eXtremeINA.com

Tag :Dirt

BANDUNG – eXtremeINA.com  Sebagai produsen lokal yang memfokuskan kepada alat-alat petualangan alam tropis, sangat wajar jika EIGER mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di negeri sendiri. Salah satunya adalah dengan menggelar EIGER Independence Sport Climbing Competition [EISCC]. Acara yang rutin dilakukan setiap tahun, memasuki tahun yang ketiga belas di 2019 ini. Acara sendiri berlangsung mulai dari 15 -17 Agustus 2019.

“Pemilihan tempat selalu rutin EIGER lakukan di EIGER Flagship Store, Jalan Sumatra Bandung. Fasilitas media papan panjat yang EIGER miliki di store Sumatra menjadi satu-satunya di Bandung yang memenuhi standar FPTI. Selain itu untuk peserta luar kota juga lebih mudah karena banyak penginapan di sekitaran arena pertandingan,” jelas Arif Husen, Marcomm Manager PT. EIGER MPI.

Dengan gelaran rutin yang sudah diadakan selama 13 kali, maka ajang ini menjadi salah satu ajang pencarian bibit unggul untuk atlet panjang dinding Jawa Barat dan Nasional. “Peserta yang bisa ikut ajang ini adalah remaja berusia 14 tahun ke atas dan mengikuti kuota jumlah peserta yang sudah EIGER tentukan,” tukas Arif.

Untuk acara kali ini, total peserta yang terdaftar ada sekitar 168 peserta, berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan dua atlet asal Singapura. “Untuk atlet asing sebenarnya sudah mulai banyak muncul semenjak gelaran EISCC yang 11, artinya dari tingkat kesulitan, sampai hadiah yang disediakan sudah menjadi daya tarik untuk atlet asing,” tambah Arif lagi.

Untuk kategori lomba sendiri akan dibagi menjadi kelas Rintisan [Lead] Putra dan Putri, serta Kecepatan [Speed] Putra dan Putri. Seperti yang sudah-sudah ajang tahunan ini juga menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI], yang berlaku sebagai asosiasi resmi untuk olahraga panjat tebing di Indonesia. “EIGER mengharapkan EISCC dapat menggairahkan kembali kejuaraan nasional dan tentunya menjadi kalender tahunan kejuaraan resmi nasional. Selain itu EISCC juga EIGER harapkan meningkatkan prestasi atlet-atlet panjang dinding nasional,” ungkap Arif.

Total hadiah sendiri untuk acara 3 hari ini total ada 75 juta rupiah, berupa 60 juta dalam bentuk cash, dan 15 juta rupiah dalam bentuk produk. Mari kita dukung para pemanjat tebing Indonesia untuk berprestasi di mana pun mereka berlaga. Salam Lestari!

 

Text & Photos          : EIGER

Edited by                  : Ihsan Rizaldi Raz

EIGER Gelar EISCC Ketigabelas, Untuk Pencarian Bibit Unggul Atlet Panjat Dinding Nasional

READ MORE

JAKARTA – extremeINA.com     Unicycle atau sepeda roda satu adalah salah satu sejenis sepeda beroda satu. Dan sepada ini disempurnakan oleh German Baron Karl von Drais pada tahun 1886. Baron lah yang mempatenkan design sepeda beroda satu tersebut, dan saat ini masih bisa terlihat di museum Paleis het Loo di Apeldoorn Belanda.

ilustrasi-unicycle_feature (1)

Di Indonesia sepeda roda satu belum terlalu familiar untuk di kalangan anak muda. Bagi yang hobi bersepeda bisa membuatnya komunitas olahraga ini. Supaya di Indonesia semakin berkembang dengan olahraga-olahraga yang belum terpublis.

Olahraga sepeda satu ini memang sangat membutuhan keseimbangan, kekuatan dan konsentrasi yang cukup. Dan untuk cara memainkannya sama saja dengan sepeda roda dua, hanya saja kalau yang beroda satu terlihatnya sangat ekstrim dan menakutkan untuk dicoba.

ilustrasi-unicycle_feature (2)

Dalam perkembangan unicycle mampu melakukan medan freeride yang biasa dilalui oleh sepeda gunung berroda dua. Unicycle tidak hanya digunakan di jalan bisa saja atau jalanan beraspal, tapi unicycle mampu digunakan melalui medan offroad, seperti melintasi puncak tertinggi di Indonesia, agar lebih menantang dan memiliki pengalaman yang asik.

Untuk para pemula yang ingin mencoba olahraga ekstrim ini, kunci utamnya tetap berhati-hati dan jaga keselamatan diri anda, harus diawasi oleh seorang yang pro, dan rajin berlatih.

ilustrasi-unicycle_feature (3)

#bike #bicycle #dirt #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #feature #indonesia #unicycle #urban

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Unicycle atau sepeda roda satu adalah salah satu sejenis sepeda beroda satu.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Rifat Sungkar bekerjasama dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia [MMKSI] resmi memperkenalkan mobil teranyarnya, yaitu Mitsubishi Xpander AP4 Concept tepat di hari pembuka ajang Indonesia International Motor Show [IIMS] 2019 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada [25/4].

Xpander AP4 sendiri merupakan sebuah konsep mobil yang diciptakan dari buah pemikiran Rifat yang berangan-angan untuk membuat mobil low-MPV 7 seater menjadi suatu kendaraan kompetisi yang atraktif. Untuk mewujudkannya, Rifat menjalin kerja sama dengan modifikator digital berbakat, Yoga Budi Widiantoro, yang sukses membuat konsep Xpander AP4 dalam bentuk 3D.

“Mobil ini begitu inspiratif bagi saya karena Mitsubishi punya sejarah penting di ajang motorsport dunia. Bahkan impresi saya ketika mencoba Xpander pertama kali di Jepang 2,5 tahun yang lalu sangat baik terutama dalam hal handling dan suspensi,” ungkap Rifat.

Melihat bodi Xpander yang begitu ideal juga membuat Rifat berpikir untuk melakukan pengembangan dari arah modifikasi untuk bisa menyerupai konsep AP4. Rifat mengaku garis bodi yang modern dengan aerodinamika yang maksimal menjadikan Xpander memiliki struktur yang ideal. “Dari awal saya menimbang mobil ini juga memiliki distribusi bobot depan belakang yang seimbang, sehingga saya sangat yakin mobil untuk menjadikan mobil ini sebagai konsep AP4 di Indonesia.”

Sebagai Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat terus beradaptasi dengan perkembangan regulasi dunia dan konsep modern seperti AP4 yang memperbolehkan sebuah kendaraan keluarga seperti Xpander bisa menjadi kendaraan kompetisi dengan regulasi yang telah diatur sedemikian rupa. Regulasi yang dimaksud meliputi kesetaraan struktur suspensi dan kontrol mesin yang digunakan.

Dengan mengusung konsep AP4, perawatan mobil ini juga menjadi lebih terjangkau karena spare parts yang lebih mudah didapatkan dan juga dapat menggunakan spare partsdari peserta sesama pengguna AP4.

Text & Photo : karyaKU

Edited by       : Ihsan Rizaldi Raz

Rifat Sungkar dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia resmi memperkenalkan mobil teranyarnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik. Namun apa sebenarnya kelas AP4 tersebut dan bagaimana asal usulnya sehingga saat ini mulai menarik minat banyak pereli?

AP4 merupakan sebuah mobil yang dicanangkan oleh Motorsport New Zealand [MSNZ] dan Confederation of Australia Motorsport [CAMS]—selaku induk olahraga otomotif di kedua negara tersebut—pada 2015 silam. Awalnya, AP4 diciptakan untuk menjadi alternatif karena mobil reli berjenis R5 [spesifikasi World Rally Championship] terlampau mahal.

Maka dari itu dapat dikatakan bahwa konsep AP4 lebih menitikberatkan pada penekanan biaya produksi yang jauh lebih ekonomis ketimbang mobil-mobil reli berspesifikasi lebih tinggi. “Dengan menggunakan konsep AP4, para pelaku industri reli dapat menekan biaya produksi berkali lipat lebih murah karena basis yang digunakan adalah mobil harian yang saat ini beredar masif di pasaran,” ungkap Rifat Sungkar selaku Ketua komisi Rally IMI Pusat.

Beberapa faktor yang membuat AP4 lebih terjangkau adalah karena menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama untuk seluruh bodi mobil. Dengan kata lain, bodi mobil dari berbagai merek tetap dapat menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama. Konsep ini akan membuat seluruh mobil AP4 dapat sharing spare part yang sama antar sesama tim saat kompetisi reli berlangsung.

“Komisi Rally bersama dengan komunitas rally terus mensosialisasikan kelas AP4 ini sebagai penawar bagi mereka yang ingin mencicipi keseruan olahraga rally di level internasional. Dengan adanya AP4 ini sangat memungkinan pereli Indonesia untuk berlaga di ajang reli internasional,” tambah Rifat.

Mobil berjenis AP4 ini dapat dikatakan sebagai wajah baru mobil reli di indonesia yang menggantikan kendaraan-kendaraan grup R yang sudah berusia lebih dari 10 tahun. Sebagai catatan juga, mobil-mobil reli jenis AP4 mendapatkan lisensi untuk berlomba di kejuaraan internasional, seperti reli Australia, reli Selandia Baru, reli Asia-Pasifik.

Text & Photos : karyaKU

Edited by         : Ihsan Rizaldi Raz

Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang reli bertaraf internasional, Asia Pacific Rally Championship [APRC] 2019 akan digelar di kawasan perkebunan sawit Rambung Sialang Hilir, Medan, Sumatera Utara pada 27 dan 28 Juli mendatang.

Jadwal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat Sungkar. “Saya sebagai ketua komisi rally menyampaikan bahwa APRC di Medan akan digelar tepatnya pada 27 dan 28 Juli 2019. Jadwal ini merupakan tanggal yang telah diperbarui setelah sebelumnya sempat beredar kabar akan digelar pada 7 Juli,” ungkap Rifat.

Dengan perubahan jadwal ini diharapkan persiapan dalam segala aspek menjadi semakin matang, terutama untuk pemeliharaan lintasan sejauh 160 km yang akan menjadi jarak tempuh para pereli yang ikut bertanding. “Pengunduran ini menjadi waktu tambahan bagi Indonesia selaku tuan rumah untuk semakin matang dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional sekelas APRC yang memang sudah dinanti-nantikan oleh para pecinta reli,” tambah Rifat.

Ajang APRC Medan juga sekaligus memperlombakan dua putaran Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Reli 2019, di mana putaran 1 berlangsung di hari Sabtu [27 Juli] dan putaran 2 di hari Minggu [28 Juli].

Saat ini pun sudah tercatat ada tiga peserta mancanegara—berasal dari Australia dan Selandia Baru—yang akan turut meramaikan jalannya APRC Medan. Rifat berharap, “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kebangkitan rally Indonesia dengan adanya keikutsertaan peserta mancanegara akan membuat komunitas rally nasional dapat menjalin hubungan yang positif sehingga ke depan bisa menjalin kerja sama yang semakin baik.”

Bagi para pereli yang akan melakukan pendaftaran APRC Medan dapat menghubungi Sekretariat IMI Sumatera Utara [+6261 452 0672] yang berlokasi di Jl. Taruma No. 52, Medan 20112

Text                : karyaKU

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Ajang balap reli APRC 2019 akan digelar di Sumatera Utara pada 27 dan 28 Juli mendatang.

READ MORE

eXtremeINA.com    Downhill adalah salah satu olahraga sepeda yang tergolong ekstrem. Betapa tidak, lokasi yang biasa digunakan saat bermain Downhill adalah bukit ataupun pegunungan. Saat menuruni jalur Downhill dari atas pegunungan, pastinya sepeda akan terpacu dengan cepat dan rintangan atau obstacle yang akan dihadapinya pun sangat bervariatif.

Cara Aman Menghindari Cedera Saat Bermain Downhill_feature (3)

Dengan kecepatan yang dihasilkan sepeda dan adanya rintangan tersebut, secara otomatis adrenaline akan semakin meningkat. Sebagai olahraga ekstrem, cedera ringan bahkan parah pun sangatlah mudah didapat bagi para penggeliatnya. Oleh sebab itu jika ingin bermain Downhill, kalian diwajibkan untuk menggunakan alat safety gear dengan lengkap. Bagi para pecinta olahraga ekstrem, keselamatan adalah prioritas utama, termasuk bermain Downhill.

Tips bagi penggeliat Downhill sebelum memulai aktivitas mengendarai sepedanya adalah mengecek sepeda yang akan digunakan, setelah itu gunakan safety gear dengan lengkap mulai dari helm full face yang memang didesain khusus untuk pengguna olahraga Downhill. Penggunaan helm ini sangat berguna bagi keselamatan kepala agar tetap aman saat terjadi benturan. Selanjutnya adalah gunakan pelindung leher atau kata lainnya adalah Leat Brace, yang berfungsi untuk melindungi bagian leher ketika jatuh.

Cara Aman Menghindari Cedera Saat Bermain Downhill_feature (2)

Safety gear yang tidak kalah penting adalah Knee Pad dan Elbow. Penggeliat Downhill wajib menggunakan alat ini, karena pelindung ini dapat melindungi kedua siku tangan dan kedua lutut saat terjatuh. Selanjutnya pakailah kacamata atau yang biasa disebut dengan Googles. Benda ini sangat befungsi sebagai pelindung mata dari ranting pepohonan ataupun debu yang bertebaran. Safety gear selanjutnya adalah Gloves, yang berfungsi untuk melindungi bagian telapak tangan dari goresan bebatuan atau benda tajam saat terjatuh. Lalu yang terakhir adalah pakaian serta sepatu yang telah didesain khusus untuk bermain olahraga Downhill.

Jika kalian para penggeliat Downhill dapat memakai kelengkapan safety gear yang dibutuhkan, setidaknya kalian dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan yang lebih para lagi.

Cara Aman Menghindari Cedera Saat Bermain Downhill_feature (1)

#bicycle #dirt #dowhill #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #feature #Indonesia #mountainbike

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Cara Aman Hindari Cedera Bersepeda Downhill

READ MORE

eXtremeINA.com  Sejatinya Motor Trail adalah motor yang berbeda dibanding dengan moto-motor pada umumnya. Motor Trail ini telah didesain khusus untuk melewati medan-medan berat, terjal, melintasi pegunungan, dan kontur jalan lainnya. Ciri pada kendaraan Motor Trail ini terdapat pada Ground Clerence yang tinggi, Torsi yang besar untuk memudahkan mendaki, memiliki Body yang sangat kokoh, dan Top Speed cukup rendah. Selain itu ban yang digunakan pada Motor Trail ini juga didesain khusus dengan kembang-kembang yang kasar.

Istilah Dalam Olahraga Motor Trail_feature (3)

Berkendara Motor Trail memang sangat menyenangkan, karena adrenalin pelakunya dapat terpacu sambil berwisata. Namun bagi para pemula tidak bisa sembarangan berkendara, mereka harus bertanya dengan ahlinya mengenai safety gear, cara melintasi jenis-jenis rintanga, dan mengenal banyak istilah dalam olahraga otomotif yangs satu ini. Berikut adalah penjelasan tentang Istilah-Istilah dalam olahraga Motor Trail :

Block Pass. Block Pass merupakan istilah yang biasa digunakan ketika ada pembalap yang menyalip pembalap lain secara agresif dan sampai menjatuhkan pembalap di depannya.

Brake Check. Brake Check adalah istilah yang menggambarkan trik pembalap yang berusaha menjatuhkan pembalap lain tepat di belakangnya.

Braapp-Braapp. Merupakan istilah ketika pembalap tengah merasa good mood, onfire, atau kurang lebih seperti itu.

Istilah Dalam Olahraga Motor Trail_feature (4)

Cased. Cased merupakan istilah yang digunakan bagi seorang pembalap yang tidak dapat mencapai landing ketika melakukan aktraksi jumping. Baik atraksi jumping yang dilakukan pada double atau triple jumping.

Chaped Out. Chaped Out adalah istilah yang digunakan saat seorang pembalap tidak pernah mengurusi kendaraannya sendiri. Dalam hal ini pembalap yang dimaksud berarti termasuk cuek asal kendaraannya masih bisa hidup dan digunakan.

DNF. DNF adalah istilah dalam motor trail yang menggambarkan seorang rider yang tidak dapat tiba di finish.

Goon Riding. Goon Riding adalah istilah yang disematkan kepada pembalap yang bergaya ugal-ugalan saat mengendarai motor trilnya.

Holeshot. Merupakan istilah yang diberikan kepada pembalap yang saat start dan saat memasuki tikungan pertama menjadi posisi terdepan.

Istilah Dalam Olahraga Motor Trail_feature (2)

Lapper. Lapper adalah istilah bagi pembalap yang sudah overlap namun masih berupaya memacu motornya ketika akan disalip oleh pembalap nomer 1.

LCQ. Merupakan singkatan dari Last Chance Qualifier. Artinya merupakan kesempatan yang terakhir bagi pembalap untuk masuk final.

Pinned. Merupakan suatu istilah yang dalam bahasa gaul Indonesia disebut gasspoll.

Rutted. Istilah yang menggambarkan kondisi track amat gembur sehingga membuat kendaraan para pembalap terlihat garuk-garuk tanah saat melewati track tersebut.

Scrub. Scrub adalah istilah yang menggambarkan pembalap yang sedang berupaya rendah ketika melewati jumping.

Squid. Adalah istilah yang menggambarkan pembalap pemula yang masih ketara grogi lantaran baru kali pertama ikut balapan.

Istilah Dalam Olahraga Motor Trail_feature (1)

Step Up. Adalah track jumping dengan landing lebih tinggi dibanding awalan track pada jumping tersebut.

Supermini. Istilah untuk menyebut pembalap yang tampil terdepan ketika mengendarai motor dengan cc kecil 105 cc atau 85 cc.

Tearoffs. Tearoffs merupakan istilah yang menggambarkan kondisi menyapu debu yang menempel pada google pembalap ketika ontrack dengan gerakan seperti orang menangis.

Triple. Triple adalah istilah untuk pembalap yang melakukan satu kali lompatan 3 jumping terlewati.

Whip. Istilah ini mirip seperti scrup, hanya saja dilakukan di udara dengan keahlian setingkat pebalap profesional.

Whiskey Throttle. Merupakan istilah untuk pembalap yang saat start terlalu banyak memutar gas sehingga terlihat seperti pemabuk yang berusaha menyeimbangkan diri.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Istilah Dalam Olahraga Motor Trail.

READ MORE

eXtremeINA.com  Bagi yang masih awam Motocross [MX], Enduro, Dual Sport, dan Motoard adalah jenis kendaraan yang sama. Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa tampil keempat motor ini memang terlihat sama seperti body rampingnya, kaki-kaki yang menjulang tinggi, dan spakbor depan yang memiliki ciri khas. Namun jika benar diperhatiakn keempat jenis motor ini memiliki perbedaan yang mendasar baik dari spesifikasi dan juga fungsinya. Berikut adalah penjelasan tentang perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard.

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard_feature (1)

  1. Motocross

Pada dasarnya Motocross adalah balapan motor Offroad yang dilangsungkan di sebuah Sirkuit yang telah dipersiapkan sedemikian rupa. Karena diperuntukannya adalah untuk balapan, maka spesifikasi motor ini memiliki kapasitas mesin yang tinggi mulai dari 125cc hingga 450cc, selain itu sasisnya rigid, ban pacul yang kembang-kembangnya besar, dan shockya pun lebih kuat dibanding dengan spesifikasi motor trail lainnya. Motor jenis ini sangat tidak diperbolehkan digunakan dijalan raya, pasalnya tidak memiliki kelengkapan lampu depan, lampu belakang, lampu sign, klakson, spion, dan knalpot yang telah lolos uji emisi.

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard_feature (2)

  1. Enduro

Sejatinya Enduro adalah uji ketahanan untuk rider maupun motor itu sendiri. Biasanya kendaraan ini diperuntukan untuk melewati jalur-jalur dengan berbagai rintangan semisal menjalah hutan yang akan menemui ranting-ranting pohon, batang pohon tumbang, jalan berbatu, melewati sungai, turun naik bukit, jalan berkrikil, jalan berpasir, hingga jalur berlumpur. Pada dasarnya motor Enduro ini harus memiliki performa yang cukup mumpuni dan secara spesifikasi motor jenis ini tidak memiliki perbedaan yang signifikain dengan Motorcross. Pada motor jenis Enduro ini terkadang dilengkapi dengan lampu utama untuk kebutuhan berjendara dimalam hari, ban yang digunakan motor Enduro ini juga hampir mirip dengan ban Motorcross berupa ban pacul dengan kotak yang besar. Namun motor Enduro ini memiliki tangka untuk bahan bakar yang lebih besar guna kebutuhan jalan jarak jauh.

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard_feature (3)

  1. Dual Sport

Memiliki kelengkapan seperti lampu utama, lampu belakang, lampu sign, klakson, spion, speedometer, tempat pemasangan plat nomor kendaraan, knalpot yang lulus uji emisi, dan bisa diregistrasikan sehingga memiliki surat-surat yang lengkap, motor Dual Sport atau yang disebut dengan motor Trail adalah motor yang legal untuk berkendara dijalan raya. Motor jenis ini sangat multifungsi, pasalnya dapat dikendarai di jalan raya dan tidak canggung ketika memasuki jalanan berupa semi off road maupun off road. Oleh karena itu, motor dual sport juga biasa disebut dengan motor ‘all road’ atau ‘dual purpose’. Secara spesifikasi motor Dual Sport ini tidak setangguh Motocross dan Enduro. Ban yang digunakan adalah tipe dual purpose, dimana ban ini masih nyaman digunakan di jalan raya tapi juga baik saat digunakan di jalan off road. Ukuran bannya pun mirip seperti motor motocross dan enduro, yakni lingkar ban depan lebih besar dari ban belakang. Umumnya motor-motor seperti inilah yang digunakan untuk riding adventure, yang kadang melintas di kota, kadang melintas jalanan tengah hutan, kadang, juga melewati kondisi jalan berlumpur.

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard_feature (4)

  1. Motard

Sejatinya motor jenis adalah gabungan dari Dual Sport atau Trail dengan motor jalan raya atau Street bike. Memiliki bentuk yang tinggi dan macho ciri khas motor Dual Sport, menggunakan ban yang halus motor ini sangat nyaman saat dikendarai di jalan raya. Saat memasuki jalur offroad, motor jenis ini akan sangat ringkih untuk terjadi kerusakan. Umumnya, versi motard memiliki harga yang lebih mahal daripada versi dual purpose. Contoh motard antara lain Kawasaki D’Tracker 150, Kawasaki D’Tracker 250, Yamaha WR250X, KTM 690 SMC R, dan Ducati Hypermotard.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Kenali Perbedaan Motocross, Enduro, Dual Sport, dan Motard

READ MORE

eXtremeINA.com  Pada umumnya reli sangat identik dengan kejuaraan balap mobil, namun untuk Dakar terdapat empat kelas kendaran yang dipertandingkan yaitu mobil, truck, motor, serta quad bike. Ajang balap yang digagas oleh Amaury Sport Organization [ASO] ini juga memiliki beberapa regulasi yang wajib dipenuhi oleh pesertanya, untuk ajang balap mobil kelas tersebut harus memiliki bobot kurang dari 3.500 kg atau setara dengan 7.716 pounds. Untuk kelas mobil pihak penyelenggara membagi dalam beberapa kelas yaitu T1, T2, T3, dan Open.

Mengenal Kelas Dipertandingkan Dalam Rally Dakar_feature (1)

Mobil peserta yang bisa masuk untuk dipertandingkan dalam group T1 [improve Cross Country Vehicle] adalah mobil yang disesuaikan dengan tipe mesin yaitu bensin atau diesel, serta bisa menggunakan dua penggerak ataupun empat penggerak. Untuk group T2 [Cross Country Series Production Vehicle] terbagi dalam kategori bensin dan diesel. Untuk group T3 pihak penyelenggara mewajibkan kendaran dengan bobot riangan, dan untuk group open kendaran yang disesuaikan serta diatur dengan regulasi Score.

Mengenal Kelas Dipertandingkan Dalam Rally Dakar_feature (1)

Selanjutnya adalah kelas Truk, kendaraan ini awalnya tidak masuk dalam balap Rally Dakar, namun pada tahun 1980 ASO selaku pihak penyelenggara memasukan kelas truk menjadi satu ajang balap Dakar. Namun untuk memberikan keseragaman terhadap peserta, ASO tetap memberikan spesifikasi atau regulasi kendaraan truk yang boleh dipertandingkan. Spesifikasi yang pertama adalah, truk harus memiliki bobot diatas 3.500kg atau setara dengan 7.716 pounds. Untuk kelasnya sendiri dibagi menjadi dua group yaitu T4.1 yang merupakan kelas untuk seri produksi, dan T4.2 merupakan kelas truk dengan sentuhan modifikasi.

Mengenal Kelas Dipertandingkan Dalam Rally Dakar_feature (2)

Selanjutnya adalah kelas Quadbike, pada tahun 2009 kelas ini masuk kedalam subdivisi motor. Namun dengan pertimbangan yang matang dari pihak penyelenggara kelas Quadbike menjadi kelas terpisah. Quadbike sendiri juga memiliki beberapa kategori yaitu G3.1 dengan spesifikasi mesin silinder tunggal berkapasitas maksimal 750cc, untuk G3.2 memiliki rincian dengan kapasitas mesin maksimal 900cc baik dalam satu tata letak silinder ataupun twin.

Mengenal Kelas Dipertandingkan Dalam Rally Dakar_feature (3)

Kelas terakhir yang diperlombakan dalam balap Rally Dakar adalah kategori motor. Sama seperti dengan kelas-kelas lainnya, pada kelas motor ini memiliki beberapa kategori yang pertama elite group1 dan non-elite group 2. Khusus untuk elite boleh dilakukan modifikasi pada kendaraanya. Sementara untuk group non-elite tidak diperbolehkan melakukan penggantian komponen mesin yang meliputi silinder, head cylinder, frame, frok, serta swing arm. Semua kendaraan motor yang mengikuti kelas ini harus memiliki kapasitas mesin 450cc, baik itu untuk kelas elite dan non-elite.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #dakar #race #racing #rally #rallydakar #offroad

eXtremeINA.com  Pada umumnya reli sangat identik dengan kejuaraan balap mobil, namun untuk Dakar terdapat empat kelas kendaran yang dipertandingkan yaitu mobil, truck, motor, serta quad bike. Ajang balap yang digagas oleh Amaury Sport Organization [ASO] ini juga memiliki beberapa regulasi yang wajib dipenuhi oleh pesertanya, untuk ajang balap mobil kelas tersebut harus memiliki bobot kurang […]

READ MORE

eXtremeINA.com  Popo Ariyosejati atau yang akrab dipanggil Popo adalah salah satu rider downhill terbaik yang dimiliki Indonesia. Lahir pada tanggal 24 Juli 1986, Popo memulai karirnya sebagai atlet BMX Cross, namun seiring berjalannya waktu dia Pindak ke kota Malang pada tahun 2006, saat bertemu pelatihnya Zainul Siswanto di Malang Popo diintruksikan untuk menjajal downhill dan pada saat itulah dirinya langsung jatuh cinta pada olahraga sepeda yang cukup ekstrem ini.

Selepas dari BMX Cross, Popo mulai serius menekuni olahraga downhill hingga pada akhirnya untuk pertama kalinya dia mengikuti kejuaraan downhill di Gunung Buring Kota Malang, Jawa Timur bertajuk pre-PON dan seleksi Pelatnas Sea Games. Dalam kejuaraan pertamanya tersebut Popo langsung meraih juara ke-2 dan masuk dalam Tim Nasional [Timnas] SEA Games 2007. Seiring berjalannya waktu kemampuan Popo dalam bermain downhill kian matang, hal tersebut dibuktikan dengan prestasi-prestasi yang dira raih baik di tingkat nasional ataupun Internasional seperti meraih dua kali medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional [PON], 2 kali Juara Asia Downhill di China dan Malaysia, serta masih banyak prestasi lainnya.

Sebagai atlet downhill profesional, Popo pernah mengalami cedera yang cukup serius yaitu 2 kali patah pertulangan tangan serta cedera collarbone. Cedera parah yang dialaminya tidak membuat kapok dan trauma, justru Popo kembali bangkit untuk meneruskan karirnya sebagai atlet Downhill Indonesia. Dalam waktu dekat ini Popo akan mengikuti Kejuaraan Nasional, untuk menjadi yang terbaik di ajang tersebut dirinya terus disibukkan dengan latihan. Selain itu Indonesia juga akan mengikuti kejuaraan SEA Games 2019 di Manila, dan jika Popo dipercaya untuk masuk kedalam skuad Timnas Downhill Indonesia dirinya mengaku siap untuk menampilkan performa terbaiknya.

Menurut Popo perkembangan downhill di Indonesia cukup berkembang dengan pesat di setiap tahunnya. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya rider muda bermunculan dan mereka datang dari berbagai penjuru Tanah Air, selain itu trek downhill di Indonesia juga sudah cukup banyak, ditambah lagi dengan hadirnya Kejuaraan Nasional [Kejurnas] di setiap tahunnya membuat jenjang prestasi para rider semakin jelas.

Sejatinya pemerintah Indonesia pun sudah cukup mendukung perkembangan olahraga downhill di Indonesia, dampak besar yang dirasakan Popo adalah saat meraih kesuksesan di ajang Asian Games 2018 Popo tidak hanya diganjar bonus oleh Pemerintah namun dirinya juga diangkar sebagai Pegawai Negeri Sipil [PNS] di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA]. Bagi Popo Olahraga downhill sudah menjadi bagian dari hidupnya, dengan tekat dan kerja kerasnya dia ingin menjadi juara dunia downhill suatu saat nanti demi nama baik Indonesia di tingkat dunia.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Popo Ariyosejati

<