eXtremeINA.com

Tag :WSSP 300

JAKARTA – eXtremeINA.com    Race 1 WSBK yang seharusnya tersaji pada Minggu [14/04] lalu, di Sirkuit Assen harus batal diselenggarakan akibat cuaca buruk. Sejatinya cuaca buruk ini telah berlangsung sejak Sabtu [13/04], yang dimana pebalap Indonesia Galang Hendra Pratama sukses meraih pole position di ajang World Supersport 300 [WSSP].

Penghargaan peraih pole position ini disambut oleh hujan butiran es atau hujan salju. Namun perayaan untuk suksesnya Galang Hendra Pratama saat meraih pengharaan tetap berlangsung dengan nikmat. Bisa dikatakan perjuangan pebalap asal Yogyakarta yang tergabung dalam tim Semakin di Depan Bibilon Motoxracing untuk mendapatkan pole position di Sirkuit Assen tidaklah mudah. Diirnya harus melawan pebalap top dari belahan dunia, dan harus pula melawan cuaca yang amat buruk.

Dengan cuaca yang begitu ekstrem tersebut, Galang Hendra Pratama tetap fokus dengan tekad yang kuat untuk menjadi yang terbaik. Efek cuaca buruk itu pun berlanjut saat Race 1 WSBK Belanda berlangsung. Sempat ditunda cukup lama dan akhirnya sempat dinyatakan balapan layak dimulai sampai seluruh pebalap sudah berada di starting grid. Namun nyatanya cuaca tidak kunjung bersahabat, hingga pada akhirnya Race Director mengeluarkan papan informasi balapan kembali ditunda.

Setelah Race Director membuat keputusan untuk menunda balapan, benar saja hujan butiran salju turun dengan derasnya. Salah satu pebalap Alvaro Bautista pun membuktikannya dengan megumpulkan butiran es atau salju hingga berbentuk bola salju. Keputusan final race dari race direction race 1 WSBK Belanda pun dibatalkan.

Suksesnya Galang Hendra Pratama meraih pole position di WSSP 300 Assen, Belanda sekaligus membuktikan bahwa pebalap Indonesia mampu meraih kejayaan di ajang balap bergengsi yang ada di Eropa. Semoga pada race selanjutnya Galang Hendra Pratama kembali sukses menorehkan prestasi untuk terus membawa nama harum dunia otomotif Indonesia di kancah Internasional.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Edited by      : Ihsan Rizaldi Raz

Akibat cuaca yang tak bersahabat, maka Race Director menyatakan Race 1 WSBK Assen dibatalkan.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap satu-satunya Indonesia yang berlaga di ajang World Supersport 300 [WSSP], Galang Hendra Pratama sukses menjadi yang terdepan dalam lanjutan balap tersebut yang tersaji di Sirkuit Assen, Belanda pada akhir pekan [13/04] lalu. Pebalap asal Yogyakarta ini sukses menorehkan catatan waktu 1 menit 51,475 detik. Posisi kedua diraih Gonzales dari Kawasaki ParkiGO dengan selisih waktu 0,336 detik. Sayangnya catatan waktu Galang belum mengungguli rekor superpole tahun lalu yang dicetak Perez dengan 1 menit 50,165 detik.

Sementara untuk posisi ketiga diraih Perez yang mengendarai Kawasaki Ninja 400 dengan selisih 0,404 detik dan De Cancellis yang menggunakan Yamaha dengan selisih 0,430 detik. Adapun Juara Dunia tahun lalu, Ana Carrasco menempati posisi ke-8 dengan catatan waktu 0,764 detik. Sejatinya catatan waktu yang diraih Galang Hendra Pratama cukup baik dibanding dengan sesi sebelumnya. Pada sesi latihan bebas pertama, pebalap Semakin Di Depan MotoXracing ini mencatatkan waktu 1 menit 53,542 yang menempatkannya pada posisi 13. Selanjutnya pada sesi latihan bebas kedua, Galang mencatatkan waktu 1 menit 52,189 detik dengan posisi ke-8.

Dalam lanjutan seri WSSP 300 di Assen, Galang Hendra Pratama tidak hanya menaklukkan pebalap-pebalap top dari belahan dunia saja, namun dirinya juga sukses mengalahkan suhu udara yang dingin, yang dimana suhu dingin seperti ini membuat para pebalap sulit untuk mendapatkan ritme balapnya. Bersamaan adanya angin kencang menambah tantangan tersendiri, dengan begitu membuat pebalap cukup kesulitan untuk mengerahkan penampilan terbaiknya.

Hasil Superpole Grup A

  1. GALANG HENDRA PRATAMA 1 menit 51.475
  2. GONZALEZ +0.336
  3. PEREZ +0.404
  4. DE CANCELLIS +0.430
  5. BONOLI +0.628
  6. KALININ +0.646
  7. JAHNIG +0.666
  8. CARRASCO +0.764
  9. CHOTMAN +0.986
  10. IOZZO +1.215

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Galang Hendra Pratama sukses menjadi yang terdepan dalam lanjutan balap di Sirkuit Assen, Belanda.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Akibat peserta yang sangat banyak di musim 2019, ajang balap WSSP 300 dibagi menjadi dua grup, yaitu grup A dan Grup B. Untuk menentukan hasilnya akan dikombinasikan sesuai dengan lap time, dengan begitu penentuan posisi starting grid saat balapan akan diketahui. Galang Hendra Pratama yang menggunakan motor Yamaha R3 yang berada di grup A. Pebalap Indonesia ini kalah lap time dengan pebalap tuan rumah Manuel Gonzalez dengan catatan waktu 2 menit 07,491 detik. Melengkapi baris depan adalah Hugo De Cancellis, yang mengungguli Marc Luna Bayen dan Andy Verdoia. Sedangkan hasil buruk dipetik Carrasco yang tercecer dan hanya menempati posisi ke-13.

Galang Hendra Pratama yang menggunakan motor Yamaha R3 yang berada di grup A. Pebalap Indonesia ini kalah lap time dengan pebalap tuan rumah Manuel Gonzalez dengan catatan waktu 2 menit 07,491 detik.

Sebanyak 52 pebalap yang ikut serta dalam kualifikasi, akan diambil sebanyak 30 pebalap untuk menempati starting grid saat race day berlangsung pada akhir pekan lalu dan sisanya akan bertarung pada last chance race untuk diambil 6 pebalap terbaik. Dengan begitu akan ada total 36 pebalap yang siap berkompetisi.

Galang Hendra Pratama yang menggunakan motor Yamaha R3 yang berada di grup A. Pebalap Indonesia ini kalah lap time dengan pebalap tuan rumah Manuel Gonzalez dengan catatan waktu 2 menit 07,491 detik.

Sejatinya ini bukanlah kali pertama Galang Hendra Pratama tampil di ajang WSSP 300, penampilan pertamanya terjadi di tahun 2017, yang kala itu saat usianya masih menginjak 19 tahun dirinya mendapatkan wild card dan sukses menjadi yang terdepan di Sirkuit Jerez, Spanyol. Selanjutnya di tahun 2018 Galang Hendra Pratama diberikan kepercayaan untuk balap satu musim penuh pada semua serinya, dan podium pertama yang berhasil digapainya terjadi di Sirkuit Brno, Republik Ceko dan mengakhiri gelaran WSSP 300 2018 diperingkat ke-10 dengan total 53 poin.

Galang Hendra Pratama yang menggunakan motor Yamaha R3 yang berada di grup A. Pebalap Indonesia ini kalah lap time dengan pebalap tuan rumah Manuel Gonzalez dengan catatan waktu 2 menit 07,491 detik.

Walaupun mempunyai pengalaman di ajang balap WSSP 300, Galang Hendra Pratama menilai di musim 2019 akan menjadi tahun yang sulit. Selain itu tidak adanya seri di Republik Ceko pada tahun ini akan membuat dirinya merasa tertantang. Namun Galang Hendra Pratama bisa sedikit optimistis karena Sirkuit Jerez yang menjadi tempatnya juara pada musim 2017 kembali hadir pada musim ini. Dalam WSSP300 musim ini, Galang Hendra akan tampil dalam sembilan seri. Kejuaran balap motor yang musim lalu digelar delapan seri di Eropa itu kali ini memang menambah satu seri di Losail Qatar.

Berikut hasil kombinasi Superpole WSSP300 Aragon 2019:

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Menempati posisi ke-2 pada babak kualifikasi, Galang Hendra akan menunjukkan performa baik di sirkuit Aragon.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap Indonesia Galang Hendra Pratama telah melakukan tes pribadinya bersama dengan rekan setimnya Yamaha Moto X Racing di Sirkuit Aragon, Spanyol. Tes yang dilakukan pebalap asal Bantul, Yogyakarta bersama timnya ini dilakukan untuk persiapan terakhirnya jelang seri perdana World Supersport 300 [WSSP] yang akan tersaji pada tanggal 7 April 2019.

Sejatinya pada tes pre-musim sebelumnya, Galang Hendra Pratama sempat bingung terkait dengan setingan setup suspense depan dari motor Yamaha R3 yang saat ini menggunakan upside down, dengan begitu dirinya butuh waktu yang cukup lama untuk menentukan settingan yang tepat agar motor yang dikendarainya dapat bermanuver dengan lebih rendah sesuai yang diinginkannya.

Setelah mengetes suspense, Galang Hendra Pratama mencoba beberapa perbandingan rasio gear yang tepat untuk settingan motor di Sirkuit Aragon, Spanyol. Dengan karakter Sirkuit yang memiliki banyak tikungan cepat serta trek lurus yang cukup panjang, maka motor harus disiapkan dengan sangat terperinci, selain itu balapan juga akan sering menggunaan RPM yang tinggi.

Jika Fairing New Yamaha R3 ditambah kecepatan karena factor aerodinamika, maka bukan tidak mungkin Galang Hendra akan memiliki potensi untuk meraih juara di Seri perdana WSSP 300 yang tersaji di Sirkuit Aragon, Spanyol. Tahun 2019 ini bukanlah kali pertama Galang Hendra Pratama tampil di ajang WSSP 300, penampilan pertamanya terjadi di tahun 2017, yang kala itu saat usianya masih menginjak 19 tahun dirinya mendapatkan wild card dan sukses menjadi yang terdepan di Sirkuit Jerez, Spanyol. Selanjutnya di tahun 2018 Galang Hendra Pratama diberikan kepercayaan untuk balap satu musim penuh pada semua serinya, dan podium pertama yang berhasil digapainya terjadi di Sirkuit Brno, Republik Ceko dan mengakhiri gelaran WSSP 300 2018 diperingkat ke-10 dengan total 53 poin.

Persiapan Galang Hendra Pratama untuk menyambut musim baru WSSP 300 sudah dilakukannya sejak bulan Maret tanggal 12 yang lalu. Pada tanggal tersebut dirinya melakukan tes di Sirkuit Misano, Italia. Walaupun mempunyai pengalaman di ajang balap WSSP 300, Galang Hendra Pratama menilai di musim 2019 akan menjadi tahun yang sulit.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Semakin dekat dengan ajang baru, Galang Hendra kian terus persiapkan diri.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Galang Hendra Pratama yang tergabung dalam Yamaha Moto X Racing dipastikan menjadi satu-satunya pebalap Indonesia yang akan berlaga di ajang World Supersport [WSSP] 300 musim 2019. Masuk di tahun ketiganya ajang balap WSSP 300 2019 akan diramaikan sekitar 50 pebalap yang datang dari lima benua di 15 negara berbeda.

Sejatinya ini bukanlah kali pertama Galang Hendra Pratama tampil di ajang WSSP 300, penampilan pertamanya terjadi di tahun 2017, yang kala itu saat usianya masih menginjak 19 tahun dirinya mendapatkan wild card dan sukses menjadi yang terdepan di Sirkuit Jerez, Spanyol. Selanjutnya di tahun 2018 Galang Hendra Pratama diberikan kepercayaan untuk balap satu musim penuh pada semua serinya, dan podium pertama yang berhasil digapainya terjadi di Sirkuit Brno, Republik Ceko dan mengakhiri gelaran WSSP 300 2018 diperingkat ke-10 dengan total 53 poin.

Jelang dimulainya seri perdana WSSP 300 2019 di Sirkuit Aragon, Spanyol pada tanggal 5-7 April mendatang, Galang Hendra Pratama sengaja melakukan persiapannya lebih awal. Pada tanggal 12 Maret 2019 yang lalu pebalap asal Yogyakarta ini menjalani serangkain tes di Sirkuit Misano, Italia. Walaupun mempunyai pengalaman di ajang balap WSSP 300, Galang Hendra Pratama menilai di musim 2019 akan menjadi tahun yang sulit. Selain itu tidak adanya seri di Republik Ceko pada tahun ini akan membuat dirinya merasa tertantang.

Namun Galang Hendra Pratama bisa sedikit optimistis karena Sirkuit Jerez yang menjadi tempatnya juara pada musim 2017 kembali hadir pada musim ini. Dalam WSSP300 musim ini, Galang Hendra akan tampil dalam sembilan seri. Kejuaran balap motor yang musim lalu digelar delapan seri di Eropa itu kali ini memang menambah satu seri di Losail Qatar.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Galang Hendra menjadi pebalap tunggal wakil Indonesia di ajang WSSP 300 musim 2019.

READ MORE

Misano, ITALIA – eXtremeINA.com    Penampilan pebalap Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro menghadapi ujian berat di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Italia pada putaran ke-6 ajang World Supersport 300 [WSSP300], akhir pekan kemarin [08/07].

Ujian-Berat-Bagi-Ali-Adriansyah,-Kecewa-Namun-Tetap-Optimis_news-(2)

Kesulitan yang dialami pebalap bernomor 12 itu sudah di mulai sejak sesi latihan bebas di hari Jumat [06/07]. Ketika itu settingan sepeda motornya terasa kurang nyaman. Yamaha YZF-R3 yang menjadi tunggangan Ali Adriansyah belum mendapat set-up maksimal seusai kecelakaan parah yang dialami pada balapan sebelumnya di Sirkuit Brno, Ceko. Sepeda motor itu baru dicoba kembali oleh Ali Adriansyah setelah menjalani pemulihan di Jakarta selama hampir satu bulan.

Kerja keras mekanik tim untuk mengubah set-up di sesi latihan bebas pertama sudah mendekati harapan. Di akhir sesi itu Ali Adriansyah mampu mencatat waktu 1 menit 53,238 detik serta membukukan kecepatan tertinggi 176,2km/jam. Top speed di sesi Free Practice 1 itu dipegang oleh Borja Sanchez yang menunggang Kawasaki 400 dengan 182,7km/j.

Hasil tersebut memberi petunjuk positif kepada tim sekaligus dapat memaksimalkan set-up agar sepeda motor lebih nyaman dikendalikan. Namun hujan turun di sesi latihan bebas kedua. Kondisi itu membuat tim memutuskan untuk tidak masuk ke lintasan. Tentu saja membuat tim tidak mendapat hasil atas optimalisasi set-up yang sudah dilakukan sebelumnya.

Ujian-Berat-Bagi-Ali-Adriansyah,-Kecewa-Namun-Tetap-Optimis_news-(1)

Free practice 1 saya masih set-up dengan motor karena saya merasa kurang nyaman. Di FP 2 kita enggak keluar karena hujan, ” ucap Ali Adriansyah.

Keesokan harinya, di sesi Superpole 1 cuaca kembali cerah. Optimisme menyelimuti tim juga Ali Adriansyah. Apalagi pebalap di bawah naungan Pertamina Enduro Racing Team itu mampu membukukan waktu tercepat di sektor 1, juga personal best time di sektor 2. Dan itu terjadi di awal Superpole. Sayang, di sektor tiga lap ketiga, Ali Adrian ditabrak pebalap lain hingga keluar lintasan dan tak dapat melanjutkan sesi kualifikasi.

“Di Superpole 1 saya sudah mendapatkan waktu tercepat pada sektor 1 dan personal best di sektor 2 tetapi di sektor 3 saya ditabrak dan tidak bisa melanjutkan balap,” papar Ali Adriansyah.

Meski tidak dapat menjalani Superpole secara penuh catatan waktu Ali Adriansyah di SP1 masih mampu membuatnya menduduki start ke 23 dari 40 pebalap. Meski posisi start kurang menguntungkan, optimisme Ali Adriansyah tetap tinggi.

Di hari balapan itu, cuaca di Sirkuit Misano terbilang panas. Temperatur udara mencapai 30 derajat Celcius sementara suhu trek di kisaran 47 derajat. Dengan kondisi demikian sudah diperkirakan balapan akan berlangsung berat, baik bagi pebalap maupun tunggangan mereka.

Start dilakukan dengan mulus oleh Ali Adriansyah. Di akhir lap pertama ia sudah naik dua posisi. Pada lap berikutnya, ia kembali naik dua posisi. Ali Adriansyah semakin termotivasi untuk bertarung lebih keras. Di lap keempat ia sudah berada di posisi 16 atau naik 7 posisi dari saat start. Setting-an sepeda motornya benar-benar sudah seperti yang ia inginkan, dan itu membuatnya terus menyerang ke depan, bersaing dengan penunggang Kawasaki dan KTM yang bertenaga lebih besar. Di lap ke-6 ia bahkan mampu naik satu posisi lagi ke posisi 15, sebuah posisi penting karena akan membuahkan poin di kejuaraan. Posisi itu terus ia pertahankan hingga lap 8.

Ujian-Berat-Bagi-Ali-Adriansyah,-Kecewa-Namun-Tetap-Optimis_news-(3)

Usaha keras Ali Adriansyah rupanya menguras kemampuan sepeda motor, terutama bannya. Di tikungan 3 pada lap 9, ban depannya kehilangan traksi. Sebuah keadaan yang sangat berbahaya apalagi terjadi di saat menikung. Alhasil sepeda motornya tergelincir. Dalam kondisi itu Ali Adriansyah tidak dapat berbuat banyak. Ia dan sepeda motornya akhirnya terjatuh hingga keluar lintasan. Sepeda motornya mati, Ali Adriansyah tak dapat melanjutkan lomba. Itulah puncak ujian baginya di Sirkuit Misano.

Hasil tidak menguntungkan memang harus diterima Ali Adriansyah Rusmiputro. Usaha keras memperbaiki keadaan sudah maksimal dilakukan sepanjang lomba meski tidak berujung manis. Kendati demikian Ali Adriansyah tidak ingin rasa kecewanya membuat ia kehilangan semangat. Menurutnya ia akan tetap optimis dalam menghadapi balapan berikutnya di Sirkuit Aragon.

“Tetap fokus dan terus positif untuk race selanjutnya di Aragon,” ucap Ali Adriansyah.

Selepas balapan di Misano, Ali Adriansyah Rusmiputro bakal tampil di ajang CEV Supersport 300 pada 13-15 Juli ini. Kejuaraan yang berlangsung sebanyak 6 putaran itu memang masuk dalam jadwal kejuaraan yang diikuti Ali Adriansyah di 2018. Hanya saja ia tidak turun di semua putaran karena ada jadwal yang bentrok dengan WSSP 300, kejuaraan yang menjadi fokus utama Ali Adriansyah.

Text & Photos          : karyaKU / Yamaha MS Racing Team

Ali Adriansyah Rusmiputro menghadapi ujian berat di Misano.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com      Sukses menjadi yang terdepan dalam sesi latihan hingga babak kualifikasi saat lanjutan seri ke-6 World Supersport [WSSP] 300, di Sirkuit Misano, Italia pada akhir pekan kemarin pebalap Indonesia Galang Hendra Pratama tidak mampu tampil konsisten saat race berlangsung.

Galang-Hendra-Finish-ke-7-di-Misano_news-(3)

Pebalap muda Indonesia yang bergabung dalam Biblion Yamaha MotoRacing ini harus puas finish di urutan ke-7. Sejatinya dalam balapan ini kans untuk Galang Hendra menjadi juara cukup besar, mengingat hasil sesi latihan dan babak kualifikasi yang diraihnya selalu menjadi yang terbaik.

Galang-Hendra-Finish-ke-7-di-Misano_news-(1)

Namun apa daya Galang harus puas finish ke-7. Peringkat pertama sukses diraih oleh M. Bastianelli dari Prodina Icros Team dengan torehan waktu 1 menit 51.478 detik. Ini merupakan kemenangan perdana bagi dirinya di ajang WSSP 300 musim 2018. Menyusul di podium kedua adalah M. Perez, pebalap Kawasaki Parkingo Team yang juga geber Ninja 400. Pebalap asal Spanyol ini tertinggal 0.036 dari Bastianelli. Sedangkan menyusul di podium ketiga adalah M. Gonzales, pebalap Pertamina Almeria BCD Junior Team by MS Racing.

Berikut adalah hasil lengkapnya:

Galang-Hendra-Finish-ke-7-di-Misano_news-(2)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Pada ajang balap WSSP 300 di Misano, Galang Hendra berhasil finish peringkat ke-7.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Setelah rehat selama satu bulan, gelaran World Supersport 300 [WSSP 300] kembali bergulir akhir pekan ini, 6-8 Juli 2018. Pada putaran ke-6 ini para pebalap muda akan menghadapi tantangan Misano World Cicuit Marco Simoncelli, Italia.

Kembali-Pulih,-Ali-Adrian-Siap-Berlaga-di-Misano_news-(1)

Sirkuit Misano merupakan salah satu sirkuit yang terbilang ‘angker’ di dunia balap motor. Beberapa kecelakaan parah terjadi di Misano, bahkan hingga merenggut nyawa. Pebalap legenda Wayne Rainey harus mengakhiri karirnya di sirkuit ini akibat kecelakaan pada tahun 1993. Ketika itu Rainey tengah bertarung dengan Kevin Schwantz memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 1993 yang kala itu masih bernama GP500.

Keangkeran Sirkuit Misano tak lain karena karakter sirkuit ini yang cepat dan teknikal. Meski sempat mengalami perombakan, karakter menantang sirkuit yang pertama kali  digunakan pada 1972 itu tak pernah hilang. Di sirkuit inilah para pebalap dapat menikmati kecepatan tinggi namun dituntut untuk mengeluarkan semua kemampuan mereka dalam menunggang sepeda motor. Di sirkuit ini pebalap jangan terlena dengan kecepatan. Sebab, salah sedikit saja akan menyebakan kecelakaan yang fatal.

Tantangan Sirkuit Misano pernah juga dirasakan Ali Adriansyah Rusmiputro setahun silam di ajang yang sama yaitu WSSP 300. Ketika itu Ali Adrian memperlihatkan kemampuannya bersaing dengan pebalap-pebalap Eropa yang terkenal agresif.  Meski start 22, ia melesat ke posisi 7 pada 3 lap sebelum finish. Sayangnya, agresivitas Adrian di balapan tersebut membuat ban depan sepeda motornya kehilangan grip lebih cepat.  Kondisi ban yang sudah tidak optimum menggigit lintasan itu membuat ia low slidealias terjatuh. Adrian mampu bangkit dan kembali ke lintasan, namun sepeda motornya sudah kehilangan taji untuk bertarung. Akhirnya, meski sempat masuk pit untuk memperbaiki kerusakan, Ali Adrian harus mundur dari lomba.

Kembali-Pulih,-Ali-Adrian-Siap-Berlaga-di-Misano_news-(3)

Pada balapan kali ini tekad rider Yamaha MS Racing Team itu tetap membara untuk memberi yang terbaik. Ali Adrian juga mengaku telah pulih dari cedera akibat kecelakaan yang ia alami pada balapan sebelumnya di Brno.

Dalam kecelakaan itu Ali Adriansyah sempat tak sadarkan diri akibat mendapat benturan keras di dada dan lehernya. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit di Brno, namun diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan lebih lanjut di Jakarta.

“Alhamdulillah saya ditangani secara baik dan intense dengan beberapa terapi. Saya merasa baik.” Di sela-sela pemulihan, Ali Adrian juga tetap berlatih dengan sepeda motornya. “Saya melakukan latihan motor yang berbeda mencoba beberapa teori dan Insya Allah berjalan lancar,” ucapnya.

Sepanjang masa pemulihannya itu, Ali Adriansyah berada di tanah air dan sekaligus berkumpul bersama keluarga untuk merayakan Idul Fitri. Bagi pebalap di bawah naungan manajemen Mahkota Rusmindo International tersebut, berada dekat dengan keluarga menjadi penambah semangat tersendiri dan membuatnya tetap termotivasi.

“Selalu spesial bisa lebaran dan liburan bersama keluarga besar,” ucap Ali Adriansyah.

Pebalap penunggang motor Yamaha YZF-R3  bernomor 12 itu mengaku senang dapat kembali ke lintasan terutama beraksi di Misano World Circuit Marco Simoncelli.

“Somoncelli itu figur yang luar biasa sebagai pebalap motor. Meski belum pernah bertemu secara pribadi, saya cukup senang bisa balap di sirkuitnya,” pungkas Ali Adriansyah.

Balapan WSSP 300 putaran ke-6 ini akan berlangsung di hari Minggu pada pukul 14.20 waktu setempat atau 19.20 WIB.  Sebelum balapan didahului sesi latihan bebas pada hari Jumat dan sesi kualifikasi Superpole pada hari Sabtu.

Kembali-Pulih,-Ali-Adrian-Siap-Berlaga-di-Misano_news-(2)

Text & Photos          : karyaKU / Yamaha MS Racing Team

Pulih dari Cedera, Ali Adriansyah Rusmiputro siap menghadapi balapan di Sirkuit Misano.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com       Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pemuda dan Olahraga [Menpora] Imam Nahrawi memberikan ucapan selamat, dukungan, dan juga apresiasinya atas prestasi yang ditorehkan Galang Hendra pebalap dari tim Yamaha Indonesia atas di kejuaraan World Supersport 300cc di Sirkuit Brno, Rep Ceko beberapa waktu yang lalu.

Menpora Berikan Apresiasi Kepada Galang Hendra_news (1)

Pada seri WSSP 300 Ceko musim 2018 tersebut Galang Hendra secara mengejutkan tampil dominan sepanjang balapan hingga pada akhirnya sukses mengunci gelar juara. Pada kesempatannya Menpora Imam Nahrawi mengatakan, “Selamat atas suksesnya Galang Hendra menjadi juara dalam kejuaraan WSSP 300 di Sirkuit Brno pada beberapa waktu yang lalu. Semoga kedepannya akan terus mendulang prestasi demi kejayaan dunia balap di Tanah Air. Insya Allah bisa menggantikan Valentino Rossi dimasa yang akan datang.”

Ungkapan juga dilontarkan oleh Galang Hendra, “Kemenangan di Sirkuit Brno adalah hal yang sangat mengesankan sekaligus mengejutkan bagi saya. Usai menjadi juara saya pun tidak percaya mampu mengalahkan pebalap – lebalap lain yang notabennya lebih diunggulkan. Balapan selanjutnya akan terjadi di Misano, saya berjanji untuk kembali melakukan hal yang terbaik.”

Menpora Berikan Apresiasi Kepada Galang Hendra_news (3)

Saat ditanya apa yang menjadi harapan terbesar Galang Hendra saat bertemu dengan Menpora, dirinya berharap Pemerintah mampu menyiapkan sarana dan prasarana dengan skala International untuk pebalap-pebalap muda Indonesia berlatih. Jika memiliki sirkuit berstandar internasional maka Indonesia dipastikan akan mampu menggelar kejuaraan MotoGP, dan disitulah para pebalap Tanah Air mampu belajar banyak. Sejatinya pebalap Indonesia mampu bersaing di kejuaraan dunia, namun tidak adanya sirkuit berkualitas terbaik menjadi permasalahan yang berarti.

Menanggapi permintaan Galang Hendra, Menpora menjelaskan bahwa Indonesia sejatinya menyiapkan Sirkuit baru yang ada dikawasan Nusa Tenggara Barat [NTB] dan Sumatera Selatan. Dengan harapan sirkuit ini mampu mendorong kejuaraan MotoGP bisa digelar di Indonesia pada tahun 2018. Faktanya adalah Pemerintah memiliki prioritas yang sangat besar, yaitu membutuhkan dana besar untuk kebutuhan sarana dan prasarana untuk menunjang kesuksesan Asian Games 2018. Namun Indonesia masih memiliki harapan besar untuk menggelar ajang MotoGP di Indonesia pada tahun 2019 mendatang.

Menpora Berikan Apresiasi Kepada Galang Hendra_news (2)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Yamaha Indonesia / Berbagai Sumber

Imam Nahrawi memberikan ucapan selamat, dukungan, dan apresiasinya atas prestasi yang ditorehkan Galang Hendra.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pebalap Indonesia Galang Hendra tampil luar biasa dalam lanjutan seri World Supersport [WSSP] 300 pada Minggu [10/06] lalu di Sirkuit Brno. Pada seri tersebut Galang sukses mengunci gelar juara dimusim 2018 ini.

Usai Juara di Brno, Galang Hendra Dapat Pujian dari Rossi_news (4)

Hasil yang diraih Galang Hendra seketika mengejutkan publik Eropa pasalnya di musim lalu pebalap muda Indonesia ini hanya mampu menempati peringkat ke-14 kelasemen. Penampilan Galang dikancah balap WSSP 300 rupanya diperhatikan oleh sang guru bernama Valentimo Rossi.

Usai Juara di Brno, Galang Hendra Dapat Pujian dari Rossi_news (2)

Pada kesempatannya Rossi menyatakan, “Saya tidak terlalu terkejut dengan hasil yang diraih oleh Galang Hendra. Saya sangat bangga dan bahagia atas kemenangannya di Brno, dan cukup senang bisa bertemu Galang saat di Yamaha Master Camp. Pada saat itu kami berlatih bersama di Motor Ranch VR46 dan Misano.”

Usai Juara di Brno, Galang Hendra Dapat Pujian dari Rossi_news (3)

“Masih teringat jelas pada banyak orang mendatangi saya dan mengatakan bahwa Galang sangat cepat dan benar dia tunjukan saat balapan terakhir,” tambahnya. Pebalap asal Italia ini mengaku mengikuti jalannya balapan WSSP 300 di Sirkuit Brno, dan dirinya beranggapan Galang mampu mendominasi jalannya balapan.

Usai Juara di Brno, Galang Hendra Dapat Pujian dari Rossi_news (1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Galang Hendra berhasil menjadi Juara Utama di WSSP 300 Seri 5.

READ MORE
<