eXtremeINA.com

Tag :Paragliding

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pemerintah Daerah Kabupaten Batang melakukan gebrakan yang positif dengan menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah kejuaraan Paralayang tahunan bertaraf Internasional yakni Paragliding Trip of Indonesia [TRoI], yang akan tersaji pada tanggal 25 hingga 28 April 2019 di Bukit Sikupang, Desa Kedaung, Kecamatan Banyuputih Batang.

Sejatinya akan banyak sekali manfaat yang didapat oleh Kota Batang saat menjadi tuan rumah TRoI 2019 ini, antara lain dapat menjadikan ajang promosi wisata yang ada di Batang kepada seluruh peserta TRoI baik dari lokal maupun Internasional, menjadi lahan pemasukan bagi masyarakat sekitar, menjadikan Kota Batang lebih dikenal, membantu perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia dari segi lokasi, mendorong minat anak-anak muda Batang untuk mulai menggeluti olahraga Paralayang, dan tentunya masih banyak hal positif lainnya yang akan didapat.

Lokasi terbang Paralayang yang ada di Batang ini sudah ada sejak tahun 2018 yang lalu, dan pada kesempatannya Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga [DISPORA] Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, “TRoI akan menjadi acara paralayang terbesar yang pernah ada di Kabupaten Batang. Antusiasme para peserta yang akan mengikuti kejuaraan paragliding pada TRoI ini cukup luar biasa, bahkan membludak. Sehingga, kami terpakasa menutup pendaftaran peserta sejak tanggal 2 April kemarin di angka 203.”.

“TRoI ini sekaligus menjadi agenda kemeriahan HUT ke-53 Kabupaten Batang. Oleh karena itu selain menghadirkan Kejuaraan kami juga persilahkan bagi masyarakat yang ingin mencoba menikmati paralayang di Bukit Sikuping dengan fun games dan tandem,” tambahnya.

Di lain kesempatan Bupati Batang juga mengatakan hal positif, “Acara ini saya kira sebagai ajang kejuaraan yang sangat bagus, untuk bisa sekaligus perkenalkan ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa Kabupaten Batang juga memiliki berbagai potensi alamnya yang indah, yakni Bukit Si Kuping. Kedepannya kegiatan kejuaraan seperti itu akan dijadikan sebagai agenda tahunan tingkat Nasional. Langkah tersebut juga untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022, dengan mengembangkan tempat latihan paralayang dan membuka potensi destinasi wisata baru yang memiliki multiplayer efek ekonominya.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : TRoI 2019 / eXtremeINA.com

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Seri perdana TRoI 2019 akan segera dipertandingkan bertempatkan di kota Batang, Jawa Tengah.

READ MORE

eXtremeINA.com              Olahraga ekstrem memang tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, dan yang harus menggelutinya adalah orang-orang yang terlatih di bidangnya. Namun jika seorang pemula ingin merasakan seberapa seru dan tertantangnya bermain olahraga ekstrem maka dia harus diawasi oleh orang yang sudah profesional.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (1)

Khusus di Indonesia, perkembangan olahraga ekstrem terbilang cukup pesat dan sudah banyak kategori seperti BMX, Skateboard, Downhill, Surfing, Panjat Tebing, Aggressive Inline Skate, Slackline, Offroad, Motocross, Wakeboarding, Paralayang, dan masih banyak yang lainnya. Namun sejatinya perkembangan ataupun kemajuan olahraga ekstrem tersebut sifatnya belum merata, dan yang membuktikan bahwa kategori olahraga ekstrem tertentu adalah banyaknya komunitas, banyaknya kejuaraan olahraga ekstrem tertentu diberbagai daerah, memiliki federasi atau assosiasi, pecintanya datang dari berbagai kalangan, dan tentunya masih banyak faktor lainnya.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (4)

Namun tahukan kalian seberapa banyak manfaat yang dihasilkan jika bermain olahraga ekstrem. Pada dasarnya semua olahraga dapat memberikan dampat positif bagi kesehatan tubuh, namun khusus olahraga ekstrem memiliki karakteristiknya sendiri. Karakteristik yang dimaksud adalah, olahraga ekstrem ini dapat memacu adrenaline, melatih mental, menghilangkan phobia tertentu, dan masih banyak manfaat lainnya.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (2)

Olahraga ekstrem ini identik dengan anak-anak muda, namun pada faktanya olahraga ekstrem banyak dilakukan oleh mereka yang memiliki usia 20 tahun hingga 40 tahun. Namun usia ini dapat menjadi patokan jenis olahraga ekstrem apa yang dilakukan. Bagi seorang pemula yang ingin merasakan olahraga ekstrem tertentu ada kait-kiat yang harus diperhatikan, yaitu pilih waktu yang tepat untuk melakukan olahraga ekstrem yang kalian geluti, hindari bermain olahraga ekstrem disaat kondisi badan sedang tidak fit, dan pertimbangkan resiko yang akan terjadi.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (3)

#eXtremeINA #extremesport #extremesportsindonesia #feature #Indonesia

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Olahraga ekstrem memang tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, dan yang harus menggelutinya adalah orang-orang yang terlatih di bidangnya.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com      Kejuaraan KASAU Cup 2019 yang tersaji di Bukit Watu Gupit, Pantai Parangtritis Yogyakarta telah sukses digelar pada akhir pekan lalu tanggal 1-3 Maret 2019. Pada ajang tahunan ini pihak penyelenggara telah mempertandingkan beberapa cabang olahraga Dirgantara yang salah satunya adalah Gantolle.

KASAU Cup adalah sebuah kejuaraan olahraga dirgantara yang didukung penuh oleh Kepala Staff TNI AU yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia [FASI), induk organisasi olahraga Dirgantara di Tanah Air. Maksud dan tujuan diadakannya KASAU Cup ini adalah untuk membina dan pengembangan olahraga Dirgantara di Indonesia. Ajang ini pun juga sangat bermanfaat bagi peningkatan prestasi para pilotnya. Kejuaraan KASAU Cup ini sudah berlangsung rutin di setiap tahunnya, dan tahun 2019 ini menjadi pagelaran yang ketiga.

Khusus pada cabang olahraga Gantolle, Kejuaraan KASAU Cup 2019 berhasil diikuti oleh 58 pilot dari 10 provinsi, yang diantaranya Sumatera Barat dengan 11 pilot, DKI Jakarta dengan 6 pilot, Banten dengan 4 pilot, DIY dengan 2 pilot, Jawa Tengah dengan 7 pilot, Jawa Timur dengan 8 pilot, Sulawesi Selatan dengan 2 pilot, Kalimantan Selatan dengan 1 pilot, Kalimantan Timur dengan 4 pilot, dan yang paling banyak mengirimkan pilotnya adalah Jawa Barat dengan 13 pilot.

Sejatinya ada kejutan yang terjadi di KASAU Cup 2019 ini, yaitu hadirnya 11 penerbang atau pilot baru yang ikut berpartisipasi. Alasan inilah yang membuat pihak penyelenggara memasukan nomor Junior, dengan memasukan nomor tersebut maka diharapkan anak-anak muda mulai menggeluti olahraga Gantolle.

Dalam kesempatannya Eris Budi Utomo selaku Ketua pertandingan yang merangkap Safety Officer atau keamanan penerbangan mengatakan, “Kami cukup senang dengan banyaknya penerbang-penerbang baru yang muncul di KASAU Cup 2019 ini. Oleh karena itulah kami memasukan nomor Yunior agar mereka membuktikan dirinya mampu berprestasi walaupun baru terjun di olahraga Gantolle. Kami harapkan ajang semacam ini terus bergulir di setiap tahunnya untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga Dirgantara khususnya Gantolle.”

Saat hari pertama dan hari kedua berlangsung, perlombaan berjalan sangat lancar dan semua babak dapat dipertandingkan. Namun saat masuk ke hari terakhir perlombaan tepatnya di tanggal 3 Maret 2019, hujan mengguyur kawasan Pantai Parangtritis akibat cuaca buruk tersebut pihak panitia hanya mampu menggelar 3 babak saja dari rencana 5 babak yang seharunya dipertandingkan. Namun dengan 3 babak ini sudah dinyatakan validitasnya tercapai 100% dan valid, dengan begitu pemenangnya sudah bisa ditentukan.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Chalid [pnb Gantolle JKT]

Hadirnya 11 penerbang atau pilot baru yang ikut berpartisipasi.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com      Kejuaraan Paralayang bertajuk KASAU Cup 2019 telah tersaji pada akhir pekan kemarin tanggal 1-3 Maret 2019 di Pantai Parangtritis Yogyakarta. Sejatinya kejuaraan Paralayang ini adalah agenda tahunan yang sekaligus menjadi kalender pertama Paralayang Indonesia di tahun 2019. Untuk mensukseskan kejuaraan ini Pengurus Paralayang provinsi DIY selaku pihak penyelenggara didukung penuh oleh TNI-AU.

Kejuaraan Paralayang bertajuk KASAU Cup 2019 telah tersaji pada akhir pekan kemarin tanggal 1-3 Maret 2019 di Pantai Parangtritis Yogyakarta. Sejatinya kejuaraan Paralayang ini adalah agenda tahunan yang sekaligus menjadi kalender pertama Paralayang Indonesia di tahun 2019.

Diikuti oleh 128 peserta dari 12 Provinsi, Kejuaraan Paralayang KASAU Cup 2019 hanya mempertandingkan nomor lomba Ketepatan Mendarat [KTM] atau akurasi, untuk kategorinya adalah putra, putri, dan beregu. Saat memasuki hari ketiga yang sekaligus menjadi hari terakhir perlombaan, hujan sempat mengguyur Kawasan Parangtritis dan benar saja perlombaan hanya mampu diselesaikan dua babak dari enam babak yang direncanakan.

Kejuaraan Paralayang bertajuk KASAU Cup 2019 telah tersaji pada akhir pekan kemarin tanggal 1-3 Maret 2019 di Pantai Parangtritis Yogyakarta. Sejatinya kejuaraan Paralayang ini adalah agenda tahunan yang sekaligus menjadi kalender pertama Paralayang Indonesia di tahun 2019.

Jalannya perlombaan benar-benar sangat seru dan menegangkan, terlebih pada nomor lomba Ketepatan Mendarat untuk kategori putri. Akibat perolehan nilai yang sama, terjadi Head to Head perebutan peringkat kedua antara Ade Oktavia dari provinsi Jawa Barat dengan Silviana Bebby dari Provinsi Jawa Tengah. Pertarungan disetiap kategorinya seakan menjadi hiburan berkelas bagi para pengunjung.

Kejuaraan Paralayang bertajuk KASAU Cup 2019 telah tersaji pada akhir pekan kemarin tanggal 1-3 Maret 2019 di Pantai Parangtritis Yogyakarta. Sejatinya kejuaraan Paralayang ini adalah agenda tahunan yang sekaligus menjadi kalender pertama Paralayang Indonesia di tahun 2019.

Spot terbang Paralayang di Parangtritis adalah satu-satunya lokasi di Indonesia yang bisa digunakan untuk seluruh olahraga Dirgantara mulai dari Paralayang, Gantolle, Paramotor, Terjun Payung, Aeromodeling, hingga pesawat kecil. Parangtritis memiliki bukit dan garis pantai yang Panjang serta memiliki airstrip untuk digunakan pesawat bermesin. Hadirnya kejuaraan KASAU Cup 2019 ini diharapkan mampu mendongkrak nilai wisata dikawasan Yogyakarta khususnya di Pantai Parangtritis.

Kejuaraan Paralayang bertajuk KASAU Cup 2019 telah tersaji pada akhir pekan kemarin tanggal 1-3 Maret 2019 di Pantai Parangtritis Yogyakarta. Sejatinya kejuaraan Paralayang ini adalah agenda tahunan yang sekaligus menjadi kalender pertama Paralayang Indonesia di tahun 2019.

Dengan meningkatnya nilai wisata yang ada di Parangtritis ini maka akan sangat banyak manfaat yang didapat, seperti memperlihatkan spot Parangtritis sebagai salah satu destinasi bermain Paralayang, menikmati keindahan pantai dari atas bukit, menikmati sunset di pantai Parangtritis, dan tentunya masih banyak wisata lain yang dapat dinikmati. KASAU Cup ini adalah sebuah kejuaraan Dirgantara yang rutin setiap tahun diselenggrakan dan pada tahun 2019 ini adalah tahun ketiganya.

Berikut adalah hasil KASAU Cup 2019, di Pantai Parangtritis, Yogyakarta:

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Nyoxie Rm / Paralayang Indonesia

Kejuaraan KASAU Cup 2019 telah tersaji pada akhir pekan kemarin di Pantai Parangtritis Yogyakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Pordirga Gantolle Paralayang Indonesia [PGPI] khususnya pada olahraga Paralayang tengah berupaya keras melakukan perdekatan dengan Filipina selaku tuan rumah untuk memasukkan cabang olahraga [cabor] Paralayang agar dipertandingkan di kejuaraan multi-event bertajuk SEA Games 2019.

Kompetisi Paralayang Manado Fiesta 2017 Berjalan Spektakuler_news (1)

Pada kesempatannya Wahyu Yudha selaku Ketua Paralayang Indonesia menyampaikan, “Saat ini kita masih bernegosiasi dengan pihak tuan rumah dan juga National Olympic Committee [NOC] di Filipina agar memasukan cabor Paralayang untuk dipertandingkan dalam kejuaraan SEA Games 2019. Kita pun juga telah mengajak negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand untuk memperjuangkan cabor Paralayang di SEA Games 2019.”

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt6 (15)

Langkah positif ini nampaknya di dukung penuh oleh Pengurus Besar Federasi Aerosport Indonesia [PB FASI] selaku induk organisasi tempat dimana PGPI khususnya olahraga Paralayang Indonesia bernanung, “PB FASI sangat mendukung langkah kami untuk memperjuangakan Paralayang dapat di pertandingkan di Kejuaraan SEA Games 2019, bentuk dukungannya berupa surat yang ditandatangani oleh Ketua Harian PB FASI Marsekal Muda Agus Munandar,” tambahnya.

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt6 (16)

Jika pihak Indonesia sukses melakukan pendekatan tuan rumah Filipina untuk memasukan cabor Paralayang yang dipertandingkan dalam kejuaraan SEA Games 2019, dengan para atlet handal yang dimiliki Indonesia, maka sangatlah berpeluang besar meraih prestasi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#air #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #paragliding #PGPI #2019SEAGames

PGPI berupaya keras lakukan perdekatan dengan tuan rumah, untuk memasukkan cabang olahraga Paralayang.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com              Setelah terpilih menjadi Ketua Paralayang Indonesia untuk periode 2019 – 2022, Wahyu Yudha beserta tim siap membawa olahraga Paralayang lebih berjaya lagi baik segi prestasi atlet maupun kejuaraan-kejuaraan yang dibuat. Salah satu bentuk eksistensinya, Wahyu Yudha telah membuat Calender of event Paralayang Indonesia untuk tahun 2019. Setidaknya ada 19 kegiatan yang meliputi kejuaraan, training, dan meeting.

eXINA-paralayang-ilustrasi (1)

Agenda pertama yang akan digelar dengan terpilih kembali Wahyu Yudha sebagai Ketua Paralayang Indonesia adalah Yogya Air Show yang akan tersaji pada tanggal 22 – 24 Februari 2019 di Yogyakarta. Dalam kesempatannya, Wahyu Yudha mengatakan, “Rasa terimakasih untuk seluruh komunitas Paralayang Indonesia yang kembali mempercayakan saya kembali untuk memimpin olahraga Paralayang di Indonesia. Kepercayaan ini akan kami buktikan dengan cara bekerja sepenuh hati, demi kemajuan Paralayang Indonesia.”

eXINA-ilustrasi-paralayang (1)

Melalui atlet-atlet yang cukup handal, Paralayang Indonesia cukup disegani di kancah Internasional. Berbagai gelar mentereng kerap diraih oleh atlet Indonesia di beberapa kejuaraan misalnya adalah meraih gelar juara dunia pada tahun 2017 untuk nomor lomba Ketepatan Mendarat di Kejuaraan Paragliding Accuracy World Cup [PGAWC], Indonesia meraih juara umum di Kejuaraan Asian Games 2018, dan pastinya masih banyak lagi prestasi lainnya.

eXINA-Timnas-Paralayang-Indonesia_image (6)

Selain prestasi untuk para atlet, target Wahyu Yudha untuk memajukan Olahraga Paralayang di Indonesia ini adalah menata kelembagaan dari pusat hingga daerah, mengimplementasikan berbagai regulasi untuk keselamatan kegiatan Paralayang, mengintensifkan serta menjaga konsistensi berbagai kejuaraan baik di tingkat junior maupun senior.

COE 2019 - Paralayang Indonesia

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#air #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #paralayang #paralayangindonesia #paragliding

Dengan terpilih kembali Wahyu Yudha, Paralayang Indonesia mempunyai jadwal padat.

READ MORE

Yogyakarta – eXtremeINA.com       Wahyu Yudha Dewanto, kembali terpilih sebagai Ketua Paralayang Indonesia untuk kedua kalinya.
Sembilan dari 13 pemilik suara dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Hotel Pesona, Yogyakarta, Minggu [16/12], sepakat memilihnya kembali.
Wahyu mengungguli Arif Eko dengan dalam Munas yang disaksikan ketua FASI-PGPI, Djoko Bisowarno.
IMG-20181216-WA0020
Sebelum pemilihan ketua, dilangsungkan pemilihan Board Paralayang Indonesia.
Kelima Board Paralayang Indonesia yang terpilih, Wahyu Yudha (DKI), Asgaf Umar (Sulteng), Arif Eko (Jatim), Alfari Widyasmara (DIY) dan Nyoman Sri (Jateng).
IMG-20181216-WA0022
Get Gendon, pelatih kepala Timnas Indonesia Asian Games 2018, mengungkapkan, pemilihan berlangsung secara demokratis.
“Saya kira, sudah tepat apa yang menjadi pilihan peserta. Disamping memiliki rekam jejak yang baik, juga positif terhadap prestasi paralayang Indonesia kedepan, dan Wahyu mampu bersinergi dengan daerah,” ujar Gendon.

Ditemui disela-sela pelaksanaan Munas, ketua terpilih, Wahyu Yudha berjanji akan menjalankan mandat yang diberikan anggota.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya bersama board terpilih, akan berupaya semaksimal mungkin membawa paralayang Indonesia menjadi lebih baik lagi,” janji Wahyu Yudha.

Text & Photos : Hery Inyo Rm

Rapat kerja & Munas telah menghasilkan Wahyu Yudha kembali terpilih untuk kedua kalinya.

READ MORE

MANADO – eXtremeINA.com   Pelaksanaan kegiatan Simulation d’ Insident en Vol (SIV) atau simulasi terjadinya insiden saat terbang paralayang, yang dihelat di Manado Skyline Tetempangan Hill, sejak pekan lalu (7/12) berlangsung sukses.
Hal ini disampaikan ketua tim kerja SIV Manado 2018, Hery Inyo Rumondor, kepada wartawan di landing area, Tongkang pantai Bulo.Menurutnya, peserta yang mengikuti kegiatan yang masuk Calendar of Event (CoE) PB FASI tahun 2018 ini, berjumlah 34 pilot paralayang, dari seluruh Indonesia.

IMG-20181213-WA0033

“Ini sebuah kebanggaan kami di Sulawesi Utara, mendapatkan kepercayaan melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.
Lanjut menurutnya, kegiatan ini sudah yang ketiga kali dilakukan setiap tahun, ditempat yang sama.
Jika pada 2016 dan 2017 instruktur berasal dari Perancis, tahun ini yang menjadi instruktur adalah pelatih Timnas Indonesia di Asian Games lalu, Teguh Maryanto.

IMG-20181213-WA0032

“Ini juga sebuah terobosan dan kebanggan, bahwa pelatih dalam negeri, mampu mengajarkan berbagai manuver acro dengan tidak adanya accident,” tambah Rumondor.
Sementara, ketua Paralayang Indonesia, Wahyu Yudha Dewanto, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini.
Menurutnya, apa yang dilakukan tim kerja Manado, akan dijadikan contoh dan ukuran untuk pelaksanaan kegiatan sejenis pada tahun tahun mendatang.

“Salute dan ucapan terima kasih bagi pelaksana, seluruh komunitas Paralayang dan Fasida Sulut, yang telah bahu membahu, sehingga SIV tahun 2018, berjalan sukses tanpa hambatan,” kata Wahyu.

Materi pelatihan SIV Manado 2018 sendiri melakukan berbagai manuver seperti antara lain, Spin to Exit, Spin to Back Fly,  Acymetric Colapse, Front Tag, Dinamic Stall, Full Stall dan Helico

Text & Photos : Pric Runtalolo

Ajang Simulation d’ Insident en Vol (SIV) yang dihelat di Manado Skyline Tetempangan Hill berlangsung sukses.

READ MORE

Puncak, Bogor – eXtremeINA.com            Tim Cross Country Putra Japan Cabang Olahraga Paragliding Asian Games, menyodok keperingkat dua dalam perolehan nilai, dan mengungguli tim Korea Selatan yang harus terlempar diposisi tiga, pada Task 3 hari ketiga lomba, yang dilangsungkan di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

IMG-20180827-WA0017

Sekalipun tim Japan mendapatkan nilai maksimal dengan 6061, karena empat atlitnya berhasil goal, namun tim Cross Country Indonesia, masih tetap memimpin ditempat teratas, dengan raihan nilai 6308. Tim Korea memiliki nilai 5808, unggul tipis dari tim Nepal dengan yang mendapatkan nilai 5793.

Yoshiaki Hirokawa, atlit Japan yang mendapatkan nilai tertinggi di Task 4 ini mengatakan kepada eXtremeINA.com, keberhasilan timnya hari ini, tidak terlepas dari strategi yang diterapkan.

IMG-20180827-WA0015

“Kami menunggu saat yang tepat uintuk melakukan take off. Termasuk melihat jalur penerbangan yang dilakukan para atlit Indonesia, karena mereka sudah terbiasa dan mengetahui bagaimana harus melakukan penerbangan dikawasan sini,” ujar Hirokawa.

 

Text dan Photo: Hery Inyo Rm

Paragliding Asian Games 2018, Japan Menyodok, Indonesia Tetap Memimpin

READ MORE

Puncak Bogor – eXtremeINA.com. Tim Nasional Paragliding Indonesia, menjadi salah satu Cabang Olahraga (Cabor), yang hingga saat ini, menjadi pengumpul medali terbanyak di Asian Games 2018, yang dihelat di Jakarta-Palembang.

Seperti diketahui, Tim Nasional Paragliding Indonesia, berhasil meraih dua medali emas di nomor Ketepatan Mendarat (Accuracy) perorangan putra, melalui Jafro Megawanto dan dinomor Beregu Putra, dengan formasi Jafro Megawanto, Aris Afriansyah, Hening Paradigma, Roni Pratama dan Joni Effendy.

IMG-20180825-WA0006

Selain itu, Indonesia mampu meraih medali Perunggu dinomor perorangan putri, atas nama Rika Widjayanti, serta trio Liz Andriana, Ike Ayu Wulandari dan Rika Widjayanti, yang merebut medali Perak.

Atas keberhasilan ini, pelatih kepala tim Indonesia, Get Gendon Subandono mengatakan, tidak dicapai dengan mudah, namun penuh perjuangan hingga round terakhir.

IMG-20180825-WA0019

“Dinomor individu putra, persaingan dengan Thailand, sangatlah keras. Raihan medali emas, baru bisa dipastikan pada round 10, karena selisih poin Jafro dan jagoan Thailand, Sarayut Chinpongsatorn, cukup dekat,” jelas Gendon.

Sementara, di nomor beregu Putra, persaingan Indonesia, Thailand, Korea Selatan dan China, terjadi pada round 4, dari total 6 round. Ketiga negara ini terus membayangi poin Indonesia.

Di Round 6, Jafro, Paradigma, Aris, Jony, dan Roni, membuat nilai maksimal, sehingga mampu mengclaim medali Emas untuk Indonesia.

IMG-20180825-WA0005

“Pemerintah sangat mengapresiasi capaian yang ditunjukkan atlit-atlit Paralayang Indonesia di Asian Games ini. Bonus sudah sudah pasti,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, disela-sela penyerahan medali.

 

Text dan Photo: Hery Inyo Rm

Paragliding Sudah Persembahkan Empat Medali di Asian Games

READ MORE
<