eXtremeINA.com

Tag :Federasi Panjat Tebing Indonesia

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada tanggal 27 hingga 29 November 2017 sebanyak 60 wasit dan juri dari 20 pengurus Provinsi [Pengprov] Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] mengikuti kegiatan penyegaran wasit dan juri Panjat Tebing periode tahun 2017 di Surabaya.

Penyegaran Wasit Proyek Prestasi Panjat Tebing_news (2)

Dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Harian FPTI Jawa Timur Danu Iswara, Faisol Riza selau Ketua Umum FPTI, Asisten Deputi peningkatan tenaga dan organisasi keolah, perwakilan KEMENPORA, dan beberapa jajaran yang lainnya.

Ketua Umum FPTI Faisol Riza mengatakan, ”Pentingnya penyegaran wasit dan juri Panjat Tebing diprediksi mampu meningkatkan kualitas sebuah kejuaraan. Agenda ini juga diperuntukan untuk menyambut banyaknya event berkelas yaitu Asian Games 2018, Olimpiade Tokyo 2020, dan PON Papua 2020. Penyediaan wasit dan juri secara kualitatif dan kuantitatif adalah komponen penting pembinaan serta pengembangan prestasi Panjat Tebing di tiap-tiap daerah.”

Penyegaran Wasit Proyek Prestasi Panjat Tebing_news (1)

Sejatinya perkembangan olahraga Panjat Tebing di Indonesia tengah berkembang, hal yang membuktikannya adalah semakin banyak anak muda baik pria ataupun wanita sudah mulai menggeluti dunia Panjat Tebing, selain itu kompetisi Panjat Tebing di tingkat daerah hingga Nasional juga sudah rutin diselenggarakan.

Mengenai prestasi di tingkat Nasional, Tim Panjat Tebing Indonesia telah meraih gelar juara di beberapa kompetisi, yang paling terbaru adalah berhasil meraih prestasi di kejuaraan IFSC Climbing Worldcup Series China. Dengan hasil ini bukan tidak mungin Indonesia akan meraih kesuksesan di ajang Asian Games 2018 mendatang.

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

Pentingnya penyegaran wasit dan juri Panjat Tebing diprediksi mampu meningkatkan kualitas sebuah kejuaraan.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com     Tim Jawa Timur berhasil meraih juara umum dalam Kejuaraan Nasional Panjat Tebing XVI 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 20-25 November 2017 di kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Raih-13-Medali-Tim-Jawa-Timur-Raih-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(2)

Keberhasilan Tim Jawa Timur menjuarai Kejurnas Panjat Tebing XVI 2017 di Yogyakarta ini berkat mengoleksi 13 medali yang terdiri dari enam emas, enam perak, dan satu perunggu. Sejatinya dalam perebutan juara umum Kejurnas Panjat Tebing XVI 2017 ini sempat dikuasai oleh Tim Jawa Tengah, namun pada akhirnya merek harus puas duduk di peringkat kedua dengan mengoleksi 11 medali yang terdiri dari empat emas, tiga perak, dan empat perunggu.

Raih-13-Medali-Tim-Jawa-Timur-Raih-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(4)

Sementara peringkat ketiga berhasil diraih oleh Tim Panjat Tebing dari Kalimantan Timur dengan mengoleksi Sembilan medali yang terdiri dari dua emas, empat perak, dan tiga perunggu. Adapun tim tuan rumah Yogyakarta harus puas berada di peringkat 10 dengan mengoleksi tiga medali perunggu.

Raih-13-Medali-Tim-Jawa-Timur-Raih-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(5)

Dalam kesempatannya Ketua III PP FPTI [Federasi Panjat Tebing Indonesia] Pontas Sitanggang memberikan apresiasi kepada panitia maupun peserta atas suksesnya Kejurnas Panjat Tebing XVI 2017 Yogyakarta. Walaupun waktu persiapan yang sangat mepet, jalannya perlombaan sempat tertunda akibat hujan nyatanya Kejurnas Panjat Tebing XVI ini tetap berjalan seru dan memberikan hiburan yang berkelas.

Raih-13-Medali-Tim-Jawa-Timur-Raih-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(1)

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

Tim Jawa Timur mendominasi peraihan medali Kejurnas Panjat Tebing XVI 2017 Yogyakarta.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA  Kejuaraan Nasional Panjat Tebing XVI 2017 berlangsung sejak tanggal 20 hingga 25 November 2017 di komplek Stadion Mandalakrida, Yogyakarta.

Jawa Tengah Kuasai Nomor Speed Kejurnas Panjat Tebing XVI_news (1)

Khusus untuk nomor lomba Speed, kontingen Jawa Tengah berhasil meraih medali emas , sementara kontingen tuan rumah Yogyakarta hanya mampu meraih perunggu. Di nomor lain, lomba Speed Putra berhasil dimenangi oleh Jawa Timur, disusul oleh kontingen Kalimantan Timur di peringkat kedua, dan Jawa Tengah di peringkat ketiga.

Jawa Tengah Kuasai Nomor Speed Kejurnas Panjat Tebing XVI_news (2)

Bisa dikatakan kontingen Jawa Tengah mampu mendominasi lantaran di isi oleh Aries Susanti Rahayu dalam skuadnya, yang merupakan atlet Nasional spesialis nomor Speed. Pada berbagai kejuaraan Aries Susanti Rahayu mampu meraih medali perak di World Cup Xiamen China tahun 2017, nomor Speed WR, medali Perunggu nomor Speed WR perorangan, dan medali emas Speed WR beregu putri di Asian Championship, di Teheran Iran 2017.

Jawa Tengah Kuasai Nomor Speed Kejurnas Panjat Tebing XVI_news (3)

Serunya pertandingan Kejuaraan Nasional Panjat Tebing XVI 2017 di Yogyakarta masih akan tersaji hingga tanggal 25 November 2017. Bagi kalian yang ingin menyaksikan skill-skill hebat para atlet Nasional Panjat Tebing Indonesia kalian bisa langsung hadir untuk menyaksikannya. Sejatinya cabang olahraga Panjat Tebing ini akan dipertandingkan dalam Kejuaraan multievent Asian Games 2018 mendatang.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

Untuk nomor kelas Speed dijuarai oleh kontigen dari Jawa Tengah.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Suatu kebanggaan dan kehormatan Menteri Pemuda dan Olahraga [MENPORA] Imam Nahrawi bisa mengecek kesiapan Kejuaraan Nasional Panjat Tebing XVI yang dipertandingkan pada tanggal 20-25 November 2017 di Komplek Stadion Mandalakrida, Yogyakarta secara langsung.

MENPORA-Sempatkan-Cek-Kesiapan-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(1)

Kehadiran MENPORA di venue kejurnas Panjat Tebing XVI ini seakan kejutan bagi panitia pelaksana yang pada saat itu tengah menyiapkan segala persiapan penunjang kompetisi Panjat Tebing. Dalam kunjungannya selama 30 menit, MENPORA sempat memanjat dinding yang digunakan untuk kompetisi, selain itu beliau juga sempat berkeliling venue.

Kejurnas Panjat Tebing XVI Yogyakarta ini berhasil diikuti oleh 249 atlet yang tersebar dari 29 provinsi. Dalam kompetisi Panjat Tebing ini, seluruh atlet akan berjuang dalam 21 nomor lomba yang dipertandingkan termasuk combined yang menjadi nomor wajib dalam Kejuaraan Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

MENPORA-Sempatkan-Cek-Kesiapan-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(3)

Sejatinya Kejurnas Panjat Tebing XVI Yogayakra telah dibuka oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Beliau sangat menyambut baik hadirnya Kejurnas Panjat Tebing XVI di Yogyakarta. Dirinya pun mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan besar bagi seluruh atlet yang terlibat untuk meningkatkan prestasi dan juga menyaring para atlet Panjat Tebing berbakat.

Hadirnya Kejurnas Panjat Tebing XVI Yogyakarta 2017 ini juga bentuk eksistensi dari pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] guna membangun dan mengembangkan olahraga Panajat Tebing di Indonesia.

MENPORA-Sempatkan-Cek-Kesiapan-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(2)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

Kehadiran MENPORA di venue kejurnas Panjat Tebing XVI ini seakan kejutan bagi panitia pelaksana.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Hari ini, tanggal 20 hingga 25 November 2017 kedepan akan diselenggarakan Kejuaraan Nasional Panjat Tebing XVI di Komplek Stadion Mandalakrida, Yogyakarta. Terpilihnya kota pelajar sebagai tuan rumah Kejurnas Panjat Tebing ini lantaran menggantikan Bali yang sedang siaga menghadapi bencana erupsi Gunung Agung.

Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_poster

Keputusan pemilihan kota Yogyakarta sebagai tuan rumah juga didapat melalui Rapat Kerja Nasional [Rakernas] di Mamuju beberapa waktu yang lalu. Kejurnas Panjat Tebing XVI Yogyakarta ini berbeda dibandung tahun lalu, pasalnya ditahun ini pihak penyelenggara menggunakan format Olimpiade, yaitu nomor kombinasi dimana seorang atlet bermain ditiga nomor sekaligus mulai dari speed, lead, dan boulder. Sementara untuk total nomor lombanya ada sekitar 21.

Kejurnas Panjat Tebing XVI Yogyakarta Dimulai Hari ini_news (1)

Tujuan digunakannya format Olimpiade ini adalah, guna mensosialisasikan peraturan atau regulasi ini kepada seluruh atlet yang terlibat. Selain itu juga digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan atlet untuk menghadapi Kejuaraan Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Dalam kesempatannya Ketua Panitia Kejurnas Panjat Tebing XVI Yogyakarta Heri Indriyanto mengatakan, ”Sejatinya persiapan yang kami lakukan sangat mepet, namun kami yakin dapat mempersembahkan kejuaraan nasional Panjat tebing yang berkelas, memberikan kesan baik, dan menjadi panutan bagi event-event Panjat Tebing lainnya.”

Kejurnas Panjat Tebing XVI Yogyakarta Dimulai Hari ini_news (2)

Semoga Kejuaraan Nasional Panjat Tebing ini dapat berjalan lancar tanpa ada kendala suatau apapun, dan semur berharap ajang ini mampu menghasilkan generasi emas untuk meraih kesuksesan dalam Kejuaraan Asian Games 2018 mendatang.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

Telah dijadwalkan Kejuaraan Nasional Panjat Tebing XVI akan dimulai hari ini.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] kembali menunjukkan eksistensinya dengan menggelar Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Panjat Tebing XVI, yang akan tersaji pada tanggal 20-25 November 2017 di kawasan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_poster

Demi menghadirkan Kejuaraan Nasional Panjat Tebing yang berkualitas Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] tengah mempersiapkan sarana dan prasarana, termasuk membersihkan papan Panjat. Jika diperhatikan Kejurnas Panjat Tebing di Yogyakarta ini tidak hanya sekedar adu cepat saja, namun akan menjadi adu gengsi yang diantara climbers Nasional. Selaku induk organisasi Panjat Tebing di Indonesia, FPTI sangat aktif dan memperispkan perlombaan dengan sangat baik.

Sangat dipastikan hadirnya Kejuaraan Nasional Panjat Tebing di Yogyakarta yang tersaji di akhir pekan nanti akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh beberapa Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia daeah untuk menyaring dan membuat jam terbang para climbers terbariknya.

FPTI Lakukan Persiapan Jelang Kejurnas Panjat Tebing XVI_news

Sejatinya Kejurnas ini pun sangat bermanfaat untuk kemajuan Panjat Tebing di Indonesia, dengan adanya kejuaraan maka akan ada bibit-bibit muda yang bermunculan, meningkatkan prestasi para climber, meningkatkan kualitas serta mental bertanding, dan secara tidak langsung mengajak anak-anak muda untuk mulai bermain Panjat Tebing.

Namun tidak hanya itu saja, jika para atlet Pelatnas Panjat Tebing untuk Kejuaraan multievent Asian Games 2018 mengikuti Kejuaraan ini, mungkin ini juga dapat dijadikan bahan try out untuk para atlet.

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photo            : dok. PP FPTI

Saat ini pihak penyelenggara sedang persiapkan untuk ajang Kejurnas Panjat Tebing XVI.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com             Sebagai bentuk eksistensinya, pada minggu kemarin tepatnya tanggal 31 Oktober hingga 3 November 2017 Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] menggelar Kursus Pelatih Level 1 . Pada kegiatan ini berhasil diikuti oleh 67 peserta yang datang dari berbagai penjuru di Tanah Air.

FPTI Inginkan Adanya Pelatih Hebat di Tiap Daerah_news (2)

Kursus Pelatih Level 1 yang diadakan di Yogyakarta ini bertujuan untuk menghasilkan pelatih-pelatih Panjat Tebing yang berkualitas. Dalam kesempatannya ketua panitia pelaksana Amar Syah mengatakan,”Sebenarnya dalam Kursus Pelatihan Level 1 Panjat Tebing ini hanya dibuka untuk 30 peserta. Namun akibat peserta yang sangat antusias dengan kegiatan ini maka pesertanya sampai membludak.”

“Kami sangat menghargai antusiasme mereka, oleh karena itu kami membuka pintu yang selebar-lebar nya untuk mereka mengikuti kegiatan kursis pelatihan level 1 panjat tebing,” tambah Amar. Dalam pelatihan ini para peserta diwajibkan mengikuti keseluruhan materiyang diberikan pelatih ternama Hendra Basyir dan Judistiro, baik di ruangan maupun di lapangan.

FPTI Inginkan Adanya Pelatih Hebat di Tiap Daerah_news (1)

Kursus Pelatih Level 1 merupakan salah satu kursus yang wajib diikuti jika seseorang ingin menjadi pelatih di tingkat kabupaten. Namun, tidak serta merta setelah mengikuti kursus ini mereka bisa mendapatkan lisensi pelatih. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP FPTI Caly Setyawan mengungkapkan, PP FPTI mesnyaratkan beberapa hal yang harus ditempuh seseorang untuk menjadi pelatih. “Selain kursus ini, mereka juga harus mengikuti pelatihan lain dan juga workshop untuk mendukung kompetensi dia sebagai pelatih. Baru setelah itu, PP FPTI bisa mengeluarkan lisensi kepelatihan,” terang Caly.

Secara khusus, Caly menginginkan Kursus Pelatih Level 1 ini bisa menjadi model sehingga peserta yang datangd ari berbagai daerah ini bisa membawa pulang ilmu dan penngetahuan tentang kepelatihan yang sama ketika kembali ke daerahnya. “Dengan begitu tidak ada ketimpangan dan atlet akan mendapatkan asupan ilmu yang sama,” imbuh Cally.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

Kursus Pelatih Level 1, bertujuan untuk menghasilkan pelatih-pelatih Panjat Tebing yang berkualitas.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan multi event sekelas Asian Games 2018 semakin mendekati penyelenggaraannya. Namun ternyata ada fakta yang menarik perhatian, yaitu venue cabang olahraga Panjat Tebing yang berada di kawasan Jakabaring Sport City [JSC] Palembang belum mengalami progress apapun.

 

Asian-Games-2018_logo

Sejatinya venue Panjat Tebing yang ada di kawasan Jakabaring ini harus direnovasi guna menyediakan tempat perlombaan yang memenuhi standar International. Namun hingga saat ini, realisasi tersebut belum tercapai. Dalam kesempatannya Faisol Riza selaku Ketua Umum PP FPTI mengatakan “Fenomena ini sangat membuat kawatir, jika renovasi venue Panjat Tebing mepet maka dipastikan persiapan tidak akan maksimal, dan ditakuti akan mempengaruhi periapan para atlet. Kami berharap INASGOC selaku panitia Asian Games 2018 dan pihak-pihak terkait sesegera mungkin melakukan progress untuk merenovasi venue Panjat Tebing tersebut. Hal ini juga sekaligus untuk menunjukan kepada OCA dan peserta Asian Games bahwa Indonesia benar-benar siap menjadi tuan rumah Asia Games 2018.”

Venue Panjat Tebing Asian Games Belum Tersentuh_news (2)

Di sisi lain belum ada kesiapan dari venue Panjat Tebing di Jakabaring ini menjadi alasan diselenggarakannya Test Event Panjat Tebing Asian Games 2018 ini di Cikole, Jawa Barat pada bulan September lalu. FPTI semula berharap renovasi dan perbaikan sarana venue tersebut bisa rampung paling lambat bulan Januari 2018. Sehingga atlet Pelatnas bisa beralatih di sana untuk beradaptasi lebih dahulu dengan venue baru tersebut sebelum tampil di Asian Games 2018.

Venue Panjat Tebing Asian Games Belum Tersentuh_news (1)

Bahkan, PP FPTI ingin menggelar kompetisi untuk menguji coba kesiapan venue tersebut sebelum digunakan untuk pertandingan resmi Asian Games. Namun karena hingga kini kondisi venue belum juga diperbaiki, dikhawatirkan proses renovasinya molor dan atlet Pelatnas tidak memiliki waktu dan kesempatan yang cukup untuk berlatih dan beradaptasi di sana.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP. FPTI

Belum terlihat proses renovasi pada venue Panjat Tebing di Jakabaring Sport City.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu lalu PP FPTI [Federasi Panjat Tebing Indonesia] mengadakan workshop pembinaan prestasi [Binpres] untuk para pengurus FPTI daerah diseluruh penjuru Tanah Air di Hotel Kedaton, Bandung, Jawa Barat.

FPTI Gagas Metode Baru Untuk Mencari Atlet Terbaik_news (1)

Dalam kesempatannya Kabid Pembinaan Prestasi PP FPTI Caly Setiawan mengatakan, model pembinaan prestasi para atlet harus dirubah. Jika selama ini targetnya jangka pendek, maka metode yang baru ini mengusung panjang panjang. Hal ini diperuntukan untuk mencari dan melahirkan atlet-atlet yang berkualitas. Hal lainnya adalah, pembinaan prestasi dimaknai dengan mengirim atlet ke berbagai kejuaraan Panjat Tebing, namun metode seperti ini dinilai kurang efektif oleh Caly. Karena banyak atlet diusia muda yang hilang akibat metode pembinaan yang kurang tepat dan efektif.

Jika metode jangka panjang sudah dijalankan, maka pembinaan atlet usia muda akan lebih efektif dan maksimal untuk dikemudian hari. Metode jangka panjang ini tidak hanya melibatkan atlet dan juga pelatih saja, akan tetapi orang tua dan guru juga akan dilibatkan. Caly menambahkan metode pembinaan akan berbeda-beda disetiap rentang usianya, jelas berbeda melatih anak-anak dibanding orang dewasa.

Dengan pembinaan semacam itu, usia emas atlet, yakni sekitar 20-25 tahun, dapat dimaksimalkan. Sedangkan saat ini usia atlet Pelatnas FPTI rata-rata sudah melampaui masa emas. Sementara para atlet di usia emas, belum lolos masuk Pelatnas. “Jangan sampai juga di usia emas justru sudah gembos karena terlalu diforsir saat masih anak-anak,” tutur Caly.

FPTI Gagas Metode Baru Untuk Mencari Atlet Terbaik_news (2)

Pembinaan jangka panjang ini juga memikirkan bagaimana nasib atlet setelah pensiun. Kontribusi mereka di dunia panjat tebing diharapkan masih terus berlanjut. “Metode pembinaan jangka panjang ini memang baru pertama, cabang olahraga lain belum ada. Nah ini panjat tebing mau leading,” kata Caly.

Pelatihan Binpres di Bandung ini menghadirkan 6 pembicara yakni Caly Setiawan PhD, Prof Dr Hari Amirullah Rachman, Dr M Hamid Anwar, Prof Dr Adang Suherman, Dr Awan Hariono dan Willem Verhoeven. Verhoeven merupakan pelatih panjat tebing dari Belgia. Putri Venhouven, Anak Venhouven [19 tahun], merupakan juara dunia panjat tebing. Verhouven akan berbagi tips bagaimana membina anak dari usia dini yang sudah menunjukkan minatnya pada dunia panjat tebing

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

FPTI mengusung metode pembinaan baru untuk mencari atlet-atlet terbaik.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Test Event Sport Climbing untuk Asian Games 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 6 hingga 10 September 2017 di kawasan Cikole, Lembang, Jawa Barat berjalan dengan sangat lancar dan tergolong sukses.

Presiden IFSC Asia Anjurkan Simulasi Sport Climbing Asian Games di JSC_news (4)

Diadakannya Test Event Sport Climbing ini penting diselenggarakan, pasalnya dalam test event ini semua dapat melihat kesiapan Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] selaku induk organisasi Panjat Tebing Indonesia, melihat kerja bersama seluruh pantia penyelenggara, dan pastinya masih banyak tujuan yang lainnya. Walaupun tergolong sukses, Test Event Sport Climbing ini tidak mencapai target yang sepenuhnya.

Presiden IFSC Asia Anjurkan Simulasi Sport Climbing Asian Games di JSC_news (1)

Hal ini disebabkan tidak adanya peserta dari berbagai negara Asia dan atlet pelatnas sendiri yang mengikuti test event, padahal mereka adalah calon peserta di Asian Games 2018 mendatang. Kegagalan peserta Asia dan pelatnas dalam mengikuti Test Event Sport Climbing di Cikole disebabkan mereka tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejuaraan Panjat Tebing Asia yang akan digelar beberapa waktu lagi.

Presiden IFSC Asia Anjurkan Simulasi Sport Climbing Asian Games di JSC_news (2)

Walaupun tidak berhasil diikuti oleh calon peserta Asian Games 2019, namun peserta yang mengikuti Test Event Sport Climbing bertajuk 1st National Series Sport Climbing sangat antusias. Selain itu target yang kurang tercapai terdapat di lokasi penyelenggraan atau venue. Sejatinya cabang olahraga climbing Asian Games 2018 akan diselenggarakan di kawasan Jakabaring Sport City [JSC], Palembang, namun pada kesempatan test event ini diselenggarakan Cikole Lembang, Jawa Barat.

FPTI Gelar Test Event Asian Games 2018 Untuk Sport Climbing_news (2)

Presiden IFSC Asia Anthony Sheak mengatakan, “Simulasi Sport Climbing Asian Games 2018 sangat penting diadakan di kawasan Jakabaring Sport City [JSC] Palembang, hal ini demi kepentingan melihat seberapa siap kah venue tersebut menyelenggarakan kejuaraan Multi Event sekelas Asian Games,” tutupnya.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Media & PR INASGOC

Anjuran dari Presiden IFSC Asia untuk diadakan simulasi sport climbing di Jakabaring Sport City.

READ MORE
<