eXtremeINA.com

Tag :France

JAKARTA – eXtremeINA.com    Salah satu atlet terbaik Aggressive Inline Skate Indonesia asal Bandung, Jawa Barat, Jessy Suryanegara akan kembali dipercaya oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan FISE World Series 2019 yang akan tersaji pada bulan Mei mendatang di Montpellier, Prancis.

Sejatinya tahun 2019 menjadi tahun ketiganya mengikuti kejuaraan olahraga ekstrem bertaraf Internasional di Montpellier, pada tahun 2018 yang lalu Jessy Suryanegara turun di kelas Amateur dan sukses meraih posisi ke 13. Untuk tahun 2019 ini dirinya telah menargetkan masuk 10 besar dan masih turun di kelas Amateur.

Dalam kesempatannya Jessy Suryanegara mengatakan, “Selama dua tahun mengikuti ajang FISE World Series Montpellier Perancis, saya makin mengerti apa yang harus saya lakukan untuk musim ketiga saya mengikuti FISE World Series di Montpellier, Prancis. Oleh karena itulah saya akan berusaha masuk dalam peringkat 10 besar.”

Untuk berjuang mewakili Indonesia dalam cabang olahraga Aggressive Inline Skate di ajang FISE World Series, Montpellier, Prancis, Jessy Suryanegara akan ditemai oleh salah satu bladder asal Bogor bernama Iwang. Mereka berdua akan bahu membahu meraih prestasi terbaik di salah satu kejuaraan olahraga ekstrem terbaik di Eropa.

Pada setiap tahunnya, KEMENPORA selalu memberangkatkan atlet-atlet terbaiknya dicabang olahraga Aggressive Inline Skate, BMX, dan juga Skateboard untuk mengikuti kejuaraan FISE World Series, di Montpellier, Prancis. Walaupun mereka di Indonesia ataupun Asia sudah masuk kedalam kelas Pro, nyatanya di ajang FISE World Series ini mereka masih berjuang di kelas Amateur. Hal ini disebabkan persaingan yang ketat, dan skill yang dimiliki peserta lain cukup diatas rata-rata.

FISE World Series yang tersaji di Montpellier, Prancis ini adalah salah satu kejuaraan olahraga ekstrem terbaik di Eropa yang mempertandingkan banyak cabang olahraga, seperti Aggressive Inline Skate, BMX, Skateboard, Downhill, Parkour, Wakeboarding, dan Scooter Freestyle. Semoga di tahun 2019 ini atlet-atlet olahraga ekstrem Indonesia mampu meraih prestasi di ajang tersebut.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Jessy Suryanegara

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Jessy Suryanegara akan kembali dipercaya mewakili Indonesia dalam FISE World Montpellier 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kota Paris resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi-event Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organizing Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada Kamis [21/02].

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Pada Olimpiade 2024, tuan rumah Paris mengusulkan 12 medali dapat diperebutkan dalam cabang olahraga Panjat Tebing. Ke 12 medali tersebut meliputi 6 medali untuk nomor Speed World Record Putra dan Putri, serta 6 medali untuk nomor lomba Combine yang akan mempertandingkan Lead dan Boulder Putra-Putri. Untuk format pertandingannya akan berisi kuota 16 putra dan 16 putri untuk Speed World Record, serta 20 putra dan 20 putri untuk Combine dan Bpulder.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Dengan begitu total kuota atlet yang akan bertanding sebanyak 72. Ini hanyalah wacana di awal, untuk nomor dan format pertandingan yang diusulkan masih menunggu persetujuan dari International Olympic Council [IOC].

Tanggapan positif dan rasa suka cita juga dilontarkan oleh Presiden International Federation Sport Climbing [IFSC] Marco Scolaris. Dirinya sangat mengapresiasi gelara Olimpiade 2024 Paris, yang telah mendukung olahraga Panjat Tebing untuk dipertandingkan dalam ajang olahraga terbesar di dunia.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

“Kami bangga dan sangat berterimakasih atas dimasukannya cabang olahraga Panjat Tebing kedalam pertandingkan sekelas Olimpiade. Ini adalah bentuk perhatian terhadap kinerja yang selama ini dilakukan oleh IFSC. Semoga kedepannya berjalan dengan lancer.”

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Sambutan meriah dan rasa bahagia juga hadir di kubu Indonesia, dalam kesempatannya Ketua II Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] Pristiawan Buntoro mengatakan, “Masuknya cabang olahraga Panjat Tebing di Kejuaraan Olimpiade 2024 Paris Perancis patut disyukuri. Ini adalah kesempatan besar bagi Indonesia untuk menaikan popularitasnya terhadap olahraga Panjat Tebing dikancah dunia, serta mendorong anak-anak muda untuk mulai menggeluti olahraga Panjat Tebing. Namun Sekarang adalah kesempatan di prakualifikasi, kita gunakan benar-benar untuk meningkatkan kemampuan atlet dan pembuat jalur di lead dan boulder.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. FPTI

Kota Paris resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi-event Olimpiade 2024.

READ MORE

Jakarta – eXtremeINA.com     Ajang balap World Supersport 300 (WSSP300) memasuki putaran pamungkas di musim balap 2018 ini. Rider Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro berharap dapat memperoleh pencapaian terbaik di Sirkuit de Nevers Magny-Cours, Prancis pada 28-30 September ini.

Sirkuit Magny-Cours merupakan salah satu sirkuit yang menjadi langganan gelaran World Superbike (WSBK). Pertama kali menjadi tuan rumah WSBK pada 1991, namun baru masuk kalender berkala sejak tahun 2003. Sirkuit ini terletak di bagian tengah negara Prancis atau sekitar 250km dari Paris.

Memiliki 17 tikungan dengan panjang total 4,412km, Magny-Cours dikenal sebagai sirkuit memiliki karakter berbeda dari kebanyakan sirkuit dalam kalender WSBK. Trek di sirkuit ini temasuk flat alias tidak ada kontur naik turun seperti Sirkuit Algarve Portimao yang baru ditaklukkan pebalap pada putaran sebelumnya. Namun, kondisi ini memberi tantangan unik bagi para rider.

Photo 2

“Sirkuit ini begitu flowing, mengalir,” ucap Ali Adriansyah.

Menurut pebalap Tim Pertamina Enduro Racing ini Magny-Cours juga membutuhkan setting sepeda motor yang tepat. “Harus teliti dalam menyeting sepeda motor,” tambah Ali Adriansyah.

Sirkuit ini terbilang sederhana tapi juga teknikal.  Artinya pebalap betul-betul harus dapat menguasai sepeda motor sesempurna mungkin. Trek lurusnya akan mendorong pebalap untuk memacu tunggangan mereka sekencang mungkin. tapi, beberapa tikungan patah harus membuat rider memperhitungkan titik pengereman yang tepat sembari menekan tuas rem sedalam mungkin.

Dengan keadaan seperti itu, rider juga harus memperhitungkan performa ban mereka dengan cermat. Ban yang dipaksa untuk melaju kencang akan membuat degradasi lebih cepat terjadi. Jika ban sudah terlalu aus, jangan harap pengendalian sepeda motor akan tetap sempurna.

Photo 1

“Biasanya roda depan akan bergetar di saat ban sudah aus,” ucap Ali Adriansyah.

Ban yang digunakan pada ajang WSSP300 hanya terdiri dua pilihan yaitu ban basah dan ban kering. Tidak seperti ban di MotoGP yang memiliki banyak ragam seperti ban soft, medium, asimetris atau hard. Dengan demikian rider WSSP300 harus mampu memaksimalkan ban yang ada sekaligus mampu meminimalisir tingkat degradasi.

Dengan tantangan seperti itu Ali Adriansyah berharap ia mendapat hasil yang baik di penutup musim balap 2018 ini.Hingga putaran ke tujuh di Portugal, Ali Adriansyah sudah mengumpulkan 6 poin dan berada di posisi 23 dari 40 pebalap.”Saya ingn sekali mendapatkan hasil yang baik untuk menutup tahun ini dengan indah dan memulai tahun depan dengan motivasi lebih,” ucapnya.

 

Text & Photos : Karyaku

 

Ali Adriansyah Berharap Hasil Terbaik di Putaran Terakhir WSSP300

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap Indonesia Sean Gelael meraih hasil positif pada hari pertama tes pramusim Formula  2 [F2] musim 2018 di Sirkuit Paul Ricard, Prancis pada Selasa [06/03] lalu.

Hasil-Positif-Sean-Gelael-di-Hari-Pertama-Tes-F2-2018_news-(2)

Pada hasil tes pra musim F 2 2018 tersebut, pebalap dari tim Pertamina Prema Theodore Racing ini sempat was-was akibat gearbox pada mobilnya rusak. Namun dengan kerja keras dan kehebatan para mekaniknya permasalahan tersebut dapat terselesaikan dengan sangat baik. Sesi latihan sendiri dilakukan pada pagi dan sore hari. Sean yang baru bergabung dengan tim Prema Racing di musim ini ingin sesegera mungkin merasakan sensasi mobil barunya untuk cepat beradaptasi.

Pada sesi tes di pagi hari, Sean hanya mampu mencatatkan waktu terbaiknya 2 menit 00,067 detik dengan total 23 lap. Seakan ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu lebih baik lagi, Sean memperbaiki catatan waktunya pada sesi tes di sore hari untuk torehan waktu 1 menit 43,844 detik dengan total 39 lap.

Hasil-Positif-Sean-Gelael-di-Hari-Pertama-Tes-F2-2018_news-(1)

Tes di Sirkuit Paul Ricard akan berlangsung sampai Kamis [08/03] ini. Setelah itu ada tes kedua di Sirkuit Sakhir, Bahrain, 21-23 Maret. Seri perdana F2 juga digelar pada 6-8 April dan musim ini berlangsung 12 seri balapan.

Posisi 10 Besar Hasil Tes Pagi

  1. Lando Norris [Carlin] 1:56,136
  2. Ralph Boschung [MP Motorsport] 1:57,037
  3. Sergio Sette Camara [Carlin] 1:57,299
  4. Alexander Albon [DAMS] 1:57,357
  5. Arjun Maini [Trident] 1:57,591
  6. Maximillian Gunther [BWT Arden] 1:57,742
  7. Roberto Merhi [MP Motorsport] 1:58,358
  8. Loius Deletraz [Charouz Racing System] 1:58,619
  9. Antonio Fuoco [Charouz Racing Team 1:58,780
  10. Santino Ferrucci [Trident] 1:58,899

Posisi 10 Besar Hasil Tes Sore

  1. Lando Norris [Carlin] 1:43,095
  2. Nyck de Vries [Pertamina Prema Theodore Racing] 1:43,282
  3. Sette Camara [Carlin] 1:43,401
  4. Luca Ghioto [Campos Vexaec Racing] 1:43,707
  5. George Russel [ART Grand Prix] 1:43,745
  6. Sean Gelael [Pertamina Prema Theodore Racing] 1:43,844
  7. Jack Aitken [ART Grand Prix] 1:44,115
  8. Nirei Fukuzumi [BWT Arden] 1:44,232
  9. Maximillian Gunther [BWT Arden] 1:44,277
  10. Oliver Rowland [DAMS] 1:44,345

Hasil-Positif-Sean-Gelael-di-Hari-Pertama-Tes-F2-2018_news-(3)

Text               : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Prema RacingBerbagai Sumber

Sesi latihan perdana, Sean Gelael mampu mendapatkan peringkat baik.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com                Pebalap muda Tanah Air, Ali Adriansyah Rusmiputro, menunjukkan daya juangnya yang tinggi dalam perlombaan World Supersport 300 [WSSP 300] putaran ke-8 yang digelar di Sirkuit Nevers Magny-Cours, Prancis pada Minggu [1/10] akhir pekan lalu. Ali Adriansyah yang memperkuat Pertamina Almeria Racing Team berhasil finis dengan melewati sedikitnya 14 pebalap yang turun di WSSP 300.

Berjuang Ekstra Keras, Ali Adriansyah Mampu Finish di WSSP 300 Perancis_news (1)

Adrian harus mengawali lomba dari urutan ke-35 karena sebelumnya di babak kualifikasi yang digelar pada Sabtu [30/9] kemarin, ia sempat mengalami kendala teknis. “Memang kemarin pada saat babak kualifikasi, cuaca di Magny-Cours hujan. Lantas saya terjatuh di tikungan ke-7, yaitu tikungan Nurburgring yang kemudian menyebabkan kondisi motor mengalami kerusakan sebesar 60 persen,” cerita Adrian.

Namun, dengan ketekunan dan kegigihannya, Adrian berhasil untuk tetap tampil maksimal dan positif dalam mencari celah untuk bisa meraup hasil baik di putaran Magny-Cours. “Satu hari terakhir ini, tim mekanik dengan sigap dan kerja keras segera membenahi motor saya yang sempat mengalami kerusakan cukup parah. Akhirnya dengan keadaan seperti ini, saya tetap berpikir positif dan memaksimalkan kinerja dari motor saya.”

Berjuang Ekstra Keras, Ali Adriansyah Mampu Finish di WSSP 300 Perancis_news (3)

Pada saat perlombaan WSSP 300, diketahui bahwa pihak penyelenggara tidak memperbolehkan adanya warm up lap, yang membuat para peserta harus langsung memulai perlombaan tanpa adanya sesi pemanasan. Adrian pun dengan cepat menyiasati hal ini dengan strategi-strategi matang yang telah direncanakan. “Baik David Garcia maupun Maturana tetap memberikan motivasinya kepada saya, yang membuat saya mampu melewati sedikitnya lima pebalap di lap-lap awal lomba. Dan kemudian langkah positif ini terus berlanjut sehingga saya kembali dapat melewati beberapa pebalap lagi yang pada akhirnya Alhamduillah bisa membuat saya finish di posisi ke-21 meski start dari urutan ke-35,” lanjut Adrian.

Untuk selanjutnya, Adrian mengaku ingin langsung fokus berlatih untuk menghadapi putaran terakhir WSSP 300 yang akan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol pada 22 Oktober mendatang. “Motivasi saya tetap tinggi, semangat saya tetap berkobar, dan tentunya harapan selalu ada. Insha Allah saya akan langsung berlatih keras untuk menghadapi putaran terakhir di Jerez dan menunjukkan kemampuan saya untuk bisa tampil semakin baik di ajang Internasional WSSP 300 ini. Terima kasih untuk dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat Indonesia yang membuat saya tetap memiliki semangat untuk tidak pantang menyerah,” pungkas Adrian.

Berjuang Ekstra Keras, Ali Adriansyah Mampu Finish di WSSP 300 Perancis_news (2)

Text & Photos : karyaKU / Pertamina Almeria Racing Team

Ali Adriansyah berhasil finis melewati 14 pebalap lainnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com       Dipastikan 245 surfer yang terdiri dari 47 negara akan tampil di ISA World Surfing Games 2017, dan dengan sangat bangga Biarritz, Prancis dinobatkan sebagai tuan rumah perhelatan kejuaraan surfing bertaraf International ini.

Indonesia Tidak Ikut Serta Dalam ISA World Games 2017_news (1)

Kejuaraan surfing yang akan digelar pada tanggal 20 hingga 28 Mei 2017 ini dibuka dengan upacara dan turun ke perairan di Grade Plage. Pembukaan serta upacara ini tidak hanya dihadiri oleh seluruh peserta saja, akan tetapi masyarakat dan penikmat Surfing di seluruh dunia juga turut serta dalam kegiatan ini.

Namun sangat disayangkan, jika notabennya negara Turki, Swedia, Israel, Italia, Maroko, Yunani, dan masih ada beberapa begara lainnya yang bukan penikmat surfing bisa mengirimkan atletnya untuk ikut serta dalam ISA World Surfing Games 2017, kenapa justru Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki banyak sekali surfer terbaik dan sudah diakui oleh dunia justru Indonesia tidak mengirimkan atletnya satu pun dalam ajang ini.

Indonesia Tidak Ikut Serta Dalam ISA World Games 2017_news (3)

Mungkin ketidak ikutsertaan Indonesia dalam kejuaraan surfing tingkat dunia ini kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Indonesia, dan olahraga Surfing di Indonesia pun masih dianggap sebelah mata. Sejatinya untuk pertama kali cabang olahraga surfing akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018 mendatang, dan sebagai tuan rumah Indonesia diprediksi akan mudah mendulang prestasi dalam cabang olahraga air ini. Dengan begitu setidaknya Pemerintah melihat ada potensi besar dalam sebuah prestasi jika atlet Indonesia dikirim untuk berlaga dalam ajang ISA World Surfing Games 2017.

Bisa dikatakan perkembangan surfing di Indonesia cukup berkembang, hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya Surfer muda yang potensial untuk meraih banyak prestasi di berbagai Kejuaraan. Selain itu Indonesia pun banyak memiliki spot surfing terbaik dunia, dengan begitu akan sangat mudah untuk para surfer muda Indonesia meningkatkan skill mereka. Namun sangat disayangkan, perkembangan ini tidak didukung oleh fasilitas yang menunjang dari pemerintah, dan sangat sulit untuk mendapatkan pengakuan dari Pemerintah bahwa Surfing Indonesia sudah mendunia, mulai dari atletnya serta berbagai spot surfing yang ada.

Indonesia Tidak Ikut Serta Dalam ISA World Games 2017_news (2)

#championship #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #Indonesia #ISA #ISAWorldGames2017 #news #surf #surfer #surfing #waves

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Dipastikan 245 surfer yang terdiri dari 47 negara akan tampil di ISA World Surfing Games 2017.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Melalui Bidang Olahraga Petualangan dan Tantangan, KEMENPORA akan kembali mengirimkan beberapa atlet olahraga ekstrem untuk mengikuti FISE World Series Montpellier 2017 di Prancis, yang salah satunya adalah cabang olahraga Aggressive Inline Skate.

eXINA-IASA Bladder Indonesia Akan Dapat Pengalaman Berharga di FISE World 2017_news (1)

Pada kesempatan kali ini KEMENPORA pun bekerja sama dengan Indonesia Aggressive Skate Association [IASA] untuk memilih bladder-bladder terbaik Indonesia untuk dikirm dalam Kejuaraan FISE World Series 2017 tersebut. Atas pertimbangan dan prestasi yang telah didapatnya IASA pun memilih Vandi Pratam atau yang akrab dipanggil Poni bladder asal Jakarta dan Jessy Suryanegara bladder asal Bandung untuk mewakili Indonesia dalam ajang ekstrem sport bertaraf International tersebut.

Keduanya dipilih berdasarkan peringkat tertinggi bladder Nasional dalam Kejuaraan Indonesia Open X-Sport Championship [IOXC] tahun 2016 di Serang. Sejatinya bladder yang akan diberangkatkan adalah Ferdy dan Poni, namun akibat kendala teknis Ferdy digantikan oleh Jessy. Bladder asal Bandung ini sangat mendominasi beberapa kejuaraan nasional Aggressive Inline Skate, berbagai prestasi pun kerap diraih hingga dirinya mampu dijajarkan sebagai bladder pro dengan skill terbaik.

eXINA-IASA Bladder Indonesia Akan Dapat Pengalaman Berharga di FISE World 2017_news (2)

Dalam kesempatannya Hilman selaku pengurus IASA mengatakan, “Jessy dan Poni sedang fokus mengikuti beberapa kejuaraan Aggressive Inline Skate tingkat Nasional, selain itu mereka juga disibukan dengan berbagai macam program latihan seperti meningkatkan fisik, karena di FISE banyak fly box maka mereka juga berlatih air trick, dan masih banyak program latihan lainnya”.

Dengan keikutsertaan Poni dan Jessy dalam ajang FISE World Series Montpellier Prancis 2017 akan membuat pengalaman berarti bagi kedua bladder Tanah Air ini, pasalnya ini adalah kali pertama mereka ikut serta dalam ajang tersebut. Tidak hanya pengalaman bertanding yang akan mereka dapatkan, teman-teman baru, atmosfer pertandingan, ilmu serta skill balder top dunia akan mereka dapatkan, selain itu kehadiran mereka dalam kejuaraan dunia nan berkelas semisal FISE World Series 2017 ini akan menaikan pamor Aggressive Inline Skate Indonesia di kancah dunia.

#aggressiveinline #FISEWorld2017 #FISEWorldMontpellier2017 #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #Indonesia #inlineskate #news #urban

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Dua bladder Indonesia akan diberangkatkan untuk mewakili Indonesia di FISE World Montpellier 2017.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Indonesia akan kembali mengirimkan atlet-atlet olahraga ekstrem terbaiknya untuk berlaga di Kejuaraan FISE World Montpellier, Prancis yang akan diselenggarakan pada tanggal 24–28 Mei 2017. Salah satunya adalah untuk cabang olahraga Aggressive Inline Skate yang akan diwakili oleh Jessy Suryanegara bladder asal Bandung.

Jessy Suryanegara Akan Wakili Indonesia di Ajang FISE World Montpellier 2017_news

Jika di tingkat Nasional nama Jessy Suryanegara sangat mendominasi untuk urusan olahraga Aggressive Inline Skate, karena berbagai prestasi yang diraihnya menjadikan dirinya salah satu Bladder terbaik Indonesia. Dengan keikutsertaannya di ajang FISE World Montpellier Prancis 2017 ini adalah benar-benar ujian yang berarti baginya, pasalnya ini adalah kejuaraan di luar negeri pertama yang diikutinya. Jessy bukanlah satu-satunya Bladder yang akan mewakili Indonesia di ajang FISE World Montpellier Prancis untuk cabang Aggressive Inline Skate, karena dia ajang berjuang bersama Vandi Pratama atau akrab yang dipanggil Poni.

Pada kejuaraan olahraga ekstrem bertaraf International ini Jessy menggantikan Ferdy yang berhalangan hadir, namun kemampuan yang dimiliki oleh Jessy membuat pengurus yakin bahwa dia mampu untuk mewakili Indonesia di ajang berkelas tersebut. Jessy yang akan turun di kelas Roller Slope Style telah menargetkan masuk final dalam ajang ini, walaupun Jessy belum mengetahui betul akan lawan-lawan yang dihadapinya namun dia yang lawan-lawanya akan sangat sulit untuk dikalahkan.

eXINA-Jessy Suryanegara Akan Wakili Indonesia di Ajang FISE World Montpellier 2017_news

Demi target yang akan dicapainya, berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh Jessy mulai dari latihan fisik, meningkatkan mental bertanding, melatih skill, dan lain sebagainya. Sebagai Kejuaraan olahraga ekstrem kelas dunia yang diikuti Jessy mengaku gugup, namuan dia akan tetap tampil se-maksimal mungkin untuk meraih prestasi diajang tersebut.

#aggressiveinline #FISEWorld2017 #FISEWorldMontpellier2017 #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #Indonesia #inlineskate #news #urban

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / dok. Jessy Suryanegara

Jessy Suryanegara, bladder asal Bandung akan mewakili Indonesia di FISE World Montpellier 2017.

READ MORE

Tim Indonesia Extreme Sports ikut menjadi peserta pada Kejuaraan FISE World Montpellier 2016, Prancis.

READ MORE

eXtremeINA.com bertemu dengan para rider BMX Indonesia di DC Shoes Indonesia Office dalam rangka persiapan menuju FISE World Series 2016.

READ MORE
<