eXtremeINA.com

eXtremeINA.com    Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang cukup besar di dunia, oleh sebab itu Nusantara ini memiliki banyak sekali spot surfing di seluruh penjuru pantai dari Sabang hingga Merauke. Keunikan lain yang dimiliki spot-spot surfing yang ada di Indonesia adalah dapat dinikmati di sepanjang tahun, dan fenomena ini pun telah diakui oleh dunia.

Mentawai Miliki Dua Spot Surfing Terbaik Dunia_feature (2)

Dari sekian banyak spot surfing yang ada di Nusantara ini, terdapat dua spot surfing terbaik dunia dan lokasi berada di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Spot surfing bernama Lances Right dan Macaronies ini masuk dalam sepuluh spot surfing terbaik dunia. Hal ini pun turut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mentawai, pada saat itu.

Mentawai Miliki Dua Spot Surfing Terbaik Dunia_feature (3)

Walaupun memiliki dua spot terbaik dunia, namun sejatinya Mentawai memiliki 71 titik spot untuk bermain surfing, yang diantaranya 49 titik masuk kategori eksklusif. Di Kepulauwan Mentawai, olahraga surfing menjadi sumber pemasukan bagi warga lokal dan Pemerintah Daerah [Pemda] itu sendiri, pasalnya banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Kepualauan Mentawai adalah untuk bermain surfing.

Mentawai Miliki Dua Spot Surfing Terbaik Dunia_feature (1)

Spot surfing terbaik dunia yang ada di Kepulauan Mentawai ini hanyalah dua dari sekian banyak spot surfing yang ada di Indonesia. Dipercaya masih banyak sekali spot surfing di Indonesia yang sangat bagus untuk bermain surfing yang belum diketahui oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun seiring berkembangnya waktu dan olahraga surfing mulai digemari oleh masyarakat Indonesia di seluruh penjuru Tanah Air, maka akan sangat mudah ditemui spot-spot terbaru yang dapat dijadikan lokasi bermain surfing.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Mentawai Miliki Dua Spot Surfing Terbaik Dunia

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pameran Deep and Extreme Indonesia [DXI] 2019 yang dinobatkan sebagai pameran alat-alat selam, olahraga extreme, dan juga outdoor terbesar di Asia telah usai terselenggara pada akhir pekan kemarin tepatnya di tanggal 4-7 April 2019 di Hall B, Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat. Sejatinya pameran DXI ini sudah memasuki tahun ke-13 nya, dan pihak penyelenggara dengan amat konsisten selalu menggelar disetiap tahunnya.

Bisa dikatakan pameran DXI ini menjadi salah satu bukti bahwa olahraga outdoor cukup berkembang pesat di Indonesia. Beberapa bukti yang menjadi penguatnya adalah, di tiap tahun penyelenggaraan DXI tenant-nya selalu bertambah serta banyak pengunjung yang hadir dalam pameran DXI 2019. Pada tahun 2019 ini, ajang DXI menghadirkan lebih dari 100 tenant dari dalam maupun luar negeri.

Pameran DXI ini selalu dinantikan oleh para pecintanya, karena dalam pameran ini dihadirkan banyak sekali perlengkapan outdoor baik di laut maupun di darat dengan diskon yang menarik perhatian, hadirnya seminar atau talk show dari narasumber yang kompeten pada bidangnya, serta sharing session dengan tokoh atau legenda olahraga outdoor yang sudah berpengalaman.

Selain itu dalam acara DXI 2019 ini, kalian juga dapat mencari destinasi wisata dengan paket-paket termurah yang ada diseluruh penjuru Tanah Air. Untuk destinasi wisata sendiri langsung dipromosikan oleh dinas-dinas pariwisata di Indonesia terutama yang memiliki obyek wisata bahari dan petualangan, penyedia peralatan diving, organisasi sertifikasi, institusi konservasi, taman nasional, jasa travel, hotel dan resort, sampai jasa perjalanan menggunakan kapal atau liveaboard services yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Saat pembukaan DXI 2019 pada tanggal 4 April 2019, hadir Dharmawan Sutanto selaku CEO DXI, perwakilan Kementerian Pariwisata Ratna Suranti, Ketua WASI Tri Karnavian, hingga Ali Mochtar Ngabalin yang merupakan sebagai Tenaga Ahli di Kantor Kepala Staf Kepresidenan. Dalam kesempatannya Dharmawan mengatakan, “Tahun ini memang Deep and Extreme Indonesia menjelma atau berubah menjadi DXI yaitu suatu pameran dalam festival olah raga petualang Indonesia. Kemudian bagaikan kepompong yang bermetamorfosa menjadi kupu-kupu, kami juga melakukan berbagai perubahan. Di mulai dari perubahan logo yang menjadi landasan kami untuk semangat yang baru, untuk menghadirkan ide baru dan program unggulan pada tahun ini.”

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Dengan terselenggarakan DXI 2019, masyarakat menjadi tahu bahwa wisata outdoor di Indonesia telah berkembang pesat.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pameran Deep and Extreme Indonesia [DXI] 2019 telah sukses diselenggarakan pada tanggal 4 hingga 7 April, dan dalam pembukaan di hari pertamanya yang jatuh pada hari Kamis [04/04], pameran DXI yang ke-13 di tahun 2019 ini, Pemerintah melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga [KEMENPORA] yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif Jonni Mardizal bersama dengan Plt. Asdep Bidang Olahraga Prestasi Ahmad Arsani menghadiri pembukaan pameran Deep and Extreme 2019 yang tersaji di Hall B Jakarta Convention Centre [JCC].

Sejatinya Pemerintah sangat mendukung penuh kegiatan DXI yang notabennya satu-satunya pameran bertaraf International yang menghadirkan konten penyelaman, kelautan, dan ekowisata di Indonesia. Sejak pertama digelar pada tahu 2007, DXI terus berkembang pesat hingga saat ini menjadi pameran menyelam terbesar di Asia. Pada tahun 2019, DXI mengusung tema Membangun Indonesia yang Bersih, Aman, dan Nyaman untuk Berwisata.

Pemerintah sangat mendukung penuh kegiatan Deep and Extreme yang notabennya satu-satunya pameran bertaraf International yang menghadirkan konten penyelaman, kelautan, dan ekowisata di Indonesia

Dalam kesempatannya Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang diwakili oleh Jonni Mardizal mengatakan, “Menteri Pemuda dan Olahraga Bp. Imam Nahrawi sangat mendukung kegiatan DXI 2019 ini, dan berharap cabang olahraga yang ada di dalam DXI, serta olahraga kelautan dan bahari dapat dikembangkan dengan baik. Menyelam merupakan salah satu cabang olahraga yang memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu. olahraga selam kita akan tahu kekayaan alam di bawah laut kita. Maka diharapkan agar para pelaku selalu memperhatikan persayaratan dan aturan yang telah ditetapkan, sehingga dapat menjamin keselamatan dan keamananan dalam berolahraga.”

Komentar lain juga datang dari Ali Mochtar Ngabalin selaku Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia [POSSI] DKI Jakarta,” Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada teman-teman dari Kemenpora yang telah dan terus memberikan support, juga dari Kemenpar yang juga dukung DXI dan komunitas pecinta olahraga selam, baik yang di Jakarta maupun daerah lain. Presiden memberikan penekanan luar biasa karena DXI merupakan bagian dari konservasi laut. Lebih dari 3 persen dari anggaran Kemaritiman sengaja dialokasikan dalam rangka konservasi dan wisata bahari”.

Pada tahun ini, pameran DXI 2019 diikuti oleh lebih dari 100 tenant dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar peserta adalah peserta yang telah berpartisipasi di pameran ini sejak kali pertama digelar. Profil peserta antara lain destinasi pariwisata seperti dinas-dinas pariwisata di Indonesia terutama yang memiliki obyek wisata bahari dan wisata adventure, penyedia peralatan selam dan kegiatan outdoor, organisasi sertifikasi, institusi konservasi, taman nasional, jasa travel, hotel dan resort, sampai jasa perjalanan menggunakan kapal atau live aboard services yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Salah satu aktivitas lain yang akan dinantikan oleh para pengunjung adalah, aktivitas seminar nasional. Dalam seminar ini seluruh pengunjung dapat belajar banyak tentang alam yang ada di Indonesia, tentang tokoh atau inspirasi hidup, dan belajar banyak tentang olahraga petualang.

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Deep and Extreme Indonesia [DXI] 2019 telah sukses diselenggarakan pada tanggal 4 hingga 7 April.

READ MORE

eXtremeINA.com              Jika bermain olahraga air semacam arung jeram [rafting] untuk menaklukkan sungai dengan jeram dan bebatuan besar sudah biasa, maka cobalah Water Tubing. Dengan olahraga ini kita dapat melawan jeram di sungai dengan cara yang berbeda dan pastinya tetap memacu adrenaline.

River Tubing, Cara Beda Bermain Rafting_feature (2)

Secara garis besar, water tubing ini mirip dengan rafting, namun perbedaannya adalah water tubing menggunakan ban karet berbentuk donat sebagai pengganti perahu karet yang biasa digunakan dalam rafting. Kemudian jika rafting menggunakan dayung, maka water tubing hanya menggunakan kedua tangan untuk menyusuri sungai.

water tubing ini masih awam terdengar di kalangan masyarakat modern, namun olahraga ini sangat bagus untuk pembentukan karakter, jika rafting bisa menampung enam orang dalam satu perahu karet sehingga rasa takut dan tegang ketika melewati rintangan pada aliran sungai yang deras dapat diredam, namu hal itu tidak berlaku pada water tubing karena semua tantangan dan rintangan harus dihadapi sendiri.

River Tubing, Cara Beda Bermain Rafting_feature (3)

Peralatan keselamatan seperti life jacket, decker, dan helm wajib dipakai ketika bermain water tubing demi keselamatan dan keamanan. Di Indonesia sendiri ada berbagai spot agar dapat menikmati water tubing ini seperti di Bali ada River Tubing, kemudian di Jawa Timur di Desa Tulungrejo, Kec. Bumiaji, wisata kota Batu Malang, Tubing di Gua Pindul karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta, Cukang Taneuh atau yang dikenal Grand Canyon Pangandaran Jawa Barat, dan masih banyak tempat lainnya. Dasarnya lokasi bermain rafting dapat juga digunakan untuk bermain water tubing.

Jika ingin bermain water tubing, peralatan keselamatan yang sudah disebutkan tadi wajib digunakan walaupun lokasi bermainnya tergolomg mudah tanpa rintangan sekalipun

River Tubing, Cara Beda Bermain Rafting_feature (1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

eXtremeINA.com              Jika bermain olahraga air semacam arung jeram [rafting] untuk menaklukkan sungai dengan jeram dan bebatuan besar sudah biasa, maka cobalah Water Tubing. Dengan olahraga ini kita dapat melawan jeram di sungai dengan cara yang berbeda dan pastinya tetap memacu adrenaline. Secara garis besar, water tubing ini mirip dengan rafting, namun perbedaannya adalah water […]

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com     Hari ini Kamis [04/04] pameran Selam dan Petualangan bertaraf Internasional bertajuk Deep and Extreme Indonesia 2019 akan resmi dimulai. Kegiatan ini akan tersaji di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

Dari pertama kali digelar pada tahun 2007, Deep and Extreme Indonesia merupakan acara yang sangat dinantikan oleh pecinta diving, petualangan outdoor, para penggiat olahraga air dan pelaku wisata karena selalu menampilkan berbagai variasi produk dan paket-paket destinasi petualangan outdoor baik di laut maupun daratan. Pengunjung memanfaatkan acara ini untuk mendapatkan harga spesial berbagai peralatan selam, aktivitas alam, olahraga air, olahraga ekstrem, peralatan fotografi, gadget, aksesories dan pendukung aktivitas perjalanan wisata sampai kegiatan outdoor.

Tahun ini, pameran Deep & Extreme Indonesia 2019 diperkirakan akan diikuti oleh lebih dari 100 tenant dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar peserta adalah peserta yang telah berpartisipasi di pameran ini sejak kali pertama digelar. Profil peserta antara lain destinasi pariwisata seperti dinas-dinas pariwisata di Indonesia terutama yang memiliki obyek wisata bahari dan wisata adventure, penyedia peralatan selam dan kegiatan outdoor, organisasi sertifikasi, institusi konservasi, taman nasional, jasa travel, hotel dan resort, sampai jasa perjalanan menggunakan kapal atau live aboard services yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Salah satu aktivitas lain yang akan dinantikan oleh para pengunjung adalah, aktivitas seminar nasional. Dalam seminar ini seluruh pengunjung dapat belajar banyak tentang alam yang ada di Indonesia, tentang tokoh atau inspirasi hidup, dan belajar banyak tentang olahraga petualang. Ajang Deep and Extreme Indonesia 2019 ini hanya satu tahun sekali digelarnya, maka bagi kalian yang ingin mendapatkan diskon menarik untuk barang-barang outdoor serta aktivitas lainnya di acara ini jangan sampai kelewatan, catat waktu dan tempatnya. Deep and Extreme Indonesia 2019 akan berlangsung hingga hari Minggu [07/04] mendatang.

Text               : Bambang Vidiatmoko

Photo            : Deep and Extreme Indonesia 2019

Pameran Selam dan Petualangan terbesar Indonesia mulai hari ini dibuka berlangsung hingga pekan ini.

READ MORE

PADANG – eXtremeINA.com    Akhir pekan lalu tepatnya di tanggal 23-24 Maret 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Padang bekerja sama dengan Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PSOI] Pengprov Sumatera Barat telah sukses menggelar KSSB Surfing Competition, Walikota Cup 2019. Kompetisi durfing ini digelar di Pantai Ujuang Batu, Pasie Nan Tigo, Muaro Penjalinan.

Walaupun di Padang ini sering diadakan kompetisi surfing, namun ini adalah tahun pertama Pemerintah daerah mensupport penuh kegiatan surfing di Padang. Dalam kompetisi surfing ini diikuti oleh 120 surfer dari beberapa daerah di Sumatera Barat seperti Pesisir Selatan [Tarusan dan Kambang], Kepulauan Mentawai, Kabupaten dan Pariaman, serta Padang.

Kompetisi Surfing ini mempertandingkan tiga kelas berbeda yaitu Open dengan 60 surfer, Grommet atau U16 dengan 53 surfer, dan Women dengan 7 surfer. Kompetisi Surfing ini dibuka secara resmi oleh Bp Didi Riyadi selaku Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, yang sekaligus ditandai dengan pelepasan peserta untuk heat dan round pertama pada kelas Grommet atau U16. Satu hal yang menarik perhatian adalah keikutsertaan M Radit pada kelas Grommet atau U16 yang memiliki keterbatasan fisik dengann topangan satu kaki.

Pada hari pertama kompetisi surfing, dengan kondisi ombak 2-3 feat berhasil menyelesaikan round pertama untuk semua kelas, dan untuk round kedua hingga final dilanjutkan di esok harinya. Sejatinya kompetisi surfing sempat terhenti sejenak lantaran badai dan hujan lebat, namun hal tersebut bukan penghalang untuk menyajikan kompetisi yang berkelas. Pada sore hari saat badai dan hujan sudah terhenti, Final dimulai dengan kelas Grommet atau U16 pada kelas ini Dylan Wilcoxen dari Mentawai sukses menjadi yang terbaik. Selanjutnya pada kelas Women Sarah yang juga dari Mentawai mampu menjadi yang terbaik, sementara di kelas Open Deri Palar sukses mengunci gelar juara, Geri Palar adalah surfer terbaik Grommet pada tahun 2007.

Selepas KSSB Surfing Competition, Walikota Cup 2019 selesai, acara ditutup dengan Tari Pasambahan yang dibawakan oleh Sanggar Tari Sarumpun. Hadirnya KSSB Surfing Competition, Walikota Cup 2019 ini sekaligus membuktikan bahwa Pemerintah lokal melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Padang sudah mulai mendukung perkembangan Olahraga Surfing di Padang. Semoga ditahun ini ataupun tahun depan semakin banyak kompetisi-kompetisi seperti ini lagi.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PSOI Sumatera Barat

Terselenggarakan KSSB Surfing Competition bersama PSOI, telah mendapatkan dukungan oleh Pemda kota Padang.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Di awal bulan 4-7 April 2019 nanti, pameran Selam dan Petualangan bertaraf Internasional bertajuk Deep and Extreme Indonesia 2019 akan kembali tersaji di Hall B, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

Dari pertama kali digelar pada tahun 2007, Deep and Extreme Indonesia merupakan acara yang sangat dinantikan oleh pecinta diving, petualangan outdoor, para penggiat olahraga air dan pelaku wisata karena selalu menampilkan berbagai variasi produk dan paket-paket destinasi petualangan outdoor baik di laut maupun daratan. Pengunjung memanfaatkan acara ini untuk mendapatkan harga spesial berbagai peralatan selam, aktivitas alam, olahraga air, olahraga ekstrem, peralatan fotografi, gadget, aksesories dan pendukung aktivitas perjalanan wisata sampai kegiatan outdoor.

Tahun ini, pameran Deep & Extreme Indonesia 2019 diperkirakan akan diikuti oleh lebih dari 100 tenant dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar peserta adalah peserta yang telah berpartisipasi di pameran ini sejak kali pertama digelar. Profil peserta antara lain destinasi pariwisata seperti dinas-dinas pariwisata di Indonesia terutama yang memiliki obyek wisata bahari dan wisata adventure, penyedia peralatan selam dan kegiatan outdoor, organisasi sertifikasi, institusi konservasi, taman nasional, jasa travel, hotel dan resort, sampai jasa perjalanan menggunakan kapal atau live aboard services yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Salah satu aktivitas lain yang akan dinantikan oleh para pengunjung adalah, aktivitas seminar nasional. Dalam seminar ini seluruh pengunjung dapat belajar banyak tentang alam yang ada di Indonesia, tentang tokoh atau inspirasi hidup, dan belajar banyak tentang olahraga petualang. Ajang Deep and Extreme Indonesia 2019 ini hanya satu tahun sekali digelarnya, maka bagi kalian yang ingin mendapatkan diskon menarik untuk barang-barang outdoor serta aktivitas lainnya di acara ini jangan sampai kelewatan, catat waktu dan tempatnya.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Deep and Extreme Indonesia 2019

Di awal bulan 4-7 April 2019 nanti, Deep and Extreme Indonesia 2019 akan kembali tersaji di Hall B, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Pada tanggal 23-24 Maret 2019 yang lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Padang berkolaborasi dengan Komunitas Selancar Sumatera Barat [KSSB], dan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] menghelat sebuah kompetisi surfing bertajuk Sumatera Barat Surfing Competition, dengan tema Walikota Cup 2019 yang tersaji di Pantai Ujung Batu, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

Pada tanggal 23-24 Maret 2019 yang lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Padang berkolaborasi dengan Komunitas Selancar Sumatera Barat [KSSB], dan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] menghelat sebuah kompetisi surfing bertajuk Sumatera Barat Surfing Competition, dengan tema Walikota Cup 2019 yang tersaji di Pantai Ujung Batu, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

Dalam kesempatannya pelaksana tugas Dinas Pariwisata Padang, Didi Aryadi menyampaikan, “Walaupun kompetisi surfing sudah kerap kali diadakan di Sumatera Barat, namun ini adalah untuk kali pertama kompetisi Surfing yang diadakan oleh Pemerintah kota Padang. Dengan adanya dukungan dari pemerintah tentunya kompetisi surfing seperti ini akan jauh lebih besar skalanya. Kami pun berharap dengan adanya kompetisi surfing semacam ini di Sumatera Barat dapat melahirkan bibit-bibit surfer profesional untuk membantu Indonesia meraih banyak prestasi di kancah Internasional. Selain itu kami juga berharap olahraga surfing dapat menjadi olahraga pilihan masyarakat Sumatera barat.”

Pada tanggal 23-24 Maret 2019 yang lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Padang berkolaborasi dengan Komunitas Selancar Sumatera Barat [KSSB], dan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] menghelat sebuah kompetisi surfing bertajuk Sumatera Barat Surfing Competition, dengan tema Walikota Cup 2019 yang tersaji di Pantai Ujung Batu, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

Pada kejuaraan Sumatera Barat Surfing Competition, Walikota Cup 2019 ini, pihak penyelenggara sukses mempertandingkan beberapa kelas Open, Women, dan Under 16. Walaupun dikhususkan untuk surfer asal Sumatera Barat, nyatanya kompetisi surfing ini mampu menarik banyak minat pesertanya, tercatat ada sekitar 48 surfer dari kelas Open, 64 surfer dari kelas Grommet atau U16, dan 12 surfer dari kelas Women.

Pada tanggal 23-24 Maret 2019 yang lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Padang berkolaborasi dengan Komunitas Selancar Sumatera Barat [KSSB], dan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] menghelat sebuah kompetisi surfing bertajuk Sumatera Barat Surfing Competition, dengan tema Walikota Cup 2019 yang tersaji di Pantai Ujung Batu, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

Ada satu cerita menarik dan sangat menginspirasi didalam kejuaraan Sumatera Barat Surfing Competition, Walikota Cup 2019, yaitu keikutsertaan Raditya salah satu peserta grommets dari Padang dengan umur 14 tahun yang mempunyai keterbatasan fisik. Dengan topangan satu kaki dirinya tidak takut untuk bersaing dengan lawan-lawannya. Walaupun gagal meraih prestasi, namun dirinya sukses menginspirasi dan memotivasi bagi banyak kalangan. Dengan begitu kesimpulannya adalah, bukan satu hal yang tidak mungkin untuk melakukan sesuatu yang besar dengan keterbatasan yang ada.

Pada tanggal 23-24 Maret 2019 yang lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Padang berkolaborasi dengan Komunitas Selancar Sumatera Barat [KSSB], dan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] menghelat sebuah kompetisi surfing bertajuk Sumatera Barat Surfing Competition, dengan tema Walikota Cup 2019 yang tersaji di Pantai Ujung Batu, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

Berikut adalah Hasil dari Sumatera Barat Surfing Competition, Walikota Cup 2019:

Pada tanggal 23-24 Maret 2019 yang lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Padang berkolaborasi dengan Komunitas Selancar Sumatera Barat [KSSB], dan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] menghelat sebuah kompetisi surfing bertajuk Sumatera Barat Surfing Competition, dengan tema Walikota Cup 2019 yang tersaji di Pantai Ujung Batu, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

Open

  1. Derri Palar
  2. Eli Azar
  3. Alvyn
  4. Iqbal

Pada tanggal 23-24 Maret 2019 yang lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Padang berkolaborasi dengan Komunitas Selancar Sumatera Barat [KSSB], dan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] menghelat sebuah kompetisi surfing bertajuk Sumatera Barat Surfing Competition, dengan tema Walikota Cup 2019 yang tersaji di Pantai Ujung Batu, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

Women

  1. Sarah
  2. Riris
  3. Intan Thalia
  4. Rohaye

Pada tanggal 23-24 Maret 2019 yang lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Padang berkolaborasi dengan Komunitas Selancar Sumatera Barat [KSSB], dan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PB PSOI] menghelat sebuah kompetisi surfing bertajuk Sumatera Barat Surfing Competition, dengan tema Walikota Cup 2019 yang tersaji di Pantai Ujung Batu, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

Grommets [U16]

  1. Dylan Wilcoxen

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : dok. PSOI Sumatera Barat

Sumatera Barat Surfing Competition Walikota Cup 2019 oleh KBBS dan PB PSOI telah usai, berikut hasil kompetisi.

READ MORE

eXtremeINA.com  Arung Jeram [Rafting] adalah salah satu olahraga air yang terbilang ekstrem namun tetap menyenagkan jika dimainkan. Sekelompok orang tidak akan diperbolehkan mendayung sendiri jika belum pernah bermain Arung Jeram, oleh karena itulah satu instruktur wajib menemani di dalam perahu karetnya. Walaupun tergolong olahraga yang ekstrem, nyatanya Arung Jeram banyak digemari oleh masyarakat luas untuk berolahraga sambil berwisata.

Arung Jeram adalah salah satu olahraga air yang terbilang ekstrem namun tetap menyenagkan jika dimainkan. Sekelompok orang tidak akan diperbolehkan mendayung sendiri jika belum pernah bermain Arung Jeram, oleh karena itulah satu instruktur wajib menemani di dalam perahu karetnya. Walaupun tergolong olahraga yang ekstrem, nyatanya Arung Jeram banyak digemari oleh masyarakat luas untuk berolahraga sambil berwisata.

Sebelum turun langsung bermain Arung Jeram, fakta ini wajib sekali dipelajari dan diketahui. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Musim hujan adalah waktu terbaik untuk berarung jeram

Banyak yang takut arung jeram saat musim hujan. Padahal faktanya, debit air sungai yang meninggi dapat menghasilkan aliran arus yang deras dan jeram-jeram besar yang menantang. Pengarungan sungai jadi lebih mendebarkan. Tidak perlu khawatir, karena operator tetap memperhatikan keamanan.

  1. Pelampung yang kekecilan akan membuatmu susah bernapas

Pastikan pelampung yang kamu pilih masih lengkap dan dalam kondisi baik [tidak sobek dan memiliki tali]. Bila pelampung kebesaran, kamu akan kesulitan mengapung. Bahkan, bisa jadi pelampungmu akan lepas. Maka pilihlah pelampung yang pas di badan.

  1. Memakai celana panjang saat arung jeram akan menyulitkan pergerakan

Celana panjang akan memberatkamu untuk bergerak selain itu juga menyulitkan kamu berenang. Lebih baik mengenakan celana pendek. Kamu bisa leluasa berenang dan bergerak di atas perahu. Yang perlu diingat, pilihlah celana pendek yang mengikat. Bila perlu kenakan ikat pinggang untuk menghindari celana pendekmu melorot. Celana outdoor waterproof bisa jadi pilihan.

Arung Jeram adalah salah satu olahraga air yang terbilang ekstrem namun tetap menyenagkan jika dimainkan. Sekelompok orang tidak akan diperbolehkan mendayung sendiri jika belum pernah bermain Arung Jeram, oleh karena itulah satu instruktur wajib menemani di dalam perahu karetnya. Walaupun tergolong olahraga yang ekstrem, nyatanya Arung Jeram banyak digemari oleh masyarakat luas untuk berolahraga sambil berwisata.

  1. Celana berwarna putih terlihat menerawang saat berbasah-basahan di sungai

Saat rafting, hindari pemakaian celana berwarna putih. Alasannya karena celana akan terlihat menerawang saat keadaan basah. Lebih baik mengenakan celana berwarna gelap.

  1. Ternyata banyak yang mengabaikan grade atau level sungai

Saya dan teman-teman saya termasuk di antaranya. Tidak begitu memperdulikan berapa grade sungai tersebut. Yang terpenting bisa arung jeram bareng teman-teman.

Grade atau kelas sungai untuk arung jeram mulai dari terdiri dari I, II, III, IV, V, VI. Grade I mempunyai level yang sangat mudah, sedangkan grade VI adalah grade paling sulit. Sebelum kamu memutuskan untuk arung jeram, ketahui dulu level sungai yang akan kamu arungi.

  1. Sungai Alas di Aceh menjadi sungai terbaik pecinta arung jeram

Bagi pemain rafting profesional, Sungai Alas Aceh menjadi sungai terbaik untuk rafting. Sungai Alas mempunyai variasi grade. Mulai grade 3 hingga 4. Sungai Alas juga biasa digunakan untuk kejuaraan nasional.

Sungai yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser ini menyuguhkan pemandangan tepi sungai yang alami. Jika beruntung, kamu bisa melihat gajah, rusa, dan monyet yang sedang minum di pinggir sungai.

Sungai Alas mempunyai arus sungai yang deras dan kelokan tajam. Kamu yang profesional pasti menyukai tantangan ini.

Arung Jeram adalah salah satu olahraga air yang terbilang ekstrem namun tetap menyenagkan jika dimainkan. Sekelompok orang tidak akan diperbolehkan mendayung sendiri jika belum pernah bermain Arung Jeram, oleh karena itulah satu instruktur wajib menemani didalam perahu karetnya. Walaupun tergolong olahraga yang ekstrem, nyatanya Arung Jeram banyak digemari oleh masyarakat luas untuk berolahraga sambil berwisata.

  1. Bagi pemula, Sungai Elo Magelang jadi pilihan yang sangat tepat

Mengapa? Karena Sungai Elo berada pada grade II hingga III dan memiliki arus sungai yang cukup deras. Kamu tidak akan kesulitan untuk beradaptasi dengan jeram-jeram sungai Elo. Waktu tempuh pengarunganpun tidak terlalu panjang. Hanya butuh waktu sekitar 2 jam.

  1. Sungai Alas yang jadi favorit pecinta jeram pernah diarungi Leonardo Dicaprio

Bukan bermain rafting sih, tapi Leo pernah mengarungi Sungai Alas saat mengunjungi Taman Nasional Gunung Leuser. Leo bersama Adrien Brody terlihat menyusuri sungai untuk melihat keanekaragaman flora fauna di sana

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Arung Jeram [Rafting] adalah salah satu olahraga air yang terbilang ekstrem namun tetap menyenagkan jika dimainkan.

READ MORE

PADANG – eXtremeINA.com    Demi menjaga eksistensinya Komunitas Selancar Sumatera Barat [KSSB] – Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PSOI] Sumatera Barat akan menggelar kompetisi surfing bertajuk Sumatera Barat Surf Competition 2019, Walikota Cup. Rencananya kompetisi surfing ini akan tersaji di akhir pekan nanti tepatnya di tanggal 23-24 Maret 2019, di Pantai Ujung Batu, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

Demi mensukseskan kompetisi surfing ini pihak penyelenggara mendapatkan dukungan oenuh dari Dinas Pariwisata kota Padang. Sementara untuk tujuan diadakannya kompetisi surfing ini adalah untuk mensosialisasikan olahraga surfing, menciptakan atlet surfing yang berprestasi, sebagai ajang promosi Pariwisata di Sumatera Barat, ajang promosi Below the Line, memberikan sarana kegiatan yang lebih positif bagi generasi muda serta mendukung program pemerintah dalam memerangi hal yang negative, dan meningkatkan perekonomian masyarakat ditempat kejuaraan diadakan.

Dalam kompetisi surfing ini memang hanya dikhususkan untuk peserta antar Boardrider dari Sumatera Barat saja, dan untuk kelas yang dipertandingkan adalah Open, Women, serta U16. Walaupun dikhususkan untuk surfer asal Sumatera Barat, nyatanya kompetisi surfing ini mampu menarik banyak minat pesertanya, tercatat ada sekitar 48 surfer dari kelas Open, 64 surfer dari kelas Grommet atau U16, dan 12 surfer dari kelas Women.

Sejatinya perkembangan surfing di Sumatera Barat sudah mulai berkembang sejak tahun 2000 hingga saat ini. Beberapa hal yang membuktikannya adalah, banyak surfer asal Sumatera Barat yang telah berprestasi, industri surfing di Sumatera Barat juga sudah mulai berjalan, semakin banyak surfer muda yang bermunculan, hadirnya beberapa kejuaraan surfing di Sumatera Barat, dan mulai mendapat dukungan dari Pemerintah lokal.

Dalam olahraga surfing sendiri, Indonesia adalah salah satu destinasi terbaik untuk bermain surfing. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa surfer-surfer top dunia sangat mengidam-idamkan untuk menjajal ombak di Indonesia, terutama yang ada di kawasan pantai Sumatera Barat ini.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photo             : Sumatera Barat Surf Competition 2019

Sumatera Barat Surf Competition 2019, akhir pekan nanti tepatnya di tanggal 23-24 Maret 2019.

READ MORE
<