eXtremeINA.com

Tag :Wall Climbing

JAKARTA – eXtremeINA.com    Atlet Panjat Tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang International bertajuk IFSC Climbing Worldcup Moscow 2019 yang tersaji pada tanggal 12-14 April 2019 lalu di Moscow, Rusia. Melalui atlat andalannya Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra. Pada babak perebutan medali perunggu Aspar dipaksa berhadapan dengan atlet Panjat Tebing dari China Long Chao, dan pada kali ini Aspar sukses mengunggulinya dengan catatan waktu 6.083 detik berbanding 10.004 detik.

Untuk medali emas pada nomor Speed World Record Putra sukses diraih oleh atlet Panjat Tebing asal Prancis bernama Bassa Mawem yang mampu mengalahkan Vladislav Deulin dari Rusia dengan catatan waktu 5.656 detik berbanding 11.545 detik. Pada kesempatannya Aspar Jaelolo mengatakan, “Untuk seri Worldcup di Eropa, ini medali pertama kali. Saya berharap bisa emas, tetapi saya senang bisa dapat perunggu karena saingannya sangat ketat untuk masuk final. Tuan rumah saja menurunkan 15 atlet, jadi saingannya berat.”

Pada saat babak kualifikasi Aspa Jaelolo mengaku sempat terpeleset lantaran dirinya masih beradaptasi untuk posisi startnya. Sementara perjuangan sang Spiderman Aries Susanti dari nomor Speed World Record Putri harus terhenti pada babak perempat final. Dirinya harus mengakui keunggulan Anouck Jaubert. Pada kelas ini juara pertama hingga ketiga diraih oleh Song Yi Ling dari China, Anouck Jaubert dari Prancis, dan Iuliia Kaplina dari Rusia.

Ungkapan juga datang dari pelatih Pelatnas Pra-Olimpiade Hendra Basir, “Seri Worldcup ini ia menargetkan atletnya bisa masuk empat besar baik putra maupun putri. Dari hasil tersebut, Aspar mampu memenuhi target untuk putra, sedangkan putri harus tersisih di perempat final. Namun, ia menilai performa atlet Tanah Air masih on the track. Secara peringkat memang kita enggak masuk empat besar putri, tetapi untuk peringkat Combined, Aries masih di peringkat dua di bawah Anouck. Jadi masih aman.”

“Pada fase saat ini ada penurunan performa dari para atlet lantara pelatnas baru dimulai sejak kurang lebih dua bulan lalu. Selama itu pula para atlet lebih fokus berlatih untuk Lead dan Boulder. Para atlet baru fokus latihan Speed sekitar dua minggu. Masih on the track. Performa menurun, tetapi secara general kita masih di level elite,” tambah Hendra.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Melalui Aspar Jaelolo, Indonesia sukses meraih medali perunggu dalam nomor Speed World Record Putra.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com             Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] kembali memilih Kompleks Panjat Tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta sebagai tempat Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk Tim Nasional [Timnas] Panjat Tebing Indonesia dalam Olimpiade Tokyo 2020. Dipilihnya Kota Yogyakarta ini didasari oleh kesuksesan Timnas Panjat Tebing Indonesia di ajang Asian Games 2018, yang pada saat itu menggelar Pelatnas ditempat ini.

Pembukaan Pelatnas di kompleks panjat tebing, Stadion Mandala Krida, Yogyakarta telah dibuka secara resmi pada hasi sabtu tanggal 30 Maret 2019 oleh Wakil Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] Ferry Ardiyanto. Dalam Pelatnas ini, telah terpilih 10 atlet terbaik akan siap berjuang merebut tiket di Olimpiade Tokyo 2020, dan mereka akan memainkan nomor Combine yang terdiri dari kelas Speed, Lead, dan Boulder.

Dalam kesempatannya Ferry Ardiyanto menyampaikan, “Kesepuluh atlet ini terpilih setelah melalui berbagai seleksi nasional selama 2018 dan menduduki peringkat-peringkat terbaik. Demi mengasah mental bertanding, mereka akan mengikuti program try-out di Eropa, alasannya adalah jika jika bertemu oleh juara dunia dalam Olimpiade Tokyo 2020 nanti, maka mental mereka akan lebih matang.”

Pertandingan pre-Olimpiade sendiri akan tersaji di Prancis pada bulan November 2019 mendatang. Selama kurun waktu 6 bulan ini, para atlet akan berlatih keras di Swiss, Jerman, Rusia, dan China. Kesepuluh atlet terbaik ini adalah Aspar Jaelolo, Temi Teli Lasa, Fathur Roji, Alfian M Fajri, Rivaldi Ode Wijaya, Nurul Iqamah, Aries Susanti Rahayu, Salsabillah, Chairul Ummi dan Agustina Sari. Para atlet ini telah mengikuti Pelatnas sejak Februari 2019. Terdekat, mereka akan digembleng selama sekitar 1,5 bulan untuk try-out dan training camp di Eropa dan China.

Bagi Timnas Panjat Tebing Indonesia sendiri, untuk meraih tiket bahkan menjadi juara di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang bukan suatu hal yang tidak mungkin. Karena untuk kategori atlet Speed Putri IFSC Worldcup 2018, Aries Susanti Rahayu juga menduduki ranking 2. Sedangkan untuk peringkat dunia, Aries berada di nomor 4.

Atlet Putri Indonesia lain yang masuk 10 besar IFSC Worldcup 2018 adalah Agustina Sari yang menempati posisi ke-9. Sedangkan untuk peringkat dunia, Agustina menduduki ranking 10. Sementara itu untuk atlet Speed Putra IFSC Worldcup 2018, Aspar Jaelolo meraih peringkat 6. Untuk peringkat dunia, Aspar juga menduduki posisi ke-6.

Peringkat ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yakni pada 2017, Timnas Indonesia menduduki peringkat 5 di nomor Speed. Untuk kategori perorangan, saat itu tak ada atlet Indonesia yang masuk peringkat 10 besar dunia baik putra maupun putri.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PP FPTI

PP FPTI baru resmi membuka Pemusatan Latihan Nasional [Pelatnas] untuk pre-Olimpiade 2020.

READ MORE

YOGYAKARTA – eXtremeINA.com      Jajaran pelatih Atlet Nasional Panjat Tebing yang tergabung dalam Pelatnas pre-Olimpiade kembali menggelar simulasi pada Selasa [12/03] kemarin di Venue Panjat Tebing, Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Pada simulasi tersebut atlet pelatnas membuktikan kualitas terbaiknya., tercatat lima atlet Pelatnas mampu menempati peringkat satu hingga lima, sementara atlet non Pelatnas menduduki peringkat enam hingga delapan.

Atlet Pelatnas Fatchur Roji sukses menduduki peringkat satu setelah menjadi peringkat kedua dari nomor Speed, peringkat satu di nomor Boulder, dan peringkat enam pada nomor Lead. Sementara Aspar Jaelolo duduk diposisi kedua setelah menjadi peringkat ketiga pada nomor Speed, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat kelima pada nomor Lead. Sementara diperingkat ketiga diraih oleh Temi Teli Lasa yang meraup peringkat depalan untuk nomor Speed, peringkat lima untuk nomor Boulder, dan peringkat satu nomor Lead. Pada peringkat keempat hingga ke delapan diraih oleh Alfian M Fajri, Rifaldi Ode Ridjaya, Andika, M. Marsudin asal Jawa Tengah, dan M Fary Arrahman asal Yogyakarta.

Pada simulasi kedua ini pemanjat Nadya Putri Virgita yang notabennya adalah atlet non Pelatnas berhasil menjadi yang terbaik pada nomor puteri. Nadya keluar sebagai juara setelah meraih juara kelima untuk nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat pertama di nomor Lead. Untuk peringkat kedua diraih oleh atlet Pelatnas Nurul Iqamah setelah menjadi peringkat kedua di nomor Speed, 1,5 di nomor Boulder, dan peringkat keempat di nomor Lead.

Selanjutnya diperingkat ketiga diraih oleh atlet pelatnas lainnya yaitu Aries Susanti Rahayu, setelah dirinya meraih juara pertama di nomor Speed, pringkat kelima di nomor Boulder, dan peringkat delapan di nomor Lead. Sementara untuk peringkat keempat hingga kedelapan diraih oleh Rahmayuna Fadilah dari Yogyakarta,  Salsabila atlet Pelatnas, Choirul Umi Cahyaning A. atlet Pelatnas, Anggun Yolanda, dan Amelia Windy Ariesta atlet Pelatnas.

Untuk simulasi Combined Putri diikuti oleh delapan atlet yang terdiri dari lima atlet Pelatnas dan tiga atlet non Pelatnas.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : PP FPTI

Simulasi Combined yang baru saja diadakan Stadion Mandala Krida, menjadi tempat pembuktian diri bagi para atlet Pelatnas.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Beberapa waktu yang lalu Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia [PP FPTI] menggelar pemusatan latihan [Pelatnas] pre-Olimpiade 2020 dengan menjalani serangkaian simulasi pemanjatan. Pada kesempatannya Rifaldi Ode Ridjaya dan Nurul Iqamah yang merupakan atlet pelatnas menjadi yang terbaik dalam sesi simulasi combined.

Pada Simulasi tersebut diikuti oleh 11 atlet putra yang terdiri dari lima atlet pelatnas dan enam atlet non pelatnas. Serta ada delapan atlet putri yang diantaranya empat atlet pelatnas dan empat atlet non pelatnas. Untuk nomor Boulder combined Rifaldi hanya mampu menempati posisi kedelapan. Sementara pada nomor Boulder dirinya mampu menjadi yang terbaik dengan satu top, tiga zone, satu attempt to top, dan tujuh attempt to zone. Untuk dinomor Lead dirinya hanya mampu meraih posisi ke tiga dengan catatan 19 poin.

Untuk peringkat kedua ditempati oleh Bim Sigrid yang notabennya adalah atlet non pelatnas asal Jawa Barat. Selain itu Bim mampu meraih peringkat Sembilan di nomor Boulder, peringkat empat Boulder, dan peringkat pertama Lead. Pada nomor Boulder dirinya sukses mengumpulkan dua zone dan empat attempt to zone. Sementara di nomor Lead dirinya mengumpulkan 23 poin.

Posisi ketiga diduduki oleh atlet pelatnas asal Jawa Tengah bernama Alfian M Fajri, dirinya pun sukses menjadi yang terbaik pada nomor Boulder dan menduduki peringkat 7,5 di Boulder serta lima di Lead. Untuk Boulder Alfian mengumpulkan satu zone dan satu attempt to zone, sementara di Lead ia mengumpulkan 17 poin. Pada nomor putri Nurul Hiqmah atlet pelatnas menjadi yang terdepan setelah pada nomor Boulder, peringkat kedua pada nomor Boulder, dan peringkat ketiga di nomor Lead. Di nomor Lead dirinya mampu mengemas Sembilan poin.

Aries Susanti Rahayu yang memiliki predikat atlet Pelatnas ada di peringkat kedua untuk nomor Boulder, peringkat pertama dinomor Boulder, dan peringkat keempat untuk nomor Lead. Dirinya mengemas satu top, satu zone, satu attempt to top, dan dua attempt to zone. Aries sukses duduk di peringkat keempat setelah mengumpulkan depalan poin.

Selanjutnya peringkat ketiga mampu diraih oleh Nadya Virgita yang merupakan atlet asal Bali non Pelatnas. Dia juga sukses menduduki peringkat keenam dalam nomor Boulder, peringkat ke empat untuk nomor Boulder, dan peringkat pertama nomor Lead. Pada nomor Boulder ia mampu mengumpulkan satu top, satu zone, satu attempt to top, dan empat attempt to zone, sedangkan di nomor Lead ia menjadi peringkat satu setelah mengumpulkan 18 poin.

Pada kesempatannya Judistiro selaku pelatih tim Nasional Panjat Tebing Pre-Olimpiade mengatakan, “Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah melakoni latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu. Dari hasil ini kita bisa melihat bagaimana kondisi mereka dan apa saja yang masih perlu diperbaiki.” Terlibatnya atlet non Pelatnas memang sengaja dibentuk untuk meningkatkan atmosfer kompetisi. Seluruh atlet pun akan terpacu untuk menampilkan kekuatan terbaiknya.

Text                : Bambang Vidiatmoko / PP FPTI

Photos           : dok. PP FPTI

Simulasi ini penting dilakukan untuk melihat perkembangan atlet setelah latihan demi latihan selama kurang lebih dua minggu.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta tengah fokus mempersiapkan regenerasi pemanjat asal Ibu Kota untuk masa mendatang. Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun Internasional, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Peringkat Berjalan FPTI DKI Jakarta 2019

Akhir pekan lalu FPTI DKI Jakarta telah membuat kegiatan bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang bertempat di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Agenda ini adalah salah satu bentuk program kerja yang dijalani oleh FPTI DKI Jakarta untuk membuat skema peringkat berjalan dari masing-masing kategori dan nomor lomba. “Dibanding dengan daerah – daerah lainnya, DKI Jakarta tidak cukup banyak memiliki atlet Panjat Tebing. Memang diawal banyak sekali anak-anak muda di Jakarta yang bermain Panjat Tebing, namun saat mereka mengenal gaya hidup yang berlebihan fokus mereka terhadap olahraga Panjat Tebing mereka mulai tinggalkan,” dari Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

“Dengan adanya fenomena tersebut, saat ini kami sedang melakukan pendekatan terhadap orang tua mereka, agar selalu mendukung kegiatan anak-anaknya dalam menggeluti olahraga Panjat Tebing,” tambahnya. Dalam peringkat berjalan yang menjadi program kerja FPTI DKI Jakarta, para pemanjat di usia 18 tahun ke bawah dan 18 tahun ke atas akan terus berkompetisi untuk dipromosikan menjadi atlet andalan DKI Jakarta di berbagai kejuaraan.

Peringkat Berjalan FPTI DKI Jakarta 2019

Sistem penilaian yang terdapat di peringkat berjalan ini terdiri dari beberapa unsur, mulai dari konsistensi mereka dalam berlatih, seberapa tinggi prestasi mereka di kejuaraan-kejuaraan panjat tebing, dan masih terdapat faktor penentu lainnya. “Untuk usia 18 tahun ke atas mereka akan dipromosikan untuk mewakili tim DKI Jakarta cabor Panjat Tebing PON 2020 Papua, sementara untuk usia 18 tahun ke bawah mereka akan diikutsertakan dalam ajang Asia Youth, namun para pengurus masih akan melihat skemanya akan seperti apa,” papar Kurnia Bakti.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Target yang dicanangkan oleh pengurus adalah melahirkan pemanjat yang siap meraih banyak prestasi baik di kancah Nasional ataupun International, dengan kata lain FPTI DKI Jakarta sedang mencari penerus dari atlet Panjat Tebing Indonesia yang telah mendunia akan prestasinya, mereka adalah Aspar Jaelolo peraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018, serta Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta kian terus mempersiapkan regenerasi atlet-atlet untuk mewakili Ibu Kota.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memantau kegiatan Panjat Tebing di berbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah. Hal inilah yang memicu berdirinya FPTI DKI Jakarta. Sejatinya organisasi ini dibentuk untuk merespon kegiatan Panjat Tebing alam yang telah berkembang dari tahun-tahun sebelumnya. Awalnya organisasi ini bukan bernama FPTI melainkan Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia [FPGTI].

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk dari cabang olahraga Panjat Tebing di Indonesia, dan untuk memonitoring kegiatan Panjat Tebing diberbagai penjuru Tanah Air, maka dibentuk pula FPTI di tiap-tiap daerah.

Berdiri pada tanggal 21 April 1998, FPTI DKI Jakarta berdiri secara bersamaan dengan FPTI Pusat. Pada kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Tujuan didirikan FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta, melahirkan pemanjat-pemanjat berprestasi baik di tingkat Nasional maupun Internasional dari Jakarta, dan membantu perkembangan olahraga Panjat Tebing di Indonesia melalui kegiatannya di Jakarta. Dibanding dengan daerah lainnya, DKI Jakarta tidak memiliki banyak atlet namun kami ingin terus berupaya menghasilkan pemanjat-pemanjat handal yang siap meraih prestasi di berbagai kejuaraan.”

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Saat ini FPTI DKI Jakarta memiliki atlet Panjat Tebing yang tengah menjadi idola dan panutan bagi pemanjat muda Indonesia, mereka adalah Aspar Jaelolo yang sukses meraih medali perunggu di nomor Men Speed dan medali perak untuk nomor Men Speed Relay dalam Asian Games 2018. Selain itu ada nama Puji Lestari yang sukses meraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual yang juga dalam Asian Games 2018. Aspar Jaelolo saat ini sedang fokus Pelatnas di Yogyakarta untuk mempersiapkan dirinya dalam SEA Games 2019 di Filipina, sementara Puji Lestari sedang tidak aktif dari dunia Panjat Tebing lantaran kesibukan barunya sebagai pegawai negeri di KEMENPORA.

FPTI DKI Jakarta Wadah Pecinta Panjat Tebing di Ibu Kota

Sebagai induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Ibu Kota, FPTI DKI Jakarta terus melakukan aktivitas secara intens untuk mencari bibit-bibit pemanjat handal asal Jakarta yang siap meraih banyak prestasi di masa mendatang. Salah satunya adalah menggelar Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta pada akhir pekan lalu. Dengan kegiatan ini pula, FPTI DKI Jakarta mencari atlet terbaik untuk diikutsertakan dalam Pekan Olahraga Nasional [PON] 2020.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta adalah sebagai wadah untuk para penggemar olahraga Panjat Tebing di Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional [PON] akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga [cabor] yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Dalam hal ini Federasi Pengurus Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bertanggung jawab penuh terhadap persiapan skuad tim yang akan dibawa ke PON 2020 Papua. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan oleh FPTI DKI Jakarta adalah menggelar kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta yang terselenggara pada akhir pekan kemarin tanggal 16-17 Februari di Eiger Flagship Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Tujuan digelarnya kompetisi itu adalah guna mencari pemanjat terbaik kelahiran asli DKI Jakarta untuk dipromosikan masuk Pelatda dalam persiapan PON 2020 Papua. Selain itu adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini juga bertujuan untuk regenerasi atlet-atlet DKI Jakarta yang sudah banyak pensiun dan pindah ke daerah lain. Dalam kesempatannya Kurnia Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI Jakarta menyampaikan, “Sebetulnya tim Provinsi DKI Jakarta untuk cabor Panjat Tebing di kejuaraan PON 2020 Papua sudah ada 12 atlet. Mereka semua mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, dan termasuk Aspar Jaelolo yang saat ini sedang mengikuti Pelatnas di Yogyakarta untuk persiapan SEA Games 2019 Filipina.”

“Walaupun 12 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri terpilih sudah dipastikan masuk Pelatda namun mereka tidak dalam zona nyaman, dalam artian akan ada system degradasi atau peringkat berjalan. Sistem penilaian setiap atlet akan dilihat berdasarkan etika berlatih dan prestasi di setiap kejuaraan yang digunakan sebagai bahan try-out. Sementara untuk target di PON 2020 Papua, sebenarnya kami cukup realistis, kami menargetkan 3 medali emas, dan mengandalkan atlet Nasional Aspar Jaelolo di nomor lomba Speed,” tambahnya.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Walaupun mengandalkan Aspar Jaelolo sebagai kunci untuk meraih medali emas, namun tim Panjat Tebing DKI Jakarta diprediksi tidak akan mudah meraih target yang telah dicanangkan oleh Pengurus, Kurni Bakti selaku Ketua Umum FPTI DKI memprediksi provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali akan menjadi lawan yang cukup diperhitungkan.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Ajang olahraga terbesar di Tanah Air bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) akan tersaji pada tahun 2020 mendatang di Papua. Tentunya seluruh Provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang terlibat dalam pagelaran ini mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal. Salah satunya adalah Provinsi DKI Jakarta untuk cabang olahraga Panjat Tebing.

Sebelum dihadapkan dengan PON 2020 Papua, seluruh provinsi akan dihadapkan dengan pra PON yang akan bergulir di bulan Juli atau Agustus. Pra PON ini akan bergulir di tiga zona berbeda, zona pertama akan tersaji di Jawa Timur, Zona kedua akan digelar di Bengkulu, dan Zona ketiga akan diadakan di Sulawesi Selatan. Sejatinya tim DKI Jakarta memiliki satu atlet putri yang sukses meraih medali emas dan juga medali perak, dia adalah Puji Lestari. Untuk saat ini dirinya memutuskan untuk vakum dari duna Panjat Tebing dengan alasan kesibukan barunya sebagai Pegawai Negeri di KEMENPORA. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali ke lintasan Panjat Tebing saat PON 2020 Papua.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #PON2020 #sportclimbing #wallclimbing

FPTI DKI Jakarta sedang giat dan terus fokus mempersiapkan atlet-atlet untuk PON 2020 Papua.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Akhir pekan kemarin tepatnya tanggal 16-17 Februari 2019 Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta, di Eiger Flagship Adenture Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Tujuan diadakannya kompetisi ini adalah sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi Panjat Tebing di Jakarta, mencari bibit-bibit pemanjat di Jakarta, melakukan regenerasi atlet, dan mencari atlet untuk dipromosikan mewakili tim DKI Jakarta Cabang Olahraga [Cabor] Panjat Tebing di Pekan Olahraga Nasional [PON] Papua 2020 serta berbagai kejuaraan lainnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam Kejuaraan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta ini diikuti oleh 120 peserta yang mempertandingkan kategori Lead dan Speed klasik, untuk kelas yang dipertandingkan terdiri dari Umur 18+ [usia 18 ke atas] dan usia -18 [usia dibawah 18 tahun ke bawah]. Sistem penilaian untuk kategori Lead adalah, peserta harus menyelesaikan jalur yang sudah ditetapkan oleh panitia penyelenggara dengan batas waktu yang telah ditentukan, sementara untuk kategori Speed Klasik peserta harus memanjat dinding dengan kecepatan maksimal, setelah sampai di atas mereka harus menekan tombol sebagai bukti bahwa mereka telah menyelesaikan perlombaan.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Dalam kesempatannya Ketua Umum FPTI DKI Jakarta Kurnia Bakti menyampaikan, “Kami tidak cukup kaget dengan jumlah peserta yang mencapai 120. Ini adalah salah satu bukti dampak positif dari suksesnya Indonesia meraih banyak medali di Asian Games 2018 khususnya pada cabor Panjat Tebing. Kita bisa melihat banyak sekali anak-anak putra dan putri yang sangat antusias mengikuti kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini.”

“Perkembangan olahraga Panjat Tebing di Jakarta sendiri sejatinya sudah cukup berkembang, banyak sekali anak muda yang mulai menggeluti dunia Panjat Tebing. Namun dengan adanya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini, kami ingin melihat keseriusan, minat, serta konsistensi mereka dalam berlatih dan mengikuti perlombaan. Fenomenanya adalah disaat usia dini mereka giat berlatih dan mengikuti perlombaan, namun di saat sudah beranjak dewasa mereka banyak mengenal pergaulan akhirnya mereka meninggalkan Panjat Tebing. Permasalahan itulah yang sedang kami atasi, salah satunya adalah melakukan pendekatan terhadap orang tuanya,” jelasnya.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Komentar positif juga terlontar dari Puji Lestari Atlet Tim Nasional peraih medali emas kategori group pada nomor lomba Speed World Record Relay Women dan peraih medali perak kategori individu pada nomor lomba Speed Women Individual pada Kejuaraan Asian Games 2018, “Di banding daerah, DKI Jakarta adalah salah satu provinsi yang cukup sedikit memiliki atlet Panjat Tebing. Namun dengan hadirnya kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 sangat bagus untuk regenerasi. Peminatnya pun cukup banyak dengan begitu membuktikan bahwa Panjat tebing di Jakarta sudah cukup berkembang, mungkin ini adalah dampak positif dari kesuksesan Asian Games 2018 khususnya di cabor Panjat Tebing.”

Saat ini Puji Lestari sedang fakum dari kegiatan Panjat Tebing dan tidak masuk dalam pelatnas SEA Games 2019 Manila. Kegiatan Puji Lestari saat ini adalah blusukan di berbagai wilayah DKI Jakarta untuk memantau adik-adik pemanjat berlatih dan berkompetisi, selain itu diirnya juga telah disibukan dengan pekerjaan barunya sebagai Pegawai Negeri di Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] sebagai Staff Ahli. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali saat PON 2020 Papua.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Sebagai atlet Panjat Tebing yang berprestasi Puji Lestari menyampaikan pesan kepada anak-anak muda untuk terus berlatih, kerja keras, jangan mudah menyerah, disiplin terhadap pola latihan, dan rutinlah mengikuti kejuaraan. Dengan itu semua maka impianmu untuk menjadi juara dunia akan tercapai.

120 Peserta Ramaikan Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

Berikut adalah hasil lengkap Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019:

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Akhir pekan kemarin FPTI DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Sejatinya selepas prestasi para para atlet Indonesia yang didapat dalam ajang Asian Games 2018, olahraga Panjat Tebing di Indonesia kian berkembang sangat pesat. Hal ini pun yang dirasakan oleh beberapa pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] termasuk wilayah DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Demi mendukung kemajuan olahraga Panjat Tebing khususnya di wilayah DKI Jakarta, Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing yang tersaji pada akhir pekan lalu tanggal 16-17 Februari 2019 di Eiger Flagship Store Radio Dalam. Selaku produsen alat-alat olahraga mendaki dan Panjat Tebing, Eiger berkomitmen tinggi terhadap pembinaan para atlet Panjat Tebing di Indonesia. Dukungan yang Eiger berikan adalah memenuhi kebutuhan para atlet Panjat Tebing saat berlaga di Asian Games 2018.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Pada tahun lalu Eiger telah menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan Pengurus Daerah FPTI Sumatera Selatan dan Jawa Timur dalam hal pembinaan dan penyediaan alat-alat latihan. Saat ini giiran Eiger mendukung penuh agenda yang dirancang oleh FPTI DKI Jakarta, dalam hal ini adalah kompetisi Sirkuit Panjat Tebing. Tujuan diadakannya event ini adalah sebagai bahan seleksi pemanjat, sebagai bentuk eksistensi FPTI DKI selaku induk organisasi olahraga Panjat Tebing di Jakarta, dan membina para pemanjat untuk tampil serta berprestasi diajang tingkat Nasional hingga International.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Dalam kesempatannya Hendra Suhendra selaku Marketing Communication Section Chief, PT Eiger MPI menyampaikan, “Potensi-potensi pemanjat DKI sangat besar, tentunya kerjasama yang ditandatangani pada tanggal 16 Februari 2019 di Eiger Flagship Adventure Store, Radio Dalam, Jakarta Selatan dapat menjadikan Eiger sebagai brand lokal yang sangat peduli terhadap pembinaan pemanjat local di seluruh Indonesia.”

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

“Kesepakatan nota kerja sama itu berisi dukungan penuh Eiger dalam penyelenggaraan tiga kali event Sirkuit Panjat Tebing FPTI DKI 2019 yang akan selalu digelar di Eiger Adventure Flagship Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.” tambah Hendra Suhendra. “Event Sirkuit Panjat Tebing yang digagas oleh FPTI DKI Jakarta dengan dukungan penuh oleh Eiger sangatlah tepat momentumnya. Karena setelah suksesnya atlet Panjat Tebing asal DKI Jakarta Aspar Jaelolo dan Puji Lestari di ajang Asian Games 2018 pasti akan munculnya pemanjat-pemanjat baru, dan ini sangat bagus untuk regenerasi,” dari Kurnia Bakti, Ketua Umum FPTI DKI Jakarta.

Eiger Dukung FPTI DKI Ciptakan Atlet Panjat Tebing Berkualitas

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Ihsan Rizaldi / FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #Eiger #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Eiger sepakat kerjasama dengan FPTI DKI Jakarta untuk mensukseskan acara Sirkuit Panjat Tebing 2019.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Demi menjaga eksistensinya Federasi Panjat Tebing Indonesia [FPTI] DKI Jakarta bekerja sama dengan EIGER akan menggelar kompetisi bertajuk Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta dengan kategori Lead Speed dan Speed Klasik. Telah dijadwalkan kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 16-17 Februari 2019 di Papan Panjat Eiger Store Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Tujuan digelar kompetisi Panjat Tebing ini adalah sebagai siklus regenerasi Panjat Tebing DKI Jakarta, menciptakan iklim kompetisi yang stabil di kalangan atlet Jakarta, membuka ruang kompetisi bagi para pelatih Panjat tebing di Jakarta, menentukan peringkat berjalan FPTI DKI Jakarta, bentuk sosialisasi ataupun promosi kepada masyarakat Jakarta terhadap olahraga Panjat Tebing, dan pastinya masih banyak tujuan positif lainnya.

Dalam kesempatannya Dian Tri Anggraeni selaku Humas FPTI DKI Jakarta mengatakan, “Target peserta untuk kompetisi Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019 ini adalah 40 hingga 50 peserta, dan bagi peserta yang ingin mengikuti kompetisi ini tidak dipungut biaya. Sejatinya perkembangan Panjat Tebing di Jakarta cukup menggembirakan akibat dampak dari atlet Indonesia yang sukses menyabet prestasi di ajang Asian Games 2018 lalu. Pada ajang multi-event tersebut atlet asal DKI Jakarta juga sukses mendapatkan medali, mereka adalah Aspar Jaelolo dan Puji Lestari. Maka sudah tidak dipungkiri lagi berkat kesuksesan mereka, banyak atlet baru yang bermunculan karena terinspirasi dari mereka.”

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : FPTI DKI Jakarta

 

#urban #extremeina #extremeinadotcom #extremesports #extremesportsindonesia #indonesia #climb #climbing #championship #FPTI #FPTIDKIJakarta #panjattebing #panjatdinding #sportclimbing #wallclimbing

Sirkuit Panjat Tebing DKI Jakarta 2019

READ MORE
<