eXtremeINA.com

Tag :Sport Climbing

JAKARTA – eXtremeINA.com    Demi menjaga eksistensinya Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bekerja sama dengan EIGER akan menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta dengan kategori Lead Speed dan Speed Klasik. Telah dijadwalkan kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 16-17 Februari 2019 di Papan Panjat Eiger Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Tujuan digelar kompetisi Panjat Tebing ini adalah sebagai siklus regenerasi Panjat Tebing DKI Jakarta, menciptakan iklim kompetisi yang stabil di kalangan atlet Jakarta, membuka ruang kompetisi bagi para pelatih Panjat tebing di Jakarta, menentukan peringkat berjalan FPTI DKI Jakarta, bentuk sosialisasi ataupun promosi kepada masyarakat Jakarta terhadap olahraga Panjat Tebing, dan pastinya masih banyak tujuan positif lainnya.

Dalam kesempatannya Dian Tri Anggraeni selaku Humas FPTI DKI Jakarta mengatakan, “Target peserta untuk kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini adalah 40 hingga 50 peserta, dan bagi peserta yang ingin mengikuti kompetisi ini tidak dipungut biaya. Sejatinya perkembangan Panjat Tebing di Jakarta cukup menggembirakan akibat dampak dari atlet Indonesia yang sukses menyabet prestasi di ajang Asian Games 2018 lalu. Pada ajang multi-event tersebut atlet asal DKI Jakarta juga sukses mendapatkan medali, mereka adalah Aspar Jaelolo dan Puji Lestari. Maka sudah tidak dipungkiri lagi berkat kesuksesan mereka, banyak atlet baru yang bermunculan karena terinspirasi dari mereka.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada hari Minggu [10/02] lalu sebanyak 10 atlet Panjat Tebing Indonesia masuk dalam Pemusatan Latihan [Pelatnas] untuk menjalani serangkaian seleksi Pra Olimpiade di Prancis pada bulan September 2019.

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (3)

Selaku induk organisasinya, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] telah memilih 10 atlet terbaik untuk masuk ke pelatnas yang terdiri dari 5 [lima] atlet putra Temi Lasa dan Rivaldi Ode Wijaya [Bali], Aspar Jaelolo [DKI Jakarta, Fathur Roji [Jawa Timur], dan Alfian M. Fajri [Jawa Tengah]. Sementara untuk 5 [lima] atlet putri diantaranya Nurul Iqamah [Nusa Tenggara Barat], Aries Susanti Rahayu [Jawa Tengah], Agustina Sari [Jawa Tengah], Salsabilah [Jawa Barat], dan Chairul Ummi [Jawa Timur].

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (4)

Semua atlet tersebut akan bersaing untuk bisa diikutsertakan dalam Pra Olimpiader di Perancis. Sejatinya terdapat lima atlet yang pada tahun lalu mengikuti ajang multi event Asian Games, mereka adalah Aspar Jaelolo, Alfian M. Fajri, Nurul Iqamah, Agustina Sari, dan Aries Susanti Rahayu. Dalam kesempatannya Manajer Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia Pristiawan Buntoro menyampaikan, “Atlet tersebut dipilih berdasarkan potensi yang dimilikinya. Mereka pun berhak masuk di dalam pelatnas lantaran prestasi yang dicapai selama tahun 2018.”

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (2)

“Lokasi pelatnas akan berada di Mandala Krida venue Panjat Tebing Yogyakarta, namun para atlet akan lebih banyak berlatih dan try-out di luar negeri. Para atlet pelatnas ini akan di latih secara intens oleh Handra Basir dan Judistira, dan akan ada pelatih asing yang akan bergabung. Selama pelatnas yang akan memakan waktu enam hingga tujuh bulan, 10 atlet akan diseleksi dan aka nada yang degradasi. Hingga pada akhirnya akan dipilih tiga atlet putra dan tiga atlet putri untuk diberangkatkan dalam Pra Olimpiade di Prancis.”

Pelatnas Pra Olimpiade Telah Dimulai_news (6)

Sejatinya waktu pelatnas yang diberikan untuk persiapan pra Olimpiade ini tidak sepanjang gelaran Asian Games 2018. Namun jajaran Timnas Panjat Tebing Indonesia tetap optimis bisa masuk ke dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020, lantaran peserta yang diambil sebanyak 20 putra dan 20 putri di seluruh dunia. Seiring berjalannya waktu, pelatih akan terus melihat perkembangan atlet selama latihan. Jika memang ada degradasi maka akan ada atlet baru yang masuk.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climbing #FPTI #sportclimbing

10 Atlet Panjat Tebing Indonesia masuk dalam Pelatnas untuk menjalani seleksi Pra Olimpiade di Prancis.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Bisa dikatakan olahraga Panjat Tebing di Indonesia belum begitu popular, mungkin fenomena ini dikarenakan sarana dan prasarana seperti venue Panjat Tebing yang belum banyak tersebar di penjuru Tanah Air.

Panjat Tebing di Indonesia, Belum Berkembang Menyeluruh_news (1)

Namun satu hal yang perlu diketahui, bersama dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] selaku induk dari olahraga Panjat Tebing di Indonesia, para atlet terbaiknya telah meraih banyak kesuksesan di berbagai kejuaraan Internasional.

Raih-13-Medali-Tim-Jawa-Timur-Raih-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(4)

Beberapa prestasi terbarunya adalah para atlet Panjat Tebing Indonesia telah meraih 3 medali emas, 3 perunggu, dan 1 perak pada kejuaraan Panjat Tebing Asia di bulan November 2017 lalu yang dipertandingkan di Iran. Masih di bulan yang sama atlet Indonesia kembali meraih 2 medali emas pada kejuaraan dunia Panjat Tebing di China untuk nomor lomba Speed.

Raih-13-Medali-Tim-Jawa-Timur-Raih-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(3)

Sadar akan tidak populernya olahraga Panjat Tebing di Indonesia, pengurus besar FPTI memiliki strategi jitu yang dinilai efektif membangun olahraga ekstrem ini dengan lebih baik lagi. Caranya adalah FPTI tidak melulu untuk menggelar kejuaraan Panjat Tebing baik di tingkat daerah ataupun nasional, strategi lainnya adalah FPTI selalu mendorong Pemerintah Daerah hingga ke tingkat kabupaten kota di seluruh penjuru Tanah Air untuk membangun sarana dan prasana pendukung olahraga Panjat Tebing.

Raih-13-Medali-Tim-Jawa-Timur-Raih-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(2)

Cabang olahraga Panjat Tebing sendiri akan diperlombakan dalam kejuaraan multi event Asian Games 2018. Dengan begitu dipastikan olahraga ini akan semakin popular, dan diharapkan akan semakin banyak anak-anak muda yang mulai menggeluti olahraga Panjat Tebing. Diprediksi para atlet terbaik Indonesia dari cabang olahraga Panjat Tebing akan mampu meraih prestasi dan mengumpulkan pundi-pundi medali untuk Indonesia.

MENPORA-Sempatkan-Cek-Kesiapan-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(3)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. FPTI

Demi meningkatkan minat panjat tebing di Indonesia, FPTI kerap mendorong pembangunan sarana hingga tingkat daerah.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Indonesia akan menggelar kejuaraan multi event Asian Games pada 2018 mendatang. Beberapa cabang olahraga [cabor] yang dipertandingkan diantaranya bersifat olahraga ekstrem. Hal ini sangat menarik diperhatikan, apakah Tim Nasional Indonesia yang turun d ibeberapa cabor ekstrem tersebut akan meraih kesuksesan?

eXINA-Akankah-TimNas-Indonesia-di-Cabor-Ekstrem-Asian-Games-Meraih-Kesuksesan_news-(4)

Cabor ekstrem yang akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018 diantaranya, Panjat Tebing serta Skateboard yang akan dilangsungkan di Jakabaring Sport City [JSC] Palembang, Paralayang yang dipertandingkan di kawasan Puncak Bogor, dan Jet Ski yang yang dipertandingkan di kawasan Ancol Jakarta. Gelaran Asian Games 2018 yang dilangsungkan di Indonesia memang merupakan sejarah, pasalnya baru Indonesia yang menggelar kejuaraan tersebut di dua kota berbeda yaitu Jakarta dan Palembang. Namun beberapa cabor ada yang dipertandingkan di kawasan Jawa Barat.

Akankah TimNas Indonesia di Cabor Ekstrem Asian Games Meraih Kesuksesan (2)

Jika bicara cabor Panjat Tebing, TimNas Indonesia memiliki banyak atlet yang mumpuni, prestasinya pun sudah cukup mentereng di tingkat Internasional. Pada kejuaraan dunia Panjat Tebing yang diselenggarakan di China, Timnas Indonesia mampu membawa pulang 2 medali perak yang datangya juga dari nomor lomba Speed. Khusus pada kejuaraan Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta-Palembang, Federasi panjat Tebing Indonesia [FPTI] selaku induk organisasi Panjat Tebing di Indonesia menargetkan para atletnya untuk meraih 2 emas pada nomor lomba Speed. Saat ini TimNas Panjat Tebing Indonesia sedang fokus TC di Rusia guna mencapai hasil latihan yang maksimal dan meraih target Asian Games 2018.

eXINA-Akankah-TimNas-Indonesia-di-Cabor-Ekstrem-Asian-Games-Meraih-Kesuksesan_news-(3)

Untuk cabor Skateboard, Indoensia sendiri sudah cukup disegani tingkat Asia. Di setiap kejuaraan di tingkat International khususnya Asia, beberapa Skateboarder Indonesia cukup diperhitugnkan dan menjadi lawan yang sulit. Saat para legenda Skateboard Indonesia seperti Tony Sruntul, Deni TX, dan Ardy Poli ditanya mengenai peluang Indonesia meraih keuksesan di ajang Asian Games 2018, mereka kompak menjawab siapapun yang akan tampil mewakili Indonesia dalam kejuaraan tersebut pasti akan mampu meraih medali.

eXINA-Akankah-TimNas-Indonesia-di-Cabor-Ekstrem-Asian-Games-Meraih-Kesuksesan_news-(1)

Pada cabor Paralayang sudah tidak ada keraguan lagi, Indonesia adalah juara dunia untuk nomor Ketepatan Mendarat [KTM], sementara untuk nomor lomba Cross Country Indonesia memang masih kalah dibanding negara-negara seperti Korea, Jepang, China, dan Nepal. Namun beberapa waktu yang lalu Timnas Paralayang Indonesia telah melaksanakan TC di Australia untuk fokus pada latihan cross country. Secara teknis negara Australia memiliki atlet yang cukup mumpuni dibidangnya, sementara untuk geografis cukup bagus untuk berlatih cross country.

Akankah TimNas Indonesia di Cabor Ekstrem Asian Games Meraih Kesuksesan (1)

Sementara pada cabor Jet Ski Indonesia pun memiliki beberapa atlet yang cukup disegani, mereka adalah Aero dan Aqsa Aswar. Dua saudara kandung ini adalah sang juara dunia Jet Ski. Beberapa waktu yang lalu keduanya telah mengikuti kejuaraan Jetski World Cup 2017. Aqsa Sutan Aswar yang turun di kelas Po Stock berhasil menjadi juara ketiga, sementara Aero Sutan Aswar gagal melanjutkan pertarungannya akibat Hull pada Jet Ski yang dikendarai rusak saat sedang latihan.

Jika ditelaah lebih dalam lagi, Timnas Indonesia pada cabor ekstrem mampu meraih pundi-pundi medali. Semoga semua dapat berjalan lancar dan nama Indonesia berkibar paling tinggi di kancah Asian Games 2018.

Text                : Abbisena Gania Oktova

Photos           : eXtremeINA.com / Berbagai Sumber

Akankah Tim Nasional Indonesia cabor ekstrem Asian Games 2018 meraih kesuksesan?

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Dalam kejuaraan multi event Asian Games 2018, ada beberapa cabang olahraga [cabor] yang menjadi unggulan Indonesia untuk mengumpulkan pundi-pundi medali. Salah satunya adalah cabang olahraga Panjat Tebing.

Panjat Tebing di Indonesia, Belum Berkembang Menyeluruh_news (4)

Bisa dikatakan cabor Panjat Tebing dalam kejuaraan Asian Games 2018 mendatang, Tim Nasional [Timnas] Indonesia cukup diperhitungkan. Hal kecil yang membuktikannya adalah pada kejuaraan Panjat Tebing tingkat Asia pada bulan November 2017 yang lalu di Iran, Timnas Indonesia mampu meraih 3 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu yang semuanya didapat dari nomor lomba speed.

Panjat Tebing di Indonesia, Belum Berkembang Menyeluruh_news (1)

Masih pada bulan yang sama, pada kejuaraan Dunia Panjat Tebing yang diselenggarakan di China, Timnas Indonesia mampu membawa pulang 2 medali perak yang datangya juga dari nomor lomba Speed. Khusus pada Kejuaraan Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta-Palembang, Federasi panjat Tebing Indonesia [FPTI] selaku induk organisasi Panjat Tebing di Indonesia menargetkan para atletnya untuk meraih 2 emas pada nomor lomba Speed.

MENPORA-Sempatkan-Cek-Kesiapan-Kejurnas-Panjat-Tebing-XVI_news-(3)

Walaupun Timnas Panjat Tebing Indonesia cukup diperhitungkan di ­­tingkat Asia, namun bukanlah pekerjaan mudah untuk meraih medali emas begitu saja. Pasalnya Timnas Iran, China, dan Jepang yang notabennya adalah tim kuat siap memberikan kejuatan dalam ajang Asian Games 2018. Namun tidak hanya itu saja, diperkirakan Tim dari negara lainnya juga tengah mempersiapkan diri guna meraih hasil maksimal dalam kejuaraan tersebut.

Jawa Tengah Kuasai Nomor Speed Kejurnas Panjat Tebing XVI_news (2)

Begitupun dengan Timnas Panjat Tebing Indonesia yang tengah mempersiapkan dirinya dengan mengadakan Training Camp di Rusia, untuk meraih target di Asian Games 2018. Harapan FPTI adalah, para atlet pelatnas dan juga pelatih dapat menimba ilmu disana, karena telah diketahui bahwa Rusia memiliki juara-juara dunia Panjat Tebing.

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Dok. FPTI

Menelaah kekuatan Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2018 nanti.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Indonesia memiliki banyak sekali atlet berprestasi di tingkat International yang datangnya dari beberapa cabang olahraga. Salah satunya adalah Panjat Tebing, bahkan atlet Indonesia telah ditakuti kehadirannya di setiap event Panjat Tebing tingkat International khususnya di Asia.

Panjat Tebing di Indonesia, Belum Berkembang Menyeluruh_news (2)

Namun fenomenanya adalah olahraga yang tergolong ekstrem ini belum begitu popular di kalangan anak-anak muda. Hal ini pun dikatakan oleh Sapto Hardiono selaku Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI], ”Atlet Panjat Tebing Indonesia telah memiliki banyak prestasi yang mentereng ditingkat International, namun sangat disayangkan olahraga ini kurang begitu diminati oleh masyarakat. Mungkin hal yang menghambat perkembangan olahraga Panjat Tebing di Indonesia ini adalah kurang banyaknya sarana dan prasana penunjang olahraga ini khususnya di daerah-daerah.”

Panjat Tebing di Indonesia, Belum Berkembang Menyeluruh_news (3)

“Dalam hal ini FPTI selalu berkomitmen dan terus mendorong untuk penyediaan sarana dan prasaran Panjat Tebing hingga ke tingkat Kabupaten Kota di Indonesia. Sebenarnya untuk pembibitan atlet di usia dini sudah berjalan, hal yang membuktikannya adalah banyaknya kompetisi yang digarap oleh FPTI tingkat daerah. Selain untuk melahirkan bibit-bibit muda yang berkualitas, hadirnya kompetisi Panjat Tebing ini juga diperuntukkan untuk menjaga eksistensi olahraga ini di Indonesia.” tambah Sapto.

Panjat Tebing di Indonesia, Belum Berkembang Menyeluruh_news (4)

Olahraga Panjat Tebing ini akan diperlombakan dalam kejuaraan multi event sekelas Asian Games 2018. Dengan rentetat prestasi yang diraih oleh para atlet, maka diharapkan olahraga ini mampu mendulang banyak medali untuk mengharumkan nama baik Indonesia yang notabennya juga sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Panjat Tebing di Indonesia, Belum Berkembang Menyeluruh_news (1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. FPTI

Atlet Panjat Tebing Indonesia banyak raih prestasi, namun belum berkembang secara luas.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Indonesia Asian Organizing Committee [INASGOC] selaku panitia Asian Games 2018 terus melakukan persiapan guna mencapai kesuksesan dalam Kejuaraan olahraga nomor dua terbesar dunia setelah Olimpiade, salah satunya adalah mempersiapkan venue-venue perlombaan yang memenuhi standar international.

FPTI_logo

Namun ada hal yang menarik, khusus bagi cabang olahraga Sport Climbing venue yang sejatinya sudah harus direnovasi sejak bulan September lalu hingga kini belum mulai di garap. Venue cabor Sport Climbing sendiri rencananya akan dibangun dikawasan kompleks Jakabaring Sport City [JSC] Palembang. Dalam kesempatannya Sapto Hardiono selaku Sekretaris Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] mengatakan,”Idealnya renovasi venue cabor Sport Climbing untuk Asian Games 2018 sudah dimulai sejak bulan September lalu.”

“Namun renovasi ini terhambat lantaran sedang adanya proses lelang dari pihak panitia pelaksana. Akan tetapi kita harapkan venue ini tetap rampung pada bulan Februari 2018 mendatang. Agar Pelatnas dapat dimulai bulan Maret 2018 guna fokus pada kondisi cuaca dan venue itu sendir,” tambah Sapto.

Venue Sport Climbing Asian Games 2018 Belum Direnovasi_news

Sejatinya Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] sendiri memang terlibat, namun keterlibatannya hanya dalam segi teknis venue. Karena bagaimanapjn juga pihak FPTI lah yg mengerti dengan detail bagaimana venue tersebut berkualitas atau tidak.

Text                : Bambang Vidiatmoko 

Photos           : dok. FPTI

Venue untuk Sport Climbing hingga saat ini masih belum ada proses renovasi.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Dua hal utama dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta Palembang, yakni cabang olahraga [cabor] serta venue pertandingan telah menjadi topik bahasan penting dalam kegiatan Chefs de Mission [CDM] Seminar yang digelar Panitia Pelaksana Asian Games 2018 [INASGOC], di Hotel Mulia, Jakarta, 13-14 Desember 2017.

CDM-INASGOC,-Cabor-dan-Venue-Jadi-Topik-Utama_news-(2)

Dalam seminar yang diikuti 119 delegasi, yang mewakili 44 National Olympic Committee [NOC], Dewan Olimpiade Asia [OCA], serta dua tim peninjau dari tuan rumah Asian Games 2022, Hangzhou, China, dan 2026 Aichi Nagoya, Jepang akan membahas sejumlah agenda penting yang berkaitan saat Games Time. Mulai dari pergerakan kontingen sejak mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta, sistem transportasi, akreditasi, fasilitas athlete village, hingga kesiapan venue, baik untuk pertandingan maupun latihan.

CDM-INASGOC,-Cabor-dan-Venue-Jadi-Topik-Utama_news-(6)

Chefs de Mission Seminar, boleh dibilang merupakan inisiasi dari pelaksanaan Asian Games 2018. Para perwakilan NOC yang berkepentingan terhadap kontingen maupun anggota delegasinya akan mendapat gambaran yang jelas dan menilai sejauh mana kesiapan kita menjadi tuan rumah. Momen pelaksanaan CDM Seminar ini tepat digelar pada akhir tahun 2017, atau sebelum masuk tahun 2018. Pertama, cabang, disiplin, dan nomor pertandingan yang akan digelar sudah final. Kedua, beberapa venue penting, seperti yang ada di kawasan Gelora Bung Karno sudah diresmikan Presiden,” ucap Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir, Rabu [13/12].

CDM-INASGOC,-Cabor-dan-Venue-Jadi-Topik-Utama_news-(3)

Pesta olahraga bangsa Asia yang akan berlangsung, 18 Agustus – 2 September 2018 dipastikan akan menggelar 40 cabang olahraga, 67 disiplin, dengan 462 nomor pertandingan. Jumlah cabang itu terbagi atas 20 olympic sports, 4 new olympic sports, dan 8 non olympic sports.

CDM-INASGOC,-Cabor-dan-Venue-Jadi-Topik-Utama_news-(5)

Dalam kegiatan selama dua hari, hadir beberapa perwakilan penting OCA. Antara lain, Hon. Life Vice President of OCA, Wei Jizhong, Director General & Technical Director, Husain Al Musallam, Direktur International & NOCs Relations, Vinod Tiwari, dan Director Asian Games Department, Haider Farman.

CDM-INASGOC,-Cabor-dan-Venue-Jadi-Topik-Utama_news-(4)

Di Jakarta, para perwakilan NOC Asia itu akan meninjau dua lokasi pertandingan di kawasan dalam dan luar GBK. Di Senayan, mereka akan meninjau Stadion Utama yang merupakan tempat upacara pembukaan dan penutupan Asian Games, serta arena cabang atletik, lapangan panahan, hoki, Istora, dan Akuatik Gelora Bung Karno. Sementara di luar GBK, mereka akan melihat Athletes Village di Kemayoran, venue equestrian Pulomas, velodrome Rawamangun, dan Stadion Pakansari di Cibinong. Di Palembang, kunjungan akan difokuskan di Jakabaring Sports City.

CDM-INASGOC,-Cabor-dan-Venue-Jadi-Topik-Utama_news-(7)

Gelaran Asian Games 2018 ini akan mempertandingkan beberapa cabor yang terbilang ekstrem, dan diperkirakan perlombaan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggeliat olahraga ekstrem di Indonesia. Beberapa cabor ekstrem yang dipertandingkan dalam Asian Games 2018 adalah Sport Climbing, Paralayang, Skateboard, Jet Ski, dan Layar.

Text               : Bambang Vidiatmoko / Media & PR  INASGOC

Photos           : Media & PR  INASGOC

Chefs de Mission Seminar, pembahasan adalah cabang olahraga dan venue pertandingan.

READ MORE
<