eXtremeINA.com

JAKARTA – eXtremeINA.com    Indonesia dikenal sebagai salah satu destinasi negara terbaik untuk bermain surfing. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri lagi, Indonesia memiliki kekayaan pantai nan eksotis untuk dijadikan spot bermain surfing dari Sabang hingga Merauke.

Perkembangan dan Keberagaman Spot Surfing di Indonesia_feature (1)

Pantai yang dimiliki Indonesia pun cukup beragam, mulai dari tingkat kesulitan yang bervariatif, pantai yang memiliki ombak tingkat sedang yang biasanya digunakan oleh para surfer pemula untuk berlatih, hingga pantai dengan ombak besar yang biasanya digunakan surfer profesional untuk bermain hingga menggelar kejuaraan surfing. Bisa dikatakan pantai-pantai di Indonesia dapat dinikmati di sepanjang tahun, hal ini sangat berbeda di negara-negara lainnya, termasuk Hawaii salah salah satu destinasi surfing terbaik dunia.

Perkembangan dan Keberagaman Spot Surfing di Indonesia_feature (2)

Keberadaan pantai di Indonesia yang dapat dinikmati di sepanjang tahun ini memang telah diakui oleh surfer-surfer dunia. Banyak dari mereka yang ingin bermain dan menaklukkan ombak pantai di Indonesia. Dengan kekayaan yang ada, Indonesia pun tidak hanya memiliki pantai untuk dijadikan lokasi bermain surfing, namun di Indonesia terdapat Sungai Kampar di Riau yang terkenal dengan ombak Bono.

Perkembangan dan Keberagaman Spot Surfing di Indonesia_feature (3)

Berkat kekayaan yang dimilikinya, pantai di Indonesia sering dijadikan lokasi untuk menggelar beberapa kejuaraan surfing baik tingkat nasional maupun international, dan pada tahun 2018 mendatang suatu kebanggan dan sejarah karena untuk pertama kalinya Asian Games akan mempertandingkan cabang olahraga surfing dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya.

Perkembangan dan Keberagaman Spot Surfing di Indonesia_feature (5)

Sejatinya perkembangan surfing di Indonesia terbilang cukup maju walaupun secara perlahan. Hal yang membuktikannya adalah selain banyak ditemukan spot-spot baru untuk bermain surfing di penjuru Nusantara, saat ini sudah banyak surfer muda yang bermunculan dengan talenta besar dan siap untuk meraih banyak prestasi dikemudian hari, dan banyaknya Kejuaraan Surfing di tingkat daerah, nasional, hingga international.

Perkembangan dan Keberagaman Spot Surfing di Indonesia_feature (4)

Walaupun terbilang surfing di Indonesia cukup maju, namun pada kenyataanya olahraga surfing di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Bentuk perhatian yang diberikan Pemerintah pun belum maksimal, hal ini terbukti dari kurang perhatiannya Pemerintah untuk mengirimkan atlet Surfing Indonesia dalam sebuah Kejuaraan ISA World Surfing Games 2017 di Prancis. Kejuaraan ini berhasil diikuti oleh 47 Negara, dan padahal jika ada atlet Surfing Indonesia yang berlaga dalam ajang ini sangat memungkinkan Indonesia meraih prestasi. Semoga di tahun depan Indonesia dapat mengirimkan wakilnya dalam ajang ISA World Surfing Games.

Berikut adalah beberapa spot surfing yang ada di Indonesia :

  1. Pantai Plengkung, Banyuwangi
  2. Pulau Nias, Sumatra Utara
  3. Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan, Bali
  4. Pantai Uluwatu, Bali
  5. Pantai Mentawai, Sumatra Barat
  6. Pulau Nihiwatu, Sumba Barat
  7. Pantai Tanjung Setia, Lampung Barat
  8. Pantai Watu Karung, Pacitan Jawa Timur
  9. Pantai Ombak Tujuh, Sukabumi, Jawa Barat
  10. Pantai Cimaja, Sukabumi, Jawa Barat

 

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Perkembangan dan Keberagaman Spot Surfing di Indonesia.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com           Tepat pada Kamis [12/04], Our Daily Dose merilis jam tangan terbaru edisi terbatas G-SHOCK x SABOTAGE [SBTG] di Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan. Kolaborasi ini merupakan terobosan apik bagi keduanya, apalagi SBTG adalah sebuah brand besar dari Singapura yang berspesialis sebagai customizer sepatu Sneakers.

eXINA-Jam-Tangan-Terbaru-dari-CASIO,-Kolaborasi-G-SHOCK-x-SBTG_news-(5)

Bagi kalangan pecinta olahraga ekstrem sendiri, khusunya kategori Urban jam tangan G-SHOCK x SBTG ini akan membuat fashion atau penampilan kalian semakin keren dan lebih semangat lagi berolahraganya. Sejatinya proyek kolaborasi terjadi secara kebetulan, lantaran dari Mark Ong yang merupakan penggagas awal dari SABOTAGE terlibat sebuah proyek lain dengan CASIO.

eXINA-Jam-Tangan-Terbaru-dari-CASIO,-Kolaborasi-G-SHOCK-x-SBTG_news-(4)

Pada saat itulah adik Mark mulai memperkenalkan Mark Ong kepada tim CASIO Singapura dan terjadi kesepakatan untuk mereka berkolaborasi. Sudah tergambar jelas bahwa kolaborasi ini untuk mewujudkan filosofi desain Mark Ong yang dipercaya merupakan sebuah perjalanan untuk terus memperbaiki diri menjadi lebihbbaik. Untuk merealisasikan tujuannya tersebut, Mark Ong memilih DW-5600 sebagai model jam tangan yang dia customize.

eXINA-Jam-Tangan-Terbaru-dari-CASIO,-Kolaborasi-G-SHOCK-x-SBTG_news-(2)

Dengan didasari model jam tangan yang merupakan cikal bakal lahirnya koleksi G-SHOCK yang ada selama ini,  maka terciptalah kolaborasi G-SHOCK x SBTG DW-5600. Dengan warna hijau matte militer untuk seluruh bagian strap dan bazelnya juga disertai dengan motif kamuflase khas SBTG di sekitar layar LCD. Pada bagian layar LCD juga telah dilindungi oleh bull bar yaitu sebuah bingkai pelindung dari kawat yang menampilkan kesan G-SHOCK.

eXINA-Jam-Tangan-Terbaru-dari-CASIO,-Kolaborasi-G-SHOCK-x-SBTG_news-(1)

Sementara untuk display dan bagian belakang casenya akan terdapat logo khas SBTG dan tag DW-5600 yang menandai kerjasama kemitraan antara kedua belah pihak.  Pengaktifan backlight pada jam akan menampilkan slogan dari SBTG yaitu Destory To Create. G-SHOCK x SBTG DW-5600 merupakan sebuah bagian dari capsule collection yang juga mengeluarkan edisi kaos,  topi,  dan dek Skateboard.

eXINA-Jam-Tangan-Terbaru-dari-CASIO,-Kolaborasi-G-SHOCK-x-SBTG_news-(6)

G-SHOCK x SBTG DW-5600 capsule collection akan hadir di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia,  Thailand, dan telah hadir di Indonesia pada tanggal 20 Maret 2018 di seluruh butik CASIO. Khusus jam tangannya G-SHOCK x SBTG DW-5600 dibandrol Rp.  2.999.000.

eXINA-Jam-Tangan-Terbaru-dari-CASIO,-Kolaborasi-G-SHOCK-x-SBTG_news-(3)

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Bertempatkan ODD Store, CASIO memperkenalkan produk kolaborasi G-SHOCK X SBGT.

READ MORE

eXtremeINA.com    Bagaimana jika terbang di atas permukaan air laut, Sebagian orang mungkin masih asing dengan Flyboarding. Olahraga atau permainan ini memang baru populer belakangan ini. Aksi Tonny Stark dalam film Iron Man memicu perwujudan olah raga atau permainan ini ke bentuk nyata.

Flyboard, Terbang di Atas Permukaan Laut-features (1)

Mungkin kita pernah menganggap untuk bisa melakukan hal tersebut hanyalah mimpi, dan atraksi tersebut hanya berlaku dalam dunia fiktif yang dikemas dalam film. Tetapi, Franky Zapata membius Anda lewat atraksi serunya melakukan Flyboarding di atas permukaan air laut.

Franky Zapata, pemain jet ski profesional asal Prancis, adalah penggagas olahraga Flyboarding ini pada 2011. Mereka menyebutnya dengan nama Flyboard, olah raga air yang mengombinasikan antara jet ski dan jet pack. Aksi tersebut untuk pertama kalinya dipertontonkan ke publik di perairan Gold Coast, Australia.

Flyboard, Terbang di Atas Permukaan Laut-features (2)

Perangkat Flyboard mirip JetLev, sebuah perangkat yang juga bisa membuat pemakainya terbang di atas permukaan air. Perbedaannya, perangkat JetLev dipanggul di belakang punggung pemakai seperti tas ransel, sementara perangkat Flyboard dipasangkan pada kaki pemakainya. Kegiatan olah raga yang memakai perangkat Flyboard ini kini mulai populer di AS.

Untuk menyeimbangkan badan saat terbang di udara, Anda dapat menggunakan perangkat yang dipasangkan di bagian tangan. Namun, untuk yang sudah ahli, cukup menggunakan perangkat Flyboard di bagian kaki. Perangkat ini menggunakan tenaga dari air melalui mekanisme mesin jet yang kemudian disemburkan lewat sepasang nozzle yang membuat Anda melayang di atas air setinggi sekitar lebih dari 9 meter di atas permukaan air.

Flyboard, Terbang di Atas Permukaan Laut-features (3)

Dilengkapi jet, Flyboard ini dipakai di bagian punggung dan kaki penggunanya. Dengan alat ini, pemakainya diajak berakrobatik di udara atau bahkan menyelam serta melompat ke atas air seperti lumbalumba. Cara kerja alat ini dengan menyedot air laut melalui selang besar pada jet pack dan mengeluarkan kembali dengan kekuatan besar. Bahkan katanya bisa mendorong pemakainya lebih dari 30 kaki ke udara.

Secara teknis, rancangan terbaru Flyboard dan Jetlev tidak jauh berbeda. Keduanya memanfaatkan tekanan air yang masuk ke selang. Selain itu, keduanya membutuhkan jet ski untuk beroperasi.

Flyboard, Terbang di Atas Permukaan Laut-features (4)

#extremeina #extremesports #extremesportsindonesia #feature #flyboard #indonesia #waves

Text             : eXtremeINA.com

Photos        : Berbagai Sumber

Bagaimana jika terbang di atas permukaan air laut, Sebagian orang mungkin masih asing dengan Flyboarding.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com   Demi menunjukkan eksistensinya di Indonesia khususnya di Ibu Kota Jakarta, Bahtera Jaya Windsurfing School SeaSports Club [BJWSSC] telah menggelar kompetisi bertajuk BJWSSC Youth Windsurfing International Championship 2018 yang dihelat pada beberapa waktu yang lalu di kawasan Pantai Ancol, Jakarta.

Hasil-Kejuaraan-BJWSSC-Youth-Windsurfing-International-Championship-2018_news-(3)

Mempertandingkan lima kelas berbeda yaitu, Techno Youth Open, Techno Junior Putra/Putri, RSX Youth Open, RS One Espoir Putra/Putri, dan Green Fleet [kelas Beginner] kejuaraan Windsurfing ini diikuti oleh 30 peserta yang datang dari Bali, Kalimantan Timur, Jakarta, Banten, dan Malaysia.

Hasil-Kejuaraan-BJWSSC-Youth-Windsurfing-International-Championship-2018_news-(2)

Kejuaraan Windsurfing yang digagas oleh BJWSSC ini adalah event tahunan yang sudah menjadi wadah bagi club, komunitas, ataupun penggelait Windsurfing di Tanah Air khususnya pada usia dini untuk melahirkan bibit-bibit atlet yang berkualitas untuk masa mendatang. Selain itu adanya kejuaraan ini juga bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan juga mental bertanding seorang atlet.

Hasil-Kejuaraan-BJWSSC-Youth-Windsurfing-International-Championship-2018_news-(1)

Berikut adalah hasil kejuaraan BJWSSC Youth Windsurfing International Championship 2018 :

Text                 : Bambang Vidiatmoko

Photos           : PORLASI Jakarta Windsurfing

Bahtera Jaya telah adakan Youth Windsurfing International Championship 2018 yang dihelat di kawasan Pantai Ancol.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Cabang olahraga [cabor] Surfing dipastikan tidak akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018. Sejatinya fenomena ini sangat disesalkan oleh Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PSOI] Arya Subyakto, dan juga para penggeliat Surfing di Indonesia.

eXINA-Deep-Extreme-2018_gallery-pt2-(9)

Dalam hal ini Arya Subyakto pun menyatakan, “Rasa kecewa dan sangat disesalkan itu pasti ada, namun yang sudah biarlah sudah. Namun kita semua berharap semua instansi sadar betapa tangguhnya atlet Surfing Indonesia di tingkat dunia. Beberapa surfer terbaik Indonesia tidak hanya sebagai pelengkap saja di sebuah kompetisi, namun hadirnya mereka di kompetisi Surfing tigkat Internasional mampu memberikan perlawanan berarti pada surfer-surfer terbaik dunia hingga prestasipun mampu didapat oleh surfer Indonesia.”

Harapan-Arya-Subyakto-Setelah-Surfing-di-Coret-Dari-Asian-Games-2018_news-(4)

“Beberapa hal yang perlu pemerintah dan masyarakat Indonesia ketahui, Indonesia adalah salah satu negara sebagai destinasi terbaik untuk bermain Surfing, banyak sekali Surfer dunia yang mengidam-idamkan dapat bermain Surfing di Indonesia. Dengan kemampuan terbaik dan juga prestasinya banyak Surfer Indonesia yang sangat terkenal di Negara lain, namun faktanya adalah mereka tidak cukup dikenal luas di Indonesia. Jika saja atlet Surfing Indonesia mampu berprestasi di Asian Games 2018, maka sudah dipastikan olahraga Surfing dan juga atletnya banyak dikenal orang banyak,” tambah Arya Subyakto.

Harapan-Arya-Subyakto-Setelah-Surfing-di-Coret-Dari-Asian-Games-2018_news-(3)

Harapan dari Arya Subyakto sendiri adalah mudahan pada ajang Olimpiade 2018 di Tokyo [Jepang], Indonesia dapat mengirimkan atlet Surfing terbaiknya untuk bersaing memperebutkan medali. Arya pun yakin di event sekelas Olimpiade Indonesia masih berpeluang besar meraih medali baik di kategori pria ataupun wanita.

Harapan-Arya-Subyakto-Setelah-Surfing-di-Coret-Dari-Asian-Games-2018_news-(1)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : eXtremeINA.com / Berbagai Sumber

Terlepas cabor Surfing dari Asian Games 2018, Arya Subyakto punya harapan besar lain.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Surfing adalah salah satu cabang olahraga yang rencananya akan dipertandingkan dalam Kejuaraan multi event sekelas Asian Games 2018, pada bulan Agustus mendatang. Namun pada kenyataanya salah satu cabor yang diprediksi kuat meraup medali emas dalam ajang tersebut harus pupus lantaran dicoret dari keikutsertaannya.

Kenapa Surfing di Coret Dari Asian Games 2018_news (2)

Banyak yang bertanya mengadapa dan alasannya apa cabang olahraga Surfing dicoret dalam Asian Games 2018. Seperti yang diutarakan oleh Arya Subyakto selaku president Persatuan Selancar Ombak Indonesia [PSOI] saat ditemui dalam acara Deep & Extreme Indonesia 2018 di kawasan JCC, ”Kami bertanya-tanya dan ini menjadi pertanyaan banyak orang yang tidak terjawab, mengapa Surfing dicoret dari kejuaraan Asian Games 2018. Padahal jika Surfing masuk dalam Asian Games 2018, kami yakin atlet Surfing Indonesia mampu meraih medali emas dari nomor Men Shortboard dan Men Longboard, sementara untuk Women Shortboard kami masih memprediksi atlet Indonesia akan berada di tiga besar perolehan medali.”

eXINA-Deep-Extreme-2018_gallery-pt2-(9)

“Sangat disayangkan sekali Surfing gagal masuk ke Asian Games 2018. Padahal untuk membangun skuad timnas Surfing Indonesia yang kuat tidak perlu butuh budget yang banyak, hal ini dikarenakan atlet Surfing Indonesia sudah berada di jajaran top Surfer dunia, semisal Rio Waida yang menjadi juara WSL regional Asia tahun 2017, Darma Putra Tonjo yang sukses megalahkan mantan juara dunia asal Brazil Adriano De Souza, Dede Suryana yang juga pernah merasakan manisnya gelar juara Asia, dan pastinya masih banyak yang lainnya. Disisi lain atlet Surfer Indonesia ini kebanyakan tinggal di pesisir pantai, dengan kata lain Pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa penginapan,” tambah Arya.

Kenapa Surfing di Coret Dari Asian Games 2018_news (1)

Menurut Arya Subyakto yang juga dikenal sebagai legenda Surfing Indonesia mengatakan, kabar isu dicoretnya cabor Surfing dari Asian Games 2018 ini didapat setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan rapat dengan INASGOC guna membahas persiapan Asian Games 2018. Rencana petinggi olahraga Surfing di Indonesia ini, jika saja cabor Surfing masuk ke dalam Asian Games 2018 maka ini adalah bentuk penilaian dan tonggak ukur peta kekuatan calon lawan Indonesia dalam kejuaraan Olimpiade yang akan tersaji di Tokyo, Jepang pada tahun 2020 mendatang. Semoga Indonesia masih dapat peluang besar untuk mengirimkan atlet Surfing terbaiknya untuk mengikuti ajang olahraga terbesar itu.

Kenapa Surfing di Coret Dari Asian Games 2018_news (3)

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Bambang VidiatmokoBerbagai Sumber

Satu pertanyaan besar, kenapa olahraga Surfing tidak masuk dalam Asian Games 2018?

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Berkolaborasi dengan Asian Surfing Cooperative [ASC], REnextop akan menggelar kejuaraan Surfing untuk tahun keduanya bertajuk REnextop Asian Surfing Tour 2018 pada tanggal 2-5 Mei 2018 di Pantai Kuta, Bali.

Pantai Kuta, Jadi Venue Renextop Asian Surfing Tour_news (1)

Pada tahun pertamanya, kejuaraan REnextop Asian Surfing Tour 2018 tersaji di Pantai Pererenan pada bulan Juni, lalu beralih ke Pantai Makinohara di Jepang pada bulan September, selanjutnya ditutup pada bulan Desember di La Union, Mona Lisa Point, Filipina. Dengan sangat bangga, pihak penyelenggara memulai ajang REnextop Asian Surfing Tour 2018 di pantai Bali, selain itu akan menambah dua lokasi tambahan, yaitu Thailand pada bulan Agustus dan China pada bulan Oktober.

Berikut ini adalah hadiah yang akan didapat oleh masing-masing divisi:

  • Shortboard Pria: $ 5.000 USD – 48 pesaing
  • Pria Longboard: $ 3.000 USD – 24 pesaing
  • Shortboard Wanita: $ 2.500 USD – 24 pesaing
  • Shortboard Wanita: $ 2.500 USD – 24 pesaing

Pantai Kuta, Jadi Venue Renextop Asian Surfing Tour_news (2)

Bagi peserta dari divisi pria akan dikenakan biaya sebesar $50, sementara untuk divisi wanita dikenakan biaya $30. Batas waktu pendaftaran kejuaraan REnextop Asian Surfing Tour seri perdana di musim 2018 akan jatuh pada tanggal 30 April 2018. Berikut informasi jelasnya http://www.renextop.com/surfing.html

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber 

Di bulan Mei nanti seri perdana REnextop Asian Surfing Tour 2018 akan dimulai, Pantai Kuta salah satu venue-nya.

READ MORE

eXtremeINA.com  Definisinya Windsurfing adalah penggabungan dua olahraga air yang ekstrem, perahu layar dengan surfing. Atas gabungan dua olahraga tersebut, maka pelakunya menggunakan surfing dan juga sebuah layar yang terbuat dari kain berbahan sintetis.

Menantang Ombak dan Angin Dengan Windsurfing_feature (1)

Namun bisa dikatakan Windsurfing adalah alternative lain bermain surfing. Walaupun olahraganya sama-sama menggunakan ombak untuk menjadi obstacle, namun Windsurfing dipercaya lebih menantang dan dapat memacu adrenaline dengan sangat ekstrem. Karena selain harus menaklukan ombak, pelakunya harus bisa menyeimbangkan layarnya untuk mengatur arah angin. Pada olahraga Windsurfing layar yang digunakan dipasang pada sebuah tiang yang terpasang di papan surfing.

Menantang Ombak dan Angin Dengan Windsurfing_feature (2)

Papan yang digunakan pada olahraga Windsurfing ini biasanya memiliki ukuran yang lebih besar dibanding papan surfing pada umumnya, yaitu sekitar 4 meter. Penemu olahraga surfing ini adalah Robby Naish yang juga seorang surfer asal California Amerika Serikat. Hingga saat ini dia masih diakui oleh dunia sebagai Surfer legendaris yang juga seorang penemu Windsurfing. Pada tahun 80-an Windsurfing sempat menjadi olahraga air yang paling favorite, sampai pada akhirnya olahraga ini dipertandingkan untuk pertama kalinya dalam Olimpiade tahun 1984.

Menantang Ombak dan Angin Dengan Windsurfing_feature (3)

Khusus di Indonesia sendiri, walaupun tidak cukup terkenal nyatanya olahraga Windsurfing ini sudah banyak peminatnya. Salah satu lokasi yang banyak dijadikan spot bermain Widnsurfing di Indonesia terdapat di Pantai Sanur, Bali. Kabarnya di lokasi tersebut juga terdapat komunitas Windsurfing yang siyap menjadi wadah bagi pecintanya. Kabarnya komunitas tersebut juga menyediakan penyewaan alat-alat Widnsurfing untuk para wisatawan menjajal olahraga air yang cukup esktrem ini.

Text                : Bambang Vidiatmoko

Photos           : Berbagai Sumber

Definisinya Windsurfing adalah penggabungan dua olahraga air yang ekstrem, perahu layar dengan surfing.

READ MORE

JAKARTA – eXtremeINA.com    Bisa dikatakan olahraga Surfing di Indonesia memang belum begitu popular dikalangan masyarakat luas khususnya bagi anak-anak muda. Namun pada kenyataanya olahraga air yang cukup ekstrem ini cukup berkembang dan banyak dimainkan oleh anak-anak muda yang banyak tinggal daerah pesisir pantai.

eXINA-Al-Mala

Fenomena ini pun mendapat tanggapan dari salah satu surfer wanita dan juga presenter ternama Tanah Air bernama Gemala Hanafiah. Bagi Al panggilan akrabnya, olahraga Surfing ini sudah menjadi bagian dari hidupnya. Dengan bermain Surfing dirinya mampu mengenalkan potensi wisata khususnya olahraga Surfing di mata dunia.

Saat eXtremeINA.com temui di dalam acara Deep & Extreme Indonesia 2018, Gemala Hanafiah memberikan pendapat ”Perkembangan olahraga Surfing di Indonesia cukup maju secara mandiri. Dengan kata lain walaupun anak-anak muda ini main bermain Surfing tidak dapat bimbingan secara langsung oleh ahlinya, mereka giat belajar secara otodidak dan pada akhirnya mereka berpotensi menjadi salah satu surfer terbaik di kemudian hari.”

eXINA-Komunitas-Surfing-Indonesia-Ramaikan-Deep-&-Extreme-Indonesia-2018_news

“Perkembangan Surfing di Indonesia dan juga surfernya mampu berkembang juga berkat dukungan dari industri terkait. Banyak sekali industri yang mendukung seorang atlet untuk berkancah di kejuaraan Surfing tingkat Internasional. Secara tidak langsung hal inilah yang membuat perkembangan Surfing di Indonesia semakin maju,” tambahnya.

Al pun menilai dukungan dari pemerintah daerah untuk kemajuan olahraga Surfing ini sudah ada, namun sifatnya tidak merata. Ada satu tempat yang memiliki pantai dan ombak bagus berskala International, namun dukungan pemerintahnya sangatlah minim. Hal semacam inilah yang sangat disayangkan, padalah seluruh dunia pun tau bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi destinasi terbaik untuk bermain Sufing.

eXINA-Deep-Extreme-2018_gallery-pt2-(9)

Text & Photos : Bambang Vidiatmoko / eXtremeINA.com

Perkembangan olahraga Surfing di Indonesia cukup maju secara mandiri.

READ MORE

eXtremeINA.com     Pekan lalu tepatnya tanggal 8 hingga 11 Maret 2018 di Hall B Jakarta Convention Center [JCC], Deep & Extreme Indonesia 2018 telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia khususnya pecinta olahraga outdoor dan air.

Photos : Bambang Vidiatmoko

eXtremeINA.com     Pekan lalu tepatnya tanggal 8 hingga 11 Maret 2018 di Hall B Jakarta Convention Center [JCC], Deep & Extreme Indonesia 2018 telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia khususnya pecinta olahraga outdoor dan air. Photos : Bambang Vidiatmoko

READ MORE
<