri di KEMENPORA. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali ke lintasan Panjat Tebing saat PON 2020 Papua.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta sedang giat dan terus fokus mempersiapkan atlet-atlet untuk PON 2020 Papua.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Akhir pekan kemarin tepatnya tanggal 16-17 Februari 2019 Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, di Eiger Flagship Adenture Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Tujuan diadakannya kompetisi ini adalah sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi Panjat Tebing di Jakarta, mencari bibit-bibit pemanjat di Jakarta, melakukan regenerasi atlet, dan mencari atlet untuk dipromosikan mewakili tim DKI Jakarta Cabang Olahraga [Cabor] Panjat Tebing di Pekan Olahraga Nasional [PON] Papua 2020 serta berbagai kejuaraan lainnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam Kejuaraan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini diikuti oleh 120 peserta yang mempertandingkan kategori Lead dan Speed klasik, untuk kelas yang dipertandingkan terdiri dari Umur 18+ [usia 18 ke atas] dan usia -18 [usia dibawah 18 tahun ke bawah]. Sistem penilaian untuk kategori Lead adalah, peserta harus menyelesaikan jalur yang sudah ditetapkan oleh panitia penyelenggara dengan batas waktu yang telah ditentukan, sementara untuk kategori Speed Klasik peserta harus memanjat dinding dengan kecepatan maksimal, setelah sampai di atas mereka harus menekan tombol sebagai bukti bahwa mereka telah menyelesaikan perlombaan.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Kami tidak cukup kaget dengan jumlah peserta yang mencapai 120. Ini adalah salah satu bukti dampak positif dari suksesnya Indonesia meraih banyak medali di Asian Games 2018 khususnya pada cabor Panjat Tebing. Kita bisa melihat banyak sekali anak-anak putra dan putri yang sangat antusias mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini.”

“Perkembangan olahraga Panjat Tebing di Jakarta sendiri sejatinya sudah cukup berkembang, banyak sekali anak muda yang mulai menggeluti dunia Panjat Tebing. Namun dengan adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini, kami ingin melihat keseriusan, minat, serta konsistensi mereka dalam berlatih dan mengikuti perlombaan. Fenomenanya adalah disaat usia dini mereka giat berlatih dan mengikuti perlombaan, namun di saat sudah beranjak dewasa mereka banyak mengenal pergaulan akhirnya mereka meninggalkan Panjat Tebing. Permasalahan itulah yang sedang kami atasi, salah satunya adalah melakukan pendekatan terhadap orang tuanya,” jelasnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Komentar positif juga terlontar dari Puji Lestari Atlet Tim Nasional peraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual pada Kejuaraan Asian Games 2018, “Di banding daerah, DKI Jakarta adalah salah satu provinsi yang cukup sedikit memiliki atlet Panjat Tebing. Namun dengan hadirnya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 sangat bagus untuk regenerasi. Peminatnya pun cukup banyak dengan begitu membuktikan bahwa Panjat tebing di Jakarta sudah cukup berkembang, mungkin ini adalah dampak positif dari kesuksesan Asian Games 2018 khususnya di cabor Panjat Tebing.”

Saat ini Puji Lestari sedang fakum dari kegiatan Panjat Tebing dan tidak masuk dalam pelatnas SEA Games 2019 Manila. Kegiatan Puji Lestari saat ini adalah blusukan di berbagai wilayah DKI Jakarta untuk memantau adik-adik pemanjat berlatih dan berkompetisi, selain itu diirnya juga telah disibukan dengan pekerjaan barunya sebagai Pegawai Negeri di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] sebagai Staff Ahli. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali saat PON 2020 Papua.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Sebagai atlet Panjat Tebing yang berprestasi Puji Lestari menyampaikan pesan kepada anak-anak muda untuk terus berlatih, kerja keras, jangan mudah menyerah, disiplin terhadap pola latihan, dan rutinlah mengikuti kejuaraan. Dengan itu semua maka impianmu untuk menjadi juara dunia akan tercapai.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Berikut adalah hasil lengkap Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019:

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Akhir pekan kemarin FPTI DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sejatinya selepas prestasi para para atlet Indonesia yang didapat dalam ajang Asian Games 2018, olahraga Panjat Tebing di Indonesia kian berkembang sangat pesat. Hal ini pun yang dirasakan oleh beberapa pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] termasuk wilayah DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Demi mendukung kemajuan olahraga Panjat Tebing khususnya di wilayah DKI Jakarta, Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing yang tersaji pada akhir pekan lalu tanggal 16-17 Februari 2019 di Eiger Flagship Store Radio Dalam. Selaku produsen alat-alat olahraga mendaki dan Panjat Tebing, Eiger berkomitmen tinggi terhadap pembinaan para atlet Panjat Tebing di Indonesia. Dukungan yang Eiger berikan adalah memenuhi kebutuhan para atlet Panjat Tebing saat berlaga di Asian Games 2018.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Pada tahun lalu Eiger telah menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan Pengurus Daerah FPTI Sumatera Selatan dan Jawa Timur dalam hal pembinaan dan penyediaan alat-alat latihan. Saat ini giiran Eiger mendukung penuh agenda yang dirancang oleh FPTI DKI Jakarta, dalam hal ini adalah kompetisi Sirkuit Panjat Tebing. Tujuan diadakannya event ini adalah sebagai bahan seleksi pemanjat, sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Jakarta, dan membina para pemanjat untuk tampil serta berprestasi diajang tingkat Nasional hingga International.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Dalam kesempatannya Hendra Suhendra selaku Marketing Communication Section Chief, PT Eiger MPI menyampaikan, “Potensi-potensi pemanjat DKI sangat besar, tentunya kerjasama yang ditandatangani pada tanggal 16 Februari 2019 di Eiger Flagship Adventure Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan dapat menjadikan Eiger sebagai brand lokal yang sangat peduli terhadap pembinaan pemanjat local di seluruh Indonesia.”

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

“Kesepakatan nota kerja sama itu berisi dukungan penuh Eiger dalam penyelenggaraan tiga kali event Sirkuit Panjat Tebing FPTI DKI 2019 yang akan selalu digelar di Eiger Adventure Flagship Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.” tambah Hendra Suhendra. “Event Sirkuit Panjat Tebing yang digagas oleh FPTI DKI Jakarta dengan dukungan penuh oleh Eiger sangatlah tepat momentumnya. Karena setelah suksesnya atlet Panjat Tebing asal DKI Jakarta Aspar Jaelolo dan Puji Lestari di ajang Asian Games 2018 pasti akan munculnya pemanjat-pemanjat baru, dan ini sangat bagus untuk regenerasi,” dari Kurnia Bakti, Ketua Umum FPTI DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Ihsan Rizaldi / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Demi menjaga eksistensinya Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bekerja sama dengan EIGER akan menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta dengan kategori Lead Speed dan Speed Klasik. Telah dijadwalkan kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 16-17 Februari 2019 di Papan Panjat Eiger Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Tujuan digelar kompetisi Panjat Tebing ini adalah sebagai siklus regenerasi Panjat Tebing DKI Jakarta, menciptakan iklim kompetisi yang stabil di kalangan atlet Jakarta, membuka ruang kompetisi bagi para pelatih Panjat tebing di Jakarta, menentukan peringkat berjalan FPTI DKI Jakarta, bentuk sosialisasi ataupun promosi kepada masyarakat Jakarta terhadap olahraga Panjat Tebing, dan pastinya masih banyak tujuan positif lainnya.

Dalam kesempatannya Dian Tri Anggraeni selaku Humas FPTI DKI Jakarta mengatakan, “Target peserta untuk kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini adalah 40 hingga 50 peserta, dan bagi peserta yang ingin mengikuti kompetisi ini tidak dipungut biaya. Sejatinya perkembangan Panjat Tebing di Jakarta cukup menggembirakan akibat dampak dari atlet Indonesia yang sukses menyabet prestasi di ajang Asian Games 2018 lalu. Pada ajang multi-event tersebut atlet asal DKI Jakarta juga sukses mendapatkan medali, mereka adalah Aspar Jaelolo dan Puji Lestari. Maka sudah tidak dipungkiri lagi berkat kesuksesan mereka, banyak atlet baru yang bermunculan karena terinspirasi dari mereka.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

READ MORE

eXtremeINA.com           Canyoning adalah olahraga ekstreme menuruni gunung dan menaiki tebing dengan teknik single roof atau yang lebih dikenal rappelling dan ascending di air terjun. Teknik single roof adalah cara bagaimana pelaku olahraga ini menggunakan seuntas tali sebagai sarana untuk menaiki dan menuruni air terjun tersebut.

ilustrasi-canyoning_feature (2)

Tidak sembarangan untuk melakukan kegiatan ini, dibutuhkan keahlian khusus untuk berhasil melakukan Cayoning. Salah satu penggeliat pertama Olahraga ini di Indonesia adalah anggota Mahpala STIESIA Surabaya, ketika itu mereka membuat one day adventure yang artinya olahraga ekstrem yang dapat dilakukan ketika mengisi waktu luang.

ilustrasi-canyoning_feature (3)

Pada dasarnya peralatan yang dibutuhkan untuk bermain Canyoning sama dengan peralatan yang dipergunakan untuk memanjat tebing. Sementara cara penggunaan alat untuk menaiki dan menuruni tebing dengan menggunakan acender dan descender atau alat turun naik mendaki tebing.

ilustrasi-canyoning_feature (4)

Karena kegiatannya di daerah pegunungan dan harus melawan deras nya air terjun, para pelaku olahraga ekstrem ini harus berhati-hati dengan serangan hipotermia. Oleh karena itu asupan gizi sangat dibutuhkan oleh para penggiatnya.

ilustrasi-canyoning_feature (5)

Untuk pemilihan air terjun juga harus diperhatikan, dan lokasi yang ideal adalah mulut air terjun harus lebar dan debit airnya tidak terlalu deras. Walaupun terbilang ekstreme olahraga Canyoning ini sudah banyak yang menggelutinya, terutama para pemanjat tebing yang ingin mencari sensasi dan tantangan baru dengan memanjat man menurunni tebing di air terjun.

#canyoning #dirt #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #feature #Indonesia #rockclimbing

Text              : Bambang Vidiatmoko

Photos         : Berbagai Sumber

eXtremeINA.com           Canyoning adalah olahraga ekstreme menuruni gunung dan menaiki tebing dengan teknik single roof atau yang lebih dikenal rappelling dan ascending di air terjun. Teknik single roof adalah cara bagaimana pelaku olahraga ini menggunakan seuntas tali sebagai sarana untuk menaiki dan menuruni air terjun tersebut. Tidak sembarangan untuk melakukan kegiatan ini, dibutuhkan keahlian khusus untuk […]

READ MORE

FILIPINA – eXtremeINA.com        Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia, melalui atlet combined-nya meraih prestasi yang cukup gemilang di ajang Zero Gravity Bouldering Competition 2018 di, Bonifacio High Street, Filipina yang dihelat pada tanggal 19-20 Mei 2018.

Zero-Gravity-Bouldering-2018,-Tim-Panjat-Indonesia-Borong-Medali_news-(3)

Dalam ajang ini Indonesia sukses meraih medali emas lewat atletnya Seto di nomor Men’s Open dengan torehan tiga top dan empat zone, selain itu Widia Fujiyanti juga meraih medali emas di nomor Women’s Open dengan torehan tiga top dan tiga zone. Untuk medali perak disumbangkan oleh Ndona Nasugian di nomor lomba Women’s Open dengan dua top dan dua zone.

Zero-Gravity-Bouldering-2018,-Tim-Panjat-Indonesia-Borong-Medali_news-(2)

Sementara pemanjat Indonesia lainnya, Kiromal Katibin harus puas berada di urutan ke empat di bawah Seto dengan menorehkan satu top dan tiga zone. Dalam ajang ini Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] mengirimkan atletnya sebagai bahan try out untuk menghadapi Asian Games 2018.

Zero-Gravity-Bouldering-2018,-Tim-Panjat-Indonesia-Borong-Medali_news-(1)

Pada kesempatannya pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia untuk atlet Combined, Triyanto Budi memaparkan, “Sejatinya target kami di ajang ini hanya lolos ke babak final, target yang dicanangkan dalam try out ini tidak muluk-muluk, lantaran tim combined baru bergabung masuk ke Pelatnas pada bulan Februari awal tahun 2018.”

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia kembali borong medali di Zero Gravity Bouldering Competition 2018.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com        Usai seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing yang tersaji di Tai’an, China beberapa waktu yang lalu, International Federation of Sport Climbing [IFSC] merilis daftar peringkat Tim Panjat Tebing dunia, dan Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (1)

Atas hasil akhir di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China beberapa waktu yang lalu, Tim Nasional [Timnas] Sport Climbing Indonesia sukses mengumpulkan total poin 1023. Poin tersebut sukses menggusur Timnas Rusia yang selama bertahun-tahun menduduki singgah sana peringkat terbaik dunia. Hingga rilis yang diturunkan Timnas Rusia hanya mengumpulkan poin 980 untuk duduk di peringkat kedua, sementara Timnas Prancis naik diurutan ketiga dengan total poin 590.

Tim-Panjat-Indonesia-Berjaya-di-IFSC-World-Cup-Chongqing_news-(3)

Keberhasilan Timnas Sport Climbing Indonesia menduduki peringkat satu dunia tidak lepas dari dominasi para atlet Indonesia dalam final di tiga seri Kejuaraan Dunia yang telah diikutinya seperti di Moscow, Chongqing, dan Tai’an. Dari keseluruhan tiga seri tersebut Indonesia berhasil meraih tujuh medali yang diantaranya 1 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Timnas-Panjat-Tebing-Naik-Podium-di-IFSC-Worldcup-Moscow-2018_news-(1)

Selain menempatkan Timnas Sport Climbing Indonesia sebagai peringkat teratas dunia, Indonesia juga menempatkan dua atletnya di jajaran elit atlet panjat dunia. Mereka adalah Aries Susanti Rahayu dan Aspar Jaelolo. Dalam pemeringkatan IFSC, untuk nomor Speed World Record Putri, peringkat pertama diduduki Anouck Jaubert [Prancis] dengan 240 poin. Tempat kedua diduduki Aries Susanti Rahayu dengan 220 poin dan Elena Timofeeva [Rusia] dengan 169 poin.

Tim-Panjat-Indonesia-Berjaya-di-IFSC-World-Cup-Chongqing_news-(2)

Sementara itu, atlet putri Indonesia lainnya berada di peringkat empat yakni Agustina Sari dengan 151 poin, Rajiah Sallsabillah pada peringkat delapan dengan 115 poin, Puji Lestari di peringkat 9 [110 poin], Santi Wellyanti peringkat 12 [78], Nurul Iqomah peringkat 18 [42], disusul Fitriyani di peringkat 29 [16] dan Mudji Mulyani di peringkat 34 [6]. Pada nomor Speed World Record Putra, peringkat satu hingga tiga secara berurutan ditempati Dmitrii Timofeev dari Rusia dengan 187 poin, Aspar Jaelolo dari Indonesia dengan 161 poin, dan Bassa Mawem [Prancis] dengan 151 poin.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (6)

Peringkat empat diduduki Sabri dari Indonesia dengan 149 poin. Pemanjat putra Indonesia lainnya yakni Hinayah Muhammad menempati peringkat enam [132 poin]. Pangeran Septo Wibowo Siburian di peringkat 12 [83], disusul Veddriq Leonardo di peringkat 14 [69], Alfian Muhammad di peringkat 16 [61], Abudzar Yulianto di peringkat 23 [37], dan Rindi Sufriyanto di peringkat 25 [31].

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos            : dok. PP FPTI

IFSC merilis daftar peringkat Tim Panjat Tebing Dunia, dan Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama.

READ MORE

Tai’an, CHINA – eXtremeINA.com     Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia menurunkan 14 atlet terbaiknya dalam IFSC Climbing World Cup yang digelar di Tai’an China pada akhir pekan kemarin. Dalam ajang ini Timnas masih mendominasi lantaran sukses merebut tiga medali.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (7)

Ketangguhan Timnas Indonesia dalam IFSC Climbing World Cup di Tai’an, China ini ditunjukkan pada babak Final. Pada nomor Speed World Record Perorangan Putra, Indonesia menempatkan enam dari tujuh atlet yang bertanding. Sementara pada nomor Speed World Record Perorangan Putri, empat dari tujuh atlet yang berlaga sukses menembus ke babak Final.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (1)

Pada ajang ini Timnas Panjat Tebing Indonesia sukses meraih tiga medali, yang diantaranya dua medali perak masing-masing dipersembahkan oleh Sabri untuk nomor Speed World Record Perorangan Putra dan Agustina Sari untuk nomor Speed World Record Perorangan Putri. Sementara medali perunggu dipersembahkan oleh Aries Susanti Rahayu untuk nomor lomba Speed World Record Perorangan Putri.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (2)

Sebelum melaju ke babak Big Final, Sabri terlebih dahulu mengalahkan kompatriotnya Aspar Jaelolo dengan selilish waktu yang tipis 0,01 detik. Sabri mencatatkan waktu 5,70 detik sedang Aspar 5,71 detik. Sayang dalam partai puncak Sabri gagal mengalahkan Bassa Mawem [Prancis]. Sabri yang mencatatkan waktu 5,75 detik kalah cepat dengan Bassa yang mencatatkan waktu 5,68 detik. Bagi Sabri, raihan medali perak ini adalah yang terbaik sepanjang karirnya di panjat tebing.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (3)

Pada babak Big Final nomor Speed World Record Perorangan Putri, Agustina Sari harus mengakui kecepatan Anouck Jaubert [Prancis] yang mencatatkan waktu 7,62 detik, terpaut 0,12 detik dari catatan waktu Agustina sari yang hanya 7,74 detik. Meski demikian, capaian ini cukup membuat Agustina Sari semakin percaya diri menatap Asian Games bulan Agustus mendatang.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (6)

Dalam kesempatannya Aries Susanti Rahayu juga menyampaikan rasa kepercayaan diri yang tinggi untuk menghadapi Asian Games 2018 mendatang, rasa ini didapat atas hasil yang diraih dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China beberapa waktu yang lalu. Aries harus puas dengan medali perunggu setelah dua kali terpeleset pada babak small final maupun babak big final.

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia meriah 3 medali pada IFSC World Cup Tai’an 2018.

READ MORE

Chongqing, CHINA – eXtremeINA.com      Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia tampil begitu dominan dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing bertajuk IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China pada Minggu [06/05].

Tim-Panjat-Indonesia-Berjaya-di-IFSC-World-Cup-Chongqing_news-(1)

Dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing ini, atlet Indonesia meraih medali emas yang diraih oleh Aries Susanti Rahayu di nomor Speed World Record Putra, medali perak diraih oleh Aspar Jaelolo sementara untuk medali perunggu diraih oleh Puji Lestari di nomor Speed World Record Putri.

Tim-Panjat-Indonesia-Berjaya-di-IFSC-World-Cup-Chongqing_news-(3)

Indonesia tampil dominan dalam Final nomor Speed World Record baik perorangan Putra maupun Putri. Dari 14 atlet yang turut bertanding, sembilan diantaranya masuk final. Dominasi ini juga dicuitkan akun Twitter resmi International Federation of Sport Climbing [IFSC]. Dalam kesempatannya Menpora meyakini, ”Saya yakin Panjat Tebing Indonesia akan terus berkembang, dan hasil ini akan menjadi modal bagus untuk berlaga di Asian Games 2018.”

Tim-Panjat-Indonesia-Berjaya-di-IFSC-World-Cup-Chongqing_news-(2)

Di sisi lain komentar juga datang dari Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza, ”Saya menyambut gembira kemenangan atlet-atlet di Chongqing, China. Menurut Riza, ini adalah momentum yang mengubah sejarah panjat tebing Indonesia. “Saya nangis, Mas. Terharu. Nggak bisa berkata-kata,” ungkap Riza. Medali emas ini sesuai target dari tim pelatih. Pelatih Kepala Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia Caly Setiawan sempat mengungkapkan, target pada kejuaraan dunia di China adalah emas. Ia juga berharap para pelatih semakin jeli melihat potensi para atlet.

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Timnas Panjat Tebing Indonesia menempati podium pada ajang IFSC World Cup Chongqing 2018.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] bertekad kuat untuk menggapai target dua medali emas dalam kejuaraan Asian Games 2018. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan adalah membentuk skuad atlet yang kuat, tangguh, dan mampu bersaing memperebutkan gelar juara.

Membentuk-Atlet-Panjat-Tebing-Yang-Tangguh_news-(2)

Bentuk program latihan yang diberikan tidak hanya fokus fisik dan skill saja, para pelatih juga memberikan asupan pelatihan psikologi para atlet. Pelatih Speed World Record FPTI Hendra Basir mengatakan, faktor psikologis sangat penting bagi performa atlet di lapangan. Sebagus apapun skill atlet, jika tidak didukung dengan kondisi mental yang tangguh, bisa menjadi percuma. “Kalau saat pertandingan faktor yang mempengaruhi kondisi psikologis banyak sekali.”

Membentuk-Atlet-Panjat-Tebing-Yang-Tangguh_news-(3)

Dalam komentar selanjutnya, Hendra menjelaskan para atlet menjalan screening kemudian mereka memasuki sesi life track. Para atlet diminta menggambarkan perjalanan mereka sebagai atlet panjat tebing, dimulai saat pertama kali memanjat, perjuangan mereka, hingga keberadaan mereka di pelatnas dan pandangan mereka pada apa yang akan dilakukan saat Asian Games 2018. Kemudian, pada sesi berikutnya, mereka akan memaparkan gambaran tersebut. Dalam sesi ini mereka dituntut untuk berani dan jujur. Hal itu dinilai tidak mudah. Jika berhasil, para atlet akan memiliki kepercayaan yang tinggi, tetapi tetap terkontrol. Mereka juga akan bisa mengadapi tekanan dalam pertandingan.

Membentuk-Atlet-Panjat-Tebing-Yang-Tangguh_news-(1)

Hendra memaparkan, untuk meningkatkan penampilan atlet, komponen psikologis sangat penting dan memiliki poin tinggi. Artinya, tidak cukup hanya memotivasi atlet untuk semangat, tetapi juga psikologisnya harus dilatih. “Bagaimana? Caranya dengan memaksimalkan potensi mereka misalnya self talking. Di pertandingan, saat karantina, mereka benar-benar sendiri jadi harus bisa menenangkan diri sendiri.”

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Untuk meningkatkan penampilan atlet, komponen psikologis sangat penting dan memiliki poin tinggi

READ MORE
<