eXtremeINA.com

Tag :SEA Games 2019

JAKARTA – eXtremeINA.com    Cabang olahraga [cabor] skateboard dipastikan menjadi satu bagian yang akan akan dipertandingkan dalam gelaran olahraga terbesar se-Asia Tenggara bertajuk SEA Games 2019 Filipina. Selaku Induk Organisasi Skateboard di Indonesia Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia [PORSEROSI] yang bekerja sama dengan Indonesia Skateboarding Association [ISA] telah membentuk skuat timnas yang tangguh untuk meraih banyak prestasi dalam ajang tersebut.

Dalam kesempatannya Charlie selaku ketua dari dengan ISA yang juga pengurus PORSEROSI, mengatakan “Pelatnas Skateboard untuk SEA Games 2019 Filipina telah dilaksanakan di Buqiet Skatepark, Jl. Terusan Geger Kalong Hilir 88, Kecamatan Parongpong Bandung, Jawa Barat. Ada 13 atlet putra putri terpilih yang menjalani pelatnas, mereka akan terus berlatih dan dilihat seberapa konsisten mereka dalam mempersiapkan diri untuk ajang SEA Games 2019.

Dalam kejuaraan multi event SEA Games 2019 untuk cabang olahraga Skateboard akan dipertandingkan empat kelas berbeda mulai dari Street, park, Game of Skate, dan Downhill.”Kami sangat optimis Timnas Skateboard Indonesia akan meraih prestasi di SEA Games 2019, target kami adalah 2 medali emas, yang datangnya dari Street dan Park. Kami sudah buktikan bahwa kita mampu meraih prestasi di ajang Asian Games 2018 dan bukan mustahil kita mampu Berjaya di SEA Games 2019,” tambah Charlie.

Walaupun Indonesia diprediksi mampu meraih prestasi, nyatanya bukan urusan yang mudah untuk mencapai target yang sudah dicanangkan oleh pengurus. Kemungkinan lawan tersulit yang akan dihadapai oleh Indonesia dalah tuan rumah Filipina dan Thailand. Namun Indonesia harus tetap waspada dengan negara-negara lain yang siap mengirimkan atlet-atlet terbaiknya.

Cabang olahraga Skateboard dalam kejuaraan SEA Games 2019 Filipina akan tersaji pada awal bulan Desember. Walaupun sudah ada 13 nama terpilih, nampaknya pengurus masih ingin mencari yang terbaik dan benar layak mewakili Indonesia di ajang SEA Games 2019.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : courtesy of @yudi50

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

PORSEROSI dan ISA telah menargetkan meraih 2 medali emas di SEA Games 2019 Filipina.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kejuaraan olahraga terbesar se-Asia Tenggara akan tersaji di Filipina pada tahun 2019, dengan begitu banyak persiapan yang harus dilakukan oleh masing-masing negara dengan cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Intinya adalah setiap Pengurus Besar [PB] dari masing-masing olahraga di setiap negara, tengah fokus mempersiapkan tim yang kuat untuk meraih banyak prestasi.

melihat persiapan popo di ajang sea games 2019 extreme indonesia extremeina 2

Salah satunya adalah Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia [PB ISSI] yang bertanggung jawab menyiapkan tim berkualitas untuk diberangkatkan ke ajang SEA Games Filipina 2019. Dalam hal ini salah satu rider Downhill yang memiliki prestasi cukup mentereng, Popo Ariyosejati menyampaikan, “PB ISSI memang belum memutuskan siapa atlet yang akan dikiri untuk mengikuti ajang SEA Games 2019. Namun jika saya dipercaya untuk mewakili Indonesia dalam ajang tersebut saya akan sangat senang dan siap untuk memperjuangkan medali emas. Walaupun Pelatnas SEA Games 2019 masih belum berjalan, saya selalu berlatih dengan keras setiap harinya. Program latihan yang saya jalani juga sebagai bentuk persiapan untuk kejuaraan nasional.”

melihat persiapan popo di ajang sea games 2019 extreme indonesia extremeina 1

Walaupun yakin akan meraih prestasi di SEA Games 2019, jika nantinya akan dipercaya mewakili Indonesia Popo panggilan akrabnya sangat mewaspadai rider dari Thailand dan juga tuan rumah Filipina. Sejatinya rider Downhill asal Blitar Jawa Timur ini pernah mengikuti kejuaraan Asia Championship di Filipina pada tahun 2018, saat babak kualifikasi Popo sukses menjadi yang terdepan namun sangat disayangkan saat babak final Popo terjatuh dan gagal finish.

melihat persiapan popo di ajang sea games 2019 extreme indonesia extremeina 3

Sebagai salah satu rider dengan segudang pengalaman, Popo beranggapan bahwa perkembangan olahraga Downhill di Indonesia setiap tahunnya terus berkembang secara positif. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya kejuaraan nasional Downhill secara konsisten, banyak rider baru dari berbagai penjuru Tanah Air yang mengikuti kejuaraan, dan semakin banyak trek Downhill yang baru.

melihat persiapan popo di ajang sea games 2019 extreme indonesia extremeina 4

Indonesia pernah menggelar beberapa kejuaraan Downhill bertaraf Internasional bertajuk Asia Pasifik Downhill sejak tahun 2009 hingga 2012. Pada kejuaraan Asia Pasifik Downhill yang terselenggara di Bukit Paralayang kota Batu, Popo sukses menjadi juara pertama mengalahkan juara dunia Samhill. Semoga kedepannya Indonesia kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan Downhill tingkat Asia ataupun Dunia.

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Popo Ariyosejati

 

#dirt #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #downhill #mountainbike #SEAGames2019

Popo Ariyosejati kian terus mempersiapkan diri dan fokus menuju SEA Games 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Pordirga Gantolle Paralayang Indonesia [PGPI] khususnya pada olahraga Paralayang tengah berupaya keras melakukan perdekatan dengan Filipina selaku tuan rumah untuk memasukkan cabang olahraga [cabor] Paralayang agar dipertandingkan di kejuaraan multi-event bertajuk SEA Games 2019.

Kompetisi Paralayang Manado Fiesta 2017 Berjalan Spektakuler_news (1)

Pada kesempatannya Wahyu Yudha selaku Ketua Paralayang Indonesia menyampaikan, “Saat ini kita masih bernegosiasi dengan pihak tuan rumah dan juga National Olympic Committee [NOC] di Filipina agar memasukan cabor Paralayang untuk dipertandingkan dalam kejuaraan SEA Games 2019. Kita pun juga telah mengajak negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand untuk memperjuangkan cabor Paralayang di SEA Games 2019.”

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt6 (15)

Langkah positif ini nampaknya di dukung penuh oleh Pengurus Besar Federasi Aerosport Indonesia [PB FASI] selaku induk organisasi tempat dimana PGPI khususnya olahraga Paralayang Indonesia bernanung, “PB FASI sangat mendukung langkah kami untuk memperjuangakan Paralayang dapat di pertandingkan di Kejuaraan SEA Games 2019, bentuk dukungannya berupa surat yang ditandatangani oleh Ketua Harian PB FASI Marsekal Muda Agus Munandar,” tambahnya.

eXINA-Test-Paralayang_gallery-pt6 (16)

Jika pihak Indonesia sukses melakukan pendekatan tuan rumah Filipina untuk memasukan cabor Paralayang yang dipertandingkan dalam kejuaraan SEA Games 2019, dengan para atlet handal yang dimiliki Indonesia, maka sangatlah berpeluang besar meraih prestasi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#air #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #paragliding #PGPI #2019SEAGames

PGPI berupaya keras lakukan perdekatan dengan tuan rumah, untuk memasukkan cabang olahraga Paralayang.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan olahraga se Asia Tenggara bertajuk SEA Games 2019 akan tersaji pada bulan November – Desember di Filipina. Dalam ajang multi-event tersebut, nampaknya ada peran penting yang dihadirkan oleh salah satu Pengurus Besar [PB] olahraga di Indonesia. Dia adalah Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI].

cimaja-beach-surfing-illustration (2)

Pada kesempatannya Arya Subyakto selaku ketua PB PSOI menyatakan, “PB PSOI telah sukses mendorong Asosiasi Surfing Philippines untuk meyakinkan Pemerintahnya agar cabang olahraga [cabor] surfing dapat dipertandingkan dalam ajang SEA Games 2019.” Namun tantangannya adalah setiap cabor yang akan dipertandingkan dalam ajang SEA Games 2019 minimal peserta harus berjumlah 4 Negara. Dalam hal ini lagi-lagi PB PSOI kembali membuat peran penting dengan menjadinya inisiator dibentuknya Asosiasi Surfing di Asia Tenggara.

Tidak Ada Surfing Dalam Cabor Asian Games 2018_news (1)

“Tujuan dibentuknya Asosiasi Surfing di Asia Tenggara ini untuk memonitor perkembangan peserta SEA Games 2019 khususnya di cabor surfing dalam mencapai kuota peserta minimal 4 negara, serta membantu negara-negara tersebut masuk menjadi anggota International Surfing Association [ISA]. Karena itulah syarat pertama suatu organisasi Selancar disuatu Negara bias diterima menjadi anggota NGB dan NOC dari negara masing-maisng, [kalua di Indonesia KONI dan KOI],” tambah Arya Subyakto.

Disayangkan, Indonesia Tidak Ikut Kejuaraan VISSLA ISA World Junior Surfing Championship_news (4)

Bagi PB PSOI ajang SEA Games 2019 ini sangatlah penting, misalnya adalah untuk menjadi ajang pembuktian kepada masyarakat bahwa atlet surfing Indonesia adalah salah satu yang terbaik di Asia terutama pada kategori putra, semakin meyakinkan Pemerintah baik KEMENPORA, KONI, serta KOI bahwa Indonesia telah memiliki atlet-atlet surfing yang berprestasi di kancah Internasional, dan bukan tidak mungkin dengan keikutsertaan Tim Nasional [Timnas] Surfing Indonesia di ajang ini akan membuka pintu untuk diikutsertakannya cabor surfing dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020 mendatang.

tanjung-setia-surfing-illustration-(1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / Berbagai Sumber

 

#waves #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #indonesia #KOI #KONI #KEMENPAR #KEMENPORA #PSOI #surf #surfer #surfing #surfingindonesia #WSL #PON2020 #2019SEAGames #2020OlympicGames

Salah satu Pengurus Besar olahraga di Indonesia ini, menjadi pengaruh besar untuk Sea Games 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] adalah induk organisasi atau Pengurus Besar olahraga surfing di Indonesia. Selaku ketua PB PSOI, Arya Subyakto bercita-cita ingin membawa olahraga surfing ini berkembang dalam beberapa porsi, mulai dari prestasi atlet di kancah Internasional, selalu sukses dalam menggelar event baik itu skala Nasional ataupun Internasional, olahraga surfing banyak digemari oleh anak-anak muda sebagai bentuk regenerasi, dan Pemerintah daerah hingga pusat semakin mengakui keberadaan PB PSOI.

Harapan-Arya-Subyakto-Setelah-Surfing-di-Coret-Dari-Asian-Games-2018_news-(3)

Hingga saat ini PB PSOI sendiri masih dalam proses menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI], namun PB PSOI telah diakui oleh International Surfing Association [ISA] dan juga World Surf League [WSL] selaku induk Federasi Surfing Internasional. Pada kesempatannya Ketua PB PSOI Arya Subyakto mengatakan, “Syarat menjadi anggota KONI adalah memiliki 50% dari jumlah propinsi di Indonesia yang jumlahnya terdiri dari 34 propinsi, dan PB PSOI sendiri baru memiliki 15,” Namun fakta yang dipaparkan oleh Arya Subyakto, “Walaupun Indonesia dikenal sebagai destinasi terbaik untuk bermain surfing oleh para surfer top dunia kenyataannya tidak semua propinsi di Indonesia memiliki pantai dan ombak yang dapat dijadikan spot untuk bermain surfing,” jelasnya.

Manfaat Hadirnya Kejuaraan Surfing di Krui_news (3)

Cara lain agar PB PSOI diakui oleh KONI adalah dengan dipertandingkan olahraga surfing di kejuaraan multi-event seperti Asian Games, Sea Games 2019 Philippines, dan Olimpiade 2020. Namun sangat disayangkan yang awalnya olahraga surfing akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018 lalu, akhirnya gagal terealisasi akibat alasan yang tidak jelas.

Disayangkan, Indonesia Tidak Ikut Kejuaraan VISSLA ISA World Junior Surfing Championship_news (3)

Pada tahun 2019 ini nampak adanya angin segar dalam kemajuan olahraga surfing di Indonesia, lantaran akan dipertandingkannya cabor surfing se-Asia Tenggara bertajuk Sea Games 2019. Dipertandingkannya cabor Surfing di ajang multi event tersebut tidak lepas dari peran penting PB PSOI yang mendorong Asosiasi Surfing Filipina untuk meyakinkan Pemerintahnya. Jika nantinya Tim Nasional [Timnas] Surfing Indonesia mampu berjaya di ajang tersebut, maka dipastikan olahraga surfing di Indonesia beserta dengan PB PSOI nya semakin diakui keberadaanya oleh Pemerintah seperti Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA], Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI], Komite Olimpiade Indonesia [KOI], media nasional dan juga masyarakat Indonesia.

tanjung-setia-surfing-illustration-(4)

Sejatinya banyak sekali hal positif yang dilakukan oleh pengurus PB PSOI untuk membuktikan keberadaanya dan juga eksistensinya, misalnya adalah pada tahun 2018 yang lalu hingga saat ini berjalan pengurus terus melakukan pendekatan dengan Kementrian Pariwisata [KEMENPAR], WSL dan juga Bupati untuk merancang program pertandingan WSL tahun 2019 di Indonesia. Langkah semacam ini jelas, karena PB PSOI berharap KONI menyadari bahwa Indonesia sudah memiliki induk organisasi olahraga surfing yang aktif, memiliki atlet yang cukup berprestasi di kancah Internasional sehingga siap membentuk skuad Timnas yang kuat untuk berjuang di Sea Games 2019 Philippines ataupun Olimpiade 2020.

cimaja-beach-surfing-illustration (1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / Berbagai Sumber

 

#waves #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #indonesia #KOI #KONI #KEMENPAR #KEMENPORA #PSOI #surf #surfer #surfing #surfingindonesia #WSL #2019SeaGames #2020OlympicGames

PB PSOI tak henti majukan surfing Indonesia di mata dunia.

READ MORE
<