eXtremeINA.com

Tag :Surfer

BALI – eXtremeINA.com Cerys Evans mempunyai cara berbeda untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari Sabtu [21/04] lalu. Bertemakan Kartini Go Surf, bersama rekan surfer lainnya merayakan hari Kartini dengan bermain surfing menggunakan kebaya khas Ibu Kartini di Pantai Kuta, Bali.

Dalam kesempatannya dirinya pun berpendapat, “Saya pribadi sangat senang dan bangga bisa merayakan Hari Kartini bersama dengan wanita-wanita Indonesia. Perayaan ini merupakan budaya yang ada di Indonesia, dengan kita sebagai wanita bermain surfing berarti kita sudah setara dengan surfer pria.”

“Menggunakan atasan kebaya memang tidak ada masalah, namun untuk bawahan kebaya membuat pergerakan kaki agak sulit mengontrol pergerakan papan surfing. Ditambah lagi ombak yang harus dihadapi cukup tinggi. Namun kami semua sangat menikmati hari ini,” tambahnya.

Pengalaman yang luar biasa ini juga dirasakan oleh surfer asal Korea Selatan bernama Mina Jo. Bagi dirinya berselancar menggunakan kebaya memiliki kesulitan dan tantangan yang cukup menyenangkan. “Pada dasarnya melakukan surfing dengan baju renang saja sudah cukup sulit, khusus untuk merayakan hari Kartini kita harus menggunakna kebaya atas dan bawah. Walaupun sangat sulit namun kami cukup menikmatinya.”

Hari Kartini diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tanggal 21 April. Tanggal tersebut merupakan hari lahir perempuan pendorong kesetaraan pada zaman penjajahan Belanda. Kartini yang telah disematkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional disebut sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Nusantara. Kartini yang terkenal dengan naskah Habis Gelap Terbitlah Terang menjadi inspirasi bagi para wanita di Indonesia untuk memperjuangkan hak dan kesetaraan yang sama baik di bidang pendidikan, olahraga, pekerjaan, dan banyak hal lainnya.

Salah satu pihak penyelenggara Kartini Go Surf Piping Irawan mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk memberikan inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk tidak takut menjadi seorang surfer profesional. Di Indonesia sendiri tidak banyak wanita yang menggeluti olahraga ekstrem yang satu ini, semoga dengan adanya kegiatan semacam ini dapat mendorong para wanita di seluruh penjuru Tanah Air untuk mulai bermain surfing.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Cerys Evans mempunyai cara berbeda untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari Sabtu [21/04] lalu.

READ MORE

eXtremeINA.com  I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang surfer kelahiran Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang surfer dan lifeguard. Ketut Agus mulai bermain surfing saat usianya masih menginjak 5 tahun, walaupun masih terlihat sangat muda namun tekad kuat untuk menjadi seorang surfer hebat sudah terlihat sejak usia dini.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Seiring berjalannya waktu Ketut Agus kian matang dan mahir untuk mengendalikan surfboard-nya. Pada usia 10 tahun adalah tahun pertama dirinya mengikuti kompetisi surfing, saat itu Ketut Agus mengikuti kejuaraan Magic Wave di kategori Junior yang terselenggara di Pantai Halfway, Bali. Di tahun pertamanya mengikuti kejuaraan tersebut Ketut Agus harus kalah pada babak kualifikasi, namun pada tahun berikutnya di kejuaraan yang sama dirinya sukses menjadi juara ketiga.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Walaupun masih tergolong muda prestasi Ketut Agus yang dihasilkannya sudah cukup mentereng, diantaranya juara kedua GromSearch National tahun 2016 untuk kategori junior U-16 ke bawah, dan juara pertama di kategori Senior dalam kejuaraan QS 1.000 yang tersaji di Sorake, Nias pada tahun 2018. Kesuksesan Ketut Agus menjadi yang terbaik di QS 1.000 menjadikan keberhasilan yang paling berkesan selama mengikuti kejuaraan surfing.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Sebagai seorang surfer profesional yang masih muda, Ketut Agus pernah mengalami hal menyakitkan karena mendapatkan cedera kaki saat berkompetisi di Contest Filipina pada tahun 2018 yang lalu. Walaupun penyembuhannya memakan waktu hingga 1 bulan lamanya, namun Ketut Agus tidak kapok dan ingin terus membuktikan bahwa dirinya adalah surfer yang berbakat dan hebat. Selain keluarga panutan surfer yang saat ini masih duduk di bangku SMA kelas 12 Kuta Pura ini adalah Mick Fanning dan John Florence. Kedua surfer top dunia tersebut seakan menjadi motivator untuk dirinya mencapai kesuksesan di dunia surfing.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Pada kesempatannya Ketut Agus berpendapat, perkembangan olahraga surfing di Indonesia cukup baik dari tahun ke tahunnya. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyak para surfer muda yang sudah mulai bermain surfing. Selain itu kejuaran-kejuaraan surfing bertaraf Internasional juga kerap mampir ke Indonesia. Indonesia sendiri dikenal sebagai destinasi bermain surfing terbaik di dunia lantaran memiliki ombak pantai yang dapat dinikmati sepanjang tahun.

I Ketut Agus Aditya Putra atau yang akrab dipanggil Ketut Agus adalah seorang Surfer kelahira Denpasar 3 Agustus 2001. Kecintaan pada olahraga Surfing ini didapatnya saat melihat kakak kandungnya bermain Surfing, mulai dari situlah dirinya mulai belajar Surfing dari sang ayah I Wayan Suparta yang juga seorang Surfer dan Lifeguard.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. I Ketut Agus Aditya Putra

eXtremeINA.com  Olahraga Selancar Air [surfing] adalah salah satu olahraga yang mengutamakan keindahan dalam setiap teknik-teknik yang dilakukan oleh seorang peselancar [surfer]. Dengan begitu seorang surfer sejati tidak akan terpaku pada satu teknik saja untuk menampilkan keindahan tersebut, apalagi pada saat berkompetisi seorang surfer akan tampil semaksimal mungkin demi mengeluarkan skill terbaik untuk menarik perhatian para juri.

Olahraga Surfing adalah salah satu olahraga yang mengutamakan keindahan dalam setiap tehnik-tehnik yang dilakukan oleh seorang Surfer.

Namun untuk melakukan teknik-teknik surfer perlu dukungan alam, yaitu ombak besar yang mampu mendorong seorang surfer untuk melakukan trik-trik terbaiknya. Dari sekian banyak trik surfing yang sangat mempesona, nyatanya ada beberapa trik yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan, dan biasanya trik semacam ini banyak dilakukan oleh para pemula.

Dan biasanya bagi para pemula yang melaukan trik ini tidak sama sekali memiliki bekal untuk melakukan surfing dari para ahlinya, tanpa belajar dari ahlinya, atau tidak pernah mengikuti sekolah surfing. Alangkah baiknya jika seorang pemula yang ingin melakukan surfing memiliki bekal dan mengerti dasar-dasar melakukan surfing.

Olahraga Surfing adalah salah satu olahraga yang mengutamakan keindahan dalam setiap tehnik-tehnik yang dilakukan oleh seorang Surfer.

Berikut adalah beberapa trik yang sering dilakukan oleh seorang pemula saat melakukan surfing:

  1. The Hunchback

Sebenarnya trik membungkuk semacam ini dapat dilakukan oleh para surfer pemula ataupun pro sekalipun. Karena untuk menjaga keseimbangan gerakan apapun dapat dilakukan, terlebih bagi seorang pemula yang tidak mengetahui banyak mengenai trik-trik melakukan surfing.

  1. The T-Rex

Biasanya untuk menjaga keseimbangan pada surfboard seorang pemula mencoba berbagai macam hal. Termasuk mengkerutkan tangan kebagian tubuh. Sebenarrya hal semacam ini tidak diperbolehkan, karena untuk melakukan surfing tangan harus diregangkan agar lebih rileks saat melakukan surfing.

  1. The Helicopter Arming

Trik berputar-putar dengan meregangkan tangan juga kerap dilakukan oleh seorang pemula untuk mencari keseimbangan di atas surfboard. Selain tidak enak dipandang, trik semacam ini dapat mencederai lenganmu setelah melakukan surfing.

Olahraga Surfing adalah salah satu olahraga yang mengutamakan keindahan dalam setiap tehnik-tehnik yang dilakukan oleh seorang Surfer.

  1. The Pogo Stick

Seorang pemula yang tidak memiliki bekal dan ilmu untuk melakukan surfing biasanya akan melakukan trik semacam ini, meletakan kaki secara sejajar dapat mencederai kakimu. Sejatinya untuk melakukan surfing kaki harus berjarak agar melakukan surfing lebih terasa enjoy.

  1. The Reserve Momentum Wriggle

Sejatinya trik ini bisa dilakukan oleh seorang surfer pemula bahkan pro sekalipun. Trik ini memperlihatkan tubuh seorang surfer yang mengarahkan surfboard-nya tanpa disadari mengarah berlawanan dari surfboard tersebut.

  1. Poo Stance

Trik semacam ini pun kerap dilakukan untuk menjaga keseimbangan seorang pemula saat melakukan surfing. Sejatinya trik jongkok semacam ini tidak memiliki fungsinya sama sekali.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Hal Yang Perlu Diperhatikan oleh Surfer Pemula.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Kailani Kusuma Johnson atau yang akrab dipanggil Kai atau Kailani adalah seorang surfer muda asal Bali yang sudah cukup berprestasi. Kecintaan terhadap olahraga Selancar Air [Surfing] didorong dari ayahnya Richard Johnson yang juga seorang surfer dan dirinya pun sangat suka berenang di pantai. Lahir di Bali pada tanggal 15 Maret 2002, Kailani mulai bermain surfing di ombak kecil Pantai Padma saat usianya masih menginjak 5 tahun.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Berkat papan surfing pertama yang diberikan oleh ayahnya, Kailani terus berkembang dan mengasah kemampuanya dalam bermain surfing. Seiring bejalannya waktu, Kailani mulai memberanikan diri untuk mengikuti kejuaraan, dan kejuaran surfing pertama yang diikutinya adalah Kontes Magic Wave divisi Push in di Halfway, Kuta, Bali. Walaupun kalah di round 1, Kailani tidak putus asa dan terus bersemangat berlatih.

Kegigihan Kailani untuk terus berlatih surfing nampaknya kian membuahkan hasil, beberapa prestasi pun seakan menghampiri gadis cantik ini, mulai dari juara pertama yang didapatnya saat di usia 12 tahun di Mahadewi Bali dalam kejuaraan Rip Curl Gromsearch, selain itu Kailani juga sering mengikuti banyak kejuaraan Grom event dan ASC dengan meraih juara ke 2 dan ketiga  dalam beberapa kejuaraan.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Keputusan Kailani menggeluti dunia surfing didukung oleh ayahnya yang juga seorang surfer, dan walaupun ibunya juga mendukung namun Kailani harus mengerti tentang prioritas apa yang harus didahulukan. Bisa dikatakan Kailani adalah salah satu surfer yang cukup beruntung, karena sering bermain dan berkompetisi surfing dirinya tidak pernah mengalami cedera sedikit pun. Oleh karena itulah Kailani harus tetap berhati-hati saat sedang menjalani aktivitasnya bermain surfing.

Walaupun disibukan dengan berbagai macam aktivtas surfing mulai dari latihan dan berkompetisi, saat in Kailani sedang mendalami dunia acting dan modeling. Namun dirinya juga mengucap ingin sekali mencoba olahraga ekstrem skydiving dan cliff jumping. Dalam menggeluti dunia surfing Kailani mengatakan dirinya tidak mengidolakan siapa pun, namun dirinya selalu menganalisa dari setiap kemampuan para surfer hebat untuk dipelajarinya.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Sebagai salah satu surfer muda yang potensial akan berbagai prestasi, Kailani bercita-cita ingin menjadi yang terbaik dalam kejuaraan QS 6000. Target tersebut dapat diraihnya asal dirinya mampu tampil konsisten dalam meraih juara di setiap kejuaraan. Menurutnya, perkembangan olahraga surfing di Indonesia cukup berkembang pesat karena sudah banyak sekali anak-anak muda yang mulai bermain surfing, Indonesia juga dikenal sebagai destinasi terbaik di dunia untuk bermain surfing, namun sangat disayangkan olahraga surfing tidak sepopular di negara-negara berkembang lainnya. Mungkin hal ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah, oleh sebab itu Kailani berharap Pemerintah Indonesia perlu lebih intens mendukung perkembangan olahraga surfing dengan pengendalian dan pengarahan terpadu di tiap daerah-daerah, serta lebih serius dalam menggali potensi olahraga surfing di Indonesia.

Bersama dengan kakak kandungnya Puanani Johnson, dalam waktu dekat Kailani akan mengikuti empat kejuaraan surfing di Australia, yang pertama pada tanggal  20-24 Februari 2019 di Pantai Boomerang, tanggal 27 Februari- 4 Maret 2019 di Avoca, Tanggal 11-17 Maret 2019 di Pantai Merewether, dan pada tanggal 18-24 Maret 2019 di Manly. Tahun lalu Kailani sempat mengikuti kejuaraan yang sama, dengan pengalaman yang ada dirinya ingin membuktikan bahwa dirinya mampu meraih hasil terbaik.

Kailani Kusuma Johnson Saya Ingin Jadi Yang Terbaik di QS 6000

Kailani Kusuma Johnson atau yang akrab dipanggil Kai atau Kailani adalah seorang surfer muda asal Bali yang sudah cukup berprestasi. Kecintaan terhadap olahraga Selancar Air [Surfing] didorong dari ayahnya Richard Johnson yang juga seorang surfer dan dirinya pun sangat suka berenang di pantai.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Kailani Kusuma Johnson

 

#waves #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #championship #surf #surfer #surfing

JAKARTA – eXtremeINA.com    Kejuaraan olahraga se Asia Tenggara bertajuk SEA Games 2019 akan tersaji pada bulan November – Desember di Filipina. Dalam ajang multi-event tersebut, nampaknya ada peran penting yang dihadirkan oleh salah satu Pengurus Besar [PB] olahraga di Indonesia. Dia adalah Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI].

cimaja-beach-surfing-illustration (2)

Pada kesempatannya Arya Subyakto selaku ketua PB PSOI menyatakan, “PB PSOI telah sukses mendorong Asosiasi Surfing Philippines untuk meyakinkan Pemerintahnya agar cabang olahraga [cabor] surfing dapat dipertandingkan dalam ajang SEA Games 2019.” Namun tantangannya adalah setiap cabor yang akan dipertandingkan dalam ajang SEA Games 2019 minimal peserta harus berjumlah 4 Negara. Dalam hal ini lagi-lagi PB PSOI kembali membuat peran penting dengan menjadinya inisiator dibentuknya Asosiasi Surfing di Asia Tenggara.

Tidak Ada Surfing Dalam Cabor Asian Games 2018_news (1)

“Tujuan dibentuknya Asosiasi Surfing di Asia Tenggara ini untuk memonitor perkembangan peserta SEA Games 2019 khususnya di cabor surfing dalam mencapai kuota peserta minimal 4 negara, serta membantu negara-negara tersebut masuk menjadi anggota International Surfing Association [ISA]. Karena itulah syarat pertama suatu organisasi Selancar disuatu Negara bias diterima menjadi anggota NGB dan NOC dari negara masing-maisng, [kalua di Indonesia KONI dan KOI],” tambah Arya Subyakto.

Disayangkan, Indonesia Tidak Ikut Kejuaraan VISSLA ISA World Junior Surfing Championship_news (4)

Bagi PB PSOI ajang SEA Games 2019 ini sangatlah penting, misalnya adalah untuk menjadi ajang pembuktian kepada masyarakat bahwa atlet surfing Indonesia adalah salah satu yang terbaik di Asia terutama pada kategori putra, semakin meyakinkan Pemerintah baik KEMENPORA, KONI, serta KOI bahwa Indonesia telah memiliki atlet-atlet surfing yang berprestasi di kancah Internasional, dan bukan tidak mungkin dengan keikutsertaan Tim Nasional [Timnas] Surfing Indonesia di ajang ini akan membuka pintu untuk diikutsertakannya cabor surfing dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020 mendatang.

tanjung-setia-surfing-illustration-(1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / Berbagai Sumber

 

#waves #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #indonesia #KOI #KONI #KEMENPAR #KEMENPORA #PSOI #surf #surfer #surfing #surfingindonesia #WSL #PON2020 #2019SEAGames #2020OlympicGames

Salah satu Pengurus Besar olahraga di Indonesia ini, menjadi pengaruh besar untuk Sea Games 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] adalah induk organisasi atau Pengurus Besar olahraga surfing di Indonesia. Selaku ketua PB PSOI, Arya Subyakto bercita-cita ingin membawa olahraga surfing ini berkembang dalam beberapa porsi, mulai dari prestasi atlet di kancah Internasional, selalu sukses dalam menggelar event baik itu skala Nasional ataupun Internasional, olahraga surfing banyak digemari oleh anak-anak muda sebagai bentuk regenerasi, dan Pemerintah daerah hingga pusat semakin mengakui keberadaan PB PSOI.

Harapan-Arya-Subyakto-Setelah-Surfing-di-Coret-Dari-Asian-Games-2018_news-(3)

Hingga saat ini PB PSOI sendiri masih dalam proses menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI], namun PB PSOI telah diakui oleh International Surfing Association [ISA] dan juga World Surf League [WSL] selaku induk Federasi Surfing Internasional. Pada kesempatannya Ketua PB PSOI Arya Subyakto mengatakan, “Syarat menjadi anggota KONI adalah memiliki 50% dari jumlah propinsi di Indonesia yang jumlahnya terdiri dari 34 propinsi, dan PB PSOI sendiri baru memiliki 15,” Namun fakta yang dipaparkan oleh Arya Subyakto, “Walaupun Indonesia dikenal sebagai destinasi terbaik untuk bermain surfing oleh para surfer top dunia kenyataannya tidak semua propinsi di Indonesia memiliki pantai dan ombak yang dapat dijadikan spot untuk bermain surfing,” jelasnya.

Manfaat Hadirnya Kejuaraan Surfing di Krui_news (3)

Cara lain agar PB PSOI diakui oleh KONI adalah dengan dipertandingkan olahraga surfing di kejuaraan multi-event seperti Asian Games, Sea Games 2019 Philippines, dan Olimpiade 2020. Namun sangat disayangkan yang awalnya olahraga surfing akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018 lalu, akhirnya gagal terealisasi akibat alasan yang tidak jelas.

Disayangkan, Indonesia Tidak Ikut Kejuaraan VISSLA ISA World Junior Surfing Championship_news (3)

Pada tahun 2019 ini nampak adanya angin segar dalam kemajuan olahraga surfing di Indonesia, lantaran akan dipertandingkannya cabor surfing se-Asia Tenggara bertajuk Sea Games 2019. Dipertandingkannya cabor Surfing di ajang multi event tersebut tidak lepas dari peran penting PB PSOI yang mendorong Asosiasi Surfing Filipina untuk meyakinkan Pemerintahnya. Jika nantinya Tim Nasional [Timnas] Surfing Indonesia mampu berjaya di ajang tersebut, maka dipastikan olahraga surfing di Indonesia beserta dengan PB PSOI nya semakin diakui keberadaanya oleh Pemerintah seperti Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA], Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI], Komite Olimpiade Indonesia [KOI], media nasional dan juga masyarakat Indonesia.

tanjung-setia-surfing-illustration-(4)

Sejatinya banyak sekali hal positif yang dilakukan oleh pengurus PB PSOI untuk membuktikan keberadaanya dan juga eksistensinya, misalnya adalah pada tahun 2018 yang lalu hingga saat ini berjalan pengurus terus melakukan pendekatan dengan Kementrian Pariwisata [KEMENPAR], WSL dan juga Bupati untuk merancang program pertandingan WSL tahun 2019 di Indonesia. Langkah semacam ini jelas, karena PB PSOI berharap KONI menyadari bahwa Indonesia sudah memiliki induk organisasi olahraga surfing yang aktif, memiliki atlet yang cukup berprestasi di kancah Internasional sehingga siap membentuk skuad Timnas yang kuat untuk berjuang di Sea Games 2019 Philippines ataupun Olimpiade 2020.

cimaja-beach-surfing-illustration (1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / Berbagai Sumber

 

#waves #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #championship #indonesia #KOI #KONI #KEMENPAR #KEMENPORA #PSOI #surf #surfer #surfing #surfingindonesia #WSL #2019SeaGames #2020OlympicGames

PB PSOI tak henti majukan surfing Indonesia di mata dunia.

READ MORE

eXtremeINA.com           Surfing dikategorikan sebagai salah satu olahraga air yang cukup ekstrem, dan di Indonesia sendiri perkembangan olahraga ini cukup pesat walaupun belum cukup populer. Namun walaupun olahraga ini cukup ekstrem, nyatanya Nada Fadhila Utami atau yang akrab dipanggil Nada cukup menikmati olahraga yang baru digelutinya ini.

Nada-Fadhila-surfer_profile-(4)

Nada Fadhila Utami adalah seorang surfer belia asal Bengkulu yang lahir pada tanggal 25 Januari 1999, dan yang memperkenalkan dirinya pada olahraga surfing ini adalah temannya dari Arizona. Saat pertama kali bermain surfing pada tahun 2015 di saat usianya masih menginjak 15 tahun, dirinya langsung jatuh cinta dan cukup membuat dirinya tertantang dengan olahraga surfing ini. Hal ini diperkuat dengan kepribadiannya yang suka sekali dengan hal baru.

Awalnya keluarga besar Nada tidak merestui dirinya bermain surfing, lantaran olahraga ini cukup berbahaya. Namun dengan pengertian yang diberikan oleh Nada lantaran kecintaan dengan olahraga surfing ini, alhasil keluarganya saat ini mendukung penuh untuk Nada bermain surfing. Bagi dirinya surfing adalah penyemangat hidup dan obat untuk dirinya dari rasa kegelisahan yang selalu menghantuinya.

Nada-Fadhila-surfer_profile-(6)

Walaupun sudah cukup lama menggeluti dunia Surfing, nyatanya Nada tidak ingin berkompetisi untuk memperebutkan title dan medali. Nada menilai kompetisi bukanlah dirinya lantaran berkompetisi dapat membutnya tertekan yang mengakibatkan dirinya gelisah, oleh karena itulah Nada hanya sangat mencintai Free Surf.

Sebagai seorang surfer, dirinya sangat mengidolakan Stephanie Gilmore Surfer asal Australia, Torren Martyn Surfer asal Australia, dan Acer Pacey. Karena kecintaanya pada olahraga ini, Nada mampu menghabiskan waktu 3 hingga 4 sehari untuk bermain surfing. Walaupun kerap mengalami kecelakaan saat bermain surfing yang mengakibatkan tubuhnya terluka ataupun lebam, dirinya mengaku tidak kapok dan ingin terus bermain Surfing.

 

Menurut dirinya perkembangan surfing di Indonesia cukup pesat, semua kalangan sudah mulai belajar bermain surfing. Walaupun tidak ingin ikut serta dalam kompetisi, nyatanya Nada memiliki cita-cita agar dapat bermain surfing diseluruh penjuru Tanah Air, saat ini Nada hanya bermain dan berlatih surfing di Bengkulu nama spotnya adalah Tapak Padri dan Pantai Panjang.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Nada Fadhila

#waves #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #profile #nadafadhila #surf #surfer #surfing

eXtremeINA.com           Surfing dikategorikan sebagai salah satu olahraga air yang cukup ekstrem, dan di Indonesia sendiri perkembangan olahraga ini cukup pesat walaupun belum cukup populer. Namun walaupun olahraga ini cukup ekstrem, nyatanya Nada Fadhila Utami atau yang akrab dipanggil Nada cukup menikmati olahraga yang baru digelutinya ini. Nada Fadhila Utami adalah seorang surfer belia asal Bengkulu […]

READ MORE

eXtremeINA.com    Windsurfing adalah olahraga air dari perpaduan dua olahraga ekstrem, yaitu Surfing dan Perahu Layar. Seperti dengan nama perpaduannya, peralatan yang digunakan adalah papan seluncur, yang menggunakan layar dari kain yang berbahan sintesis.

Windsurfing1

Windsurfing olahraga yang membutuhkan tenaga angin untuk meluncur membelah air. Windsurfing bisa beraksi melakukan lompatan, putaran terbalik, manuver berputar, dan “freestyle” lainnya.

Windsurfing olahraga yang bisa sekaligus menikmati keindahan laut dan tidak hanya itu saja, menggairahkan dan menjadi salah satu cara terbaik untuk memulihkan kebugaran, tetapi juga menjadi olahraga yang tenang, non polusi dan ramah lingkungan. Windsurfing adalah olahraga yang memadukan keterampilan, koordinasi dan juga kekuatan.

windsurfing2

Semua bisa melakukan olahraga ini, dan semua dapat belajar untuk yang pemula dan olahraga ini sudah  dilakukannya di semua pantai. Seperti Ancol, Jakarta disana sudah disediakannya fasilitas untuk bermain windsurfing.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, bila saat cuaca mengancam atau menandakan badai akan datang sebaiknya jangan melaut dulu atau bermain. Dan harus menggunakan jaket pelampung saat bermain.

windsurfing3

Untuk kalian penggemar olahraga air, harus mencobanya Windsurfing ini.

#beach #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #surf #surfer #surfboard #surfing #waves #wind #windsurfing

Text                 : eXtremeINA.com

Photos            : Berbagai Sumber

Windsurfing adalah olahraga air dari perpaduan dua olahraga ekstrem, yaitu Surfing dan Perahu Layar.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Cabang olahraga [cabor] Surfing dipastikan tidak akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018. Sejatinya fenomena ini sangat disesalkan oleh Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PSOI] Arya Subyakto, dan juga para penggeliat Surfing di Indonesia.

eXINA-Deep-Extreme-2018_gallery-pt2-(9)

Dalam hal ini Arya Subyakto pun menyatakan, “Rasa kecewa dan sangat disesalkan itu pasti ada, namun yang sudah biarlah sudah. Namun kita semua berharap semua instansi sadar betapa tangguhnya atlet Surfing Indonesia di tingkat dunia. Beberapa surfer terbaik Indonesia tidak hanya sebagai pelengkap saja di sebuah kompetisi, namun hadirnya mereka di kompetisi Surfing tigkat Internasional mampu memberikan perlawanan berarti pada surfer-surfer terbaik dunia hingga prestasipun mampu didapat oleh surfer Indonesia.”

Harapan-Arya-Subyakto-Setelah-Surfing-di-Coret-Dari-Asian-Games-2018_news-(4)

“Beberapa hal yang perlu pemerintah dan masyarakat Indonesia ketahui, Indonesia adalah salah satu negara sebagai destinasi terbaik untuk bermain Surfing, banyak sekali Surfer dunia yang mengidam-idamkan dapat bermain Surfing di Indonesia. Dengan kemampuan terbaik dan juga prestasinya banyak Surfer Indonesia yang sangat terkenal di Negara lain, namun faktanya adalah mereka tidak cukup dikenal luas di Indonesia. Jika saja atlet Surfing Indonesia mampu berprestasi di Asian Games 2018, maka sudah dipastikan olahraga Surfing dan juga atletnya banyak dikenal orang banyak,” tambah Arya Subyakto.

Harapan-Arya-Subyakto-Setelah-Surfing-di-Coret-Dari-Asian-Games-2018_news-(3)

Harapan dari Arya Subyakto sendiri adalah mudahan pada ajang Olimpiade 2018 di Tokyo [Jepang], Indonesia dapat mengirimkan atlet Surfing terbaiknya untuk bersaing memperebutkan medali. Arya pun yakin di event sekelas Olimpiade Indonesia masih berpeluang besar meraih medali baik di kategori pria ataupun wanita.

Harapan-Arya-Subyakto-Setelah-Surfing-di-Coret-Dari-Asian-Games-2018_news-(1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / Berbagai Sumber

Terlepas cabor Surfing dari Asian Games 2018, Arya Subyakto punya harapan besar lain.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Surfing adalah salah satu cabang olahraga yang rencananya akan dipertandingkan dalam Kejuaraan multi event sekelas Asian Games 2018, pada bulan Agustus mendatang. Namun pada kenyataanya salah satu cabor yang diprediksi kuat meraup medali emas dalam ajang tersebut harus pupus lantaran dicoret dari keikutsertaannya.

Kenapa Surfing di Coret Dari Asian Games 2018_news (2)

Banyak yang bertanya mengadapa dan alasannya apa cabang olahraga Surfing dicoret dalam Asian Games 2018. Seperti yang diutarakan oleh Arya Subyakto selaku president Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PSOI] saat ditemui dalam acara Deep & Extreme Indonesia 2018 di kawasan JCC, ”Kami bertanya-tanya dan ini menjadi pertanyaan banyak orang yang tidak terjawab, mengapa Surfing dicoret dari kejuaraan Asian Games 2018. Padahal jika Surfing masuk dalam Asian Games 2018, kami yakin atlet Surfing Indonesia mampu meraih medali emas dari nomor Men Shortboard dan Men Longboard, sementara untuk Women Shortboard kami masih memprediksi atlet Indonesia akan berada di tiga besar perolehan medali.”

eXINA-Deep-Extreme-2018_gallery-pt2-(9)

“Sangat disayangkan sekali Surfing gagal masuk ke Asian Games 2018. Padahal untuk membangun skuad timnas Surfing Indonesia yang kuat tidak perlu butuh budget yang banyak, hal ini dikarenakan atlet Surfing Indonesia sudah berada di jajaran top Surfer dunia, semisal Rio Waida yang menjadi juara WSL regional Asia tahun 2017, Darma Putra Tonjo yang sukses megalahkan mantan juara dunia asal Brazil Adriano De Souza, Dede Suryana yang juga pernah merasakan manisnya gelar juara Asia, dan pastinya masih banyak yang lainnya. Disisi lain atlet Surfer Indonesia ini kebanyakan tinggal di pesisir pantai, dengan kata lain Pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa penginapan,” tambah Arya.

Kenapa Surfing di Coret Dari Asian Games 2018_news (1)

Menurut Arya Subyakto yang juga dikenal sebagai legenda Surfing Indonesia mengatakan, kabar isu dicoretnya cabor Surfing dari Asian Games 2018 ini didapat setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan rapat dengan INASGOC guna membahas persiapan Asian Games 2018. Rencana petinggi olahraga Surfing di Indonesia ini, jika saja cabor Surfing masuk ke dalam Asian Games 2018 maka ini adalah bentuk penilaian dan tonggak ukur peta kekuatan calon lawan Indonesia dalam kejuaraan Olimpiade yang akan tersaji di Tokyo, Jepang pada tahun 2020 mendatang. Semoga Indonesia masih dapat peluang besar untuk mengirimkan atlet Surfing terbaiknya untuk mengikuti ajang olahraga terbesar itu.

Kenapa Surfing di Coret Dari Asian Games 2018_news (3)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang VidiatmokoBerbagai Sumber

Satu pertanyaan besar, kenapa olahraga Surfing tidak masuk dalam Asian Games 2018?

READ MORE
<