eXtremeINA.com

Tag :Sport Climbing

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kini Tim Nasional [Timnas] Indonesia yang masuk ke dalam pusat Pelatihan Nasional [Pelatnas] untuk seleksi pre-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah-wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni Pelatnas Asian Games 2018. Mereka sang wajah baru yang bergabung kedalam pelatnas adalah Temi Teli Lasa [Bali], Fathur Roji [Jawa Timur], Rifaldi Ode Wijaya [Bali], Salsabila [Jawa Barat], dan Chairul Umi [Jawa Timur].

Kini Tim Nasional Indonesia yang masuk kedalam pusat pelatihan nasional (pelatnas) untuk seleksi pra-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah – wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni pelatnas Asian Games 2018.

Kelima atlet yang baru bergabung kedalam pelatnas pre-Olimpiade ini sejatinya telah berjuang amat keras dalam berbagai kompetisi untuk mengumpulkan nilai tertinggi sehingga dapat masuk kedalam pelatnas. Misalnya adalah Temi Teli Lasa, dia dinobatkan sebagai atlet Lead Putra terbaik selama musim 2018. Pemanjat asal Bali ini sukses mengumpulkan poin tertinggi dari empat kompetisi Panjat Tebing di tingkat Nasional untuk nomor Lead Putra selama musim 2018. Perolehan total poin yang dia dapat berjumlah 225 poin yang dikumpulkan dari MOCC 23-27 April, EISCC 08-12 Agustus, SSWCC Muara Enim 4-7 Oktober, dan Kejurnas XVII 27 Nov-2 Desember.

Kini Tim Nasional Indonesia yang masuk kedalam pusat pelatihan nasional (pelatnas) untuk seleksi pra-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah – wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni pelatnas Asian Games 2018.

Atlet lain yang juga berjuang keras adalah Fathur Roji. Dirinya sukses menjadi atlet terbaik kedua dalam nomor lomba Boulder Putra tingkat Nasional dengan torehan 300 poin. Sementara Rifaldi Ode Ridjaya mampu duduk diperingkat ketujuh dengan total 162 poin. Poin tersebut juga mereka kumpulkan dari MOCC pada 23-27 April, Walikota Cup 18-21 Juli, ZTC Bali 3-5 Agustus, dan Kejurnas XVII 27 November-2 Desember. Selanjutnya ada nama Choirul Umi Cahyaning Ayub, atlet asal Jawa Timur ini sukses menjadi atlet Lead Putri terbaik selama musim 2018 dengan total 285 poin. Sementara Salsabila mampu duduk diperingkat kedua Nasional Lead Putri dengan nilai 265 poin.

Kini Tim Nasional Indonesia yang masuk kedalam pusat pelatihan nasional (pelatnas) untuk seleksi pra-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah – wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni pelatnas Asian Games 2018.

Untuk kelima atlet pelatnas Asian Games 2018 yang masih dipercaya mengikuti tahap seleksi di Pelatnas adalah Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Nurul Iqamah, Agustina Sari, dan Aries Susanti Rahayu. Seluruh atlet akan terus berjuang, mengikuti proses latihan yang keras, dan akan bersaing satu dengan lainnya untuk memperebutkan tiket ke Prancis.

Kini Tim Nasional Indonesia yang masuk kedalam pusat pelatihan nasional (pelatnas) untuk seleksi pra-Olimpiade telah mengantongi nama 10 atlet. Lima diantaranya adalah wajah – wajah baru dan lima lainnya adalah penghuni pelatnas Asian Games 2018.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

10 nama atlet telah masuk ke dalam Pelatihan Nasional untuk seleksi pre-Olimpiade.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Puji Lestari adalah atlet Panjat Tebing wanita asal Jakarta yang telah sukses meraih banyak prestasi di kancah Internasional. Prestasi terakhir yang ia dapat di kejuaraan Panjat Tebing tingkat Internasional adalah meraih medali emas kategori grup pada nomor lomba Women’s Speed World Record Relay dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Women’s Speed Individual pada Asian Games 2018.

Saat ini Puji Lestari sedang tidak aktif dari olahraga Panjat Tebing, karena dirinya telah disibukkan dengan pekerjaan barunya sebagai pegawai negeri dengan jabatan Staff Ahli di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA]. Pekerjaan sebagai pegawai negeri ini didapatnya atas hasil kerja kerasnya meraih medali di Asian Games 2018. Walaupun tidak aktif sebagai atlet Panjat Tebing, Puji Lestari mengaku masih sering berkunjung ke beberapa spot Panjat Tebing di Jakarta untuk melihat anak-anak muda berlatih memanjat.

Sejatinya Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta tengah mempersiapkan tim untuk diikutsertakan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020 Papua, dan Puji dikabarkan harus absen membela provinsinya. “Saya saat ini tengah vakum sebagai atlet Nasional, namun kegiatan memanjat saya masih saya lakukan dengan berkunjung ke beberapa spot untuk melihat anak-anak muda berlatih dan berkompetisi. Memang saya belum pasti akan ikut di PON 2020 Papua untuk membela tim DKI Jakarta atau tidak, namun jika saya kangen serta rindu akan atmosfer berkompetisi saya akan ikut serta. Kita lihat nanti ke depannya akan seperti apa.”

Walaupun sarana dan prasarana Panjat Tebing di Indonesia belum banyak yang memenuhi standar internasional, karena hanya ada di Jakabaring, Palembang, yang memenuhi standar internasional namun Puji Lestari menilai olahraga Panjat Tebing ini sudah cukup berkembang. Salah satu buktinya adalah semakin banyaknya anak muda di berbagai belahan nusantara yang mulai menggeluti olahraga Panjat Tebing.

Mungkin hal ini disebabkan dengan suksesnya para atlet Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2018. Sebagai atlet yang penuh dengan prestasi, Puji Lestari memberikan kiat atau pesan kepada anak-anak muda yang baru menggeluti dunia olahraga Panjat Tebing, “Sebagai pemula di olahraga Panjat Tebing, kalian harus sering-sering berlatih, bertanya kepada senior, jangan pernah takut untuk bermimpi, usaha dan kerja keras lampaui batas ambang kalian serta berdoalah.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Puji Lestari

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan Pekan Olahraga Nasional [PON] akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua, dan tentunya seluruh provinsi dari para pengurus cabang olahraga [Cabor] tengah mempersiapkan skuad yang kuat untuk meraih banyak prestasi. Seperti halnya yang dilakukan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] Yogyakarta.

FPTI Yogyakarta bertanggung jawab penuh dalam mempersiapkan atlet Panjat Tebingnya dalam PON 2020. Memperiapkan diri sejak 2018 yang berpusat di Mandala Krida Wall Climbing, FPTI Yogyakarta telah membuat skema peringkat berjalan dalam bentuk Pusat Pelatihan Daerah [Puslatda]. Bentuk latihannya mulai dari latihan teknik dan fisik yang meliputi Jogging Endurance serta Gym Fitness. Selain itu bentuk latihan juga terdapat dalam ajang try out pada bulan November tahun 2018 di Manahan Solo Wall Climbing.

Dalam kesempatannya Ketua Harian FPTI Yogyakarta menyampaikan, “Kami telah menyiapkan 10 atlet Panjat Tebing untuk dipromosikan ke PON 2020 Papua, namun ini sifatnya masih sementara. Karena keputusan siapa saja atlet yang akan diikutsertakan kedalam PON 2020 Papua untuk mewakili tim Panjat Tebing Yogyakarta akan diputuskan berdasarkan hasil pre PON pada bulan Oktober 2019 di Surabaya, kalau memang hasilnya baik maka kita akan mainkan semua.”

Target yang dicanangkan oleh FPTI Yogyakarta adalah 3 medali emas yang datangnya dari Nomor Lead Team Putri, Speed Relay Putri, dan Boulder Tim Putri Putra. Namun untuk mencapai target tersebut tim Panjat Tebing Yogyakarta akan mendapatkan perlawanan yang sulit dari tim Panjat Tebing Jawa Timur, Jateng, dan DKI Jakarta. Namun FPTI Yogyakarta juga patut mewaspadai kekuatan provinsi lainnya, mengingat banyak persiapan dan perkembangan Panjat Tebing di beberapa provinsi lainnya.

Pada PON 2016 yang lalu, Tim Panjat Tebing Yogyakarta sukses meraih 1 medali perak yang diraih oleh Fitriyani di Nomor Perseorangan Putri kategori Speed Track. Berikut adalah nama-nama atlet yang masuk dalam Puslatda:

  1. Rahmayuna Fadhilla
  2. Fary Arrahman
  3. Ismu Nugroho
  4. Andika
  5. Amelia windi
  6. Sukma Lintang
  7. Surya Agung
  8. Dyah Puspitaningtyas
  9. Argo Satrio
  10. Seto

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. FPTI Yogyakarta

PON 2020 Papua akan datang, tim FPTI Yogyakarta mempunyai target besar.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kota Paris resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi-event Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organizing Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada Kamis [21/02].

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Pada Olimpiade 2024, tuan rumah Paris mengusulkan 12 medali dapat diperebutkan dalam cabang olahraga Panjat Tebing. Ke 12 medali tersebut meliputi 6 medali untuk nomor Speed World Record Putra dan Putri, serta 6 medali untuk nomor lomba Combine yang akan mempertandingkan Lead dan Boulder Putra-Putri. Untuk format pertandingannya akan berisi kuota 16 putra dan 16 putri untuk Speed World Record, serta 20 putra dan 20 putri untuk Combine dan Bpulder.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Dengan begitu total kuota atlet yang akan bertanding sebanyak 72. Ini hanyalah wacana di awal, untuk nomor dan format pertandingan yang diusulkan masih menunggu persetujuan dari International Olympic Council [IOC].

Tanggapan positif dan rasa suka cita juga dilontarkan oleh Presiden International Federation Sport Climbing [IFSC] Marco Scolaris. Dirinya sangat mengapresiasi gelara Olimpiade 2024 Paris, yang telah mendukung olahraga Panjat Tebing untuk dipertandingkan dalam ajang olahraga terbesar di dunia.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

“Kami bangga dan sangat berterimakasih atas dimasukannya cabang olahraga Panjat Tebing kedalam pertandingkan sekelas Olimpiade. Ini adalah bentuk perhatian terhadap kinerja yang selama ini dilakukan oleh IFSC. Semoga kedepannya berjalan dengan lancer.”

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Paris, Perancis resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi event bertitle Olimpiade 2024. Informasi lain yang membuat cukup bangga adalah akan dipertandingkannya cabang olahraha Panjat Tebing, selain itu akan ada tiga cabang olahraga lainnya Breakdance, Skateboard, dan Surfing. Keputusan ini diumumkan dalam Konfrensi Pers yang digelar oleh Paris Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, pada kamis tanggal 21 Februari 2019.

Sambutan meriah dan rasa bahagia juga hadir di kubu Indonesia, dalam kesempatannya Ketua II Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] Pristiawan Buntoro mengatakan, “Masuknya cabang olahraga Panjat Tebing di Kejuaraan Olimpiade 2024 Paris Perancis patut disyukuri. Ini adalah kesempatan besar bagi Indonesia untuk menaikan popularitasnya terhadap olahraga Panjat Tebing dikancah dunia, serta mendorong anak-anak muda untuk mulai menggeluti olahraga Panjat Tebing. Namun Sekarang adalah kesempatan di prakualifikasi, kita gunakan benar-benar untuk meningkatkan kemampuan atlet dan pembuat jalur di lead dan boulder.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. FPTI

Kota Paris resmi dinobatkan sebagai tuan rumah dalam ajang multi-event Olimpiade 2024.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta tengah fokus mempersiapkan regenerasi pemanjat asal Ibu Kota untuk masa mendatang. Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun Internasional, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Peringkat Berjalan FPTI DKI Jakarta 2019

Akhir pekan lalu FPTI DKI Jakarta telah membuat kegiatan bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang bertempat di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Agenda ini adalah salah satu bentuk program kerja yang dijalani oleh FPTI DKI Jakarta untuk membuat skema peringkat berjalan dari masing-masing kategori dan nomor lomba. “Dibanding dengan daerah – daerah lainnya, DKI Jakarta tidak cukup banyak memiliki atlet Panjat Tebing. Memang diawal banyak sekali anak-anak muda di Jakarta yang bermain Panjat Tebing, namun saat mereka mengenal gaya hidup yang berlebihan fokus mereka terhadap olahraga Panjat Tebing mereka mulai tinggalkan,” dari Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

“Dengan adanya fenomena tersebut, saat ini kami sedang melakukan pendekatan terhadap orang tua mereka, agar selalu mendukung kegiatan anak-anaknya dalam menggeluti olahraga Panjat Tebing,” tambahnya. Dalam peringkat berjalan yang menjadi program kerja FPTI DKI Jakarta, para pemanjat di usia 18 tahun ke bawah dan 18 tahun ke atas akan terus berkompetisi untuk dipromosikan menjadi atlet andalan DKI Jakarta di berbagai kejuaraan.

Peringkat Berjalan FPTI DKI Jakarta 2019

Sistem penilaian yang terdapat di peringkat berjalan ini terdiri dari beberapa unsur, mulai dari konsistensi mereka dalam berlatih, seberapa tinggi prestasi mereka di kejuaraan-kejuaraan panjat tebing, dan masih terdapat faktor penentu lainnya. “Untuk usia 18 tahun ke atas mereka akan dipromosikan untuk mewakili tim DKI Jakarta cabor Panjat Tebing PON 2020 Papua, sementara untuk usia 18 tahun ke bawah mereka akan diikutsertakan dalam ajang Asia Youth, namun para pengurus masih akan melihat skemanya akan seperti apa,” papar Kurnia Bakti.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta kian terus mempersiapkan regenerasi atlet-atlet untuk mewakili Ibu Kota.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah berhasil meraih medali perunggu untuk nomor Men’s Speed dan medali perak untuk nomor Men’s Speed Relay dalam Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia. Kecintaan terhadap olahraga Panjat Tebing ini juga telah menginspirasi banyak kalangan.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Beberapa waktu lalu Aspar Jaelolo telah membangun arena Panjat Tebing di tanah kelahirannya di Desa Wani, Donggala, Sulawesi Tengah. Dana yang digunakan Aspar Jaelolo untuk membangun arena Panjat Tebing ini adalah bonus yang diberikan Pemerintrah terkait dengan prestasi yang diraihnya di Asian Games 2018. Pada ajang tersebut Aspar Jaelolo mendapatkan bonus sebesar Rp. 500 juta, yang terdiri dari Rp. 250 juta dari perolehan medali perunggu dan Rp. 300 juta dari medali perak.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Dalam kesempatannya Aspar Jaelolo yang saat ini tengah disibukkan dengan Pelatihan Nasional [Pelatnas] untuk pra Olimpiade di Prancis tahun 2019 mengatakan, “Inisiatif saya membangun sarana Panjat Tebing di kampung halaman saya adalah agar anak-anak muda di Donggala dapat berlatih dengan maksimal agar mereka mampu menjadi pemanjat yang handal. Saat masih di kampung halaman, saya ingin sekali menjadi atlet Panjat Tebing namun dengan keterbatasan sarana di kampung saya yang tidak memadai akhirnya saya harus merantau.”

Dengan fasilitas yang seadanya Aspar Jaelolo terus berlatih dan berlatih dengan cita-cita menjadi juara dunia Panjat Tebing. Usaha dan kerja keras yang digelutinya seakan membuahkan hasil, pada tahu 2018 lalu dirinya sukses mengalahkan pemanjat dari belahan dunia untuk menjadi yang terbaik di kejuaraan dunia Panjat Tebing bertajuk IFSC World Cup di Wujiang, China.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

“Dana yang saya gunakan untuk membuat sarana Panjat Tebing di kampung halaman saya adalah dana bonus yang diberikan Pemerintah dalam kejuaraan Asian Games 2018. Saat ini saya hanya baru bisa membangun fasilitas boulder yang tingginya 6 meter. Untuk sarana Lead dan Speed masih belum dibangun, saya berharap Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan untuk pembangunan sarana Panjat Tebing ini,” tambah Aspar Jaelolo.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Aspar Jaelolo yang namanya kian popular setelah keberhasilanya meraih medali perunggu untuk nomor men’s speed dan medali perak untuk nomor men’s speed reley (speed putra beregu) dalam Kejuaraan Asian Games 2018 cabang olahraga Panjat Tebing, telah menjadi sosok idola dan panutan bagi para pemanjat muda di Indonesia.

Selain tengah mengikuti agenda Pelatnas untuk pra Olimpiade 2019 di Prancis, saat ini Aspar Jaelolo juga disibukkan dengan kegiatan barunya sebagai pegawai negeri di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA], dengan menjabat Asisten Pelatih di Deputi IV bidang peningkatan prestasi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. FPTI / Aspar Jaelolo

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climbing #FPTI #FPTIDKIJakarta #sportclimbing #AsparJaelolo

Aspar Jaelolo mendirikan sarana Panjat Tebing, untuk dapat tumbuhkan para atlet muda dari kampungnya.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memantau kegiatan Panjat Tebing di berbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah. Hal inilah yang memicu berdirinya FPTI DKI Jakarta. Sejatinya organisasi ini dibentuk untuk merespon kegiatan Panjat Tebing alam yang telah berkembang dari tahun-tahun sebelumnya. Awalnya organisasi ini bukan bernama FPTI melainkan Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia [FPGTI].

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Berdiri pada tanggal 21 April 1998, FPTI DKI Jakarta berdiri secara bersamaan dengan FPTI Pusat. Pada kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Tujuan didirikan FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta, melahirkan pemanjat-pemanjat berprestasi baik di tingkat Nasional maupun Internasional dari Jakarta, dan membantu perkembangan olahraga Panjat Tebing di Indonesia melalui kegiatannya di Jakarta. Dibanding dengan daerah lainnya, DKI Jakarta tidak memiliki banyak atlet namun kami ingin terus berupaya menghasilkan pemanjat-pemanjat handal yang siap meraih prestasi di berbagai kejuaraan.”

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Saat ini FPTI DKI Jakarta memiliki atlet Panjat Tebing yang tengah menjadi idola dan panutan bagi pemanjat muda Indonesia, mereka adalah Aspar Jaelolo yang sukses meraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018. Selain itu ada nama Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018. Aspar Jaelolo saat ini sedang fokus Pelatnas di Yogyakarta untuk mempersiapkan dirinya dalam SEA Games 2019 di Filipina, sementara Puji Lestari sedang tidak aktif dari dunia Panjat Tebing lantaran kesibukan barunya sebagai pegawai negeri di KEMENPORA.

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Sebagai induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Ibu Kota, FPTI DKI Jakarta terus melakukan aktivitas secara intens untuk mencari bibit-bibit pemanjat handal asal Jakarta yang siap meraih banyak prestasi di masa mendatang. Salah satunya adalah menggelar Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta pada akhir pekan lalu. Dengan kegiatan ini pula, FPTI DKI Jakarta mencari atlet terbaik untuk diikutsertakan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional [PON] akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga [cabor] yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Dalam hal ini Federasi Pengurus Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bertanggung jawab penuh terhadap persiapan skuad tim yang akan dibawa ke PON 2020 Papua. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan oleh FPTI DKI Jakarta adalah menggelar kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang terselenggara pada akhir pekan kemarin tanggal 16-17 Februari di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Tujuan digelarnya kompetisi itu adalah guna mencari pemanjat terbaik kelahiran asli DKI Jakarta untuk dipromosikan masuk Pelatda dalam persiapan PON 2020 Papua. Selain itu adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini juga bertujuan untuk regenerasi atlet-atlet DKI Jakarta yang sudah banyak pensiun dan pindah ke daerah lain. Dalam kesempatannya Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta menyampaikan, “Sebetulnya tim Provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing di kejuaraan PON 2020 Papua sudah ada 12 atlet. Mereka semua mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, dan termasuk Aspar Jaelolo yang saat ini sedang mengikuti Pelatnas di Yogyakarta untuk persiapan SEA Games 2019 Filipina.”

“Walaupun 12 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri terpilih sudah dipastikan masuk Pelatda namun mereka tidak dalam zona nyaman, dalam artian akan ada system degradasi atau peringkat berjalan. Sistem penilaian setiap atlet akan dilihat berdasarkan etika berlatih dan prestasi di setiap kejuaraan yang digunakan sebagai bahan try-out. Sementara untuk target di PON 2020 Papua, sebenarnya kami cukup realistis, kami menargetkan 3 medali emas, dan mengandalkan atlet Nasional Aspar Jaelolo di nomor lomba Speed,” tambahnya.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Walaupun mengandalkan Aspar Jaelolo sebagai kunci untuk meraih medali emas, namun tim Panjat Tebing DKI Jakarta diprediksi tidak akan mudah meraih target yang telah dicanangkan oleh Pengurus, Kurni Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI memprediksi provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali akan menjadi lawan yang cukup diperhitungkan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Sebelum dihadapkan dengan PON 2020 Papua, seluruh provinsi akan dihadapkan dengan pra PON yang akan bergulir di bulan Juli atau Agustus. Pra PON ini akan bergulir di tiga zona berbeda, zona pertama akan tersaji di Jawa Timur, Zona kedua akan digelar di Bengkulu, dan Zona ketiga akan diadakan di Sulawesi Selatan. Sejatinya tim DKI Jakarta memiliki satu atlet putri yang sukses meraih medali emas dan juga medali perak, dia adalah Puji Lestari. Untuk saat ini dirinya memutuskan untuk vakum dari duna Panjat Tebing dengan alasan kesibukan barunya sebagai Pegawai Negeri di KEMENPORA. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali ke lintasan Panjat Tebing saat PON 2020 Papua.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta sedang giat dan terus fokus mempersiapkan atlet-atlet untuk PON 2020 Papua.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Akhir pekan kemarin tepatnya tanggal 16-17 Februari 2019 Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, di Eiger Flagship Adenture Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Tujuan diadakannya kompetisi ini adalah sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi Panjat Tebing di Jakarta, mencari bibit-bibit pemanjat di Jakarta, melakukan regenerasi atlet, dan mencari atlet untuk dipromosikan mewakili tim DKI Jakarta Cabang Olahraga [Cabor] Panjat Tebing di Pekan Olahraga Nasional [PON] Papua 2020 serta berbagai kejuaraan lainnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam Kejuaraan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini diikuti oleh 120 peserta yang mempertandingkan kategori Lead dan Speed klasik, untuk kelas yang dipertandingkan terdiri dari Umur 18+ [usia 18 ke atas] dan usia -18 [usia dibawah 18 tahun ke bawah]. Sistem penilaian untuk kategori Lead adalah, peserta harus menyelesaikan jalur yang sudah ditetapkan oleh panitia penyelenggara dengan batas waktu yang telah ditentukan, sementara untuk kategori Speed Klasik peserta harus memanjat dinding dengan kecepatan maksimal, setelah sampai di atas mereka harus menekan tombol sebagai bukti bahwa mereka telah menyelesaikan perlombaan.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Kami tidak cukup kaget dengan jumlah peserta yang mencapai 120. Ini adalah salah satu bukti dampak positif dari suksesnya Indonesia meraih banyak medali di Asian Games 2018 khususnya pada cabor Panjat Tebing. Kita bisa melihat banyak sekali anak-anak putra dan putri yang sangat antusias mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini.”

“Perkembangan olahraga Panjat Tebing di Jakarta sendiri sejatinya sudah cukup berkembang, banyak sekali anak muda yang mulai menggeluti dunia Panjat Tebing. Namun dengan adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini, kami ingin melihat keseriusan, minat, serta konsistensi mereka dalam berlatih dan mengikuti perlombaan. Fenomenanya adalah disaat usia dini mereka giat berlatih dan mengikuti perlombaan, namun di saat sudah beranjak dewasa mereka banyak mengenal pergaulan akhirnya mereka meninggalkan Panjat Tebing. Permasalahan itulah yang sedang kami atasi, salah satunya adalah melakukan pendekatan terhadap orang tuanya,” jelasnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Komentar positif juga terlontar dari Puji Lestari Atlet Tim Nasional peraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual pada Kejuaraan Asian Games 2018, “Di banding daerah, DKI Jakarta adalah salah satu provinsi yang cukup sedikit memiliki atlet Panjat Tebing. Namun dengan hadirnya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 sangat bagus untuk regenerasi. Peminatnya pun cukup banyak dengan begitu membuktikan bahwa Panjat tebing di Jakarta sudah cukup berkembang, mungkin ini adalah dampak positif dari kesuksesan Asian Games 2018 khususnya di cabor Panjat Tebing.”

Saat ini Puji Lestari sedang fakum dari kegiatan Panjat Tebing dan tidak masuk dalam pelatnas SEA Games 2019 Manila. Kegiatan Puji Lestari saat ini adalah blusukan di berbagai wilayah DKI Jakarta untuk memantau adik-adik pemanjat berlatih dan berkompetisi, selain itu diirnya juga telah disibukan dengan pekerjaan barunya sebagai Pegawai Negeri di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] sebagai Staff Ahli. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali saat PON 2020 Papua.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Sebagai atlet Panjat Tebing yang berprestasi Puji Lestari menyampaikan pesan kepada anak-anak muda untuk terus berlatih, kerja keras, jangan mudah menyerah, disiplin terhadap pola latihan, dan rutinlah mengikuti kejuaraan. Dengan itu semua maka impianmu untuk menjadi juara dunia akan tercapai.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Berikut adalah hasil lengkap Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019:

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Akhir pekan kemarin FPTI DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sejatinya selepas prestasi para para atlet Indonesia yang didapat dalam ajang Asian Games 2018, olahraga Panjat Tebing di Indonesia kian berkembang sangat pesat. Hal ini pun yang dirasakan oleh beberapa pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] termasuk wilayah DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Demi mendukung kemajuan olahraga Panjat Tebing khususnya di wilayah DKI Jakarta, Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing yang tersaji pada akhir pekan lalu tanggal 16-17 Februari 2019 di Eiger Flagship Store Radio Dalam. Selaku produsen alat-alat olahraga mendaki dan Panjat Tebing, Eiger berkomitmen tinggi terhadap pembinaan para atlet Panjat Tebing di Indonesia. Dukungan yang Eiger berikan adalah memenuhi kebutuhan para atlet Panjat Tebing saat berlaga di Asian Games 2018.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Pada tahun lalu Eiger telah menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan Pengurus Daerah FPTI Sumatera Selatan dan Jawa Timur dalam hal pembinaan dan penyediaan alat-alat latihan. Saat ini giiran Eiger mendukung penuh agenda yang dirancang oleh FPTI DKI Jakarta, dalam hal ini adalah kompetisi Sirkuit Panjat Tebing. Tujuan diadakannya event ini adalah sebagai bahan seleksi pemanjat, sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Jakarta, dan membina para pemanjat untuk tampil serta berprestasi diajang tingkat Nasional hingga International.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Dalam kesempatannya Hendra Suhendra selaku Marketing Communication Section Chief, PT Eiger MPI menyampaikan, “Potensi-potensi pemanjat DKI sangat besar, tentunya kerjasama yang ditandatangani pada tanggal 16 Februari 2019 di Eiger Flagship Adventure Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan dapat menjadikan Eiger sebagai brand lokal yang sangat peduli terhadap pembinaan pemanjat local di seluruh Indonesia.”

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

“Kesepakatan nota kerja sama itu berisi dukungan penuh Eiger dalam penyelenggaraan tiga kali event Sirkuit Panjat Tebing FPTI DKI 2019 yang akan selalu digelar di Eiger Adventure Flagship Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.” tambah Hendra Suhendra. “Event Sirkuit Panjat Tebing yang digagas oleh FPTI DKI Jakarta dengan dukungan penuh oleh Eiger sangatlah tepat momentumnya. Karena setelah suksesnya atlet Panjat Tebing asal DKI Jakarta Aspar Jaelolo dan Puji Lestari di ajang Asian Games 2018 pasti akan munculnya pemanjat-pemanjat baru, dan ini sangat bagus untuk regenerasi,” dari Kurnia Bakti, Ketua Umum FPTI DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Ihsan Rizaldi / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing 2019.

READ MORE
<