eXtremeINA.com

Tag :Urban

BANDUNG – eXtremeINA.com  Sebagai produsen lokal yang memfokuskan kepada alat-alat petualangan alam tropis, sangat wajar jika EIGER mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di negeri sendiri. Salah satunya adalah dengan menggelar EIGER Independence Sport Climbing Competition [EISCC]. Acara yang rutin dilakukan setiap tahun, memasuki tahun yang ketiga belas di 2019 ini. Acara sendiri berlangsung mulai dari 15 -17 Agustus 2019.

“Pemilihan tempat selalu rutin EIGER lakukan di EIGER Flagship Store, Jalan Sumatra Bandung. Fasilitas media papan panjat yang EIGER miliki di store Sumatra menjadi satu-satunya di Bandung yang memenuhi standar FPTI. Selain itu untuk peserta luar kota juga lebih mudah karena banyak penginapan di sekitaran arena pertandingan,” jelas Arif Husen, Marcomm Manager PT. EIGER MPI.

Dengan gelaran rutin yang sudah diadakan selama 13 kali, maka ajang ini menjadi salah satu ajang pencarian bibit unggul untuk atlet panjang dinding Jawa Barat dan Nasional. “Peserta yang bisa ikut ajang ini adalah remaja berusia 14 tahun ke atas dan mengikuti kuota jumlah peserta yang sudah EIGER tentukan,” tukas Arif.

Untuk acara kali ini, total peserta yang terdaftar ada sekitar 168 peserta, berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan dua atlet asal Singapura. “Untuk atlet asing sebenarnya sudah mulai banyak muncul semenjak gelaran EISCC yang 11, artinya dari tingkat kesulitan, sampai hadiah yang disediakan sudah menjadi daya tarik untuk atlet asing,” tambah Arif lagi.

Untuk kategori lomba sendiri akan dibagi menjadi kelas Rintisan [Lead] Putra dan Putri, serta Kecepatan [Speed] Putra dan Putri. Seperti yang sudah-sudah ajang tahunan ini juga menggandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI], yang berlaku sebagai asosiasi resmi untuk olahraga panjat tebing di Indonesia. “EIGER mengharapkan EISCC dapat menggairahkan kembali kejuaraan nasional dan tentunya menjadi kalender tahunan kejuaraan resmi nasional. Selain itu EISCC juga EIGER harapkan meningkatkan prestasi atlet-atlet panjang dinding nasional,” ungkap Arif.

Total hadiah sendiri untuk acara 3 hari ini total ada 75 juta rupiah, berupa 60 juta dalam bentuk cash, dan 15 juta rupiah dalam bentuk produk. Mari kita dukung para pemanjat tebing Indonesia untuk berprestasi di mana pun mereka berlaga. Salam Lestari!

 

Text & Photos          : EIGER

Edited by                  : Ihsan Rizaldi Raz

EIGER Gelar EISCC Ketigabelas, Untuk Pencarian Bibit Unggul Atlet Panjat Dinding Nasional

READ MORE

JAKARTA – extremeINA.com     Unicycle atau sepeda roda satu adalah salah satu sejenis sepeda beroda satu. Dan sepada ini disempurnakan oleh German Baron Karl von Drais pada tahun 1886. Baron lah yang mempatenkan design sepeda beroda satu tersebut, dan saat ini masih bisa terlihat di museum Paleis het Loo di Apeldoorn Belanda.

ilustrasi-unicycle_feature (1)

Di Indonesia sepeda roda satu belum terlalu familiar untuk di kalangan anak muda. Bagi yang hobi bersepeda bisa membuatnya komunitas olahraga ini. Supaya di Indonesia semakin berkembang dengan olahraga-olahraga yang belum terpublis.

Olahraga sepeda satu ini memang sangat membutuhan keseimbangan, kekuatan dan konsentrasi yang cukup. Dan untuk cara memainkannya sama saja dengan sepeda roda dua, hanya saja kalau yang beroda satu terlihatnya sangat ekstrim dan menakutkan untuk dicoba.

ilustrasi-unicycle_feature (2)

Dalam perkembangan unicycle mampu melakukan medan freeride yang biasa dilalui oleh sepeda gunung berroda dua. Unicycle tidak hanya digunakan di jalan bisa saja atau jalanan beraspal, tapi unicycle mampu digunakan melalui medan offroad, seperti melintasi puncak tertinggi di Indonesia, agar lebih menantang dan memiliki pengalaman yang asik.

Untuk para pemula yang ingin mencoba olahraga ekstrim ini, kunci utamnya tetap berhati-hati dan jaga keselamatan diri anda, harus diawasi oleh seorang yang pro, dan rajin berlatih.

ilustrasi-unicycle_feature (3)

#bike #bicycle #dirt #extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #feature #indonesia #unicycle #urban

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Unicycle atau sepeda roda satu adalah salah satu sejenis sepeda beroda satu.

READ MORE

eXtremeINA.com  Idham Khalid Adi Pratama atau yang akrab dipanggil Hamy Pratama adalah seorang atlet profesional Parkour Indonesia. Lahir pada tanggal 15 Maret 1994, dirinya tertarik dengan olahraga Parkour saat melihat aksi aktor ternama Jackie Chan Style saat melakukan aksi seni bergeraknya. Hamy mengenal Parkour melalui sahabat dekatnya waktu saat duduk di bangku SMP, dan dirinya mulai menggeluti olahraga Parkour ini sejak tahun 2008.

Saat memulai awal karirnya di dunia Parkour, Hamy tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya, mengingat Parkour adalah salah satu olahraga yang cukup extreme. Namun seiring berjalannya waktu keluarga mulai mendukung Hamy untuk terus berjuang sebagai atlet Parkour, keyakinan ini Hamy berikan kepada keluarga dalam bentuk prestasi yang cukup gemilang.

Mulai dari Best Trick Freestyle Contest Singapore Lion City Parkour Challenge 2015, juara 1 Pro Freestyle Contest Levis’s Parkcool Challenge Indonesia 2015, Best Trick Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2016, juara 1 Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia, Juara 1 Pro Speed Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2015, juara 3 Group Performance Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, Best Trick Pro Freestyle Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 1 Pro Freestyle Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 2 Pro Speed Contest Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, juara 4 Group Performance Parkour Festival Surabaya Indonesia 2017, dan masih banyak prestasi lainnya.

Sebagai salah satu atlet Parkour terbaik Indonesia, Hamy pernah mengalami cedera berat disloc persendian siku. Namun dengan tekad dan kecintaannya terhadap olahraga Parkour dirinya tidak kapok dan terus bermimpi untuk terus meraih banyak prestasi. Walaupun Parkour sudah menjadi bagian dari hidupnya, namun dirinya mengaku sangat ingin menjajal olahraga extreme lainnya seperti Skydive, Downhill MTB, dan juga Skateboard.

Hamy pun sangat memperhatikan betul akan perkembangan olahraga Parkour di Indonesia yang menurutnya, Perkembangan Parkour di Indonesia kian tumbuh dengan pesat, dari Sabang hingga ke Merauke di tiap kota terdapat komunitas Parkour. Untuk di wilayah Bekasi saja terdapat 3 komunitas Parkour berbeda. Namun perkembangannya belum diiringi oleh dukungan yang serius dari Pemerintah Pusat ataupun Daerah.

Sejauh ini Hamy sendiri masih merasakan untuk mengikuti kejuaraan Parkour tingkat Internasional dirinya harus menggunakan dana pribadi ataupun dana sponsor yang melekat dengannya. Hamy pun beranggapan ada beberapa kemungkinan Pemerintah belum mendukung olahraga Parkour di Indonesia, yang pertama mungkin Pemerintah belum mengetahui tentang olahraga Parkour, yang kedua Pemerintah belum mengetahui bahwa ada komunitas serta atlet Parkour yang sudah cukup berprestasi di kancah Internasional seperti layaknya Hamy.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Hamy Pratama

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Idham Khalid Adi Pratama atau yang akrab dipanggil Hamy Pratama adalah seorang atlet profesional Parkour Indonesia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Salah satu atlet terbaik Aggressive Inline Skate Indonesia asal Bandung, Jawa Barat, Jessy Suryanegara akan kembali dipercaya oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan FISE World Series 2019 yang akan tersaji pada bulan Mei mendatang di Montpellier, Prancis.

Sejatinya tahun 2019 menjadi tahun ketiganya mengikuti kejuaraan olahraga ekstrem bertaraf Internasional di Montpellier, pada tahun 2018 yang lalu Jessy Suryanegara turun di kelas Amateur dan sukses meraih posisi ke 13. Untuk tahun 2019 ini dirinya telah menargetkan masuk 10 besar dan masih turun di kelas Amateur.

Dalam kesempatannya Jessy Suryanegara mengatakan, “Selama dua tahun mengikuti ajang FISE World Series Montpellier Perancis, saya makin mengerti apa yang harus saya lakukan untuk musim ketiga saya mengikuti FISE World Series di Montpellier, Prancis. Oleh karena itulah saya akan berusaha masuk dalam peringkat 10 besar.”

Untuk berjuang mewakili Indonesia dalam cabang olahraga Aggressive Inline Skate di ajang FISE World Series, Montpellier, Prancis, Jessy Suryanegara akan ditemai oleh salah satu bladder asal Bogor bernama Iwang. Mereka berdua akan bahu membahu meraih prestasi terbaik di salah satu kejuaraan olahraga ekstrem terbaik di Eropa.

Pada setiap tahunnya, KEMENPORA selalu memberangkatkan atlet-atlet terbaiknya dicabang olahraga Aggressive Inline Skate, BMX, dan juga Skateboard untuk mengikuti kejuaraan FISE World Series, di Montpellier, Prancis. Walaupun mereka di Indonesia ataupun Asia sudah masuk kedalam kelas Pro, nyatanya di ajang FISE World Series ini mereka masih berjuang di kelas Amateur. Hal ini disebabkan persaingan yang ketat, dan skill yang dimiliki peserta lain cukup diatas rata-rata.

FISE World Series yang tersaji di Montpellier, Prancis ini adalah salah satu kejuaraan olahraga ekstrem terbaik di Eropa yang mempertandingkan banyak cabang olahraga, seperti Aggressive Inline Skate, BMX, Skateboard, Downhill, Parkour, Wakeboarding, dan Scooter Freestyle. Semoga di tahun 2019 ini atlet-atlet olahraga ekstrem Indonesia mampu meraih prestasi di ajang tersebut.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Jessy Suryanegara

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Jessy Suryanegara akan kembali dipercaya mewakili Indonesia dalam FISE World Montpellier 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Cabang olahraga [cabor] skateboard dipastikan menjadi satu bagian yang akan akan dipertandingkan dalam gelaran olahraga terbesar se-Asia Tenggara bertajuk SEA Games 2019 Filipina. Selaku Induk Organisasi Skateboard di Indonesia Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia [PORSEROSI] yang bekerja sama dengan Indonesia Skateboarding Association [ISA] telah membentuk skuat timnas yang tangguh untuk meraih banyak prestasi dalam ajang tersebut.

Dalam kesempatannya Charlie selaku ketua dari dengan ISA yang juga pengurus PORSEROSI, mengatakan “Pelatnas Skateboard untuk SEA Games 2019 Filipina telah dilaksanakan di Buqiet Skatepark, Jl. Terusan Geger Kalong Hilir 88, Kecamatan Parongpong Bandung, Jawa Barat. Ada 13 atlet putra putri terpilih yang menjalani pelatnas, mereka akan terus berlatih dan dilihat seberapa konsisten mereka dalam mempersiapkan diri untuk ajang SEA Games 2019.

Dalam kejuaraan multi event SEA Games 2019 untuk cabang olahraga Skateboard akan dipertandingkan empat kelas berbeda mulai dari Street, park, Game of Skate, dan Downhill.”Kami sangat optimis Timnas Skateboard Indonesia akan meraih prestasi di SEA Games 2019, target kami adalah 2 medali emas, yang datangnya dari Street dan Park. Kami sudah buktikan bahwa kita mampu meraih prestasi di ajang Asian Games 2018 dan bukan mustahil kita mampu Berjaya di SEA Games 2019,” tambah Charlie.

Walaupun Indonesia diprediksi mampu meraih prestasi, nyatanya bukan urusan yang mudah untuk mencapai target yang sudah dicanangkan oleh pengurus. Kemungkinan lawan tersulit yang akan dihadapai oleh Indonesia dalah tuan rumah Filipina dan Thailand. Namun Indonesia harus tetap waspada dengan negara-negara lain yang siap mengirimkan atlet-atlet terbaiknya.

Cabang olahraga Skateboard dalam kejuaraan SEA Games 2019 Filipina akan tersaji pada awal bulan Desember. Walaupun sudah ada 13 nama terpilih, nampaknya pengurus masih ingin mencari yang terbaik dan benar layak mewakili Indonesia di ajang SEA Games 2019.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : courtesy of @yudi50

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

PORSEROSI dan ISA telah menargetkan meraih 2 medali emas di SEA Games 2019 Filipina.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Atlet Panjat Tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang International bertajuk IFSC Climbing Worldcup Moscow 2019 yang tersaji pada tanggal 12-14 April 2019 lalu di Moscow, Rusia. Melalui atlat andalannya Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra. Pada babak perebutan medali perunggu Aspar dipaksa berhadapan dengan atlet Panjat Tebing dari China Long Chao, dan pada kali ini Aspar sukses mengunggulinya dengan catatan waktu 6.083 detik berbanding 10.004 detik.

Untuk medali emas pada nomor Speed World Record Putra sukses diraih oleh atlet Panjat Tebing asal Prancis bernama Bassa Mawem yang mampu mengalahkan Vladislav Deulin dari Rusia dengan catatan waktu 5.656 detik berbanding 11.545 detik. Pada kesempatannya Aspar Jaelolo mengatakan, “Untuk seri Worldcup di Eropa, ini medali pertama kali. Saya berharap bisa emas, tetapi saya senang bisa dapat perunggu karena saingannya sangat ketat untuk masuk final. Tuan rumah saja menurunkan 15 atlet, jadi saingannya berat.”

Pada saat babak kualifikasi Aspa Jaelolo mengaku sempat terpeleset lantaran dirinya masih beradaptasi untuk posisi startnya. Sementara perjuangan sang Spiderman Aries Susanti dari nomor Speed World Record Putri harus terhenti pada babak perempat final. Dirinya harus mengakui keunggulan Anouck Jaubert. Pada kelas ini juara pertama hingga ketiga diraih oleh Song Yi Ling dari China, Anouck Jaubert dari Prancis, dan Iuliia Kaplina dari Rusia.

Ungkapan juga datang dari pelatih Pelatnas Pra-Olimpiade Hendra Basir, “Seri Worldcup ini ia menargetkan atletnya bisa masuk empat besar baik putra maupun putri. Dari hasil tersebut, Aspar mampu memenuhi target untuk putra, sedangkan putri harus tersisih di perempat final. Namun, ia menilai performa atlet Tanah Air masih on the track. Secara peringkat memang kita enggak masuk empat besar putri, tetapi untuk peringkat Combined, Aries masih di peringkat dua di bawah Anouck. Jadi masih aman.”

“Pada fase saat ini ada penurunan performa dari para atlet lantara pelatnas baru dimulai sejak kurang lebih dua bulan lalu. Selama itu pula para atlet lebih fokus berlatih untuk Lead dan Boulder. Para atlet baru fokus latihan Speed sekitar dua minggu. Masih on the track. Performa menurun, tetapi secara general kita masih di level elite,” tambah Hendra.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Melalui Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Jessy Suryanegara salah satu pro Aggressive Inline Skate Indonesia yang sekaligus menjadi ketua dari Flower City Bladers [komunitas Aggressive Inline Skate Bandung], akan berupaya sekuat tenaga untuk meyakinkan Pemerintah agar mau memasukkan Aggressive Inline Skate sebagai salah satu cabang olahraga [cabor] yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020 Papua.

Dalam kesempatannya Jessy Suryanegara mengungkapkan, “Nama komunitas Flower City Bladers sudah masuk dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI] Bandung sejak tahun 2013, dan mereka telah mensupport penuh untuk cabor Aggressive Inline Skate dapat dipertandingkan dalam PON 2020 Papua. Sebenanrya kami memang belum full push untuk mengajukan Aggressive Inline Skate dapat dipertandingkan dalam PON 2020, hal ini dikarenakan Pemerintah sedang fokus pada masa pemilu, namun dalam waktu dekat kami akan menyambangi KONI Bandung untuk meminta kejelasannya.”

“Syarat untuk suatu cabor dapat dipertandingkan dalam ajang PON 2020 adalah setiap propinsi memiliki komunitas yang aktif, memiliki setidaknya 20 atlet yang aktif di tiap daerah dengan jadwal latihan yang rutin, dan kejuaraan olahraganya berjalan dengan baik,” tambah Jessy.

Langkah yang dilakukan Jessy bersama rekan-rekannya untuk meyakinkan Pemerintah agar memasukan Aggressive Inline Skate menjadi cabor yang dipertandingkan dalam PON 2020 adalah, membuat alat atau obstacle agar dapat digunakan para komunitas berlatih, mencari bladder yang aktif dan potensial untuk menjadi seorang atlet, dan memberikan jadwal yang rutin untuk berlatih. Walaupun belum cukup popular layaknya Skateboard dan BMX, sejatinya olahraga Aggressive Inline Skate di Indonesia sudah berkembang cukup pesat, hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyak anak muda di berbagai penjuru yang telah main olahraga yang cukup ekstem ini.

Indonesia sendiri memiliki atlet Aggressive Inline Skate yang sudah cukup berprestasi baik di tingkat Nasional ataupun Internasional, salah satunya adalah Jessy Suryanegara yang akan bertanding dalam FISE World Series di Montpellier Prancis pada bulai Mei 2019 mendatang, selain itu ada nama Iwang Putra bladder asal Bogor yang juga akan berangkat ke FISE World Series pada bulan Mei mendatang, dan tentunya masih banyak lagi yang lain.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. Jessy Suryanegara

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Jessy saat ini akan berupaya untuk meyakinkan Pemerintah agar mau memasukkan Aggressive Inline Skate.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada beberapa waktu yang lalu Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia [PORSEROSI] bekerja sama dengan Indonesia Skateboarding Association [ISA] menggelar seleksi Nasional di Buqiet Skatepark, Jl. Terusan Geger Kalong Hilir 88, Kecamatan Parongpong, Bandung, untuk mencari atlet yang akan dipersiapkan dalam kejuaraan SEA Games 2019 di Filipina.

Dalam seleksi nasional ini diikuti oleh para skateboarder dari seluruh penjuru Tanah Air, keseriusan dan kegigihan mereka untuk mengikuti seleksi Nasional sangat terlihat, mereka ingin sekali mewakili Indonesia untuk ajang olahraga Asia Tenggara yang tersaji selama dua tahun sekali. Pada hasil seleksi nasional untuk ajang SEA Games 2019 ini, terselip beberapa nama atlet yang turun di kejuaraan Asian Games 2018 mereka adalah Sanggoe Dharma Tanjung, Gregorius Aldwien Angkawidjaja, Pevi Permana, Jason Dennis Linjzaat, dan Nyimas Bunga Cinta.

Pada ajang Asian Games 2018 yang lalu beberapa atlet ini sukses meraih medali seperti Sanggoe Dharma Tanjung yang meraih medali perak di nomor jalan putra, Jason Dennis Linjzaat yang meraih medali perak di nomor taman putra, Pevi Permana yang meraih medali perunggu di nomor taman putra, dan Nyimas Bunga Cinta yang meraih medali perunggu di nomor jalan putri.

Atas hasil yang diraih oleh beberapa atlet Skateboard Indonesia di ajang Asian Games 2018 yang lalu, maka tidak menutup kemungkinan Tim Nasional [Timnas] Skateboard Indonesia di ajang SEA Games 2019 di Filipina akan meraih banyak prestasi. Walaupun berpotensi untuk meraih prestasi, nampaknya Indonesia tidak akan mudah meraih hasil yang ditargetkan. Karena diperkirakan Thailand akan menjadi lawan terberatnya.

Berikut adalah daftar nama Atlet Timnas Skateboard SEA Games 2019:

  1. Sanggoe Dharma Tanjung
  2. Gegorius Aldwien Angkawidjaja
  3. Erlangga Ramadhan Putra
  4. Wanda Septiadi Wijaya
  5. Basrai Graito Hutomo
  6. Pevi Permana Putra
  7. Jason Dennis Lijnzaat
  8. Rosehan Anwar
  9. Andry Satria Permata
  10. Nyimas Bunga Cinta
  11. Neepa Arumdapta Pramesti
  12. Kyandra Kailana Susanto
  13. Jessica Putri RF Sibarani

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Seleknas SEA Games 2019 untuk Skateboard telah usai, berikut nama-nama yang masuk pada Pelatnas.

READ MORE

eXtremeINA.com   Capoeira adalah salah satu seni bela diri yang mengolah gerakan tubuh dengan sangat aktif. Walaupun olahraga ini berasal Brasil, saat ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang sudah menyukai Capoeira. Selain dilakukannya dengan melatih kelenturan tubuh, olahraga Capoeira ini juga dilakukan dengan lantunan musik dan tarian yang atraktif.

capoeira_feature (1)

Gerakan-gerakan dalam Capoeira tidak ditunjukan untuk melawan musuh, namun olahraga yang tergolong ekstrem ini lebih terbilang permainan seni. Namun di luar itu semua, ternyata Capoeira memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan manfaat lainnya.

Berikut ini adalah manfaat melakukan Olahraga Capoeira:

Yang pertama adalah untuk membentuk fisik di bagian perut. Banyak jenis gerakan dalam Capoeira akan membentuk posisi penting saat melakukan gerakan tendangan dan pertahanan.

Yang kedua adalah, membentuk kestabilan tubuh bagian atas dan bawah. Banyak jenis gerakan untuk bertahan menggunakan tangan dan kaki dapat membentuk otot trisep dan bisep. Dengan begitu kaki dan tangan menjadi lebih stabil jika saat digerakan.

capoeira_feature (2)

Yang ketiga adalah, memperuat otot jantung. Jika kita banyak melakukan gerakan yang akrobatik dalam Capoeira secara berulang – ulang dapat membentuk stamina yang cukup kuat. Dengan begitu otot jantung akan terus terlatih.

Yang keempat adalah, menjaga kebugaran tubuh. Jika kita terus berlatih Capoeira makan akan membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar.

Yang kelima adalah, selain untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh olahraga Capoeira juga bermanfaat untuk membentuk pengembangan kepribadian dan banyak mempengaruhi hubungan sosial.

capoeira_feature (3)

#capoeira #eXtremeINA #extremesports #extremesportsindonesia #feature #indonesia #news #martialarts

Text             : Bambang Vidiatmoko

Photos        : Berbagai Sumber

Capoeira adalah salah satu seni bela diri asal Brazil yang mengolah gerakan tubuh dengan sangat aktif.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com             Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] kembali memilih Kompleks Panjat Tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta sebagai tempat Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia dalam Olimpiade Tokyo 2020. Dipilihnya Kota Yogyakarta ini didasari oleh kesuksesan Timnas Panjat Tebing Indonesia di ajang Asian Games 2018, yang pada saat itu menggelar Pelatnas ditempat ini.

Pembukaan Pelatnas di kompleks panjat tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta telah dibuka secara resmi pada hasi sabtu tanggal 30 Maret 2019 oleh Wakil Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] Ferry Ardiyanto. Dalam Pelatnas ini, telah terpilih 10 atlet terbaik akan siap berjuang merebut tiket di Olimpiade Tokyo 2020, dan mereka akan memainkan nomor Combine yang terdiri dari kelas Speed, Lead, dan Boulder.

Dalam kesempatannya Ferry Ardiyanto menyampaikan, “Kesepuluh atlet ini terpilih setelah melalui berbagai seleksi nasional selama 2018 dan menduduki peringkat-peringkat terbaik. Demi mengasah mental bertanding, mereka akan mengikuti program try-out di Eropa, alasannya adalah jika jika bertemu oleh juara dunia dalam Olimpiade Tokyo 2020 nanti, maka mental mereka akan lebih matang.”

Pertandingan pre-Olimpiade sendiri akan tersaji di Prancis pada bulan November 2019 mendatang. Selama kurun waktu 6 bulan ini, para atlet akan berlatih keras di Swiss, Jerman, Rusia, dan China. Kesepuluh atlet terbaik ini adalah Aspar Jaelolo, Temi Teli Lasa, Fathur Roji, Alfian M Fajri, Rivaldi Ode Wijaya, Nurul Iqamah, Aries Susanti Rahayu, Salsabillah, Chairul Ummi dan Agustina Sari. Para atlet ini telah mengikuti Pelatnas sejak Februari 2019. Terdekat, mereka akan digembleng selama sekitar 1,5 bulan untuk try-out dan training camp di Eropa dan China.

Bagi Timnas Panjat Tebing Indonesia sendiri, untuk meraih tiket bahkan menjadi juara di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang bukan suatu hal yang tidak mungkin. Karena untuk kategori atlet Speed Putri IFSC Worldcup 2018, Aries Susanti Rahayu juga menduduki ranking 2. Sedangkan untuk peringkat dunia, Aries berada di nomor 4.

Atlet Putri Indonesia lain yang masuk 10 besar IFSC Worldcup 2018 adalah Agustina Sari yang menempati posisi ke-9. Sedangkan untuk peringkat dunia, Agustina menduduki ranking 10. Sementara itu untuk atlet Speed Putra IFSC Worldcup 2018, Aspar Jaelolo meraih peringkat 6. Untuk peringkat dunia, Aspar juga menduduki posisi ke-6.

Peringkat ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yakni pada 2017, Timnas Indonesia menduduki peringkat 5 di nomor Speed. Untuk kategori perorangan, saat itu tak ada atlet Indonesia yang masuk peringkat 10 besar dunia baik putra maupun putri.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

PP FPTI baru resmi membuka Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk pre-Olimpiade 2020.

READ MORE
<