eXtremeINA.com

Tag :Panjat Tebing

BANDUNG – eXtremeINA.com  Sebagai produsen lokal yang memfokuskan kepada alat-alat petualangan alam tropis, sangat wajar jika EIGER mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di negeri sendiri. Salah satunya adalah dengan menggelar EIGER Independence Sport Climbing Competition [EISCC]. Acara yang rutin dilakukan setiap tahun, memasuki tahun yang ketiga belas di 2019 ini. Acara sendiri berlangsung mulai dari 15 -17 Agustus 2019.

“Pemilihan tempat selalu rutin EIGER lakukan di EIGER Flagship Store, Jalan Sumatra Bandung. Fasilitas media papan panjat yang EIGER miliki di store Sumatra menjadi satu-satunya di Bandung yang memenuhi standar FPTI. Selain itu untuk peserta luar kota juga lebih mudah karena banyak penginapan di sekitaran arena pertandingan,” jelas Arif Husen, Marcomm Manager PT. EIGER MPI.

Dengan gelaran rutin yang sudah diadakan selama 13 kali, maka ajang ini menjadi salah satu ajang pencarian bibit unggul untuk atlet panjang dinding Jawa Barat dan Nasional. “Peserta yang bisa ikut ajang ini adalah remaja berusia 14 tahun ke atas dan mengikuti kuota jumlah peserta yang sudah EIGER tentukan,” tukas Arif.

Untuk acara kali ini, total peserta yang terdaftar ada sekitar 168 peserta, berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan dua atlet asal Singapura. “Untuk atlet asing sebenarnya sudah mulai banyak muncul semenjak gelaran EISCC yang 11, artinya dari tingkat kesulitan, sampai hadiah yang disediakan sudah menjadi daya tarik untuk atlet asing,” tambah Arif lagi.

Untuk kategori lomba sendiri akan dibagi menjadi kelas Rintisan [Lead] Putra dan Putri, serta Kecepatan [Speed] Putra dan Putri. Seperti yang sudah-sudah ajang tahunan ini juga menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI], yang berlaku sebagai asosiasi resmi untuk olahraga panjat tebing di Indonesia. “EIGER mengharapkan EISCC dapat menggairahkan kembali kejuaraan nasional dan tentunya menjadi kalender tahunan kejuaraan resmi nasional. Selain itu EISCC juga EIGER harapkan meningkatkan prestasi atlet-atlet panjang dinding nasional,” ungkap Arif.

Total hadiah sendiri untuk acara 3 hari ini total ada 75 juta rupiah, berupa 60 juta dalam bentuk cash, dan 15 juta rupiah dalam bentuk produk. Mari kita dukung para pemanjat tebing Indonesia untuk berprestasi di mana pun mereka berlaga. Salam Lestari!

 

Text & Photos          : EIGER

Edited by                  : Ihsan Rizaldi Raz

EIGER Gelar EISCC Ketigabelas, Untuk Pencarian Bibit Unggul Atlet Panjat Dinding Nasional

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Atlet Panjat Tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang International bertajuk IFSC Climbing Worldcup Moscow 2019 yang tersaji pada tanggal 12-14 April 2019 lalu di Moscow, Rusia. Melalui atlat andalannya Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra. Pada babak perebutan medali perunggu Aspar dipaksa berhadapan dengan atlet Panjat Tebing dari China Long Chao, dan pada kali ini Aspar sukses mengunggulinya dengan catatan waktu 6.083 detik berbanding 10.004 detik.

Untuk medali emas pada nomor Speed World Record Putra sukses diraih oleh atlet Panjat Tebing asal Prancis bernama Bassa Mawem yang mampu mengalahkan Vladislav Deulin dari Rusia dengan catatan waktu 5.656 detik berbanding 11.545 detik. Pada kesempatannya Aspar Jaelolo mengatakan, “Untuk seri Worldcup di Eropa, ini medali pertama kali. Saya berharap bisa emas, tetapi saya senang bisa dapat perunggu karena saingannya sangat ketat untuk masuk final. Tuan rumah saja menurunkan 15 atlet, jadi saingannya berat.”

Pada saat babak kualifikasi Aspa Jaelolo mengaku sempat terpeleset lantaran dirinya masih beradaptasi untuk posisi startnya. Sementara perjuangan sang Spiderman Aries Susanti dari nomor Speed World Record Putri harus terhenti pada babak perempat final. Dirinya harus mengakui keunggulan Anouck Jaubert. Pada kelas ini juara pertama hingga ketiga diraih oleh Song Yi Ling dari China, Anouck Jaubert dari Prancis, dan Iuliia Kaplina dari Rusia.

Ungkapan juga datang dari pelatih Pelatnas Pra-Olimpiade Hendra Basir, “Seri Worldcup ini ia menargetkan atletnya bisa masuk empat besar baik putra maupun putri. Dari hasil tersebut, Aspar mampu memenuhi target untuk putra, sedangkan putri harus tersisih di perempat final. Namun, ia menilai performa atlet Tanah Air masih on the track. Secara peringkat memang kita enggak masuk empat besar putri, tetapi untuk peringkat Combined, Aries masih di peringkat dua di bawah Anouck. Jadi masih aman.”

“Pada fase saat ini ada penurunan performa dari para atlet lantara pelatnas baru dimulai sejak kurang lebih dua bulan lalu. Selama itu pula para atlet lebih fokus berlatih untuk Lead dan Boulder. Para atlet baru fokus latihan Speed sekitar dua minggu. Masih on the track. Performa menurun, tetapi secara general kita masih di level elite,” tambah Hendra.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Melalui Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com             Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] kembali memilih Kompleks Panjat Tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta sebagai tempat Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia dalam Olimpiade Tokyo 2020. Dipilihnya Kota Yogyakarta ini didasari oleh kesuksesan Timnas Panjat Tebing Indonesia di ajang Asian Games 2018, yang pada saat itu menggelar Pelatnas ditempat ini.

Pembukaan Pelatnas di kompleks panjat tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta telah dibuka secara resmi pada hasi sabtu tanggal 30 Maret 2019 oleh Wakil Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] Ferry Ardiyanto. Dalam Pelatnas ini, telah terpilih 10 atlet terbaik akan siap berjuang merebut tiket di Olimpiade Tokyo 2020, dan mereka akan memainkan nomor Combine yang terdiri dari kelas Speed, Lead, dan Boulder.

Dalam kesempatannya Ferry Ardiyanto menyampaikan, “Kesepuluh atlet ini terpilih setelah melalui berbagai seleksi nasional selama 2018 dan menduduki peringkat-peringkat terbaik. Demi mengasah mental bertanding, mereka akan mengikuti program try-out di Eropa, alasannya adalah jika jika bertemu oleh juara dunia dalam Olimpiade Tokyo 2020 nanti, maka mental mereka akan lebih matang.”

Pertandingan pre-Olimpiade sendiri akan tersaji di Prancis pada bulan November 2019 mendatang. Selama kurun waktu 6 bulan ini, para atlet akan berlatih keras di Swiss, Jerman, Rusia, dan China. Kesepuluh atlet terbaik ini adalah Aspar Jaelolo, Temi Teli Lasa, Fathur Roji, Alfian M Fajri, Rivaldi Ode Wijaya, Nurul Iqamah, Aries Susanti Rahayu, Salsabillah, Chairul Ummi dan Agustina Sari. Para atlet ini telah mengikuti Pelatnas sejak Februari 2019. Terdekat, mereka akan digembleng selama sekitar 1,5 bulan untuk try-out dan training camp di Eropa dan China.

Bagi Timnas Panjat Tebing Indonesia sendiri, untuk meraih tiket bahkan menjadi juara di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang bukan suatu hal yang tidak mungkin. Karena untuk kategori atlet Speed Putri IFSC Worldcup 2018, Aries Susanti Rahayu juga menduduki ranking 2. Sedangkan untuk peringkat dunia, Aries berada di nomor 4.

Atlet Putri Indonesia lain yang masuk 10 besar IFSC Worldcup 2018 adalah Agustina Sari yang menempati posisi ke-9. Sedangkan untuk peringkat dunia, Agustina menduduki ranking 10. Sementara itu untuk atlet Speed Putra IFSC Worldcup 2018, Aspar Jaelolo meraih peringkat 6. Untuk peringkat dunia, Aspar juga menduduki posisi ke-6.

Peringkat ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yakni pada 2017, Timnas Indonesia menduduki peringkat 5 di nomor Speed. Untuk kategori perorangan, saat itu tak ada atlet Indonesia yang masuk peringkat 10 besar dunia baik putra maupun putri.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

PP FPTI baru resmi membuka Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk pre-Olimpiade 2020.

READ MORE

eXtremeINA.com  Panjat tebing adalah salah satu olahraga yang tergolong ekstrem, dan biasanya olahraga ini banyak dilakukan dialam terbuka. Setiap jenia panjat tebing pastinya memiliki karakteristik dengan rintangan dan kesulitan yang bebeda-beda, oleh sebab itu bagi para pemula sangat disarankan mengenal lebih dalam macam-macam jenis panjat tebing yang akan dimainkan mulai dari peralatan, rute pendakian, sistem keamanan, dan masih banyak hal yang lainnya. Berikut penjelasan tentang macam-macam aktivitas panjat tebing :

 

Bagi pemula yang ingin dan baru bermain olahraga Panjat Tebing harus mengenali dulu jenis-jenis olahraga Panjat Tebing yang ada.

Panjat Tebing Bebas. Panjat tebing bebas biasanya dilakukan dialam terbuka seperti di tebing curam atau gunung. Untuk menyusuri rutenya tidak disertai tim keselamatan, namun sejatinya panjat tebing ini tidak ada bedanya dengan panjat tebing pada umumnya. Kekuatan fisik serta keterampilan jari-jari dan menggunakan tali sangat menjadi kunci utama dalam olahraga yang satu ini.

Bouldering. Bouldering merupakan panjat tebing yang tebingnya tergolong pendek. Rute yang dilaluinya pun tidak begitu panjang. Namun tidak jarang rute yang dibuat bertingkat dengan tingkat kesulitang yang sangat tinggi. Dengan begitu sistem keamanan tidak mesti menggunakan tali, melainkan sistem keamanannya menggunakan papan atau matras yang empuk untuk diletakkan di bawah panjat tebing.

 

Bagi pemula yang ingin dan baru bermain olahraga Panjat Tebing harus mengenali dulu jenis-jenis olahraga Panjat Tebing yang ada.

Panjat Tebing Solo. Panjat tebing ini bisa dibilang mirip seperti panjat tebing bebas. Hanya saja aktivitas memanjat dilakukan solo dan tidak dilindungi tali. Meski tanpa perlindungan tali panjat tebing yang dilakukan masih cukup karena lokasi pendakian di bawahnya terdapat kolam. Sehingga bila pendaki terjatuh, pedaki tetap aman jatuh ke air.

Panjat Tebing Solo Bebas. Panjat tebing solo bebas dilakukan tanpa tali atau sistem perlindungan apapun. Secara teknik bisa dibilang mirip seperti solo climbing bebas, bouldering, dengan rute tinggi yang amat mematikan. Disebut mematikan karena di bawah lokasi pendakian tidak terdapat air yang berarti meningkatkan risiko kemungkinan pendaki terluka parah atau terbunuh bila terjatuh.

 

Bagi pemula yang ingin dan baru bermain olahraga Panjat Tebing harus mengenali dulu jenis-jenis olahraga Panjat Tebing yang ada.

Panjat Tebing Solo Tali. Macam manjat berikutnya solo menggunakan tali. Pendakian ini membutuhkan perlengkapan tali seperlu melindungi dan mengamankan tubuh. Bentuk memanjat bisa dilakukan secara bebas ataupun menggunakan bantuan alat yang memadai.

Lead Climbing. Lead climbing merupakan olahraga manjat yang dilakukan berhari-hari lamanya. Macam manjat yang satu ini biasa dilakukan pada perjalanan pendakian gunung dan camping. Karenanya pendaki mesti membekali diri dengan tenda, makanan, dan peralatan cukup. Lead climbing lebih lanjutnya dibedakan menjadi 3 yaitu Mixed Climbing, Ice Climbing, dan Mountaineering atau Alpine Climbing.

Mengenal Berbagai Macam Panjat Tebing_feature (1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Mengenal Berbagai Macam Panjat Tebing

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com      Jajaran pelatih Atlet Nasional Panjat Tebing yang tergabung dalam Pelatnas pre-Olimpiade kembali menggelar simulasi pada Selasa [12/03] kemarin di Venue Panjat Tebing, Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Pada simulasi tersebut atlet pelatnas membuktikan kualitas terbaiknya., tercatat lima atlet Pelatnas mampu menempati peringkat satu hingga lima, sementara atlet non Pelatnas menduduki peringkat enam hingga delapan.

Atlet Pelatnas Fatchur Roji sukses menduduki peringkat satu setelah menjadi peringkat kedua dari nomor Speed, peringkat satu di nomor Boulder, dan peringkat enam pada nomor Lead. Sementara Aspar Jaelolo duduk diposisi kedua setelah menjadi peringkat ketiga pada nomor Speed, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat kelima pada nomor Lead. Sementara diperingkat ketiga diraih oleh Temi Teli Lasa yang meraup peringkat depalan untuk nomor Speed, peringkat lima untuk nomor Boulder, dan peringkat satu nomor Lead. Pada peringkat keempat hingga ke delapan diraih oleh Alfian M Fajri, Rifaldi Ode Ridjaya, Andika, M. Marsudin asal Jawa Tengah, dan M Fary Arrahman asal Yogyakarta.

Pada simulasi kedua ini pemanjat Nadya Putri Virgita yang notabennya adalah atlet non Pelatnas berhasil menjadi yang terbaik pada nomor puteri. Nadya keluar sebagai juara setelah meraih juara kelima untuk nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat pertama di nomor Lead. Untuk peringkat kedua diraih oleh atlet Pelatnas Nurul Iqamah setelah menjadi peringkat kedua di nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat keempat di nomor Lead.

Selanjutnya diperingkat ketiga diraih oleh atlet pelatnas lainnya yaitu Aries Susanti Rahayu, setelah dirinya meraih juara pertama di nomor Speed, pringkat kelima di nomor Boulder, dan peringkat delapan di nomor Lead. Sementara untuk peringkat keempat hingga kedelapan diraih oleh Rahmayuna Fadilah dari Yogyakarta,  Salsabila atlet Pelatnas, Choirul Umi Cahyaning A. atlet Pelatnas, Anggun Yolanda, dan Amelia Windy Ariesta atlet Pelatnas.

Untuk simulasi Combined Putri diikuti oleh delapan atlet yang terdiri dari lima atlet Pelatnas dan tiga atlet non Pelatnas.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : PP FPTI

Simulasi Combined yang baru saja diadakan Stadion Mandala Krida, menjadi tempat pembuktian diri bagi para atlet Pelatnas.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Ajang pameran putdoor terbesar bertajuk INDOFEST 2019 telah usai tersaji akhir minggu kemarin di Hall B Jakarta Convention Center [JCC] pada tanggal 7-10 Maret 2019. Acara yang sudah memasuki tahun kelima ini seakan menjadi pameran yang dinanti-nantikan para penggiatnya.

Mengapa tidak, dalam pameran outdoor pertama dan terbesar di Indonesia INDOFEST mampu menghadirkan brand-brand lokal dan International berkualitas dengan barang-barang yang di diskon besar-besaran. Selain mampu memanjakan para penggiatnya dan juga masyarakat, pameran INDOFEST juga menghadirkan talk show dan sharing dari narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Namun ada aktivitas seru lainnya yang bisa dikatakan dapat memberikan perbedaan, yaitu hadirnya wall climbing di dalam JCC.

Wall climbing di INDOFEST 2019 terbagi menjadi dua bagian, wall climbing yang pertama adalah milik Eiger. Sejatinya di setiap gelaran INDOFEST Eiger selalu hadir dan memberikan aktivtas seru didalamnya misalnya pada tahun 2019 ini Eiger tidak hanya memberikan barang-barang diskon dengan kualitas terbaiknya saja, namun mereka menggandeng Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] untuk menghadirkan aktivitas wall climbing dan juga Refting atau simulasi memanjat di alam bebas. Tujuan Eiger membuat aktivitas wall climbing ini adalah untuk mengajarkan atau mensosialisasikan olahraga ekstrem ini kepada pengunjung INDOFEST 2019, bagi mereka yang ingin mencobanya mereka mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara.

Selain itu ada Pro Warrior yang juga menghadirkan aktivitas olahraga ekstrem berupa vertical climb dan wall climbing yang didukung oleh Crux Climbing Specialist. Sejatinya sama seperti Eiger, aktivitas olahraga ekstrem yang digagas oleh Pro Warrior ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan kedua olahraga ini. Bagi para pengunjung yang mencobanya dengan ketentuan yang telah diverifikasi oleh pihak penyelenggara maka mereka akan mendapatkan hadiah.

Dalam kesempatannya Dian Tri Anggraeni selaku Operator Climbing Pro Warrior menyampaikan, “Dengan adanya aktivitas wall climbing dan vertical climbing yang digagas oleh Pro Warrior dalam acara INDOFEST 2019 ini diharapkan mampu mendorong minat para pengunjung untuk menjajal kedua olahraga ekstrem ini. Dalam aktivitas ini mereka juga dapat belajar cara memanjat yang baik dan benar oleh para ahlinya. Selain itu dengan mereka mengikuti games ini mereka juga akan diberikan hadiah.”

Wall Climbing di pameran INDOFEST 2019 terbagi menjadi dua bagian, Wall Climbing yang pertama adalah milik Eiger. Sejatinya disetiap gelaran INDOFEST Eiger selalu hadir dan memberikan aktivtas seru didalamnya misalnya pada tahun 2019 ini Eiger tidak hanya memberikan barang-barang diskon dengan kualitas terbaiknya saja, namun mereka menggandeng Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PPFPTI) untuk menghadirkan aktivitas Wall Climbing dan juga Refting atau simulasi memanjat di alam bebas.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

Kegiatan panjat tebing dalam INDOFEST 2019, menjadi daya pikat tersendiri.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu yang lalu Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] menggelar pemusatan latihan [Pelatnas] pre-Olimpiade 2020 dengan menjalani serangkaian simulasi pemanjatan. Pada kesempatannya Rifaldi Ode Ridjaya dan Nurul Iqamah yang merupakan atlet pelatnas menjadi yang terbaik dalam sesi simulasi combined.

Pada Simulasi tersebut diikuti oleh 11 atlet putra yang terdiri dari lima atlet pelatnas dan enam atlet non pelatnas. Serta ada delapan atlet putri yang diantaranya empat atlet pelatnas dan empat atlet non pelatnas. Untuk nomor Boulder combined Rifaldi hanya mampu menempati posisi kedelapan. Sementara pada nomor Boulder dirinya mampu menjadi yang terbaik dengan satu top, tiga zone, satu attempt to top, dan tujuh attempt to zone. Untuk dinomor Lead dirinya hanya mampu meraih posisi ke tiga dengan catatan 19 poin.

Untuk peringkat kedua ditempati oleh Bim Sigrid yang notabennya adalah atlet non pelatnas asal Jawa Barat. Selain itu Bim mampu meraih peringkat Sembilan di nomor Boulder, peringkat empat Boulder, dan peringkat pertama Lead. Pada nomor Boulder dirinya sukses mengumpulkan dua zone dan empat attempt to zone. Sementara di nomor Lead dirinya mengumpulkan 23 poin.

Posisi ketiga diduduki oleh atlet pelatnas asal Jawa Tengah bernama Alfian M Fajri, dirinya pun sukses menjadi yang terbaik pada nomor Boulder dan menduduki peringkat 7,5 di Boulder serta lima di Lead. Untuk Boulder Alfian mengumpulkan satu zone dan satu attempt to zone, sementara di Lead ia mengumpulkan 17 poin. Pada nomor putri Nurul Hiqmah atlet pelatnas menjadi yang terdepan setelah pada nomor Boulder, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat ketiga di nomor Lead. Di nomor Lead dirinya mampu mengemas Sembilan poin.

Aries Susanti Rahayu yang memiliki predikat atlet Pelatnas ada di peringkat kedua untuk nomor Boulder, peringkat pertama dinomor Boulder, dan peringkat keempat untuk nomor Lead. Dirinya mengemas satu top, satu zone, satu attempt to top, dan dua attempt to zone. Aries sukses duduk di peringkat keempat setelah mengumpulkan depalan poin.

Selanjutnya peringkat ketiga mampu diraih oleh Nadya Virgita yang merupakan atlet asal Bali non Pelatnas. Dia juga sukses menduduki peringkat keenam dalam nomor Boulder, peringkat ke empat untuk nomor Boulder, dan peringkat pertama nomor Lead. Pada nomor Boulder ia mampu mengumpulkan satu top, satu zone, satu attempt to top, dan empat attempt to zone, sedangkan di nomor Lead ia menjadi peringkat satu setelah mengumpulkan 18 poin.

Pada kesempatannya Judistiro selaku pelatih tim Nasional Panjat Tebing Pre-Olimpiade mengatakan, “Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah melakoni latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu. Dari hasil ini kita bisa melihat bagaimana kondisi mereka dan apa saja yang masih perlu diperbaiki.” Terlibatnya atlet non Pelatnas memang sengaja dibentuk untuk meningkatkan atmosfer kompetisi. Seluruh atlet pun akan terpacu untuk menampilkan kekuatan terbaiknya.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta tengah fokus mempersiapkan regenerasi pemanjat asal Ibu Kota untuk masa mendatang. Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun Internasional, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Peringkat Berjalan FPTI DKI Jakarta 2019

Akhir pekan lalu FPTI DKI Jakarta telah membuat kegiatan bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang bertempat di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Agenda ini adalah salah satu bentuk program kerja yang dijalani oleh FPTI DKI Jakarta untuk membuat skema peringkat berjalan dari masing-masing kategori dan nomor lomba. “Dibanding dengan daerah – daerah lainnya, DKI Jakarta tidak cukup banyak memiliki atlet Panjat Tebing. Memang diawal banyak sekali anak-anak muda di Jakarta yang bermain Panjat Tebing, namun saat mereka mengenal gaya hidup yang berlebihan fokus mereka terhadap olahraga Panjat Tebing mereka mulai tinggalkan,” dari Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

“Dengan adanya fenomena tersebut, saat ini kami sedang melakukan pendekatan terhadap orang tua mereka, agar selalu mendukung kegiatan anak-anaknya dalam menggeluti olahraga Panjat Tebing,” tambahnya. Dalam peringkat berjalan yang menjadi program kerja FPTI DKI Jakarta, para pemanjat di usia 18 tahun ke bawah dan 18 tahun ke atas akan terus berkompetisi untuk dipromosikan menjadi atlet andalan DKI Jakarta di berbagai kejuaraan.

Peringkat Berjalan FPTI DKI Jakarta 2019

Sistem penilaian yang terdapat di peringkat berjalan ini terdiri dari beberapa unsur, mulai dari konsistensi mereka dalam berlatih, seberapa tinggi prestasi mereka di kejuaraan-kejuaraan panjat tebing, dan masih terdapat faktor penentu lainnya. “Untuk usia 18 tahun ke atas mereka akan dipromosikan untuk mewakili tim DKI Jakarta cabor Panjat Tebing PON 2020 Papua, sementara untuk usia 18 tahun ke bawah mereka akan diikutsertakan dalam ajang Asia Youth, namun para pengurus masih akan melihat skemanya akan seperti apa,” papar Kurnia Bakti.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta kian terus mempersiapkan regenerasi atlet-atlet untuk mewakili Ibu Kota.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memantau kegiatan Panjat Tebing di berbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah. Hal inilah yang memicu berdirinya FPTI DKI Jakarta. Sejatinya organisasi ini dibentuk untuk merespon kegiatan Panjat Tebing alam yang telah berkembang dari tahun-tahun sebelumnya. Awalnya organisasi ini bukan bernama FPTI melainkan Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia [FPGTI].

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Berdiri pada tanggal 21 April 1998, FPTI DKI Jakarta berdiri secara bersamaan dengan FPTI Pusat. Pada kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Tujuan didirikan FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta, melahirkan pemanjat-pemanjat berprestasi baik di tingkat Nasional maupun Internasional dari Jakarta, dan membantu perkembangan olahraga Panjat Tebing di Indonesia melalui kegiatannya di Jakarta. Dibanding dengan daerah lainnya, DKI Jakarta tidak memiliki banyak atlet namun kami ingin terus berupaya menghasilkan pemanjat-pemanjat handal yang siap meraih prestasi di berbagai kejuaraan.”

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Saat ini FPTI DKI Jakarta memiliki atlet Panjat Tebing yang tengah menjadi idola dan panutan bagi pemanjat muda Indonesia, mereka adalah Aspar Jaelolo yang sukses meraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018. Selain itu ada nama Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018. Aspar Jaelolo saat ini sedang fokus Pelatnas di Yogyakarta untuk mempersiapkan dirinya dalam SEA Games 2019 di Filipina, sementara Puji Lestari sedang tidak aktif dari dunia Panjat Tebing lantaran kesibukan barunya sebagai pegawai negeri di KEMENPORA.

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Sebagai induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Ibu Kota, FPTI DKI Jakarta terus melakukan aktivitas secara intens untuk mencari bibit-bibit pemanjat handal asal Jakarta yang siap meraih banyak prestasi di masa mendatang. Salah satunya adalah menggelar Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta pada akhir pekan lalu. Dengan kegiatan ini pula, FPTI DKI Jakarta mencari atlet terbaik untuk diikutsertakan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional [PON] akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga [cabor] yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Dalam hal ini Federasi Pengurus Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bertanggung jawab penuh terhadap persiapan skuad tim yang akan dibawa ke PON 2020 Papua. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan oleh FPTI DKI Jakarta adalah menggelar kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang terselenggara pada akhir pekan kemarin tanggal 16-17 Februari di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Tujuan digelarnya kompetisi itu adalah guna mencari pemanjat terbaik kelahiran asli DKI Jakarta untuk dipromosikan masuk Pelatda dalam persiapan PON 2020 Papua. Selain itu adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini juga bertujuan untuk regenerasi atlet-atlet DKI Jakarta yang sudah banyak pensiun dan pindah ke daerah lain. Dalam kesempatannya Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta menyampaikan, “Sebetulnya tim Provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing di kejuaraan PON 2020 Papua sudah ada 12 atlet. Mereka semua mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, dan termasuk Aspar Jaelolo yang saat ini sedang mengikuti Pelatnas di Yogyakarta untuk persiapan SEA Games 2019 Filipina.”

“Walaupun 12 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri terpilih sudah dipastikan masuk Pelatda namun mereka tidak dalam zona nyaman, dalam artian akan ada system degradasi atau peringkat berjalan. Sistem penilaian setiap atlet akan dilihat berdasarkan etika berlatih dan prestasi di setiap kejuaraan yang digunakan sebagai bahan try-out. Sementara untuk target di PON 2020 Papua, sebenarnya kami cukup realistis, kami menargetkan 3 medali emas, dan mengandalkan atlet Nasional Aspar Jaelolo di nomor lomba Speed,” tambahnya.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Walaupun mengandalkan Aspar Jaelolo sebagai kunci untuk meraih medali emas, namun tim Panjat Tebing DKI Jakarta diprediksi tidak akan mudah meraih target yang telah dicanangkan oleh Pengurus, Kurni Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI memprediksi provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali akan menjadi lawan yang cukup diperhitungkan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Sebelum dihadapkan dengan PON 2020 Papua, seluruh provinsi akan dihadapkan dengan pra PON yang akan bergulir di bulan Juli atau Agustus. Pra PON ini akan bergulir di tiga zona berbeda, zona pertama akan tersaji di Jawa Timur, Zona kedua akan digelar di Bengkulu, dan Zona ketiga akan diadakan di Sulawesi Selatan. Sejatinya tim DKI Jakarta memiliki satu atlet putri yang sukses meraih medali emas dan juga medali perak, dia adalah Puji Lestari. Untuk saat ini dirinya memutuskan untuk vakum dari duna Panjat Tebing dengan alasan kesibukan barunya sebagai Pegawai Negeri di KEMENPORA. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali ke lintasan Panjat Tebing saat PON 2020 Papua.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta sedang giat dan terus fokus mempersiapkan atlet-atlet untuk PON 2020 Papua.

READ MORE
<