eXtremeINA.com

Tag :Federasi Panjat Tebing Indonesia

JAKARTA – eXtremeINA.com   Tidak mau kalah dengan persiapan para atlet Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia yang tengah berlatih keras di Rusia, Tim Combined menjajal hasil latihannya pada kejuaraan Mega Climbing Competition pada tanggal 22-27 April 2018.

Timnas-Panjat-Tebing-Tampil-Sempurna-di-Mega-Open-Climbing-Competition-2018_news-(4)

Keikutsertaan mereka dalam ajang ini sebagai bentuk bahan try out guna mempersiapkan Timnas Panjat Tebing yang kuat dan mampu bersaing memperebutkan gelar juara di Asian Games 2018 mendatang. Dalam kejuaraan Panjat Tebing di Jakarta tersebut, tim putri mampu menyabet juara pertama dan kedua untuk nomor boulder umum putri. Juara pertama diraih Ndona Nasugian. Dalam partai Final, ia mencatatkan 1 Top, 2 Zone, 2 Attempt to Top, dan 6 Attempt to Zone. Sementara, peringkat dua diraih Widia Fujiyanti. Dalam babak final, ia menorehkan 1 Top, 1 Zone, 1  Attempt to Top, dan 1 Attempt to Zone.

Timnas-Panjat-Tebing-Tampil-Sempurna-di-Mega-Open-Climbing-Competition-2018_news-(3)

Pada nomor Lead perorangan umum putri, Timnas juga meraih medallu emas melalui Widia Fujiyati. Sejatinya Ndona dan Widia adalah atlet pelatnas yang sudah masuk sejak bulan Januari awal tahun 2018 yang lalu. Nantinya mereka akan diproyeksikan untuk tampil di nomor combined–nomor baru dalam cabang olahraga sport climbing yang juga akan dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Timnas-Panjat-Tebing-Tampil-Sempurna-di-Mega-Open-Climbing-Competition-2018_news-(1)

Sementara tim putra yang turun dari nomor lomba Boulder umum maupun Lead Perorangan umum kurang tampil maksimal sehingga gagal masuk kedalam peringkat teratas. Hal ini tentunta menjadi bahan evaluasi pelatih dan juga atlet itu sendiri harus terus bekerja keras guna meningkatkan kualitasnya.

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Timnas Panjat Tebing Indonesia tampil dengan sempurna di Mega Open Climbing Competition 2018.

READ MORE

Moscow, RUSIA – eXtremeINA.com         Menteri Pemuda dan Olahraga [Menpora] Imam Nahrawi turut hadir menyaksikan perjuangan Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia di IFSC World Cup Moscow 2018 yang tersaji pada tanggal 21-22 April 2018.

MENPORA-Prestasi-Veddriq-di-Rusia-Harus-Jadi-Motivasi_news-(2)

Dalam kunjungannya tersebut, Menpora sangat terkesan dan cukup bangga terhadap Timnas Panjat Tebing Indonesia khususnya Veddriq Leonardo yang meraih medali perunggu dalam Kejuaraan dunia Panjat Tebing tersebut untuk nomor lomba Men’s Speed World Record. “Kami mengucapkan selamat kepada Veddriq, sangat membanggakan atlet Indonesia bisa berjaya di kejuaraan Panjat Tebing bertaraf Internasional. Ini bukanlah fakta yang kebetulan, perjuangannya sangat terlihat jelas. Tidak hanya Veddriq saja yang tampil bagus semua atlet yang berjuang juga tampil dengan kekuatan penuh.”

MENPORA-Prestasi-Veddriq-di-Rusia-Harus-Jadi-Motivasi_news-(1)

Pada akhir percakapannya, Menpora Imam Nahrawi berharap prestasi yang diraih oleh Veddriq di IFSC World Cup Moscow 2018, dapat memotivasi seluruh atlet untuk terus berlatih dan berlatih guna meraih prestasi yang lebih baik lagi, khususnya dalam menghadapi kejuaraan Asian Games 2018 bulan Agustus mendatang.

MENPORA-Prestasi-Veddriq-di-Rusia-Harus-Jadi-Motivasi_news-(3)

Veddriq mengaku senang dan bangga bisa menghadiahkan perunggu untuk Indonesia. Namun, hal itu tidak membuatnya jumawa dan berpuas diri. Prestasi itu dinilainya belum maksimal dan menjadi cambuk semangat untuk tampil lebih baik lagi.

Text               : Bambang Vidiatmoko / dok. PP FPTI

Photo            : dok. PP FPTI

Prestasi yang diperoleh Veddriq, Menpora menegaskan agar menjadi motivasi buat para atlet lainnya terus berlatih.

READ MORE

Moscow, RUSIA – eXtremeINA.com  Dalam program persiapannya menghadapi Asian Games 2018, Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia tampil dalam kejuaraan dunia bertajuk IFSC World Cup 2018 di Moscow, Rusia pada tanggal 21-22 April 2018. Dalam ajang tersebut, Timnas Panjat Tebing Indonesia tidak hanya menjadi pelengkap peserta saja. Namun melalui Veddriq Leonardo, Timnas sukses meraih medali perunggu untuk nomor Speed World Record Putra.

Timnas-Panjat-Tebing-Naik-Podium-di-IFSC-Worldcup-Moscow-2018_news-(2)

Sejatinya Veddriq adalah anggota baru dalam skuad Timnas Panjat Tebing Indonesia, namun dirinya membuktikan bahwa dia layak diberikan kepercayaan penuh untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan Panjat Tebing bertaraf Internasional. Sebelum melaju ke babak semifinal, Veddriq harus berhadapan dan saling mengalahkan dengan rekan senegaranya Pangeran Septo Wibowo. Namun sangat disayangkan, saat sukses melaju ke semifinal untuk berhadapan dengan Vladislav Deulin dari Rusia Veddriq kalah dengan catatan waktu 6,21 detik dibanding 5,81 detik.

Pada partai lainnya pejuang Timnas Indonesia lainnya Muhammad Hinayah juga sukses melaju ke babak semifinal dengan mengalahkan Reza Alipourshena dari Iran. Namun pada akhirnya mempertemukan dua punggawa Timnas Indonesia Veddriq dengan Hinayah dalam perebutan juara ketiga, dan hasil akhir menentukan Veddriq berhasil menang setelah Hinayah melakukan false start.

Perjuangan yang tidak mudah juga terjadi pada satu atlet Timnas Panjat Tebing Putri Indonesia Aries Susanti Rahayu. Sejatinya atlet putri Indonesia ini berhasil melaju ke babak semifinal, namun sangat disayangkan dia kalah dari pemanjat asal Rusia Luliia Kaplina. Dengan hasil tersebut Aries Susanti Rahayu harus berhadapan dengan Elen Timofeeva dari Rusia untuk perebutan juara ketiga.

Timnas-Panjat-Tebing-Naik-Podium-di-IFSC-Worldcup-Moscow-2018_news-(1)

Dalam perebutan juara ketiga, Aries harus mengakui keunggulan Elen yang mencatatkan waktu 7,61 detik, sedangkan Aries 8,47 detik. Posisi pertama direbut Anouch setelah lawannya yakni Iuliia melakukan False Start. Meskipun sudah dinyatakan menang, Anouch pun meminta kesempatan untuk melakukan pemanjatan solo untuk memuaskan dirinya. Ia berhasil mencatatkan waktu 7,32 detik dan mendekati rekor dunia.

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Veddriq Leonardo sukses meraih medali perunggu untuk nomor Speed World Record Putra.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Demi mencapai target maksimal di Kejuaraan Asian Games 2018 yang akan tersaji pada bulan Agustus mendatang, Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia digembleng program latihan yang cukup menguras tenaga para atlet. Bukan kata lelah yang tercurah dari para punggawa Timnas, namun mereka tetap bersemangat demi mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan olahraga terbesar di Asia.

Matangkan-Persiapan,-Tim-Panjat-Tebing-Akan-ke-Luar-Negeri_news-(1)

Setelah fokus latihan di kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Timnas Panjat Tebing Indonesia akan bertolak ke Rusia dan China guna menjalani Kejuaraan Dunia dan juga Training Camp. Dalam kesempatannya Ketua II [PP FPTI] Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia Pristiawan Buntoro mengatakan, “Pelatnas memang terpusat di Yogyakarta, namun mereka juga akan menjalani serangkaian latihan dan diikutsertakan dalam kejuaraan dunia Panjat Tebing.”

Matangkan-Persiapan,-Tim-Panjat-Tebing-Akan-ke-Luar-Negeri_news-(2)

Pendapat lain datang dari pelatih kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia Caly Setiawan, “Pemusatan latihan di Rusia dan China dikhususkan untuk tim speed. Sementara, tim combined akan mendapatkan tempat tempat berbeda. Mereka bertolak ke Rusia 17 April. Para atlet speed akan dijajal kemampuannya dalam World Cup di Moskow, Rusia pada 19-23 April. Setelah itu, mereka akan melakoni training camp di Tyumen, Rusia pada 24 April hingga 2 Mei 2018. Dari Tyumen, mereka bertolak ke China untuk mengikuti World Cup di Chongqing pada 5-6 Mei 2018. Setelah itu mereka akan mengikuti World Cup di Taiwan 12-13 Mei 2018. Targetnya pecah rekor atau medali emas.”

Matangkan-Persiapan,-Tim-Panjat-Tebing-Akan-ke-Luar-Negeri_news-(4)

Disisi lain tim combined akan tetap menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta, mereka pun dijadwalkan akan melakukan sesi latihan bersama dengan Tim Kamboja yang kabarnya akan tiba pada tanggal 12 April 2018. Pelatih tim combined Timnas Panjat Tebing Indonesia triyanto Budi mengatakan, “Mereka baru akan keluar negeri pada pertengahan Mei untuk menjalani Training Camp di Manila. Di Manila para atlet akan berjuang dalam kejuaraan Zero Gravity Bouldering Competition 2018.”

Matangkan-Persiapan,-Tim-Panjat-Tebing-Akan-ke-Luar-Negeri_news-(3)

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

Demi persiapan yang matang, Timnas Panjat Tebing Indonesia akan ikuti kompetisi di luar negeri.

READ MORE

ACEH – eXtremeINA.com         Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] Aceh, menggelar kursus pelatih Panjat Tebing Level 1 pada akhir pekan lalu di Aula Hotel Jempa SMK Negeri 1 Banda Aceh, Lhong Raya, Aceh.

20-Peserta-Ramaikan-Kursus-Pelatih-Panjat-Tebing-Level-1_news

Dalam kesempatannya Ketua pelaksana yang sekaligus menjabat sebagai ketua Bidang kompetisi Pengprov FPTI Aceh. Muhammady mengatakan, “Pelatihan ini digelar pada tanggal 29 Maret hingga 1 April 2018, dan yang menjadi instruktur adalah Caly Setiawan dan Judistiro dari FPTI. Kursus pelatih ini diikuti oleh 20 peserta dari 15 Pengcab FPTI dari 18 Pengcab yang ada. Sebenarnya akan diikuti oleh 22 peserta, namun sampai pada akhir pendaftaran hanya diikuti 20 peserta saja.”

Para calon pelatih terbaik ini adalah mantan seorang atlet Panjat Tebing, selama empat hari mereka ditempa materi dan praktik kepelatihan level 1. Materi yang diberikan adalah sistem keamanan, prosedur keamanan, aturan, orientasi, analisis jalur, metode pembinaan jangka pendek, menengah, pang, pengukuran, metode atihan fisik, dasar-dasar pencegahan, penanganan cedera, dan masih banyak materi lainnya yang bermanfaat.

Para instruktur pun menargetkan, semua peserta kursus bisa lolos dan mendapatkan sertifikasi. Usai pelatihan ini semua pelatih ditargetkan memiliki patokan baku dalam membina para atlet. Hal ini tentunya demi kemampuan atlet Indonesia yang merata. Instruktur pelatihan Caly Setiawan mengatakan, untuk lolos dalam kursus level I cenderung mudah. Para peserta harus mengikuti sesi pelatihan dari awal hingga akhir. “Asalkan mereka ikut dari awal sampai akhir, pasti lolos. Berbeda dengan level dua dan tiga.”

Text                 : Bambang Vidiatmoko / FPTI

Photos           : dok. FPTI

FPTI Aceh, menggelar kursus pelatih Panjat Tebing Level 1 pada akhir pekan lalu.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com       Pada beberapa waktu yang lalu, Tim Panjat Tebing Yogyakarta sukses menjadi juara umum dalam kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah [POPDA] 2018. Pada kompetisi Panjat Tebing yang diselenggarakan di kompleks Stadion Mandala Krida, Tim Kota Yogyakarta mampu tampil konsisten hingga memuncaki klasemen dengan raihan empat medali emas dan dua perunggu.

Tim-Panjat-Tebing-Yogyakarta-Dominasi-POPDA-DIY-2018_news-(1)

Untuk posisi kedua berhasil diduduki oleh tim Panjat Tebing Kulonprogo dengan dua emas dan dua perunggu, sementara untuk posisi ketiga diraih oleh tim Panjat Tebing Bantul dengan satu emas dan satu perunggu. Menariknya adalah, Tim Panjat Tebing Bantul sukses menjadi peringkat ketiga dengan lima kali berturut-turut.

Tim-Panjat-Tebing-Yogyakarta-Dominasi-POPDA-DIY-2018_news-(2)

Medali emas kota Jogja dipersembahkan Sukma Lintang Cahyani [Lead Perorangan Putri], Surya Agung Pangestu [Boulder Perorangan Putra], Sukma Lintang Cahyani [Boulder Perorangan Putri], dan Granida Hastadi [Speed Classic Putra]. Sementara dua perak didapat oleh Sukma Agung Pangestu [Lead Perorangan Putra] dan Granida Hastadi [Boulder Perorangan Putra].

Tim-Panjat-Tebing-Yogyakarta-Dominasi-POPDA-DIY-2018_news-(3)

Cabang olahraga panjat tebing Popda DIY 2018 memperebutkan enam emas dari enam nomor yang dilombakan. Keenam nomor itu yakni Lead Perorangan Putra, Lead Perorangan Putri, Boulder Perorangan Putra, Boulder Perorangan Putri, Speed Classic Putra, dan Speed Classic Putri.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

POPDA Yogyakarta 2018, peraihan cabor Panjat Tebing didominasi tim tuan rumah.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com       Pengurus Daerah Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] kota Jambi mengadakan pelatihan kursus pelatih level 1. Sejatinya bentuk pelatihan semacam ini adalah kegiatan yang kelima sejak tahun 2017, hal ini pun disampaikan langsung oleh Instruktur dari PP FPTI Triyanto Budi, “Kami mulai lagi setelah 2009, pelatihan kursus pelatih untuk memeratakan kompetisi para pelatih di Indonesia.”

FPTI Jambi Adakan Kursus Pelatih Level 1_news

Umumnya pelatihan dilakukan untuk beberapa pengda sekaligus, namun pada kegiatan ini hanya dikhususkan untuk Pengda FPTI Jambi, dan dirinya pun menambahkan, “Kami menggelar pelatihan sesuai permintaan dari pengda. Kebetulan kali ini hanya Jambi. Biasanya dengan pengda sekitar. Mungkin memang karena waktunya belum cocok.”

Pada pelatihan kursus pelatih level 1 ini diikuti oleh 27 peserta yang terdiri dari 26 putra dan 1 putri. Kursus yang digelar di Kantor Diklat Koperasi Jambi itu berlangsung selama tiga hari saja karena materi yang diberikan dipadatkan.

Materi yang diberikan untuk pelatih level satu misalnya pengenalan safety procedure, metode melatih, peraturan kompetisi, praktik melatih, pencegahan dan perawatan cedera, observasi jalur, pengukuran jalur, serta teknik dasar panjat tebing. “Ada tiga level pelatih yakni satu, dua, dan tiga. Tentunya materi akan lebih kompleks untuk pelatih level dua dan tiga.”

Triyanto menjelaskan, pelatih level satu berhak menangani atlet tingkat kabupaten. Sementara, pelatih level dua menangani atlet tingkat provinsi dan pelatih level tiga menangani atlet nasional. Setelah ini akan kami evaluasi dan kami upayakan akan ada linsensi pelatih. Sementara ini mereka baru dapat sertifikat. Dengan adanya pelaksanaan kursus ini diharapkan semakin banyak pelatih panjat tebing berkualitas. Dengan pelatih yang mumpuni, prestasi atlet pun ditargetkan ikut terkatrol.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Belum lama ini, FPTI Jambi mengadakan Pelatihan Pelatih Panjat Tebing Level 1.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com       Menteri Pemuda dan Olahraga [Menpora] Imam Nahrawi berkunjung ke venue Pelatihan Nasional [Pelatnas] Panjat Tebing Indonesia di kawasan kompleks Stadion Mandalakrida, Yogyakarta pada beberapa waktu lalu.

Menpora-Rasakan-Sensasi-Manjat-di-Mandala-Krida_news-(1)

Dalam kunjungannya tersebut Imam Nahrawi sempat merasakan sensasi memanjat papan speed. Usai memanjat Menpora baru menyadari bahwa Panjat Tebing bukanlah olahraga yang mudah untuk ditaklukkan. Untuk menuju kualitas terbaik pada olahraga ini sangat dibutuhkan kerja keras, latihan yang sering, dan selalu fokus pada setiap kompetisi agar mencapai hasil yang diinginkan. “Sebenarnya saat memanjat saya ingin sampai ke atas, namun pada kenyataanya baru sampai tengah sudah tidak kuat dan harus melawan diri saya saya sendiri.”

Menpora-Rasakan-Sensasi-Manjat-di-Mandala-Krida_news-(2)

Menpora sempat menantang siapa pun yang ada di arena dan atlet untuk adu kecepatan dengannya. Namun, pada akhirnya ia mencoba menaklukkan wall speed itu sendiri. Menpora juga meminta saran para atlet tentang teknik memanjat. Beberapa atlet pun mencoba memberikan arahan.

Menpora-Rasakan-Sensasi-Manjat-di-Mandala-Krida_news-(3)

Selain itu Menpora pun berpesan, para atlet harus menyerasikan antara teknik, berat badan, emosi, dan kemauan. Menurutnya, hal itu merupakan kunci untuk mampu menaklukkan dinding panjat.

Menpora-Rasakan-Sensasi-Manjat-di-Mandala-Krida_news-(4)

Bisa dikatakan Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia cukup disegani di kawasan Asia, kehadiran Timnas di setiap kompetisi tidak hanya menyulitkan lawan-lawannya, namun mereka juga mampu bersaing untuk meraih gelar juara. Pada Asian Games 2018 yang digelar pada Agustus mendatang, Menpora pun sangat yakin TimNas mampu meraih 2 medali emas yang telah ditargetkan.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photo            : dok. PP FPTI

Menpora merasakan panjat dinding saat berkunjung ke Stadion Mandala Krida.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com       Hari Senin [12/03] Menteri Pemuda dadn Olahraga [Menpora] Imam Nahrawi berkunjung ke venue pelatihan nasional [Pelatnas] atlet Panjat Tebing Indonesia di Kompleks Stadion Mandalakrida, Yogyakarta.

Menpora-Optimis-Tim-Panjat-Tebing-Indonesia-Raih-2-Emas_news-(1)

Dalam kunjungannya tersebut, Menpora meninjau secara langsung kesiapan para atlet berlatih untuk menghadapi kejuaraan multi event Asian Games 2018, yang akan tersaji di bulan Agustus mendatang. Dengan bentuk latihan yang diterapkan para pelatih dan kemampuan yang dimiliki para atletnya, Imam Nahrawi sangat yakin Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia mampu meraih 2 medali emas yang sudah ditargetkan oleh pengurus pusat yaitu Federasi Panjat tebing Indonesia [FPTI].

Menpora-Optimis-Tim-Panjat-Tebing-Indonesia-Raih-2-Emas_news-(3)

“Sejauh pengamatan saya mereka telah berlatih dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan performa saat kompetisi dimulai. Saya pun akan terus memantau kelanjutannya, kita lihat hasil try out kedepannya akan seperti apa, dan saya yakin Panjat Tebing Indonesia akan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini,” papar Imam Nahrawi.

Menpora-Optimis-Tim-Panjat-Tebing-Indonesia-Raih-2-Emas_news-(2)

Asian Games 2018 kali ini menjadi lebih spesial karena digelar di negeri sendiri. Artinya, para atlet akan berlaga di hadapan masyarakat Indonesia dan keluarganya sendiri. Hal itu harus dimanfaatkan dengan baik. “Dengan kita menjadi tuan rumah, maka Ini harus jadi motivasi untuk menampilkan yang terbaik. Kita punya venue sendiri dan punya pengalaman beberapa kali jadi juara,” tambah Imam Nahrawi.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Menpora Imam Nahrawi merasa yakin Tim Panjat Tebing Indonesia akan raih 2 emas di Asian Games 2018.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Faisol Riza selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] mengingatkan para atlet untuk tidak lengah walaupun hanya dalam sesi latihan bersama dengan Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing China.

Atlet Indonesia Pecahkan Rekor di Simulasi Terakhir Panjat Tebing_news (3)

Timnas China sendiri berkunjung ke Indonesia selama 12 hari untuk mempersiapkan dirinya dalam mengikuti kejuaraan Asian Games 2018 nanti. Dalam latihan bersama antara Timnas Indonesia dengan Timnas China ini baru pertama kali diselenggarakan, dalam kesempatannya Ketua Umum PP FPTI menyampaikan, ”Latihan bersama ini pertama kalinya dilakukan sebelum dimulainya kejuaraan Asian Games 2018. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Timnas Indonesia bisa mengukur seberapa kuat lawan-lawan yang akan dihadapinya termasuk China.”

Ketua-Umum-FPTI-Ingatkan-Atlet-Agar-Tidak-Lengah_news-(2)

“Bisa dikatakan China memiliki atlet-atlet yang sangat kuat. Bila dilihat ke belakang Timnas Panjat Tebing China memiliki atlet yang pernah menjadi juara dunia secara berturut-turut. Selain itu China juga memiliki juara Youth Championship dan tiga anggota tim yang akan dipilih ke Youth Olympic di Argentina,” tambah Faisol.

Latihan bersama ini dinilai sangat efektif untuk Timnas Indonesia belajar dari Timnas Panjat Tebing China. Walalupun Indonesia unggul dari China dalam sesi latihan bersama, nyatanya Indonesia masih dianggap sebagai tim underdog di ajang Asian Games 2018 nanti.

Ketua-Umum-FPTI-Ingatkan-Atlet-Agar-Tidak-Lengah_news-(3)

Selain latihan bersama yang diadakan di kawasan Stadion Mandala Krida ,Yogyakarta, TimNas Panjat Tebing Indonesia akan mengadakan latihan di Rusia dan dua kota di China selama tiga minggu. Latihan yang akan dijalankan oleh Timnas Indonesia akan menjadi modal besar untuk mengasah mental dan juga kemampuan para atlet jelang Asian Games 2018.

Ketua-Umum-FPTI-Ingatkan-Atlet-Agar-Tidak-Lengah_news-(1)

Faisol juga memastikan, anggota skuat sekarang 80% telah pasti. FPTI hanya tinggal menentukan siapa saja yang akan masuk tim pertama dan kedua, atler utama dan kedua, serta untuk kombinasi siapa yang akan masuk tim utama atau kedua. Timnas Panjat Tebing Indonesia diharapkan bisa mendapatkan dua medali emas di Asian Games 2018 nanti.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photo             : dok. PP FPTI

Diharapkan Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia untuk tetap fokus hingga ajang Asian Games 2018 nanti.

READ MORE
<