eXtremeINA.com

Tag :Extreme Sports

eXtremeINA.com – Ambarawa (13/9) Indonesia semakin dikenal di kancah olahraga dirgantara Gantolle (Layang Gantung) dunia. Memasuki gelaran kelimanya, Kejuaraan Terbuka Lintas Alam Gantolle Piala Telomoyo 2019, 15-22 September, kembali menghadirkan Primoz Gricar. Meski sudah menjuarai Piala Telomoyo II 2015, ikutsertanya Primoz kali ini lebih menantang lagi bagi para pilot Indonesia, karena prestasinya meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Layang Gantung XXII di Friuli Venezia Giulia, Italia, Juli lalu. Primoz asal Jerman, gagal menghentikan dominasi pilot-pilot tuanrumah, Alessandro “Alex” Ploner dan Christian Ciech, yang merebut gelar juara dan runner up. Ciech adalah pelatih regu Jawa Barat pada PON XIX 2016. Bersama rekannya, Alex, keduanya berhalangan ke Telomoyo karena mengikuti kejuaraan di Turki yang berdekatan waktunya.

“Pasti kita bisa belajar lebih banyak lagi dari dia. Dari teknik mencari termal maupun persiapan fisik terbang lintas alam dan mental mengikuti kejuaraan,” ujar Rusdianto, peraih medali emas PON XVIII Riau 2012 asal Jogjakarta pada Tagor Siagian, Humas dan Koordinator Media Piala Telomoyo V 2019 tentang kehadiran Primoz. Termal adalah kumpulan udara panas yang bergerak ke atas dan terletak di bawah awan, yang dapat membantu pilot mencapai ketinggian. Agar bisa terbang jauh sebagai syarat utama nomor lintas alam, pilot harus pandai “membaca” awan untuk mencari termal dan wajib mencapai ketinggian maksimal terlebih dulu, sebelum mencapai sasaran titik-titik dalam soal. Terkadang dalam waktu semenit, layangan bisa naik setinggi 500 meter, bila mendapatkan termal baik.

Sebanyak 42 pilot (sebutan untuk atlit olahraga dirgantara) asal 8 propinsi; DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, menjadikan Piala Telomoyo V 2019 sebagai persiapan jelang kejuaraan penyisihan PON XX Papua 2020, Oktober ini. Disayangkan, empat putra daerah asal Papua, yang berkuliah di Bandung, Jawa Barat, belum siap berlomba karena masih menjalani pelatihan dasar.

Para peserta terbagi dalam dua kelas; Kelas A untuk layangan dua lapis (double surface) dan Kelas B untuk layangan satu lapis (single surface). Layangan dua lapis tentunya punya kemampuan manuver lebih lincah dan kemampuan terbang lebih cepat dibanding satu lapis. Dalam nomor Lintas Alam Terbatas, pilot diharuskan terbang secepat mungkin sesuai rute dengan titik-titik yang ditentukan dalam soal yang dibuat Direktur Lomba dan Dewan Pilot (perwakilan pilot). Tiap ronde/hari soalnya berbeda. Misalnya, dari Gunung Telomoyo ke Kampoeng Java (pabrik air mineral Java), Candi Songo, Musium Kereta Ambarawa dan Jembatan Tuntang dengan kawasan garis akhir di Desa Sraten. Mencapai jarak sekitar 50 km yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam.

Mengingat waktu tempuh yang lama, maka tiap hari hanya berlangsung satu ronde. Karena kondisi cuaca dan anginpun cenderung memburuk di siang hari, yakni berkabut dan angin dari arah belakang lokasi lepas landas (tailwind). Agar pilot dapat lepas landas dengan baik, maka arah angin harus dari depan (utara lokasi lepas landas/headwind). Kondisi angin yang layak terbang adalah yang berkecepatan 5-30 km/jam. Soal untuk Kelas A dan Kelas B dibuat berbeda jarak dan titik-titiknya. Olahraga alam sangat bergantung cuaca dan angin. Arah angin juga sangat menentukan kecepatan pilot terbang. Ibarat orang naik sepeda di tanjakan, bila pilot terbang melawan arah angin, akan membuat waktu tempuhnya semakin lama. Sebaliknya, bila pilot terbang mengikuti arah angin, terkadang kecepatannya bisa mencapai 120 km/jam.

Biasakan Terbang Jauh

Banyak pilot Indonesia dibuat terheran-heran dan kagum, bagaimana Primoz saat Kejuaraan Dunia lalu, bisa terbang sejauh 200 km dalam satu ronde, sementara dia seorang vegetarian, tidak makan daging. “Justru dengan hanya makan sayur-sayuran dan buah, tubuh menjadi lebih segar dan kuat dibanding pemakan daging, ikan dan telur. Juga tergantung pikiran Anda, jangan negatif dan panik. Disiplin menjaga kebugaran dan suasana hati dengan tidur cukup dan berpikiran baik, sangat berpengaruh untuk terbang dengan baik,” menurut Primoz pada Tagor Siagian, Humas dan Koordinator Media Piala Telomoyo V 2019 lewat surat elektronik, Rabu (11/9).

Mengingat jenis lomba Gantolle di tingkat dunia adalah Lintas Alam Terbatas (Race To Goal) dan Lintas Alam Bebas/Open Distance (juara ditentukan pencapaian jarak terbang garis lurus dari titik lepas landas), maka Piala Telomoyo dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para pilot nasional, agar lebih mampu bertarung di tingkat dunia. “Tidak ada pilihan lain. Anda harus mengikuti sebanyak mungkin kejuaraan lintas alam dengan jarak sesuai kejuaraan tingkat dunia, jika mau diperhitungkan sebagaai pilot lintas alam handal. Teknik terbang Anda pasti akan cepat meningkat, jika biasa terbang sejauh yang dilakukan pilot-pilot dunia. Lebih bagus lagi kalau bisa ikut banyak kejuaraan internasional, agar tahu keunggulan dan kelemahan pilot-pilot peringkat atas dunia,” jelas Primoz, 44 tahun. Kurang handalnya pilot Gantolle dan Paralayang Indonesia di nomor Lintas Alam, karena lebih sering mengikuti kejuaraan nomor Ketepatan Mendarat (Accuracy). Kalaupun ada kejuaraan lintas alam, jarak tempuh tiap ronde hanya berkisar 15 km. Sementara di lomba internasional rata-rata berjarak 72 km tiap ronde.

Jika atlit Indonesia kebanyakan menemui hambatan dana untuk berlomba di luar negeri, Primoz cukup dengan berjualan layangan dan membuka jasa perbaikan layangan Gantolle di tempatnya bermukim, Jerman. Ayah tiga anak itu merasa sangat nyaman dan antusias berlomba di Indonesia karena keramahtamahan masyarakatnya dan adanya aneka ragam jenis sayuran dan buah. Pada Piala Telomoyo II 2015, ia rasakan langsung sambutan hangat penduduk sekitar kawasan pendaratan di Kampoeng Rawa. Bak seorang rock star, ia diajak berslamaan dan berfoto bersama.

Indonesia dengan kontur alam pegunungan yang menakjubkan dengan ribuan pulaunya, menurut Primoz, sangat memungkinkan untuk terbang lintas alam dengan jauh. Hanya butuh niat dan kegigihan mencari, mengembangkan dan merawat semua kawasan mempesona itu. Bukan tidak mungkin, suatu saat rekor dunia terbang lintas alam Gantolle bisa dibuat di Indonesia. Sebagai perbandingan, jika rekor nasional Lintas Alam Bebas Gantolle yang dicatat pilot senior Roy Sadewo (DKI Jaya) pada 1995 dari Wonogiri ke Pati (Jawa Tengah) adalah 92 km, (belum terpecahkan hingga kini), maka rekor dunia yang dibuat di Zapata, Texas, Amerika Serikat pada Juli 2012 oleh Johnny Durand (Australia) adalah sejauh 761 km, ia terbang selama 11 jam!

 

Kalender Resmi FAI

         Gunung Telomoyo dengan ketinggian 1940 m ASL (Di atas Permukaan Laut), sudah dijadikan kawasan peluncuran olahraga Gantolle sejak 1999 dan digunakan untuk kejuaraan pada 2002. Kejuaraan Nasional pertama kalinya digelar di sana pada 2004. Piala Telomoyo yang digelar sejak 2014, kerjasama Perkumpulan Gantolle DKI Jaya dengan Gantolle Jawa Tengah, sudah terdaftar sebagai kegiatan tetap pada FAI (World Air Sports Federation), induk olahraga dirgantara dunia dengan status kejuaraan Category 2. Artinya, nilai hasil pencapaian pilot dapat mempengaruhi peringkat dunianya yang diumumkan tiap awal bulan oleh FAI di www.fai.org/ranking.

Primoz memuji Telomoyo sebagai tempat sangat menantang untuk terbang. “Kelihatannya mudah ditaklukkan, tapi kalau Anda sudah terbang, tak boleh sedetikpun lengah,” ucapnya. Sedangkan pilot Australia, Grant Heaney, Juara Kelas A Piala Telomoyo I 2014, menyukai tantangan alam Telomoyo. “Di daerah asal saya, tidak ada gunung. Jadi selalu ada pengalaman baru dan seru bagi saya setiap terbang di Telomoyo,” ujarnya. Pada 2015, Grant sempat tersedot awan hujan. Khawatir terkena petir, ia segera berusaha melepaskan diri meski susah payah. Saat mendarat, wajahnya pucat. Cukup menggambarkan betapa mengerikannya pengalaman dia barusan.

Peringkat ke-43 dunia Hiroshi Suzuki, asal Jepang, sangat menikmati terbang di Indonesia. “Alamnya sangat menantang, nikmat sekali terbang di atas sawah dan mendarat juga di sawah!” serunya. Karena rajin berbagi pengalaman terbang di Indonesia lewat media sosial, rekan-rekannya sesama pilot Jepang lainnya selalu mengikuti Piala Telomoyo. Hiroshi, juara Kelas A Piala Telomoyo IV 2018 kali ini datang bersama tiga pilot putra lainnya, diantaranya Reona Takemoto, pilot didikannya. Karena faktor kesulitan yang lebih tinggi untuk terbang di Telomoyo dibanding di negaranya, Hiroshi mengharuskan muridnya terbang minimal 100 kali di Jepang sebelum ikut Piala Telomoyo. Selain mencari pengalaman terbang di berbagai kawasan di Indonesia, wisata kuliner, kesenian dan kebudayaan juga menjadi tujuan para peserta asing. Selesai Piala Telomoyo sebelumnya, para pilot Jepang pernah menjajal terbang di Bukit Batu Dua, Sumedang dan Majalengka, Jawa Barat, sementara para pilot Korea Selatan berwisata ke Jogjakarta.

 

Berkabut

Seperti cuaca pada latihan resmi Minggu (15/9), lomba Ronde I pada Senin (16/9) tertunda hingga pukul 12.54 saat pilot urutan terbang pertama Andre HK (DKI Jaya) takeoff, akibat kabut menutup lokasi lepas landas dari pagi hingga siang. Kelas A mendapat tugas sejauh 50 km, dengan titik-titik diantaranya Bukit Gajah, kawasan Salatiga, Desa Bawen dan Desa Jetis, dan mendarat di radius Desa Sraten. Sedangkan Kelas B hingga 30 km. Semua pilot berhasil mendarat dengan selamat. Namun hingga Senin malam, hasil Ronde I belum diumumkan.

Karena ramalan cuaca menyebut kabut akan datang lagi pukul 14.00 WIB, maka para pilot berusaha takeoff secepat mungkin, mengingat beberapa pilot bisa memakan waktu lebih dari perkiraan satu menit hingga loncat, akibat angin yang tiba-tiba melemah atau berubah arah. Jumlah penonton yang tidak seramai hari sebelumnya, membuat para pilot lebih mudah menyiapkan layangan dan menggeser layangannya ke landas pacu (launching ramp), berupa papan kayu sepanjang 2 meter mendatar dan 3 meter menukik tajam.

Kawasan Wisata Olahraga Dirgantara

Untuk mempercepat pergerakan para peserta Piala Telomoyo mencapai lokasi lepas landas (takeoff) di Gunung Telomoyo, sudah diperbaiki infrastruktur jalan dengan dibeton dan sebagian diaspal. Jika tahun lalu butuh 50 menit hingga ke Puncak, sekarang cukup 20 menit. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang membuka Piala Telomoyo IV tahun lalu, sangat antusias menjadikan Telomoyo sebagai kawasan wisata olahraga dirgantara (air sport tourism), Sebelumnya kawasan Gunung Mas, Puncak (Jawa Barat), Batu, Malang (Jawa Timur) dan Bukit Timbis (Nusa Dua, Bali) sudah dikenal dunia sebagai tempat baik untuk terbang tandem (dibonceng) Paralayang.

Kementerian Pariwisata mencatat, 53% wisatawan dunia adalah usia milenial, 17-25 tahun. Selain wisata kuliner dan kesenian, tujuan mereka adalah wisata olahraga petualangan/alam. Jumlah wisatawan olahraga petualangan di Indonesia, baik lokal maupun mancanegara, terus meningkat tiap tahun dengan kedatangan sekitar 1,4 juta orang. Jenis olahraga petualangan yang paling digemari adalah selancar, selam, snorkling, arung jeram, paralayang, mendaki gunung dan penelusuran gua.

Guna mendukung rencana kerja Gubernur Ganjar, Panitia Pelaksana Piala Telomoyo V 2019 akan menyelenggarakan seminar Wisata Olahraga Dirgantara di Hotel Griya Persada, Bandungan Ungaran pada Kamis (19/9). Dengan pembicara perwakilan Kementerian Pariwisata, FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk olahraga dirgantara dunia, Ersy Firman, penggagas Piala Telomoyo dan (Kapt.) Joy Roa, promotor festival balon udara di Filipina.

Selain peragaan terbang pesawat Paramotor (Paralayang Bermotor), kawasan pendaratan di Desa Sraten akan diramaikan juga panggung hiburan dan bazar UKM yang dikelola Kabupaten Semarang..

Text & Photos : TAGOR SIAGIAN

Sebanyak 42 pilot (sebutan untuk atlit olahraga dirgantara) asal 8 propinsi; DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, menjadikan Piala Telomoyo V 2019 sebagai persiapan jelang kejuaraan penyisihan PON XX Papua 2020, Oktober ini

...

READ MORE

BANDUNG – eXtremeINA.com  Sebagai produsen lokal yang memfokuskan kepada alat-alat petualangan alam tropis, sangat wajar jika EIGER mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di negeri sendiri. Salah satunya adalah dengan menggelar EIGER Independence Sport Climbing Competition [EISCC]. Acara yang rutin dilakukan setiap tahun, memasuki tahun yang ketiga belas di 2019 ini. Acara sendiri berlangsung mulai dari 15 -17 Agustus 2019.

“Pemilihan tempat selalu rutin EIGER lakukan di EIGER Flagship Store, Jalan Sumatra Bandung. Fasilitas media papan panjat yang EIGER miliki di store Sumatra menjadi satu-satunya di Bandung yang memenuhi standar FPTI. Selain itu untuk peserta luar kota juga lebih mudah karena banyak penginapan di sekitaran arena pertandingan,” jelas Arif Husen, Marcomm Manager PT. EIGER MPI.

Dengan gelaran rutin yang sudah diadakan selama 13 kali, maka ajang ini menjadi salah satu ajang pencarian bibit unggul untuk atlet panjang dinding Jawa Barat dan Nasional. “Peserta yang bisa ikut ajang ini adalah remaja berusia 14 tahun ke atas dan mengikuti kuota jumlah peserta yang sudah EIGER tentukan,” tukas Arif.

Untuk acara kali ini, total peserta yang terdaftar ada sekitar 168 peserta, berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan dua atlet asal Singapura. “Untuk atlet asing sebenarnya sudah mulai banyak muncul semenjak gelaran EISCC yang 11, artinya dari tingkat kesulitan, sampai hadiah yang disediakan sudah menjadi daya tarik untuk atlet asing,” tambah Arif lagi.

Untuk kategori lomba sendiri akan dibagi menjadi kelas Rintisan [Lead] Putra dan Putri, serta Kecepatan [Speed] Putra dan Putri. Seperti yang sudah-sudah ajang tahunan ini juga menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI], yang berlaku sebagai asosiasi resmi untuk olahraga panjat tebing di Indonesia. “EIGER mengharapkan EISCC dapat menggairahkan kembali kejuaraan nasional dan tentunya menjadi kalender tahunan kejuaraan resmi nasional. Selain itu EISCC juga EIGER harapkan meningkatkan prestasi atlet-atlet panjang dinding nasional,” ungkap Arif.

Total hadiah sendiri untuk acara 3 hari ini total ada 75 juta rupiah, berupa 60 juta dalam bentuk cash, dan 15 juta rupiah dalam bentuk produk. Mari kita dukung para pemanjat tebing Indonesia untuk berprestasi di mana pun mereka berlaga. Salam Lestari!

 

Text & Photos          : EIGER

Edited by                  : Ihsan Rizaldi Raz

EIGER Gelar EISCC Ketigabelas, Untuk Pencarian Bibit Unggul Atlet Panjat Dinding Nasional

READ MORE

JAKARTA – extremeINA.com     Unicycle atau sepeda roda satu adalah salah satu sejenis sepeda beroda satu. Dan sepada ini disempurnakan oleh German Baron Karl von Drais pada tahun 1886. Baron lah yang mempatenkan design sepeda beroda satu tersebut, dan saat ini masih bisa terlihat di museum Paleis het Loo di Apeldoorn Belanda.

ilustrasi-unicycle_feature (1)

Di Indonesia sepeda roda satu belum terlalu familiar untuk di kalangan anak muda. Bagi yang hobi bersepeda bisa membuatnya komunitas olahraga ini. Supaya di Indonesia semakin berkembang dengan olahraga-olahraga yang belum terpublis.

Olahraga sepeda satu ini memang sangat membutuhan keseimbangan, kekuatan dan konsentrasi yang cukup. Dan untuk cara memainkannya sama saja dengan sepeda roda dua, hanya saja kalau yang beroda satu terlihatnya sangat ekstrim dan menakutkan untuk dicoba.

ilustrasi-unicycle_feature (2)

Dalam perkembangan unicycle mampu melakukan medan freeride yang biasa dilalui oleh sepeda gunung berroda dua. Unicycle tidak hanya digunakan di jalan bisa saja atau jalanan beraspal, tapi unicycle mampu digunakan melalui medan offroad, seperti melintasi puncak tertinggi di Indonesia, agar lebih menantang dan memiliki pengalaman yang asik.

Untuk para pemula yang ingin mencoba olahraga ekstrim ini, kunci utamnya tetap berhati-hati dan jaga keselamatan diri anda, harus diawasi oleh seorang yang pro, dan rajin berlatih.

ilustrasi-unicycle_feature (3)

#bike #bicycle #dirt #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #feature #indonesia #unicycle #urban

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Unicycle atau sepeda roda satu adalah salah satu sejenis sepeda beroda satu.

READ MORE

eXtremeINA.com  Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah pantai untuk bermain olahraga surfing yang dikenal dapat memacu adrenaline. Uniknya adalah pantai di Indonesia dapat dinikmati oleh peselancar untuk bermain surfing di sepanjang tahun, dan fenomenanya ini hanya ada di Indonesia saja. Bahkan di Hawaii lokasi yang banyak melahirkan surfer dunia pantainya hanya dapat dinikmati beberapa musim saja.

Nias Miliki 2 Pantai Yang Eksotis Untuk Surfing_feature (2)

Salah satu pantai yang mempunyai daya tarik cukup besar adalah Pantai Lagundri dan Pantai Sorake di kawasan Ibu Kota Nias Selatan, Sumatra Utara. Jarak antara Pantai Lagundri dan Pantai Sorake hanya berkisar 2 km saja. Tidak hanya surfer lokal saja, para surfer dunia pun sangat mengidamidamkan dapat surfing di lokasi ini. Selain pemandangan yang indah dua pantai ini memiliki ombak yang sangat dahsyat, yang mencapai 7 hingga 10 meter dengan lima tingkatan, selain itu panjang daya dorong ombak dipantai ini dapat mencapai 200 meter.

Nias-Miliki-2-Pantai-Yang-Eksotis-Untuk-Surfing_feature-(5)

Pantai Saroke adalah surga bagi peselancar dan terletak di mulut Teluk Lagundri. Pada musim puncak, pantai ini dikunjungi oleh peselancar dari seluruh penjuru dunia yang datang untuk naik ini gelombang tinggi dan menikmati pantai berpasir putih yang panjang. Gelombang tinggi dan gulungan di pantai ini telah disebut-sebut gelombang kedua yang paling sempurna setelah Hawaii. Ini mungkin tidak diragukan lagi disebabkan oleh tinggi gelombang mencapai hingga 15 meter, dan lima tingkat gelombang yang sulit untuk ditemukan di pantai lain. Popularitas gelombang dan pemandangan sekitarnya yang menawan telah menyebabkan pantai ini menjadi tujuan terkenal di seluruh dunia. Beberapa kompetisi surfing internasional telah diadakan di sini. Sepanjang pantai juga rumah-tetap siap untuk menampung pengunjung yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di Saroke.

Nias Miliki 2 Pantai Yang Eksotis Untuk Surfing_feature (4)

Pantai Lagundri adalah pantai berpasir putih yang terletak sekitar 13 km sebelah selatan dari Teluk Dalam. Pantai ini berbatasan langsung dengan pantai Sorake. Sama seperti Pantai Sorake, Pantai Lagundri juga tujuan peselancar favorit meskipun gelombang yang tidak setinggi di Sorake. Karena gelombang yang lebih rendah, Lagundri lebih cocok untuk kegiatan seperti berenang, berjemur di atas pasir putih yang halus, dan snorkeling, meskipun banyak berselancar masih dilakukan di sini juga. Beberapa atraksi khusus ke pantai ini adalah menyelam dan snorkeling, di sini kaya akan ikan hias yang indah.

Nias Miliki 2 Pantai Yang Eksotis Untuk Surfing_feature (1)

Pantai Lagundri sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi terbaik untuk bermain surfing, pasalnya lokasi ini sering dijadikan tempat untuk menggelar sebuah kompetisi surfing baik itu tingkat Nasional maupun International. Salah satu kompetisi surfing yang terkenal di lokasi ini adalah Nias Open, dalam kompetisi ini banyak sekali surfer mancanegara yang ikut serta dan berlomba untuk menaklukkan dahsyatnya ombak Pantai Landugri.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah pantai untuk bermain olahraga surfing yang dikenal dapat memacu adrenaline.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Tepat hari Jumat ini [26/04], Opening Ceremony kompetisi windsurfing bertajuk Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019 telah diselenggarakan. Kejuaraan ini sedang berlangsung sejak tanggal 24 April 2019 hingga 28 April 2019, di GOR Bahtera Jaya, Jl. Re Martadinata No. 2, PLTU, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Kejuaraan windsurfing gagasan Bahtera Jaya Windsurfing School Sea Sports Club [BJWSSC] yang didukung oleh Jakarta Windsurfing dan bekerja sama dengan GOR Bahtera Jaya serta SUDIN PORA Jakarta Utara bertujuan untuk jenjang pencarian bakat atlet-atlet muda, pemula dan usia dini dalam program jangka panjang dari BJWSSC, sehingga regenerasi dan kompetisi setiap anggotanya dapat berjalan serta untuk anggota yang sudah mahir atau tingkat lanjut di dalam kejuaraan ini dapat menjadi agenda kejuaraan tahunan BJWSSC dalam rangka mempersiapkan atlet mengikuti program Pelatda DKI Jakarta menghadapi kualifikasi PON dan persiapan seleknas SEA Games 2019 pada julan Juni mendatang.

Kejuaraan windsurfing ini juga menjadi ajang evaluasi setiap Pengprov atau club di daerah untuk mempersiapkan atletnya masing-masing guna mengikuti Pra kualifikasi PON 2019 pada bulan September mendatang dan juga SEA Games 2019 yang akan tersaji di bulan Desember 2019 di Filipina. Dalam kejuaraan Windsurfing ini pihak penyelenggara akan mempertandingkan beberapa kelas berbeda mulai dari RS:ONE ESPOIR [U22], RS:X YOUTH [U19], BIC TECHNO [U16], GREEN FLEET A [OPEN], dan GREEN FLEET B [OPEN].

Dalam acara pembukaan ini dilangsungkan beberapa kegiatan yang diantaranya, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Laporan Ketua Panitia, Sambutan Ketua Selancar Angin DKI Jakarta, Sambutan Ketua BJWSSC, Sambutan Kansudin Pora Jakarta Utara sekaligus membuka secara resmi, Menyanyikan lagu Mars Patriot Olahraga, Berdoa, dan berfoto bersama.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bahtera Jaya / BJWSSC

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Hari ini acara pembukaan Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019 telah diselenggarakan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Rifat Sungkar bekerjasama dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia [MMKSI] resmi memperkenalkan mobil teranyarnya, yaitu Mitsubishi Xpander AP4 Concept tepat di hari pembuka ajang Indonesia International Motor Show [IIMS] 2019 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada [25/4].

Xpander AP4 sendiri merupakan sebuah konsep mobil yang diciptakan dari buah pemikiran Rifat yang berangan-angan untuk membuat mobil low-MPV 7 seater menjadi suatu kendaraan kompetisi yang atraktif. Untuk mewujudkannya, Rifat menjalin kerja sama dengan modifikator digital berbakat, Yoga Budi Widiantoro, yang sukses membuat konsep Xpander AP4 dalam bentuk 3D.

“Mobil ini begitu inspiratif bagi saya karena Mitsubishi punya sejarah penting di ajang motorsport dunia. Bahkan impresi saya ketika mencoba Xpander pertama kali di Jepang 2,5 tahun yang lalu sangat baik terutama dalam hal handling dan suspensi,” ungkap Rifat.

Melihat bodi Xpander yang begitu ideal juga membuat Rifat berpikir untuk melakukan pengembangan dari arah modifikasi untuk bisa menyerupai konsep AP4. Rifat mengaku garis bodi yang modern dengan aerodinamika yang maksimal menjadikan Xpander memiliki struktur yang ideal. “Dari awal saya menimbang mobil ini juga memiliki distribusi bobot depan belakang yang seimbang, sehingga saya sangat yakin mobil untuk menjadikan mobil ini sebagai konsep AP4 di Indonesia.”

Sebagai Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat terus beradaptasi dengan perkembangan regulasi dunia dan konsep modern seperti AP4 yang memperbolehkan sebuah kendaraan keluarga seperti Xpander bisa menjadi kendaraan kompetisi dengan regulasi yang telah diatur sedemikian rupa. Regulasi yang dimaksud meliputi kesetaraan struktur suspensi dan kontrol mesin yang digunakan.

Dengan mengusung konsep AP4, perawatan mobil ini juga menjadi lebih terjangkau karena spare parts yang lebih mudah didapatkan dan juga dapat menggunakan spare partsdari peserta sesama pengguna AP4.

Text & Photo : karyaKU

Edited by       : Ihsan Rizaldi Raz

Rifat Sungkar dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia resmi memperkenalkan mobil teranyarnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik. Namun apa sebenarnya kelas AP4 tersebut dan bagaimana asal usulnya sehingga saat ini mulai menarik minat banyak pereli?

AP4 merupakan sebuah mobil yang dicanangkan oleh Motorsport New Zealand [MSNZ] dan Confederation of Australia Motorsport [CAMS]—selaku induk olahraga otomotif di kedua negara tersebut—pada 2015 silam. Awalnya, AP4 diciptakan untuk menjadi alternatif karena mobil reli berjenis R5 [spesifikasi World Rally Championship] terlampau mahal.

Maka dari itu dapat dikatakan bahwa konsep AP4 lebih menitikberatkan pada penekanan biaya produksi yang jauh lebih ekonomis ketimbang mobil-mobil reli berspesifikasi lebih tinggi. “Dengan menggunakan konsep AP4, para pelaku industri reli dapat menekan biaya produksi berkali lipat lebih murah karena basis yang digunakan adalah mobil harian yang saat ini beredar masif di pasaran,” ungkap Rifat Sungkar selaku Ketua komisi Rally IMI Pusat.

Beberapa faktor yang membuat AP4 lebih terjangkau adalah karena menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama untuk seluruh bodi mobil. Dengan kata lain, bodi mobil dari berbagai merek tetap dapat menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama. Konsep ini akan membuat seluruh mobil AP4 dapat sharing spare part yang sama antar sesama tim saat kompetisi reli berlangsung.

“Komisi Rally bersama dengan komunitas rally terus mensosialisasikan kelas AP4 ini sebagai penawar bagi mereka yang ingin mencicipi keseruan olahraga rally di level internasional. Dengan adanya AP4 ini sangat memungkinan pereli Indonesia untuk berlaga di ajang reli internasional,” tambah Rifat.

Mobil berjenis AP4 ini dapat dikatakan sebagai wajah baru mobil reli di indonesia yang menggantikan kendaraan-kendaraan grup R yang sudah berusia lebih dari 10 tahun. Sebagai catatan juga, mobil-mobil reli jenis AP4 mendapatkan lisensi untuk berlomba di kejuaraan internasional, seperti reli Australia, reli Selandia Baru, reli Asia-Pasifik.

Text & Photos : karyaKU

Edited by         : Ihsan Rizaldi Raz

Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kejuaraan Windsurfing bertajuk Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019 telah dimulai Rabu [24/04] kemarin. Kejuaraan Windsurfing gagasan Bahtera Jaya Windsurfing School Sea Sports Club [BJWSSC] yang didukung oleh Jakarta Windsurfing dan bekerja sama dengan GOR Bahtera Jaya serta SUDIN PORA Jakarta Utara akan menggelar kejuaraan Windsurfing bertajuk Series 1 Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019. Rencananya kejuaraan ini akan tersaji di GOR Bahtera Jaya, Jl. R.E. Martadinata No. 2, PLTU, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Sejatinya kejuaraan Windsurfing ini akan berlangsung hingga tanggal 28 April 2019, dan pada hari pertama ini aktivitasnya adalah official arrival day registration, dan practice race. Dalam kejuaraan Series 1 Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019, pihak penyelenggara akan mempertandingkan lima kelas berbeda yaitu RS:ONE ESPOIR [U22], RS:X YOUTH [U19], BIC TECHNO [U16], GREEN FLEET A [OPEN], dan GREEN FLEET B [OPEN]. Untuk target pesertanya pihak penyelenggara menargetkan setidaknya 50 peserta dapat mengikuti kejuaraan ini.

Tujuan diadakannya kejuaraan ini adalah untuk jenjang pencarian bakat atlet-atlet muda, pemula dan usia dini dalam program jangka panjang dari BJWSSC, sehingga regenerasi dan kompetisi setiap anggotanya dapat berjalan serta untuk anggota yang sudah mahir atau tingkat lanjut di dalam kejuaraan ini dapat menjadi agenda kejuaraan tahunan BJWSSC dalam rangka mempersiapkan atlet mengikuti program Pelatda DKI Jakarta menghadapi kualifikasi PON dan persiapan seleknas SEA Games 2019 pada julan Juni mendatang. Kejuaraan Windsurfing ini juga menjadi ajang evaluasi setiap Pengprov atau club di daerah untuk mempersiapkan atletnya masing-masing guna mengikuti Pra kualifikasi PON 2019 pada bulan September mendatang dan juga SEA Games 2019 yang akan tersaji di bulan Desember 2019 di Filipina.

Berikut adalah rundown Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019:

  1. 24 April 2019, Official arrival day – Registration – Practice Race
  2. 25 April 2019, Team Leader Meeting – Race Day 1 [Green Fleet B] – Race Day 1 [All Class Except GF B]
  3. 26 April 2019, Opening Ceremony – Race Day 2 [All Class Except GF B]
  4. 27 April 2019, Team Leaders Meeting – Race Day 2 [Green Fleet B] – Race Day 3 [Marathon Race] – Prize Giving Marathon Race
  5. 28 April 2019, Team Leaders Meeting – Race Day 4 – Prize Giving – Closing Ceremony

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bahtera Jaya / BJWSSC

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Kejuaraan berseri Windsurfing Youth Championship & Talent Scout 2019 telah dimulai, berikut jadwal kegiatan acaranya.

READ MORE

eXtremeINA.com  Idham Khalid Adi Pratama atau yang akrab dipanggil Hamy Pratama adalah seorang atlet profesional Parkour Indonesia. Lahir pada tanggal 15 Maret 1994, dirinya tertarik dengan olahraga Parkour saat melihat aksi aktor ternama Jackie Chan Style saat melakukan aksi seni bergeraknya. Hamy mengenal Parkour melalui sahabat dekatnya waktu saat duduk di bangku SMP, dan dirinya mulai menggeluti olahraga Parkour ini sejak tahun 2008.

Saat memulai awal karirnya di dunia Parkour, Hamy tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya, mengingat Parkour adalah salah satu olahraga yang cukup extreme. Namun seiring berjalannya waktu keluarga mulai mendukung Hamy untuk terus berjuang sebagai atlet Parkour, keyakinan ini Hamy berikan kepada keluarga dalam bentuk prestasi yang cukup gemilang.

Mulai dari Best Trick Freestyle Contest Singapore Lion City Parkour Challenge 2015, juara 1 Pro Freestyle Contest Levis’s Parkcool Challenge Indonesia 2015, Best Trick Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2016, juara 1 Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia, Juara 1 Pro Speed Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2015, juara 3 Group Performance Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, Best Trick Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 1 Pro Freestyle Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 2 Pro Speed Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 4 Group Performance Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, dan masih banyak prestasi lainnya.

Sebagai salah satu atlet Parkour terbaik Indonesia, Hamy pernah mengalami cedera berat disloc persendian siku. Namun dengan tekad dan kecintaannya terhadap olahraga Parkour dirinya tidak kapok dan terus bermimpi untuk terus meraih banyak prestasi. Walaupun Parkour sudah menjadi bagian dari hidupnya, namun dirinya mengaku sangat ingin menjajal olahraga extreme lainnya seperti Skydive, Downhill MTB, dan juga Skateboard.

Hamy pun sangat memperhatikan betul akan perkembangan olahraga Parkour di Indonesia yang menurutnya, Perkembangan Parkour di Indonesia kian tumbuh dengan pesat, dari Sabang hingga ke Merauke di tiap kota terdapat komunitas Parkour. Untuk di wilayah Bekasi saja terdapat 3 komunitas Parkour berbeda. Namun perkembangannya belum diiringi oleh dukungan yang serius dari Pemerintah Pusat ataupun Daerah.

Sejauh ini Hamy sendiri masih merasakan untuk mengikuti kejuaraan Parkour tingkat Internasional dirinya harus menggunakan dana pribadi ataupun dana sponsor yang melekat dengannya. Hamy pun beranggapan ada beberapa kemungkinan Pemerintah belum mendukung olahraga Parkour di Indonesia, yang pertama mungkin Pemerintah belum mengetahui tentang olahraga Parkour, yang kedua Pemerintah belum mengetahui bahwa ada komunitas serta atlet Parkour yang sudah cukup berprestasi di kancah Internasional seperti layaknya Hamy.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Hamy Pratama

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Idham Khalid Adi Pratama atau yang akrab dipanggil Hamy Pratama adalah seorang atlet profesional Parkour Indonesia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang reli bertaraf internasional, Asia Pacific Rally Championship [APRC] 2019 akan digelar di kawasan perkebunan sawit Rambung Sialang Hilir, Medan, Sumatera Utara pada 27 dan 28 Juli mendatang.

Jadwal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat Sungkar. “Saya sebagai ketua komisi rally menyampaikan bahwa APRC di Medan akan digelar tepatnya pada 27 dan 28 Juli 2019. Jadwal ini merupakan tanggal yang telah diperbarui setelah sebelumnya sempat beredar kabar akan digelar pada 7 Juli,” ungkap Rifat.

Dengan perubahan jadwal ini diharapkan persiapan dalam segala aspek menjadi semakin matang, terutama untuk pemeliharaan lintasan sejauh 160 km yang akan menjadi jarak tempuh para pereli yang ikut bertanding. “Pengunduran ini menjadi waktu tambahan bagi Indonesia selaku tuan rumah untuk semakin matang dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional sekelas APRC yang memang sudah dinanti-nantikan oleh para pecinta reli,” tambah Rifat.

Ajang APRC Medan juga sekaligus memperlombakan dua putaran Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Reli 2019, di mana putaran 1 berlangsung di hari Sabtu [27 Juli] dan putaran 2 di hari Minggu [28 Juli].

Saat ini pun sudah tercatat ada tiga peserta mancanegara—berasal dari Australia dan Selandia Baru—yang akan turut meramaikan jalannya APRC Medan. Rifat berharap, “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kebangkitan rally Indonesia dengan adanya keikutsertaan peserta mancanegara akan membuat komunitas rally nasional dapat menjalin hubungan yang positif sehingga ke depan bisa menjalin kerja sama yang semakin baik.”

Bagi para pereli yang akan melakukan pendaftaran APRC Medan dapat menghubungi Sekretariat IMI Sumatera Utara [+6261 452 0672] yang berlokasi di Jl. Taruma No. 52, Medan 20112

Text                : karyaKU

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Ajang balap reli APRC 2019 akan digelar di Sumatera Utara pada 27 dan 28 Juli mendatang.

READ MORE
<