eXtremeINA.com

Tag :Sport Climbing

BANDUNG – eXtremeINA.com  Sebagai produsen lokal yang memfokuskan kepada alat-alat petualangan alam tropis, sangat wajar jika EIGER mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di negeri sendiri. Salah satunya adalah dengan menggelar EIGER Independence Sport Climbing Competition [EISCC]. Acara yang rutin dilakukan setiap tahun, memasuki tahun yang ketiga belas di 2019 ini. Acara sendiri berlangsung mulai dari 15 -17 Agustus 2019.

“Pemilihan tempat selalu rutin EIGER lakukan di EIGER Flagship Store, Jalan Sumatra Bandung. Fasilitas media papan panjat yang EIGER miliki di store Sumatra menjadi satu-satunya di Bandung yang memenuhi standar FPTI. Selain itu untuk peserta luar kota juga lebih mudah karena banyak penginapan di sekitaran arena pertandingan,” jelas Arif Husen, Marcomm Manager PT. EIGER MPI.

Dengan gelaran rutin yang sudah diadakan selama 13 kali, maka ajang ini menjadi salah satu ajang pencarian bibit unggul untuk atlet panjang dinding Jawa Barat dan Nasional. “Peserta yang bisa ikut ajang ini adalah remaja berusia 14 tahun ke atas dan mengikuti kuota jumlah peserta yang sudah EIGER tentukan,” tukas Arif.

Untuk acara kali ini, total peserta yang terdaftar ada sekitar 168 peserta, berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan dua atlet asal Singapura. “Untuk atlet asing sebenarnya sudah mulai banyak muncul semenjak gelaran EISCC yang 11, artinya dari tingkat kesulitan, sampai hadiah yang disediakan sudah menjadi daya tarik untuk atlet asing,” tambah Arif lagi.

Untuk kategori lomba sendiri akan dibagi menjadi kelas Rintisan [Lead] Putra dan Putri, serta Kecepatan [Speed] Putra dan Putri. Seperti yang sudah-sudah ajang tahunan ini juga menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI], yang berlaku sebagai asosiasi resmi untuk olahraga panjat tebing di Indonesia. “EIGER mengharapkan EISCC dapat menggairahkan kembali kejuaraan nasional dan tentunya menjadi kalender tahunan kejuaraan resmi nasional. Selain itu EISCC juga EIGER harapkan meningkatkan prestasi atlet-atlet panjang dinding nasional,” ungkap Arif.

Total hadiah sendiri untuk acara 3 hari ini total ada 75 juta rupiah, berupa 60 juta dalam bentuk cash, dan 15 juta rupiah dalam bentuk produk. Mari kita dukung para pemanjat tebing Indonesia untuk berprestasi di mana pun mereka berlaga. Salam Lestari!

 

Text & Photos          : EIGER

Edited by                  : Ihsan Rizaldi Raz

EIGER Gelar EISCC Ketigabelas, Untuk Pencarian Bibit Unggul Atlet Panjat Dinding Nasional

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Atlet Panjat Tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang International bertajuk IFSC Climbing Worldcup Moscow 2019 yang tersaji pada tanggal 12-14 April 2019 lalu di Moscow, Rusia. Melalui atlat andalannya Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra. Pada babak perebutan medali perunggu Aspar dipaksa berhadapan dengan atlet Panjat Tebing dari China Long Chao, dan pada kali ini Aspar sukses mengunggulinya dengan catatan waktu 6.083 detik berbanding 10.004 detik.

Untuk medali emas pada nomor Speed World Record Putra sukses diraih oleh atlet Panjat Tebing asal Prancis bernama Bassa Mawem yang mampu mengalahkan Vladislav Deulin dari Rusia dengan catatan waktu 5.656 detik berbanding 11.545 detik. Pada kesempatannya Aspar Jaelolo mengatakan, “Untuk seri Worldcup di Eropa, ini medali pertama kali. Saya berharap bisa emas, tetapi saya senang bisa dapat perunggu karena saingannya sangat ketat untuk masuk final. Tuan rumah saja menurunkan 15 atlet, jadi saingannya berat.”

Pada saat babak kualifikasi Aspa Jaelolo mengaku sempat terpeleset lantaran dirinya masih beradaptasi untuk posisi startnya. Sementara perjuangan sang Spiderman Aries Susanti dari nomor Speed World Record Putri harus terhenti pada babak perempat final. Dirinya harus mengakui keunggulan Anouck Jaubert. Pada kelas ini juara pertama hingga ketiga diraih oleh Song Yi Ling dari China, Anouck Jaubert dari Prancis, dan Iuliia Kaplina dari Rusia.

Ungkapan juga datang dari pelatih Pelatnas Pra-Olimpiade Hendra Basir, “Seri Worldcup ini ia menargetkan atletnya bisa masuk empat besar baik putra maupun putri. Dari hasil tersebut, Aspar mampu memenuhi target untuk putra, sedangkan putri harus tersisih di perempat final. Namun, ia menilai performa atlet Tanah Air masih on the track. Secara peringkat memang kita enggak masuk empat besar putri, tetapi untuk peringkat Combined, Aries masih di peringkat dua di bawah Anouck. Jadi masih aman.”

“Pada fase saat ini ada penurunan performa dari para atlet lantara pelatnas baru dimulai sejak kurang lebih dua bulan lalu. Selama itu pula para atlet lebih fokus berlatih untuk Lead dan Boulder. Para atlet baru fokus latihan Speed sekitar dua minggu. Masih on the track. Performa menurun, tetapi secara general kita masih di level elite,” tambah Hendra.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Melalui Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com             Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] kembali memilih Kompleks Panjat Tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta sebagai tempat Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia dalam Olimpiade Tokyo 2020. Dipilihnya Kota Yogyakarta ini didasari oleh kesuksesan Timnas Panjat Tebing Indonesia di ajang Asian Games 2018, yang pada saat itu menggelar Pelatnas ditempat ini.

Pembukaan Pelatnas di kompleks panjat tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta telah dibuka secara resmi pada hasi sabtu tanggal 30 Maret 2019 oleh Wakil Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] Ferry Ardiyanto. Dalam Pelatnas ini, telah terpilih 10 atlet terbaik akan siap berjuang merebut tiket di Olimpiade Tokyo 2020, dan mereka akan memainkan nomor Combine yang terdiri dari kelas Speed, Lead, dan Boulder.

Dalam kesempatannya Ferry Ardiyanto menyampaikan, “Kesepuluh atlet ini terpilih setelah melalui berbagai seleksi nasional selama 2018 dan menduduki peringkat-peringkat terbaik. Demi mengasah mental bertanding, mereka akan mengikuti program try-out di Eropa, alasannya adalah jika jika bertemu oleh juara dunia dalam Olimpiade Tokyo 2020 nanti, maka mental mereka akan lebih matang.”

Pertandingan pre-Olimpiade sendiri akan tersaji di Prancis pada bulan November 2019 mendatang. Selama kurun waktu 6 bulan ini, para atlet akan berlatih keras di Swiss, Jerman, Rusia, dan China. Kesepuluh atlet terbaik ini adalah Aspar Jaelolo, Temi Teli Lasa, Fathur Roji, Alfian M Fajri, Rivaldi Ode Wijaya, Nurul Iqamah, Aries Susanti Rahayu, Salsabillah, Chairul Ummi dan Agustina Sari. Para atlet ini telah mengikuti Pelatnas sejak Februari 2019. Terdekat, mereka akan digembleng selama sekitar 1,5 bulan untuk try-out dan training camp di Eropa dan China.

Bagi Timnas Panjat Tebing Indonesia sendiri, untuk meraih tiket bahkan menjadi juara di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang bukan suatu hal yang tidak mungkin. Karena untuk kategori atlet Speed Putri IFSC Worldcup 2018, Aries Susanti Rahayu juga menduduki ranking 2. Sedangkan untuk peringkat dunia, Aries berada di nomor 4.

Atlet Putri Indonesia lain yang masuk 10 besar IFSC Worldcup 2018 adalah Agustina Sari yang menempati posisi ke-9. Sedangkan untuk peringkat dunia, Agustina menduduki ranking 10. Sementara itu untuk atlet Speed Putra IFSC Worldcup 2018, Aspar Jaelolo meraih peringkat 6. Untuk peringkat dunia, Aspar juga menduduki posisi ke-6.

Peringkat ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yakni pada 2017, Timnas Indonesia menduduki peringkat 5 di nomor Speed. Untuk kategori perorangan, saat itu tak ada atlet Indonesia yang masuk peringkat 10 besar dunia baik putra maupun putri.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

PP FPTI baru resmi membuka Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk pre-Olimpiade 2020.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Puji Lestari adalah seorang atlet panjat tebing asal Jakarta kelahiran 15 Juni 1990. Ketertarikan pada olahraga ekstrem yang satu ini dimulai sejak duduk di bangku SMA kelas 3, lantaran dirinya mengikuti Sispala KPPA 83 dan kebetulan pada saat itu materi pembelajarannya adalah olahraga panjat tebing. Walaupu olahraga yang cukup ekstrem, namun dirinya sangat tertantang untuk menggeluti olahraga panjat tebing ini, apalagi jarang ada wanita yang berani mengikuti kegiatan panjat tebing.

Sejatinya keluarga sempat khawatir lantaran Puji Lestari atau yang akrab disapa Puji menggeluti dunia Panjat Tebing, namun setelah dirinya menjelaskan kepada keluarga terkait dengan prosedur keselamatan akhirnya keluarga pun paham dan lambat laun mulai mendukung, ditambah lagi Puji Lestari meyakinkan keluarganya dengan sejumlah prestasi yang mampu diraihnya. Sebenarnya cita-cita Puji Lestari sejak kecil adalah menjadi seorang Reporter Petualang, dengan menjadi seorang Reporter petualang dirinya mengaku sangat senang jika harus mengeksplor keindahan alam baik di Indonesia maupun luar negeri.

Seiring berjalannya waktu kemampuan Puji Lestari sebagai pemanjat tebing terus terasah, dan berbagai prestasi pun semakin banyak diraihnya dan prestasi terakhir yang didapatnya adalah medali emas kategori grup pada nomor lomba Women’s Speed World Record Relay dan peraih medali perak kategori individual pada nomor lomba Women’s Speed Individual pada Asian Games 2018. Atas prestasinya di ajang multi-event Asian Games 2018 tersebut Puji Lestari diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil [PNS] di Kementerian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] sebagai Staff Ahli.

Walaupun sangat mencintai olahraga panjat tebing, namun dirinya mengaku sangat ingin mencoba olahraha ekstrem lainnya seperti Terjun Payung. Bagi dirinya Terjun Payung adalah salah satu olahraga yang cukup menantang dan dirinya sangat penasaran untuk mencobanya. Prestasi yang sudah didapatnya selama ini tidak membuatnya semata-mata puas, karena cita-cita Puji Lestari dalam karirinya sebagai atlet panjat tebing adalah dapat meraih juara di ajang Olimpiade, dan itu dapat diraihnya jika Puji Lestari ikut dalam kejuaraan Olimpiade Tokyo pada 2020 mendatang.

Sebagai atlet panjat tebing profesional, Puji Lestari melihat perkembangan olahraga panjat tebing di Indonesia sudah cukup berkembang terlebih pasca Asian Games 2018 yang lalu. Selepas kejuaraan tersebut banyak sekali bibit muda yang bermunculan dari berbagai daerah. Dengan begitu tinggal bagaimana upaya pemerintah dan pengurus untuk memberikan fasilitas dan wadah untuk mereka berkembang. Pesan dari Puji Lestari untuk para adik-adik yang baru mulai menggeluti olahraga panjat tebing, jangan pernah takut untuk lampaui batas ambang hidup kalian, bekerja dan berusaha lah sekuat tenaga, dan diiringi oleh doa. Jika kalian konsisten akan itu semua maka hasil tidak akan membohongi prosesnya.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Puji Lestari

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com      Jajaran pelatih Atlet Nasional Panjat Tebing yang tergabung dalam Pelatnas pre-Olimpiade kembali menggelar simulasi pada Selasa [12/03] kemarin di Venue Panjat Tebing, Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Pada simulasi tersebut atlet pelatnas membuktikan kualitas terbaiknya., tercatat lima atlet Pelatnas mampu menempati peringkat satu hingga lima, sementara atlet non Pelatnas menduduki peringkat enam hingga delapan.

Atlet Pelatnas Fatchur Roji sukses menduduki peringkat satu setelah menjadi peringkat kedua dari nomor Speed, peringkat satu di nomor Boulder, dan peringkat enam pada nomor Lead. Sementara Aspar Jaelolo duduk diposisi kedua setelah menjadi peringkat ketiga pada nomor Speed, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat kelima pada nomor Lead. Sementara diperingkat ketiga diraih oleh Temi Teli Lasa yang meraup peringkat depalan untuk nomor Speed, peringkat lima untuk nomor Boulder, dan peringkat satu nomor Lead. Pada peringkat keempat hingga ke delapan diraih oleh Alfian M Fajri, Rifaldi Ode Ridjaya, Andika, M. Marsudin asal Jawa Tengah, dan M Fary Arrahman asal Yogyakarta.

Pada simulasi kedua ini pemanjat Nadya Putri Virgita yang notabennya adalah atlet non Pelatnas berhasil menjadi yang terbaik pada nomor puteri. Nadya keluar sebagai juara setelah meraih juara kelima untuk nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat pertama di nomor Lead. Untuk peringkat kedua diraih oleh atlet Pelatnas Nurul Iqamah setelah menjadi peringkat kedua di nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat keempat di nomor Lead.

Selanjutnya diperingkat ketiga diraih oleh atlet pelatnas lainnya yaitu Aries Susanti Rahayu, setelah dirinya meraih juara pertama di nomor Speed, pringkat kelima di nomor Boulder, dan peringkat delapan di nomor Lead. Sementara untuk peringkat keempat hingga kedelapan diraih oleh Rahmayuna Fadilah dari Yogyakarta,  Salsabila atlet Pelatnas, Choirul Umi Cahyaning A. atlet Pelatnas, Anggun Yolanda, dan Amelia Windy Ariesta atlet Pelatnas.

Untuk simulasi Combined Putri diikuti oleh delapan atlet yang terdiri dari lima atlet Pelatnas dan tiga atlet non Pelatnas.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : PP FPTI

Simulasi Combined yang baru saja diadakan Stadion Mandala Krida, menjadi tempat pembuktian diri bagi para atlet Pelatnas.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Ajang pameran putdoor terbesar bertajuk INDOFEST 2019 telah usai tersaji akhir minggu kemarin di Hall B Jakarta Convention Center [JCC] pada tanggal 7-10 Maret 2019. Acara yang sudah memasuki tahun kelima ini seakan menjadi pameran yang dinanti-nantikan para penggiatnya.

Mengapa tidak, dalam pameran outdoor pertama dan terbesar di Indonesia INDOFEST mampu menghadirkan brand-brand lokal dan International berkualitas dengan barang-barang yang di diskon besar-besaran. Selain mampu memanjakan para penggiatnya dan juga masyarakat, pameran INDOFEST juga menghadirkan talk show dan sharing dari narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Namun ada aktivitas seru lainnya yang bisa dikatakan dapat memberikan perbedaan, yaitu hadirnya wall climbing di dalam JCC.

Wall climbing di INDOFEST 2019 terbagi menjadi dua bagian, wall climbing yang pertama adalah milik Eiger. Sejatinya di setiap gelaran INDOFEST Eiger selalu hadir dan memberikan aktivtas seru didalamnya misalnya pada tahun 2019 ini Eiger tidak hanya memberikan barang-barang diskon dengan kualitas terbaiknya saja, namun mereka menggandeng Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] untuk menghadirkan aktivitas wall climbing dan juga Refting atau simulasi memanjat di alam bebas. Tujuan Eiger membuat aktivitas wall climbing ini adalah untuk mengajarkan atau mensosialisasikan olahraga ekstrem ini kepada pengunjung INDOFEST 2019, bagi mereka yang ingin mencobanya mereka mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara.

Selain itu ada Pro Warrior yang juga menghadirkan aktivitas olahraga ekstrem berupa vertical climb dan wall climbing yang didukung oleh Crux Climbing Specialist. Sejatinya sama seperti Eiger, aktivitas olahraga ekstrem yang digagas oleh Pro Warrior ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan kedua olahraga ini. Bagi para pengunjung yang mencobanya dengan ketentuan yang telah diverifikasi oleh pihak penyelenggara maka mereka akan mendapatkan hadiah.

Dalam kesempatannya Dian Tri Anggraeni selaku Operator Climbing Pro Warrior menyampaikan, “Dengan adanya aktivitas wall climbing dan vertical climbing yang digagas oleh Pro Warrior dalam acara INDOFEST 2019 ini diharapkan mampu mendorong minat para pengunjung untuk menjajal kedua olahraga ekstrem ini. Dalam aktivitas ini mereka juga dapat belajar cara memanjat yang baik dan benar oleh para ahlinya. Selain itu dengan mereka mengikuti games ini mereka juga akan diberikan hadiah.”

Wall Climbing di pameran INDOFEST 2019 terbagi menjadi dua bagian, Wall Climbing yang pertama adalah milik Eiger. Sejatinya disetiap gelaran INDOFEST Eiger selalu hadir dan memberikan aktivtas seru didalamnya misalnya pada tahun 2019 ini Eiger tidak hanya memberikan barang-barang diskon dengan kualitas terbaiknya saja, namun mereka menggandeng Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PPFPTI) untuk menghadirkan aktivitas Wall Climbing dan juga Refting atau simulasi memanjat di alam bebas.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

Kegiatan panjat tebing dalam INDOFEST 2019, menjadi daya pikat tersendiri.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Mengusung tema Outdoors for The Better World, pameran barang-barang outdoor bertajuk INDOFEST 2019 yang tersaji di Hall B Jakarta Convention Center [JCC] Senayan, Jakarta telah diserbu para penggiatnya dan masyarakat umum lainnya sejak dibuka pada hari pertama tanggal 7 Maret hingga hari terakhirnya tanggal 10 Maret 2019.

Selain mampu memanjakan para sang petualang alam bebas dan masyarakat pada umumnya dengan barang – barang outdoor yang super mudah, mereka juga disuguhkan dengan aktivitas talkshow yang mampu memberikan banyak sekali informasi positif didalamnya. Walaupun masih menggunakan lokasi yang sama, pameran INDOFEST 2019 ini menyajikan area bazar yang lebih luas dibanding tahun sebelumnya. Hal ini pun diungkapkan oleh Eva Fitri Yeni selaku coordinator acara INDOFEST 2019 yang juga COS Event, “INDOFEST 2019 kami sajikan dengan area yang lebih luas dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu kami juga akan mengoptimalkan system zonasi stan-stan bazar yang terlibat.”

“Zonasi sendiri terbagi beberapa bagian yaitu, equipment, activity, dan juga komunitas. Untuk stan komunitas kami sengaja memberikan grastis untuk pembukaan stannya. Karena tujuannya adalah untuk menjembatani secarang langsung antara penggiat Outdoor dengan komunitasnya. Pada gelaran INDOFEST 2019 kami menargetkan 60.000 pengunjung selama empat hari pameran,” tambah Eva pada kesempatannya.

Menurut data yang didapat total stan yang berpartisipasi dalam INDOFEST 2019 ini mencapai 150 stan, dan 75 stan persen nya mampu merogoh kantong pengunjung dengan menawarkan barang-barang Outdoor yang murah namun berkualitas. Walaupun INDOFEST 2019 akan diikuti oleh brand-brand luar negeri, nyatanya 70 % masih dikuasai oleh brand-brand lokal. Brand-brand yang ikut berpartisipasi dalam INDOFEST 2019 adalah The North Face, Deuter, Osprey, Casio, Nature Hike, Victorinox, Decathlon, Polygon, Consina, Eiger, Arei, Hike n Run, Boogie, Avtech, Forester, Altitude Gear, Matador.

Sejatinya pameran outdoor yang sudah memasuki musim kelimanya ini tidak hanya menguntungkan para penggiatnya saja, dari segi bisnis juga benar-benar mambawa dampak besar yang positif, misalnya adalah segi penjualan pebisnis meningkat, mensosialisasikan produk tertentu kepada masyarakat tentang barang-barang outdoor yang berkualitas, mengenalkan destinasi wisata daerah kepada para pengunjung INDOFEST 2019, dan mengenalkan olahraga outdoor sebagai olahraga yang cukup menyenangkan.

INDOFEST 2019 juga didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Pekalongan, Taman Nasional Gunung Ciremai dan berbagai jasa operator petualangan dan penyedia akomodasi, seperti Riam Jeram, Parang via Ferrata, Royal Safari Garden, Prasanthi Hotel and Resorts, Komunitas Kemah Keluarga, Anak Negeri Dive dan masih banyak lagi.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Pecinta aktivitas outdoor meramaikan INDOFEST 2019, dibumbui dengan berbagai diskon dan aksi outdoor.

READ MORE

eXtremeINA.com              Olahraga ekstrem memang tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, dan yang harus menggelutinya adalah orang-orang yang terlatih di bidangnya. Namun jika seorang pemula ingin merasakan seberapa seru dan tertantangnya bermain olahraga ekstrem maka dia harus diawasi oleh orang yang sudah profesional.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (1)

Khusus di Indonesia, perkembangan olahraga ekstrem terbilang cukup pesat dan sudah banyak kategori seperti BMX, Skateboard, Downhill, Surfing, Panjat Tebing, Aggressive Inline Skate, Slackline, Offroad, Motocross, Wakeboarding, Paralayang, dan masih banyak yang lainnya. Namun sejatinya perkembangan ataupun kemajuan olahraga ekstrem tersebut sifatnya belum merata, dan yang membuktikan bahwa kategori olahraga ekstrem tertentu adalah banyaknya komunitas, banyaknya kejuaraan olahraga ekstrem tertentu diberbagai daerah, memiliki federasi atau assosiasi, pecintanya datang dari berbagai kalangan, dan tentunya masih banyak faktor lainnya.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (4)

Namun tahukan kalian seberapa banyak manfaat yang dihasilkan jika bermain olahraga ekstrem. Pada dasarnya semua olahraga dapat memberikan dampat positif bagi kesehatan tubuh, namun khusus olahraga ekstrem memiliki karakteristiknya sendiri. Karakteristik yang dimaksud adalah, olahraga ekstrem ini dapat memacu adrenaline, melatih mental, menghilangkan phobia tertentu, dan masih banyak manfaat lainnya.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (2)

Olahraga ekstrem ini identik dengan anak-anak muda, namun pada faktanya olahraga ekstrem banyak dilakukan oleh mereka yang memiliki usia 20 tahun hingga 40 tahun. Namun usia ini dapat menjadi patokan jenis olahraga ekstrem apa yang dilakukan. Bagi seorang pemula yang ingin merasakan olahraga ekstrem tertentu ada kait-kiat yang harus diperhatikan, yaitu pilih waktu yang tepat untuk melakukan olahraga ekstrem yang kalian geluti, hindari bermain olahraga ekstrem disaat kondisi badan sedang tidak fit, dan pertimbangkan resiko yang akan terjadi.

Pacu Adrenaline, Berikut Manfaat Olahraga Ekstrem_feature (3)

#eXtremeINA #extremesport #extremesportsindonesia #feature #Indonesia

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Olahraga ekstrem memang tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, dan yang harus menggelutinya adalah orang-orang yang terlatih di bidangnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Indonesia Outdoor Festival [INDOFEST] 2019 sedang diadakan sejak tanggal 7-10 Maret, di Hall B Jakarta Convention Center [JCC], Senayan, Jakarta. Sejatinya INDOFEST adalah pameran Outdoor, Adventure, serta Travel terbesar dan pertama di Indonesia. Sejak pertama digelar pada tahun 2015, INDOFEST telah mencuri perhatian yang datang dari berbagai kalangan, dan tahun 2019 ini menjadi tahun kelima bagi pagelaranya.

Walaupun pameran ini disuguhkan untuk memanjakan para penggeliatnya dengan berbagai diskon barang-barang murah namun berkualitas, acara ini juga dapat memberikan segala informasi destinasi alam bebas, berbagai macam komunitas penggeliat alam, berbagai pengalaman dengan teman sesama pegiat alam bebas dengan sebuah acara seminar atau talk show. Dalam perkembangan di setiap tahunnya, INDOFEST 2019 diharapkan mampu mendorong bisnis outdoor activity. Mulai dari bisnis peralatan dan perlengkapan serta bisnis jasa diantaranya trip dan travel, hotel dan resort, destinasi kegiatan alam, paket petualangan, serta bisnis cinderamata khas daerah-daerah.

Pameran INDOFEST ini sejatinya sangat dinantikan kehadirannya, dan terbukti di setiap tahunnya pameran ini selalu mengalami perkembangan yang sangat signifikan terkait dengan jumlah pengunjungnya, jumlah peserta pameran, jumlah komunitas yang terlibat, dan aktivitas yang disajikan juga semakin kompetitif. Pada hari pertama INDOFEST 2019 berlangsung, suasana padat sudah terjadi di setiap tenant-tenantnya. Hal ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat untuk pameran ini. Bagi pengunjung yang penasaran dengan INDOFEST 2019, pameran ini masih tersisa 3 hari lagi.

INDOFEST 2019 diikuti oleh brand-brand besar outdoor lokal dan juga International mulai dari The North Face, Deuter, Osprey, Casio, Nature Hike, Victorinox, Decathlon, Polygon, Consina, Eiger, Arei, Hike n Run, Boogie, Avtech, Forester, Altitude Gear, Matador. INDOFEST 2019 juga didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Pekalongan, Taman Nasional Gunung Ciremai dan berbagai jasa operator petualangan dan penyedia akomodasi, seperti Riam Jeram, Parang via Ferrata, Royal Safari Garden, Prasanthi Hotel and Resorts, Komunitas Kemah Keluarga, Anak Negeri Dive dan masih banyak lagi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : INDOFEST 2019/ Berbagai Sumber

INDOFEST adalah pameran Outdoor, Adventure, serta Travel terbesar dan pertama di Indonesia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu yang lalu Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] menggelar pemusatan latihan [Pelatnas] pre-Olimpiade 2020 dengan menjalani serangkaian simulasi pemanjatan. Pada kesempatannya Rifaldi Ode Ridjaya dan Nurul Iqamah yang merupakan atlet pelatnas menjadi yang terbaik dalam sesi simulasi combined.

Pada Simulasi tersebut diikuti oleh 11 atlet putra yang terdiri dari lima atlet pelatnas dan enam atlet non pelatnas. Serta ada delapan atlet putri yang diantaranya empat atlet pelatnas dan empat atlet non pelatnas. Untuk nomor Boulder combined Rifaldi hanya mampu menempati posisi kedelapan. Sementara pada nomor Boulder dirinya mampu menjadi yang terbaik dengan satu top, tiga zone, satu attempt to top, dan tujuh attempt to zone. Untuk dinomor Lead dirinya hanya mampu meraih posisi ke tiga dengan catatan 19 poin.

Untuk peringkat kedua ditempati oleh Bim Sigrid yang notabennya adalah atlet non pelatnas asal Jawa Barat. Selain itu Bim mampu meraih peringkat Sembilan di nomor Boulder, peringkat empat Boulder, dan peringkat pertama Lead. Pada nomor Boulder dirinya sukses mengumpulkan dua zone dan empat attempt to zone. Sementara di nomor Lead dirinya mengumpulkan 23 poin.

Posisi ketiga diduduki oleh atlet pelatnas asal Jawa Tengah bernama Alfian M Fajri, dirinya pun sukses menjadi yang terbaik pada nomor Boulder dan menduduki peringkat 7,5 di Boulder serta lima di Lead. Untuk Boulder Alfian mengumpulkan satu zone dan satu attempt to zone, sementara di Lead ia mengumpulkan 17 poin. Pada nomor putri Nurul Hiqmah atlet pelatnas menjadi yang terdepan setelah pada nomor Boulder, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat ketiga di nomor Lead. Di nomor Lead dirinya mampu mengemas Sembilan poin.

Aries Susanti Rahayu yang memiliki predikat atlet Pelatnas ada di peringkat kedua untuk nomor Boulder, peringkat pertama dinomor Boulder, dan peringkat keempat untuk nomor Lead. Dirinya mengemas satu top, satu zone, satu attempt to top, dan dua attempt to zone. Aries sukses duduk di peringkat keempat setelah mengumpulkan depalan poin.

Selanjutnya peringkat ketiga mampu diraih oleh Nadya Virgita yang merupakan atlet asal Bali non Pelatnas. Dia juga sukses menduduki peringkat keenam dalam nomor Boulder, peringkat ke empat untuk nomor Boulder, dan peringkat pertama nomor Lead. Pada nomor Boulder ia mampu mengumpulkan satu top, satu zone, satu attempt to top, dan empat attempt to zone, sedangkan di nomor Lead ia menjadi peringkat satu setelah mengumpulkan 18 poin.

Pada kesempatannya Judistiro selaku pelatih tim Nasional Panjat Tebing Pre-Olimpiade mengatakan, “Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah melakoni latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu. Dari hasil ini kita bisa melihat bagaimana kondisi mereka dan apa saja yang masih perlu diperbaiki.” Terlibatnya atlet non Pelatnas memang sengaja dibentuk untuk meningkatkan atmosfer kompetisi. Seluruh atlet pun akan terpacu untuk menampilkan kekuatan terbaiknya.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu.

READ MORE
<