eXtremeINA.com

Tag :Rally

JAKARTA – eXtremeINA.com    Rifat Sungkar bekerjasama dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia [MMKSI] resmi memperkenalkan mobil teranyarnya, yaitu Mitsubishi Xpander AP4 Concept tepat di hari pembuka ajang Indonesia International Motor Show [IIMS] 2019 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada [25/4].

Xpander AP4 sendiri merupakan sebuah konsep mobil yang diciptakan dari buah pemikiran Rifat yang berangan-angan untuk membuat mobil low-MPV 7 seater menjadi suatu kendaraan kompetisi yang atraktif. Untuk mewujudkannya, Rifat menjalin kerja sama dengan modifikator digital berbakat, Yoga Budi Widiantoro, yang sukses membuat konsep Xpander AP4 dalam bentuk 3D.

“Mobil ini begitu inspiratif bagi saya karena Mitsubishi punya sejarah penting di ajang motorsport dunia. Bahkan impresi saya ketika mencoba Xpander pertama kali di Jepang 2,5 tahun yang lalu sangat baik terutama dalam hal handling dan suspensi,” ungkap Rifat.

Melihat bodi Xpander yang begitu ideal juga membuat Rifat berpikir untuk melakukan pengembangan dari arah modifikasi untuk bisa menyerupai konsep AP4. Rifat mengaku garis bodi yang modern dengan aerodinamika yang maksimal menjadikan Xpander memiliki struktur yang ideal. “Dari awal saya menimbang mobil ini juga memiliki distribusi bobot depan belakang yang seimbang, sehingga saya sangat yakin mobil untuk menjadikan mobil ini sebagai konsep AP4 di Indonesia.”

Sebagai Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat terus beradaptasi dengan perkembangan regulasi dunia dan konsep modern seperti AP4 yang memperbolehkan sebuah kendaraan keluarga seperti Xpander bisa menjadi kendaraan kompetisi dengan regulasi yang telah diatur sedemikian rupa. Regulasi yang dimaksud meliputi kesetaraan struktur suspensi dan kontrol mesin yang digunakan.

Dengan mengusung konsep AP4, perawatan mobil ini juga menjadi lebih terjangkau karena spare parts yang lebih mudah didapatkan dan juga dapat menggunakan spare partsdari peserta sesama pengguna AP4.

Text & Photo : karyaKU

Edited by       : Ihsan Rizaldi Raz

Rifat Sungkar dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia resmi memperkenalkan mobil teranyarnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik. Namun apa sebenarnya kelas AP4 tersebut dan bagaimana asal usulnya sehingga saat ini mulai menarik minat banyak pereli?

AP4 merupakan sebuah mobil yang dicanangkan oleh Motorsport New Zealand [MSNZ] dan Confederation of Australia Motorsport [CAMS]—selaku induk olahraga otomotif di kedua negara tersebut—pada 2015 silam. Awalnya, AP4 diciptakan untuk menjadi alternatif karena mobil reli berjenis R5 [spesifikasi World Rally Championship] terlampau mahal.

Maka dari itu dapat dikatakan bahwa konsep AP4 lebih menitikberatkan pada penekanan biaya produksi yang jauh lebih ekonomis ketimbang mobil-mobil reli berspesifikasi lebih tinggi. “Dengan menggunakan konsep AP4, para pelaku industri reli dapat menekan biaya produksi berkali lipat lebih murah karena basis yang digunakan adalah mobil harian yang saat ini beredar masif di pasaran,” ungkap Rifat Sungkar selaku Ketua komisi Rally IMI Pusat.

Beberapa faktor yang membuat AP4 lebih terjangkau adalah karena menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama untuk seluruh bodi mobil. Dengan kata lain, bodi mobil dari berbagai merek tetap dapat menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama. Konsep ini akan membuat seluruh mobil AP4 dapat sharing spare part yang sama antar sesama tim saat kompetisi reli berlangsung.

“Komisi Rally bersama dengan komunitas rally terus mensosialisasikan kelas AP4 ini sebagai penawar bagi mereka yang ingin mencicipi keseruan olahraga rally di level internasional. Dengan adanya AP4 ini sangat memungkinan pereli Indonesia untuk berlaga di ajang reli internasional,” tambah Rifat.

Mobil berjenis AP4 ini dapat dikatakan sebagai wajah baru mobil reli di indonesia yang menggantikan kendaraan-kendaraan grup R yang sudah berusia lebih dari 10 tahun. Sebagai catatan juga, mobil-mobil reli jenis AP4 mendapatkan lisensi untuk berlomba di kejuaraan internasional, seperti reli Australia, reli Selandia Baru, reli Asia-Pasifik.

Text & Photos : karyaKU

Edited by         : Ihsan Rizaldi Raz

Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang reli bertaraf internasional, Asia Pacific Rally Championship [APRC] 2019 akan digelar di kawasan perkebunan sawit Rambung Sialang Hilir, Medan, Sumatera Utara pada 27 dan 28 Juli mendatang.

Jadwal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat Sungkar. “Saya sebagai ketua komisi rally menyampaikan bahwa APRC di Medan akan digelar tepatnya pada 27 dan 28 Juli 2019. Jadwal ini merupakan tanggal yang telah diperbarui setelah sebelumnya sempat beredar kabar akan digelar pada 7 Juli,” ungkap Rifat.

Dengan perubahan jadwal ini diharapkan persiapan dalam segala aspek menjadi semakin matang, terutama untuk pemeliharaan lintasan sejauh 160 km yang akan menjadi jarak tempuh para pereli yang ikut bertanding. “Pengunduran ini menjadi waktu tambahan bagi Indonesia selaku tuan rumah untuk semakin matang dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional sekelas APRC yang memang sudah dinanti-nantikan oleh para pecinta reli,” tambah Rifat.

Ajang APRC Medan juga sekaligus memperlombakan dua putaran Kejuaraan Nasional [Kejurnas] Reli 2019, di mana putaran 1 berlangsung di hari Sabtu [27 Juli] dan putaran 2 di hari Minggu [28 Juli].

Saat ini pun sudah tercatat ada tiga peserta mancanegara—berasal dari Australia dan Selandia Baru—yang akan turut meramaikan jalannya APRC Medan. Rifat berharap, “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kebangkitan rally Indonesia dengan adanya keikutsertaan peserta mancanegara akan membuat komunitas rally nasional dapat menjalin hubungan yang positif sehingga ke depan bisa menjalin kerja sama yang semakin baik.”

Bagi para pereli yang akan melakukan pendaftaran APRC Medan dapat menghubungi Sekretariat IMI Sumatera Utara [+6261 452 0672] yang berlokasi di Jl. Taruma No. 52, Medan 20112

Text                : karyaKU

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Ajang balap reli APRC 2019 akan digelar di Sumatera Utara pada 27 dan 28 Juli mendatang.

READ MORE

eXtremeINA.com  Pada umumnya reli sangat identik dengan kejuaraan balap mobil, namun untuk Dakar terdapat empat kelas kendaran yang dipertandingkan yaitu mobil, truck, motor, serta quad bike. Ajang balap yang digagas oleh Amaury Sport Organization [ASO] ini juga memiliki beberapa regulasi yang wajib dipenuhi oleh pesertanya, untuk ajang balap mobil kelas tersebut harus memiliki bobot kurang dari 3.500 kg atau setara dengan 7.716 pounds. Untuk kelas mobil pihak penyelenggara membagi dalam beberapa kelas yaitu T1, T2, T3, dan Open.

Mengenal Kelas Dipertandingkan Dalam Rally Dakar_feature (1)

Mobil peserta yang bisa masuk untuk dipertandingkan dalam group T1 [improve Cross Country Vehicle] adalah mobil yang disesuaikan dengan tipe mesin yaitu bensin atau diesel, serta bisa menggunakan dua penggerak ataupun empat penggerak. Untuk group T2 [Cross Country Series Production Vehicle] terbagi dalam kategori bensin dan diesel. Untuk group T3 pihak penyelenggara mewajibkan kendaran dengan bobot riangan, dan untuk group open kendaran yang disesuaikan serta diatur dengan regulasi Score.

Mengenal Kelas Dipertandingkan Dalam Rally Dakar_feature (1)

Selanjutnya adalah kelas Truk, kendaraan ini awalnya tidak masuk dalam balap Rally Dakar, namun pada tahun 1980 ASO selaku pihak penyelenggara memasukan kelas truk menjadi satu ajang balap Dakar. Namun untuk memberikan keseragaman terhadap peserta, ASO tetap memberikan spesifikasi atau regulasi kendaraan truk yang boleh dipertandingkan. Spesifikasi yang pertama adalah, truk harus memiliki bobot diatas 3.500kg atau setara dengan 7.716 pounds. Untuk kelasnya sendiri dibagi menjadi dua group yaitu T4.1 yang merupakan kelas untuk seri produksi, dan T4.2 merupakan kelas truk dengan sentuhan modifikasi.

Mengenal Kelas Dipertandingkan Dalam Rally Dakar_feature (2)

Selanjutnya adalah kelas Quadbike, pada tahun 2009 kelas ini masuk kedalam subdivisi motor. Namun dengan pertimbangan yang matang dari pihak penyelenggara kelas Quadbike menjadi kelas terpisah. Quadbike sendiri juga memiliki beberapa kategori yaitu G3.1 dengan spesifikasi mesin silinder tunggal berkapasitas maksimal 750cc, untuk G3.2 memiliki rincian dengan kapasitas mesin maksimal 900cc baik dalam satu tata letak silinder ataupun twin.

Mengenal Kelas Dipertandingkan Dalam Rally Dakar_feature (3)

Kelas terakhir yang diperlombakan dalam balap Rally Dakar adalah kategori motor. Sama seperti dengan kelas-kelas lainnya, pada kelas motor ini memiliki beberapa kategori yang pertama elite group1 dan non-elite group 2. Khusus untuk elite boleh dilakukan modifikasi pada kendaraanya. Sementara untuk group non-elite tidak diperbolehkan melakukan penggantian komponen mesin yang meliputi silinder, head cylinder, frame, frok, serta swing arm. Semua kendaraan motor yang mengikuti kelas ini harus memiliki kapasitas mesin 450cc, baik itu untuk kelas elite dan non-elite.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #dakar #race #racing #rally #rallydakar #offroad

eXtremeINA.com  Pada umumnya reli sangat identik dengan kejuaraan balap mobil, namun untuk Dakar terdapat empat kelas kendaran yang dipertandingkan yaitu mobil, truck, motor, serta quad bike. Ajang balap yang digagas oleh Amaury Sport Organization [ASO] ini juga memiliki beberapa regulasi yang wajib dipenuhi oleh pesertanya, untuk ajang balap mobil kelas tersebut harus memiliki bobot kurang […]

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA  Pereli nasional Rifat Sungkar telah menyelesaikan uji coba mobil reli bersama pereli asal Inggris, Alister McRae di kawasan Bakers Hill, Perth Australia pada Kamis [14/2] lalu. Dari hasil tes terhadap dua mobil reli berjenis AP4 dan R5, Rifat menyimpulkan beberapa hal yang dianggapnya penting.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Di trek sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut, Rifat dan Alister beberapa kali mencoba mobil AP4. Ia pun berlanjut melakukan pengujian terhadap mobil R5. “Dari pertama kali naik AP4, saya dan Alister sudah merasakan bahwa mobil ini berada di level yang berbeda dari semua mobil yang ada di grup N dan AP4 yang disahkan oleh Motorsport New Zealand dan Confederation of Australian Motor Sport memiliki kelebihan dibandingkan R5,” cerita Rifat.

Adapun waktu dari hasil uji coba menunjukkan mobil AP4 memiliki selisih waktu 0,7 detik per kilometer lebih lambat dari R5. Namun untuk urusan handling dan suspensi, terasa bahwa mobil AP4 sangat ringan dan mudah dikendalikan karena memiliki travel suspensi yang panjang. Rifat dan Alister pun sempat melakukan set up terhadap mobil AP4, yang meliputi bagian roll bar belakang agar mobil lebih stabil di tikungan, serta menaikkan suspensi agar lebih safety ketika jumping.

Kedua pereli bertaraf internasional ini pun melanjutkan dengan bertukar mencoba mobil R5. Satu keunggulan dari R5 menurut Rifat adalah handling yang sangat mudah dikendalikan ketika mobil berganti arah atau bermanuver.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Rifat menambahkan, “Dari segi mesin, AP4 ini lebih unggul jika dibandingkan R5, sementara gearbox dan suspensi dari kedua mobil ini bisa dibilang setara. Menurut saya, AP4 adalah pilihan terbaik karena dari segi harga hanya 2/3 dari harga mobil R5 sementara harga suku cadang R5 bisa tiga atau empat kali lipat lebih mahal dari AP4. Running cost ini sangat penting untuk diperhatikan bagi semua yang ingin membangun mobil reli.”

Dari hasil uji coba ini, Rifat menganggap bahwa region Asia-Pasifik [termasuk Indonesia] sudah mampu menciptakan mobil hebat untuk digunakan dalam ajang-ajang balap reli bergengsi agar menciptakan iklim balap reli yang kompetitif.

Ia menilai formula mobil AP4 ini sangat sederhana karena menggunakan mesin, gearbox, dan suspensi yang sama untuk seluruh bodi. “Apabila ada yang berminat untuk membangun mobil ini akan sangat mudah karena platform mobil AP4 basis sasis, mesin, gearbox, dan kaki-kaki semuanya sama, hanya jubah atau bodinya saja yang berbeda dan bisa dari berbagai merek kendaraan,” pungkas Rifat

 

Text & Photos : karyaKU

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #racing #rally #RifatSungkar #RFT

Hasil Uji Coba Rifat Sungkar Bersama Alister McRae.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Pereli nasional Rifat Sungkar tengah berada di Perth, Australia untuk melakukan uji coba mobil reli bersama pereli kawakan asal Inggris, Alister McRae. Kunjungan Rifat ke Perth merupakan salah satu bentuk tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua Komisi Reli untuk melakukan penelitian dan pengembangan demi kemajuan kancah reli Tanah Air.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

“Sebagai Ketua Komisi Reli, saya perlu mempertahankan kreativitas dan harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Perjalanan saya ke Perth kali ini adalah untuk menggali perkembangan terbaru apa yang terjadi di kancah reli khususnya untuk region Asia-Pasifik,” ungkap Rifat.

Beberapa waktu lalu, Rifat juga sempat melakukan perjalanan ke Selandia Baru bersama pereli Julian Johan untuk melakukan uji coba mobil reli berjenis AP4 yang memiliki konfigurasi mesin melintang. Sementara kali ini, bersama dengan McRae, Rifat akan melakukan uji coba terhadap dua mobil reli, yaitu mobil reli berjenis AP4 yang memiliki konfigurasi mesin ke belakang [mobil yang disahkan oleh Motorsport New Zealand dan Confederation of Australian Motor Sport] serta Skoda Fabia R5.

“Objektif dari uji coba ini adalah saya mau melihat komparasi dari mobil AP4 dengan R5. Perbandingannya dari segi akselerasi, suspensi, serta handling. Dari situ, saya pun akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di komunitas reli Tanah Air sekaligus memberikan sosialisasi kepada mereka yang hendak membangun sebuah mobil balap sehingga tidak ada kesalahan dari spesifikasi kendaraan yang dibangun dan dapat menyesuaikan dengan biaya yang ada,” lanjut Rifat.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Dalam perjalananya ke Perth, Rifat juga turut serta melakukan pertemuan dengan beberapa kawan lamanya guna membahas kemungkinan kerja sama yang dapat terjalin antara Indonesia dengan negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru.

“Setelah bertemu dengan beberapa kawan, saya melihat kemungkinan terbuka sangat lebar bagi para pereli Tanah Air untuk dapat berlaga di ajang internasional sekelas Rally Western Australia. Hal ini dikarenakan biaya sewa mobil balap yang tidak terlalu mahal. Dengan pengeluaran yang dianggap wajar serta akses yang tergolong mudah, saya sangat berharap akan lebih banyak lagi generasi penerus kancah reli Tanah Air yang dapat terjun langsung di ajang reli internasional,” pungkas Rifat.

Text & Photos : karyaKU

 

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #racing #rally #RifatSungkar #RFT

Rifat Sungkar Lakukan Uji Coba Mobil Reli bersama Alister McRae.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Otomotif International atau Federation Internationale de I’Automobile [FIA] tengah merancang strategi untuk menggelar World Rally Championship [WRC] dengan rute yang akan melintas di antar negara.

FIA-Wacanakan-WRC-Melintasi-Rute-Antar-Negara_news-(2)

Presiden FIA Jean Todt memang menginginkan perubahan dari jalannya kejuaraan WRC secara lebih berkualitas. Jika wacana kejuaraan Rally ini dapat terealisasi untuk menggunakan lintasan antar negara, maka bukan tidak mungkin kejuaraan yang hadir di masing-masing negara Eropa dan Jepang dapat disatukan dalam ajang WRC.

FIA-Wacanakan-WRC-Melintasi-Rute-Antar-Negara_news-(1)

Dalam kesempatannya Presinden FIA Jean Todt menyampaikan, “Secara gamblang kami ingin kejuaraan balap WRC lebih berkualitas. Oleh karena itulah saya ingin adanya perubahan, salah satunya merancang agenda WRC dapat menggunakan lintasan antar negara. Untuk mewujudkan itu semua, saya ingin berkunjung ke beberapa belahan dunia seperti Amerika Latin dan Asia, mungkin di China, India, Thailand, dan Indonesia dapat menjadi obsi yang sangat baik.”

FIA-Wacanakan-WRC-Melintasi-Rute-Antar-Negara_news-(4)

Harapan lain Jean Totd adalah, WRC dapat menembus kawasan Afrika dan juga Timur Tengah, dan kita mengharapkan adanya jalur antar negara yang dapat digunakan untuk kejuaraan WRC. Jika benar wacana ini dapat terealisasi maka ini adalah sebuah kreativitas dari sebuah ajang balap yang dapat menjadi hiburan berkualitas bagi para pecintanya. Bagi para pebalapnya, jelas ini akan menjadi tantangan.

FIA-Wacanakan-WRC-Melintasi-Rute-Antar-Negara_news-(3)

“Sangat menguntungkan karena kami memiliki Perusahaan Hyundai di Korea, namun kami menginginkan adanya kerja sama dari para produsen di China. Saya pun sangat ingin kembali ke Afrika, dan kami pun tengah bernegosiasi untuk menggelar ajang WRC di Timur Tengah. Seperti itulah yang sangat ingin kami capai, namun kami tidak dapat menggelar kejuaraan Rallyd di 20 negara berbeda. Oleh karena itulah wacana WRC menggunakan rute lintas dua negara digagas.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

 

#dirt #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #FIA #race #racing #rally #WRC

FIA tengah merancang strategi untuk menggelar WRC dengan rute yang akan melintas di antar negara.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan Nasional Rally dan Sprint Rally akan memasuki babak baru, dan Ikatan Motor Indonesia [IMI] selaku induk otomotif di Indonesia telah merilis jadwal balap Rally yang akan mulai tersaji pada awal Maret 2019 mendatang, sementara untuk Sprint Rally baru akan bergulir pada bulan Juli 2019.

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(2)

Walaupun jadwal sudah ditetapkan, namun kota mana saja yang akan menjadi tuan rumah kejuaraan balap ini belum diputuskan. Pada kesempatannya Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally dan Sprint Rally menyampaikan beberapa hal baru terkait jalanya perlombaan dimusim 2019 ini, “Regulasi yang akan digunakan pada ajang balap ini adalah regulasi kelas F1. Regulasi tersebut merupakan kelas dengan spesifikasi mobil dalam ataupun luar negeri, bergerak dengan roda dua, serta memiliki maksimal kapasitas mesin mencapai 1500cc. Kelas ini akan menjadi primadona lantaran mobil – mobil yang akan digunakan adalah mobil baru yang terdapat dipasaran. Selain itu kelas F1 ini diprediksi mampu merangkul komunitas Rally dari generasi muda.”

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(3)

Nantinya mobil yang dapat mengikuti kelas F1 ini harus diproduksi tahun 1997 ke bawah dan mobil yang diproduksi tahun 1997 ke atas. Tujuannya jelas, agar komunitas Rally dan Sprint Rally dapat merangkul peserta yang hadir. Dengan kata lain mereka yang memiliki mobil lawas bias mengikuti kelas ini dan mereka yang memiliki mobil masa kini juga dapat ikut merasakan atmosfer serunya berkompetisi Rally.

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(1)

Rifat Sungkar juga menambahkan, “Pemilihan tahun 1997 didasari oleh momentum perubahan pesat teknologi pada kendaraan yang terjadi di era 90-an. Untuk mobil – mobil produksi dibawah 1997, dengan teknologi yang masih lama, komisi Rally memberikan kebebasan untuk memodifikasi, namun mereka memiliki kekurangan pada handling dan sasis mobil. Sementara untuk baru akan dibatasi modifikasinya namun mereka akan diuntungkan dengan teknologi handling dan sasis mobil yang lebih modern.”

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(4)

Berikut adalah jadwal Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019:

Rally

  • Putaran 1, 3 Maret 2019
  • Putaran 2, 7 Juli 2019
  • Putaran 3, 17 November 2019

Sprint Rally

  • Putaran 1, 14 Juli 2019
  • Putaran 2, 18 Agustus 2019
  • Putaran 3, 15 September 2019
  • Putaran 4, 13 Oktober 2019
  • Putaran 5, 17 November 2019

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #IMI #indonesia #race #racing #rally #rifatsungkar #RFT #sprintrally

Memasuki babak baru, IMI selaku induk otomotif di Indonesia telah merilis jadwal terbaru.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Menjelang digelarnya Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019, Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Reli dan Sprint Reli membeberkan beberapa hal baru terkait Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019 yang berkompeten untuk membangkitkan gairah para pecinta reli Tanah Air. Salah satu yang hal penting yang disampaikan Rifat adalah mengenai regulasi kelas F1, yang merupakan kelas dengan spesifikasi mobil dalam atau luar negeri, berpenggerak roda dua, dan memiliki kapasitas mesin maksimal mencapai 1500 cc.

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (1)

Rifat mengatakan, “Masalah regulasi saya tekankan di kelas F1. Bisa dibilang kelas ini akan menjadi primadona karena diperuntukkan mobil-mobil keluaran baru yang beredar di pasaran saat ini. Selain itu, kelas F1 ini dapat merangkul komunitas reli dari generasi yang muda.”

Mobil-mobil yang dapat ikut di kelas F1 ini, dibagi antara mobil produksi tahun 1997 ke bawah serta mobil produksi tahun 1997 ke atas. “Tujuannya adalah karena kami di komunitas rally dan sprint rally ingin merangkul sebanyak-banyaknya peserta. Mereka yang memiliki mobil lawas bisa ikut, mereka yang memiliki mobil masa kini juga dapat ikut terjun langsung merasakan serunya kompetisi rally.”

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (2)

Rifat menambahkan jika alasan pemilihan tahun 1997 sebagai batas pembagian adalah karena momentum perubahan pesat teknologi pada kendaraan paling banyak terjadi di era 90-an akhir. Untuk mobil-mobil yang diproduksi di bawah tahun 1997, dengan teknologi yang masih lama, komisi reli membebaskan modifikasi dengan memberikan penyesuaian yang lebih ringan.

“Di bawah tahun 1997 modifikasi mobil diberikan keleluasaan mesin yang lebih bebas, namun mereka punya kekurangan pada handling dan sasis mobil. Sementara mobil baru kami batasi modifikasi namun mereka sudah lebih diuntungkan dengan teknologi handling dan sasis mobil yang lebih canggih,” cetus Rifat lagi.

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (3)

Adapun mobil-mobil yang masuk ke dalam kategori kelas F1, yaitu: Hyundai i20, Honda Jazz, Suzuki Swift, Daihatsu Sirion, Mazda 2, VW Polo, Kia Rio, Chevrolet Spark, Toyota Yaris, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio, Nissan March, dan Mitsubishi Mirage.

Sementara itu, di luar Kejuraan Nasional, Rifat pun akan menyediakan satu piala khusus bagi para peserta non seeded kelas F1, yaitu Helmy Sungkar Trophy yang menjadi persembahan bergengsi bagi peserta berprestasi. Rifat  pun berterima kasih kepada semua pihak yang memiliki satu visi dan misi sama, yaitu untuk membangkitkan kancah reli Tanah Air.

“Ayah saya memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia reli Indonesia dan dia peduli sekali dengan perkembangan komunitas anak muda di kancah reli. Harapannya Helmy Sungkar Trophy ini bisa menjadi motivasi utama mereka-mereka yang di tahun ini akan berlomba di kategori non seeded kelas F1,” pungkas Rifat.

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (4)

Text & Photos : karyaKU

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #IMI #indonesia #race #racing #rally #rifatsungkar #RFT #sprintrally

F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019 Akan Menjadi Kelas Primadona

READ MORE
MALAYSIA – eXtremeINA.com    Putaran ke 2 Malaysian Rally Championship 2018 (MRC) yang bertajuk Rally of Perlis 2018, kembali diikuti oleh pasangan Julian Johan & Recky Resanto, yang bernaung dibawah tim One Motorsports GT Radial Evalube Helios. Kejuaraan ini digelar di negara bagian Perlis pada tanggal 20 – 21 Oktober, dan diikuti oleh 31 peserta dari 4 negara di Asia.
IMG-20181022-WA0002-01
Ada yang berbeda pada putaran ini, dimana Jeje tidak menggunakan Proton Satria Neo seperti pada putaran sebelumnya. “Kali ini strategi tim memutuskan saya untuk menggunakan Proton Satria generasi pertama, dengan bertukar mobil dengan rekan tim lainnya.” ucap Recky. Hal tersebut dilakukan atas dasar karakter mobil yang lebih sesuai dengan trek, dan Jeje ditunjuk oleh tim sebagai salah satu pengumpul poin kejuaraan tim, pada Rally of Perlis 2018 ini.
Rally of Perlis merupakan salah satu rally paling ‘High Speed’ yang ada di Malaysia. Dengan geografis perkebunan tebu dan lintasan SS yang mampu digeber hingga diatas 180km/jam.
“Ini menjadi pengalaman baru bagi saya, cukup menegangkan memacu mobil hingga Speedometer diujung, dan diatas permukaan jalan yang minim traksi” tambah Jeje mengenai trek.
IMG-20181020-WA0013-01
Rally kali ini menyuguhkan 9 SS, dengan total jarak diatas 300km. Pada Leg 1 (Sabtu), dari 3 SS yang dijalani, Jeje & Recky berhasil berada di posisi ke 2 kelas P10 (1600cc Max). Diapit oleh perally Jepang Takeshi Azuma di posisi 1, dan Masafumi Sudou di posisi 3. Masuk ke Leg 2 (Minggu), Jeje sempat mengalami ‘Overshoot’ di SS 4, sehingga mobil keluar lintasan dan tersangkut ditengah ladang. “Memang saya terlalu kencang di salah satu tikungan. Dan begitu nyangkut, saya sempat pesimis bahwa perolehan hasil podium akan lepas.”, “Tapi kami langsung mencoba memasang tali strap dibelakang mobil. Beruntunglah salah satu rekan tim kami dengan sigap menarik keluar, sehingga kami langsung kembali menyelesaikan SS4.” ungkap Jeje.
 
Pada 5 SS yang tersisa, akhirnya Jeje & Recky memustuskan untuk tetap bermain semaksimal mungkin. Walaupun waktu merosot lebih dari 15 menit, keduanya mencoba untuk memperbaiki waktu di SS 5 hingga SS 9. Di akhir kejuaraan pun, Julian Johan & Recky berhasil mengumpulkan 1 jam 58 menit 38,559 detik. Hasil tersebut tanpa disangka mampu memposisikan mereka menjadi Juara ke 3 di kelas P10. Dibawah Abdul Kaathir di posisi 1, dan Masafumi Sudou di posisi 3.
Text & Photos : JJ

Julian Johan & Recky mampu memposisikan mereka menjadi juara ketiga

READ MORE
<