eXtremeINA.com

Tag :News

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan balap motorsport khususnya roda empat di Indonesia kian hari kian berkembang pesat. Beberapa hal yang membuktikannya adalah hadirnya pebalap baru di berbagai kejuaraan mulai dari tingkat daerah hingga kejurnas, semakin banyaknya pebalap muda yang potensial untuk meraih banyak prestasi di kemudian hari, semakin banyaknya kejuaraan balap yang merata di penjuru Tanah Air, semakin banyaknya sirkuit baru, dan pastinya masih banyak hal yang menggambarkan perkembangan balap roda empat secara positif di Indonesia.

eXINA-sprint-rally-ilustrasi-(2)

Salah satu bentuk kepedulian promotor untuk memajukan kejuaraan balap khususnya di sprint rally dan speed rally adalah menggelar kejuaraan tingkat daerah. Tujuan dibuatnya event kejurda ini adalah, untuk meningkatkan skill dan mental seorang pebalap pemula dalam sebuah kejuaraan yang lebih profesional, meningkatkan prestasi seorang pebalap, dan pebalap dapat mempersiapkan diri sebelum mengikuti kejuaraan Nasional ataupun Internasional.

eXINA-sprint-rally-ilustrasi-(4)

Pada era mas ’80-an hingga ’90-an, terdapat tiga provinsi yang sangat konsisten menggarap pembinaan sprint rally untuk para pebalap internalnya seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan juga Jawa Timur. Salah satu hal yang patut dicatat adalah, jangan pernah melupakan jerih payah penggiat senior balap di Indonesia untuk memajukan olahraga otomotif ini. Hal semacam ini patut dijaga kelestariannya dan dikembangkan lebih baik lagi guna menghadirkan seorang pebalap yang hebat nantinya.

eXINA-sprint-rally-ilustrasi-(3)

Jangan malu untuk memulai dan melakukan seperti pendahulu-pendahulu yang menjadikan kita pereli aktif saat ini.  Regulasi safety IMI harus dikedepankan namun gulirkan kepada banyak promotor daerah untuk mengemasnya secara khusus sesuai kebutuhan pembinaan di daerahnya masing-masing.  Yogyakarta salah satunya, telah beberapa kali menggelar sprint rally dengan menarik animo lokal dan komunitas yang begitu banyak.  Pantas dicontoh di era saat ini.

eXINA-sprint-rally-ilustrasi-(1)

Text & Photos          : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Kejuaraan daerah sprint rally diadakan sebagai sarana pembina pebalap.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sebagai tuan rumah Asian Games 2018 mendatang, Pemerintah Indonesia disibukkan dengan berbagai kesiapan demi menghadirkan sebuah kejuaraan olahraga yang sukses. Salah satunya adalah menyiapkan venue untuk cabang olahraga yang dipertandingkan.

Proses Pembangunan Venue Jet Ski dan Layar Asian Games 2018_news (2)

Contohnya adalah venue cabang olahraga Layar dan Jet Ski yang tengah dibangun di kawasan Ancol Jakarta. Pembangunan venue olahraga untuk Asian Games 2018 perahu layar disetujui di Asahimas, daerah Ancol Barat, sedangkan venue jet ski akan dibangun di Pantai Indah Ancol yang berlokasi di belakang Hotel Mercure. Pemilihan dua lokasi pembangunan venue olahraga untuk Asian Games 2018 itu berdasarkan usulan Pengurus Besar [PB] organisasi kedua cabang olahraga tersebut.

Proses Pembangunan Venue Jet Ski dan Layar Asian Games 2018_news (3)

KEMENPORA bertugas membangun venue di daratan dan untuk venue di laut diserahkan kepada Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee [INASGOC] dan PB kedua cabang olahraga. Diperkirakan pembangunannya akan selesai pada 8-10 bulan ke depan dan bulan Mei 2018 akan siap untuk tes venue.

Proses Pembangunan Venue Jet Ski dan Layar Asian Games 2018_news (1)

Pada pembangunan venue olahraga untuk Asian Games 2018 untuk cabor layar dan jet ski itu akan dibangun gudang cabor layar, gudang perawatan, kantor pengelola, dan fasilitas lain untuk membantu mendukung atlet berlatih. Diperkirakan anggaran pembangunan kedua venue tersebut kurang lebih Rp 185 miliar.

Proses Pembangunan Venue Jet Ski dan Layar Asian Games 2018_news (4)

Text                : Abbisena Gania Oktova

Photos           : Media & PR INASGOC 

Hingga saat ini venue cabor Jet Ski dan Layar sedang terus dipersiapkan.

READ MORE

eXtremeINA.com      Akhir pekan lalu, tepatnya tanggal 17-19 Maret 2017 Kejuaraan Seri 1 Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] yang dilangsungkan di Taman Hutan Raya H.V Worang Gunung Tumpa, Desa Tongkaina, Kabupaten Minahasa Utara, Manado.

Photos : Okke Gania

Berikut foto-foto suasana Kejuaraan Seri 1 Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] di Manado.

READ MORE

eXtremeINA.com      Akhir pekan lalu, tepatnya tanggal 17-19 Maret 2017 Kejuaraan Seri 1 Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] yang dilangsungkan di Taman Hutan Raya H.V Worang Gunung Tumpa, Desa Tongkaina, Kabupaten Minahasa Utara, Manado.

Photos : Okke Gania

Berikut foto-foto suasana Kejuaraan Seri 1 Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] di Manado.

READ MORE

eXtremeINA.com      Akhir pekan lalu, tepatnya tanggal 17-19 Maret 2017 Kejuaraan Seri 1 Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] yang dilangsungkan di Taman Hutan Raya H.V Worang Gunung Tumpa, Desa Tongkaina, Kabupaten Minahasa Utara, Manado.

Photos : Okke Gania

Berikut foto-foto suasana Kejuaraan Seri 1 Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] di Manado.

READ MORE

MANADO – eXtremeINA.com   Akhir pekan lalu, tepatnya tanggal 17-19 Maret 2017 Kejuaraan Seri 1 Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] yang dilangsungkan di Taman Hutan Raya H.V Worang Gunung Tumpa, Desa Tongkaina, Kabupaten Minahasa Utara, Manado telah dipertandingkan dengan hasil baik.

_DSC1015

Absen beberapa pilot unggulan seperti Goran Djurkovic [Serbia] dan Marketa Tomaskova [Rep. Ceko] memberikan angin segar bagi pilot lainnya untuk mendulang prestasi tertinggi, termasuk para pilot andalan Indonesia. Ajang ini juga dijadikan try out dan pilot bayangan Indonesia untuk berlaga di ajang Asian Games 2018. Namun sangat disayangkan pilot putri dari Thailand yang menjadi pesaing terberat Indonesia absen dalam ajang ini.

Dalam seri perdana PGAWC Manado 2017 ini terjadi kejutan, Pilot Indonesia bernama Rio Indrakusumah berhasil menjadi juara kelas umum dengan mengalahkan 84 pilot lainnya yang tersebar di 10 negara berbeda. Yang lebih mengejutkan lagi adalah Rio bukan termasuk pilot bayangan yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Asian Games 2018.

_DSC0999

Dengan keberhasilan Rio Indrakusumah meraih juara di kelas umum, maka pengurus pusat dapat semakin banyak pilihan pilot mana yang terbaik untuk mewakili Indonesia dalam ajang Asian Games 2018.

Berikut hasil lengkap Kejuaraan Seri 1 PGAWC Manado 2017:

WOMEN

TEAM-1

TEAM-2

TEAM-3

TEAM-4

TEAM-5

OVERALL-1

OVERALL-2

OVERALL-3

OVERALL-4

#air #championship #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #manado #paragliding #PGAWC2017 #PGAWCManado2017

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Okke Gania

PGAWC Manado 2017 telah usai, berikut ini adalah hasil kejuaraan lengkap.

READ MORE

MANADO – eXtremeINA.com   Kejuaraan Dunia Paralayang bertajuk Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] Seri 1 yang diselenggarakan di Taman Hutan Raya H.V Worang, Gunung Tumpa, Desa Tongkaina, Kabupaten Minahasa Utara, Manado pada akhir pekan lalu tanggal 17-19 Maret 2017.

Rio Indrakusumah Raih Juara Kelas Umum_news (1)

Dalam ajang ini pilot asal Indonesia, Rio Indrakusumah berhasil keluar sebagai juara kelas Umum. Demi meraih juara tersebut Rio yang memang spesialisnya ada di nomor lomba lintas alam [Cross Country/XC] harus mengalahkan 84 pilot hebat lainnya yang berada dalam 10 Negara berbeda.

Sebelum mengikuti ajang seri 1 PGAWC di Manado, Rio sempat mengadakan pemusatan latihhan khusus lintas alam di Austria dan mencatat rekor penerbangan sejauh 83 km. Atas hasil yang diraihnya ini, Rio berharap dapat masuk dalam pemusatan latihan Nasional untuk bertarung di ajang Asian Games 2018 mendatang. Dalam kesempatannya Rio pun mengatakan, dia ingin sekali membela Indonesia di ajang Asian Games 2018, dan itulah keinginannya sejak kecil. Semoga cita-cita ini terwujud.

Rio Indrakusumah Raih Juara Kelas Umum_news (2)

Masuknya nama Rio Indrakusumah sebagai salah satu kandidat pilot yang akan mewakili Indonesia di ajang Asian Games membuat pengurus pusat memiliki banyak pilihan. Pengurus pusat pun masih memiliki banyak kesempatan untuk memilih pilot terbaik yang akan mewakili Indonesia dalam Asian Games 2018, sedangkan seri kedua PGAWC sudah menanti di depan mata.

Jika Rio ingin mewujudkan cita-citanya untuk tampil di Asian Games 2018, dia harus kembali membuktikan dengan prestasi di seri kedua PGAWC yang akan digelar pada tanggal 7-9 April 2017 di Vrsac, Serbia.

Rio Indrakusumah Raih Juara Kelas Umum_news (3)

#air #championship #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #manado #paragliding #PGAWC2017 #PGAWCManado2017

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Lassak Imaji / Tagor Siagian

Rio Indrakusumah dapatkan hasil baik dan meraih juara umum Seri 1 PGAWC Manado 2017.

READ MORE

MANADO – eXtremeINA.com               Setelah dibuka dengan resmi oleh Gubernur Sulawesi Utara 17 Maret 2017, Olly Dondokambey Jumat pagi, Seri I Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang [PGAWC/Para Gliding Accuracy World Cup] yang digelar di Taman Hutan Raya H.V. Worang, Gunung Tumpa, Desa Tongkaina, Kabupaten Minahasa Utara, Manado, 17-19 Maret memulai latihan resmi bagi 85 pilot, [sebutan bagi atlet olahraga dirgantara], asal 10 negara. Kejuaraan yang bersifat perorangan, tidak membatasi peserta tiap negara.

_DSC0995

Indonesia sebagai tuan rumah, memanfaatkan ajang ini sebagai uji coba calon tim nasional [timnas] Asian Games XVIII Indonesia 2018. Sebanyak 18 pilot [8 putri dan 10 putra]. Mereka akan dikurangi menjadi 12 pilot berdasarkan prestasi selama Seri PGAWC 2017 dan Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara [WPAC] 2017 di Albania, Agustus mendatang. Cabang olahraga dirgantara Paralayang, yang masuk Asian Games untuk pertama kalinya, akan diikuti minimal 11 negara. Selain timnas bayangan, tak kurang dari 35 pilot Indonesia antusias bertarung dengan pilot mancanegara kelas dunia pada Seri I PGAWC Manado.

Dengan dukungan dana dari Satlak Prima [Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas], badan di bawah Komite Olimpiade Indonesia [KOI] yang khusus menangani atlet berpotensi, timnas bayangan berencana mengikuti seluruh empat seri PGAWC 2017. Setelah Manado, lanjut ke Serbia, Kanada dan Slovenia. Semakin seringnya menghadapi bakal calon pesaing di AG ‘18 nanti, mereka ingin membuktikan bahwa sasaran empat medali emas bukanlah sesuatu yang muluk, namun sanggup mereka capai. Khususnya di nomor Ketepatan Mendarat [KTM].

_DSC0999

Indonesia mencatat sejarah dengan menjuarai Kelas Putri Seri PGAWC berturutan pada 2010-2014. Saat SEA Games 2011 di pegunungan Puncak, Jawa Barat, Indonesia bahkan keluar sebagai juara umum cabang paralayang dengan memborong 10 dari 12 emas yang diperebutkan. Tim Merah Putih juga memiliki pilot handal di nomor Lintas Alam, yakni Hening Paradigma. Biasa disapa Digma, dia adalah pemegang rekor nasional terbang lintas alam Paralayang sejauh 109 km dari Wonogiri ke Pati [Jawa Tengah] yang dibuat tahun 2014.

Thailand yang merupakan calon lawan kuat Indonesia di AG ’18 tidak mengirim pilot ke Manado. Pesaing Indonesia lainnya, Cina mengirim 9 pilot, sedangkan Jepang hanya 2. Korea Selatan yang berambisi menembus Tiga Besar Asia, paling banyak mengirim pilot diluar Indonesia, yakni 11. Peserta lain dari; Belarus, Filipina, Hong Kong, Inggris, Serbia dan Singapura.

_DSC1003

Angin Kencang

Setelah ronde pertama dibuka pada pukul 15.35, hanya 12 pilot yang sempat terbang sebelum lomba dihentikan pukul 16.19. Diantaranya pilot muda berbakat Indonesia, Aris Afriansyah, 23, peringkat ketiga Kelas Umum Seri PGAWC 2016 yang mendarat 67 cm dari titik nol [nilai 67,00]. Pimpinan Lomba [Meet Director] menghentikan lomba akibat angin terlalu kencang, mendekati 30 km/jam dan arahnya menyamping di lokasi lepas landas. Kondisi yang membahayakan keselamatan para pilot karena kecepatan angin yang memenuhi syarat saat lepas landas adalah 5-25 km/jam dengan arah dari depan [headwind].

_DSC1009

Di lokasi pendaratan di lapangan rumput seluas 60 x 150 meter di Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, kondisi angin juga sangat menyulitkan para pilot mendarat dengan sempurna. “Arah angin tiba-tiba berubah, kecepatannyapun terlalu tinggi. Sangat mengerikan,” ujar seorang pilot Singapura. Sementara para pilot Korea Selatan merasa lebih nyaman berlomba di Gunung Tumpa karena lokasi pendaratan lebih “bersih” dibanding pegunungan Puncak [Jawa Barat] yang dikelilingi pohon teh. “Menantang, namun butuh ketrampilan tinggi dan konsentrasi penuh jelang mendarat, jika kondisi angin kencang dan mudah berubah,” jelas Gendon Subandono, pelatih kepala timnas bayangan, pada Tagor Siagian, staf Humas Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia [PB FASI].

Sasaran yang dituju para pilot adalah lingkaran selebar 10 meter dengan bantalan elektronik bergaristengah 30 cm sebagai titik nol. Bantalan yang merupakan persyaratan utama sebuah lomba ketepatan mendarat internasional, terhubung ke papan nilai. Sehingga jarak tiap pilot menginjakkan kaki pertama kali ke titik 00,00 cm hingga 15,00 cm akan langsung ditayangkan di papan nilai. Keberhasilan menginjak tepat di titik nol selebar tiga cm akan menghasilkan nilai tertinggi, 00,00. Bagi pilot yang mendarat di luar bantalan elektronik, akan dihitung jaraknya secara manual oleh juri. Misalnya kaki menginjak tanah 127 cm dari titik nol, maka nilai yang diperoleh dalam ronde itu adalah 127,00. Sehingga yang berhak meraih medali emas dalam kejuaraan selama dua hari dengan sistim kompetisi penuh ini, justru pilot yang mendapat nilai terkecil.

_DSC1015

Bila mendarat di luar lingkaran utama atau badannya terjatuh, maka dia didiskualifikasi dan mendapat nilai 1000. Sesuai persyaratan FAI [Federasi Aeronautika Internasional], induk olahraga dirgantara dunia, jika hasil sebuah kejuaraan ingin diakui, maka minimal harus terlaksana tiga ronde dan maksimal enam ronde. Lomba akan dilanjutkan pada Sabtu [18/3] dan Minggu [19/3] dari pukul 8-17.30. Namun belum diketahui, apakah lomba pada Sabtu [18/3] akan dibuka dengan melanjutkan Ronde I yang belum tuntas atau memulai ulang dari peserta nomor urut terbang pertama. Urutan terbang para pilot ditentukan berdasarkan undian pada pertemuan teknis peserta, Kamis [16/3] sore lalu.

#air #championship #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #manado #paragliding #PGAWC2017 #PGAWCManado2017

 

Dibuka dengan resmi oleh Gubernur Sulawesi Utara Jumat pagi, Seri I Piala PGAWC memulai latihan resmi bagi 85 pilot, asal 10 negara.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Genderang perang cabang olahraga udara Paralayang jelang Asian Games XVIII 2018 sudah dibunyikan. Tim nasional [timnas] bayangan Indonesia sebanyak 18 pilot [sebutan bagi atlit olahraga dirgantara]; 8 putri dan 10 putra, ingin membuktikan bahwa sasaran empat medali emas AG ’18 bukanlah sesuatu yang muluk, namun sanggup mereka capai. Seri I Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang [PGAWC/Para Gliding Accuracy World Cup] yang digelar di Taman Hutan Raya H.V. Worang, Gunung Tumpa, Manado, Sulawesi Utara, 17-19 Maret mendatang menjadi ujian perdana mereka. Sebanyak 112 pilot, 18 diantaranya putri, asal 12 negara sudah mendaftarkan diri. Selain calon lawan kuat Indonesia di AG ’18; Thailand, Cina dan Jepang, terdapat Belarus, Boznia & Herzegovina, Filipina, Hong Kong, Inggris, Kanada, Korea Selatan, Serbia dan Singapura. Tuanrumah Indonesia, selain menurunkan timnas bayangan, menyertakan 58 pilot lagi. Kejuaraan yang bersifat perorangan, tidak membatasi peserta tiap negara.

paralayang4-rekor-110-okt-'16

Seri I PGAWC Manado 2017 memperebutkan hadiah 750 Euro bagi juara pertama Kelas Umum dan Beregu dan 500 Euro bagi peringkat kedua, serta 350 Euro bagi peringkat ketiga. Sedang di Kelas Putri, juara pertama mendapatkan 500 Euro, runner up 350 Euro dan juara ketiga 250 Euro.

Diakui sebagai surga olahraga udara dunia oleh Presiden Federasi Aeronautika Internasional [FAI], induk olahraga dirgantara dunia, Frits Brink, Indonesia kembali mendapat kepercayaan menggelar Seri PGAWC. Setelah Painan [Sumatera Barat] pada 2013, Puncak [Jawa Barat/2014], Bukit Timbis, Bali [2015] dan Are Guling, Lombok [Nusa Tenggara Barat/2016]. Pengurus Federasi Aero Sport Indonesia Daerah [FASIDa] Sulawesi Utara bekerjasama dengan Perkumpulan Paralayang Minahasa, setelah mengajukan penawaran tahun lalu, berhasil meyakinkan pengurus PGAWC, bahwa Manado layak menggelar kejuaraan Paralayang tingkat dunia.

Juara Bertahan Absen

Namun sangat disayangkan, para juara bertahan Seri PGAWC 2016, Goran Djurkovic [Serbia/putera] dan Marketa Tomaskova [Rep. Ceko/putri] tidak akan berlaga di Manado. Melalui surat elektronik kepada Tagor Siagian, staf Humas Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia [PB FASI], Goran mengatakan sibuk sebagai anggota panitia pelaksana Seri II PGAWC di Serbia, 7-9 April mendatang. Sedangkan Marketa mengaku tidak mendapat pendukung dana, mengingat biaya transportasi pesawat pergi dan pulang ke Manado dari Eropa cukup tinggi. Sebenarnya Goran selalu antusias melawan para pilot Indonesia di kandang mereka. “Saya pasti akan mewaspadai para pilot tuan rumah. Karena seharusnya mereka sudah sangat menguasai lokasi lomba. Saya sudah siap dikeroyok mereka. Pastinya mereka akan banyak sekali, seperti di Lombok tahun lalu. Tidak sebanyak kalau seri di Eropa,” ujarnya. Dia menyindir para pilot Indonesia yang jarang mengikuti seri di Eropa akibat lebih mengandalkan dana pribadi.

marketa6

Apalagi tahun ini seri ketiga di Kanada, yang biaya transportasinya sangat besar dan waktu perjalanan panjang, melelahkan. Lebih baik dana yang diberikan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas [Satlak Prima], badan di bawah Komite Olimpiade Indonesia [KOI] yang khusus menangani atlit berpotensi, dimanfaatkan timnas bayangan AG ’18 mengikuti kejuaraan-kejuaraan lokal di Eropa dan Asia, baik nomor Ketepatan Mendarat maupun Lintas Alam. Selain Goran, pilot putra yang tetap harus diwaspadai adalah duo Serbia; Matjaz Sluga dan Matjaz Feraric serta Ma Qiang [Tiongkok]. Mengenai peluangnya mempertahankan gelar tahun ini, Goran yang tidak menyangka bakal menjadi juara tahun lalu, cukup bahagia bila masuk 5 Besar pada Seri PGAWC 2017.

Bagaimana dengan pilot putra masa depan Indonesia, Aris Afriansyah? Dia adalah salah satu dari begitu banyak bibit penerbang muda yang bagus. Beberapa diantaranya beruntung bisa masuk timnas bayangan AG ’18 & WPAC ’17. Menempati Tiga Besar Kelas Umum Seri PGAWC 2016, ia ingin meraih prestasi lebih tinggi pada Seri 2017. Dihubungi Minggu siang [12/3], Aris yang sedang bersiap ke Manado mengikuti Seri I PGAWC 2017 berujar yakin, “Kalau bisa juara satu. Sudah saatnya pilot putra Indonesia berjaya di PGAWC!” Aris, 23, keponakan Dede Supratman, Juara Kelas Umum Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara [WPAC] 2015, selain masuk timnas bayangan AG ’18, juga menempati peringkat teratas pemilihan timnas bayangan WPAC Albania 2017, Agustus mendatang. Aris tidak hanya menyisihkan pilot-pilot senior generasi emas Thomas Widyananto dan kawan-kawan, yang merajai SEA Games 2011, dengan memborong 10 dari 12 medali emas yang diperebutkan, tapi juga pamannya sendiri.

marketa-bawa-payung_01

Berbeda dengan Goran, Marketa, 33 tahun. sudah tak sabar ingin mempertahankan gelarnya. “Setiap tahun banyak pilot muda berbakat bermunculan. Itu yang membuat PGAWC menantang, persaingan makin panas. Tapi saya sudah siap menghadapi mereka! Saya tidak boleh lengah sedikitpun, meski sebagai juara bertahan,” ucapnya bersemangat. Sudah berlatih Paralayang sejak usia 18, dia bekerja sebagai perancang interior. Sehingga tidak terikat jam kantor dan mudah mengikuti berbagai kejuaraan.

Tak boleh hanya mewaspadai Marketa, para pilot putri Indonesia juga harus tetap menjaga agar perolehan nilai mereka setiap ronde/penerbangan selalu di atas duo Serbia; Tamara Kostic dan Milica Marinkovic dan duo Thailand; Nunnapat Phuchong dan pelajar SLTA, Chantika Chaisanuk. Mereka secara bergantian pasti naik podium juara, meski jarang menginjak titik nol. Kuncinya konsistensi, tiap ronde meraih nilai di bawah 5,00, apalagi jika berhasil menginjak titik nol, nilainya 00,00.

Pola perhitungan nilai akhir discard round [ronde coret] dimana nilai terburuk satu ronde setiap pilot tidak dihitung, dapat membantu mendongkrak peringkat akhir pilot. Sehingga jika seorang pilot meraih nilai 500 di sebuah ronde, bukan berarti pupus harapan menjadi juara, jika lawan terdekatnya terkena diskwalifikasi dan meraih nilai 1000.

Seri PGAWC 2017 berlangsung sebanyak 4 seri; Manado, Serbia, Kanada dan Slovenia hingga September. Super Final digelar Oktober, khusus peringkat 10 Besar dari Asia, Eropa dan tuanrumah. Berarti hanya 30 pilot putrid dan putra mendapat kesempatan memperbaiki peringkat akhir dan merebut gelar juara.

Mengincar Titik Nol

Berbeda dengan nomor Lintas Alam Bebas [XC/Cross Country], dimana juara ditentukan jarak terbang terjauh dan nomor Lintas Alam Terbatas [Race To Goal], dimana pilot harus melewati beberapa titik dalam jarak tertentu dengan waktu tercepat, maka nomor Ketepatan Mendarat [KTM/Accuracy] lebih mengutamakan konsentrasi jelang pendaratan. Karena yang dinilai adalah jarak antara titik kaki pertama menginjak tanah dengan titik nol. Konsentrasi tinggi jelang mendarat dibutuhkan, karena tidak jarang terjadi perubahan arah angin atau angin arah silang [crosswind] atau dari belakang [tailwind] di kawasan pendaratan. Pilot harus taktis mengendalikan kecepatan parasut menjelang pendaratan agar tidak melewati lingkaran [overshoot] atau mendarat sebelum lingkaran [undershoot].

tumpa3-troi'16-okke-gania

Lokasi lepas landas di kawasan Taman Hutan Raya Gunung Tumpa [sekitar 40 menit berkendaraan dari Manado], berketinggian 350 meter di atas permukaan laut. Berjarak 1420 meter garis lurus ke lokasi pendaratan, lapangan rumput seluas 60 x 150 meter di Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Sasaran yang dituju para pilot adalah lingkaran selebar 10 meter dengan bantalan elektronik bergaristengah 30 cm sebagai titik nol. Bantalan elektronik buatan anak bangsa itu, yang merupakan persyaratan utama sebuah lomba ketepatan mendarat internasional, terhubung ke papan nilai. Sehingga jarak tiap pilot menginjakkan kaki pertama kali ke titik 00,00 cm hingga 15,00 cm akan langsung ditayangkan di papan nilai. Keberhasilan menginjak tepat di titik nol selebar tiga cm akan menghasilkan nilai tertinggi, 00,00. Di luar bantalan elektronik, terdapat lingkaran-lingkaran selebar 0,5 m, 5 m dan 10 m. Bagi pilot yang mendarat di luar bantalan elektronik, akan dihitung jaraknya secara manual oleh juri. Misalnya kaki menginjak tanah 127 cm dari titik nol, maka nilai yang diperoleh dalam ronde itu adalah 127,00. Sehingga yang berhak meraih medali emas dalam kejuaraan selama dua hari dengan sistim kompetisi penuh ini, justru pilot yang mendapat nilai terkecil.

Posisi tubuh pilot saat menginjak tanahpun harus sempurna. Bila mendarat di luar lingkaran utama atau badannya terjatuh, maka dia didiskualifikasi dan mendapat nilai 1000. Jika arah dan kecepatan angin memenuhi syarat keselamatan penerbangan, yakni dari arah depan [headwind] saat lepas landas [takeoff] dengan kecepatan angin 5-20 km/jam, maka diharapkan dalam satu hari bisa terlaksana dua hingga tiga ronde penerbangan [sortie]. Bila kondisi cuaca hujan, atau arah angin terus-menerus dari arah belakang [tailwind] hingga sore, maka Pimpinan Lomba [Meet Director] berhak membatalkan lomba untuk hari itu, karena membahayakan keselamatan para pilot. Seandainya cuaca buruk dan kondisi angin yang tidak memungkinkan untuk terbang terjadi selama beberapa hari, maka agar hasil lomba diakui FAI, minimal tiga ronde harus terlaksana. Sedangkan maksimal ronde yang digelar adalah 6. Hasil latihan resmi pada Jum’at [17/3] akan dihitung sebagai ronde cadangan jika ronde terlaksana kurang dari syarat minimal.

Regenerasi Pilot Asian Games 2018

Pada Seri III PGAWC 2016, Agustus lalu di Are Guling, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pilot-pilot tuan rumah Indonesia; Permadi Chandra, Aris Afriansyah, Darumaka Rajasa dan Purnomo Alamsyah berhasil kuasai Kelas Umum dengan menduduki peringkat 1-3. Goran Djurkovic yang akhirnya keluar sebagai Juara Seri PGAWC 2016, hanya berada di peringkat keempat. Sementara di Kelas Putri, sebaliknya Indonesia hanya menempati peringkat 4-7 atas nama, Ifa Kurniawati [Juara Seri PGAWC 2010], Rika Wijayanti, Nofrica Yanti, dan Ike Ayu Wulandari. Mereka berada di bawah Nunnapat Phuchong [Thailand], Marketa Tomaskova [Rep. Ceko] dan Aiping Yang [Tiongkok].

tumpa-troi-'16-okke-gania

Namun di akhir Seri PGAWC 2016, hanya seorang pilot Indonesia, Aris Afriansyah yang masuk 10 Besar Kelas Umum [hasil terbaik keseluruhan pilot putra dan putri]. Itupun menempati peringkat kesepuluh, di bawah Marketa yang berada di peringkat 8. Namun karena di Super Final, Aris meraih juara kedua, maka peringkat akhirnya melonjak ke posisi ketiga. Sedangkan di Kelas Putri, Novrica Yanti, Lis Andriana dan Milawati Sirin [Juara Seri PGAWC 2011], terpaku diperingakt 4-6. Di Kelas Beregu , tim 777 dari Indonesia diperingkat 15. Dalam nomor beregu, setiap regu bukan mewakili negara. Sebuah regu terdiri dari 4-6 pilot dan boleh berasal dari negara berbeda. Namun nilai beregu dihitung berdasarkan nilai terbaik dari hanya empat pilot dalam regu tersebut.

Demi mencapai sasaran merebut empat medali emas cabang paralayang di kandang sendiri saat AG ‘18, Indonesia tidak boleh lagi mengandalkan pilot-pilot senior generasi SEA Games 2011 Indonesia yang sudah berusia rata-rata 40 tahun. Pilot Lis Andriana, Juara Seri PGAWC 2012-2014 sudah jauh menurun kemampuannya akibat cedera lutut. Terbukti saat WPAC ’15 cederanya kambuh dan ia gagal tampil maksimal sehingga gelar juara beregu lepas ke Thaailand. Thomas Widyananto, peraih 4 medali emas SEA Games 2011, sudah berusia 40 dan jarang mengikuti Seri PGAWC di luar negeri, sehingga tidak akrab dengan kemampuan pilot asing.

Persatuan Gantolle dan Paralayang Indonesia [PGPI] yang berada di bawah Federasi Aero Sport Indonesia [FASI], harus memberi kesempatan berlomba sebanyak mungkin pada para pilot muda, calon timnas AG ‘18. Karena hanya dengan mengikuti sebanyak mungkin kejuaraan selama 2017 dan 2018, adalah persiapan terbaik jelang AG ‘18 di gelar 18 Agustus-2 September. Diantaranya pada Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara [World Paragliding Accuracy Championship/WPAC] di Albania, Agustus. Akibat Dede Supratman sang juara bertahan Kelas Umum saat WPAC 2015, di Puncak, Jawa Barat tidak lolos pemilihan timnas bayangan, maka saatnya para pilot generasi muda membuktikan kehandalan mereka. Sedang timnas bayangan harus buktikan kesiapannya memenuhi sasaran merebut empat medali emas AG ’18, dengan mengalahkan juara bertahan WPAC ’15 Kelas Bergeu, Thailand.

Sebanyak 18 negara diperkirakan akan berlomba dalam cabang olahraga dirgantara Paralayang yang masuk Asian Games untuk pertama kalinya. Saingan terberat Indonesia baik di kelas putra maupun putri adalah; Thailand, Jepang dan Tiongkok. Duo senior dan junior putri andalan Thailand, Nunnapat Phuchong dan pelajar SLTA, Chantika Chaisanuk tetap menjadi motor mereka. Nunnapat adalah Juara Dunia Kelas Putri 2015 dan juara kedua Seri PGAWC 2016.

Pentingnya UU CSR

Indonesia sempat sangat disegani kalangan pilot dunia sejak merebut juara Seri PGAWC Kelas Putri lima tahun berturutan dari 2010-2014. Bahkan Lis Andriana asal Kalimantan Timur meraih hattrick, Juara Dunia tiga thaun berturutan sejak 2012. Tidak konsistennya para pilot muda Indonesia mengikuti Seri PGAWC dan berbagai kejuaraan jarak jauh di luar negeri akibat mengandalkan dana pribadi, membuat regenerasi tersendat.

tumpa-landing-paralyg-minahasa-'16

Guna menjaga agar bibit atlit berpotensi besar tidak mubazir, seharusnya pemerintah melalui DPR, segera mengesahkan UU CSR [Tanggung Jawab Sosial Perusahaan], yang mewajibakn semua perusahaan BUMN menyisihkan minimal 10% keuntungannya bagi perkembangan bidang pendidikan, kesenian, kebudayaan, kesehatan dan olahraga. Jika dua perusahaan saja menjadi Bapak Asuh satu cabang olahraga, dipastikan tidak ada lagi kendala biaya perlengkapan, berlatih, penyelenggaraan kejuaraan nasional atau berlomba di luar negeri.

Pemerintah dan media juga tidak boleh menganakemaskan beberapa cabang, seperti sepakbola, bulutangkis dan angkat besi serta lalai mendukung bakat anak bangsa di cabang-cabang olahraga lain yang sudah nyata-nyata mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Para orangtua di Eropa, Amerika Serikat dan Amerika Selatan kini giat memperkenalkan olahraga petualangan di alam bebas pada anak-anaknya; seperti sepeda gunung, sepatu roda, skateboard, arung jeram, panjat tebing dan olahraga udara. Karena itu cara terbaik mencegah mereka kecanduan gawai dan tidak terkena matahari serta jarang menikmati udara segar. Demi melahirkan generasi muda sehat dan cerdas, seharusnya pemerintah juga mendorong perkembangan olahraga alam selain untuk mempromosikan wisata olahraga alam karena Indonesia sudah memiliki modal alam luar biasa.

Tim Nasional Bayangan Paralayang Indonesia untuk Asian Games 2018:

 Putri:

  1. Eka Nesti Wulansari [jawa Tengah, 24 tahun]
  2. Ike Ayu Wulandari [Jawa Timur, 22]
  3. Rika Wijayanti [Jawa Timur, 23]
  4. Lis Andriana [Kalimantan Timur, 34]
  5. Ifa Kurniawati [Jawa Timur, 39]
  6. Milawati Sirin [Jawa Barat, 47]
  7. Diah Kristina Rahayu [Jawa Timur, 28]
  8. Nofrica Yanti [Sumatera Barat, 33]

Putra:

  1. Aris Afriansyah [Banten, 23]
  2. Hening Paradigma [Jawa Tengah, 31]
  3. Elisa Manueke [Jawa Tengah, 56]
  4. Ardi Kurniawan [Jawa Timur, 28]
  5. Thomas Widyananto [Jawa Tengah, 40]
  6. Roni Pratama [Jawa Timur, 21]
  7. Joni Efendi [Jawa Timur, 27]
  8. Jafro Megawanto [Jawa Timur, 21]
  9. Reza Christiyanto, S.Pi [Jawa Timur, 33]
  10. Indra Lesmana [DKI Jaya, 22]

#air #championship #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #manado #paragliding #PGAWC2017 #PGAWCManado2017

Text      : Tagor Siagian

Photos : Lassak Imaji / Tagor Siagian, Paralayang Minahasa

PGAWC 2017 Manado, Juara Bertahan Absen, Timnas Bayangan Asian Games ’18 Diuji.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan dunia Paralayang bertajuk Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC] Seri 1 2017 akan dimulai beberapa saat lagi, tepatnya tanggal 17-19 Maret 2017 di Manado, Sulawesi Utara.

PGAWC-2017-poster-horizontal

Hadirnya PGAWC 2017 di Manado sangat positif, selain dapat meningkatkan prestasi para atlet, ajang ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai jual pariwisata kota Manado kepada wisatawan mancanegara. Taman Laut Bunaken adalah objek wisata unggulan yang berada di kawasan Manado.

Namun Kejuaraan dunia Paralayang PGAWC 2017 yang dilaksanakan di Taman Hutan Raya [Tahura] Gunung Tumpa H.V Worang, juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata lokal dan juga mancanegara. Hingga saat ini Negara yang dipastikan tampil dalam ajang PGAWC seri 1 2017 di Manado terdiri dari, Belarus, Kanada, China, Hongkong, Korea Selatan, Serbia, Filipina, Singapura, Jepang, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

ilustrasi-paralayang (1)

Namun ini sifatnya hanyalah sementara, karena masih ada beberapa peserta dari negara-negara lain yang belum mengembalikan formulir pendaftaran, seperti Juara bertahan atlet putra dari Serbia bernama Goran, Juara bertahan atlet putri dari Rep. Ceko bernama Marketa. Mungkin pada tahun ini peserta dari negara asing terbilang cukup sedikit pasalnya mereka mengeluhkan biaya tiket pesawat yang sangat mahal dari Negara mereka berasal menuju ke Manado sangat mahal.

Namun hal tersebut tidak menjadi kendala dalam melanjutkan Kejuaraan Dunia Paralayang PGAWC 2017 di Manado, dan dipastikan ajang ini dapat memberikan hiburan yang sangat berkelas bagi warga lokal dan juga wisatawan-wisatawan lainnya yang datang ke Manado.

ilustrasi-paralayang (2)

#air #championship #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #manado #paragliding #PGAWC2017 #PGAWCManado2017

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : PGAWC Manado 2017 / Berbagai Sumber

Pada bulan Maret ini, perhelatan PGAWC 2017 akan segera dipertandingkan pada 17-19 Maret 2017.

READ MORE
<