eXtremeINA.com

Tag :FPTI

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta tengah fokus mempersiapkan regenerasi pemanjat asal Ibu Kota untuk masa mendatang. Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun Internasional, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Peringkat Berjalan FPTI DKI Jakarta 2019

Akhir pekan lalu FPTI DKI Jakarta telah membuat kegiatan bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang bertempat di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Agenda ini adalah salah satu bentuk program kerja yang dijalani oleh FPTI DKI Jakarta untuk membuat skema peringkat berjalan dari masing-masing kategori dan nomor lomba. “Dibanding dengan daerah – daerah lainnya, DKI Jakarta tidak cukup banyak memiliki atlet Panjat Tebing. Memang diawal banyak sekali anak-anak muda di Jakarta yang bermain Panjat Tebing, namun saat mereka mengenal gaya hidup yang berlebihan fokus mereka terhadap olahraga Panjat Tebing mereka mulai tinggalkan,” dari Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

“Dengan adanya fenomena tersebut, saat ini kami sedang melakukan pendekatan terhadap orang tua mereka, agar selalu mendukung kegiatan anak-anaknya dalam menggeluti olahraga Panjat Tebing,” tambahnya. Dalam peringkat berjalan yang menjadi program kerja FPTI DKI Jakarta, para pemanjat di usia 18 tahun ke bawah dan 18 tahun ke atas akan terus berkompetisi untuk dipromosikan menjadi atlet andalan DKI Jakarta di berbagai kejuaraan.

Peringkat Berjalan FPTI DKI Jakarta 2019

Sistem penilaian yang terdapat di peringkat berjalan ini terdiri dari beberapa unsur, mulai dari konsistensi mereka dalam berlatih, seberapa tinggi prestasi mereka di kejuaraan-kejuaraan panjat tebing, dan masih terdapat faktor penentu lainnya. “Untuk usia 18 tahun ke atas mereka akan dipromosikan untuk mewakili tim DKI Jakarta cabor Panjat Tebing PON 2020 Papua, sementara untuk usia 18 tahun ke bawah mereka akan diikutsertakan dalam ajang Asia Youth, namun para pengurus masih akan melihat skemanya akan seperti apa,” papar Kurnia Bakti.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta kian terus mempersiapkan regenerasi atlet-atlet untuk mewakili Ibu Kota.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah berhasil meraih medali perunggu untuk nomor Men’s Speed dan medali perak untuk nomor Men’s Speed Relay dalam Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia. Kecintaan terhadap olahraga Panjat Tebing ini juga telah menginspirasi banyak kalangan.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Beberapa waktu lalu Aspar Jaelolo telah membangun arena Panjat Tebing di tanah kelahirannya di Desa Wani, Donggala, Sulawesi Tengah. Dana yang digunakan Aspar Jaelolo untuk membangun arena Panjat Tebing ini adalah bonus yang diberikan Pemerintrah terkait dengan prestasi yang diraihnya di Asian Games 2018. Pada ajang tersebut Aspar Jaelolo mendapatkan bonus sebesar Rp. 500 juta, yang terdiri dari Rp. 250 juta dari perolehan medali perunggu dan Rp. 300 juta dari medali perak.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Dalam kesempatannya Aspar Jaelolo yang saat ini tengah disibukkan dengan Pelatihan Nasional [Pelatnas] untuk pra Olimpiade di Prancis tahun 2019 mengatakan, “Inisiatif saya membangun sarana Panjat Tebing di kampung halaman saya adalah agar anak-anak muda di Donggala dapat berlatih dengan maksimal agar mereka mampu menjadi pemanjat yang handal. Saat masih di kampung halaman, saya ingin sekali menjadi atlet Panjat Tebing namun dengan keterbatasan sarana di kampung saya yang tidak memadai akhirnya saya harus merantau.”

Dengan fasilitas yang seadanya Aspar Jaelolo terus berlatih dan berlatih dengan cita-cita menjadi juara dunia Panjat Tebing. Usaha dan kerja keras yang digelutinya seakan membuahkan hasil, pada tahu 2018 lalu dirinya sukses mengalahkan pemanjat dari belahan dunia untuk menjadi yang terbaik di kejuaraan dunia Panjat Tebing bertajuk IFSC World Cup di Wujiang, China.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

“Dana yang saya gunakan untuk membuat sarana Panjat Tebing di kampung halaman saya adalah dana bonus yang diberikan Pemerintah dalam kejuaraan Asian Games 2018. Saat ini saya hanya baru bisa membangun fasilitas boulder yang tingginya 6 meter. Untuk sarana Lead dan Speed masih belum dibangun, saya berharap Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan untuk pembangunan sarana Panjat Tebing ini,” tambah Aspar Jaelolo.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Selain tengah mengikuti agenda Pelatnas untuk pra Olimpiade 2019 di Prancis, saat ini Aspar Jaelolo juga disibukkan dengan kegiatan barunya sebagai pegawai negeri di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA], dengan menjabat Asisten Pelatih di Deputi IV bidang peningkatan prestasi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. FPTI / Aspar Jaelolo

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climbing #FPTI #FPTIDKIJakarta #sportclimbing #AsparJaelolo

Aspar Jaelolo mendirikan sarana Panjat Tebing, untuk dapat tumbuhkan para atlet muda dari kampungnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memantau kegiatan Panjat Tebing di berbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah. Hal inilah yang memicu berdirinya FPTI DKI Jakarta. Sejatinya organisasi ini dibentuk untuk merespon kegiatan Panjat Tebing alam yang telah berkembang dari tahun-tahun sebelumnya. Awalnya organisasi ini bukan bernama FPTI melainkan Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia [FPGTI].

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Berdiri pada tanggal 21 April 1998, FPTI DKI Jakarta berdiri secara bersamaan dengan FPTI Pusat. Pada kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Tujuan didirikan FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta, melahirkan pemanjat-pemanjat berprestasi baik di tingkat Nasional maupun Internasional dari Jakarta, dan membantu perkembangan olahraga Panjat Tebing di Indonesia melalui kegiatannya di Jakarta. Dibanding dengan daerah lainnya, DKI Jakarta tidak memiliki banyak atlet namun kami ingin terus berupaya menghasilkan pemanjat-pemanjat handal yang siap meraih prestasi di berbagai kejuaraan.”

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Saat ini FPTI DKI Jakarta memiliki atlet Panjat Tebing yang tengah menjadi idola dan panutan bagi pemanjat muda Indonesia, mereka adalah Aspar Jaelolo yang sukses meraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018. Selain itu ada nama Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018. Aspar Jaelolo saat ini sedang fokus Pelatnas di Yogyakarta untuk mempersiapkan dirinya dalam SEA Games 2019 di Filipina, sementara Puji Lestari sedang tidak aktif dari dunia Panjat Tebing lantaran kesibukan barunya sebagai pegawai negeri di KEMENPORA.

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Sebagai induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Ibu Kota, FPTI DKI Jakarta terus melakukan aktivitas secara intens untuk mencari bibit-bibit pemanjat handal asal Jakarta yang siap meraih banyak prestasi di masa mendatang. Salah satunya adalah menggelar Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta pada akhir pekan lalu. Dengan kegiatan ini pula, FPTI DKI Jakarta mencari atlet terbaik untuk diikutsertakan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional [PON] akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga [cabor] yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Dalam hal ini Federasi Pengurus Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bertanggung jawab penuh terhadap persiapan skuad tim yang akan dibawa ke PON 2020 Papua. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan oleh FPTI DKI Jakarta adalah menggelar kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang terselenggara pada akhir pekan kemarin tanggal 16-17 Februari di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Tujuan digelarnya kompetisi itu adalah guna mencari pemanjat terbaik kelahiran asli DKI Jakarta untuk dipromosikan masuk Pelatda dalam persiapan PON 2020 Papua. Selain itu adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini juga bertujuan untuk regenerasi atlet-atlet DKI Jakarta yang sudah banyak pensiun dan pindah ke daerah lain. Dalam kesempatannya Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta menyampaikan, “Sebetulnya tim Provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing di kejuaraan PON 2020 Papua sudah ada 12 atlet. Mereka semua mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, dan termasuk Aspar Jaelolo yang saat ini sedang mengikuti Pelatnas di Yogyakarta untuk persiapan SEA Games 2019 Filipina.”

“Walaupun 12 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri terpilih sudah dipastikan masuk Pelatda namun mereka tidak dalam zona nyaman, dalam artian akan ada system degradasi atau peringkat berjalan. Sistem penilaian setiap atlet akan dilihat berdasarkan etika berlatih dan prestasi di setiap kejuaraan yang digunakan sebagai bahan try-out. Sementara untuk target di PON 2020 Papua, sebenarnya kami cukup realistis, kami menargetkan 3 medali emas, dan mengandalkan atlet Nasional Aspar Jaelolo di nomor lomba Speed,” tambahnya.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Walaupun mengandalkan Aspar Jaelolo sebagai kunci untuk meraih medali emas, namun tim Panjat Tebing DKI Jakarta diprediksi tidak akan mudah meraih target yang telah dicanangkan oleh Pengurus, Kurni Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI memprediksi provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali akan menjadi lawan yang cukup diperhitungkan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Sebelum dihadapkan dengan PON 2020 Papua, seluruh provinsi akan dihadapkan dengan pra PON yang akan bergulir di bulan Juli atau Agustus. Pra PON ini akan bergulir di tiga zona berbeda, zona pertama akan tersaji di Jawa Timur, Zona kedua akan digelar di Bengkulu, dan Zona ketiga akan diadakan di Sulawesi Selatan. Sejatinya tim DKI Jakarta memiliki satu atlet putri yang sukses meraih medali emas dan juga medali perak, dia adalah Puji Lestari. Untuk saat ini dirinya memutuskan untuk vakum dari duna Panjat Tebing dengan alasan kesibukan barunya sebagai Pegawai Negeri di KEMENPORA. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali ke lintasan Panjat Tebing saat PON 2020 Papua.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta sedang giat dan terus fokus mempersiapkan atlet-atlet untuk PON 2020 Papua.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Akhir pekan kemarin tepatnya tanggal 16-17 Februari 2019 Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, di Eiger Flagship Adenture Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Tujuan diadakannya kompetisi ini adalah sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi Panjat Tebing di Jakarta, mencari bibit-bibit pemanjat di Jakarta, melakukan regenerasi atlet, dan mencari atlet untuk dipromosikan mewakili tim DKI Jakarta Cabang Olahraga [Cabor] Panjat Tebing di Pekan Olahraga Nasional [PON] Papua 2020 serta berbagai kejuaraan lainnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam Kejuaraan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini diikuti oleh 120 peserta yang mempertandingkan kategori Lead dan Speed klasik, untuk kelas yang dipertandingkan terdiri dari Umur 18+ [usia 18 ke atas] dan usia -18 [usia dibawah 18 tahun ke bawah]. Sistem penilaian untuk kategori Lead adalah, peserta harus menyelesaikan jalur yang sudah ditetapkan oleh panitia penyelenggara dengan batas waktu yang telah ditentukan, sementara untuk kategori Speed Klasik peserta harus memanjat dinding dengan kecepatan maksimal, setelah sampai di atas mereka harus menekan tombol sebagai bukti bahwa mereka telah menyelesaikan perlombaan.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Kami tidak cukup kaget dengan jumlah peserta yang mencapai 120. Ini adalah salah satu bukti dampak positif dari suksesnya Indonesia meraih banyak medali di Asian Games 2018 khususnya pada cabor Panjat Tebing. Kita bisa melihat banyak sekali anak-anak putra dan putri yang sangat antusias mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini.”

“Perkembangan olahraga Panjat Tebing di Jakarta sendiri sejatinya sudah cukup berkembang, banyak sekali anak muda yang mulai menggeluti dunia Panjat Tebing. Namun dengan adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini, kami ingin melihat keseriusan, minat, serta konsistensi mereka dalam berlatih dan mengikuti perlombaan. Fenomenanya adalah disaat usia dini mereka giat berlatih dan mengikuti perlombaan, namun di saat sudah beranjak dewasa mereka banyak mengenal pergaulan akhirnya mereka meninggalkan Panjat Tebing. Permasalahan itulah yang sedang kami atasi, salah satunya adalah melakukan pendekatan terhadap orang tuanya,” jelasnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Komentar positif juga terlontar dari Puji Lestari Atlet Tim Nasional peraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual pada Kejuaraan Asian Games 2018, “Di banding daerah, DKI Jakarta adalah salah satu provinsi yang cukup sedikit memiliki atlet Panjat Tebing. Namun dengan hadirnya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 sangat bagus untuk regenerasi. Peminatnya pun cukup banyak dengan begitu membuktikan bahwa Panjat tebing di Jakarta sudah cukup berkembang, mungkin ini adalah dampak positif dari kesuksesan Asian Games 2018 khususnya di cabor Panjat Tebing.”

Saat ini Puji Lestari sedang fakum dari kegiatan Panjat Tebing dan tidak masuk dalam pelatnas SEA Games 2019 Manila. Kegiatan Puji Lestari saat ini adalah blusukan di berbagai wilayah DKI Jakarta untuk memantau adik-adik pemanjat berlatih dan berkompetisi, selain itu diirnya juga telah disibukan dengan pekerjaan barunya sebagai Pegawai Negeri di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] sebagai Staff Ahli. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali saat PON 2020 Papua.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Sebagai atlet Panjat Tebing yang berprestasi Puji Lestari menyampaikan pesan kepada anak-anak muda untuk terus berlatih, kerja keras, jangan mudah menyerah, disiplin terhadap pola latihan, dan rutinlah mengikuti kejuaraan. Dengan itu semua maka impianmu untuk menjadi juara dunia akan tercapai.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Berikut adalah hasil lengkap Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019:

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Akhir pekan kemarin FPTI DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sejatinya selepas prestasi para para atlet Indonesia yang didapat dalam ajang Asian Games 2018, olahraga Panjat Tebing di Indonesia kian berkembang sangat pesat. Hal ini pun yang dirasakan oleh beberapa pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] termasuk wilayah DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Demi mendukung kemajuan olahraga Panjat Tebing khususnya di wilayah DKI Jakarta, Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing yang tersaji pada akhir pekan lalu tanggal 16-17 Februari 2019 di Eiger Flagship Store Radio Dalam. Selaku produsen alat-alat olahraga mendaki dan Panjat Tebing, Eiger berkomitmen tinggi terhadap pembinaan para atlet Panjat Tebing di Indonesia. Dukungan yang Eiger berikan adalah memenuhi kebutuhan para atlet Panjat Tebing saat berlaga di Asian Games 2018.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Pada tahun lalu Eiger telah menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan Pengurus Daerah FPTI Sumatera Selatan dan Jawa Timur dalam hal pembinaan dan penyediaan alat-alat latihan. Saat ini giiran Eiger mendukung penuh agenda yang dirancang oleh FPTI DKI Jakarta, dalam hal ini adalah kompetisi Sirkuit Panjat Tebing. Tujuan diadakannya event ini adalah sebagai bahan seleksi pemanjat, sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Jakarta, dan membina para pemanjat untuk tampil serta berprestasi diajang tingkat Nasional hingga International.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Dalam kesempatannya Hendra Suhendra selaku Marketing Communication Section Chief, PT Eiger MPI menyampaikan, “Potensi-potensi pemanjat DKI sangat besar, tentunya kerjasama yang ditandatangani pada tanggal 16 Februari 2019 di Eiger Flagship Adventure Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan dapat menjadikan Eiger sebagai brand lokal yang sangat peduli terhadap pembinaan pemanjat local di seluruh Indonesia.”

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

“Kesepakatan nota kerja sama itu berisi dukungan penuh Eiger dalam penyelenggaraan tiga kali event Sirkuit Panjat Tebing FPTI DKI 2019 yang akan selalu digelar di Eiger Adventure Flagship Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.” tambah Hendra Suhendra. “Event Sirkuit Panjat Tebing yang digagas oleh FPTI DKI Jakarta dengan dukungan penuh oleh Eiger sangatlah tepat momentumnya. Karena setelah suksesnya atlet Panjat Tebing asal DKI Jakarta Aspar Jaelolo dan Puji Lestari di ajang Asian Games 2018 pasti akan munculnya pemanjat-pemanjat baru, dan ini sangat bagus untuk regenerasi,” dari Kurnia Bakti, Ketua Umum FPTI DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Ihsan Rizaldi / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Demi menjaga eksistensinya Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bekerja sama dengan EIGER akan menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta dengan kategori Lead Speed dan Speed Klasik. Telah dijadwalkan kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 16-17 Februari 2019 di Papan Panjat Eiger Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Tujuan digelar kompetisi Panjat Tebing ini adalah sebagai siklus regenerasi Panjat Tebing DKI Jakarta, menciptakan iklim kompetisi yang stabil di kalangan atlet Jakarta, membuka ruang kompetisi bagi para pelatih Panjat tebing di Jakarta, menentukan peringkat berjalan FPTI DKI Jakarta, bentuk sosialisasi ataupun promosi kepada masyarakat Jakarta terhadap olahraga Panjat Tebing, dan pastinya masih banyak tujuan positif lainnya.

Dalam kesempatannya Dian Tri Anggraeni selaku Humas FPTI DKI Jakarta mengatakan, “Target peserta untuk kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini adalah 40 hingga 50 peserta, dan bagi peserta yang ingin mengikuti kompetisi ini tidak dipungut biaya. Sejatinya perkembangan Panjat Tebing di Jakarta cukup menggembirakan akibat dampak dari atlet Indonesia yang sukses menyabet prestasi di ajang Asian Games 2018 lalu. Pada ajang multi-event tersebut atlet asal DKI Jakarta juga sukses mendapatkan medali, mereka adalah Aspar Jaelolo dan Puji Lestari. Maka sudah tidak dipungkiri lagi berkat kesuksesan mereka, banyak atlet baru yang bermunculan karena terinspirasi dari mereka.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada hari Minggu [10/02] lalu sebanyak 10 atlet Panjat Tebing Indonesia masuk dalam Pemusatan Latihan [Pelatnas] untuk menjalani serangkaian seleksi Pra Olimpiade di Prancis pada bulan September 2019.

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (3)

Selaku induk organisasinya, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] telah memilih 10 atlet terbaik untuk masuk ke pelatnas yang terdiri dari 5 [lima] atlet putra Temi Lasa dan Rivaldi Ode Wijaya [Bali], Aspar Jaelolo [DKI Jakarta, Fathur Roji [Jawa Timur], dan Alfian M. Fajri [Jawa Tengah]. Sementara untuk 5 [lima] atlet putri diantaranya Nurul Iqamah [Nusa Tenggara Barat], Aries Susanti Rahayu [Jawa Tengah], Agustina Sari [Jawa Tengah], Salsabilah [Jawa Barat], dan Chairul Ummi [Jawa Timur].

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (4)

Semua atlet tersebut akan bersaing untuk bisa diikutsertakan dalam Pra Olimpiader di Perancis. Sejatinya terdapat lima atlet yang pada tahun lalu mengikuti ajang multi event Asian Games, mereka adalah Aspar Jaelolo, Alfian M. Fajri, Nurul Iqamah, Agustina Sari, dan Aries Susanti Rahayu. Dalam kesempatannya Manajer Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia Pristiawan Buntoro menyampaikan, “Atlet tersebut dipilih berdasarkan potensi yang dimilikinya. Mereka pun berhak masuk di dalam pelatnas lantaran prestasi yang dicapai selama tahun 2018.”

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (2)

“Lokasi pelatnas akan berada di Mandala Krida venue Panjat Tebing Yogyakarta, namun para atlet akan lebih banyak berlatih dan try-out di luar negeri. Para atlet pelatnas ini akan di latih secara intens oleh Handra Basir dan Judistira, dan akan ada pelatih asing yang akan bergabung. Selama pelatnas yang akan memakan waktu enam hingga tujuh bulan, 10 atlet akan diseleksi dan aka nada yang degradasi. Hingga pada akhirnya akan dipilih tiga atlet putra dan tiga atlet putri untuk diberangkatkan dalam Pra Olimpiade di Prancis.”

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (6)

Sejatinya waktu pelatnas yang diberikan untuk persiapan pra Olimpiade ini tidak sepanjang gelaran Asian Games 2018. Namun jajaran Timnas Panjat Tebing Indonesia tetap optimis bisa masuk ke dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020, lantaran peserta yang diambil sebanyak 20 putra dan 20 putri di seluruh dunia. Seiring berjalannya waktu, pelatih akan terus melihat perkembangan atlet selama latihan. Jika memang ada degradasi maka akan ada atlet baru yang masuk.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climbing #FPTI #sportclimbing

10 Atlet Panjat Tebing Indonesia masuk dalam Pelatnas untuk menjalani seleksi Pra Olimpiade di Prancis.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com        Usai seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing yang tersaji di Tai’an, China beberapa waktu yang lalu, International Federation of Sport Climbing [IFSC] merilis daftar peringkat Tim Panjat Tebing dunia, dan Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (1)

Atas hasil akhir di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China beberapa waktu yang lalu, Tim Nasional [Timnas] Sport Climbing Indonesia sukses mengumpulkan total poin 1023. Poin tersebut sukses menggusur Timnas Rusia yang selama bertahun-tahun menduduki singgah sana peringkat terbaik dunia. Hingga rilis yang diturunkan Timnas Rusia hanya mengumpulkan poin 980 untuk duduk di peringkat kedua, sementara Timnas Prancis naik diurutan ketiga dengan total poin 590.

Tim-Panjat-Indonesia-Berjaya-di-IFSC-World-Cup-Chongqing_news-(3)

Keberhasilan Timnas Sport Climbing Indonesia menduduki peringkat satu dunia tidak lepas dari dominasi para atlet Indonesia dalam final di tiga seri Kejuaraan Dunia yang telah diikutinya seperti di Moscow, Chongqing, dan Tai’an. Dari keseluruhan tiga seri tersebut Indonesia berhasil meraih tujuh medali yang diantaranya 1 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Timnas-Panjat-Tebing-Naik-Podium-di-IFSC-Worldcup-Moscow-2018_news-(1)

Selain menempatkan Timnas Sport Climbing Indonesia sebagai peringkat teratas dunia, Indonesia juga menempatkan dua atletnya di jajaran elit atlet panjat dunia. Mereka adalah Aries Susanti Rahayu dan Aspar Jaelolo. Dalam pemeringkatan IFSC, untuk nomor Speed World Record Putri, peringkat pertama diduduki Anouck Jaubert [Prancis] dengan 240 poin. Tempat kedua diduduki Aries Susanti Rahayu dengan 220 poin dan Elena Timofeeva [Rusia] dengan 169 poin.

Tim-Panjat-Indonesia-Berjaya-di-IFSC-World-Cup-Chongqing_news-(2)

Sementara itu, atlet putri Indonesia lainnya berada di peringkat empat yakni Agustina Sari dengan 151 poin, Rajiah Sallsabillah pada peringkat delapan dengan 115 poin, Puji Lestari di peringkat 9 [110 poin], Santi Wellyanti peringkat 12 [78], Nurul Iqomah peringkat 18 [42], disusul Fitriyani di peringkat 29 [16] dan Mudji Mulyani di peringkat 34 [6]. Pada nomor Speed World Record Putra, peringkat satu hingga tiga secara berurutan ditempati Dmitrii Timofeev dari Rusia dengan 187 poin, Aspar Jaelolo dari Indonesia dengan 161 poin, dan Bassa Mawem [Prancis] dengan 151 poin.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (6)

Peringkat empat diduduki Sabri dari Indonesia dengan 149 poin. Pemanjat putra Indonesia lainnya yakni Hinayah Muhammad menempati peringkat enam [132 poin]. Pangeran Septo Wibowo Siburian di peringkat 12 [83], disusul Veddriq Leonardo di peringkat 14 [69], Alfian Muhammad di peringkat 16 [61], Abudzar Yulianto di peringkat 23 [37], dan Rindi Sufriyanto di peringkat 25 [31].

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos            : dok. PP FPTI

IFSC merilis daftar peringkat Tim Panjat Tebing Dunia, dan Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama.

READ MORE

Tai’an, CHINA – eXtremeINA.com     Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia menurunkan 14 atlet terbaiknya dalam IFSC Climbing World Cup yang digelar di Tai’an China pada akhir pekan kemarin. Dalam ajang ini Timnas masih mendominasi lantaran sukses merebut tiga medali.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (7)

Ketangguhan Timnas Indonesia dalam IFSC Climbing World Cup di Tai’an, China ini ditunjukkan pada babak Final. Pada nomor Speed World Record Perorangan Putra, Indonesia menempatkan enam dari tujuh atlet yang bertanding. Sementara pada nomor Speed World Record Perorangan Putri, empat dari tujuh atlet yang berlaga sukses menembus ke babak Final.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (1)

Pada ajang ini Timnas Panjat Tebing Indonesia sukses meraih tiga medali, yang diantaranya dua medali perak masing-masing dipersembahkan oleh Sabri untuk nomor Speed World Record Perorangan Putra dan Agustina Sari untuk nomor Speed World Record Perorangan Putri. Sementara medali perunggu dipersembahkan oleh Aries Susanti Rahayu untuk nomor lomba Speed World Record Perorangan Putri.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (2)

Sebelum melaju ke babak Big Final, Sabri terlebih dahulu mengalahkan kompatriotnya Aspar Jaelolo dengan selilish waktu yang tipis 0,01 detik. Sabri mencatatkan waktu 5,70 detik sedang Aspar 5,71 detik. Sayang dalam partai puncak Sabri gagal mengalahkan Bassa Mawem [Prancis]. Sabri yang mencatatkan waktu 5,75 detik kalah cepat dengan Bassa yang mencatatkan waktu 5,68 detik. Bagi Sabri, raihan medali perak ini adalah yang terbaik sepanjang karirnya di panjat tebing.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (3)

Pada babak Big Final nomor Speed World Record Perorangan Putri, Agustina Sari harus mengakui kecepatan Anouck Jaubert [Prancis] yang mencatatkan waktu 7,62 detik, terpaut 0,12 detik dari catatan waktu Agustina sari yang hanya 7,74 detik. Meski demikian, capaian ini cukup membuat Agustina Sari semakin percaya diri menatap Asian Games bulan Agustus mendatang.

Tim Panjat Indonesia Raih 3 Medali di IFSC World Cup Tai’an 2018_news (6)

Dalam kesempatannya Aries Susanti Rahayu juga menyampaikan rasa kepercayaan diri yang tinggi untuk menghadapi Asian Games 2018 mendatang, rasa ini didapat atas hasil yang diraih dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China beberapa waktu yang lalu. Aries harus puas dengan medali perunggu setelah dua kali terpeleset pada babak small final maupun babak big final.

Text                 : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia meriah 3 medali pada IFSC World Cup Tai’an 2018.

READ MORE
<