eXtremeINA.com

Tag :Malaysia

MALAYSIA – eXtremeINA.com    Putaran ke 2 Malaysian Rally Championship 2018 (MRC) yang bertajuk Rally of Perlis 2018, kembali diikuti oleh pasangan Julian Johan & Recky Resanto, yang bernaung dibawah tim One Motorsports GT Radial Evalube Helios. Kejuaraan ini digelar di negara bagian Perlis pada tanggal 20 – 21 Oktober, dan diikuti oleh 31 peserta dari 4 negara di Asia.
IMG-20181022-WA0002-01
Ada yang berbeda pada putaran ini, dimana Jeje tidak menggunakan Proton Satria Neo seperti pada putaran sebelumnya. “Kali ini strategi tim memutuskan saya untuk menggunakan Proton Satria generasi pertama, dengan bertukar mobil dengan rekan tim lainnya.” ucap Recky. Hal tersebut dilakukan atas dasar karakter mobil yang lebih sesuai dengan trek, dan Jeje ditunjuk oleh tim sebagai salah satu pengumpul poin kejuaraan tim, pada Rally of Perlis 2018 ini.
Rally of Perlis merupakan salah satu rally paling ‘High Speed’ yang ada di Malaysia. Dengan geografis perkebunan tebu dan lintasan SS yang mampu digeber hingga diatas 180km/jam.
“Ini menjadi pengalaman baru bagi saya, cukup menegangkan memacu mobil hingga Speedometer diujung, dan diatas permukaan jalan yang minim traksi” tambah Jeje mengenai trek.
IMG-20181020-WA0013-01
Rally kali ini menyuguhkan 9 SS, dengan total jarak diatas 300km. Pada Leg 1 (Sabtu), dari 3 SS yang dijalani, Jeje & Recky berhasil berada di posisi ke 2 kelas P10 (1600cc Max). Diapit oleh perally Jepang Takeshi Azuma di posisi 1, dan Masafumi Sudou di posisi 3. Masuk ke Leg 2 (Minggu), Jeje sempat mengalami ‘Overshoot’ di SS 4, sehingga mobil keluar lintasan dan tersangkut ditengah ladang. “Memang saya terlalu kencang di salah satu tikungan. Dan begitu nyangkut, saya sempat pesimis bahwa perolehan hasil podium akan lepas.”, “Tapi kami langsung mencoba memasang tali strap dibelakang mobil. Beruntunglah salah satu rekan tim kami dengan sigap menarik keluar, sehingga kami langsung kembali menyelesaikan SS4.” ungkap Jeje.
 
Pada 5 SS yang tersisa, akhirnya Jeje & Recky memustuskan untuk tetap bermain semaksimal mungkin. Walaupun waktu merosot lebih dari 15 menit, keduanya mencoba untuk memperbaiki waktu di SS 5 hingga SS 9. Di akhir kejuaraan pun, Julian Johan & Recky berhasil mengumpulkan 1 jam 58 menit 38,559 detik. Hasil tersebut tanpa disangka mampu memposisikan mereka menjadi Juara ke 3 di kelas P10. Dibawah Abdul Kaathir di posisi 1, dan Masafumi Sudou di posisi 3.
Text & Photos : JJ

Julian Johan & Recky mampu memposisikan mereka menjadi juara ketiga

READ MORE

JAKARTA-eXtremeINA.com          Pereli Tanah Air, H. Rahmat atau yang lebih akrab disapa Ame, berhasil memenangi kejuaraan reli internasional bertajuk Rally of Perlis yang digelar di kawasan Uniciti Alam Sg. Chuchuh, Padang Besar, Perlis, Malaysia pada Sabtu (20/10) dan Minggu (21/10) akhir pekan kemarin. Ame yang didampingi oleh navigatornya Donny Wardono sukses mengalahkan pesaing-pesaingnya dengan perbedaan waktu cukup jauh, seperti Roduwan Rashid dan navigatornya Moh. Faizal Tuah selaku pereli Malaysia di posisi kedua yang memiliki selisih waktu dengan Ame sejauh 1 menit  7 detik serta Karamjit Singh dan navigatornya Musa Sherif selaku pereli asal India di tempat ketiga yang memiliki perbedaan waktu dengan Ame sejauh 1 menit 21 detik.

Photo 1

Ajang Rally of Perlis yang diikuti oleh sebanyak 31 peserta ini digelar sebanyak sembilan special stages (SS) yang dibagi ke dalam dua hari. Sepanjang perlombaan, para pereli menyusuri kawasan Ladang Gula MSM Chuping yang di mana lokasi tersebut menjadi ladang mata pencaharian penduduk setempat.

Ame yang bernaung di bawah tim MRU Sederhana Motorsports sempat mengalami kendala yang cukup berat di hari pertama. Meski sukses menjuarai dua SS awal, turbo mobilnya mengalami kerusakan. Ditambah lagi, tim tidak memiliki turbo cadangan untuk mengganti turbo yang rusak. Masalah ini membuat Ame dan tim di Malaysia melakukan komunikasi dengan beberapa orang di Indonesia, seperti Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat dan Loqy Siregar selaku Ketua Komisi Teknik Mobil IMI Pusat. Rifat menyatakan bahwa masalah yang dialami oleh Ame ada pada karakter mobilnya yang cenderung sulit dikendalikan, padahal lintasan di Perlis membutuhkan kecepatan yang tinggi.

Seusai perlombaan, Ame bercerita, “Tim MRU Sederhana Motorsports langsung bertindak cepat. Kami berkonsultasi dengan Rifat dan Loqy. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pengaturan ulang Electronic Control Unit (ECU) agar mobil bisa lebih stabil di kecepatan 70 km/jam ke atas.”

Di SS kelima dan SS keenam, Ame sempat berlomba tanpa menggunakan anti-lag system (ALS) dengan maksud untuk menjaga kondisi turbo agar bisa berfungsi maksimal di SS ketujuh, kedelapan, dan kesembilan. “Jadi bisa dibilang, di SS lima dan enam saya lebih berusaha untuk bermain aman,” cetus Ame.

Photo 3

Setelah dirasa aman oleh tim, akhirnya Ame kembali tampil dengan mengaktifkan ALS di tiga SS terakhir, yaitu SS ketujuh, kedelapan, dan kesembilan. Di tiga SS terakhir ini, bisa dikatakan Ame menampilkan permainan terbaiknya sehingga ia pun mampu menyelesaikan perlombaan dengan gelar juara umum.

“Alhamdulillah di tiga SS terakhir, masing-masing saya meraih posisi satu, satu, dan dua. Hasil ini pun cukup membawa saya meraih gelar juara umum di ajang Rally of Perlis ini. Terima kasih untuk dukungan dan bantuan tim MRU Sederhana Motorsports yang telah bekerja keras selama perlombaan berlangsung,” tutup Ame.

Kesuksesan Ame juga diikuti oleh pereli Indonesia lainnya yang juga berlaga di Rally of Perlis. Putra Rizky bersama navigatornya Rizky Fauzi—yang juga memperkuat MRU Sederhana Motorsports—berhasil meraih gelar juara pertama di kelas RC 5 dan juara pertama di kelas Novice serta Junior. Sedangkan Julian Johan bersama navigatornya Recky Resanto berhasil menempati podium ketiga di kelas P10.

Photo 2

Raihan para pereli perwakilan Indonesia ini kemudian disambut dengan sangat positif oleh Rifat. “Sungguh prestasi yang membanggakan bagi dunia reli Indonesia yang berhasil ditunjukkan oleh putra-putra bangsa. Saya mewakili IMI pun mengucapkan terima kasih untuk usaha dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para pereli kita yang senantiasa unjuk gigi di ajang bertaraf internasional seperti reli Malaysia ini,” pungkas Rifat.

 

Text&Photos : IMI

Ame berhasil memenangi kejuaraan reli internasional bertajuk Rally of Perlis

READ MORE

JOHOR – eXtremeINA.com   Kejuaraan International Rally of Johor 2018 [IROJ] yang baru saja digelar di Johor Bahru Malaysia pekan lalu [20-22/7], membuahkan hasil manis bagi perally muda asal Indonesia Julian Johan [Jeje]. IROJ 2018 yang merupakan putaran 1 dari Malaysian Rally Championship & putaran 3 dari Asia Pacific Rally Championship ini, menjadi debut ‘Go International’ bagi Julian Johan dari One Motorsports GT Radial Evalube Helios. Dengan total jarak tempuh mencapai 600km, menjadikan IROJ 2018 sebagai salah satu rally terpanjang di Asia Tenggara.

IMG-20180721-WA0097-01
Sebagai debut awal, Jeje menargetkan untuk dapat mencapai finish dari total 12 SS yang ada. “Ini menjadi rally terberat yang pernah saya ikuti. Jika di Indonesia jarak 1 SS maksimal 15km, kalau disini bisa mencapai 30km. Jadi yang terpenting bisa finish terlebih dahulu.”
Diluar tantangan jarak tempuh SS dan juga medan yang bervariatif,  Jeje juga harus beradaptasi menggunakan kendaraan Sedan Hatchback. Jeje yang dikenal selama ini sebagai pembalap spesialis kendaraan 4×4 / Jip, kali ini harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat dibalik kendaraan Proton Satria Neo yang ia besut.
Julian Johan yang berpasangan dengan Co-Driver Recky Resanto, menjadikan hari pertama [Leg 1] sebagai fase untuk belajar dan beradaptasi dengan trek serta kendaraan. “Ternyata tantangan baru sempat bertambah, Pacenote yang saya bacakan sempat tidak sesuai dengan keadaan jalan. Sehingga Jeje tidak bisa memacu maksimal kendaraan.” ujar Recky. Kendati demikian, mereka tetap mampu mencapai finish di 6 SS yang ada di hari Sabtu. Dengan total jarak sekitar 310km di Leg 1, hal tersebut dirasa lebih dari cukup untuk mempelajari trek serta menyatukan diri dengan Proton Satria Neo tersebut.
IMG-20180721-WA0053-01
Memasuki hari kedua [Leg 2], Jeje dan Recky mencoba untuk lebih memantapkan lagi laju mereka. “Target kami memang finish terlebih dahulu, tapi kami ingin mencoba untuk mengejar pesaing kami diatas, yaitu Takeshi Azuma dari Jepang.” ucap Jeje.
Namun nampaknya setelah memasuki 3 SS terakhir, mereka lebih memilih untuk bermain aman dan mengamankan posisi mereka di peringkat 3 kelas P10 [1600cc]. “Sebenarnya disini ujian terberat saya, mengambil keputusan untuk lebih all out mengejar yang diatas tapi beresiko besar, atau bermain aman dan konsisten sambil menjaga emosi.”
IMG-20180720-WA0021
Setelah menuntaskan 12 SS di IROJ 2018, mereka akhirnya berhasil mencapai target finish, dan tanpa adanya kendala pada Proton Satria Neo yang mereka gunakan. Julian Johan & Recky mampu menyabet juara ke 3 kelas P10, dan juara ke 2 kategori Junior Cup.
Dengan berakhirnya IROJ 2018, Jeje akan segera fokus untuk mempersiapkan diri menjelang Rally of Perak 2018 pada bulan September mendatang.
Photos : IROJ 2018 & Ghifari N.

Debut Rally Internasional, Julian Johan Kibarkan Merah Putih

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Pereli Tanah Air, H. Rahmat dengan navigatornya Donny Wardono, berhasil memenangkan Kejuaraan Rally Malaysia bertajuk International Rally of Johor 2018 yang digelar selama dua hari penuh, Sabtu [21/7] dan Minggu [22/7], di kawasan perkebunan Tai Tak, Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia. Total catatan waktu yang ditempuh oleh Rahmat dengan Donny selama dua hari, yaitu 3 jam 46 menit 12,107 detik. Ia meninggalkan Satoru Ito dengan navigatornya Sean Gregory dari Jepang dengan selisih waktu 4 menit 21 detik.

Photo 4

Rahmat atau yang akrab disapa Ame menjalani perlombaan di hari kedua dengan penuh tantangan. Beberapa pesaing seperti Satoru, Haji Suhaimi Nasro Ali dengan navigatornya Aswad Kamil Abdol Mulop [Malaysia], Moh. Shazmie Moh Illias dengan navigatornya Magendran Arunasalam [Malaysia], serta Moh Henzee Hamzah dengan navigatornya Nuramirul Syamim Khalid [Malaysia] tampil lebih maksimal yang membuat Ame harus lebih disiplin dalam mengemudi untuk mempertahankan posisinya.

Dalam lima special stage [SS] pertama di hari kedua, Ame tampil begitu konsisten, dengan terus beradu waktu dengan Haji Suhaimi dan Moh. Shazmie. Memasuki SS 12 atau SS terakhir, Ame kehilangan waktu terbaiknya dengan finis di posisi sembilan. Namun hasil itu tetap berhasil membawa Ame mengibarkan bendera merah putih di garis akhir.

Selain Ame, beberapa pereli Tanah Air lainnya juga sukses berdiri di atas podium. Putra Rizky yang merupakan pereli muda yang didampingi oleh navigator senior yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Sprint Rally IMI Pusat, Hervian Soejono, berhasil menjadi juara satu di kelas RC5 dan juara 1 kategori novice dan junior. Sementara Roby Gusman Harahap dengan navigatornya H. Rizky Fauzi sukses menjuarai kelas P10, diikuti oleh pereli Indonesia lainnya, Julian Johan dengan navigatornya Recky Resanto yang berdiri di podium ketiga kelas yang sama.

Photo 3

Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally Ikatan Motor Indonesia [IMI] Pusat, menyampaikan apresiasinya terhadap Ame dan beberapa pereli Tanah Air lainnya yang juga sukses menempati podium. “Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa untuk Ame karena bisa dibilang merupakan ajang reli internasional pertama yang diikutinya. Saya mewakili IMI merasa bangga dengan hasil yang diraih karena komisi rally IMI memiliki target untuk terus memberikan bimbingan kepada mereka di hari-hari mendatang,” ungkap Rifat.

Komitmen juga ditunjukkan oleh Hervian atau yang akrab disapa Ian yang telah memberikan bimbingan sepenuhnya kepada Putra sebagai pereli muda untuk bisa mencapai garis finis dengan hasil yang diharapkan. Rifat menambahkan, “Evolusi yang terjadi di dunia rally, secara khusus di kawasan Asia-Pasifik kembali bergairah dan memiliki masa depan lebih baik lagi, karena setelah ini akan dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak.”

Rapat tersebut akan mempertemukan semua ASN di masing-masing negara Asia-Pasifik untuk merumuskan suatu gagasan atau keputusan terkait kendaraan-kendaraan apa saja yang dapat berlomba di kejuaraan reli.

Photo 2

Terakhir, Rifat berharap agar momentum luar biasa seperti International Rally of Johor 2018 dapat berlangsung dengan baik di putaran-putaran berikutnya sambil hubungan bilateral kedua negara antara Indonesia-Malaysia tetap terjalin dengan baik. “Saya berharap agar pembicaraan antar dua negara ini bisa berlangsung setiap aat, karena kami ingin adanya pertukaran pereli yang terjadi seperti ini. Bukan hanya pereli Indonesia yang tampil di Malaysia, namun juga pereli Malaysia dapat juga tampil di kejuaraan reli Indonesia,” pungkas Rifat.

Text & Photos      : IMI

H. Rahmat mengkibarkan Merah Putih pada kejuaraan reli Malaysia 2018.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Akhir pekan ini akan menjadi debut Julian Johan pada kejuaraan Rally tingkat internasional. Julian Johan yang didampingi Co Driver Recky Resanto akan segera bertolak ke Malaysia untuk mengikuti International Rally of Johor 2018 [IROJ] [20-22/7].

Julian-Johan-Akan-Berlaga-dalam-International-Rally-of-Johor_news-(1)

Kejuaraan ini merupakan putaran pertama dari Malaysian Rally Championship, dan putaran ketiga dari Asia Pacific Rally Championship. Diperkirakan sekitar 30 peserta dari berbagai macam negara di Asia Pasifik akan segera mengikuti kejuaraan Rally yang menempuh jarak SS diatas 250km ini.

Julian-Johan-Akan-Berlaga-dalam-International-Rally-of-Johor_news-(4)

Julian Johan & Recky Resanto yang akan mewakili Indonesia akan berada didalam tim One Motorsports GT Radial Evalube Helios. Keduanya akan membesut kendaraan Proton Satria Neo, dan turun dikelas P10 [2WD]. Jelang IROJ 2018, Jeje telah melakukan sesi latihan di Sepang, Malaysia, guna beradaptasi dengan Proton Satria Neo yang ia beri nama ‘Neowolf’. “Akan menjadi tantangan tersendiri untuk belajar mengendalikan mobil sedan. Karena selama ini saya balap menggunakan jip. Tentu cara menyetirnya sangat berbeda, tetapi menyenangkan.” ujar Jeje.

Seperti diberitakan sebelumnya saat Press Conference diadakan di J-Sky Ferris Wheel, Jeje mengungkapkan bahwa partisipasinya di kejuaraan ini sebagai langkah realistis untuk memulai balap dikancah internasional. “Menurut saya rangkaian kejuaraan Rally di Malaysia ini bisa menjadi langkah pertama untuk ‘go international’. Walaupun tidak jauh dari Indonesia, tapi banyak peserta dari negara lain yang ikut.” tambah Jeje.

Julian-Johan-Akan-Berlaga-dalam-International-Rally-of-Johor_news-(2)

Mengenai target, Julian Johan mengaku lebih memfokuskan diri untuk menyatu dengan kendaraan, dan finish dengan lancar di semua SS. “Sejujurnya saya tidak ada beban. Rasanya seperti belajar dari nol lagi. Inilah perdana saya Rally menggunakan kendaraan sedan.”

Julian-Johan-Akan-Berlaga-dalam-International-Rally-of-Johor_news-(3)

Jeje & Recky direncanakan akan mengikuti seri Rally ini selama 1 musim penuh. Setelah IROJ 2018, Jeje & Recky akan langsung bersiap untuk mengikuti putaran berikutnya di Rally of Perak pada bulan September.

Text                : Abbey & Rigby

Photos           : Adrenaline Impact

Persiapan Julian Johan Jelang Debut Rally Internasional.

READ MORE

Sepang, MALAYSIA – eXtremeINA.com     Pegokar muda Tanah Air, Prassetyo Hardja, kembali sukses membawa bendera merah putih berkibar di ajang X30 Southeast Asia 2018 putaran 4 yang digelar di Sirkuit Internasional Karting Sepang pada Sabtu [30/6] dan Minggu [1/7] akhir pekan kemarin.

Prassetyo-Hardja-Naik-Podium-Kedua-di-X30-Southeast-Asia-2018_news-(3)

Prass yang tampil di kelas Senior, menempati podium kedua, diikuti oleh beberapa pegokar mancanegara, seperti Takenharu Nakamori dan Masato Okada dari Jepang yang masing-masing berada di podium ketiga dan urutan keempat.

Set up gokar terus dilakukan oleh Prass dan tim mekaniknya. Bahkan sesi latihan bebas yang dilakukan pada Sabtu pagi pun digunakan Prass untuk mencoba set up gokar yang paling tepat untuknya. Hasilnya Prass menempati peringkat keenam pada sesi latihan bebas. Namun hasil ini tidak bertahan lama, memasuki sesi kualifikasi, Prass yang berangkat dengan rasa percaya diri penuh, ditambah dengan strategi dan set up gokar yang tepat, langsung mampu menduduki posisi pertama.

Perlombaan yang dilakoni di hari Minggu, terdiri dari empat sesi, yaitu Heat 1, Heat 2, Pre Final, dan Final. Di Heat 1 dan Heat 2, Prass menunjukkan dominasinya dengan bermain taktis dan cermat. Ia mampu mengalahkan Alex Brown asal Filipina di posisi kedua dengan perbedaan waktu antar keduanya yang cenderung tipis.

Memasuki babak Pre Final dan Final, rival-rival Prass tampil memberikan perlawanan yang sangat ketat. Prass, beberapa kali harus berduel dengan Brown. Pada babak Pre Final dan Final, Prass akhirnya berhasil menempati podium kedua setelah  beberapa kali berusaha melakukan overtaketerhadap Brown yang finis di posisi pertama.

Prassetyo-Hardja-Naik-Podium-Kedua-di-X30-Southeast-Asia-2018_news-(2)

Di akhir perlombaan, Prass bercerita. Ia mengatakan, “Saya teringat bagaimana kegagalan yang terjadi di putaran ketiga ketika saya mendapat hasil yang kurang baik saat itu. Hal ini memang kerap terjadi di setiap balapan, yaitu bisa menang dan bisa saja kalah. Ketika kalah, keadaan seperti itu harus tetap menjadi motivasi bagaimana untuk bisa segera memperbaikinya dan bisa kembali ke performa terbaik.”

Ia menambahkan, “Perlombaan kali ini merupakan kebangkitan dan saya tetap harus berusaha tampil maksimal ke depannya untuk bisa mengumpulkan poin-poin besar demi menggantikan poin yang sempat tertinggal di putaran sebelumnya.”

Prass pun juga tak lupa memberikan semangat bagi anak-anak muda Indonesia lainnya. “Pesan saya untuk teman-teman di Indonesia yaitu adalah agar tidak mudah pantang menyerah jika sudah sempat tertinggal. Karena kita masih bisa untuk terus mendorong diri kita sendiri untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” pungkas Prass.

Prassetyo-Hardja-Naik-Podium-Kedua-di-X30-Southeast-Asia-2018_news-(1)

Text & Photos : karyaKU / X30 Southeast Asia 2018

Prassetyo Hardja kembali sukses membawa bendera merah putih berkibar dengan tempati podium kedua.

READ MORE

Sepang, MALAYSIA – eXtremeINA.com      Pegokar berbakat Indonesia, Prassetyo Hardja, tampil penuh semangat dengan merebut dua podium sekaligus, yakni kelas Super Shifter dan Senior, saat berlaga di ajang X30 Southeast Asia 2018 putaran 2 yang digelar di Sepang International Kart Circuit pada Sabtu dan Minggu [28-29/4].

Prassetyo-Hardja-Rebut-Dua-Podium-di-Ajang-X30-Asia-Tenggara_news-(1)

Di kelas Super Shifter, pemuda yang akrab disapa Prass ini berhasil keluar sebagai juara satu mengalahkan rival-rivalnya yang berasal dari mancanegara, seperti Eshan Pieris [Sri Lanka] di posisi kedua dan Ong Chee Mang [Malaysia] di tempat ketiga. Sementara di kelas Senior, Prass mampu menduduki podium ketiga.

Raihan ini tentu saja disambut baik oleh Prass yang telah mengerahkan seluruh energinya demi menorehkan hasil terbaik untuk Indonesia di kancah internasional. “Saya bersyukur untuk hasil balap hari ini, di mana dua podium berhasil saya raih. Prosesnya pun cukup berat dan cukup melelahkan. Namun dengan hasil yang didapat, saya rasa kerja keras ini telah terbayar lunas,” cerita Prass usai perlombaan.

Prassetyo-Hardja-Rebut-Dua-Podium-di-Ajang-X30-Asia-Tenggara_news-(3)

Super Shifter sendiri merupakan kelas di mana gokar yang digunakan memakai gear box dan terdapat tuas persnelingnya—berbeda dengan kelas Senior yang bertransmisi otomatis. Menurut Prass, di kelas Super Shifter ini ia harus lebih fokus dan berkonsentrasi. “Beberapa waktu jelang perlombaan saya berlatih fisik cukup ketat karena di putaran ini saya ikut kelas Super Shifter yang dari spesifikasi gokar cukup berbeda dari kelas Senior. Di Super Shifter saya harus lebih menahan efek G Force, jadi tentu saja memengaruhi ketahanan tubuh.”

Sementara saat bertarung di kelas Senior, Prass harus berhadapan dengan beberapa lawan tangguh yang cukup memberikan perlawanan sengit. Mereka adalah Dick Yu dan Royce Yu dari Hongkong, serta Masato Okada dan Takeharu Nakamori dari Jepang. Prass menambahkan, “Kelas Senior persaingannya sangat ketat, terdapat banyak perlawanan terutama di tikungan-tikungan. Hal inilah yang menyebabkan banyak proses salip menyalip terjadi. Namun saya selalu berusaha untuk tetap berada di barisan terdepan dan saya bersyukur karena di kelas ini bisa menempati peringkat ketiga.”

Prassetyo-Hardja-Rebut-Dua-Podium-di-Ajang-X30-Asia-Tenggara_news-(2)

Hasil Prass di balapan kali ini kembali menambah daftar kesuksesannya meraih podium pertama di sepanjang tahun 2018 menjadi lima kali. Pebalap yang menuntut ilmu di SMA Kesatuan Bogor ini sebelumnya keluar sebagai juara 1 di ajang X30 Asia Cup 2018 yang digelar di Sri Lanka, juara satu di ajang Rok Cup Asia 2018 putaran 1 yang digelar di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, juara satu di ajang Rotax Asia Max Challenge di Malaysia, serta juara 1 X30 Southeast Asia putaran 1 yang digelar di Singapura awal April silam.

Text & Photos : karyaKU X30 Asia Tenggara

Prassetyo Hardja rebut dua podium di ajang X30 Asia Tenggara.

READ MORE

SEPANG – eXtremeINA.com     Salah satu pegokar potensial Tanah Air, Prassetyo Hardja berhasil meraih podium kedua di ajang balap gokar bertaraf internasional, Rotax Asia Max Challenge 2018 putaran 2 yang digelar di Sepang International Kart Circuit, Malaysia pada Minggu [15/4] siang.

Prassetyo-Hardja-kembali-Berjaya-di-Rotax-Asia-Max-Challenge-2018-Putaran-2_news-(2)

Tak mudah bagi pemuda yang akrab disapa Prass saat melakoni laga di putaran kedua. Prass turun masih menggunakan mesin lama dikarenakan tidak adanya spare part bagi mesin barunya. Ia juga sempat mengalami beberapa kendala di babak heat 2 dan pre final, terutama pada bagian sasis dan mesin gokar yang digunakan. Hasilnya, di heat 2 dan pre final, masing-masing Prass harus puas menduduki posisi kelima dan keempat. “Heat 2 dan pre final adalah saat-saat yang cukup berat bagi saya dan tim karena ada masalah pada bagian gokar,” cerita Prass yang saat ini mengenyam pendidikan di SMU Kesatuan Bogor.

Apa yang diperoleh Prass di heat 2 dan pre final tak membuatnya lantas putus asa. Waktu senggang selama kurang lebih dua jam sebelum babak final dimulai, digunakan dengan sangat baik oleh Prass dan tim dalam membenahi gokar yang digunakan agar mendapatkan pengaturan yang diinginkan. “Usai menjalani pre final, kami cukup berpikir keras untuk menyusun strategi yang tepat agar tetap bisa tampil kompetitif dan menorehkan hasil yang baik saat babak final. Saya juga yakin kalau permasalahan ini masih bisa diselesaikan dengan waktu yang masih ada,” lanjut Prass.

Prassetyo-Hardja-kembali-Berjaya-di-Rotax-Asia-Max-Challenge-2018-Putaran-2_news-(1)

Usaha dan kerja keras pun membuahkan hasil yang baik. Prass berhasil meraih podium kedua di putaran kedua ini. Bagi Prass ini adalah pertarungan yang berat, namun hasil yang didapat sangat pantas dan sesuai dengan yang diinginkan. Prass menambahkan, “Posisi kedua menurut saya adalah hasil yang baik, cukup memuaskan, dan dapat diterima. Mengingat perjalanan tidak mulus. Namun saya bersyukur karena pada akhirnya tetap meraih posisi kedua. Saya berjanji akan bekerja lebih keras untuk menghadapi putaran-putaran selanjutnya.”

Usai menjalani Rotax Asia Max Challenge 2018 putaran 2, Prass selanjutnya akan mengikuti ajang X30 Southeast Asia 2018 putaran 2 yang juga akan digelar di Sepang International Kart Circuit pada 28 dan 29 April mendatang. “Saya akan segera bersiap untuk X30 akhir bulan ini. Laga ini cukup memberikan banyak pelajaran bagi saya ke depannya untuk tetap semangat, berusaha, dan bekerja keras untuk mencapai hasil yang maksimal,” pungkas Prass.

Text & Photos : karyaKU / Rotax Asia Max Challenge 2018

Usaha dan kerja keras membuahkan hasil yang baik, Prass berhasil meraih podium kedua di putaran kedua ini.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pegokar muda Indonesia, Prassetyo Hardja berhasil menjadi Juara Pertama Kelas DD2 pada Kejuaraan Rotax Asia Max Challenge Putaran 1, yang berlangsung di Sepang International Kart Circuit, Malaysia akhir pekan kemarin. Di babak final, Prass berhasil melewati garis finish dengan catatan waktu 16 Menit 51,126 detik, terdepan di antara 20 pegokar lainnya.

Rotax Asia Max Challenge Putaran 1, Prassetyo Hardja Naik Podium_news (2)

Sejak sesi latihan bebas di hari Sabtu, Prass selalu berada di posisi 4 besar, posisi 4 di sesi pertama dan posisi 1 di sesi kedua. Setelah itu, secara konsisten Prass terus berada di posisi 4 besar baik di Heat 1 maupun Heat 2. Saat Heat 2 berlangsung, hujan deras sempat membasahi lintasan, sehingga para pegokar diminta untuk berhenti. Saat akan dimulai lagi, accu gokar Prass tidak mau menyala, akibatnya Prass harus start terakhir. Tetapi berkat fighting spirit dan konsistensinya, Prass tetap dapat menyelesaikan Heat 2 ini di posisi 4.

Di hari Minggu pagi, di sesi warm up, catatan waktu terbaik Prass dalam satu lap hanya 51, 024 detik, sehingga dia tercecer di urutan 12. Saat sesi warm up ini lobang baut roda gokar Prass rusak. Beruntung Prass bisa merasakan ada yang tidak beres dengan gokarnya. “Saya merasa bahwa ada yang tidak enak saat sesiwarm up,” kata Prass. “Setelah dicek ternyata lubang bautnya rusak, mungkin sebenarnya sudah mulai rusak saat heat 2 sehari sebelumnya.” Setelah dilakukan perbaikan, di sesi Pre Final Prass bisa lebih memacu gokarnya untuk dapat kembali bercokol di posisi 2.

Rotax Asia Max Challenge Putaran 1, Prassetyo Hardja Naik Podium_news (3)

Di babak final, persaingan ketat terjadi, khususnya antara Prass dan Senna Noor. Di awal perlombaan Senna terus memimpin, walaupun dengan selisih jarak yang sangat tipis. “Pertarungan di babak final tadi berat sekali. Selepas Start Senna berada di depan saya, dan dia sangat gigih bertahan, blocknya sangat rapih, sehingga sulit bagi saya bisa menyusulnya,” ungkap Prass. Tetapi kemudian Prass memperoleh kesempatan menyusul dan terus bertahan di depan sampai melewati garis finish. “Menjelang akhir balapan, di lap 17, saya melihat kesempatan menyusul di tikungan kedua dari terakhir. Bisa dibilang mustahil untuk menyusul di titik itu, saya sudah membuntuti dia empat kali tapi tidak berhasil, tetapi di saat yang tepat, saya melihat celah, langsung saya manfaatkan dan berhasil menyusul.” Prass finish lebih cepat 4,255 detik di depan Senna yang berada di posisi kedua, dan di posisi ketiga ada Ariff Amran dengan catatan waktu 16 Menit 55,933 detik.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada saya sehingga saya bisa menjadi juara di sini. Semoga dalam putaran-putaran selanjutnya saya kembali bisa meraih hasil yang baik sekaligus bisa membawa nama baik Indonesia dalam cabang olah raga gokar.” kata Prass. Selanjutnya, Prass akan kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan dirinya menghadapi tantangan berikut di Kejuaraan X30 South East Asia 2018 Putaran Pertama, yang akan berlangsung pada tanggal 31 Maret – 1 April 2018 di KF1 Karting Circuit, Singapura.

Rotax Asia Max Challenge Putaran 1, Prassetyo Hardja Naik Podium_news (1)

Text & Photos : karyaKU

Pegokar Prassetyo Hardja menjuarai Rotax Asia Max Challenge Putaran 1

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pegokar muda Indonesia, Prassetyo Hardja sudah tidak sabar untuk kembali bertarung di ajang Rotax Asia Max Challenge yang putaran pertamanya akan berlangsung akhir pekan ini, 17-18 Maret, di Sepang International Kart Circuit Malaysia. Pada tahun 2017, Prassetyo yang lebih akrab disapa Prass ini, merupakan Juara Pertama Rotax Asia Max Challenge di Kelas DD2 Senior. Di tahun ini, Prass akan berusaha keras untuk dapat mengulangi pencapaiannya di tahun lalu.

Prassetyo-Hardja-Ingin-Buktikan-Diri-di-Rotax-Asia-Max-Challenge-2018_news (1)

Prass sudah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi persaingan di tahun ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan chasis baru untuk gokarnya. “Untuk di kejuaraan Rotax Asia ini saya akan memakai chasis dari Parolin,” tutur Prass. Berbasis di Italia, dan didirikan oleh Albino Parolin pada tahun 1994, saat ini chasis Parolin sudah dikenal sebagai salah satu yang terbaik di ajang gokar. Namun persiapan Prass agak terganggu, karena mesin baru untuk gokarnya belum ia peroleh, jadi sampai saat ini dia masih menggunakan mesin cadangan. “Saya berharap untuk dapat menggunakan mesin yang baru, tetapi sampai saat ini mesinnya belum datang. Mengingat waktu yang semakin dekat, saya akan mempersiapkan mesin cadangan saya, dan tetap fight maksimal untuk hasil yang terbaik.” jelas Prass.

Di putaran pertama ini, Prass akan bertarung kembali di kelas DD2 senior, dia akan bertarung melawan 19 pegokar lainnya yang berasal dari berbagai negara, seperti Taiwan, Philipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Untuk sirkuitnya sendiri, Prass dan para pesaingnya akan melewati lintasan aspal sepanjang 1,247 km, lebar 10 meter dengan 11 tikungan menantang. “Menurut saya pertarungan akan semakin sengit,” kata Prass, “Semua lawan pasti juga ingin jadi juara. Tahun lalu saja, antara saya sebagai juara dan runner up, poin di akhir musim hanya berbeda 2 angka. Oleh karena itu saya mohon dukungan supaya bisa mengibarkan bendera Merah Putih di sana.”

Tahun ini Rotax Asia Max Challenge akan dilaksanakan sebanyak 6 putaran, yaitu:

  1. 17-18 Maret 2018 | SEPANG
  2. 14-15 April 2018 | SEPANG
  3. 5-6 May 2018 | ELITE
  4. 14-15 Juli 2018 | ELITE
  5. 18-19 Agustus 2018 | PEKAN
  6. 22-23 September 2018 | SHAH ALAM

Selain mengikuti Rotax Max Asia Challenge, Prassetyo Hardja di tahun ini juga akan mengikuti X30 South East Asia 2018 yang putaran pertamanya akan dilakukan pada tanggal 31 Maret – 1 April 2018 di Singapura.

Text & Photos : karyaKU

Prassetyo Hardja sudah tidak sabar berlaga di Rotax Asia Max Challenge 2018.

READ MORE
<