eXtremeINA.com

Tag :Rifat Sungkar

JAKARTA – eXtremeINA.com    Rifat Sungkar bekerjasama dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia [MMKSI] resmi memperkenalkan mobil teranyarnya, yaitu Mitsubishi Xpander AP4 Concept tepat di hari pembuka ajang Indonesia International Motor Show [IIMS] 2019 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada [25/4].

Xpander AP4 sendiri merupakan sebuah konsep mobil yang diciptakan dari buah pemikiran Rifat yang berangan-angan untuk membuat mobil low-MPV 7 seater menjadi suatu kendaraan kompetisi yang atraktif. Untuk mewujudkannya, Rifat menjalin kerja sama dengan modifikator digital berbakat, Yoga Budi Widiantoro, yang sukses membuat konsep Xpander AP4 dalam bentuk 3D.

“Mobil ini begitu inspiratif bagi saya karena Mitsubishi punya sejarah penting di ajang motorsport dunia. Bahkan impresi saya ketika mencoba Xpander pertama kali di Jepang 2,5 tahun yang lalu sangat baik terutama dalam hal handling dan suspensi,” ungkap Rifat.

Melihat bodi Xpander yang begitu ideal juga membuat Rifat berpikir untuk melakukan pengembangan dari arah modifikasi untuk bisa menyerupai konsep AP4. Rifat mengaku garis bodi yang modern dengan aerodinamika yang maksimal menjadikan Xpander memiliki struktur yang ideal. “Dari awal saya menimbang mobil ini juga memiliki distribusi bobot depan belakang yang seimbang, sehingga saya sangat yakin mobil untuk menjadikan mobil ini sebagai konsep AP4 di Indonesia.”

Sebagai Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat terus beradaptasi dengan perkembangan regulasi dunia dan konsep modern seperti AP4 yang memperbolehkan sebuah kendaraan keluarga seperti Xpander bisa menjadi kendaraan kompetisi dengan regulasi yang telah diatur sedemikian rupa. Regulasi yang dimaksud meliputi kesetaraan struktur suspensi dan kontrol mesin yang digunakan.

Dengan mengusung konsep AP4, perawatan mobil ini juga menjadi lebih terjangkau karena spare parts yang lebih mudah didapatkan dan juga dapat menggunakan spare partsdari peserta sesama pengguna AP4.

Text & Photo : karyaKU

Edited by       : Ihsan Rizaldi Raz

Rifat Sungkar dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia resmi memperkenalkan mobil teranyarnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik. Namun apa sebenarnya kelas AP4 tersebut dan bagaimana asal usulnya sehingga saat ini mulai menarik minat banyak pereli?

AP4 merupakan sebuah mobil yang dicanangkan oleh Motorsport New Zealand [MSNZ] dan Confederation of Australia Motorsport [CAMS]—selaku induk olahraga otomotif di kedua negara tersebut—pada 2015 silam. Awalnya, AP4 diciptakan untuk menjadi alternatif karena mobil reli berjenis R5 [spesifikasi World Rally Championship] terlampau mahal.

Maka dari itu dapat dikatakan bahwa konsep AP4 lebih menitikberatkan pada penekanan biaya produksi yang jauh lebih ekonomis ketimbang mobil-mobil reli berspesifikasi lebih tinggi. “Dengan menggunakan konsep AP4, para pelaku industri reli dapat menekan biaya produksi berkali lipat lebih murah karena basis yang digunakan adalah mobil harian yang saat ini beredar masif di pasaran,” ungkap Rifat Sungkar selaku Ketua komisi Rally IMI Pusat.

Beberapa faktor yang membuat AP4 lebih terjangkau adalah karena menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama untuk seluruh bodi mobil. Dengan kata lain, bodi mobil dari berbagai merek tetap dapat menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama. Konsep ini akan membuat seluruh mobil AP4 dapat sharing spare part yang sama antar sesama tim saat kompetisi reli berlangsung.

“Komisi Rally bersama dengan komunitas rally terus mensosialisasikan kelas AP4 ini sebagai penawar bagi mereka yang ingin mencicipi keseruan olahraga rally di level internasional. Dengan adanya AP4 ini sangat memungkinan pereli Indonesia untuk berlaga di ajang reli internasional,” tambah Rifat.

Mobil berjenis AP4 ini dapat dikatakan sebagai wajah baru mobil reli di indonesia yang menggantikan kendaraan-kendaraan grup R yang sudah berusia lebih dari 10 tahun. Sebagai catatan juga, mobil-mobil reli jenis AP4 mendapatkan lisensi untuk berlomba di kejuaraan internasional, seperti reli Australia, reli Selandia Baru, reli Asia-Pasifik.

Text & Photos : karyaKU

Edited by         : Ihsan Rizaldi Raz

Beberapa waktu terakhir kelas AP4 dalam kancah reli mulai sering diperbincangkan, secara khusus di wilayah Asia Pasifik.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Millennial Road Safety Festival 2019 yang kali ini mengangkat tema sosialisasi mengenai dunia balap sukses digelar di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Minggu [03/03] akhir pekan lalu.

Acara ini mendapat tanggapan positif dari kaum milenial yang memang menjadi sasaran utama kegiatan sosialisasi tersebut. Rifat Sungkar selaku salah satu instruktur sekaligus Duta Keselamatan Berkendara mengungkapkan, “Saya merasa puas atas kegiatan yang digelar kemarin karena banyak anak muda yang berperan aktif dan antusias mengikutinya dari pagi hingga sore hari meskipun kondisi cuaca sempat hujan.”

Kegiatan yang digelar atas kerja sama antara Dirlantas Polda Metro Jaya serta Ikatan Motor Indonesia [IMI] ini menghadirkan beberapa kegiatan menarik seperti taxi drift yang merupakan ajakan kepada masyarakat untuk mencicipi bagaimana keseruan olahraga drifting.

Rifat mengharapkan agar bentuk kerja sama antara Polda Metro Jaya dan IMI menjadi sarana percontohan hubungan baik antara pihak kepolisian dengan kaum milenial secara khusus mereka yang memiliki ketertarikan dengan dunia balap. “Hubungan baik antara kepolisian dengan kaum milenial seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua dalam mencerminkan bahwa kepolisian selalu memegang peranan dalam mengayomi masyarakat, merangkul aspirasi anak muda, serta memberi fasilitas untuk penyaluran hobi demi berkembangnya prestasi.”

April mendatang, Rifat bersama IMI dan Polda Metro Jaya akan mengadakan agenda latihan ajang otomotif lain, yaitu slalom. Ke depan, Kawasan Polda Metro Jaya juga direncanakan akan menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan daerah khusunya untuk cabang olahraga drifting dan slalom.

Text & Photos : karyaKU

Millennial Road Safety Festival 2019 yang kali ini mengangkat tema sosialisasi mengenai dunia balap.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA  Pereli nasional Rifat Sungkar telah menyelesaikan uji coba mobil reli bersama pereli asal Inggris, Alister McRae di kawasan Bakers Hill, Perth Australia pada Kamis [14/2] lalu. Dari hasil tes terhadap dua mobil reli berjenis AP4 dan R5, Rifat menyimpulkan beberapa hal yang dianggapnya penting.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Di trek sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut, Rifat dan Alister beberapa kali mencoba mobil AP4. Ia pun berlanjut melakukan pengujian terhadap mobil R5. “Dari pertama kali naik AP4, saya dan Alister sudah merasakan bahwa mobil ini berada di level yang berbeda dari semua mobil yang ada di grup N dan AP4 yang disahkan oleh Motorsport New Zealand dan Confederation of Australian Motor Sport memiliki kelebihan dibandingkan R5,” cerita Rifat.

Adapun waktu dari hasil uji coba menunjukkan mobil AP4 memiliki selisih waktu 0,7 detik per kilometer lebih lambat dari R5. Namun untuk urusan handling dan suspensi, terasa bahwa mobil AP4 sangat ringan dan mudah dikendalikan karena memiliki travel suspensi yang panjang. Rifat dan Alister pun sempat melakukan set up terhadap mobil AP4, yang meliputi bagian roll bar belakang agar mobil lebih stabil di tikungan, serta menaikkan suspensi agar lebih safety ketika jumping.

Kedua pereli bertaraf internasional ini pun melanjutkan dengan bertukar mencoba mobil R5. Satu keunggulan dari R5 menurut Rifat adalah handling yang sangat mudah dikendalikan ketika mobil berganti arah atau bermanuver.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Rifat menambahkan, “Dari segi mesin, AP4 ini lebih unggul jika dibandingkan R5, sementara gearbox dan suspensi dari kedua mobil ini bisa dibilang setara. Menurut saya, AP4 adalah pilihan terbaik karena dari segi harga hanya 2/3 dari harga mobil R5 sementara harga suku cadang R5 bisa tiga atau empat kali lipat lebih mahal dari AP4. Running cost ini sangat penting untuk diperhatikan bagi semua yang ingin membangun mobil reli.”

Dari hasil uji coba ini, Rifat menganggap bahwa region Asia-Pasifik [termasuk Indonesia] sudah mampu menciptakan mobil hebat untuk digunakan dalam ajang-ajang balap reli bergengsi agar menciptakan iklim balap reli yang kompetitif.

Ia menilai formula mobil AP4 ini sangat sederhana karena menggunakan mesin, gearbox, dan suspensi yang sama untuk seluruh bodi. “Apabila ada yang berminat untuk membangun mobil ini akan sangat mudah karena platform mobil AP4 basis sasis, mesin, gearbox, dan kaki-kaki semuanya sama, hanya jubah atau bodinya saja yang berbeda dan bisa dari berbagai merek kendaraan,” pungkas Rifat

 

Text & Photos : karyaKU

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #racing #rally #RifatSungkar #RFT

Hasil Uji Coba Rifat Sungkar Bersama Alister McRae.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Pereli nasional Rifat Sungkar tengah berada di Perth, Australia untuk melakukan uji coba mobil reli bersama pereli kawakan asal Inggris, Alister McRae. Kunjungan Rifat ke Perth merupakan salah satu bentuk tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua Komisi Reli untuk melakukan penelitian dan pengembangan demi kemajuan kancah reli Tanah Air.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

“Sebagai Ketua Komisi Reli, saya perlu mempertahankan kreativitas dan harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Perjalanan saya ke Perth kali ini adalah untuk menggali perkembangan terbaru apa yang terjadi di kancah reli khususnya untuk region Asia-Pasifik,” ungkap Rifat.

Beberapa waktu lalu, Rifat juga sempat melakukan perjalanan ke Selandia Baru bersama pereli Julian Johan untuk melakukan uji coba mobil reli berjenis AP4 yang memiliki konfigurasi mesin melintang. Sementara kali ini, bersama dengan McRae, Rifat akan melakukan uji coba terhadap dua mobil reli, yaitu mobil reli berjenis AP4 yang memiliki konfigurasi mesin ke belakang [mobil yang disahkan oleh Motorsport New Zealand dan Confederation of Australian Motor Sport] serta Skoda Fabia R5.

“Objektif dari uji coba ini adalah saya mau melihat komparasi dari mobil AP4 dengan R5. Perbandingannya dari segi akselerasi, suspensi, serta handling. Dari situ, saya pun akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di komunitas reli Tanah Air sekaligus memberikan sosialisasi kepada mereka yang hendak membangun sebuah mobil balap sehingga tidak ada kesalahan dari spesifikasi kendaraan yang dibangun dan dapat menyesuaikan dengan biaya yang ada,” lanjut Rifat.

Rifat Sungkar dan Alister McRae Lakukan Uji Coba di Australia

Dalam perjalananya ke Perth, Rifat juga turut serta melakukan pertemuan dengan beberapa kawan lamanya guna membahas kemungkinan kerja sama yang dapat terjalin antara Indonesia dengan negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru.

“Setelah bertemu dengan beberapa kawan, saya melihat kemungkinan terbuka sangat lebar bagi para pereli Tanah Air untuk dapat berlaga di ajang internasional sekelas Rally Western Australia. Hal ini dikarenakan biaya sewa mobil balap yang tidak terlalu mahal. Dengan pengeluaran yang dianggap wajar serta akses yang tergolong mudah, saya sangat berharap akan lebih banyak lagi generasi penerus kancah reli Tanah Air yang dapat terjun langsung di ajang reli internasional,” pungkas Rifat.

Text & Photos : karyaKU

 

#asphalt #dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #racing #rally #RifatSungkar #RFT

Rifat Sungkar Lakukan Uji Coba Mobil Reli bersama Alister McRae.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan Nasional Rally dan Sprint Rally akan memasuki babak baru, dan Ikatan Motor Indonesia [IMI] selaku induk otomotif di Indonesia telah merilis jadwal balap Rally yang akan mulai tersaji pada awal Maret 2019 mendatang, sementara untuk Sprint Rally baru akan bergulir pada bulan Juli 2019.

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(2)

Walaupun jadwal sudah ditetapkan, namun kota mana saja yang akan menjadi tuan rumah kejuaraan balap ini belum diputuskan. Pada kesempatannya Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally dan Sprint Rally menyampaikan beberapa hal baru terkait jalanya perlombaan dimusim 2019 ini, “Regulasi yang akan digunakan pada ajang balap ini adalah regulasi kelas F1. Regulasi tersebut merupakan kelas dengan spesifikasi mobil dalam ataupun luar negeri, bergerak dengan roda dua, serta memiliki maksimal kapasitas mesin mencapai 1500cc. Kelas ini akan menjadi primadona lantaran mobil – mobil yang akan digunakan adalah mobil baru yang terdapat dipasaran. Selain itu kelas F1 ini diprediksi mampu merangkul komunitas Rally dari generasi muda.”

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(3)

Nantinya mobil yang dapat mengikuti kelas F1 ini harus diproduksi tahun 1997 ke bawah dan mobil yang diproduksi tahun 1997 ke atas. Tujuannya jelas, agar komunitas Rally dan Sprint Rally dapat merangkul peserta yang hadir. Dengan kata lain mereka yang memiliki mobil lawas bias mengikuti kelas ini dan mereka yang memiliki mobil masa kini juga dapat ikut merasakan atmosfer serunya berkompetisi Rally.

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(1)

Rifat Sungkar juga menambahkan, “Pemilihan tahun 1997 didasari oleh momentum perubahan pesat teknologi pada kendaraan yang terjadi di era 90-an. Untuk mobil – mobil produksi dibawah 1997, dengan teknologi yang masih lama, komisi Rally memberikan kebebasan untuk memodifikasi, namun mereka memiliki kekurangan pada handling dan sasis mobil. Sementara untuk baru akan dibatasi modifikasinya namun mereka akan diuntungkan dengan teknologi handling dan sasis mobil yang lebih modern.”

Menanti-Musim-Baru-Kejurnas-Rally-dan-Sprint-Rally-2019_news-(4)

Berikut adalah jadwal Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019:

Rally

  • Putaran 1, 3 Maret 2019
  • Putaran 2, 7 Juli 2019
  • Putaran 3, 17 November 2019

Sprint Rally

  • Putaran 1, 14 Juli 2019
  • Putaran 2, 18 Agustus 2019
  • Putaran 3, 15 September 2019
  • Putaran 4, 13 Oktober 2019
  • Putaran 5, 17 November 2019

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #IMI #indonesia #race #racing #rally #rifatsungkar #RFT #sprintrally

Memasuki babak baru, IMI selaku induk otomotif di Indonesia telah merilis jadwal terbaru.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Menjelang digelarnya Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019, Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Reli dan Sprint Reli membeberkan beberapa hal baru terkait Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019 yang berkompeten untuk membangkitkan gairah para pecinta reli Tanah Air. Salah satu yang hal penting yang disampaikan Rifat adalah mengenai regulasi kelas F1, yang merupakan kelas dengan spesifikasi mobil dalam atau luar negeri, berpenggerak roda dua, dan memiliki kapasitas mesin maksimal mencapai 1500 cc.

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (1)

Rifat mengatakan, “Masalah regulasi saya tekankan di kelas F1. Bisa dibilang kelas ini akan menjadi primadona karena diperuntukkan mobil-mobil keluaran baru yang beredar di pasaran saat ini. Selain itu, kelas F1 ini dapat merangkul komunitas reli dari generasi yang muda.”

Mobil-mobil yang dapat ikut di kelas F1 ini, dibagi antara mobil produksi tahun 1997 ke bawah serta mobil produksi tahun 1997 ke atas. “Tujuannya adalah karena kami di komunitas rally dan sprint rally ingin merangkul sebanyak-banyaknya peserta. Mereka yang memiliki mobil lawas bisa ikut, mereka yang memiliki mobil masa kini juga dapat ikut terjun langsung merasakan serunya kompetisi rally.”

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (2)

Rifat menambahkan jika alasan pemilihan tahun 1997 sebagai batas pembagian adalah karena momentum perubahan pesat teknologi pada kendaraan paling banyak terjadi di era 90-an akhir. Untuk mobil-mobil yang diproduksi di bawah tahun 1997, dengan teknologi yang masih lama, komisi reli membebaskan modifikasi dengan memberikan penyesuaian yang lebih ringan.

“Di bawah tahun 1997 modifikasi mobil diberikan keleluasaan mesin yang lebih bebas, namun mereka punya kekurangan pada handling dan sasis mobil. Sementara mobil baru kami batasi modifikasi namun mereka sudah lebih diuntungkan dengan teknologi handling dan sasis mobil yang lebih canggih,” cetus Rifat lagi.

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (3)

Adapun mobil-mobil yang masuk ke dalam kategori kelas F1, yaitu: Hyundai i20, Honda Jazz, Suzuki Swift, Daihatsu Sirion, Mazda 2, VW Polo, Kia Rio, Chevrolet Spark, Toyota Yaris, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio, Nissan March, dan Mitsubishi Mirage.

Sementara itu, di luar Kejuraan Nasional, Rifat pun akan menyediakan satu piala khusus bagi para peserta non seeded kelas F1, yaitu Helmy Sungkar Trophy yang menjadi persembahan bergengsi bagi peserta berprestasi. Rifat  pun berterima kasih kepada semua pihak yang memiliki satu visi dan misi sama, yaitu untuk membangkitkan kancah reli Tanah Air.

“Ayah saya memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia reli Indonesia dan dia peduli sekali dengan perkembangan komunitas anak muda di kancah reli. Harapannya Helmy Sungkar Trophy ini bisa menjadi motivasi utama mereka-mereka yang di tahun ini akan berlomba di kategori non seeded kelas F1,” pungkas Rifat.

Digadang Jadi Kelas Primadona, F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019_news (4)

Text & Photos : karyaKU

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #IMI #indonesia #race #racing #rally #rifatsungkar #RFT #sprintrally

F1 Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2019 Akan Menjadi Kelas Primadona

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com      Secara khusus, arus mudik di Indonesia tidak semata-mata diramaikan oleh mobil kelas MPV [multi-purpose vehicle] atau SUV [sport utility vehicle]. Tidak menutup kemungkinan pasar mobil LCGC [low cost green car] akan meramaikan arus mudik 2018 jika melihat dari berbagai faktor dan kondisi.

Saran Dari Pebalap Nasional Bagi Para Pemudik_news

Namun Rifat Sungkar mengimbau bahwa mobil LCGC pada dasarnya adalah kendaraan yang didesain untuk di perkotaan. Jika Anda menggunakan mobil LCGC untuk pulang kampung atau keluar kota, perlu diketahui faktor resiko apa yang akan dihadapi.

“Perlu diingat bahwa pada dasarnya mobil LCGC ini minim fitur keselamatan. Travel suspensi mobil jenis ini juga pendek sehinggga membuat penumpang di dalamnya merasa tidak nyaman. Ukuran bannya pun kecil padahal seperti kita ketahui bersama, kerusakan jalan banyak bahkan lubang-lubang yang terdapat di jalan-jalan luar kota ukurannya bisa lebih besar daripada ban mobil LCGC. Jadi bisa dibilang faktor resiko menggunakan mobil LCGC untuk pulang kampung sangat tinggi,” ungkap Rifat.

Sebenarnya bukan LCGC saja, karena bahaya di perjalanan bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Rifat memohon apapun jenis kendaraan yang Anda digunakan, lakukanlah manajemen waktu dengan baik.

“Saya imbau agar Anda tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa saat melakukan mudik. Ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan dengan baik, yaitu preparation, reaction, dan anticipation,” ungkap Rifat.

Rifat Sungkar Ungkap Resiko Gunakan Mobil LCGC Saat Mudik_news

Hal sederhana yang dapat Anda lakukan, seperti melakukan istirahat 15 menit setelah berkendara selama 3 jam untuk sekadar mengisi ulang tenaga dan menarik napas. “Kita bukan robot dan itu adalah body hour kita. Jangan pernah memaksa dan ngotot. Istirahat itu alamiah. Lebih baik sabar sedikit daripada membahayakan diri sendiri atau orang-orang di sekitar.”

Rifat juga mengomentari mengenai jalan tol baru yang pada bulan Ramadhan tahun ini mulai dibuka untuk umum. Ia mengatakan bahwa faktor resiko yang membahayakan dari sebuah jalan tol adalah cross wind atau angin yang bertiup dari samping. “Saya mengimbau bagi Anda yang melewati jalan tol baru untuk selalu waspada, karena biasanya jalan tol baru itu punya titik-titik rawan yang kita tidak tahu di mana. Dan biasanya, bahaya yang paling mengancam adalah gejala cross wind atau angin samping dan kita tidak akan pernah tahu seberapa kencang angin bertiup ke arah Anda. Jadi mohon untuk jaga kecepatan kendaraan Anda dan patuhilah rambu-rambu di tol.”

Terlepas dari itu semua, Rifat mengingatkan untuk selalu mempersiapkan moral kita sebagai pengemudi, karena sebagai pengemudi kita juga bertanggung jawab atas segala sesuatu yang menyangkut keselamatan.

Text                : Bambang Vidiatmoko / karyaKU

Photos           : Rifat Drive Labs

Mobil LCGC Apakah Aman untuk Mudik? Simak Penjelasan Rifat Sungkar.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com      Sebuah mobil memiliki kapasitas dan bobot maksimal untuk mengangkut barang-barang dan kebutuhan Anda. Apa yang terjadi jika barang bawaan Anda melebihi kapasitas maksimal? Apalagi perjalanan yang Anda lakukan adalah mudik untuk merayakan hari raya Idul Fitri dan bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman.

Rifat Sungkar sebagai pereli nasional sekaligus Direktur Utama Rifat Drive Labs [konsultan yang bergerak dalam bidang keselamatan berkendara], memberikan beberapa tips mudik melalui kacamata pribadinya yang berkaitan dengan kapasitas dan bobot maksimal sebuah mobil.

“Kita banyak berpikir kalau mobil yang kita gunakan sehari-hari yang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita akan selalu siap digunakan untuk melakukan perjalanan luar kota. Apalagi mobil tersebut baru berusia satu atau dua tahun. Akan tetapi perlu disadari, sifat perjalanan dalam kota dan luar kota saja sudah jauh berbeda. Jadi tidak bisa dipukul rata begitu saja,” ungkap Rifat.

Hal ini berkaitan langsung dengan barang bawaan Anda pada saat mudik. Dengan maksud ingin membawa sesuatu kepada keluarga di kampung atau sebaliknya—membawa oleh-oleh dari kampung untuk rekan atau kerabat di Jakarta—kita tidak mengingat lagi akan standar kemampuan mobil yang kita gunakan.

“Suatu benda jika dibebankan secara berlebihan, maka perilaku dari benda tersebut akan berubah. Konsep inilah yang berlaku di mobil kita. Dalam hal ini, perilaku mobil ketika melakukan pengereman, saat bermanuver, ataupun berinteraksi. Semua berbeda karena akan menjadi lebih lambat dan limbung.”

Dalam perjalanan dan setelah melalui berbagai situasi dan kondisi jalanan, Anda baru akan menyadari jika karakter mobil Anda berbeda dengan yang biasa Anda gunakan ke kantor dalam keseharian.

Rifat menambahkan, “Inilah yang akan terjadi jika kita mudik dengan kapasitas bobot maksimal di kendaraan kita. Anda akan berpikir agility atau standar kelincahan dari mobil Anda berbeda. Untuk bisa memaksimalkan segala unsur keselamatan dan menghindari bahaya-bahaya yang dapat terjadi, tentunya diperlukan persiapan.”

Pertama, Anda harus memastikan kondisi brake pad. Apalagi untuk mobil yang sudah berusia dua atau tiga tahun karena biasanya kondisi brake pad-nya sudah overheat dan mulai habis. Lalu perlu diperhatikan juga kampas remnya.

Selanjutnya adalah ban mobil Anda. Ketika mobil Anda membawa beban yang berlebih, ban Anda tidak akan bisa memberikan performa maksimal. “Ban itu berisi angin dan ban memiliki tingkat elastisitas yang berbeda-beda. Wajib diperhatikan tekanan anginnya sehingga dengan bobot yang maksimal, setidaknya akan mendekati performa terbaik dari ban tersebut dengan tekanan angin yang direkomendasikan.”

“Jangan hanya memasukkan barang ke bagasi lalu tergantung bagaimana nanti di jalan. Tidak bisa begitu. Ban itu sangat menentukan unsur keselamatan karena pada akhirnya ban merupakan bagian terakhir yang bisa mengendalikan kendaraan, baik itu bermanuver, berakselerasi, maupun mengerem,” seru Rifat.

Persiapan lain yang bisa Anda lakukan adalah terkait kesiapan diri Anda sebagai pengemudi. Anda harus memahami atau mengantisipasi beberapa standar, seperti cara mengeluarkan dongkrak, di mana lokasi penyimpanan tongkat dongkrak, posisi jacking point [titik pendongkrakan], hingga cara menurunkan ban serep.

Rifat menutup, “Ini semua setidaknya harus dikuasai oleh para pemudik, terutama pengemudi. Saya mohon Anda meluangkan waktu satu atau dua jam di rumah sebelum berangkat untuk mempelajari agar Anda dapat mengantisipasi jika sesuatu terjadi di perjalanan. Apalagi dengan barang yang banyak, Anda sudah harus berpikir bagaimana nanti ketika terpaksa harus ganti ban, kemudian barang yang banyak itu harus diletakkan di mana, Anda harus mengevakuasi penumpang ke mana, lalu permukaan jalan seperti apa yang aman untuk mendongkrak. Semua ini mungkin terasa malas dilakukan, namun percayalah kita sebagai pengemudi sangat memerlukannya.”

Text                : Bambang Vidiatmoko / karyaKU

Photo             : Rifat Drive Labs

Rifat Sungkar menghimbau perhatikan bobot maksimal saat ingin mudik.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ikatan Motor Indonesia [IMI] telah menetapkan bahwa Kejurnas Sprint Rally 2018 akan digelar sebanyak 8 putaran. Pada Senin [8/1], Rifat Sungkar selaku Direktur Rally dan Sprint Rally IMI Pusat menyatakan jika 3 putaran Kejurnas Sprint Rally 2018 akan digelar bersamaan dengan Indonesian eXtreme Offroad Championship [IXOR], sementara 5 putaran lainnya akan digelar terpisah, yaitu 3 putaran bersamaan dengan Kejurnas Rally 2018,1 putaran akan digelar di Jawa Timur, dan 1 putaran akan digelar di Jawa Barat dengan mengusung tema King of Kings.

Ketentuan Mobil Untuk Kejurnas Sprint dan Rally Musim 2018_news (2)

Dalam hal ini Rifat Sungkat mengatakan, para peserta yang berkomitmen ingin menjadi Juara Nasional harus mengikuti sedikitnya 4 putaran Kejurnas Sprint Rally 2018, namun setelah 4 putaran mereka tetap berhak mengakumulasi poin di semua putaran yang mereka ikuti. Sementara di Rally tidak ada jumlah minimal putaran yang harus mereka ikuti.

Sementara itu, selain kelas sedan 4WD [M], sedan berpenggerak roda [F] dan sedan berpenggerak roda belakang[R], Kejurnas Sprint Rally 2018 yang juga akan memperlombakan kelas Jip untuk bisa memperebutkan juara nasional. Untuk menampung aspirasi maka kelas Jip akan dibagi menjadi dua, yaitu J1 [0 – 1600 cc] dan J2 [1601 – 5000 cc]. Kelas J2 juga sudah termasuk kelas untuk kendaraan berjenis UTV.

IMI Rilis Jadwal Kejurnas Sprint dan Rally Musim 2018_news (1)

“Di tahun ini, kami memberikan perhatian pada kelas Jip di ajang Kejurnas Sprint Rally, karena IMI menilai bahwa kelas Jip banyak peminatnya. Kendaraan ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia jadi selain dapat dipakai oleh driver-driver nasional kelas ini akan sangat baik untuk awal hero-hero lokal memulai debutnya di ajang rally” pungkas Rifat.

Beberapa perubahan teknis di beberapa kelas seperti update kelas M1 dan M2 dengan gearbox bebas dan restrictor turbo yang lebih besar serta kelas F1 yang berubah kapasitasnya mencapai maximal 1400cc dapat dilihat pada website resmi IMI pada minggu ketiga bulan Januari.

Berikut adalah beberapa update perubahan bagi kelas M1 yaitu mobil – mobil yang masih memiliki homologasi internasional FIA [ N4, RRC, S2000, R4,R5,WRC] maupun Homologasi FIA Regional [AP4]

IMI Rilis Jadwal Kejurnas Sprint dan Rally Musim 2018_news (2)

Dan mobil-mobil diluar spek berhomologasi FIA dengan detail sebagai berikut:

  • Mobil Sedan dengan penggerak 4 roda [4WD]
  • Menggunakan active center differential [ACD/DCCD]
  • Tahun pembuatan 1999-sekarang
  • Standard safety FIA
  • Kapasitas mesin maksimal 2500cc dengan ketentuan :
  • Mesin asli bawaan mobil
  • Mesin 2000cc restrictor turbo 35mm
  • Mesin 2500cc restrictor turbo 33mm
  • Engine swap tidak diperbolehkan
  • Turbo bebas
  • Stroker kit tidak diperbolehkan namun penggantian diameter Piston maximum over size 100 dari ukuran standard mesin dan bahan bebas
  • Ukuran conrod standard, bahan bebas
  • Injector bebas
  • Valve dan valve spring standard
  • Camshaft standard
  • Head boleh porting polish
  • Air intake boleh dimodifikasi
  • Intercooler standard
  • Gearbox bebas, sequential diperbolehkan
  • Body kit bebas
  • Kap mesin bagasi boleh di ganti bahan yang lebih ringan
  • Interior bebas
  • Kaca samping dan belakang boleh polycarbonat
  • Rem Pedal box bebas [non homologasi]
  • Lsd non homologate diperbolehkan
  • Fly wheel dan kopling bebas
  • Blow off valve bebas
  • Penggantian Sub frame depan dan belakang, Lower arm depan dan belakang, Rear Differential Support, Upper Arm belakang, Trailing Arm Belakang dilarang kecuali yang sesuai dengan Homologasi FIA.

Sementara untuk regulasi kelas M2 kurang lebih sama dengan M1, namun kelas M2 untuk mobil sedan yang tidak menggunakan active center differential atau mobil yang tahun produksinya lebih tua dari M1. Mobil di kelas M2 bebas melakukan engine swap dan untuk mobil turbo restrictor-nya adalah 36 mm. Sedangkan untuk mobil non turbo maksimal menggunakan 6 silinder dengan kapasitas 4000 cc.

Ketentuan Mobil Untuk Kejurnas Sprint dan Rally Musim 2018_news (1)

Selain itu, di luar Juara nasional driver dan co-driver akan ada penghargaan “the best co-driver” mulai 2018 yaitu untuk untuk co-driver dari semua grup yang memiliki perolehan poin tertinggi selama tahun yang berjalan.

Text                : Bambang Vidiatmoko / Media IMI

Photos           : Media IMI

Ketentuan regulasi mobil yang perlu diketahui buat calon peserta Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2018.

READ MORE
<