eXtremeINA.com

Tag :Dirt Jump

eXtremeINA.com  MTB Freeride, salah satu cabang olahraga ekstrem sepeda  gunung [mountain bike] ini pasti membuat kalian semua yang hobi memacu adrenalin tertantang untuk menjajalnya. Secara umum, MTB Freeride merupakan gabungan dari beberapa cabang olahraga sepeda gunung, seperti Downhill, Dirt Jump, dan Big Mountain Bike. Semua Freerider wajib untuk mampu melakukan lompatan tinggi dengan sepeda gunung yang ukurannya sudah pasti lebih besar jika kamu bandingkan dengan sepeda BMX yang berukuran lebih kecil.

Freeride memang seru dan menantang, tapi sepeda MTB Freeride kurang cocok dipakai untuk perjalanan jarak jauh dan juga trek yang menanjak. Karena sepeda MTB Freeride kecepatannya tidak secepat dan selincah sepeda jenis All Mountain walaupun memang memiliki kerangka yang kuat. Trik-trik yang biasa dilakukan oleh para Freerider cukup banyak, seperti melompat sampai setinggi 25 meter di atas tanah, berputar di udara, melibas corner, drop off dari tebing, front flip, back flip, melibas northshore dan masih banyak trik lainnya.

MTB Freeride memiliki rancangan yang lebih fleksibel dengan berat kurang lebih hanya 11-13 kilogram. Sepeda gunung jenis ini memiliki persamaan dengan sepeda gunung jenis downhill. Perbedaannya hanya pada suspensi yang sedikit lebih ringan. MTB Freeride mempunyai suspensi dengan travel 1600 sampai 200 milimeter. Kebanyakan bagian stang MTB Freeride lebih condong dengan roda yang lebih pendek supaya saat melakukan manuver di trail bisa lebih mudah dikendalikan.

Para Freerider harus mampu sekreatif mungkin saat memacu sepeda Freeride. Mereka juga harus mampu memilih jalur lintasan, mengontrol sepeda dan juga kecepatan. Sampai saat ini MTB Freeride cukup berkembang dengan pesat dan banyak pengendara sepeda gunung yang tergoda untuk menjajal MTB Freeride. Di Indonesia sudah cukup banyak komunitas MTB Freeride dan untuk kaliang yang ingin mencoba tinggal bergabung saja dengan komunitas tersebut. Tetapi untuk kalian yang belum pernah mengendari sepeda gunung sebaiknya lancarkan dahulu mengayuh sepeda gunung supaya bisa lebih cepat menguasai trik-trik MTB Freeride.

Ingat, selalu utamakan keselamatan dengan menggunakan semua perlengkapan keamanan dan untuk kalian yang masih pemula sebaiknya selalu didampingi oleh mereka yang sudah ahli terlebih dahulu. Setelah mahir, kalian baru bisa menikmati MTB Freeride sepuasnya tanpa didampingi lagi oleh mereka

Text     :           Bambang Vidiatmoko

Photos:          Berbagai Sumber

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #bicycle #downhill #freeride #mountainbike

MTB Freeride merupakan gabungan dari beberapa cabang olahraga sepeda gunung, seperti Downhill, Dirt Jump, dan Big Mountain Bike.

READ MORE

eXtremeINA.com  Bagi para pemula yang baru bermain atau menggeluti dunia sepeda gunung mungkin belum mengetahui secara detail tentang disiplin-disiplin yang ada didalamnya. Olahraga sepeda gunung adalah salah satu olahraga yang cukup ekstrem, oleh sebab itu sangat direkomendasikan untuk menggunakan perlengkapan safety gear yang lengkap saat bermain sepeda gunung.

Ini Dia 6 Disiplin Olahraga Sepeda Gunung_feature (3)

Bermain sepeda gunung tidak hanya semata-mata melintasi jalur-jalur di pegunungan yang telah tersedia saja, akan tetapi alangkah baiknya jika seorang penggemar berat sepeda gunung mengenal disiplin-disiplin yang ada di sepeda gunung. Berikut adalah enam disiplin dalam sepeda gunung :

Cross Country [XC]. Dirancang untuk medan yang tidak terlalu ekstrem [ringan], sepeda jenis ini hanya mempunyai suspensi depan atau tanpa suspensi sama sekali. Karena hanya memiliki suspensi depan biasanya sepeda gunung jenis ini dikategorikan sebagai hardtail frame. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh ditanjakan, di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan dan perjalanan jarak jauh. Sepeda jenis ini sangatlah disarankan bagi pemula yang ingin memulai bermain MTB. Sepeda jenis XC dirancang memakai suspensi depan [fork] dengan travel antara 80–120 mm, dan sangat tidak disarankan untuk mengganti panjang travel lebih dari yang telah ditetapkan oleh produsen.

Trail XC. Perkembangan dari sepeda XC, yang umumnya digunakan oleh pengendara MTB rekreasi, dengan medan trail off-road. Sepeda ini biasanya memiliki travel dengan ukuran antara 120–140 mm. Sepeda Trail XC biasanya dibuat untuk menghadapi medan kasar lebih baik daripada sepeda jenis XC.

Ini Dia 6 Disiplin Olahraga Sepeda Gunung_feature (2)

Enduro/All Mountain [AM]. Biasa dipakai untuk jalur perpaduan antara cross country [XC] dan downhill ringan [light DH]. Didesain untuk melintasi alam yang berat seperti naik dan turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan off-road jarak jauh. Memiliki 2 suspensi depan dan belakang [double suspension]. Panjang suspensi belakang [rear suspension] sekitar 6 inchi dan panjang suspensi depan [fork] mulai dari 140–160 mm. Pemakai dapat melakukan pendakian gunung dengan baik [tidak berat], sekaligus juga dapat menuruni gunung dengan cepat [tidak berguncang-guncang], karena panjang suspensi yang optimal. Keunggulan sepeda jenis ini ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Nama lain dari sepeda jenis ini adalah “Enduro”.

Free Ride [FR]. Dirancang untuk mampu bertahan melakukan lompatan tinggi [drop off] dan kondisi ekstrem sejenisnya. Rangkanya kuat namun tidak secepat dan selincah sepeda jenis All Mountain, karena bobotnya yang lebih berat, maka kurang cocok untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh dan sangat tidak cocok untuk tanjakan. Sepeda jenis ini speknya mirip dengan jenis Downhill. Sepeda jenis ini memiliki panjang suspensi fork bertravel antara 180–200 mm.

Ini Dia 6 Disiplin Olahraga Sepeda Gunung_feature (1)

Downhill [DH]. Untuk medan yang sangat ekstrem, sepeda gunung jenis ini mempunyai suspensi ganda [double suspension] untuk meredam benturan yang kerap terjadi ketika menuruni lereng dan dapat menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi. Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Sepeda jenis ini tidak mengutamakan kenyaman dalam mengayuh, karena sepeda jenis ini hanya dipakai hanya untuk menuruni lereng bukit atau gunung. Sepeda ini juga dipakai untuk perlombaan, sehingga yang menjadi titik utama dalam perancangannya adalah bagaimana agar kuat namun dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka, namun sepeda mereka diangkut dengan mobil. Sangat tidak efisien jika sepeda ini digunakan di dalam kota maupun di jalur cross country. Travel suspensi depan sepeda ini sama dengan jenis sepeda FR, antara 180–200 mm.

Dirt Jump [DJ]. Sepeda jenis ini awalnya dirancang untuk anak muda perkotaan, selain sebagai alat transportasi, untuk kebut-kebutan di jalan raya kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan atraksi-atraksi ekstrem lainnya. Fungsi dari sepeda jenis ini sangat mirip dengan BMX, namun dengan bentuk yang diperbesar. Nama lain dari sepeda jenis ini adalah trial atau urban MTB.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Bagi para pemula yang baru bermain atau menggeluti dunia sepeda gunung mungkin belum mengetahui secara detail tentang disiplin-disiplin yang ada didalamnya.

READ MORE

eXtremeINA-Kampex-Dirt-Jump_profile (1)JAKARTA – eXtremeINA.com            Muhamad Khamdi atau dengan panggilan akrabnya Kampex adalah salah satu orang penghobi yang berprestasi dalam Olahraga Dirt Jump maupun 4X [Four Cross] bahkan pernah menjadi atlet BMX Cross pada saat ia masih tinggal di kota asalnya pada tahun 2003-2009.

Pria kelahiran Pekalongan 5 Juni 1985 ini sudah mahir  di olahraga BMX Cross sejak masih SMA, namun pada tahun 2010 sempat vakum dan aktif kembali 2012 dan berganti haluan bermain sepeda dan memilih aliran MTB Dirt Jump sampai sekarang. Kampex, sebagai salah satu Dirt Jumper asal kota batik tersebut pernah menorehkan prestasi hingga menjadi atlet kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

eXtremeINA-Kampex-Dirt-Jump_profile (3)

Dalam mengembangkan hobinya di dunia Dirt Jump, Kampex sangat didukung oleh istri dan keluarga tercinta. Dengan semangat dan kecintaannya terhadap hobinya maka tak heran dia dapat menguasai trik seperti Nothing, X-Up, Superman, Table Top, Switch No Hand dan Hell Kicker.

Selama menjadi penghobi Dirt Jump dan menjadi altet BMX Cross di daerah kelahirannya kabupaten Cilacap. Kampex sudah menoreh banyak prestasi sejak masi muda dulueperti Audie Race Lintas Radar Jakarta ia mendapatkan juara 3 4X pada tahun 2012 lalu. Bahkan Kampex sapaan akrab sehari harinya ini pernah ditawari menjadi pelatih BMX Cross di kabupaten Pekalongan namun ia tidak mau, dia lebih memilih dunia kerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

eXtremeINA-Kampex-Dirt-Jump_profile (2)

Untuk mendukung segala perlengkapan dan penampilannya dalam bermain Dirt Jump, Khamdi didukung beberapa sponsor, Deco Indonesia dan beberapa bengkel mountain bike seperti Ronibike, dan Yeti Tribe Indonesia.

eXtremeINA-Kampex-Dirt-Jump_profile (5)

“Untuk harapan kedepan semoga tempat latihan anak-anak Dirt Jump tidak ditutup karena di Senayan hanya satu-satunya di Jakarta yang letaknya strategis, dan siapa saja bisa bermain bersama. Tanpa kecuali. Hampir seluruh penggemar Dirt Jump di wilayah jakarta sudah sering mampir di senayan, makanya sayang sekali kalau pihak GBK menutup arena tersebut,” Tutur Kampex.

Fb: Kampex Muhamad Khamdi

Twitter: @kampex

Text             : Febryantino Nur Pratama

Photo’s        : Arif Ramdhani

JAKARTA – eXtremeINA.com            Muhamad Khamdi atau dengan panggilan akrabnya Kampex adalah salah satu orang penghobi yang berprestasi dalam Olahraga Dirt Jump maupun 4X [Four Cross] bahkan pernah menjadi atlet BMX Cross pada saat ia masih tinggal di kota asalnya pada tahun 2003-2009. Pria kelahiran Pekalongan 5 Juni 1985 ini sudah […]

READ MORE
<