eXtremeINA.com

Tag :Federasi Panjat Tebing Indonesia

BANDUNG – eXtremeINA.com  Sebagai produsen lokal yang memfokuskan kepada alat-alat petualangan alam tropis, sangat wajar jika EIGER mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di negeri sendiri. Salah satunya adalah dengan menggelar EIGER Independence Sport Climbing Competition [EISCC]. Acara yang rutin dilakukan setiap tahun, memasuki tahun yang ketiga belas di 2019 ini. Acara sendiri berlangsung mulai dari 15 -17 Agustus 2019.

“Pemilihan tempat selalu rutin EIGER lakukan di EIGER Flagship Store, Jalan Sumatra Bandung. Fasilitas media papan panjat yang EIGER miliki di store Sumatra menjadi satu-satunya di Bandung yang memenuhi standar FPTI. Selain itu untuk peserta luar kota juga lebih mudah karena banyak penginapan di sekitaran arena pertandingan,” jelas Arif Husen, Marcomm Manager PT. EIGER MPI.

Dengan gelaran rutin yang sudah diadakan selama 13 kali, maka ajang ini menjadi salah satu ajang pencarian bibit unggul untuk atlet panjang dinding Jawa Barat dan Nasional. “Peserta yang bisa ikut ajang ini adalah remaja berusia 14 tahun ke atas dan mengikuti kuota jumlah peserta yang sudah EIGER tentukan,” tukas Arif.

Untuk acara kali ini, total peserta yang terdaftar ada sekitar 168 peserta, berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan dua atlet asal Singapura. “Untuk atlet asing sebenarnya sudah mulai banyak muncul semenjak gelaran EISCC yang 11, artinya dari tingkat kesulitan, sampai hadiah yang disediakan sudah menjadi daya tarik untuk atlet asing,” tambah Arif lagi.

Untuk kategori lomba sendiri akan dibagi menjadi kelas Rintisan [Lead] Putra dan Putri, serta Kecepatan [Speed] Putra dan Putri. Seperti yang sudah-sudah ajang tahunan ini juga menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI], yang berlaku sebagai asosiasi resmi untuk olahraga panjat tebing di Indonesia. “EIGER mengharapkan EISCC dapat menggairahkan kembali kejuaraan nasional dan tentunya menjadi kalender tahunan kejuaraan resmi nasional. Selain itu EISCC juga EIGER harapkan meningkatkan prestasi atlet-atlet panjang dinding nasional,” ungkap Arif.

Total hadiah sendiri untuk acara 3 hari ini total ada 75 juta rupiah, berupa 60 juta dalam bentuk cash, dan 15 juta rupiah dalam bentuk produk. Mari kita dukung para pemanjat tebing Indonesia untuk berprestasi di mana pun mereka berlaga. Salam Lestari!

 

Text & Photos          : EIGER

Edited by                  : Ihsan Rizaldi Raz

EIGER Gelar EISCC Ketigabelas, Untuk Pencarian Bibit Unggul Atlet Panjat Dinding Nasional

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Atlet Panjat Tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang International bertajuk IFSC Climbing Worldcup Moscow 2019 yang tersaji pada tanggal 12-14 April 2019 lalu di Moscow, Rusia. Melalui atlat andalannya Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra. Pada babak perebutan medali perunggu Aspar dipaksa berhadapan dengan atlet Panjat Tebing dari China Long Chao, dan pada kali ini Aspar sukses mengunggulinya dengan catatan waktu 6.083 detik berbanding 10.004 detik.

Untuk medali emas pada nomor Speed World Record Putra sukses diraih oleh atlet Panjat Tebing asal Prancis bernama Bassa Mawem yang mampu mengalahkan Vladislav Deulin dari Rusia dengan catatan waktu 5.656 detik berbanding 11.545 detik. Pada kesempatannya Aspar Jaelolo mengatakan, “Untuk seri Worldcup di Eropa, ini medali pertama kali. Saya berharap bisa emas, tetapi saya senang bisa dapat perunggu karena saingannya sangat ketat untuk masuk final. Tuan rumah saja menurunkan 15 atlet, jadi saingannya berat.”

Pada saat babak kualifikasi Aspa Jaelolo mengaku sempat terpeleset lantaran dirinya masih beradaptasi untuk posisi startnya. Sementara perjuangan sang Spiderman Aries Susanti dari nomor Speed World Record Putri harus terhenti pada babak perempat final. Dirinya harus mengakui keunggulan Anouck Jaubert. Pada kelas ini juara pertama hingga ketiga diraih oleh Song Yi Ling dari China, Anouck Jaubert dari Prancis, dan Iuliia Kaplina dari Rusia.

Ungkapan juga datang dari pelatih Pelatnas Pra-Olimpiade Hendra Basir, “Seri Worldcup ini ia menargetkan atletnya bisa masuk empat besar baik putra maupun putri. Dari hasil tersebut, Aspar mampu memenuhi target untuk putra, sedangkan putri harus tersisih di perempat final. Namun, ia menilai performa atlet Tanah Air masih on the track. Secara peringkat memang kita enggak masuk empat besar putri, tetapi untuk peringkat Combined, Aries masih di peringkat dua di bawah Anouck. Jadi masih aman.”

“Pada fase saat ini ada penurunan performa dari para atlet lantara pelatnas baru dimulai sejak kurang lebih dua bulan lalu. Selama itu pula para atlet lebih fokus berlatih untuk Lead dan Boulder. Para atlet baru fokus latihan Speed sekitar dua minggu. Masih on the track. Performa menurun, tetapi secara general kita masih di level elite,” tambah Hendra.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Melalui Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com             Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] kembali memilih Kompleks Panjat Tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta sebagai tempat Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia dalam Olimpiade Tokyo 2020. Dipilihnya Kota Yogyakarta ini didasari oleh kesuksesan Timnas Panjat Tebing Indonesia di ajang Asian Games 2018, yang pada saat itu menggelar Pelatnas ditempat ini.

Pembukaan Pelatnas di kompleks panjat tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta telah dibuka secara resmi pada hasi sabtu tanggal 30 Maret 2019 oleh Wakil Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] Ferry Ardiyanto. Dalam Pelatnas ini, telah terpilih 10 atlet terbaik akan siap berjuang merebut tiket di Olimpiade Tokyo 2020, dan mereka akan memainkan nomor Combine yang terdiri dari kelas Speed, Lead, dan Boulder.

Dalam kesempatannya Ferry Ardiyanto menyampaikan, “Kesepuluh atlet ini terpilih setelah melalui berbagai seleksi nasional selama 2018 dan menduduki peringkat-peringkat terbaik. Demi mengasah mental bertanding, mereka akan mengikuti program try-out di Eropa, alasannya adalah jika jika bertemu oleh juara dunia dalam Olimpiade Tokyo 2020 nanti, maka mental mereka akan lebih matang.”

Pertandingan pre-Olimpiade sendiri akan tersaji di Prancis pada bulan November 2019 mendatang. Selama kurun waktu 6 bulan ini, para atlet akan berlatih keras di Swiss, Jerman, Rusia, dan China. Kesepuluh atlet terbaik ini adalah Aspar Jaelolo, Temi Teli Lasa, Fathur Roji, Alfian M Fajri, Rivaldi Ode Wijaya, Nurul Iqamah, Aries Susanti Rahayu, Salsabillah, Chairul Ummi dan Agustina Sari. Para atlet ini telah mengikuti Pelatnas sejak Februari 2019. Terdekat, mereka akan digembleng selama sekitar 1,5 bulan untuk try-out dan training camp di Eropa dan China.

Bagi Timnas Panjat Tebing Indonesia sendiri, untuk meraih tiket bahkan menjadi juara di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang bukan suatu hal yang tidak mungkin. Karena untuk kategori atlet Speed Putri IFSC Worldcup 2018, Aries Susanti Rahayu juga menduduki ranking 2. Sedangkan untuk peringkat dunia, Aries berada di nomor 4.

Atlet Putri Indonesia lain yang masuk 10 besar IFSC Worldcup 2018 adalah Agustina Sari yang menempati posisi ke-9. Sedangkan untuk peringkat dunia, Agustina menduduki ranking 10. Sementara itu untuk atlet Speed Putra IFSC Worldcup 2018, Aspar Jaelolo meraih peringkat 6. Untuk peringkat dunia, Aspar juga menduduki posisi ke-6.

Peringkat ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yakni pada 2017, Timnas Indonesia menduduki peringkat 5 di nomor Speed. Untuk kategori perorangan, saat itu tak ada atlet Indonesia yang masuk peringkat 10 besar dunia baik putra maupun putri.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

PP FPTI baru resmi membuka Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk pre-Olimpiade 2020.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Puji Lestari adalah seorang atlet panjat tebing asal Jakarta kelahiran 15 Juni 1990. Ketertarikan pada olahraga ekstrem yang satu ini dimulai sejak duduk di bangku SMA kelas 3, lantaran dirinya mengikuti Sispala KPPA 83 dan kebetulan pada saat itu materi pembelajarannya adalah olahraga panjat tebing. Walaupu olahraga yang cukup ekstrem, namun dirinya sangat tertantang untuk menggeluti olahraga panjat tebing ini, apalagi jarang ada wanita yang berani mengikuti kegiatan panjat tebing.

Sejatinya keluarga sempat khawatir lantaran Puji Lestari atau yang akrab disapa Puji menggeluti dunia Panjat Tebing, namun setelah dirinya menjelaskan kepada keluarga terkait dengan prosedur keselamatan akhirnya keluarga pun paham dan lambat laun mulai mendukung, ditambah lagi Puji Lestari meyakinkan keluarganya dengan sejumlah prestasi yang mampu diraihnya. Sebenarnya cita-cita Puji Lestari sejak kecil adalah menjadi seorang Reporter Petualang, dengan menjadi seorang Reporter petualang dirinya mengaku sangat senang jika harus mengeksplor keindahan alam baik di Indonesia maupun luar negeri.

Seiring berjalannya waktu kemampuan Puji Lestari sebagai pemanjat tebing terus terasah, dan berbagai prestasi pun semakin banyak diraihnya dan prestasi terakhir yang didapatnya adalah medali emas kategori grup pada nomor lomba Women’s Speed World Record Relay dan peraih medali perak kategori individual pada nomor lomba Women’s Speed Individual pada Asian Games 2018. Atas prestasinya di ajang multi-event Asian Games 2018 tersebut Puji Lestari diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil [PNS] di Kementerian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] sebagai Staff Ahli.

Walaupun sangat mencintai olahraga panjat tebing, namun dirinya mengaku sangat ingin mencoba olahraha ekstrem lainnya seperti Terjun Payung. Bagi dirinya Terjun Payung adalah salah satu olahraga yang cukup menantang dan dirinya sangat penasaran untuk mencobanya. Prestasi yang sudah didapatnya selama ini tidak membuatnya semata-mata puas, karena cita-cita Puji Lestari dalam karirinya sebagai atlet panjat tebing adalah dapat meraih juara di ajang Olimpiade, dan itu dapat diraihnya jika Puji Lestari ikut dalam kejuaraan Olimpiade Tokyo pada 2020 mendatang.

Sebagai atlet panjat tebing profesional, Puji Lestari melihat perkembangan olahraga panjat tebing di Indonesia sudah cukup berkembang terlebih pasca Asian Games 2018 yang lalu. Selepas kejuaraan tersebut banyak sekali bibit muda yang bermunculan dari berbagai daerah. Dengan begitu tinggal bagaimana upaya pemerintah dan pengurus untuk memberikan fasilitas dan wadah untuk mereka berkembang. Pesan dari Puji Lestari untuk para adik-adik yang baru mulai menggeluti olahraga panjat tebing, jangan pernah takut untuk lampaui batas ambang hidup kalian, bekerja dan berusaha lah sekuat tenaga, dan diiringi oleh doa. Jika kalian konsisten akan itu semua maka hasil tidak akan membohongi prosesnya.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Puji Lestari

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com      Jajaran pelatih Atlet Nasional Panjat Tebing yang tergabung dalam Pelatnas pre-Olimpiade kembali menggelar simulasi pada Selasa [12/03] kemarin di Venue Panjat Tebing, Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Pada simulasi tersebut atlet pelatnas membuktikan kualitas terbaiknya., tercatat lima atlet Pelatnas mampu menempati peringkat satu hingga lima, sementara atlet non Pelatnas menduduki peringkat enam hingga delapan.

Atlet Pelatnas Fatchur Roji sukses menduduki peringkat satu setelah menjadi peringkat kedua dari nomor Speed, peringkat satu di nomor Boulder, dan peringkat enam pada nomor Lead. Sementara Aspar Jaelolo duduk diposisi kedua setelah menjadi peringkat ketiga pada nomor Speed, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat kelima pada nomor Lead. Sementara diperingkat ketiga diraih oleh Temi Teli Lasa yang meraup peringkat depalan untuk nomor Speed, peringkat lima untuk nomor Boulder, dan peringkat satu nomor Lead. Pada peringkat keempat hingga ke delapan diraih oleh Alfian M Fajri, Rifaldi Ode Ridjaya, Andika, M. Marsudin asal Jawa Tengah, dan M Fary Arrahman asal Yogyakarta.

Pada simulasi kedua ini pemanjat Nadya Putri Virgita yang notabennya adalah atlet non Pelatnas berhasil menjadi yang terbaik pada nomor puteri. Nadya keluar sebagai juara setelah meraih juara kelima untuk nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat pertama di nomor Lead. Untuk peringkat kedua diraih oleh atlet Pelatnas Nurul Iqamah setelah menjadi peringkat kedua di nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat keempat di nomor Lead.

Selanjutnya diperingkat ketiga diraih oleh atlet pelatnas lainnya yaitu Aries Susanti Rahayu, setelah dirinya meraih juara pertama di nomor Speed, pringkat kelima di nomor Boulder, dan peringkat delapan di nomor Lead. Sementara untuk peringkat keempat hingga kedelapan diraih oleh Rahmayuna Fadilah dari Yogyakarta,  Salsabila atlet Pelatnas, Choirul Umi Cahyaning A. atlet Pelatnas, Anggun Yolanda, dan Amelia Windy Ariesta atlet Pelatnas.

Untuk simulasi Combined Putri diikuti oleh delapan atlet yang terdiri dari lima atlet Pelatnas dan tiga atlet non Pelatnas.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : PP FPTI

Simulasi Combined yang baru saja diadakan Stadion Mandala Krida, menjadi tempat pembuktian diri bagi para atlet Pelatnas.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu yang lalu Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] menggelar pemusatan latihan [Pelatnas] pre-Olimpiade 2020 dengan menjalani serangkaian simulasi pemanjatan. Pada kesempatannya Rifaldi Ode Ridjaya dan Nurul Iqamah yang merupakan atlet pelatnas menjadi yang terbaik dalam sesi simulasi combined.

Pada Simulasi tersebut diikuti oleh 11 atlet putra yang terdiri dari lima atlet pelatnas dan enam atlet non pelatnas. Serta ada delapan atlet putri yang diantaranya empat atlet pelatnas dan empat atlet non pelatnas. Untuk nomor Boulder combined Rifaldi hanya mampu menempati posisi kedelapan. Sementara pada nomor Boulder dirinya mampu menjadi yang terbaik dengan satu top, tiga zone, satu attempt to top, dan tujuh attempt to zone. Untuk dinomor Lead dirinya hanya mampu meraih posisi ke tiga dengan catatan 19 poin.

Untuk peringkat kedua ditempati oleh Bim Sigrid yang notabennya adalah atlet non pelatnas asal Jawa Barat. Selain itu Bim mampu meraih peringkat Sembilan di nomor Boulder, peringkat empat Boulder, dan peringkat pertama Lead. Pada nomor Boulder dirinya sukses mengumpulkan dua zone dan empat attempt to zone. Sementara di nomor Lead dirinya mengumpulkan 23 poin.

Posisi ketiga diduduki oleh atlet pelatnas asal Jawa Tengah bernama Alfian M Fajri, dirinya pun sukses menjadi yang terbaik pada nomor Boulder dan menduduki peringkat 7,5 di Boulder serta lima di Lead. Untuk Boulder Alfian mengumpulkan satu zone dan satu attempt to zone, sementara di Lead ia mengumpulkan 17 poin. Pada nomor putri Nurul Hiqmah atlet pelatnas menjadi yang terdepan setelah pada nomor Boulder, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat ketiga di nomor Lead. Di nomor Lead dirinya mampu mengemas Sembilan poin.

Aries Susanti Rahayu yang memiliki predikat atlet Pelatnas ada di peringkat kedua untuk nomor Boulder, peringkat pertama dinomor Boulder, dan peringkat keempat untuk nomor Lead. Dirinya mengemas satu top, satu zone, satu attempt to top, dan dua attempt to zone. Aries sukses duduk di peringkat keempat setelah mengumpulkan depalan poin.

Selanjutnya peringkat ketiga mampu diraih oleh Nadya Virgita yang merupakan atlet asal Bali non Pelatnas. Dia juga sukses menduduki peringkat keenam dalam nomor Boulder, peringkat ke empat untuk nomor Boulder, dan peringkat pertama nomor Lead. Pada nomor Boulder ia mampu mengumpulkan satu top, satu zone, satu attempt to top, dan empat attempt to zone, sedangkan di nomor Lead ia menjadi peringkat satu setelah mengumpulkan 18 poin.

Pada kesempatannya Judistiro selaku pelatih tim Nasional Panjat Tebing Pre-Olimpiade mengatakan, “Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah melakoni latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu. Dari hasil ini kita bisa melihat bagaimana kondisi mereka dan apa saja yang masih perlu diperbaiki.” Terlibatnya atlet non Pelatnas memang sengaja dibentuk untuk meningkatkan atmosfer kompetisi. Seluruh atlet pun akan terpacu untuk menampilkan kekuatan terbaiknya.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kini Tim Nasional [Timnas] Indonesia yang masuk ke dalam pusat Pelatihan Nasional [Pelatnas] untuk seleksi pre-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah-wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni Pelatnas Asian Games 2018. Mereka sang wajah baru yang bergabung kedalam pelatnas adalah Temi Teli Lasa [Bali], Fathur Roji [Jawa Timur], Rifaldi Ode Wijaya [Bali], Salsabila [Jawa Barat], dan Chairul Umi [Jawa Timur].

Kini Tim Nasional Indonesia yang masuk kedalam pusat pelatihan nasional (pelatnas) untuk seleksi pra-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah – wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni pelatnas Asian Games 2018.

Kelima atlet yang baru bergabung kedalam pelatnas pre-Olimpiade ini sejatinya telah berjuang amat keras dalam berbagai kompetisi untuk mengumpulkan nilai tertinggi sehingga dapat masuk kedalam pelatnas. Misalnya adalah Temi Teli Lasa, dia dinobatkan sebagai atlet Lead Putra terbaik selama musim 2018. Pemanjat asal Bali ini sukses mengumpulkan poin tertinggi dari empat kompetisi Panjat Tebing di tingkat Nasional untuk nomor Lead Putra selama musim 2018. Perolehan total poin yang dia dapat berjumlah 225 poin yang dikumpulkan dari MOCC 23-27 April, EISCC 08-12 Agustus, SSWCC Muara Enim 4-7 Oktober, dan Kejurnas XVII 27 Nov-2 Desember.

Kini Tim Nasional Indonesia yang masuk kedalam pusat pelatihan nasional (pelatnas) untuk seleksi pra-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah – wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni pelatnas Asian Games 2018.

Atlet lain yang juga berjuang keras adalah Fathur Roji. Dirinya sukses menjadi atlet terbaik kedua dalam nomor lomba Boulder Putra tingkat Nasional dengan torehan 300 poin. Sementara Rifaldi Ode Ridjaya mampu duduk diperingkat ketujuh dengan total 162 poin. Poin tersebut juga mereka kumpulkan dari MOCC pada 23-27 April, Walikota Cup 18-21 Juli, ZTC Bali 3-5 Agustus, dan Kejurnas XVII 27 November-2 Desember. Selanjutnya ada nama Choirul Umi Cahyaning Ayub, atlet asal Jawa Timur ini sukses menjadi atlet Lead Putri terbaik selama musim 2018 dengan total 285 poin. Sementara Salsabila mampu duduk diperingkat kedua Nasional Lead Putri dengan nilai 265 poin.

Kini Tim Nasional Indonesia yang masuk kedalam pusat pelatihan nasional (pelatnas) untuk seleksi pra-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah – wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni pelatnas Asian Games 2018.

Untuk kelima atlet pelatnas Asian Games 2018 yang masih dipercaya mengikuti tahap seleksi di Pelatnas adalah Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Nurul Iqamah, Agustina Sari, dan Aries Susanti Rahayu. Seluruh atlet akan terus berjuang, mengikuti proses latihan yang keras, dan akan bersaing satu dengan lainnya untuk memperebutkan tiket ke Prancis.

Kini Tim Nasional Indonesia yang masuk kedalam pusat pelatihan nasional (pelatnas) untuk seleksi pra-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah – wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni pelatnas Asian Games 2018.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

10 nama atlet telah masuk ke dalam Pelatihan Nasional untuk seleksi pre-Olimpiade.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Puji Lestari adalah atlet Panjat Tebing wanita asal Jakarta yang telah sukses meraih banyak prestasi di kancah Internasional. Prestasi terakhir yang ia dapat di kejuaraan Panjat Tebing tingkat Internasional adalah meraih medali emas kategori grup pada nomor lomba Women’s Speed World Record Relay dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Women’s Speed Individual pada Asian Games 2018.

Saat ini Puji Lestari sedang tidak aktif dari olahraga Panjat Tebing, karena dirinya telah disibukkan dengan pekerjaan barunya sebagai pegawai negeri dengan jabatan Staff Ahli di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA]. Pekerjaan sebagai pegawai negeri ini didapatnya atas hasil kerja kerasnya meraih medali di Asian Games 2018. Walaupun tidak aktif sebagai atlet Panjat Tebing, Puji Lestari mengaku masih sering berkunjung ke beberapa spot Panjat Tebing di Jakarta untuk melihat anak-anak muda berlatih memanjat.

Sejatinya Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta tengah mempersiapkan tim untuk diikutsertakan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020 Papua, dan Puji dikabarkan harus absen membela provinsinya. “Saya saat ini tengah vakum sebagai atlet Nasional, namun kegiatan memanjat saya masih saya lakukan dengan berkunjung ke beberapa spot untuk melihat anak-anak muda berlatih dan berkompetisi. Memang saya belum pasti akan ikut di PON 2020 Papua untuk membela tim DKI Jakarta atau tidak, namun jika saya kangen serta rindu akan atmosfer berkompetisi saya akan ikut serta. Kita lihat nanti ke depannya akan seperti apa.”

Walaupun sarana dan prasarana Panjat Tebing di Indonesia belum banyak yang memenuhi standar internasional, karena hanya ada di Jakabaring, Palembang, yang memenuhi standar internasional namun Puji Lestari menilai olahraga Panjat Tebing ini sudah cukup berkembang. Salah satu buktinya adalah semakin banyaknya anak muda di berbagai belahan nusantara yang mulai menggeluti olahraga Panjat Tebing.

Mungkin hal ini disebabkan dengan suksesnya para atlet Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2018. Sebagai atlet yang penuh dengan prestasi, Puji Lestari memberikan kiat atau pesan kepada anak-anak muda yang baru menggeluti dunia olahraga Panjat Tebing, “Sebagai pemula di olahraga Panjat Tebing, kalian harus sering-sering berlatih, bertanya kepada senior, jangan pernah takut untuk bermimpi, usaha dan kerja keras lampaui batas ambang kalian serta berdoalah.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Puji Lestari

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kota Paris resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi-event Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organizing Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada Kamis [21/02].

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Pada Olimpiade 2024, tuan rumah Paris mengusulkan 12 medali dapat diperebutkan dalam cabang olahraga Panjat Tebing. Ke 12 medali tersebut meliputi 6 medali untuk nomor Speed World Record Putra dan Putri, serta 6 medali untuk nomor lomba Combine yang akan mempertandingkan Lead dan Boulder Putra-Putri. Untuk format pertandingannya akan berisi kuota 16 putra dan 16 putri untuk Speed World Record, serta 20 putra dan 20 putri untuk Combine dan Bpulder.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Dengan begitu total kuota atlet yang akan bertanding sebanyak 72. Ini hanyalah wacana di awal, untuk nomor dan format pertandingan yang diusulkan masih menunggu persetujuan dari International Olympic Council [IOC].

Tanggapan positif dan rasa suka cita juga dilontarkan oleh Presiden International Federation Sport Climbing [IFSC] Marco Scolaris. Dirinya sangat mengapresiasi gelara Olimpiade 2024 Paris, yang telah mendukung olahraga Panjat Tebing untuk dipertandingkan dalam ajang olahraga terbesar di dunia.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

“Kami bangga dan sangat berterimakasih atas dimasukannya cabang olahraga Panjat Tebing kedalam pertandingkan sekelas Olimpiade. Ini adalah bentuk perhatian terhadap kinerja yang selama ini dilakukan oleh IFSC. Semoga kedepannya berjalan dengan lancer.”

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Sambutan meriah dan rasa bahagia juga hadir di kubu Indonesia, dalam kesempatannya Ketua II Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] Pristiawan Buntoro mengatakan, “Masuknya cabang olahraga Panjat Tebing di Kejuaraan Olimpiade 2024 Paris Perancis patut disyukuri. Ini adalah kesempatan besar bagi Indonesia untuk menaikan popularitasnya terhadap olahraga Panjat Tebing dikancah dunia, serta mendorong anak-anak muda untuk mulai menggeluti olahraga Panjat Tebing. Namun Sekarang adalah kesempatan di prakualifikasi, kita gunakan benar-benar untuk meningkatkan kemampuan atlet dan pembuat jalur di lead dan boulder.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. FPTI

Kota Paris resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi-event Olimpiade 2024.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] bertekad kuat untuk menggapai target dua medali emas dalam kejuaraan Asian Games 2018. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan adalah membentuk skuad atlet yang kuat, tangguh, dan mampu bersaing memperebutkan gelar juara.

Membentuk-Atlet-Panjat-Tebing-Yang-Tangguh_news-(2)

Bentuk program latihan yang diberikan tidak hanya fokus fisik dan skill saja, para pelatih juga memberikan asupan pelatihan psikologi para atlet. Pelatih Speed World Record FPTI Hendra Basir mengatakan, faktor psikologis sangat penting bagi performa atlet di lapangan. Sebagus apapun skill atlet, jika tidak didukung dengan kondisi mental yang tangguh, bisa menjadi percuma. “Kalau saat pertandingan faktor yang mempengaruhi kondisi psikologis banyak sekali.”

Membentuk-Atlet-Panjat-Tebing-Yang-Tangguh_news-(3)

Dalam komentar selanjutnya, Hendra menjelaskan para atlet menjalan screening kemudian mereka memasuki sesi life track. Para atlet diminta menggambarkan perjalanan mereka sebagai atlet panjat tebing, dimulai saat pertama kali memanjat, perjuangan mereka, hingga keberadaan mereka di pelatnas dan pandangan mereka pada apa yang akan dilakukan saat Asian Games 2018. Kemudian, pada sesi berikutnya, mereka akan memaparkan gambaran tersebut. Dalam sesi ini mereka dituntut untuk berani dan jujur. Hal itu dinilai tidak mudah. Jika berhasil, para atlet akan memiliki kepercayaan yang tinggi, tetapi tetap terkontrol. Mereka juga akan bisa mengadapi tekanan dalam pertandingan.

Membentuk-Atlet-Panjat-Tebing-Yang-Tangguh_news-(1)

Hendra memaparkan, untuk meningkatkan penampilan atlet, komponen psikologis sangat penting dan memiliki poin tinggi. Artinya, tidak cukup hanya memotivasi atlet untuk semangat, tetapi juga psikologisnya harus dilatih. “Bagaimana? Caranya dengan memaksimalkan potensi mereka misalnya self talking. Di pertandingan, saat karantina, mereka benar-benar sendiri jadi harus bisa menenangkan diri sendiri.”

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Untuk meningkatkan penampilan atlet, komponen psikologis sangat penting dan memiliki poin tinggi

READ MORE
<