eXtremeINA.com

Tag :Sean Gelael

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sean Gelael dari tim Prema Racing yang notabennya adalah pebalap asal Indonesia harus puas finish di posisi ke-10, dalam balapan kedua dengan format sprint race seri FIA Formula 2 di Sirkuit Sakhir, Bahrain pada Minggu [31/03]. Dalam perjuangannya Sean Gelael harus memulai start dari posisi ke-20 atau posisi buncit, karena dirinya gagal finish pada race 1 yang tersaji satu hari sebelumnya.

Pada saat semua pebalap menggunakan ban Prime atau ban medium sejak memulai startnya, justru Sean menggunakan option [soft] yang memang ideal untuk menggunakan strategi menyerang. Akan tetapi kondisi serta situasi di lintasan balap tidak memungkinkan sejak awal perlombaan. Sean yang telah menggunakan ban soft bekas harus bersusah payah menghemat bannya walaupun bahan bakar yang dimilikinya cukup menyerang.

Seiring jalannya waktu perlombaan akhirnya Sean masuk ke pit untuk mengganti ban baru dan mulai memiliki kondisi cukup bagus untuk menyusul satu per satu pebalap yang berada didepannya. Benar saja dirinya sempat berada di peringkat 9 dan juga 8, sebelum pada akhirnya harus puas finish di urutan ke 10.

Berikut adalah hasil race F2 Bahrain:

  1. Luca Ghiotto ITA UNI-Virtuosi Racing 23 lap
  2. Sergio Sette Camara BRA DAMS + 5.474 detik
  3. Nicholas Latifi CAN DAMS + 6.867 detik
  4. Guanyu Zhou CHN UNI-Virtuosi Racing + 18.240 detik
  5. Louis Deletraz SWI Carlin + 21.939 detik
  6. Mick Schumacher GER Prema Racing + 24.679 detik
  7. Nyck de Vries NED ART Grand Prix + 25.154 detik
  8. Jordan King GBR MP Motorsport + 25.520 detik
  9. Anthoine Hubert FRA BWT Arden + 30.514 detik
  10. Sean Gelael IDN Prema Racing + 30.532 detik
  11. Jack Aitken GBR Campos Racing + 32.224 detik
  12. Nobuharu Matsushita JPN Carlin + 35.980 detik
  13. Nikita Mazepin RUS ART Grand Prix + 40.541 detik
  14. Ralph Boschung SWI Trident + 43.074 detik
  15. Tatiana Calderon COL BWT Arden + 46.006 detik
  16. Callum Ilott GBR Sauber Junior Team by Charouz + 56.487 detik
  17. Dorian Boccolacci FRA Campos Racing + 1m00.048 detik
  18. Giuliano Alesi FRA Trident + 1m21.115 detik
  19. Juan Manuel Correa USA Sauber Junior Team by Charouz + 1m32.585 detik
  20. Mahaveer Raghunathan IND MP Motorsport + 1 lap.

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Sean Gelael / Prema Racing

Dengan bersusah payah di lintasan, Sean berhasil menyelesaikan balap dengan finish pada posisi ke-10.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pre-Musim Formula 2 [F2] 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pre-Musim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan. Seri perdana ajang FIA F2 2019 akan berlangsung pada akhir bulan Maret di Sirkuit Skahir, Bahrain.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Tes pre-Musim pertama F2 yang dilakoni Sean terjadi pada tanggal 26-28 Februari 2019 di Jerez, Spanyol. Hasil yang didapat Sean pada tes pre-Musim ini sangatlah positif mulai dari simulasi kualifikasi dan juga simulasi lomba. Dengan kata lain Sean mampu tampil konisiten dengan menembus sepuluh besar dengan jarak waktu yang kompetitif terhadap para pebalap didepannya. Hasil yang didapat Sean seakan menambah rasa kepercayaan dirinya untuk menatap musim balap F2 2019.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Saat tes prausim F2 berpindah tempat ke Sirkuit Catalunya Spanyol pada tanggal 5-7 Maret 2019, Sean mampu menunjukkan hasil yang positif. Karakter Sirkuit yang berbeda tidak membuatnya gugup, namun dirinya mampu menjaga ritme penampilannya. Pada hasil tes pre-Musim di Sirkuit Catalunya ini Sean mampu berada di posisi ke sepuluh besar. Dalam kesempatannya Sean pun berkomentar, “Ini adalah hasil yang bagus untuk modal saya menatap musim balap F2 2019. Biasanya saya selalu kesulitan ketika melakukan qualy run atau simulasi kualifikasi pada tes pre-Musim dan dampaknya terasa begitu musim balap sudah berjalan.”

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

“Pada musim 2019 ini saya merasakan sesuatu yang berbeda, dimana mobil sudah menyatu dengan saya sehingga hasil lap tim yang saya raih selalu kompetitif,” tambah Sean. Dengan hasil dua tes pre-Musim yang mampu mengangkat kepercayaan dirinya, Sean diyakini bakal sering ada diposisi sepuluh besar, dan bukan hal yang tidak mungkin dirinya mampu meraih podium tertinggi.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Pada tahun lalu, Sean pernah memulai perjuangannya di garis start ke-12, dan berkat kegigihannya dirinya hampir finish diurutan pertama saat balapan di Monte Carlo, Monako. Musim 2019 ini menjadi musim ke empat Sean tampil penuh di ajang F2, dan dengan tim yang sama Sean diprediksi mampu menunjukkan bakat terbaiknya di musim ini. Pada musim balap F2 2019 Sean akan ditemani oleh rekan setimnya Mick Schumacher yang notabennya adalah anak juara dunia Formula 1 tujuh kali Michael Schumacher.

Pembalap muda Indonesia berusia 22 tahun, telah mengikuti dua tes pramusim jelang balapan Formula 2 di musim 2019. Bersama dengan tim Prema Racing hasil dua tes pramusim yang dijalani Sean Gelael sangat memuaskan.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Prema Racing / Berbagai Sumber

Sean Gelael merasakan yakin untuk menunjukkan performa terbaik di musim baru F2 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan balap mobil bertajuk Formula 2 [F2] akan segera memasuki musim barunya di tahun 2019, dan seri perdana rencananya akan dihelat pada tanggal 30 – 31 Maret 2019 di Sirkuit Sakhir Bahrain. Sebelum melakukan sprint race yang sesungguhnya, seluruh pebalap telah menjalani serangkain tes pre-Musim yang telah berlangsung pada tanggal 26-28 Februari 2019 di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Kejuaraan balap mobil bertajuk Formula 2 akan segera memasuki musim barunya di tahun 2019, dan seri perdana rencananya akan dihelat pada tanggal 30 – 31 Maret 2019 di Sirkuit Sakhir Bahrain.

Untuk mencapai target maksimal di ajang F2, tentunya seluruh tim melakukan persiapan yang serius mulai dari segala segi teknis mobil dan kesiapan pebalapnya. Hal ini pun yang dilakukan Sean Gelael bersama timnya Prema Racing. Tahun 2019 ini menjadi tahun kedua bagi pebalap Indonesia ini bergabung kedalam tim Prema Racing.

Pada tes pre-Musim perdana F2 yang telah dihelat beberapa waktu yang lalu Sean Gelael tampil dengan melahap 35 putaran dengan catatan waktu 1 menit 26,614 detik. Hasil yang diraih Sean Gelael pada kesempatan pertama ini cukup baik dibanding dengan rekan satu timnya Mick Schumacher yang merupakan anak dari legenda mantan juara dunia F1 Michael Schumacher. Pada sesi pagi, Mick Schumacher hanya mampu menyelesaikan 28 putaran.

Kejuaraan balap mobil bertajuk Formula 2 akan segera memasuki musim barunya di tahun 2019, dan seri perdana rencananya akan dihelat pada tanggal 30 – 31 Maret 2019 di Sirkuit Sakhir Bahrain.

Tes pre-Musim berlanjut di sesi sore hari, jika dibandingkan dengan sesi pagi pada sesi sore Sean Gelael mengalami penurunan waktu sekitar 0,8 detik dari catatan waktu yang dihasilkan pada sesi pagi. Selain waktu, jumlah putaran yang diselesaikan Sean juga menurun. Pada pagi hari Sean Gelael mampu mengemas 38 putaran sementara di sesi sore Sean Gelael hanya mampu mengemas 29 putaran. Sejatinya hasil yang diraih Sean Gelael dalam tes pre-Musim pertama di tahun 2019 ini bukanlah sebagai patokan utama untuk menilai performanya, namun performa Sean akan dilihat saat balapan resmi berlangsung.

Kejuaraan balap mobil bertajuk Formula 2 akan segera memasuki musim barunya di tahun 2019, dan seri perdana rencananya akan dihelat pada tanggal 30 – 31 Maret 2019 di Sirkuit Sakhir Bahrain.

Perjuangan sesungguhnya akan Sean Gelael hadapi di akhir bulan Maret mendatang, dirnya akan menjalani seri perdana ajang F2. Semoga pebalap Indonesia mampu mencatatkan hasil terbaik dan menutup kemungkinan menjadi juara utama. Berikut adalah jadwal F2 musim 2019 :

  1. 30-31 Maret 2019, Bahrain International Circuit, Sakhir
  2. 27-28 April 2019, Baku City Circuit, Baku
  3. 11-12 Mei 2019, Circuit de Barcelona Catalunya, Montmelo
  4. 24-25 Mei 2019, Circuit de Monaco, Monaco
  5. 22-23 juni 2019, Circuit Paul Richard, Le Castellet
  6. 29-30 Juni 2019, Red Bull Ring, Speilberg
  7. 13-14 Juli 2019, Silverstone Circuit, Silverstone
  8. 3-4 Agustus 2019, Hungaroring, Mogyorod
  9. 31 Agustus – 1 September, Circuit de Spa-Francorchamps, Stavelot
  10. 7-8 September 2019, Autodromo Nazionale Monza, Monza
  11. 28 – 29 September 2019, Sochi Autodrom, Sochi
  12. 30 November – 1 Desember 2019, Yas Marina Circuit, Abu Dhabi

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Akhir bulan Maret ini, seri baru Formula 2 untuk musim 2019 dimulai.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam tim Prema Racing, Sean Gelael telah menjalani tes pre-Musim Formula 2 [F2] pertama di musim 2019 dengan sangat lancar. Sean Gelael yang telah memasuki musim keduanya bersama Prema Racing ini benar-benar membuktikan kepandaiannya sebagai pebalap profesional. Pada sesi pagi hari pebalap yang sangat hobi bermain Bola Basket ini masuk ke dalam rombongan sepuluh besar pebalap tercapat.

Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam tim Prema Racing, Sean Gelael telah menjalani tes pramusim Formula 2 pertama di musim 2019 dengan sangat lancar.

Benar saja, saat sesi pagi yang dilangsungkan di Sirkuit Jerez, Spanyol, Sean berhasil melahap 35 putaran dengan catatan waktu 1 menit 26,614 detik. Hasil yang diraih Sean Gelael pada kesempatan pertama ini cukup baik dibanding dengan rekan satu timnya Mick Schumacher yang merupakan anak dari legenda mantan juara dunia F1 Michael Schumacher. Pada sesi pagi, Mick Schumacher hanya mampu menyelesaikan 28 putaran.

Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam tim Prema Racing, Sean Gelael telah menjalani tes pramusim Formula 2 pertama di musim 2019 dengan sangat lancar.

Tes pre-Musim berlanjut di sesi sore hari, jika dibandingkan dengan sesi pagi pada sesi sore Sean Gelael mengalami penurunan waktu sekitar 0,8 detik dari catatan waktu yang dihasilkan pada sesi pagi. Selain waktu, jumlah putaran yang diselesaikan Sean juga menurun. Pada pagi hari Sean Gelael mampu mengemas 38 putaran sementara di sesi sore Sean Gelael hanya mampu mengemas 29 putaran. Sejatinya hasil yang diraih Sean Gelael dalam tes pre-Musim pertama di tahun 2019 ini bukanlah sebagai patokan utama untuk menilai performanya, namun performa Sean akan dilihat saat balapan resmi berlangsung.

Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam tim Prema Racing, Sean Gelael telah menjalani tes pramusim Formula 2 pertama di musim 2019 dengan sangat lancar.

Sejatinya perjuangan Sean Gelael untuk menuju ke ajang balap jet darat bertajuk Formula 1 [F1] kian terbuka lebar, asalkan performa Sean Gelael di musim ini cukup apik serta konsisten. Pada beberapa kesempatan Sean Gelael pernah diberikan kesempatan menjajal mobil F1 bersama tim Toro Rosso. Indonesia sendiri sebenarnya pernah mencatatkan sejarah melalui Rio Haryanto yang pada saat itu menjadi pebalap pertama Indonesia yang mampu masuk ke dalam ajang balap tertinggi di dunia bertajuk F1 pada tahun 2016 bergabung dengan tim Manor Racing. Namun akibat beberapa permasalahan akhirnya Rio Haryanto tidak dapat melanjutkan karinya di ajang balap F1. Semoga Sean Gelael mampu meneruskan perjuangan Rio Haryanto di masa mendatang, tentunya dengan hasil yang lebih baik.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Prema Racing / Berbagai Sumber

Sean Gelael bersama Prema Racing baru saja menyelesaikan tes pre-Musim F2 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Pebalap muda Indonesia bernama Sean Gelael kerap mendapatkan kesempatan dari tim papan atas Formula 1 Toro Rosso untuk menjajal mobil yang dimilikinya. Namun yang jadi pertanyaanya adalah faktor apa yang menjadikan Sean diberikan kesempatan langka tersebut.

Bukan-Uang-Alasan-Toro-Rosso-Gandeng-Sean-Gelael_news-(1)

Dalam hal ini bos Toro Rosso Franz Tots mengungkapkan, memberikan kesempatan Sean untuk menjalani tes Formula 1 bersama dengan timnya bukan karena uang. Namun kesempatan tersebut datang karena pebalap asal Jakarta Indonesia tersebut memiliki potensi yang besar untuk memberikan persaingan di arena balap Formula 1.

“Tidak, ini bukan masalah uang,” tutur Tost. “Kami berpikir dia adalah pebalap yang memliki kemampuan. Apa yang akan terjadi ke depannya, bakal mengungkapkan masa depan. Namun, itu semua berada di tangan Sean. Saya cukup yakin Sean Gelael akan memperlihatkan performa yang bagus di sisa musim ini bersama Prema.”

Bukan-Uang-Alasan-Toro-Rosso-Gandeng-Sean-Gelael_news-(2)

Pada pertengah bulan Mei lalu, Sean Gelael kembali mendapatkan kesempatan menunggangi mobil STR13 milik Toro Rosso pada tes F1 di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Atas hasil yang dapat Sean dalam tes tersebut, Franz Tost mengaku sangat puas dengan input yang diberikan oleh pebalap berusia 21 tahun ini.

Bos Toro Rosso tersebut juga sangat yakin akan tampil maksimal di ajang balapan Formula 2 musim 2018. Apalagi Sean Gelael disokong oleh tim kuat sekelas Prema Racing.

Bukan-Uang-Alasan-Toro-Rosso-Gandeng-Sean-Gelael_news-(3)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Toro Rosso Redbull / Berbagai Sumber

Uang bukan menjadi alasan utama bagi Toro Rosso untuk mengandeng Sean Gelael.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Pebalap Indonesia yang bergabung dalam Prema Racing Team Sean Gelael mengalami kecelakaan hebat pada lanjutan Sprint Race F2 GP Monako pada Sabtu [26/05]. Namun beruntung kecelakaan tersebut tidak mengakibatkan pebalap asal Indonesia ini mengalami cedera parah.

Alami-Kecelakaan-Hebat-Sean-Gelael-Tidak-Cedera-Parah_news-(1)

Kecelakaan tersebut terjadi pada lap ketiga akibat mobil yang dikendarai Sean Gelael menghajar curb lalu terbang dan membentur dinding pembatas hingga mobilnya rusak parah. Pada kesempatannya Sean pun mengaku tidak memiliki cukup ruang untuk mengontrol mobil yang dikendarainya saat terjadi insiden tersebut. Akibat insiden ini Sean pun berjalan tertatih-tatih dan harus dibantu oleh petugas untuk berjalan.

“Saya masih cukup baik-baik saja namun sedikit memar. Setelah dicek oleh media saya tidak mengalami cedera yang parah. Selepas ini kami harus bangkit. Maaf untuk tim yang harus bekerja keras menyiapkan kembali mobil untuk saya.”

Alami-Kecelakaan-Hebat-Sean-Gelael-Tidak-Cedera-Parah_news-(3)

Sean Gelael memulai balapan F2 GP Monako dengan sangat baik, memulai start dari posisi ke -12 pebalap Indonesia ini mampu finish kedua pada feature race saat satu hari sebelum terjadinya kecelakaan.

“Di satu sisi saya senang dengan hasil balapan feature. Ini menjadi pengalaman luar biasa bisa meraih podium di Monte Carlo. Namun, pada balapan sprint kami harus menelan kekecewaan. Akan tetapi, kami tahu kalau kami punya kecepatan mobil yang bagus saat balapan,” ungkap Sean Gelael yang kini menempati posisi kesembilan klasemen sementara dengan 29 poin.

Alami-Kecelakaan-Hebat-Sean-Gelael-Tidak-Cedera-Parah_news-(2)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Pertamina Prema Theodore Racing / Berbagai Sumber

Beruntung bagi Sean Gelael, tidak alami cedera parah setelah alami kecelakaan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com        Beberapa waktu yang lalu pebalap muda Indonesia, Sean Gelael kembali dipercaya tim F1 Toro Rosso untuk menunggangi mobil STR13 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol. Pada test ini Sean Gelael menjadi pebalap yang keluar pertama kali dari pit.

Toro-Rosso-Bangga-Bisa-Kembali-Panggil-Sean-Gelael_news-(1)

Pebalap asal Jakarta tersebut sukses melahap 83 laps dengan catatan waktu 1 menit 20,763 detik. Atas catatan waktu tersebut Sean Gelael menempati posisi ke 11 dari 12 pebalap yang turun pada test tersebut, dan bos tim Toro Rosso Franz Tost mengakui cukup puas dengan penampilan Sean.

Dalam kesempatannya Sean pun mengatakan, “Sebenarnya test kali ini lebih baik dibanding dengan tes sebelumnya. Saya cukup puas dengan performa mobil kali ini. Kami menguji beberapa komponen mobil, sayang memang saya tidak mampu menjalani test dengan penuh, padahal kesempatannya sangat bagus.”

Toro-Rosso-Bangga-Bisa-Kembali-Panggil-Sean-Gelael_news-(2)

Berikut hasil test F1 di hari kedua yang tersaji pada beberapa waktu yang lalu:

  1. Valtteri Bottas [Mercedes] 1 menit 16,904 detik
  2. Antonio Giovinazzi [Scuderia Ferrari] + 0,068 detik
  3. Kevin Magnussen [Haas] +1,370 detik
  4. Lando Norris [McLaren] +1,923 detik
  5. Jack Aitken [Renault] + 2,038 detik
  6. Charles Leclerc [Sauber]  + 2,089 detik
  7. Nikita Mazepin [Force India] + 2,262 detik
  8. Robert Kubica [Williams] + 2,349 detik
  9. Stoffel Vandoorne [McLaren] + 3,010 detik
  10. Jake Dennis [Red Bull]  + 3,780 detik
  11. Sean Gelael [Toro Rosso] + 3,859 detik
  12. Nicholas Latifi [Force India]  + 4,529 detik
  13. Pierre Gasly [Red Bull] no time

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Sean Gelael / Toro Rosso Red Bull

Sean Gelael kembali dipercaya tim F1 Toro Rosso untuk menunggangi mobil STR13 di Sirkuit Catalunya.

READ MORE

Baku City, AZERBAIJAN – eXtremeINA.com          Pebalap muda Indonesia yang tergabung dalam tim Pertamina Prema Theodore Racing, Sean Gelael sangat kecewa atas hasil buruk yang diraihnya dalam lanjutan Formula 2 GP Baku beberapa waktu yang lalu. Namun terlepas dari hasil ini, Pebalap asal Jakarta sangat yakin akan menuai hasil positif dalam Formula 2 berikutnya di Sirkuit Catalunya, Barcelona yang akan dijalaninya pada tanggal 12-13 Mei 2018.

Sean-Gelael-Kecewa-Dengan-Hasil-Balapnya-Baku_news-(1)

Sejatinya pada saat balapan di Baku [29/04]kemarin, Sean Gelael tampil menjanjikan pada feature race, mengawali perjuangan dari posisi ke-19 Sean mampu finish di urutan ke-10. Namun nasib kurang baik dialami pada saat sprint race berlangsung. Sean harus gagal finish lantaran mobil yang dikendarainya melintir dan menabrak pembatas lintasan.

Sean-Gelael-Kecewa-Dengan-Hasil-Balapnya-Baku_news-(2)

Dalam kesempatannya Sean pun berkomentar, “Saya mesti menghindari mobil yang mati saat start dan dampaknya adalah kehilangan banyak posisi pada tiga lap awal. Seterusnya saya merasa kecepatan mobil kami bagus dan itu positif, namun sangat disayangkan saya melakukan kesalahan yang membuat perjuangan saya harus terhenti di Baku. Namun kami optimis untuk meraih hasil lebih baik lagi di Barcelona.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Pertamina Prema Theodore Racing / Berbagai Sumber

Hasil buruk, Sean Gelael kecewa dengan performanya di ajang balap F2 Azerbaijan.

READ MORE

Baku City, AZERBAIJAN – eXtremeINA.com   Seri kedua balapan Formula 2 [F2] musim 2018 akan berlangsung di Sirkuit Baku City, Azerbaijan pada akhir pekan ini. Pebalap Indonesia Sean Gelael bersama tim Pertamina Prema Theodore Racing yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia ini akan berupaya keras untuk kembali mengambil poin.

Start-Dari-Posisi-ke-19,-Sean-Gelael-Mampu-Finish-ke-7-di-F2-Bahrain_news-(4)

Pada seri pertama di Bahrain, Sean tampil impresif pada balapan feature. Memulai balapan dari urutan ke-19, Sean finish di posisi ketujuh dan mengamankan enam poin. Momen ini hampir sama dengan situasi balapan di Baku City dua musim lalu. Saat itu, Sean yang memulai balapan dari posisi ke-20, mampu finish di urutan ketujuh.

Musim ini, Sean sudah lebih matang. Sean juga cukup mengenal karakter Sirkuit Baku yang merupakan sirkuit jalan raya dengan panjang lintasan kurang lebihenam kilometer dan memiliki tantangan 20 tikungan.

Sean-Gelael-Targetkan-Curi-Poin-di-Seri-2-FIA-Formula-Azerbaijan_news-(1)

“Mudah-mudahan kami mendapatkan setting-an mobil yang pas dan balapan yang ideal. Balapan di Baku City cukup menantang, namun kami akan berupaya keras untuk meraih hasil yang terbaik,” kata Sean.

Bos tim Pertamina Prema Theodore Racing Rene Rosin cukup optimistis dengan peluang para pebalapnya. Dikatakan, selama ini tim Prema juga selalu mempunyai catatan yang bagus di sirkuit Baku City. Dua tahun lalu, tim Prema berhasil mengamankan podium satu dan dua lewat pebalapnya Antonio Giovinazzi dan Pierre Gasly. Musim lalu, Charles Leclerc juga mendapatkan podium utama.

Sean-Gelael-Targetkan-Curi-Poin-di-Seri-2-FIA-Formula-Azerbaijan_news-(2)

“Balapan di Baku City akan sangat menarik. Lintasan sirkuit yang cepat dengan panorama bangunan bersejarah serta keindahan danau adalah hal yang fantastis. Sirkuit Baku City hampir sama dengan sirkuit Macau. Ini menantang bagaimana tim berupaya mendapatkan setting-an mobil yang seimbang,” kata Rene.

Tim Pertamina Prema Theodore Racing juga mengandalkan Nyck De Vries yang bakal bahu-membahu dengan Sean. Pebalap asal Belanda ini punya modal bagus setelah mengemas poin pada dua balapan di Bahrain. De Vries juga punya pengalaman menyenangkan di Baku City. Musim lalu ia mendapatkan podium dua pada balapan feature.

“Melihat hasil balapan di Bahrain, potensi pebalap kami untuk kembali meraih poin cukup besar. Sean dan Nyck sudah menunjukkan sikap yang kami inginkan. Kami akan bekerja keras untuk bisa mengulangi sukses sebelumnya di Baku City,” ungkap Rene.

Sean-Gelael-Targetkan-Curi-Poin-di-Seri-2-FIA-Formula-Azerbaijan_news-(3)

Tayangan balapan F2 Seri Azerbaijan dan juga seri lainnya kini dapat disaksikan secara langsung dan gratis melalui livestreaming hanya di www.sean-gelael.com.

Jadwal balapan seri kedua FIA Formula 2 Azerbaijan:

  1. Feature Race: Sabtu [28/4] | Pukul 15.00 WIB
  1. Sprint Race: Minggu [29/4] | Pukul 16.10 WIB

Text & Photos : Jagonya Ayam / Pertamina Prema Theodore Racing

Sean Gelael berupaya ambil poin di Seri Kedua FIA Formula 2 Baku City, Azerbaijan.

READ MORE

BAHRAIN – eXtremeINA.com   Pebalap Indonesia yang bergabung dengan Pertamina Prema Theodore Racing, Sean Gelael tampil sangat baik dalam Feature Race Formula 2 Bahrain yang tersaji akhir pekan kemarin di Sirkuit Sakhir, Bahrain.

Start-Dari-Posisi-ke-19,-Sean-Gelael-Mampu-Finish-ke-7-di-F2-Bahrain_news-(1)

Sejatinya pada balapan ini Sean Gelael harus memulai startnya dari posisi ke-19 lantaran mobil yang dikendarainya mengalami masalah gearbox saat kualifikasi berlangsung. Namun dengan kegigihan Sean yang ingin menunjukan kepada seluruh dunia bahwa dirinya mampu bersaing dengan para pebalap lain, akhirnya Sean mampu finish di posisi ke-7 dengan torehan waktu 18,649 detik.

Start-Dari-Posisi-ke-19,-Sean-Gelael-Mampu-Finish-ke-7-di-F2-Bahrain_news-(4)

Memulai perjuangannya dari start ke-19 tidak membuat nyali Sean ciut, justru dirinya menggila dengan menyalip satu per satu lawannya. Hingga pada akhir Sean harus berduel sengit dan saling menyalip dengan rekan setimnya Nyck de Vries pada lap terakhir. Atas hasil yang didapat dalam seri perdana Formula 2 di Bahrain ini, Sean Gelael berhasil mengamankan enam poin. Berikut hasil lengkapnya :

Start-Dari-Posisi-ke-19,-Sean-Gelael-Mampu-Finish-ke-7-di-F2-Bahrain_news-(2)

Hasil Feature Race

  1. Lando Norris [Carlin] 54 menit 05,938 detik
  2. Sergio Sette Camara [Carlin] +6,909 detik
  3. Artem Markelov [Russian Time] +7,405 detik
  4. Alexander Albon [DAMS] +9,966 detik
  5. George Russell [ART Grand Prix] +14,201 detik
  6. Nyck de Vries [Pertamina Prema Theodore Racing]  +16,796 detik
  7. Sean Gelael [Pertamina Prema Theodore Racing] +18,649 detik
  8. Maximilian Gunther [Arden] +21,710 detik
  9. Ralph Böschung [MP Motorsport] +25,876 detik
  10. Jack Aitken [ART Grand Prix] +28,896 detik
  11. Nicholas Latifi [DAMS] +30,658 detik
  12. Luca Ghiotto [Campos Vexatec Racing] +43,165 detik
  13. Louis Deletraz [Charouz Racing System] +38,690 detik
  14. Santino Ferrucci [Trident] +53,367 detik
  15. Arjun Maini [Trident] +57,282 detik
  16. Roy Nissany [Campos Vexatec Racing] +1 jam 28,966 detik
  17. Nirei Fukuzumi [Arden] +1 jam 43,966 detik
  18. Antonio Fuoco [Charouz Racing System] +1 jam 44,948 detik
  19. Tadasuke Makino [Russian Time] +1 Lap

Start-Dari-Posisi-ke-19,-Sean-Gelael-Mampu-Finish-ke-7-di-F2-Bahrain_news-(3)

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Pertamina Prema Theodore Racing / Berbagai Sumber

Awal yang baik Sean mampu finis posisi ke-7 dalam F2 Bahrain 2018.

READ MORE
<